TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK
KASUS GUDANG GARAM : MANUVER DI TENGAH-TENGAH PERUBAHAN ZAMAN
Dosen Pengampu: AHMAD JUANDA, Dr., Ak., M.M., Drs.
KELOMPOK :
1. Karlina Tri Damayanti 201310170311285
2. Ririn Okatia 201310170311299
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Pendahuluan
PT Gudang garam Tbk adalah sebuah perusahaan produsan rokok populer
asal Indonesia. Perusahaan ini didirikan tanggal 26 Juni 1958 oleh Suryo
Winowidjojo, yang merupakan pemimpin dalam produksi rokok kretek.Suryo
Winowidjojo adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan pendiri
Gudang Garam, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Sebelum mendirikan Gudang Garam, ia sempat bekerja di pabrik rokok “93” milik pamannya. Berkat kerja keras dan kerajinannya dia mendapat promosi dan
akhirnya menduduki posisi direktur di perusahaan tersebut
Suryo Winowidjojo kemudian keluar dari pabrik rokok “93” dan pada usia 35 tahun ia mendirikan perusahaannya sendiri yaitu pabrik rokok Gudang Garamdi
Kediri, Jawa Timur. Dia membeli tanah di Kediri dan memulai memproduksi
rokoknya sendiri diawali dengan rokok kretek dari klobot. Gudang Garam
didirikannya pada tahun 1958, dan kemudian berkembang pesat dengan jumlah
karyawan mencapai 500.000 orang yang menghasilkan 50 juta batang kretek
setiap bulannya. Pada tahun 1958, Gudang Garam telah tercatat sebagai pabrik
kretek terbesar di Indonesia.Produk Gudang Garam diantaranya adalah Gudang
Garam International, Surya 12, Surya 16, Surya Slims, Surya Signature, Surya
Profesional, Surya Pro Mild, Gudang Garam Nusantara, Gudang Garam Mild,
Gudang Garam Merah, Gudang Garam Djaja, Nusa, Taman Swedari dan Sigaret
Kretek Klobot. Filosofi Surya Wonowidjojo yang kemudian menjadi filosofi PT
Gudang Garam Tbk sebagai dasar pertumbuhan perusahaan disebut Catur Darma
Perusahaan, sebagai berikut:
1. Kebahagiaan adalah memberikan kehidupan yang bermakna dan
bermanfaat
2. Kunci sukses adalah kerja keras, ketekunan, kejujuran, kesehatan dan iman
3. Sukses dimungkinkan oleh peran dan kerjasama dengan orang lain.
Produk Gudang Garam
No Jenis Merek
1 SKL ( Sigaret Klobot )
Kelas Menengah ke Bawah
1. Sigaret Kretek Klobot Manis
2. Sigaret Kretek Klobot Tawar
2 SKT
( Sigaret Kretek Tangan )
Kelas Menengah
1. GG Tanda Mata
2. GG Taman Sriwedari Lurik
3. GG Taman Sriwedari Biru Lurik
4. GG Djaja Hijau
5. GG Merah King Size (Karton/Ekspor)
6. GG Merah King Size
7. GG Special Deluxe
3 SKM
( Sigaret Kretek Mesin )
Kelas Menengah ke Atas
1. GG Filter Internasional Merah
2. GG Filter Internasional Coklat
3. GG Filter Internasional Merah King Size
4. GG Filter Surya
Problem Gudang Garam :
Rokok kretek rendah tar atau lebih dikenal dengan sebutan lights atau mild, di
indonesia baru populer pada awal tahun 1990-an, selera konsumen lokal yang
lebih sadar akan bahaya rokok dengan kandungan tar yang rendah semankin
meninggkat. Beberapa produsen rokok mulai memproduksi rokok jenis ini dengan
berbagai kemasan yang menarik. Gudang garam merupakan produsen rokok
kretek yang telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar
industri rokok kretek selama satu dekade terakhir. Dilema yang di hadapi oleh
Gudang Garam:
1. “what next” apakah akan lebih baik bagi gudang garam untuk mengikuti langkah pesaing terjun ke pasar mild atau sebaliknya tetap fokus pada
2. “why now” apakah saat ini saat yang tepat bagi Gudang Garam. Bukankah sebagai pemimpin pasar seharusnya gudang garam masuk pasar mild lebih
dulu dari pada pesaingnya. Apakah saat ini masih ada kesempatan bagi
gudang garam untuk memasuki pasar?
