• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Instrument Tes Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pokok Bahasan Pola Bilangan dan Sistem Koordinat Kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa - Repositori UIN Alauddin Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengembangan Instrument Tes Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pokok Bahasan Pola Bilangan dan Sistem Koordinat Kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa - Repositori UIN Alauddin Makassar"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.3. Alur Pengembangan Instrumen Tes Model Tessmer .........................  53
Tabel 2.1  perbedaan tes objektif dan tes subjektif
Gambar 2.1 Bagan Alur Kerangka Pikir
Gambar 3.1 Alur Pengembangan Tessmer (1993)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan permasalahan tersebut maka soal nomor 3 disajikan untuk mengukur kompetensi berpikir tingkat tinggi mahasiswa dengan dua strategi penyajian, yaitu konteks

Jika materi pembelajaran relevan dengan HOTS, materi diharapkan dapat mengembangkan karakter tersebut untuk melatih keterampilan berpikir pada peserta didik.. Rasa ingin tahu

Pada analisis soal Ujian Nasional SMP/MTs tahun 2013-2015 berdasarkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) pada penelitian ini adalah

4.1 Pemilihan Model Discovery Learning dalam pembelajaran Salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa adalah strategi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada Pokok Bahasan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas butir soal berbasis Higher Order Thinking Skiils (HOTS) untuk melatih berpikir kritis siswa pada mata

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, soal penilaian akhir semester (PAS) matematika kelas V SD secara kualitatif, apabila ditinjau dari aspek HOTS, bahwa soal penilaian

Dengan melibatkan analisis kebutuhan, analisis materi dan analisis keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, guru fisika dapat mengembangkan program pembelajaran yang sesuai