PERKEMABANGAN TEORI MANAJEMEN
OLEH :
AKUNTANSI EKSEKUTIF H
ANGGOTA KELOMPOK 7
1. NI PUTU SUARNITA DEWI
( 3 )
2. I GUSTI AGUNG AYU KARTIKA PRATIWI
( 6 )
3. CHIKA AYUNI YAZID BEY
(12)
4. PUTU AGUS SAPUTRA
(23)
5. NI WAYAN RIAN KUMARANTINI
(25)
UNIVERSITAS MAHASARASWATI
BAB II
Perkembangan teori Manjamen
I. Latar belakang sejarah manajemen
Sebelum abad ke -20 bahkan ribuan tahun yang lalu manusia telah melaksanakan pembangunan Piramida di mesir serta tembok cina yang merupakan bukti nyata bahwa proyek-proyek yang ukurannya luar biasa tersebut menggunakan puluhan ribu manusia ,telah dilaksanakan jauh sebelum zaman modern.yang dimana ini membuktikkan bahwa praktik-praktik manajemen sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Namun ada 2 peristiwa sebelum abad ke-20 memainkan peran yang sangat penting dalam memajukan kajian manajemen. Yaitu ketika pada tahun 1776 ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor) yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemattenagakerja.Peristiwa penting kedua adalah revolusi industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang mengakibatkan perpindahan kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.seiring berkembangnya jaman dan proses kegiatan ekonomi mengalami kemajuan maka dalam beberapa decade berikutnya terus bermunculan teori-teori manajemen baru yang terus berkembang hingga sekarang.
II. Teori manajemen
Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:
2. Aliran perilaku: Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami manusia.
3. Aliran manajemen Ilmiah: aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
4. Aliran analisis sistem: Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya.
5. Aliran manajemen berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai
bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.
6. Aliran manajemen mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen.
III. Manajemen
Seiring dengan teori-teori manajemen dikemukakan dalam beberapa aliran tersebut.dapat Aliran aliran tersebut merupakan cikal bakal teori manajemen yang berkembang terus dengan berbagai aliran lainnya.dan berikut pandangan tentang manajamen dari beberapa ahli berdasarka teori-teori diatas :
Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas.
Pada tahun 1911 Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu. Ilmu manajemen sebagai ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri :
1. Adanya kelompok manusia ( terdiri atas dua orang atau lebih ) 2. Adanya kerjasama dalam kelompok
3. Adanya kegiatan proses 4. Adanya tujuan
Mary Parker Follet mendefenisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Yang berarti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk
melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan.
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dari defenisi tersebut terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata “proses”, bukan “seni”. Mengartikan manajernen sebagai
“seni” mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu “proses” adalah cara sistematis untuk rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai proses karena semua manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau ketrampilan khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam pencapaian tujuan yang diinginkan. Pada dasarnya manajemen merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan
pengawasan (controlling).
IV. TEORI MANAJEMEN KLASIK
Aliran pemikiran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan produksi.Yang dimana teori manajemn klasik ini dimulai dari sejak terjadinya peristiwa revolusi industri di Inggris dan beberapa tokoh yang berjasa diantaranya adalah :
1. Robert Owen (1771 -1858)
Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan
anak-anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh
dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya
perbaikan temadap kondisi kerja ini.
2.
Charles Babbage (1792 -1871)Charles Babbage pertarna kali mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan tertentu, sehingga pekerjaan dibuat rutin dan lebih mudah dapat dikendalikan dengan alat yang sekarang kita ketahui sebagai kalkulator. Babbage merupakan penemu kalkulator mekanis pada tahun 1822 yang disebut “rnesin penambah dan pengurang (Difference Machine).
Teori Manajemen Klasik ini memiliki beberapa kelebihan dan sekaligus beberapa kelemahan:
Kelebihan Teori Manajemen Aliran Klasik
2. Memberi kontribusi tentang konsep organisasi yang berupa birokrasi yang berdasarkan hierarki. Dan sampai pada masa kekinian, hal tersebut juga masih dipergunakan secara luas di organisasi organisasi yang sudah modern.
3. Memberi pondasi dasar pada organisasi, bentuknya berupa proses fungsional, pembagian kerja, struktural serta pengawasan
4. Pembagian tugas yang sudah jelas berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh tiap tiap anggota, maka dari itu tidak diperlukan lagi waktu untuk memahami dan menguasai keterampilan baru
5. Adanya spesialisasi kewenangan dan pekerjaan, maka kegiatan kegiatan pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan
Kekurangan Teori Manajemen Aliran Klasik
1. Teori Manajemen Aliran Klasik kurang maksimal untuk dapat diterapkan pada kondisi yang kompleksitasnya sangat tinggi seperti akhir akhir ini
2. Kurangnya aspek sosial terutama yang menyangkut kebutuhan kebutuhan terkait pekerja sebagai manusia. Teori ini tidak melihat adanya ketegangan ketegangan yang muncul akibat kebutuhan pekerja yang tidak bisa dipenuhi. Manajer hanya fokus untuk memperhatikan segi fisik dan materi.
3. Motivasi hanya mengarah pada ekonomi semata, sering kali terjadi pemutusan tenaga kerja hanya untuk memperoleh tingkat produktifitas yang diinginkan
Daftar Pustaka
http://nilaw601.blogspot.co.id/2012/10/latar-belakang-sejarah-manajemen.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen#Teori_manajemen