Visi
“Menjadi perusahaan besar yang terpandang, menguntungkan dan memiliki peran dominan dalam industri rokok domestic”.
Visi perusahaan Gudang Garam telah sesuai dengan beberapa persyaratan yang
hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi yaitu :
1. Berorientasi ke depan :
PT Gudang Garam telah mencapai visinya pada saat ini karena PT Gudang
Garam telah banyak dikenal masyarakat dan menjadi produk unggulan
dalam masyarakat.
2. Mengekspresikan Kreativitas :
PT Gudang Garam telah banyak meluncurkan produk produk baru yang
lebih kreatif dan tetap terjamon mutunya.
3. Berdasarkan pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi
masyarakat:
PT Gudang Garam telah memberikan banyak sumbangsi dalam berbagai
acara, serta memberikan beasiswa pada anak-anak yang kurang mampu
tapi berprestasi.
Misi
“Menyediakan produk-produk inovatif bermutu tinggi yang memenuhi, bahkan melebihi harapan konsumen sekaligus memberikan manfaat bagi semua Stakeholder”.
Misi yang dibuat oleh PT Gudang garam yang telah sesuai dengan yang
diharapkan karena gudang garam selalu membuat trobosan produk baru yang
kreatif, dan mudah dijangkau untuk semua kalangan masyarakat, sehingga produk
Tujuan
1. Menjadi perusahaan rokok termuka di indonesia bahkan di dunia
2. Menjadi perusahaan yang masuk skala internasional
3. Memberikan kualitas yang terbaik untuk konsumen
4. Menjadi pusat rokok nomor 1 di Indonesia
Strategi PT Gudang Garam
Menentukan segmen, target, dan positioning yang tepat untuk mempertahankan konsumen yang telah ada dan juga merebut konsumen
rokok pesaing.
Strategi pemasaran yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, terutama pada saluran distribusi.
Proses penentuan harga jual yang dapat menciptakan nilai bagi konsumen.
Strategy Implementation PT Gudang Garam
Untuk memperkuat dan mempertahankan segmen pasar maka perlu dilakukan R&D untuk mendapatkan cita rasa yang pas melakukan inovasi
produk. Strategi positioning ini juga mencerminkan citra tertentu terhadap
konsumen yang mengkonsumsinya.
Produk rokok termasuk dalam kategori convenience goods, maka saluran distribusi dengan jangkauan luas memegang peranan sangat penting.
Gudang Garam melalui tiga distributor utama yang dimilikinya, yaitu: PT
Surya Jaya Bakti, PT. Surya Bhakti Utama, dan PT. Surya Keta Bakti
mendistributorkan secara nasional.
Analisa Internal 1. Produk/Jasa : Strength :
Pangsa pasar Gudang Garam pada tahun 1997 mencapai hampir 48% Akhir tahun 2000 total produk yang terjual sekitar 74 miliar batang rokok Gudang Garam mendistribusikan produknya pada sekitar 450.000 outlet
melalui tiga distributor utama yang dimilikinya
Weakness:
Produk innovative kurang cepat, khususnya untuk masuk dan bersaing dengan munculnya rokok mild yang muncul pada tahun 1990-an.
Sejak tahun 1997 tidak mengalami perkembangan yang berarti dan terus stagnan karena harga jual eceran yang terus meningkat karena kenaikan
harga bahan baku dan meningkatnya pajak pemerintah.
2. Pemasaran dan Distribusi Strength :
1. Pelayanan yang fokus
SKM untuk melayani kelas menengah dan atas SKT untuk melayani segmen kelas menengah SKL untuk kelas menengah dan bawah
2. Kualitas rasa menjadi fokus utama dan dikomunikasikan melalui positioning statement ”Pria Punya Selera”, dengan tujuan untuk mempertahankan loyalitas konsumen.
3. Sponsorship pada berbagai kegiatan, mulai olah raga sampai dengan
pagelaran musik.
4. Saluran distribusi dengan jangkauan luas.
Weakness :
3.Research & Development Strength :
Kontrol kualitas dilakukan pada setiap tahapan produksi, didukung sistem komputerisasi terpadu, mulai dari penelitian kualitas bahan baku sampai
dengan pengukuran akurasi kadar tar dan nikotin
Weakness :
Lamanya proses pengembangan dan riset rokok mild untuk mendapatkan rasa dan racikan yang pas.
Kurangnya kemampuan SDM dalam melakukan penelitian dan pengembangan.
Keputusan yang lambat untuk memulai pengembangan SKM rendah tar dan nikotin.
