• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan studi empiris yang dilakukan untuk mendeskripsikan praktek pengungkapan tanggung jawab sosial melalui web yang dilakukan pada perusahaan manufaktur go publik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam penelitian ini yaitu ukuran perusahaan, kedekatan konsumen, sensitivitas lingkungan, profitabilitas, dan leverage.

B. Hipotesis

Eti Yuniarti (2007) menyatakan bahwa aktivitas bisnis yang dilakukan oleh perusahaan akan mempunyai pengaruh atau dampak pada masyarakat.

Oleh karena itu, shareholder secara umum akan lebih memperhatikan pada aktivitas sosial dan aktivitas lainnya yang akan membawa dampak pada masyarakat.

Menurut Nur Haliza et al (2012) perusahaan yang besar selalu dibawah

pengawasan publik, ini diharapkan agar perusahaan memperhatikan taktik

lingkungan secara umum. Perusahaan besar adalah perusahaan yang mampu

memiliki sumber daya lingkungan yang baik (Eli jido, 2007, dalam Nur haliza

et al, 2012). Perusahaan besar lebih rentan terhadap pengawasan pemangku

kepentingan dan lebih beragam pasar geografis dan produknya, sehingga

memiliki kelompok pemangku kepentingan yang lebih besar dan lebih beragam

(2)

(Branco dan Rodrigues, 2008). Hal ini juga memungkinkan bahwa perusahaan akan lebih mempertimbangkan kegiatan tanggung jawab sosial dan pengungkapannya sebagai cara untuk mengungkapkan reputasi perusahaan.

Oleh karena itu maka ada hubungan antara ukuran perusahaan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis satu yaitu:

Hipotesis 1 : Terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan informasi tanggung jawab sosial melalui web

Perusahaan yang berpotensi besar terhadap dampak lingkungan akan lebih mengungkapkan informasi lingkungan secara lebih luas, dan perusahaan di industri dengan visibilitas tinggi dikalangan konsumen akhir lebih cendereung untuk mempertimbangkan isu-isu penting keterlibatan masyarakat dan pengungkapan informasi terkait dengan keterlibatan tersebut (Branco dan Rodrigues, 2008)

Kedekatan perusahaan dengan konsumen adalah salah satu faktor

potensial yang dapat mempengaruhi praktek pengungkapan tanggung jawab

sosial. Semakin dekat sebuah perusahaan dengan konsumen individu akan

lebih mungkin diketahui namanya oleh masyarakat umum dan akan lebih besar

visibilitas sosialnya. Oleh karena itu dapat diajukan hipotesis berikut:

(3)

Hipotesis 2 : Terdapat pengaruh kedekatan konsumen terhadap pengungkapan informasi tanggung jawab sosial melalui web

Perusahaan yang memiliki potensi dampak lingkungan yang lebih besar mungkin akan menyediakan informasi lingkungan dalam kaitannya dengan pertimbangan legitimasi dan perusahaan yang memiliki visibilitas tinggi mungkin akan lebih mempertimbangkan pengungkapan isu penting mengenai keterlibatannya dengan masyarakat.

Menurut Patten dan Crampton (2004) dalam Eti Yuniarti (2007), perusahaan yang memiliki visibilitas publik yang tinggi atau mempunyai dampak lingkungan yang lebih penting akan mengungkapkan informasi tanggung jawab sosial yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan yang tidak mempunyai visibilitas tinggi.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis yaitu:

Hipotesis 3 : Terdapat pengaruh sensitivitas lingkungan terhadap pengungkapan informasi tanggung jawab sosial melalui web

Dalam beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan

antara profitabilitas dan pengungkapan informasi tanggung jawab sosial,

seperti penelitian Donovan dan Gibson (2000), Nur Haliza et al (2012), dan

Branco dan Rodrigues (2008).

(4)

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis yaitu:

Hipotesis 4 : Terdapat pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan informasi tanggung jawab sosial melalui web

Manajer dalam hal ini kaitannya dengan pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan akan memilih metode akutansi memaksimalkan laba sekarang lebih tinggi daripada laba yang akan datang, dengan melaporkan laba yang lebih tinggi maka mengurangi perusahaan melanggar perjanjian hutang.

