• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIstem Bilangan Real, Nilai Mutlak dan Pertaksamaan by. Henry Immanuel Sihombing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SIstem Bilangan Real, Nilai Mutlak dan Pertaksamaan by. Henry Immanuel Sihombing"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Materi Sistem Bilangan Real, Nilai Mutlak, Pertaksamaan, dan Bilangan Kompleks Dosen Dr. Sa`adatul Fitri, S.Si., M.Sc.

Asisten - Henry Immanuel Sihombing - Safrizal Ardana Ardiyansa

1. Sistem Bilangan Real

Definisi 1 : Bilangan real adalah semua bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal 𝐴1𝐴2𝐴3… , 𝐡1𝐡2𝐡3…

Teori 1 : Bentuk desimal yang berhenti atau berulang menyatakan bilangan rasional , misalnya 0,5 = 1

2, 0,666… = 2

3 … (1)

Teori 1(Ljt) : β€œImplikasi” logis dari teori 1 adalah bilangan rasional selalu dapat dinyatakan dalam bentuk π‘Ž

𝑏, π‘Ž, 𝑏 ∈ β„€

Bukti : Misalkan suatu bilangan rasional berbentuk π‘Žπ‘π‘, 𝑑𝑒𝑓𝑑𝑒𝑓𝑑𝑒𝑓… dengan π‘Ž, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒, 𝑓 ∈ β„•

Dengan memisalkan bilangan tersebut sebagai π‘₯ diperoleh:

1000π‘₯ = π‘Žπ‘π‘π‘‘π‘’π‘“, 𝑑𝑒𝑓𝑑𝑒𝑓𝑑𝑒𝑓 … … (2)

π‘₯ = π‘Žπ‘π‘, 𝑑𝑒𝑓𝑑𝑒𝑓𝑑𝑒𝑓 … … (3)

999π‘₯ = π‘Žπ‘π‘π‘‘π‘’π‘“ βˆ’ π‘Žπ‘π‘ … (4)

π‘₯ = π‘Žπ‘π‘π‘‘π‘’π‘“βˆ’π‘Žπ‘π‘999 … (5)

Karena π‘Ž, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒, 𝑓 ∈ β„•, π‘Žπ‘π‘π‘‘π‘’π‘“ > π‘Žπ‘π‘, π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π‘Žπ‘π‘π‘‘π‘’π‘“ βˆ’ π‘Žπ‘π‘ ∈ β„• juga.

Dengan cara yang analog, dapat diperlihatkan bilangan dengan bentuk desimal berulang setiap n digit, selalu dapat dinyatakan dalam bentuk π‘Žπ‘, π‘Ž, 𝑏 ∈ β„€

Teori 2 : Bentuk desimal yang tak berhenti dan tak berulang menyatakan bilangan irasional , misalnya : √2 = 1,4142135623 … ; Ο€ = 3,1415926535 … … (6) Dengan memahami teori 1(ljt) dan buktinya terlihat bahwa bilangan irasional tidak dapat dinyatakan dalam bentuk π‘Ž

𝑏, π‘Ž, 𝑏 ∈ β„•

Teori 3 : Himpunan bilangan real (ℝ) memuat himpunan bilangan rasional (β„š), yang memuat himpunan bilangan bulat (β„€)

β„€= { … , -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, … } dan himpunan bilangan asli (β„•) β„• = { 1, 2, 3, …} Dalam hal ini β„•βŠ† β„€ βŠ† β„š βŠ† ℝ

Teori 4 : Sistem bilangan real R dengan operasi penjumlahan + dan perkalian Γ— padanya memenuhi :

- Sifat aljabar : komutatif , asosiatif , distributif , dll.

- Sifat urutan : hukum trikotomi , transitif , … yang melibatkan lambang <, =, >

- Sifat kelengkapan : yaitu bahwa ℝ β€˜merupakan’ garis yang β€œtak berlubang”

(Garis Bilangan Real sebagai representasi ℝ)

(2)

2. Pertaksamaan dan Nilai Mutlak a. Pertaksamaan

Konsep Dasar : Kalimat ΒΌ < Β½ merupakan suatu ketaksamaan yang benar Kalimat 1

π‘₯ <1

2 merupakan pertaksamaan atau ketaksamaan yang kebenarannya masih terbuka ”: ia bisa benar , bisa juga salah ; tergantung pada nilai x yang dipilih Menyelesaikan suatu pertaksamaan dalam x berarti menentukan himpunan semua nilai x yang β€œ memenuhi ” pertaksamaan tsb