4. Kinerja keuangan Strength
Kemampuan manajemen mengendalikan biaya operasional maupun biaya lainnya, juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan laba usaha
maupun laba bersih.
Saham gudang garam tergolong saham primadona di pasar modal. 5. Organisasi
Strength :
Memiliki filosofi manajemen yang ditanamkan pada setiap karyawan, yaitu Catur Darma
Melakukan ekspansi usaha pada beberapa sektor industri, yaitu industri perhotelan, produksi kertas rokok, perdagangan kimia, properti, dsb.
Diversifikasi usaha lebih fokus pada usaha yang sejenis.
Analisa Eksternal 1. Pesaing
Threat :
Beberapa perusahaan rokok ramai memainkan perannya dalam merebut pasar rokok rendah tar. Dimulai dari perusahaan rokok
Sampurna dengan A-Mild, Djarum dengan LA, Bentoel dengan
Star-Mild. Wismilak-Lights, ditambah lagi dengan masuknya para
pemain baru di industri pasar rokok mild.
2. Konsumen Opportunity :
Adanya segmen market tertentu yang loyal dengan merk-merk tertentu yang terjamin kualitasnya dan sudah pas dengan cita rasa
yang diberikan. Multi segmen, Gudang Garam mempunyai produk
untuk berbagai segmen pasar.
Threat :
Persaingan harga dengan meningkatnya harga jual eceran, yang disebabkan oleh; Naiknya harga bahan baku dan langkanya
persediaan cengkeh, Kenaikan cukai rokok, menyebabkan daya
beli konsumen menurun. Harga menyamai produk premium.
Perokok baru masuk dalam industri rokok mild. 3. Teknologi
Threat :
Kemajuan teknologi menyebabkan Gudang Garam harus terus berpacu mengikuti arus perkembangan teknologi.
4. Politik, Hukum dan Pemerintah Threat
Adanya peraturan pemerintah Republik Indonesia no 38 tahun 2000 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan, menyebabkan
ruang gerak produsen rokok semakin terbatas untuk melakukan
Krisis ekonomi yang melanda Asia pada 1997 menyebabkan adanya pembatasan dari pihak perbankan terhadap pemberian
fasilitas kredit baru kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga jual eceran rokok melalui kenaikan cukai rokok sebanyak 3 kali.
5. Ekonomi Threat
Penarikan saham dengan jumlah besar berdampak pada menurunnya nilai saham Gudang Garam.
Adanya restrukturisasi utang sindikasi yang harus dibayar lunas oleh anak perusahaan Gudang Garam, yaitu PT Surya Pamenang
Matrik Evaluasi Faktor External
No Keterangan Aktivitas Evaluasi
1 Threat Pesaing
Threat :
Beberapa perusahaan rokok ramai memainkan perannya dalam merebut
pasar rokok rendah tar. Dimulai dari
perusahaan rokok Sampurna dengan
A-Mild, Djarum dengan LA, Bentoel
dengan Star-Mild. Wismilak-Lights,
ditambah lagi den
Konsumen Threat :
Persaingan harga dengan meningkatnya harga jual eceran, yang disebabkan
oleh; Naiknya harga bahan baku dan
langkanya persediaan cengkeh,
Kenaikan cukai rokok, menyebabkan
Pesaing
Gudang Garam bisa ikut terjun ke pasar mild, tanpa melupakan karakter utamanya sebagai
produsen unggulan rokok kretek. Tetapi
sebelum terjun ke pasar mild, harus ada
bebrapa hal yang perlu dipersiapkan Gudang
Garam. Seperti R&D rasa dari rokok mild,
perkembangan pasar dari segi pesaing maupun
konsumennya.
Konsumen
Gudang Garam perlu mengurangi kuantitas produknya pada saat pengemasan, tanpa
mengubah rasa rokok. Bisa melakukan
diversifikasi usaha sebagai tambahan
daya beli konsumen menurun. Harga
Kemajuan teknologi menyebabkan Gudang Garam harus terus berpacu
mengikuti arus perkembangan
teknologi.
Politik, Hukum dan Pemerintah Threat
Adanya peraturan pemerintah Republik Indonesia no 38 tahun 2000 tentang
pengamanan rokok bagi kesehatan,
menyebabkan ruang gerak produsen
Teknologi
Gudang Garam merupakan perusahaan rokok besar, di imbangi dengan produksi yang besar
pula. Tidak ada salahnya perusahaan membeli
beberapa peralatan yang berteknologi tinggi,
yang nantinya bisa memiliki manfaat jangka
panjang bagi perusahaan. Tetapi
pemakaiannya harus di sesuaiakan dengan
kebutuhan perusahaan.
