MANAJEMEN PEMASARAN
“KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI”
Dosen Pengajar : Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., M.B.A
KELOMPOK 11 :
1. Della Putri Puspitasari 1610109949
2. Dinda Yuliana Handayani 1610110050
3. Dwi Kartika Sari 1610109878
4. Muhamad Saifudin 1610110165
5. Riesca Isnaeni 1610110315
6. Vivi Ratna Sari 1610109894
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA (STIESIA)
SURABAYA
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Mata Kuliah Manajemen Pemasaran dengan judul “Komunikasi Pemasaran Terintegrasi”.
Kami mengucapkan banyak terimakasih untuk pihak-pihak yang terlibat dan membantu dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada Bapak Dr. Achmad Yanu Alif Fianto, S.T., M.B.A selaku Dosen Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. Atas izin dan bantuan beliau, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, benar dan tepat waktu.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan kemampuan kami. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan sarannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.
Surabaya, 12 Maret 2017
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB IPENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 1
1.3. Tujuan ... 1
1.4. Manfaat ... 2
BAB IIPEMBAHASAN ... 3
2.1. Dasar-dasar Komunikasi ... 3
A. Sejarah Komunikasi ... 3
B. Proses Komunikasi ... 4
C. Komponen Komunikasi ... 4
D. Model- Model Komunikasi ... 6
2.2. Dasar-dasar pemasaran... 6
A. Segmentasi ... 6
B. Bauran Pemasaran ... 7
C. Hubungan antara Strategi dengan Pemasaran ... 7
D. Produk sebagai Objek Pemasaran ... 8
E. Kegiatan Distribusi ... 8
F. Kegiatan Promosi ... 8
G. Strategi Pemasaran ... 8
2.3. Basis Komunikasi Pemasaran ... 9
A. Komunikasi pemasaran ... 9
B. Pertimbangan-pertimbangan utama dalam perencanaan komunikasi pemasaran ... 9
C. Bagian-bagian bentuk komunikasi pemasaran ... 10
D. Komunikasi pemasaran yang terintegrasi ... 12
E. Model komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC) ... 13
F. Memperluas Konsep Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (IMC) ... 15
G. Pasar Sasaran ... 15
H. Mengembangkan Komunikasi Pemasaran Yang Efektif ... 16
iii
BAB IIIPENUTUP ... 17
3.1. Kesimpulan ... 17
3.2. Saran ... 17
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Sebagian Orang didalam Dunia Usaha selalu akan berkaitan dengan sebuah Komunikasi baik untuk komunikasi Program Perencanaan Produk yang dijual sampai kepada bagaimana supaya masyarakat mampu menerima manfaat dari sebuah produk yang diproduksi oleh seorang produsen.
Banyak problema yang terjadi dikalangan pebisnis untuk menjalankan usahanya. salah satu kasusnya adalah sarana komunikasi bagaimana sebuah produk bisa mendapatkan perhatian dari konsumen jika penyajian (komunikasi) kurang menarik??
Sarana Komunikasi sendiri bertujuan supaya mampu menarik perhatian dari konsumen supaya dapat merasakan manfaat dari sebuah produk yang ditawarkan. Dengan berbagai macam pembanding yang ada.
Kajian-Kajian tersebut supaya dapat diupayakan untuk menarik minat seorang konsumen di dalam dunia bisnis yang digeluti oleh seorang produsen, sehingga dapat memproduksi dan mengembangkan tingkat produksi seperti inovasi-inovasi baru terhadap suatu produk yang telah dipasarkan sebelumnya dengan memperoleh hasil yang maksimal.
1.2.
Rumusan Masalah
1 Apakah yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran terintegrasi ? 2 Bagaimana cara kerja rancangan pemasaran terintegrasi ?
3 Seberapa penting saluran pemasaran terintegrasi ?
1.3.
Tujuan
Tujuan penulisan makalah yang utama adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran yang telah diberikan oleh dosen dan untuk memberikan informasi kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung atas semua yang telah dipelajari serta disusun oleh penyusun sehingga pembaca dapat mengerti dan memahami materi komunikasi pemasaran terintegrasi.
2
1.4.
Manfaat
1 Penulis
a Dapat mengaplikasikan komunikasi pemasaran secara langsung
b Membantu penulis dalam mempermudah untuk memahami tata cara komunikasi manajemen pemasaran terintegrasi dengan baik dan benar. c Dapat mengembangkan media aplikasi dalam sistem komunikasi
manajemen pemasaran secara terintegrasi.
