• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA ILMIAH BECOME A SUCCESSFUL ENTREPR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KARYA ILMIAH BECOME A SUCCESSFUL ENTREPR"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH

BECOME A SUCCESSFUL ENTREPRENEUR

Dianjukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kewirausahaan Dosen Pengampu : Tim Dosen Entrepreneur

N I M : 1 0 1 1 4 4 8 3

N A M A : R A N G G A H A R T A D I N A T A K E L A S : K W U - 9

P R O D I : T E K N I K D A N I L M U K O M P U T E R J U R U S A N : T E K N I K I N F O R M A T I K A

F A K U L T A S T E K N I K D A N I L M U K O M P U T E R

U N I V E R S I T A S K O M P U T E R I N D O N E S I A

(2)

2

Abstrak

Dalam era modern ini telah banyak perubahan yang sangat signifikan dibandingkan dengan pada zaman sebelumnya dalam semua bidang, perubahan ekonomi suatu bangsapun ikut menentukan kehidupan rakyatnya. Sekarang ini bukanlah zaman seseorang yang harus selalu mencari pekerjaan dan harus dipekerjakan tetapi untuk sekarang adalah zaman dimana pergerakan kapitalisasi kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk atau jasa dengan kandungan kreatif. Menjadi pengusaha suskes mungkin menjadi impian dari banyak orang karena dengan kita menjalankan usaha sendiri tidak perlulah menjadi pegawai atau bekerja untuk seseorang justru menjadi seorang pengusaha dapan menjadi amalan baik, karena dapat membuka lowongan pekerjaan bagis orang yang membutuhkan.

(3)

3

DAFTAR ISI

BAB I ... 4

PENDAHULUAN ... 4

1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Masalah ... 4

1.3 Tujuan ... 5

BAB II ... 6

2.1 Kewirausahaan ... 6

2.2 Ciri dan Sifat Entrepreneur ... 7

2.3 Sikap Entrepreneur ... 9

2.4 Kemampuan Entrepreneur ... 11

2.5 Proses Manajemen ... 13

BAB III ... 16

3.1 Memulai Bisnis ... 16

3.2 Faktor Peluang Bisnis ... 18

3.3 Persaingan Bisnis ... 23

3.4 Pemasaran ... 24

3.5 Strategi Mencari dan Mempertahankan Pelanggan ... 25

3.6 Risiko ... 26

3.7 Etika Bisnis ... 28

BAB IV ... 30

4.1 KESIMPULAN ... 30

(4)

4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menjadi seorang pengusaha yang sukses merupakan suatu pencapaian yang sangat diinginkan bagi semua orang yang memiliki jiwa entrepreneur, berkembangnya zaman serta teknologi mendorong banyak orang berlomba-lomba berkreasi dengan inovasinya mendorong jumlah pengusaha semakin bertambah dan mendorong semakin mandirinya masyarakat dengan banyaknya pengusaha yang bermunculan. Menjadi pengusaha sukses adalah hal yang idam idamkan bagi banyak orang karena target pencapaian seorang pengusaha adalah kebanggaan diri yang telah bias mandiri tanpa harus bekerja kepada orang lain.

1.2 Masalah

(5)

5 menjadi seorang pengusaha sukses haruslah berusaha dengan semaksimal mungkin dan harus menguasai ilmu dalam berbisnis agar menjadi seorang pebisnis ulung.

1.3 Tujuan

Tujuan ditulisnya karya ilmiah ini untuk mengudukasi dan memotivasi semua orang tentang pentingnya hidup mandiri, sukses menjadi pribadi yang tekun serta memiliki visi dan misi yang jelas dan memiliki target untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Karena dengan adanya referensi seperti karya ilmiah yang ditulis ini para calon pengusaha akan lebih banyak menggali pengalaman orang lain agar dapat belajar dari pengalaman tersebut sehingga meminimalisir kegagalan yang pernah dialami oleh si penulis yang menjadi referensinya.