Politik, Hukum dan Pemerintah
Gudang Garam bisa melakukan promosi langsung ke konsumen dengan menggunakan
konser, atau masuk sebagai sponsor dalam
setiap kegiatan besar. Tentunya harus dilihat
target pasarnya tidak boleh di bawah 17 tahun
sesuai undang-undang.
rokok semakin terbatas untuk
melakukan kegiatan promosi.
Krisis ekonomi yang melanda Asia pada 1997 menyebabkan adanya
pembatasan dari pihak perbankan
terhadap pemberian fasilitas kredit baru
kepada perusahaan-perusahaan di
Indonesia.
Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga jual eceran rokok melalui
kenaikan cukai rokok sebanyak 3 kali.
Ekonomi Threat
Penarikan saham dengan jumlah besar berdampak pada menurunnya nilai
saham Gudang Garam.
Adanya restrukturisasi utang sindikasi
produk dalam kemasan, misalnya dari 12
batang di kurangi 10 batang. Nantinya harga
jual bisa lebih terjangkau.
Gudang Garam memiliki diversifikasi usaha yang banyak, dan termasuk perusahaan besar.
Bisa menutupi dengan biaya dari dalam
perusahaan sendiri, tetapi harus disesuaikan
dengan kebutuhan. Jika biaya yang di
butuhkan terlalu berdampak besar bagi
perusahaan, lebih baik kegiatan itu di tunda
yang harus dibayar lunas oleh anak
perusahaan Gudang Garam, yaitu PT
Surya Pamenang sebagai dampak krisis
moneter.
2 Opportunity Konsumen Opportunity :
Adanya segmen market tertentu yang loyal dengan merk-merk tertentu yang
terjamin kualitasnya dan sudah pas
dengan cita rasa yang diberikan. Multi
segmen, Gudang Garam mempunyai
produk untuk berbagai segmen pasar.
Konsumen
Gudang Garam telah mempunyai produk untuk
berbagai segemen pasar yang di sesuaikan dengan
kondisi keuangan dari konsumen sendiri. Meskipun
demikian, produk yang di hasilkan gudang garam
Matrik Evaluasi Faktor Internal
No Keterangan Aktivitas Evaluasi
1 Strength : Produk/Jasa : Strength :
Pangsa pasar Gudang Garam pada tahun 1997 mencapai hampir 48%
Akhir tahun 2000 total produk yang terjual sekitar 74 miliar batang rokok
Gudang Garam mendistribusikan produknya pada sekitar 450.000 outlet melalui tiga
distributor utama yang dimilikinya
Pemasaran dan Distribusi Strength :
1. Pelayanan yang fokus
SKM untuk melayani kelas menengah dan atas SKT untuk melayani segmen kelas menengah SKL untuk kelas menengah dan bawah
Produk/Jasa
Tiga distributor utama yang dimiliki oleh Gudang
Garam seharusnya di marger, agar nanti
pengendaliannya, dan penerapan kebijakan dari
perusahaan lebih gampang.
Research & Development
Gudang Garam juga harus memperhatian bagian
SDMnya. Memilih SDM yang berkualitas dalam
Kegiatan R&D, memberikan pelatihan-pelatihan
2. Kualitas rasa menjadi fokus utama dan
dikomunikasikan melalui positioning statement ”Pria Punya Selera”, dengan tujuan untuk mempertahankan loyalitas konsumen.
3. Sponsorship pada berbagai kegiatan, mulai
olah raga sampai dengan pagelaran musik.
4. Saluran distribusi dengan jangkauan luas.
Research & Development Strength :
Kontrol kualitas dilakukan pada setiap tahapan produksi, didukung sistem komputerisasi
terpadu, mulai dari penelitian kualitas bahan
baku sampai dengan pengukuran akurasi kadar
Kinerja keuangan Strength :
Kemampuan manajemen mengendalikan biaya operasional maupun biaya lainnya, juga
memberikan kontribusi terhadap pendapatan
laba usaha maupun laba bersih.
Saham gudang garam tergolong saham primadona di pasar modal.