Contoh 1 : Selesaikan pertaksamaan 1 π‘₯ <12! … (7)

Bahasan : 1 π‘₯βˆ’1

2< 0 … (8)

↔2βˆ’π‘₯

2π‘₯ < 0 … (9)

↔ (2 βˆ’ π‘₯)(2π‘₯) < 0 … (10)

↔ π‘₯ < 0 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘₯ > 2 … (11)

Jadi, himpunan penyelesaiaannya adalah HP = (-∞,0) U (2,∞). … (12) b. Nilai Mutlak

Definisi 2 : Nilai mutlak |π‘₯| menyatakan β€œjarak ” dari 0 ke π‘₯ pada garis bilangan real.

Teori 5 : |π‘₯| := π‘₯ jika π‘₯ > 0 := 0 jika π‘₯ = 0 :=βˆ’π‘₯ jika π‘₯ < 0 Sifat-sifat : Sifat 1 : |π‘Ž. 𝑏| = |π‘Ž|. |𝑏|

Sifat 2 : |π‘₯| < π‘Ž ↔ βˆ’π‘Ž < π‘₯ < π‘Ž Sifat 3 : |π‘Ž + 𝑏| ≀ |π‘Ž| + |𝑏|

Sifat 4 : |π‘₯|2= π‘₯2 Notasi Selang :

(3)

Contoh 2 : Selesaikan pertaksamaan 1

|2π‘₯βˆ’3|> 5 Bahasan : Fungsi rasional 𝑓(π‘₯)

𝑔(π‘₯) pada dasarnya memberikan isyarat nilai 𝑔(π‘₯) β‰  0 Sehingga 2π‘₯ βˆ’ 3 β‰  0, π‘₯ β‰ 3

2.

Tanda mutlak |2π‘₯ βˆ’ 3| bermakna := 2π‘₯ βˆ’ 3 untuk π‘₯ >32 … (13) := βˆ’2π‘₯ + 3 untuk π‘₯ <3

2 … (14) Selanjutnya, pecah menjadi 2 kasus :

- Untuk π‘₯ >32

1

2π‘₯βˆ’3> 5 ↔ 1

2π‘₯βˆ’3βˆ’ 5 > 0 … (15)

β†”βˆ’10π‘₯+162π‘₯βˆ’3 > 0 … (16)

Diperoleh βˆ’10π‘₯ + 16 > 0, dan 2π‘₯ βˆ’ 3 > 0 dengan π‘₯ β‰ 32. … (17) Diperoleh {𝒙 ∈ ℝ | πŸ‘πŸ< 𝒙 <πŸ–

πŸ“ } … (18)

- Untuk π‘₯ <3

1 2

3βˆ’2π‘₯> 5 ↔3βˆ’2π‘₯1 βˆ’ 5 > 0 … (19)

↔10π‘₯βˆ’14

3βˆ’2π‘₯ > 0 … (20)

Diperoleh {𝒙 ∈ ℝ | πŸ•πŸ“< 𝒙 <πŸ‘

𝟐 } … (21)

Gabungkan hasil pada …(18) dan …(21), diperoleh : {𝒙 ∈ ℝ | πŸ•

πŸ“< 𝒙 <πŸ–

πŸ“, 𝒙 β‰ πŸ‘

𝟐} … (22)

Contoh 3 : Tunjukkan bahwa jika |𝒙| ≀ 𝟐 maka |π‘₯2π‘₯+2π‘₯+72+1 | ≀ 15 Bahasan : Tanda mutlak |π‘₯| ≀ 2 bermakna :

βˆ’2 ≀ π‘₯ ≀ 2 (Tambahkan kedua ruas dengan 1) … (23)

βˆ’1 ≀ π‘₯ + 1 ≀ 3 (Kuadratkan kedua ruas) … (24) 1 ≀ π‘₯2+ 2π‘₯ + 1 ≀ 9 (Tambahkan kedua ruas dengan 6) … (25) 7 ≀ π‘₯2+ 2π‘₯ + 7 ≀ 15 (perhatikan bahwa βˆ’15 < 7) … (26a)

βˆ’15 ≀ π‘₯2+ 2π‘₯ + 7 ≀ 15 (Sifat transitif) … (26b)

|π‘₯2+ 2π‘₯ + 7| ≀ 15 (Sifat 2) … (27)

Perhatikan bahwa π‘₯2+ 1 merupakan fungsi yang memetakan tiap-tiap domain π‘₯ ∈ ℝ ke daerah hasil yang pasti bernilai β‰₯ 1 (π‘₯2 adalah fungsi yang tak negatif π‘₯2+ 1 memberikan nilai minimum = 1).