(6)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kewirausahaan

(7)

7

2.2 Ciri dan Sifat Entrepreneur

Adapun untuk menjadi seorang pengusaha sukses harus mempunyai ciri, sifat dan sikap sebagai berikut menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 29 )

1) Percaya Diri : Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimism.

Untuk menjadi seorang pengusaha keyakinan akan diuji dalam mengambil sikap dalam menjalankan usaha, kemandirian yang menjadi jembatan seorang calon pengusaha untuk meraih kesusksesan, serta optimisme dalam menjalankan bisnis yang sedang digelutinnya, dengan begitu usaha yang dijalani pasti akan membuahkan hasil yang maksimal.

2) Berorientasi tugas dan hasil : Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik, dan memiliki inisiatif.

Dengan begitu seorang pengusaha mempunyai target yang jelas sehingga menjadi energi bagi usaha yang sedang dijalankannya.

3) Pengambil Risiko : Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada sebuah tantangan.

Mengambil resiko yang akan membuahkan keuntungan haruslah dimiliki oleh seorang pengusaha karena dengan begitu seorang pengusaha dapat menguji keberuntungan dalam usahanya tersebut, selain itu mengambil resiko merupakan suatu tantangan yang akan dihadapi oleh pengusaha tersebut.

(8)

8 Dalam menjalankan usahanya seorang pengusaha harus bias memimpin perusahaan tersebut dengan didodrong oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki serta bergaul dengan orang lain sehingga dapat bertukar pikiran ataupun mendapat saran atau kritik yang dapat membangun.

5) Keorsinilan : Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serbabisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

Dengan begitu perusahaan yang dimiliki akan berbeda dengan competitor yang lain karena memiliki sesuatu yang unik yang tidak dimiliki oleh orang lain.

6) Berorientasi ke masa depan : Persepsi dan memiliki cara pandang/cara piker yang berorientasi pada masa depan.

Dengan begitu perusahaan yang dibangun akan lebih maju dari perusahaan lain karena memiliki persepsi dan cara pandang yang berbeda.

7) Jujur dan tekun : Seorang pengusaha harus memiliki sikap kejujuran dalam bekerja serta tekun dalam menyelesaikan kerja.

(9)

9

2.3 Sikap Entrepreneur

Menjadi sorang pengusaha sukses tentunya harus memiliki sikap yang baik karena dalam menjalankan suatu bisnis sikap tersebut sangat penting untuk kemajuan bisnis tersebut. Berikut sikap yang harus dimiliki orleh seorang pengusaha/entrepreneur menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 30 -31)

o Disiplin

Disiplin atas waktu, kualitas pekerjaan, system kerja, kesepakatan yang dibuat dan taat azas.

Dengan begitu seorang pengusaha dapat menjalankan bisnisnya sesuai dengan target yang akan diraihnya, karena kedisiplinan tersebut.

o Komitmen Tinggi

Memiliki komitmen yang tinggi, jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan) atas kesepakatan yang telah dibuat dengan seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

Dengan komitmen yang tinggi seorang pengusaha memiliki tujuan yang jelas sehingga komitmen tersebut dapat membantu kemajuan perusahaan tersebut.

o Jujur

Seorang pengusaha wajib menjungjung tinggi kejujuran dalam melakukan kegiatan bisnisnya sehingga akan mendapatkan konsumen yang baik dan potensial, baik jangka pendek maupun jangka yang panjang.

Memiliki sikap jujur akan sangat menguntungkan seorang pengusaha untuk mendapatkan serta mempertahankan konsumen/pelanggan.

(10)

10 Seorang pengusaha wajib memiliki sifat kreativitas yang tinggi, daya kreativitas tersebut harus dilandasi oleh cara berfikir yang maju, penuh dengan gagasan baru yang berbeda sehingga dapat menghasilkan produk yang unik dibandingkan dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk maupun waktu. Kreatifias yang tinggi membutuhkan sentuhan inovasi agar laku dipasar. Inovasi dibutuhkan dari seorang pengusaha karena kemampuan dari seorang pengusaha itu akan menambahkan nilai kegunaan atau nilai manfaat terhadap suatu produk untuk menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang

sedang laku dipasaran.