Organisasi Strength :
Memiliki filosofi manajemen yang ditanamkan pada setiap karyawan, yaitu Catur Darma
Melakukan ekspansi usaha pada beberapa sektor industri, yaitu industri perhotelan,
produksi kertas rokok, perdagangan kimia,
properti, dsb. Diversifikasi usaha lebih fokus
2 Weakness: Produk/Jasa : Weakness:
Produk innovative kurang cepat, khususnya untuk masuk dan bersaing dengan munculnya
rokok mild yang muncul pada tahun 1990-an.
Sejak tahun 1997 tidak mengalami perkembangan yang berarti dan terus stagnan
karena harga jual eceran yang terus meningkat
karena kenaikan harga bahan baku dan
meningkatnya pajak pemerintah.
Pemasaran dan Distribusi Weakness :
Persaingan harga terus terjadi setiap tahun, ditambah lagi dengan kenaikan cukai rokok
yang sangat besar pengaruhnya terhadap
perubahan harga.
Produk/Jasa :
Ketika rokok mild sedang banyak dikonsumsi, tidak
ada salahnya gudang garam memproduksi jenis rokok
tersebut, tetapi juga harus di tunjang dengan persiapan
yang cukup.
Pemasaran dan Distribusi
Gudang Garam bisa mengakali perubahan harga pada
rokok, dengan mengurangi kuantitas dalam kemasan
tanpa mengurangi kualitas rasa rokoknya. Dengan
begitu harga rokok tetap dapat terjangkau oleh
berbagai kalangan.
Research & Development
Gudang Garam perlu mencari SDM yang handal
dalam proses R&D, atau melakukan kerjasama
Research & Development Weakness :
Lamanya proses pengembangan dan riset rokok mild untuk mendapatkan rasa dan racikan yang
pas.
Kurangnya kemampuan SDM dalam melakukan penelitian dan pengembangan. Keputusan yang lambat untuk memulai
pengembangan SKM rendah tar dan nikotin
keahlian dalam R&D.
Gudang Garam juga bisa memberikan pelatihan
kepada SDM yang ada untuk meningkatkan
Matrik SWOT
1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh
perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil
setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
2. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan
pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan
menghindari kelemahan.
3. Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk
menghadapi setiap ancaman.
4. Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk
menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk
Program strategi yang di rencanakan PT.Gudang Garam
PT. GUDANG GARAM
KONDISI INTERNAL
KEKUATAN (STREGH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
1. Kinerja keuangan yang cukup baik.
2. Kualitas produk baik.
3. Kinerja dan produktivitas cukup
baik.
4. Penelitian dan pengembangan yang
inovatif.
1. Pertumbuhan penjualan kurang begitu
baik.
2. Upaya pemasaran belum optimal.
3. Jaringan distribusi belum maksimal
K
1. Pertumbuhan pasar yang
baik.
2. Hubungan dengan
pemasok atau mitra usaha
lain.
3. Kebijakan pemerintah.
4. Dukungan teknologi.
Mempertahankan kualitas produk Membuat terobosan inovasi rokok
yang lebih.
Mengadakan program pelatihan dan meninggkatkan keahlian tenaga kerja
secara berkesinambungan.
Memberikan penghasrgaan berupa bonus ataupun yang lain bagi tenaga
kerja yang berprestasi.
Menambah SDM di masing-masing bidang atau ahlinya, seperti melinting
rokok, meng-pack rokok, dsb.
Memberikan pelatihan kepada setiap sales marketing pemasaran agar
mereka jauh lebih memahami produk
AN
Meninggkatkan kualitas bahan baku atau bahan utama dalam rokok, yang
bertujuan untuk menciptakan produk
atau inovasi yang lebih unggul lagi,
dan yang dibutuhkan para konsumen
manajer agar bisa bersaing dalam
negeri.
Menjalin hubungan baik terhadap pelanggan.
Meningkatkan daya saing, melalui efektivitas dan kualitas produk.
Meninggkatan pangsa pasar dengan menambah jumlah pelanggan dan
usaha promosi lainnya.
Memperhatikan masalah pengiriman barang yang terlambat yaitu terhadap
pengendalian distributor bila perlu
memilikinya.
Rekomendasi Strategi Spesifik PT. GUDANG GARAM
AKTIVITAS REKOMENDASI
Pemasaran:
Cara pemasaran yang dilakukan cenderung menggunakan pendekatan
lama. Mereka mengandalkan product and distribution leadership.
Mereka mengirimkan produk sesuai dengan order permintaan
distributor dan agen yang memesan via telepon atau faksimile. Aspek
promosinya lemah.
Melakukan kampaye pemasaran langsung ke anak muda. Gudang
garam harus sigap merangkul anak muda sebagai pangsa pasar baru.
