1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Penggunaan dalam teknologi informasi tidak hanya mengubah sifat dari layanan yang disediakan tetapi juga mengubah proses penyediaan jasa. Seiring berjalannya waktu, di era globalisasi perkembangan teknologi mengambil peranan yang sangat penting karena mempermudah manusia dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan (Laurent, 2016).
Perkembangan teknologi membuat internet terus berkembang dan tersebar ke segenap elemen lapisan masyarakat. Salah satu kegunaan media internet dalam aplikasi bisnis yaitu electronic commerce (e-commerce) atau sering juga disebut perdagangan elektronik. E- commerce mengacu pada penggunaan internet dan internet untuk membeli, menjual, mengangkut, atau memperdagangkan data, barang, atau layanan (Turban et al., 2015). E- commerce merupakan bisnis secara elektronik yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis dengan menggunakan internet sebagai media pertukaran barang atau jasa, baik antara dua buah institusi atau organisasi yang disebut business to business (B2B) maupun antar institusi dengan konsumen langsung yang disebut business to customer (B2C). Di Indonesia sendiri, pertumbuhan pangsa pasar untuk e-commerce semakin meningkat. Hal itu terbukti dengan bertambahnya pengguna internet yang menjadi potensi besar bagi pemasar e-commerce.
Salah satu perusahaan e-commerce yang sukses dan berhasil dalam memanfaatkan peluang pasar e-commerce di Indonesia yaitu Shopee.
Shopee Indonesia adalah salah satu pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Garena (berubah nama menjadi SEA Group). Bisnis C2C (customer to customer) mobile
2
marketplace yang diusung Shopee memungkinkan kehadirannya dapat dengan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk di Indonesia. Shopee Indonesia resmi diperkenalkan di Indonesia pada Desember 2015 di bawah naungan PT. Shopee International Indonesia. Sejak peluncurannya, Shopee Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan hingga Oktober 2017 aplikasinya sudah di download oleh lebih dari 25 juta pengguna. Menawarkan one-stop mobile experience, Shopee menyediakan fitur live chat yang memudahkan para penjual dan pembeli untuk saling berinteraksi dengan mudah dan cepat. Pelanggan yang berbelanja melalui situs Shopee ini tidak dikenakan biaya pengiriman ke seluruh Indonesia dan garansi pengembalian apabila pelanggan merasa tidak puas dengan produk yang diterimanya. Shopee menyediakan beberapa pilihan mode pembayaran dan situs ini mempunyai navigasi yang sederhana dan intuitif sehingga mempercepat dan mempermudah dalam belanja online.
Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak sangat ketatnya persaingan, dan cepatnya terjadi perubahan lingkungan usaha, khususnya usaha kuliner. Faktor yang menjadi pendukung pertumbuhan bisnis kuliner saat ini adalah tingginya tingkat mobilitas kesibukan masyarakat yang menuntut kecepatan dan kepraktisan dalam hal apapun tidak terkecuali pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan. Gaya hidup masyarakat juga semakin mengalami perubahan dan sudah x atau disebut dengan food delivery. Setiap tahunnya layanan food delivery semakin maju dan berkembang, karena permintaan yang meningkat.