Sikap kreatif dan inovativ akan membuat suatu perusahaan akan memiliki ciri khas yang unik sehingga memiliki keunggulan dari kompetitor lain.

o Mandiri

Seorang pengusaha harus memiliki sikap yang mandiri dalam mengelola usahanya, mandiri untuk tidak bergantung pada pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan usahanya

Sikap mandiri harus dimiliki oleh seorang pengusaha karena dengan sikap mandiri akan menimbulkan ketidakbergantungan dari pihak lain.

o Realistis

(11)

11 Sikap realistis harus dimiliki seorang pengusaha karena dalam mengambil risisko harus memandang kedepan dengan risiko yang akan ditimbulkan.

2.4 Kemampuan Entrepreneur

Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya, seorang pengusaha harus memiliki daya kreativitas yang tinggi untuk memenangkan persaingan. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada. Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 32) Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan (obility) yang bersifat kreatif dan inovativ, mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different), mampu memulai usaha (start up), mampu membuat sesuatu yang baru (creative), mampu mencari peluang (opportunity), berani menanggung risiko (risk bearing) dan mampu mengembangkan ide dan meramu sumber daya.

Seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 32):

o Self knowledge, yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan

dilakukan atau ditekuni.

Seorang pengusaha harus memiliki sikap tersebut karena penguasaan pengetahuan tentang bisnis yang dijalanainya akan menentukan kemajuan usaha yang sedang digelutinya.

o Imagination, yaitu memiliki imajinasi, ide dan pespektif serta tidak

(12)

12 Seorang pengusaha yang memiliki imajinasi, ide, perspektif serta kesuksesan dimasalalu akan memiliki keragaman produk yang akan diciptakan.

o Practical knowledge, yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya

pengetahuan teknik, desain, processing, pembukuan, administrasi, dan pemasaran. Dengan begitu modal untuk menjadi seorang entrepreneur akan menjadi modal yang sangat penting karena modal tersebut akan menentukan kemajuan perusahaan yang sedang ditekuninya.

o Serach skill, adalah kemampuan seorang entrepreneur dalam menemukan

sesuatu yang baru serta dapat berkreasi.

Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses harus memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap hal baru karena sesuatu yang baru tersebut dapat menjadi peluang bisnis yang mungkin lebih menguntungkan disbandingkan dengan bisnis yang sedang ditekuninya.

o Foresight, yaitu berpandangan jauh ke depan.

Dalam menjalankan bisnis seorang entrepreneur harus berpandangan jauh kedepan karena dengan begitu seorang pengusaha memiliki target yang harus dicapai.

o Computation skill, adalah kemampuan berhitung dan kemampuan

memprediksi keadaan masa yang akan datang.

(13)

13

o Communication skill, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul, dan

berhubungan dengan orang lain.

Communication skill dapat membuat seorang pengusaha memiliki relasi yang luas sehingga dapat saling bertukar pikiran.

2.5 Proses Manajemen

Dalam menjalankan suatu bisnis haruslah memahami terlebih dahulu manajemen dalam sebuah berbisnis karena itu akan membuat bisnis yang digeluti akan berjalan dengan lancar, kemampuan untuk mengatur, mengelola seluruh kegiatan usaha dengan sebaik mungkin untuk kelancaran, kesuksesan dan keberhasilan suatu usaha. Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 139)

Manajemen adalah proses perancangan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Suatu bisnis bila tanpa adanya manajemen akan mengakibatkan bobroknya suatu bisnis yang sedang dibangun tersebut.

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 140) Suatu organisasi didasarkan atas empat fungsi dasar manajemen yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan,

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah proses manajemen untuk menetapkan sasaran dan tujuan organisasi dan menentukan cara terbaik untuk mencapainya. Agar perencanaan berhasil dengan baik, perlu dilakukan tujuh langkap proses perencanaan strategis yaitu :

(14)

14 2) Misi, adalah pernyataan dari tujuan organisasi, sasaran dasar, dan filsafat-filsafat organisasi.

