• Definisi dan insiden
• Etiologi
• Diagnosis
• Penatalaksaan
- Persalinan lama
- Mempercepat pematangan fetus
- Kapan dirujuk
Definisi
• Kontraksi uterus yang reguler diikuti dengan
dilatasi servik yang progresif dan atau penipisan
servik kurang dari 37 minggu usia gestasi
Masalah
•
intervensi untuk menghentikan persalinan
preterm tidak selalu efektif terutama bila tidak
dilakukan sedini mungkin
'Solusi
•
Diagnosa yang didasarkan pada derajat aktifitas
uterus dan pemeriksaan servik tunggal yang
Diagnosis
• Menetapkan waktu
• Riwayat kontraksi dan faktor-faktor resiko
• Pemeriksaan abdomen untuk menilai aktifitas uterus
• Pemeriksaan servik serial bila beralasan
• Pemeriksaan dengan spekulum steril yang tersendiri seharusnya dilakukan pada ketuban pecah dini
Menentukan Taksiran partus
• Rumus Naegele dapat digunakan dalam hubungannya
dengan HTA bila :
- hari pertama haid terakhir diketahui - siklus haid normal
- siklus teratur antara 24 dan 35 hari
- Tidak ada riwayat menggunakan kontrasepsi
•
USG harus dilakukan bila hari pertama haid
terakhir tidak diketahui atau tidak memenuhi
kriteria untuk menghitung TP
•
Keakuratan usia gestasi menurun dengan
meningkatnya usia kehamilan
-
7 - 12 minggu GA
± 5 hari
• Beritahu TP nya pada si ibu
- Informasikan mengenai TP berdasarkan hari pertama
haid terakhir apabila sesuai dan ulangi lagi pada saat
usia kehamilan 18 minggu
- Catat TP pada status
- Catat waktu dan hasil pemeriksaan USG pada status
(termasuk lokasi plasenta)
• Taksiran persalinan yang benar tidak akan berguna bila
hanya diketahui oleh dokter sedangkan pada saat
Insiden
• Persalinan preterm terjadi kira-kira
7% dari seluruh kehamilan
Kepentingannya
• Kelahiran preterm menyebabkan 75% mortalitas
perinatal
• Gejala sisa lama yang signifikan pada neonatal :
- Susunan Saraf Pusat dan perkembangan saraf
- Pernafasan
Penyebab
• Idiopatik
• Perdarahan antepartum
• Ketuban pecah dini
• Korioamnionitis
• Kehamilan kembar/polihidramnion
• Servik inkompeten dan anomali servik
• Penyakit pada ibu
Penatalaksaan persalinan preterm
Empat tujuan:
1. Diagnosis dini persalinan preterm
2. Identifikasi dan terapi penyebab persalinan preterm
bila mungkin
Penataksanaan kehamilan yang memanjang
Kurang dari 40% persalinan preterm mendapat
tokolisis
Tujuan terapi tokolisis:
• Menunda kelahiran bila mungkin:
- Pemberian kortikosteroid dalam 48 jam
- Transportasi
Kontraindikasi tokolisis
Kontra indikasi untuk melanjutkan kehamilan misalnya :
Preelampsia
Korioamnionitis
Kematian janin intrauteri
Tokolisis-tidak ada bukti kuat mengenai
kegunaannya
• Bolus cairan-trial kevi (n=48),tidak ada efek yang ditemukan
• Ethanol
- Trial kecil,tidak ada keuntungan yang lebih dibandingkan
plasebo
- ritodrine lebih efektif pada trial dengan kontrol
- perhatikan efek samping
Tokolisis-tidak ada bukti kuat untuk efeknya
• Magnesium sulfat
Tokolisis yang terbukti baik
-sympathomimetics (ritodrine)
- Tinggi efektifitasnya dalam menunda persalinan dalam
waktu yang singkat
- tidak ada efek yang diperlihatkan pada neonatus
• Inhibitor PG synthetase (indomethacin)
- Lebih efektif dibandingkan plasebo dalam menunda
persalian lebih dari 48 jam
- tidak ditemukan efek pada neonatus
• takikardi pada ibu dan janin
• sakit kepala dan kongesti hidung
• hiperglikemia/hipokalemia
• hipotensi
• edema paru
- kehamilan ganda
- intervensi lain
- infeksi
Kontraindikasi
-mimetik
• Penyakit kelainan struktur jantung,iskemia dan kelainan irama • Perdarahan antepartum yang nyata
• Kontrol kondisi kesehatan yang jelek - diabetes mellitus tipe 1
- hipertiroid
• Kontraindikasi terhadap penundaan persalinan - preeklampsia atau indikasi medis lain
- korioamnionitis,dugaan terjadinya gangguan fetus
Minimalisasi komplikasi pada neonatus
• Sindroma Gawat Nafas merupakan komplikasi yang paling sering pada persalinan preterm
• Insidennya lebih baik dengan adanya terapi yang lebih baru • Sindroma Gawat Nafas memegang peranan penting terhadap
beberapa kondisi lain,seperti: - Perdarahan intra ventrikuler - Enterokolitis nekrotizing
Meta analisa terhadap steroid antepartum
• 15 trial menilai pemberian glukokortikoid antenatal
untuk mengurangi kejadian sindroma gawat janin pada
bayi preterm (>24 minggu dan <34 minggu)
• Pemberian steroid yang tak lengkap mungkin tetap
bermanfaat
Efek kortikosteroid pada neonatus
RDS IVH NEC Perinatal Infection
Neonatal Death
0.1 1 10
Odds Ratio (95% Confidence Interval)
Kortikosteroid yang dianjurkan
• betamethasone 12 mg IM 2 kali sehari
• dexamethasone 6 mg IV 12h x 4
Hati-hati
• Steroid dan bahaya infeksi
Anjuran
Kapan sebaiknya terapi kortikosteriod diberikan ?