PT. Shopee International Indonesia terus mengembangkan bisnis dan layanannya dengan menghadirkan fitur-fitur terbaru. Setelah sukses menghadirkan Shopee sebagai aplikasi Bisnis C2C (customer to customer) mobile marketplace, PT. Shopee International
3
Indonesia kembali melebarkan sayap bisnisnya. Kali ini sector atau bidang yang ditarget adalah layanan pesan-antar makanan (Shopeefood) yang diluncurkan di Indonesia pada bulan April 2020 terutama di kota Jakarta kita ketahui sebagai kota metropolitan dengan kulinernya yang sangat beragam. Layanan pesan-antar makanan memang menjadi pilihan utama bagi banyak khalayak, karena selain mobilitas masyarakat yang sangat tinggi di daerah perkotaan, secara sistem prosesnya yang mudah dan tidak rumit. Cara menggunakan layanan pesan-antar makanan terbilang sangat mudah, cukup pilih lokasi pengantaran, kemudian pilih restoran serta menu yang akan di pesan, setelah itu pilih metode pembayaran;
Shopeepay atau bayar ditempat (cash on delivery) serta pilih voucher merchant yang sudah di klaim, kemudian klik pesan lalu hanya perlu menunggu makanan tersebut diantar oleh mitra (driver) sampai ke lokasi penerima (konsumen). Diperkenalkannya layanan tersebut tentu memicu banyak spekulasi di pasar. Layanan pesan-antar makanan memang tengah naik daun di tengah pembatasan sosial akibat Covid-19. Di Indonesia sendiri, menurut penelitian McKinsey (2020), ada peningkatan 34% untuk penggunaan jasa pesan-antar makanan selama masa pandemic. Survei yang dilakukan DailySocial dan Populix juga mengemukakan fakta, selama peridoe karantina mandiri, 53% responden mengatakan bahwa aplikasi pesan-antar makanan menjadi yang banyak digunakan.
Mengutip temuan survei GlobalWebIndex, ada beberapa alasan yang mendorong orang untuk memesan makanan melalui aplikasi food delivery, lima teratas meliputi: gratis ongkos kirim (51%), pengiriman cepat (48%), penawaran diskon (43%), ketersediaan dan kelengkapan item (36%), kemudahan proses pemesanan (30%). Survei tersebut tidak dilakukan spesifik kepada pengguna di Indonesia, namun cukup representatif menggambarkan kondisi pangsa pasar.
4
Shopeefood masih tergolong fitur baru dengan cakupan wilayah sementara hanya sekitaran Jakarta. Sebagai penyedia layanan pesan antar makanan, Shopeefood juga berpartisipasi dalam melakukan promosi penjualan dengan menawarkan Potongan harga yang ditawarkan oleh Shopeefood beraneka ragam mulai dari potongan 40-50% di beberapa merchant, dan potongan ongkos kirim (ongkir) yang bisa di klaim secara bersamaan dengan voucher merchant.
Keputusan pembelian merupakan pemikiran dimana individu mengevaluasi berbagai pilihan dan memutuskan pilihan pada suatu produk dari sekian banyak pilihan. Dalam jurnal Fatih Imantoro et al, (2018) yang diadopsi dari Suharso (2010:96) keputusan pembelian adalah tahap dimana pembeli telah menentukan pilihannya dan melakukan pembelian produk, serta mengkonsumsinya. Hal ini berkaitan dalam usahanya memenuhi kebutuhan dengan tahap yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh dan menggunakan produk.
Terdapat empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, yaitu sebagai berikut:
1) Faktor Budaya 2) Faktor Sosial 3) Faktor Pribadi 4) Faktor Psikologis
Iklan merupakan salah satu cara yang paling banyak digunakan perusahaan untuk menarik minat konsumen. Iklan adalah suatu bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbuklan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang
5
sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. Jadi, perusahaan berusaha berkreasi mungkin dalam menciptakan sebuah iklan yang menarik dan dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat demitercapainya minat beli terhadap produk dari perusahaan tersebut.Di tengah persaingan antar layanan pesan-antar makanan tersebut khususnya pada periklanan, Shopeefood memang sangat gencar dalam melakukan periklanan karena iklan menjadi aspek penting dalam pengenalan dan menginformasikan keunggulan apa saja yang dimiliki oleh sebuah produk kepada konsumen. Semakin banyak iklan di media tentang peluncuran produk Shopeefood yang berhasil menyaingi produk layanan pesan-antar makanan lainnya membuat banyak pembicaraan dikalangan pengguna aplikasi smartphone khususnya pengguna jasa pesan-antar makanan yang menimbulkan rasa ingin tahu sehingga dapat menarik konsumen.
