• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Ampas tahu dan Kulit Pisang Kepok Musa acuminata Sebagai Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangbiakan Cacing Tanah Lumbricus rubellus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Pemberian Ampas tahu dan Kulit Pisang Kepok Musa acuminata Sebagai Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangbiakan Cacing Tanah Lumbricus rubellus"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Grafik pertambahan berat cacing selama 42 hari (6 minggu)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media campuran yang mengandung kotoran sapi, kotoran kelinci dan cacahan batang pisang terhadap

dapat dilihat bahwa antara briket ampas bioetanol kulit pisang raja dan kepok untuk kadar airnya masih memenuhi standar Indonesia dimana hasil dari dua jenias

Pertambahan jumlah populasi cacing sutra tertinggi selama penelitian adalah pada perlakuan A yaitu perlakuan menggunakan media pemeliharan 100% kulit pisang kepok dan 0% lumpur

Sortasi dilakukan untuk memisahkan kotoran yang ada pada kulit buah pisang kepok.Fungsi penambahan campuran kloroform dengan asam asetat glasial adalah untuk melarutkan

Hal ini menjelaskan bahwa pemberian komposisi fermentasi ampas sagu dan kotoran sapi berbeda sangat nyata terhadap pertambahan populasi cacing tanah (L.rubellus), dan

Hasil SK silase kepok pisang menunjukkan penurunan yang nyata (P<0,05). Semakin rendah kandungan serat kasar silase kulit pisang, semakin baik pula kualitas silase kulit

Kulit pisang kepok (Musa acuminata) memiliki fungsi sebagai antioksidan yang dapat menjadi agen preventif terhadap ulkus gaster.. Kandungan antioksidan pada kulit

dapat dilihat bahwa antara briket ampas bioetanol kulit pisang raja dan kepok untuk kadar airnya masih memenuhi standar Indonesia dimana hasil dari dua jenias