2 Pembaca
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Dasar-dasar Komunikasi
Kita mengetahui bahwa sebuah Komunikasi dapat menciptakan hubungan yang baik dan sangat erat kaitannya dengan sebuah pengetahuan dan keterampilan. Bagaimana kita dapat mengenal pribadi individu jika tidak menggunakan sarana komunikasi seperti mengkoreksi diri sendiri tentang kebaikan dan keburukan. Menimbang-nimbang suatu permasalahan dan mengupayakan supaya menjadi yang terbaik.
Demikian halnya dalam dunia pekerjaan sebagai seorang produsen yang menghasilkan suatu barang tertentu dan hendak dijual atau diedarkan pasti memerlukan suatu sarana atau mediator yaitu sebuah iklan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dengan publisitas, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut kemulut, dan penjualan personal diupayakan agar masyakat konsumen dapat menikmati hasil produk yang dihasilkan seorang produsen, meski banyak pesaing dalam dunia bisnis dan membuat seorang konsumen untuk tertarik kepada produk yang dipasarkan.
Melalui sebuah komunikasi dalam suatu perusahaan diperlukan supaya tidak terjadi adanya kesalahpahaman maksud pimpinan perusahaan, team perencanaan produksi, team produksi, hingga konsumen. Semuanya dibina melalui sarana komunikasi yang bertujuan untuk menjaga, memelihara suatu hubungan yang satu dengan yang lainnya.
A. Sejarah Komunikasi
Communication berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama, communication atau cummunicare yang berarti membuat sama (make to common). Kesimpulan sederhananya adalah suatu maksud yang bertujuan menyamakan pemahaman, penyampaian balik suatu maksud dan tujuan supaya dapat berjalan dengan sama.
Awalnya suatu komunikasi dipergunakan untuk menyampaikan pendapat dan pemikiran individu kepada suatu organisasi dengan adanya pendapat atau pemikiran dari seorang individu kepada seorang yang lain atau suatu organisasi maksud dan tujuannya dapat dipahami.
4 Dalam perkembangan zaman akhir-akhir ini dimana dunia informasi menjadi suatu kebutuhan bagi seluruh masyarakat yang ada, fasilitas informasi mengenai suatu kenaikan dan menurunnya bahan-bahan pokok, dan sehingga dunia merasa tidak ada lagi jarak untuk suatu informasi yang akan diterima oleh seseorang.
B. Proses Komunikasi
Ringkasan komunikasi sebagai berikut :
1. Komunikator (sender) adalah seorang yang bertugas untuk menyampaikan suatu maksud atau pesan kepada seseorang yang lain. Dapat dalam bentuk lisan, bahasa isyarat, dan simbol-simbol yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau diberikan melalui suatu media, dapat berupa pesan pada telepon seluler atau surat.
3. Fungsi Pengiriman (encording) adalah suatu proses untuk merubah pesan kedalam bentuk optimal untuk keperluan penyampaian pesan atau data.
4. Media/Saluran (channel) adalah suatu sarana media untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan.
5. Fungsi Penerimaan (decording), proses untuk memahami simbol dari bahasa-bahasa atau simbol grafis serta menghubungkannya dengan cara mengasosiasikan bunyi-bunyi lafal bahasa beserta dengan variasinya dari penerima pesan (fax) kepada penerima pesan.
6. Komunikan (receiver) menerima isi pesan dan mengartikannya kedalam suatu bahasa yang mampu dipahami oleh penerima pesan tersebut.
7. Respon (Response) merupakan rangsangan balik atau stimulus yang timbul akibat dari perilaku komunikan setelah pesan tersampaikan.
8. Komunikasi memberikan umpan balik (feedback) tanggapan atas sebuah pesan yang dikirimkan kepadanya. Apakah dapat memahami pesan yang telah disampaikan.
C. Komponen Komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell (dalam Wiryanto 2004) komponen komunikasi adalah :
1. Lingkungan komunikasi
Komunikasi memiliki 3 dimensi :
Fisik, yang mana komunikasi bersifat langsung/ terwujud (nyata)
5
Temporal (waktu) mencakup hitungan hari, jam, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
2. Komunikator/Pengirim dan Komunikan/Penerima
Istilah sumber penerima menegaskan bahwa setiap individu yang terlibat adalah sumber (speaker) sekaligus penerima (receiver) kita sedang berbicara, menulis, memberikan bahasa tubuh sebenarnya anda sedang menyampaikan pesan dan anda disebut sebagai penerima pesan jika anda membaca, mendengarkan dll.
3. Pesan/Media
Merupakan isi atau maksud yang akan disampaikan oleh seorang terhadap yang lain melalui media/saluran. Pesan komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk mengirimkan dan menerima pesan dari panca indra kita.