Leverage merupakan alat untuk mengukur seberapa besar perusahaan tergantung pada kreditur dalam membiayai aset perusahaan. perusahaan yang mempunyai tingkat leverage yang tinggi berarti sangat tergntung pada pinjaman luar untuk membiayai asetnya. Sedangkan perusahaan yang mempunyai tingkat leverage rendah lebih banyak membiayai asetnya dengan modal sendiri. Tingkat leverage perusahaan yang tinggi berarti menggambarkan resiko perusahaan (Sembiring, 2005). Penelitian Rosmasita (2007) menunjukan hasil bahwa leverage memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diajukan hipotesis yaitu:

Hipotesis 5 : Terdapat pengaruh leverage terhadap pengungkapan

informasi tanggung jawab sosial melalui web

(5)

C. Variabel dan Skala Pengukuran

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel Bebas (Independent Variabel)

Menurut Sekaran (2003), variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik secara positif ataupun negatif. Variabel independen yang akan diuji dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, kedekatan konsumen, sensitivitas lingkungan, profitabilitas, dan leverage

1. Ukuran perusahaan

Menurut Sembiring (2005) ukuran perusahaan adalah jumlah aktiva (aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva lain-lain), jumlah penjualan, atau jumlah tenaga kerja yang dimiliki perusahaan sampai akhir periode pelaporan keuangan.

Ukuran perusahaan dalam penelitian ini dilihat dari segi total aktiva yang dimiliki perusahaan yang dilaporkan pada neraca (Branco dan Rodrigues, 2008).

2. Kedekatan Dengan Konsumen

Kedekatan perusahaan dengan konsumen adalah salah satu faktor

potensial yang dapat mempengaruhi praktek pengungkapan tanggung

jawab sosial. Perusahaan yang berfokus pada konsumen akan memiliki

visibilitas sosial yang lebih besar dan secara luas diakui oleh

(6)

masyarakat umum. Dalam penelitian ini, ukuran biner (High Profile dan Low Profile) digunakan.

High Profile perusahaan adalah perusahaan yang lebih dikenal oleh konsumen akhir dan yang namanya diketahui sebagian besar oleh masyarakat umum. Berdasarkan penelitan Branco dan Rodrigues (2008), terdapat 4 sektor perusahaan yang diidentifikasikan ke dalam perusahaan-perusahaan high profile, sektor tersebut antara lain: industri semen, industri makanan dan minuman, industri farmasi, dan industri barang konsumsi. Semua perusahaan lain diluar yang telah disebutkan dianggap Low Profile. Penilaian dalam variabel ini bernilai 1 (satu) untuk perusahaan high profile dan 0 (nol) untuk perusahaan low profile.

3. Sensitivitas Lingkungan

Dalam penelitian ini, sensitivitas lingkungan diukur berdasarkan penelitian Branco dan Rodrigues (2008). Dalam penelitian Branco dan Rodrigues (2008) terdapat 11 sektor perusahaan yang lebih sensitif diidentifikasi, sektor tersebut antara lain: industri semen, industri keramik, kaca, porselen, industri logam, industri kimia, industri plastik, industri kayu, industri kertas, industri kabel, dan industri logam buatan.

Semua perusahaan lain diluar yang disebutkan dianggap sebagai

“kurang sensitif”. Penilaian dalam variabel ini bernilai 1 (satu) untuk

industri yang dinilai sensitif dan 0 (nol) untuk industri yang kurang

sensitif.

(7)

4. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dalam upaya meningkatkan nilai pemegang saham. Pada penelitian ini profitabilitas diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA) (Branco dan Rodrigues, 2008; Nur Haliza et al, 2012). Adapun ROA dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Penjualan

Return On Assets = ––––––––––––––– x 100%

Total Aktiva

5. Leverage

Dalam peneltian ini leverage diukur dengan Rasio total Utang (Branco dan Rodrigues, 2008)

Total hutang

DTA = x 100%

Total Aktiva

2. Variabel Tidak Bebas (Dependent Variabel)

Variabel dependen, yaitu variabel yang dipengaruhi atau menjadi

akibat karena adanya variabel independen. Variabel dependen dalam

penelitian ini adalah pengungkapan informasi tanggung jawab sosial

melalui web (Y).

