• Tidak ada hasil yang ditemukan

GOOD CORPORATE GOVERNANCE Disusun oleh Etty Retno Wulandari PhD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " GOOD CORPORATE GOVERNANCE Disusun oleh Etty Retno Wulandari PhD"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Etty Retno Wulandari, PhD
  • Sekolah: Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia
  • Mata Pelajaran: Corporate Governance
  • Topik: Good Corporate Governance
  • Tipe: modul
  • Tahun: 2005
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang pentingnya corporate governance untuk kesuksesan perusahaan dan kesejahteraan sosial. Penjelasan mengenai dampak krisis ekonomi 1997-1998 di Indonesia menekankan perlunya perbaikan corporate governance. Definisi corporate governance dari berbagai institusi, seperti OECD dan ADB, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sistem pengelolaan perusahaan yang baik. Penerapan prinsip-prinsip corporate governance diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja perusahaan.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan bagaimana corporate governance menjadi fokus perhatian setelah krisis ekonomi. Banyak perusahaan di Indonesia mengalami kesulitan akibat praktik corporate governance yang buruk. Penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan yang terkonsentrasi dan kurangnya akuntabilitas menjadi penyebab utama masalah tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang baik.

1.2. Pengertian Corporate Governance

Pengertian corporate governance dijelaskan melalui berbagai definisi dari lembaga internasional. OECD mendefinisikan corporate governance sebagai sistem yang mengatur hubungan antara berbagai pihak dalam perusahaan. ADB menekankan pentingnya aturan dan mekanisme yang mendukung hubungan tersebut. Definisi ini memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dalam memahami tanggung jawab dan hak masing-masing dalam pengelolaan perusahaan.

1.3. Perlunya Good Corporate Governance

Bagian ini membahas alasan mendasar mengapa perusahaan harus menerapkan prinsip-prinsip corporate governance. Terutama, untuk mengatasi masalah keagenan dan meningkatkan kepercayaan investor. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti biaya dan birokrasi, manfaat jangka panjang dari penerapan corporate governance yang baik akan mendorong kinerja perusahaan dan menarik investasi.

1.4. Tujuan Penerapan Good Corporate Governance

Tujuan penerapan corporate governance meliputi perlindungan hak pemegang saham, peningkatan transparansi, dan penciptaan iklim saling percaya antara pemilik dan manajemen. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko dan meningkatkan nilai jangka panjang. Hal ini juga berkontribusi pada stabilitas pasar dan kepercayaan investor.

1.5. Rangkuman

Rangkuman dari bab ini menekankan pentingnya corporate governance dalam konteks krisis ekonomi. Implementasi prinsip corporate governance yang baik akan memberikan dampak positif terhadap nilai perusahaan dan kepercayaan investor. Selain itu, pentingnya keseimbangan antara akuntabilitas dan efisiensi operasional juga disoroti.

1.6. Pertanyaan

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di akhir bab ini bertujuan untuk mendorong diskusi dan pemahaman lebih dalam tentang corporate governance. Ini termasuk analisis mengenai peran corporate governance dalam krisis keuangan dan pentingnya definisi yang berbeda dalam konteks yang lebih luas.

II. KONSEP DAN TEORI GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Bagian ini menguraikan berbagai teori yang mendasari corporate governance, termasuk teori keagenan dan teori ketidaklengkapan kontrak. Teori-teori ini memberikan kerangka pemahaman tentang bagaimana hubungan antara pemilik dan manajemen dapat diatur untuk meminimalkan konflik kepentingan. Konsep corporate governance dari perspektif pemegang saham dan pemangku kepentingan juga dibahas untuk menunjukkan kompleksitas dalam pengelolaan perusahaan.

2.1. Teori Tentang Perusahaan

Teori tentang perusahaan membahas berbagai pandangan mengenai eksistensi dan fungsi perusahaan dalam ekonomi. Neoclassical economics theory memandang perusahaan sebagai entitas yang berfungsi untuk memaksimalkan keuntungan, sementara transaction cost economics theory menekankan pentingnya pengurangan biaya transaksi. Pendekatan ini membantu memahami mengapa corporate governance diperlukan dalam konteks bisnis modern.

2.2. Konsep Corporate Governance dari Perspektif Pemegang Saham

Dari perspektif pemegang saham, corporate governance berfokus pada hubungan antara manajer dan investor. Teori keagenan menjelaskan bagaimana manajer sebagai agen dapat bertindak tidak sesuai dengan kepentingan pemegang saham, sehingga diperlukan mekanisme untuk memastikan akuntabilitas. Ini menunjukkan pentingnya transparansi dan pelaporan yang baik dalam corporate governance.