3) Analisis SWOT (streangth, weakness, opportunities, thread), adalah analisis untuk mengetahui kekuatanm kelemahan peluang, dan tantangan yang akan dihadapi perusahaan.

4) Meramalkan (memprediksi) pengembangan, merupakan proses perencanaan bagaimana kita memprediksi pengembangan organisasi kedepan

5) Analisis persaingan, untuk menganalisis kondisi persaingan dengan persaingan yang ada di pasar yang kita masuki.

6) Menentukan arah tujuan, agar setiap karyawan memiliki pegangan terhadap arah kebijakan perusahaan dan mengetahui tujuan organisasi. 7) Mengembangkan rencana pelaksanaan, agar staf mengetahui apa dan bagaimana rencana pelaksanaan itu dilakukan.

b. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah proses manajemen yang menetapkan cara terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas organisasi menjadi struktur yang logis dan saling berkaitan.

c. Pengarahan (Directing)

(15)

15 seorang manajer bekerja memandu dan memotivasi para karyawan agar sasaran perusahaan dapat dicapai.

d. Pengawasan (Controlling)

Proses manajemen yang memonitor kinerja organisasi guna memastikan bahwa perusahaan tersebut mencapai sasarannya. Indicator kinerja harus terus diukur dan disesuaikan.

Adapun proses pengawasan dan pengendalian menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 142) sebagai berikut :

1) Pimpinan perusahaan menetapkan standar kinerja 2) Manager pada semua tingkat mengukur kinerja 3) Kinerja sebenarnya dibandingkan dengan standar.

(16)

16

BAB III

3.1 Memulai Bisnis

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:96)Dalam memulai bisnis atau usaha dimulai dari pemikiran atau ide tentang bagaimana, apa, di mana dan cara memulai bisnis tersebut, suatu bisnis dimulai dari munculnya ide-ide cemerlang dalam benak seseorang tentang keinginan membangun usaha dan harapan akan keberhasilan usaha tersebut. Bentuk ide tentang suatu bisnis akan berbeda-beda pada setiap orang. Sesuai karakter, pengalaman, keahlian, pengaruh lingkungan atau sense

yang dimiliki masing-masing orang.

Dalam memulai suatu bisnis hendaknya kita yakin dengan bisnis yang akan kita tekuni karena dengan keyakinan tersebut kita akan memiliki rasa optimistis dalam menjalani bisnis tersebut sehingga akan menghasilkan hasil yang memuaskan.

Berikut adalah ide bisnis yang menjadi penggerak seseorang membuka usaha atau membangun bisnisnya menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014:96) :

1.Hobi

Bill Gates, si raja computer dari Amerika Serikat, memulai usahanya dari sebuah hobi mengutak-atik program computer. Hobi yang ditekuni dengan serius ini telah berhasil membawa Bill Gates untuk menemukan computer yang lebih praktis dan lebih mudah digunakan daripada computer besar yang ada pada saat itu.

2.Mengamati

Roy Kroc, tokoh dibalik sukses restoran waralaba cepat saji McDonald, mendapatkan ide usaha nyadari pengamatannya terhadap tingkah laku masyarakat pekerja disekitarnya.

(17)

17 Ide membantu oranglain untuk memperoleh upah atau keuntungan, seperti menjualkan barang orang lain, mempertemukan penjual dan pembeli, dan sebagainya.

4.Ide lama

Jeff Bezos dari Amazon.com mendapatlan ide usahanya dengan memperbaharui ide lama penjualan buku dari took buku biasa menjadi di internet sehingga lebih cepat & praktis.

5.Ide orang lain

Jenifer Basye Sander membangun kerajaan “Buku kuning” (direktori) seluruh usaha

yang dikelola oleh wanita di kota tempat ia tinggal. Ternyata buku ini laris. Informasi dalam buku ini senantiasa diperbaharui agar selalu up-to-date.