(4)

Sehingga, 1

π‘₯2+1 selalu bernilai ≀ 1, sehingga terbukti bahwa pernyataan jika |𝒙| ≀ 𝟐 maka |π‘₯2π‘₯+2π‘₯+72+1 | ≀ 15 bernilai benar.

3. Bilangan Kompleks

Definisi 3 : Secara umum bilangan kompleks terdiri dari dua bagian : bagian riil dan bagian kompleks. Bilangan kompleks bercirikan hadirnya bilangan khayal 𝑖 yang didefinisikan sebagai :

𝑖 = βˆšβˆ’1 … (28)

Lazimnya bilangan kompleks berbentuk π‘Ž + 𝑖𝑏 dengan π‘Ž dan 𝑏 ∈ ℝ, 𝑏 β‰  0

Dalam hal ini, π‘Ž disebut sebagai bagian real (real part) dan 𝑏 disebut bagian imajiner (imaginary part)

Jika hasil kali bilangan kompleks 𝑧1dan 𝑧2 menghasilkan bilangan real, maka 𝑧1dan 𝑧2 disebut konjugat (sekawan). Konjugat dari 𝑧1 lazimnya dinotasikan sebagai :

𝑧̅ = π‘§βˆ—= π‘Ž βˆ’ 𝑖𝑏 = π‘Ÿπ‘’βˆ’π‘–πœƒ … (29)

Setiap bilangan kompleks mempunyai konjugat. Hasil kali antara suatu bilangan kompleks dengan konjugatnya disebut modulus.

Contoh 4 : Konjugat dari 𝑧 = π‘₯ + 𝑖𝑦 adalah 𝑧̅ = π‘₯ βˆ’ 𝑖𝑦. Maka modulus dari 𝑧 adalah :

| 𝑧 |= 𝑧. 𝑧̅ = π‘₯2+ 𝑦2 … (30)

Teori 2 : Untuk setiap bilangan kompleks 𝑧 β‰  0 maka modulus 𝑧 adalah positif.

Sifat :

β€’ 1

𝑧 = π‘§βˆ—

|𝑧|2 … (31)

β€’ (𝑧1+ 𝑧2)βˆ— = 𝑧 1βˆ—+ 𝑧2βˆ— … (32)

β€’ (𝑧1. 𝑧2)βˆ— = 𝑧1βˆ—. 𝑧2βˆ— … (33)

β€’ |𝑧1+ 𝑧2| ≀ |𝑧1| + |𝑧2| … (34)

β€’ 𝑧1+ 𝑧2 = 𝑧2+ 𝑧1 … (35)

β€’ 𝑧1+ (𝑧2+ 𝑧3) = (𝑧1+ 𝑧2) + 𝑧3 … (36)

β€’ 𝑧1. (𝑧2. 𝑧3) = (𝑧1. 𝑧2). 𝑧3 … (37)

β€’ 𝑧1. (𝑧2+ 𝑧3) = 𝑧1. 𝑧2+ 𝑧1. 𝑧3 … (38)

β€’ 0. 𝑧1= 𝑧1. 0 = 0 … (39)

β€’ π‘Ž + 𝑖𝑏 = 𝑐 βˆ’ 𝑖𝑑 jhj. π‘Ž = 𝑐 π‘‘π‘Žπ‘› 𝑏 = 𝑑 … (40)

β€’ (π‘Ž + 𝑖𝑏) + ( 𝑐 + 𝑖𝑑) = (π‘Ž + 𝑐) + 𝑖(π‘Žπ‘‘ + 𝑏𝑐) … (41)

β€’ (π‘Ž + 𝑖𝑏) . ( 𝑐 + 𝑖𝑑) = (π‘Žπ‘ βˆ’ 𝑏𝑑) + 𝑖(π‘Žπ‘‘ + 𝑏𝑐) … (42)

β€’ 𝑐( π‘Ž + 𝑖𝑏) = π‘Žπ‘ + 𝑖(𝑏𝑐) … (43)

β€’ (𝑐+𝑖𝑑)

(π‘Ž+𝑖𝑏)= (𝑐+𝑖𝑏)(π‘Žβˆ’π‘–π‘)

(π‘Ž+𝑖𝑏)(π‘Žβˆ’π‘–π‘)=(π‘Žπ‘+𝑏𝑑)+𝑖(π‘Žπ‘‘βˆ’π‘π‘)

π‘Ž2+𝑏2 , … (44)

hasilnya berupa bilangan Kompleks berbentuk (π‘₯ + 𝑖𝑦)

Dengan : π‘₯ =π‘Žπ‘+π‘π‘‘π‘Ž2+𝑏2, … (45)

𝑦 =π‘Žπ‘‘+𝑏𝑐

π‘Ž2+𝑏2 … (46)

(5)

Contoh 5 :

Penyajian : 1. Bentuk Rectangular

2. Bentuk Polar

Sebuah bilangan kompleks z = x + iy, bentuk polar dapat dilihat pada gambar di atas.