(8)

Proksi media pengungkapan yang digunakan yaitu media pengungkapan tanggung jawab sosial via internet (website) yang diakses tahun 2013.

Kategori pengungkapan informasi tanggung jawab sosial dalam penelitian ini dimodifikasi dari penelitian Branco dan Rodrigues (2008).

Kategori pengungkapan informasi tanggung tanggung jawab sosial sebagai berikut:

 Pengungkapan Lingkungan

Kebijakan lingkungan atau kepedulian perusahaan terhadap lingkungan Manajemen Lingkungan, sistem, dan audit

Polusi dari operasi bisnis

Polusi yang timbul dari penggunaan produk

Pembahasan hukum lingkungan dan peraturan khusus Pencegahan atau perbaikan kerusakan lingkungan Konservasi sumber daya alam dan kegiatan daur ulang Keberlanjutan

Estetika lingkungan

Konservasi energi dalam menjalankan operasi bisnis Efisiensi energi dari produk

 Pengungkapan sumber daya manusia

Kesehatan dan keselamatan karyawan

Pekerjaan minoritas atau perempuan

Pelatihan karyawan

(9)

Bantuan / tunjangan karyawan Remunerasi karyawan

Profil karyawan

Skema pembelian saham karyawan Semangat kerja karyawan

Hubungan industrial

 Produk dan pengungkapan konsumen Keamanan produk

Kualitas produk

Pengungkapan keselamatan konsumen Kepuasan/keluhan konsumen

Informasi penggunaan produk

 Pengungkapan keterlibatan masyarakat Sumbangan amal dan kegiatan

Dukungan untuk pendidikan Dukungan untuk seni dan budaya Dukungan untuk kesehatan masyarakat Mensponsori proyek olahraga atau rekreasi

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan pendekatan dikotomi

yaitu setiap item CSR dalam instrumen penelitian yang diungkapkan oleh

perusahaan diberikan nilai 1 dan 0 jika tidak diungkapkan (Branco dan

Rodrigues, 2008).

(10)

Total skor maksimum adalah 30. Maksimum skor untuk masing- masing kategori adalah 11 untuk pengungkapan lingkungan, 9 untuk pengungkapan sumber daya manusia, 5 untuk pengungkapan produk dan konsumen, dan 5 untuk pengungkapan keterlibatan masyarakat.

Selanjutnya skor dari keseluruhan item dijumlahkan untuk memperoleh keseluruhan skor untuk setiap perusahaan. Rumus perhitungan CSDI adalah sebagai berikut:

∑X

ij

CSDI

j

= n

j

Keterangan:

CSDI : Corporate Disclosure Index perusahaan j n

j

: jumlah item untuk perusahaan j, n = 30

X

ij

: 1 = jika item i diungkapkan; 0 = jika item i tidak diungkapkan

D. Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa website perusahaan go publik di Indonesia. Informasi tanggung jawab sosial yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari website tahun 2013.

Sebagai sumber data, data-data dan informasi tentang laporan keuangan

perusahaan dalam penelitian ini diperoleh melalui website resmi masing-

(11)

masing perusahaan, dan data yang tercantum di BEI, indonesian Capital Market Directory 2012, serta pada Pojok Bursa Universitas Mercu Buana.

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur go publik di Indonesia tahun 2012. Alasan memilih perusahaan pada industri manufaktur karena industri ini termasuk industri yang produk akhirnya banyak berhubungan langsung dengan konsumen. Selain itu karena masalah limbah dan proses industrinya menjadi masalah utama industri ini. Karena perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang menjalankan proses pembuatan produk dari barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, atau barang setengah jadi menjadi barang jadi melalui proses pabrikasi. Dan alasan memilih perusahan go publik, karena perusahaan go publik lebih rentan terhadap pengawasan pemangku kepentingan dan mereka lebih cenderung untuk mengungkapkan informasi tanggung jawab sosial dan memiliki halaman web yang menyediakan pengungkapan informasi tanggung jawab sosial.