6.Kolaborasi

Dua kepala lebih baik dari satu ( two heads are better than one). Begitu kata pepatah. Ternyata ada benarnya juga. Dewitt dan Lila Wallace berkolaborasi sebelum berhasil membangun kerajaan usaha dari penerbitanmajalah inspirasi bulanan Reader’s Digest.

7.Terbitkan

Tom Peters. Alvin Toffler, Agatha Christie adalah beberapa tokoh yang menuangkan ide usaha mereka dalam buku atau novel yang lalu mereka terbitkan. Dari buku-buku ini, sang pengarang mendapatkan pemasukan.

(18)

18 Ide kita juga bias dicatat untuk mendapatkan copyright. Seorang artis Indonesia mencatatkan gayanya disertai kalimatkhusus untuk mengungkapkan gaya tersebut untuk mendapatkan ka cipta.

9.Adakan pertunjukan

Cara lain untuk mengubah ide menjadi keuntungan finansial adalah dengan mendemokan kepada public melalui seminar, pelatihan, ataupun sekedar pertunjukan dalam bentuk hiburan. Beberapa akademisi dan praktisi memilih cara ini untuk memperkenalkan ide mereka kepada publik.

10.Nasihat ke orang lain

Pada saat tulisan ini sedang dikerjakan, penulis sedang berada di depan televise menonton acara yang disampaikan oleh Suze Orman di sebuah stasiun televise dunia. Suze Orman menerima berbagai pertanyaan dari pemirsa di seluruh dunia tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi.

11.Konsumsi masyarakat

Cara umum yang banyak diterapkan orang adalah mengubah ide menjadi produk atau jasa yang bias dijual untuk konsumsi masyarakat. Contohnya: rumah makan, kafe, dan lain-lain.

3.2 Faktor Peluang Bisnis

(19)

19

Soeryanto Soegoto (2014: 98) peluang bisnis merupakan kesempatan bagi seseorang untuk membuka usaha sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan atau pengalaman yang dimiliki.

Adapun faktor-faktor yang menjadi peluang bisnis menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 98-103) adalah :

1. Perubahan Teknologi

Perubahan teknologi merupakan peluang usaha karena memungkinkan orang untuk mengalokasikan sumber daya dengan cara yang berbeda dan lebih potensial. 2. Perubahan Politik dan Kebijakan

Perubahan politik dari Orba ke Reformasi dan perubahan kebijakan dari Pusat ke Otonomi Daerah merupakan sumber peluang usaha baru.

3. Perubahan Demografi

Struktur demografi juga membuka peluang usaha. Sebagai contoh demografi di Yogyakarta sebagai kota pelajar dan budaya, juga dikenal sebagai daerah tujuan bagi pensiunan. Hal ini membawa dampak bagi jenis usaha yang dikembangkan di kota Yogyakarta.

4. Akses Informasi

Informasi sangatlah memungkinkan seseorang memperoleh peluang membuka usaha dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengetahuinya. Karena dengan informasi seseorang lebih mengetahui peluang yang bagus untuk dikerjakan. Beberapa orang mampu mengenali peluang lebih baik karena mereka memiliki informasi lebih dibandingkan orang lain. (Hayek,1945;Kirzner, 1973).

(20)

20 Cariasi dalam pengalaman hidup menyediakan akses pada informasi yang baru dan dapat membantu seseorang dalam menemukan peluang karena sebuah informasi yang baru kadang memiliki elemen yang hilang dan membutuhkan kecermatan bahwa peluang baru telah hadir.

6. Ikatan Sosial

Ikatan social meningkatkan kemungkinan seseorang dalam menemukan peluang usaha melalui interaksi dengan orang lain atau jejaring social mereka. Struktutr dari jejaring sosial akan memengaruhi yang diterima dan mengategorikan informasi tersebut.

7. Kepribadian

Kepribadian berpengaruh terhadap tindakan seseorang dalam mengambil keputusan terkait pemanfaatan peluang.