2.3. Konsep Corporate Governance dari Perspektif Pemangku Kepentingan

Pendekatan pemangku kepentingan menekankan bahwa corporate governance tidak hanya melibatkan pemegang saham, tetapi juga karyawan, kreditor, dan masyarakat luas. Teori communitarian menyoroti tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga kesejahteraan semua pihak yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa corporate governance yang baik harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis.

2.4. Rangkuman

Rangkuman ini menekankan pentingnya memahami berbagai teori dan konsep yang mendasari corporate governance. Dengan memahami perbedaan perspektif, pemangku kepentingan dapat lebih baik dalam mengelola hubungan dan mengurangi konflik yang mungkin timbul dalam pengelolaan perusahaan.

2.5. Pertanyaan

Pertanyaan di akhir bab ini dirancang untuk memicu diskusi dan pemahaman lebih dalam tentang teori-teori corporate governance. Ini termasuk analisis perbandingan antara teori keagenan dan teori ketidaklengkapan kontrak serta relevansinya dalam konteks perusahaan Indonesia.

III. MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE

Bagian ini membahas berbagai mekanisme yang dapat diterapkan untuk memastikan corporate governance yang baik. Mekanisme ini dibagi menjadi tiga kategori: spesifik perusahaan, spesifik negara, dan pasar. Setiap mekanisme memiliki peran penting dalam mengatasi masalah keagenan dan meningkatkan kinerja perusahaan.

3.1. Mekanisme Governance Spesifik Perusahaan

Mekanisme governance spesifik perusahaan mencakup struktur kepemilikan, audit internal, dan komite manajemen. Struktur kepemilikan yang baik dapat mengurangi benturan kepentingan antara pemegang saham dan manajemen. Audit internal berfungsi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan, yang penting untuk membangun kepercayaan investor.

3.2. Mekanisme Governance Spesifik Negara

Mekanisme governance spesifik negara mencakup regulasi hukum dan kebijakan pemerintah yang mendukung praktik corporate governance. Kebijakan ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perusahaan untuk beroperasi dengan baik dan melindungi hak-hak pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya.

3.3. Mekanisme Governance Pasar

Mekanisme governance pasar berfokus pada interaksi antara perusahaan dan pasar modal. Tingkat perkembangan pasar modal mempengaruhi seberapa baik perusahaan dapat menerapkan corporate governance. Pasar yang efisien akan mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas guna menarik investor.

3.4. Interaksi Antar Mekanisme Corporate Governance

Interaksi antara berbagai mekanisme governance dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam meningkatkan corporate governance. Misalnya, regulasi yang ketat dari pemerintah dapat mendorong perusahaan untuk lebih transparan, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini menunjukkan bahwa corporate governance yang efektif memerlukan kolaborasi antara semua pihak terkait.

3.5. Rangkuman

Rangkuman bab ini menekankan pentingnya mekanisme governance dalam mendukung corporate governance yang baik. Dengan memahami berbagai mekanisme, pemangku kepentingan dapat lebih efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip corporate governance dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

3.6. Pertanyaan

Pertanyaan di akhir bab ini bertujuan untuk mendorong pemikiran kritis mengenai mekanisme corporate governance. Ini termasuk diskusi tentang bagaimana berbagai mekanisme dapat diintegrasikan untuk mencapai corporate governance yang lebih baik.

IV. PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Bagian ini menguraikan prinsip-prinsip dasar yang harus diikuti dalam penerapan good corporate governance. Prinsip-prinsip ini mencakup transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab sosial. Mematuhi prinsip-prinsip ini akan membantu perusahaan dalam membangun reputasi yang baik dan menarik investasi.

4.1. Prinsip-prinsip OECD 2004 tentang Corporate Governance

Prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh OECD pada tahun 2004 memberikan panduan bagi negara-negara dalam menerapkan corporate governance yang baik. Prinsip-prinsip ini menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan perusahaan dan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan. Mematuhi prinsip-prinsip ini akan membantu perusahaan dalam membangun kepercayaan dan reputasi yang baik di pasar.

4.2. Pedoman Umum Good Corporate Governance di Indonesia

Pedoman ini dirancang untuk membantu perusahaan di Indonesia dalam menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang baik. Pedoman ini mencakup aspek-aspek penting seperti keterbukaan informasi, perlindungan hak pemegang saham, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan mengikuti pedoman ini, perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan daya tariknya di mata investor.

4.3. Pedoman Good Corporate Governance Untuk Industri Tertentu

Pedoman ini memberikan arahan khusus bagi industri tertentu dalam menerapkan corporate governance. Setiap industri memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pedoman ini disesuaikan untuk mencapai hasil yang optimal. Dengan demikian, perusahaan di sektor-sektor tertentu dapat lebih efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang sesuai.

4.4. Rangkuman

Rangkuman ini menekankan pentingnya prinsip-prinsip corporate governance dalam menciptakan lingkungan bisnis yang sehat. Dengan mengikuti prinsip-prinsip yang ditetapkan, perusahaan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan investor.