Gudang garam juga harus lebih selektif dalam mencari biro iklan yang
kreatif dan bisa membawa produk-produknya menjadi lebih muda.
Distribusi:
Tiga perusahaan distributor di lingkungan Gudang Garam dengan area
masing-masing: PT Surya Kerta Bhakti, PT Surya Bhakti Utama dan
PT Surya Jaya Bhakti. Ketiga perusahaan itu mayoritas sahamnya
dimiliki keluarga Gudang Garam, tetapi pihak lain juga punya andil di
dalamnya. Waktu itu kantor pusat Gudang Garam sering kesulitan
mengelola kantor distribusi karena para distributor memiliki
kepentingan sendiri. Akibatnya, organisasi penjualan menjadi lamban
dan tidak efisien karena terlalu banyak agen. Setiap keputusan yang
dibuat dari pusat sulit terhubung sampai ke bawah.
Tiga distributor itu dilebur dan dimerger jadi satu. Dengan
menjalankan model sistem distribusi tunggal, diharapkan mekanisme
kontrol lebih mudah. Mereka hanya punya satu sistem operasional,
baik untuk distribusi, penjualan, keuangan, akuntansi maupun
SDM:
Gudang Garam memprioritaskan keluarga karyawan untuk bekerja di
perusahaan sebagai pekerja penerus dan tak akan diusik-usik.
Gudang garam harus berani mengisi sitem yang ada dengan SDM baru
dari luar perusahaan, dengan memboyong talenta pilihan yang sudah
punya rekam jejak bagus.
Inovasi Produk:
Gudang Garam mengalami komplasensi. Sudah puas dengan apa yang
sudah diraih, sedangkan pasar terus berubah. Gudang Garam seakan
tak melihat pasar rokok mulai bergeser ke segmen rokok low tar and
nicotine (LTN) dan sigaret keretek tangan (SKT).
Gudang Garam harus melihat kebutuhan konsumen, dengan mengikuti
perkembangan produk yang ada di pasaran, tanpa melupakan jati diri
gudang garam yang sukses dengan produk-produk kreteknya.
Ketika rokok mild sedang banyak dikonsumsi, tidak ada salahnya
gudang garam memproduksi jenis rokok tersebut, tetapi juga harus di
Perjelas Bagaimana Rekomendasi Anda Bisa diimplementasi
1. PT. Gudang Garam bisa memperluas target pasarnya kepada anak muda, dengan cara
mengadakan konser-konser yang memperkenalkan produknya, turut aktif dalam
efen-efen tahunan (sponsorship), memberikan beasiswa. Aspek promosi, iklan bisa lebih
kreatif, menarik, serta mudah di pahami. Memilih brand ambasador produk, misalnya
menggunakan artis papan atas, atau orang-orang yang menginspirasi.
2. Harus bisa membedakan hubungan pekerjaan dengan hubungan kekeluargaan. Dalam
bekerja, seharusnya predikat keluarga dihilangkan. Karena bisa mempengaruhi
keputusan dalam pekerjaan. Harus ada keterbukaan satu sama lain.
3. Pemimpin tidak boleh berfikiran kaku, harus mampu berfikir jangka panjang dan bisa
menerima pendapat orang lain. Mampu mengambil keputusan yang lebih berani
melakukan perubahan, dinamis, tetapi masih bisa di pertanggungjawabkan.
Jawaban dari Permasalahan Gudang Garam.
1. Menurut Djajusman, saat ini bukan saat yang baik bagi gudang garam untuk terjun ke
pasar rokok mild. Alasanya; 1) Semakin banyak produsen rokok yang menjual rokok
mild di pasaran maka pangsa pasar untuk rokok mild semakin sempit. Sehingga nanti
tergantung dari strategi perusahaan untuk mendapatkan konsumen yang semakin
sedikit atau bahkan merebut konsumen dari produsen pesaing.
2) Apabila berkomitemen untuk ikut bersaing di pasar mild yang tumbuh secara cepat,
hambatan tetap saja terjadi.
2. Meskipun Gudang Garam lambat dalam mengikuti pangsa pasar mild, masih tetap ada
kesempatan untuk Gudang Garam ikut bersaing dalam pasar rokok mild. Karena
perusahaan sekelas Gudang Garam, sudah memiliki brand image yang bagus di mata
masyarakat. Seperti kemampuan Gudang Garam dalam mempertahankan kualitas
produknya. Kemungkinan besar ketika Gudang Garam masuk ke pasar rokok mild,