Ada 3 aspek kepribadian yang berpengaruh dalam memanfaatkan peluang, sebagai berikut :

a. Ekstraversi

Ekstraversi terkait dengan sikap social, aretif, aktif, ambisi, inisiatif, dan ekhibisionis. Sikap ini membantu entrepreneur untuk mengkombinasikan dan mengorganisasikan sumber daya dalam kondisi yang tidak menentu.

b. Agrebleeness (Kesepahaman)

(21)

21 jaringan kerja sama untuk kamatangan bisnisnya. Terutama aspek dari keinginan untuk memercayai orang lain.

c. Pengambilan Risiko

Sikap ini berkaitan dengan kemauan seseorang untuk terlihat dalam kegiatan berisiko. Beberapa risiko yang mungkin dihadapi oleh entrepreneur antara lain pemasaran, finansial, psikologis, dan sosial. Seseorang yang memiliki perilaku pengambilan risiko yang tinggi akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dalam keadaan yang tidak menentu dan mengorganisasikan sumber daya yang dimilikinya terutama dalam memperkenalkan produknya ke pembeli.

8. Motivasi

Hal ini tak kalah penting dalam menjadi seorang pengusaha sukses adalah motovasi. Sebagian besar entrepreneur dimotivasi oleh keinginan untuk menentukan nasibnya sendiri. Ada dua macam kebutuhan yang melandasi motivasi seorang entrepreneur, sebagai berikut:

a. Kebutuhan Berprestasi

Adalah motivasi yang memicu seseorang untuk terlibat dengan penuh rasa tanggung jawab, membutuhkan usaha dan keterambilan individu, terlibat dalam risiko sedang, dan memberikan masukan yang jelas.

b. Keinginan untuk Independent

(22)

22 9. Evaluasi Diri

Hal yang tak kalah penting dalam menjadi pengusaha suskes adalah evaluasi diri, meliputi:

o Locus of control

Locus of control adalah kepercayaan seseorang bahwa ia mampu menegendalikan lingkungan di sekitarnya. Seorang entrepreneur yang memiliki internal locus of control lebih mampu dalam memanfaatkan peluang kewirausahaan.

o Self Efficacy

Self-Efficacy adalah kepercayaan seseorang pada kekuatan diri dalam menjalankan tugas tertentu.

10. Krakteristik Kognitif

Karakteristik kognitif merupakan factor yang memengaruhi bagaimana seseorang berpikir dan membuat keputusan. Adapun Karakteristik kognitif yang membantu entrepreneur untuk memetakan pemanfaatan peluang tersebut antara lain :

a. Overconfidence

Overconfidence merupakan kepercayaan pada pernyataan diri yang melebihi keakuratan dari data yang diberikan. Overconfidence mendorong orang mampu memanfaatkan peluang usaha(Busenitz dalam Shane, 2003).

(23)

23 Merupakan keinginan untuk menggeneralisasi dari sebuah contok kecil yang tidakmewakili sebuah populasi, bias dalam representative akan mendorong seorang entrepreneur dalam membuat keputusan.

c. Intusi

Sebagian besar entrepnreneur menggunakan instusisi daripada menganalisis informasi dalam membuat keputusan. Kegunaan intuisi untuk memfasilitasi pembuatan keputusan mengenai ketersediaan sumber daya, mengorganisasi dan membangun strategi baru. Dengan memfasilitasi pembuatan keputusan maka argument akan muncul, dan intuisi selanjutnya akan meningkatkan performa dalam kegiatan entrepreneur, hasil penelitian Allison, dkk., menunjukan bahwa pendiri perusahaan lebih intuitif dalam pengambilan keputusan dibandingkan dengan manajer.