Citra merek (brand image) dari suatu produk, dimana suatu produk mempunyai citra yang baik dimata masyarakat dan dapat memberikan keunggulan tersendiri. Nama sebuah produk atau merek tertentu sangat penting diperhatikan oleh perusahaan, karena citra merek dapat menandakan satu tingkat mutu tertentu, sehingga pembeli yang puas dapat lebih mudah memilih produk. Bila suatu produk memiliki citra merek yang dapat diunggulkan diantara pesaing yang lain, maka produk tersebut dapat mempertahankan eksistensi mereknya. Suatu produk yang sudah memiliki citra merek yang baik, tentunya harus menanamkan kepercayaan merek agar konsumen dapat tertarik melakukan pembelian.
Dengan kata lain bahwa konsumen telah memberikan kepercayaannya kepada merek tersebut dan berharap bahwa produk atau merek tersebut memberikan kepuasan kepada konsumen karena tidak salah dalam melakukan pembelian dari suatu produk. Produk keluaran PT. Shopee International Indonesia yaitu fitur Shopeefood mempunyai citra merek
6
yang telah dikenal oleh masyarakat. Banyaknya konsumen yang menggunakan fitur Shopeefood pada aplikasi Shopee saat ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat untuk menggunakan serta membeli makanan atau minuman dari fitur Shopeefood. Menurut Kenneth dan Donald (2018) citra merek mencerminkan perasaan yang dimiliki konsumen dan bisnis tentang keseluruhan organisasi serta produk atau lini produk individu.
Berdasarkan pemaparan data-data yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadapShopeefood karena Iklan serta Citra Merek yang baik sangat menentukan keputusan pembelian konsumen. Namun hal itu baru sekedar asumsi saja. Butuh diadakan penelitian lebih lanjut agar asumsi tersebut bisa dipertanggung- jawabkan. Maka dari uraian diatas di angkat penelitian dengan judul “Pengaruh Iklan Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian pada Shopeefood”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diidentifikasi masalah yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu:
1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruihi keputusan pembelian konsumen pada Shopeefood?
2. Apakah Iklan berpengaruh tehadap keputusan pembelian konsumen pada Shopeefood?
3. Apakah Citra Merek berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian konsumen pada Shopeefood?
4. Seberapa besarkah pengaruh Iklan dan Citra merek terhadap Keputusan Pembelian pada Shopeefood?
7 C. Batasan Masalah
1. Apakah Iklan berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian pada Shopeefood?
2. Apakah Citra Merek berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian pada Shopeefood?
D. Batasan Penelitan
Penelitian tentu memiliki keterbatasan, misalkan dari segi waktu, tempat dan obyek serta subyek. Berikut merupakan penjelasannya
1. Obyek penelitian ini hanya Shopeefood saja.
2. Tempat dilakukan penelitian mencakup di Jakarta Utara
3. Periode penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2021 4. Subyek dalam penelitian ini adalah pengguna Shopeefood Jakarta Utara 5. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan metode
kuantitatif
E. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah yang penulis jelaskan diatas, maka penulis dapat merumuskan masalah penelitan sebagai berikut:
“Bagaimana pengaruh Iklan dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian pada Shopeefood di Jakarta Utara?”
F. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang mendalam dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Iklan dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian pada Shopeefood. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan:
8
1. Untuk mengetahui apakah Iklan berpengaruh tehadap keputusan pembelian konsumen pada Shopeefood
2. Untuk mengetahui apakah Citra Merek berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian konsumen pada Shopeefood
G. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis
Untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman dalam bidang pemasaran khususnya pada keputusan pembelian layanan yang dipengaruhi oleh iklan dan citra merek.
2. Bagi Perusahaan
Melalui kajian ini diharapkan Pengusaha Shopeefood, pembuat kebijakan dan masyarakat pada umumnya memiliki bahan bacaan dan diskusi yang bisa menambah wawasan tentang iklan dan citra merek bagi keputusan pembelian layanan
3. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan memberi manfaat melalui analisis yang dipaparkan pada pihak- pihak yang ingin melakukan penelitian selanjutnya mengenai keputusan pembelian layanan, tidak hanya penulis selanjutnya, namun juga masyarakat sebagai konsumen pada umumnya.
9