4.5. Pertanyaan

Pertanyaan di akhir bab ini dirancang untuk mendorong diskusi mengenai penerapan prinsip-prinsip corporate governance. Ini termasuk analisis tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diimplementasikan dalam konteks perusahaan Indonesia.

V. IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Bagian ini membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan good corporate governance dalam praktik. Ini mencakup pendekatan yang berbeda, perkembangan corporate governance di dunia dan di Indonesia, serta contoh praktik yang baik.

5.1. Pendekatan Dalam Penerapan Prinsip Good Corporate Governance

Berbagai pendekatan dapat diambil dalam menerapkan corporate governance yang baik. Pendekatan ini mencakup peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan pemangku kepentingan. Dengan menerapkan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung corporate governance yang baik dan meningkatkan kinerja.

5.2. Perkembangan Corporate Governance di Dunia

Perkembangan corporate governance di tingkat global menunjukkan bahwa semakin banyak negara mengadopsi prinsip-prinsip corporate governance yang baik. Ini mencakup pengembangan regulasi yang lebih ketat dan peningkatan kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Tren ini menunjukkan bahwa corporate governance yang baik semakin diakui sebagai faktor kunci dalam keberhasilan perusahaan.

5.3. Perkembangan Corporate Governance di Indonesia

Di Indonesia, corporate governance telah mengalami perkembangan yang signifikan setelah krisis ekonomi. Pemerintah dan lembaga terkait telah memperkenalkan berbagai regulasi dan pedoman untuk mendukung praktik corporate governance yang baik. Meskipun masih ada tantangan, upaya ini menunjukkan kemajuan menuju corporate governance yang lebih baik di Indonesia.

5.4. Praktik Corporate Governance di Indonesia

Contoh praktik corporate governance yang baik di Indonesia menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menerapkan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Ini mencakup transparansi dalam laporan keuangan, keterlibatan pemangku kepentingan, dan penerapan mekanisme pengawasan yang efektif. Praktik ini dapat menjadi model bagi perusahaan lain dalam menerapkan corporate governance yang baik.

5.5. Rangkuman

Rangkuman bab ini menekankan pentingnya implementasi corporate governance yang baik dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang tepat dan mengikuti perkembangan global, perusahaan dapat membangun reputasi yang baik dan menarik investasi.

5.6. Pertanyaan

Pertanyaan di akhir bab ini bertujuan untuk merangsang pemikiran kritis mengenai implementasi corporate governance. Ini termasuk diskusi tentang tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip corporate governance dan bagaimana mengatasinya.

Referensi Dokumen

  • Production, information costs and economic organization ( Alchian, A. dan H. Demsetz )
  • Corporate Governance and Finance in East Asia: A Study of Indonesia, Republic of Korea, Malaysia, Philippines, and Thailand ( Asian Development Bank (ADB) )
  • The effect of international institutional factors on properties of accounting earnings ( Ball, R., S.P. Kothari, dan A. Robin )
  • Keputusan Ketua Bapepam & LK No. KEP-136/BL/2006 tentang Pedoman Tata Kelola Dana Pensiun ( Bapepam & LK )
  • Law, politic, and finance ( Beck, T., Demirguc-Kunt, A., dan R. Levine )

Referensi

Dokumen terkait

Kajian tentang Struktur Kepemilikan Terkonsentrasi, Tipe Kepemilikan dan Tipe Pengendalian sebagai Mekanisme Corporate Governance, serta Dampaknya terhadap Kinerja

Perusahaan menjadikan dividen sebagai alat untuk mengatasi masalah keagenan yang terjadi dalam struktur kepemilikan terkonsentrasi yaitu antar pemegang saham pengendali dan

Ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional yang ditunjukkan dengan besarnya kepemilikan saham dalam perusahaan tidak merubah prilaku manajemen dalam melakukan

Dewan Komisaris berasal dari pihak yang independen terhadap pemegang saham pengendali yakni tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau

Apakah Perseroan mengungkapkan kepemilikan saham baik yang langsung dan tidak langsung (jika ada) dari pemegang saham utama dan / atau pemegang saham dalam

KEPEMILIKAN SAHAM ANGGOTA DIREKSI YANG MENCAPAI 5% (LIMA PERSEN) ATAU LEBIH DARI MODAL DISETOR, YANG MELIPUTI JENIS DAN JUMLAH LEMBAR SAHAM PADA MSI, BANK LAIN, DAN

Setyaningrum 2005 menemukan bahwa block holder pemegang saham yang mempunyai 5% atau lebih kepemilikan berpengaruh negatif terhadap peringkat surat utang, kepemilikan institusional

Hasil penelitian membuktikan bahwa persentase saham yang dimiliki pemegang saham terbesar dan ukuran dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap pemilihan auditor sedangkan