3.3 Persaingan Bisnis

(24)

24

o Monopoli, persaingan monopoli terjadi ketika pasar hanya

mendapatkan satu produsen sehingga yang terjadi adalah harga dapat dikendalikan oleh produsen tunggal tersebut.

o Oligopoly, adalah persaingan karena satu industry hanya terdapat

sedikit penjual karena untuk masuk ke dalam pasar tersebut membutuhkan investasi yang cukup besar yang harus dibayarkan.

o Persaingan Monopolistik, adalah persaingan yang terjadi pada

perusahaan yang memiliki skala besar atauskala kecil di mana perusahaan lebih mudah masuk untuk masuk atau keluar dari pasar tersebut.

o Persaingan Sempurna, adalah persaingan yang terjadi apabila hanya perusahaan yang berskala kecil dan dalam satu industri san itu perusahaan yang lain tidak dapat mempengaruhi harga pasar tersebut.

3.4 Pemasaran

(25)

25 Konsep utama dari pemasaran yaitu, pertama adanya pasar lalu adanya kebutuhan, keinginan dan permintaan, tersedianya barang dan jasa, memiliki nilai, kepuasan dan kualitas dan akhirnya terjadi pertukaran, transaksindan hubungan.

3.5 Strategi Mencari dan Mempertahankan Pelanggan

Dalam menjalankan bisnis perusahaan yang sudah lama atau yang masih baru perlu adanya pelanggan baru dan jika sudah memiliki pelanggan perlu pula untuk tetap mempertahankan pelanggan tersebut dengan cara menjaga kepercayaan pelanggan tersebut kepada perusahaan yang kita miliki, adapun strategi untuk mendapatkan pelanggan baru menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 204 ):

a. Mengambil posisi berhadapan langsung dengan pesaing (head to head positioning). Produk yang kita miliki harus memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk oesaing sehingga dapat menjatuhkan kualitas produk pesaing dengan produk yang kita miliki.

b. Mengambil posisi yang berbeda dari yang dilakukan pesaing (different position). Produk yang kita miliki haruslah bersaing dengan produk pesaing misalnya dalam hal, harga, kualitas, system pelayanan, kemasan dan sebagainya.

Dalam berbisnis mendapatkan pelanggan adalah hal yang baik karena kita dapat dipercaya oleh pelanggan tersebut untuk barang aaupun jasa, untuk mempertahankan pelanggan tersebut ada strategi yang harus dimiliki seorang pengusaha meburut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 201) yaitu:

(26)

26 b. Menyederhanakan proses pembelian.

c. Menambah daya tarik produk.

d. Memastikan kualitas produk dan jasa memenuhi harapan pelanggan. e. Memberikan garansi yang relistis

f. Menanggapi keluhan secara serius dan bertindak dengan penuh tanggung jawab.

g. Mengukuhkan loyalitas pelanggan.

3.6 Risiko

Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 424-425) Dalam pengelolaan bisnis pelru dilakukan secara berhati hati karena tingginya risiko dan harus memperhitungkan dengan cermat risiko yang akan dihadapi dan harus mengantisipasi risiko tersebut. Risiko sangat berhubungan dengan ketidakpastia n, menguntungkan atau merugikan maka dari itulah seorang pengusaha harus memikirkan risiko yang akan dihadapinya. Adapun sumber sumber dari risiko tersebut adalah Harta Benda,Utang, Kesehatan Jiwa dan Mata Pencarian, Keuangan . Adapun kategori-kategori dari risiko menurut

Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 430 ) :

a. Risiko Murni (Pure Risk) adalah risiko yang hanya dapay merugikan yang tidak pasti menguntungkan.

b. Risiko Spekulatif(Speculative Risk), risiko iini adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga kerugian.

(27)

27 d. Risiko Tertentu (Particular Risk) adalah risiko yang hanya berdampak pada individu saja dan tidak berpenaruh terhadap kelompok besar atau seluruh komunitas.

e. Risiko Perusahaan (Enterprise Risk) risiko ini mencakup semua risiko yang dihadapi oleh suatu perusahaan bisnis.