2. Sampel Penelitian

Penelitian ini menggunakan website perusahaan manufaktur go publik

dan data laporan keuangan per 31 Desember 2012 sebagai sampel. Sampel

(12)

dipilih dengan metode purposive sampling, dengan kriteria sampel sebagai berikut:

1. Seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun 2012.

2. Perusahaan manufaktur yang menjadi sampel adalah perusahaan yang laporan keuangan tahun 2012-nya dapat diakses di www.idx.co.id.

3. Perusahaan manufaktur yang memiliki halaman web perusahaan dan dapat diakses via internet pada tahun 2013.

4. Perusahaan manufaktur yang mengungkapkan informasi tanggung jawab sosial di web perusahaan.

Tabel 3.1 Sampel Penelitian

Kriteria Sampel Jumlah

Perusahaan Jumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI

selama tahun 2012 136

Perusahaan yang laporan keuangan tahun 2012-nya tidak

dapat diakses di web BEI (10)

Perusahaan yang tidak memiliki halaman web perusahaan yang dapat diakses di internet pada tahun 2013

126

(9)

Perusahaan yang tidak mengungkapkan informasi tanggung jawab sosial di web perusahaan

117

(72)

Total Sampel 45

Sumber: Data sekunder 2013 (diolah)

(13)

F. Metode Analisis Data

Tekhnik dan tahapan analisis data dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat ukuran perusahaan, kedekatan konsumen, sensitivitas ingkungan, profitabilitas, leverage, dan pengungkapan tanggung jawab sosial melalui web.

Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai minimum, nilai maximum, mean, dan standar deviasi. Statistik deskriptif menyajikan ukuran-ukuran numerik yang sangat penting bagi data sampel.

2. Uji Asumsi Klasik

Dalam penelitian ini digunakan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik merupakan prasyarat analisis regresi berganda. Pengujian asumsi klasik bertujuan untuk menentukan ketepatan modal. Uji asumsi klasik yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi:

a) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel dependen dan variabel independen memiliki

distribusi normal atau tidak. Untuk menghindari terjadinya bias, data

yang digunakan harus terdistribusi dengan normal. Model regresi

yang baik adalah memiliki data normal atau mendekati normal

(14)

(Ghozali, 2009). Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.

Menurut Ghozali (2009), dasar pengambilan keputusan uji statistik dengan Kolmogorov-Smirmov Z (I-Sample K-S) adalah:

1. Apabila nilai Asymp. Sig (2-tailed) kurang dari 0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti ada data residual terdistribusi tidak normal.

b) Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas

(Ghozali, 2009). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi

korelasi diantara varibel independen. Untuk mendeteksi ada atau

tidaknya multikolinearitas, dapat dilihat dari nilai tolerance dan

lawannya variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini

menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan

variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama

dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF=1/tolerance). Nilai cutoff

yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas

adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10.

(15)

c) Uji autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode (t-1) yakni periode sebelumnya (Ghozali, 2009). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi yang lain. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi, salah satunya adalah dengan uji Durbin-Watson (D-W test). Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi dengan menggunakan tabel Durbin-Watson:

1. Angka DW dibawah -2, berarti ada autokorelasi positif.

2. Angka DW diantara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi.

3. Angka DW diatas +2, berarti ada autokorelasi negatif

d) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan

ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan

ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedasitisitas dan jika

berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah

yang homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali,

2009). Uji statistik yang digunakan adalah uji Glejser supaya hasil

(16)

yang diperoleh akurat. Uji Glejser mengusulkan untuk meregres nilai absolute residual terhadap variabel independen (Ghozali, 2009). Jika dari uji Glejser di dapat bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai absolute Ut (AbsUt) dan probabilitas signifikansi di atas tingkat kepercayaan 5 persen maka dapat diambil kesimpulan model regresi tersebut tidak mengandung heteroskedastisitas.