• usia kehamilan yang lebih muda 22 - 24 mgg
• usia kehamilan lanjut 34 - 36 mgg
• terapi profilaktik tergantung
diagnosa dan faktor resiko
Anjuran
Siapa yang menjadi target pemberian terapi steroid antenatal ?
• Tersedianya sarana neonatus atau obstetrik yang baik
• Tersedianya transportasi dan tenaga yang ahli
• Waktu perjalanan
• Resiko terhadap kesejahteraan ibu dan janin
• Resiko persalinan dalam perjalanan
- Paritas dan lama persalinan sebelumnya
- Kondisi servik
- Kontraksi
Persiapan dalam merujuk
•
Catatan antenatal,hasil laboratorium dan usg
•
Komunikasi
-
dengan pasien dan keluarga
-
dengan dokter yang menerima: mengenai indikasi
stabilisasi,optimalisasi,jenis transpor
•
Penolong yang tepat
•
Akses intra vena, obat yang sesuai,kecukupan cairan
intra vena
Persalinan preterm
• SC tidak dianjurkan pada prematuritas
• rekomendasi untuk C/S pada bahu <31 minggu tidak
didasarkan pada bukti yang baik
• forcep rendah untuk profilaktik tidak dianjurkan
• Episiotomi rutin tidak dianjurkan
Kesimpulan
• Diagnosis awal yang akurat
• Identifikasi dan obati penyebab bila mungkin
• Coba untuk mempertahankan kehamilan bila memungkinkan • Tindakan untuk meminimalkan mortalitas dan morbiditas
neonatus
- terapi steroid antenatal - merujuk pasien
Tujuan
• Definisi
• Diagnosis
Definisi
• Pecahnya ketuban sebelum waktu persalinan dimulai
– preterm < 37 minggu (PPROM)
Periode laten
• waktu saat pecahnya membran sampai dimulainya
persalinan
• semakin muda usia kehamilan semakin lama periode
laten
• pada kehamilan aterm 90% akan memulai persalinan
dalam 24 jam
• pada kehamilan 28-34 minggu
– 50% bersalin dalam waktu 24 jam
• idiopatik
• infeksi (mis: vaginosis bakterial) • polyhidramnion
• inkompeten servik • anomali uterin
Diagnosis ketuban pecah dini
• Riwayat sebelumnya
• Pemeriksaan dengan spekulum steril (hindari pemeriksaan digital)
– cuci vagina
– cairan terkumpul di fornik posterior – cairan bebas dari servik
– pemeriksaan pH cairan (kertas nitrazin) – tidak spesifik – ferning - gambaran daun pakis
Komplikasi Ketuban Pecah Dini
• infeksi fetus/neonatus
• infeksi ibu
Komplikasi Ketuban Pecah Dini pada kehamilan
preterm
• Persalinan dan kelahiran preterm • infeksi fetus dan neonatus
• infeksi ibu
• prolaps dan kompresi tali pusat • gagal induksi dan diikuti oleh SC
• Nilai kesejahteraan ibu dan bayi • Pastikan diagnosis
• Nilai keadaan servik dengan pemeriksaan spekulum (steril) • Cegah pemeriksaan servik digital
• Nilai kondisi yang memerlukan manajemen lanjutan
e.g. kenaikan suhu atau takikardi pada fetus dan ibu
Manajemen pada kehamilan aterm (>37
minggu)
• Hindari pemeriksaan dalam • Nilai adanya infeksi
• Pertimbangkan pemberian antibiotik bila terjadi ketuban pecah dini yang telah lama
minggu)
• Hindari pemeriksaan dalam
• Pertimbangkan steroid antenatal • Profilaksis antibiotik intrapartum
• Pantau tanda-tanda infeksi secara klinis (nadi, suhu dan denyut jantung bayi)
• Hindari pemeriksaan dalam • Steroid
• Pemberian antibiotik antepartum dan intrapartum
• Pantau tanda-tanda infeksi secara klinis (monitor suhu dan nadi ibu, denyut jantung janin, dan munculnya kontraksi uterus yang iritabel)
• Pemberian antibiotik yang sesuai bila terjadi korioamnionitis