Dalam risiko tentunya ada untuk menghadapi semua risiko tersebut agar dapat terhindar dari risiko yang merugikan yang akan dihadapi jika menjadi seorang pebisnis menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 434) yaitu :

 Penghindaran, adalah salah satu metode dalam menghadapi risiko. Beberpa

pertimbangan penghindaranrisiko

a. Penghindaran keputusan menolak risiko sebaiknya memperhatikan informasi yang tersedia dan biaya pengendalian risiko.

b. Kemungkinan kegagalan pengendalian risiko

c. Kemampuan sumberdaya yang ada tidak memadai untuk pengendalian.

d. Penghindaran lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan pengendalian risiko yang dilakukan sediri.

e. Alokasi sumber daya tidak terganggu

 Kontrol Kerugian, hal ini dapat dilakukan dengan pencegahan kerugian dan reduksi

(28)

28  Hak Pemilikan (Retensi), individu maupun perusahaan berate mampu

memnanggung semua atau bagian dari risiko, kepemilikan risiko dapat aktif maupun pasit. Kepemilikan aktif berate individu secara sadar paham akan risiko dan secara bebas menanggung semua atau sebagian risiko tersebut, sedangkan kepemilikan pasif adalah individu tersebut tidak sadar dipertahankan karena katidaktahuan, indifference, atau kemalasan.

 Transfer Nonasuransi teknik mengatasi risiko ini secara teknis dilimpahkan kepada

perusahaan asuransi

 Asuransi, bagi kebanyakan orang asuransi adalah metode yang paling popular dan

praktis untuk menangani risiko besar

3.7 Etika Bisnis

Untuk menjadi seorang pengusaha sukses tentunya harus memiliki etika yang baik, baik itu kepada diri sendiri maupun orang lain, beretika bisnis harus diselaraskan dengan kesepakatan yang telah disetujui secara umum dalam lingkungan tersebut. Adapun beberapa etika bisnis menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2014: 538 )

yaitu:

a. Prinsip Otonomi, adalah sikap seseorang yang dapat bertindak berdasarkan kesadaran apakah keputusan itu baik atau buruk untuk dilakukan.

(29)

29 c. Prinsip Keadilan, seorang pengusaha yang sukses tentunya memiliki prinsip keadilan yang sangat baik seperti memberi perilaku adil terhadap setiap orang sesuai dengan aturan, objektif, rasional serta dapat dipertanggung jawabkan.

d. Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle), seorang pengusaha harus bias menjalankan bisnis tersebut dengan baik jika ada pihak kedua atau ketiga haru bisa membuat menguntungkan untuk semua pihak.

(30)

30

BAB IV

4.1 KESIMPULAN

Memulai bisnis bisa dilakukan sejak kita duduk dibangku sekolah karena

dengan begitu pengalaman yang kita dapat akan semakin bertambah banyak, dengan

pengalaman itu kita belajar akan semua hal yang berkaitan dengan dunia bisnis

karena tidak sedikit orang yang telah gagal dalam menjalankan bisnis hanya karna

mereka menyerah berusaha tidak mengulang dan mencari tahu kenapa mereka

menjadi gagal. Untuk menjadi seorang pengusaha sukses jiwa yang kuat dan mental

baja wajib dimiliki karena tanpa modal tersebut seorang pebisnis tidak akan kuat

menjalani betapa kerasnya persaingan bisnis diluar sana. Karnea kesuksesan

seseorang tidak akan pernah ada di genggaman orang lain melainkan ada pada

genggaman kita sendiri bagaimana kita berusaha dan meraih kesuksesan yang kita

(31)

31

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Bagi guru, penelitian ini bisa menjadi masukan kepada guru dalam mendidik anak agar mandiri, tidak cengeng dan percaya diri dalam mengambil keputusan untuk diri sendiri.. Bagi

Ketujuh ciri sikap percaya diri di atas dapat diartikan siswa dalam pembelajaran tidak terlalu tergantung dengan orang lain karena telah memiliki seuatu keyakinan

Jadi kemandirian anak itu sangat penting bagi anak karena dapat mempengaruhi kehidupan anak kedepannya, dimana anak akan memiliki rasa percaya diri dalam menjaga