3. Analisis Hipotesis

Analisis hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen, dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui (Gozali, 2009). Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini yaitu pengaruh ukuran perusahaan, kedekatan konsumen, sensitivitas lingkungan, profitabiltas, leverage, terhadap pengungkapan informasi tanggung jawab sosial melalui web.

Metode regresi linier berganda dilakukan terhadap model yang

diajukan peneliti dengan menggunakan software SPSS Versi 20.0 untuk

memprediksi hubungan antara variabel independen dengan variabel

dependen. Berikut ini persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian

ini:

(17)

Y = α + β

1

X

1

+ β

2

X

2

+ β

3

X

3

+ β

4

X

4

+ β

5

X

5

+ e Keterangan:

Y = Indeks CSR α = konstanta β1-β2 = koefisien regresi X

1

= ukuran perusahaan X

2

= kedekatan konsumen X

3

= sensitivitas lingkungan X

4

= profitabilitas

X

5

= leverage

e = error term, yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian

4. Pengujian Hipotesis

Penelitian ini menguji hipotesis-hipotesis dengan menggunakan metode analisis regresi berganda (multiple regression). Metode regresi berganda menghubungan satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen dalam suatu model prediktif tunggal. Unutk menguji signifikansi dari suatu hipotesis perlu menggunakan koefisien determinasi, uji F, uji t.

a. Koefisien Determinasi (R

2

)

Nilai R

2

digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan model

dalam menerangkan variabel independen, tapi karena R

2

mengandung

kelemahan mendasar, yaitu adanya bias terhadap jumlah variabel

(18)

independen yang dimasukkan kedalam model, maka dalam peneitian ini menggunaka adjusted R

2

berkisar antara 0 dan 1. Jika nilai adjusted R

2

semakin mendekati 1 maka semakin baik kemampuan model tersebut dalam menjelaskan variabel dependen.

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji simultan dengan F pada dasarnya bertujuan untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan kedalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil F-test ini pada output spss dapat dilihat pada ANOVA. F tabel dihitung dengan cara df = k-1, dan df2 = n-k, k adalah jumlah variabel dependen dan independen.

Ho : secara bersama-sama variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Ha : secara bersama-sama variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

1) Jika nilai signifikansi < 0,05, maka Ha diterima.

2) Jika nilai signifikansi > 0,05, maka Ha ditolak.

c. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parial.

Pengambilan keputusan didasarkan berdasarkan nilai t hitung masing-

(19)

masing koefisien t regresi dengan t tabel sesuai dengan tingkat signifikansi yang digunakan. Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1) Bila nilai signifikansi t < 0.05 maka H0 ditolak, berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

2) Bila nilai signifikansi t > 0.05 maka H0 diterima, berarti tidak

terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen

dengan variabel dependen.

Gambar

Tabel 3.1  Sampel Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

“ Corporate Governance dan Profitabilitas; Pengaruhnya terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek

Pengaruh Jenis Industri Terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (CSR Disclosure) Pada Laporan Tahunan Perusahaan: Studi Empiris Pada Perusahaan Publik Yang

“Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (CSR Disclosure) pada Laporan Tahunan Perusahaan : Study Empiris pada Perusahaan

Pengaruh struktur kepemilikan terhadap luas pengungkapan tanggung jawab sosial (csr disclosure) pada laporan tahunan perusahaan: studi empiris pada

Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (CSR Disclosure) pada Laporan Tahunan Perusahaan; Studi Empiris pada Perusahaan Publik yang

“Pengaruh Kinerja lingkungan, Profitabilitas,Ukuran Perusahaan, Profile Perusahaan, dan Mekanisme GCG terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan” (Studi Empiris

(2009), Corporate Governance dan Profitabilitas; Pengaruhnya Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat Di

Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Leverage terhadap Tingkat Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Suatu kasus