Dimana x = r cosΞΈ dan y = r sin ΞΈ sehingga :

𝑧 = π‘Ÿ(π‘π‘œπ‘ πœƒ + 𝑖. π‘ π‘–π‘›πœƒ) atau sering disingkat 𝑧 = π‘Ÿ. π‘π‘–π‘ πœƒ … (47) π‘Ÿ = |𝑧| [Modulus bilangan kompleks]

πœƒ = arg(𝑧) [Argumen bilangan kompleks]

Range utama argumen : 0 ≀ arg(𝑧) ≀ 2πœ‹ πœƒ = π‘‘π‘Žπ‘›βˆ’1 𝑦

π‘₯ … (48)

Contoh 6 :

Contoh 7 : Tuliskan hasil operasi berikut dalam bentuk standar (π‘Ž + 𝑏𝑖)!

(2 βˆ’ βˆšβˆ’100)(1 + βˆšβˆ’36) Bahasan :

Jika kita mengalikannya secara aljabar, kita akan mendapat,

(2 βˆ’ βˆšβˆ’100)(1 + βˆšβˆ’36) = 2 + 2βˆšβˆ’36 βˆ’ βˆšβˆ’100 βˆ’ βˆšβˆ’36βˆšβˆ’100) …(49) Sekarang, jika kita tidak berhati-hati, kita mungkin saja akan menggabungkan dua akar suku terakhir menjadi satu, padahal hal ini tidak bisa dilakukan!

Ada aturan umum dalam menangani akar kuadrat dari bilangan negatif. Ketika dihadapkan dengan mereka hal pertama yang harus selalu Anda lakukan adalah mengubahnya menjadi bilangan kompleks. Jika kita mengikuti aturan ini, kita akan

(6)

mendapatkan jawaban yang benar. Jadi, mari kita selesaikan masalah ini dengan cara yang seharusnya.

(2 βˆ’ βˆšβˆ’100)(1 + βˆšβˆ’36) = (2 βˆ’ 10𝑖)(1 + 6𝑖) = 2 + 2𝑖 βˆ’ 60𝑖2 … (50)

(𝑖2= βˆ’1) = 62 + 2𝑖 … (51)

Latihan : 1. Selidikilah apakah bilangan ini merupakan bilangan rasional, apabila merupakan bilangan rasional, nyatakan dalam bentuk π‘Žπ‘!

a. 897,6541265412 … b. 123,4567891011 …

2. Tentukan π‘₯ yang memenuhi persamaan berikut : |π‘₯2βˆ’ π‘₯| + 2|π‘₯ βˆ’ 1| = |π‘₯2+ π‘₯ + 2|

3. Buktikan bahwa pernyataan berikut bernilai benar!

Jika |π‘₯| ≀ 17 maka |π‘₯2π‘₯+41π‘₯+420,252+26π‘₯+191 | ≀ 76

4. Tentukan nilai π‘₯ yang memenuhi pertaksamaan berikut!

(π‘₯+|π‘₯|2

2 ) + (π‘₯βˆ’|π‘₯|2

2 ) β‰₯ 1

Challenge : 1. Diberikan |π‘₯ βˆ’ 2| ≀ 1 . Tentukan nilai maksimum dari :

|π‘₯3βˆ’ 2π‘₯2βˆ’ 5π‘₯ + 10|!

Soal challenge adalah soal yang dianggap memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari soal latihan, bagi peserta kelas yang telah menemukan jawaban soal challenge bisa langsung post hasil scan pekerjaan ke google classroom dengan durasi seminggu setelah soal challenge diberikan, jika tidak ada yang mengupload dengan tepat akan dibahas di pertemuan selanjutnya. Tidak perlu malu jika jawaban kurang tepat, karena ini semua adalah bagian dari proses belajar.

A shy person can’t learn An impatient person can’t teach

Referensi

Dokumen terkait