4. Umpan Balik
Umpan balik adalah suatu informasi yang dikirimkan kembali kepada pembawa pesan atau kepada sumbernya dapat menerima kembali pesan yang telah disampaikan. dalam sebuah kasus umpan balik jika digambarkan adalah jika anda menyampaikan pesan kepada seseorang maka umpan baliknya dapat berupa tamparan, kerutan pada dahi, anggukan atau gelengan kepala dan senyuman.
5. Gangguan (Noise)
Merupakan gangguan dalam komunikasi yang mendistrosi pesan. Guna menghalangi pesan tersampaikan kepada komunikan. Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik, psikologis, atau sematik (salah dalam pengartian makna).
6. Efek Komunikasi
Komunikasi selalu memiliki dampak kepada pengirim pesan maupun penerima pesan (orang yang terlibat dalam komunikasi) sebagai contohnya adalah dapat melakukan sintetis, atau mengevaluasi iklan sebelum mengambil keputusan untuk membeli, mendapatkan cara baru untuk membaca manual book pengguna ponsel untuk mengoperasikan phone cellular. Ini dapat juga disebut sebagai efek psikomotorik.
7. Etika dan kebebasan Memilih
6 D. Model- Model Komunikasi
1. Model komunikasi Linier
Model ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam bukunya yang berjudul The Mathermatical of Communication.
2. Model Interaksional
Dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang merencanakan komunikasi dua arah diantara komunikator.
3. Model Transaksional
Dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Menekankan pada pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus menerus
2.2.
Dasar-dasar pemasaran
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), penempatan (place), dan mempromosikan produk (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar (marketer). Kinerja pemasaran dilihat dari merek yang kuat, pangsa pasar yang besar, penjualan yang tinggi, profit, loyalitas, pelayanan yang prima, dll.
Keterbatasan dalam pemasaran memang sering terjadi, maka para pemasar harus melakukan pilihan-pilihan, biasa disebut dengan tradeoff. Maknanya kita harus memilih salah satu kesempatan dan diganti dengan kesempatan lain. Membangun merek memang membutuhkan usaha yang besar, berbeda dengan orang yang menjual barang komoditas yang hanya melihat permintaan dan penawaran saja. Barang komoditas seperti karet, kayu, minyak, gas, batubara dan lain-lain. Untuk itu, membangun merek membutuhkan strategi pemasaran. contohnya, memilih segmentasi, membangun positioning sampai menjalankan elemen-elemen 4P (product, price, place, dan promotion).
A. Segmentasi
7 B. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran terdiri dari 4 komponen dalam pemasaran yaitu:
1. Product (produk)
2. Price (harga)
3. Place (tempat, termasuk juga distribusi)
4. Promotion (promosi)
Dalam perkembangannya 4P diatas dilengkapi 3P, yaitu:
1. People (orang)
2. Physical evidence (bukti fisik)
3. Process (proses)
Konsep pemasaran yaitu menciptakan waktu dan tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Metode 4P diatas berlaku juga untuk pemasaran melalui internet
C. Hubungan antara Strategi dengan Pemasaran
Strategi adalah serangkaian rancangan besar sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuan. Hubungan strategi dan pemasaran menjadi penting dalam dunia bisnis, karena pada hakikatnya hubungan ini merupakan langkah-langkah kreatif yang diupayakan pada perusahaan guna mencapai target pemasaran terbaik demi memuaskan konsumen secara maksimal.
Tujuan pemasaran :
Konsumen mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan konsumen
Perusahaan dapat menjelaskan secara detail kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. kegiatan pemasaran meliputi : desain produk, promosi produk, mengiklankan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar dapat ke tangan konsumen.
8 D. Produk sebagai Objek Pemasaran
Produk adalah objek yang sangat vital yang sangat mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mendatangkan tingkat keuntungan yang tetap menjaga aktivitas operasional dan kesehatan keuangan perusahaan. Produk itu sendiri mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda-beda, dan apabila produk itu mempunyai potensial yang tinggi maka dengan sendirinya akan diburu konsumen tanpa melakukan promosi dalam manajemen pemasaran.
Analisis terhadap Harga Produk
Penetapan harga dari suatu produk akan sangat dipengaruhi oleh pengorbanan untuk memproduksi produk itu sendiri. Penetapan harga juga membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar tidak mengalami kerugian. Penetapan harga yang cerdas sehingga dapat meningkatkan penjualan.
E. Kegiatan Distribusi
Pemilihan strategi yang tepat untuk membantu produk sampai ke tangan konsumen dengan harga yang sudah ditentukan. Dengan memperhatikan saluran distribusi (distribution channel) maka akan memperlancar kegiatan pemasaran dan untuk menganalisis berbagai kendala yang terjadi di lapangan.
F. Kegiatan Promosi
Dengan adanya promosi, konsumen dapat mengetahui perusahaan meluncurkan produk baru. Dengan mempertimbangkan faktor strategi pemasaran, maka promosi dapat dilakukan dengan lebih cerdas dan efisien serta tepat sasaran.
G. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah proses perencanaan kebijakan perusahaan untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang sesuai dengan visi perusahaan. Persaingan merupakan motivasi utama dalam strategi pemasaran.
Konsep Strategi Pemasaran
Pengambilan Keputusan.
Dalam Perspektif sempit
Dalam perspektif luas
Level strategi
9 Tipe-tipe Strategi Pemasaran
ORIENTASI
strategi pemasaran yang berorientasi kepada pelanggan mencoba untuk membangun hubungan jangka panjang antara pelanggan dan bisnis.
STRATEGI UMUM
diferensiasi produk merupakan cara membedakan produk perusahaan dengan pesaingnya melalui modifikasi fisik produk. Dan kelemahan dari deferensiasi produk yaitu, pesaing mudah meniru produk kita dan perusahaan tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi tanpa kehilangan pelanggan.
STRATEGI SPESIFIK.
2.3.
Basis Komunikasi Pemasaran
A. Komunikasi pemasaran
Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah suatu sarana yang dilakukan oleh perusahaan secara langsung maupun tidak langsung baik secara visual, audio, maupun audiovisual guna memperkenalkan suatu barang atau jasa dengan merk dan kualitas tertentu untuk meningkatkan daya beli konsumen terhadap suatu produk yang di jual. Dengan dilakukannya komunikasi ini dapat memberikan suatu himbauan mengenai produk dan selain itu juga dapat mempermudahkan kosumen untuk memilih produk mana yang akan digunakan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.
B. Pertimbangan-pertimbangan utama dalam perencanaan komunikasi pemasaran
Sebelum dilakukannya suatu komunikasi pemasaran kita terlebih dahulu harus memperhatikan 5 W yaitu :
1. What (apa) : apa yang kita capai dalam komunikasi ini ?
2. Who (siapa) : siapa saja yang akan menjadi audiens ?
3. Where (dimana) : dimana kita akan mengomunikasikannya ?
4. When (kapan) : kapan kita akan melaksanakan komunikasi ?
10 C. Bagian-bagian bentuk komunikasi pemasaran
Bagian – bagian dari bentuk komunikasi dapat dibagi menjadi 2 yaitu : 1. Komunikasi pribadi, ialah interaksi yang dilakukan oleh suatu pemasar
dengan pelanggan dengan secara individual
2. Komunikasi non-pribadi, ialah interaksi yang dilakukan oleh suatu pemasar dengan pelanggan dengan cara mengirim pesan-pesan kepada audiens
Dalam jenis pertama, pesan-pesan disesuaikan dengan masing – masing pribadi dan bergerak hanya dalam dua arah antara kedua belah pihak. Dalam jenis terakhir ini, pesan-pesan bergerak hanya dalam satu arah umumnya diarahkan kepada segmen pasar yang besar berupa pelanggan dan calon pelanggan, dan bukan hanya pada satu orang saja.
Model Proses Komunikasi
1. Model Makro dari Proses Komunikasi
Unsur-unsur dalam proses komunikasi
2. Tanggapan Konsumen Model Makro
Konteks kampanye komunikasi pemasaran :
1. Kesadaran
Jika saat kampanye pendengar tidak menyadari suatu objek, tugas pembicara adalah menyadarkan para pendengar agar mengetahui objek tersebut. Misalnya, Universitas A menginginkan siswa dari SMA A menjadi jumlah pendaftar terbanyak di Universitas A. Tetapi siswa
Media
Fungsi komunikasi Fungsi Komunikasi
Pesan acak yang sali ng bertentangan
11 SMA A belum mengetahui detail dari Universitas A. Maka pembicara harus membuat siswa SMA A mengenal Universitas A.
2. Pengetahuan
Pendengar mungkin telah mengetahui sebuah hal mengenai sesuatu, tetapi tidaklah lengkap. Misal, siswa SMA A pernah mendengar informasi mengenai Universitas A. Tetapi informasi yang didapatkan hanyalah sedikit. Seorang pembicara harus menunjukkan kelengkapan informasi dai Universitas A. Semacam keunggulan dari Universitas A, prestasi yang telah didapatkan oleh Universitas A.
3. Kesukaan
Jika pendengar terlihat tidak menyukai Universitas A, maka seorang pembicara harus mengetahui alasannya. Jika alasan tersebut adalah masalah negative yang benar-benar terjadi, maka Universitas A harus segera menyelesaikan masalah tersebut dan mengumumkan bagaimana mutu barunya.
4. Kelebihsukaan atau preferensi
Pendengar mungkin mulai menyukai Universitas A tetapi perasaan suka tersebut tidak lebih dibanding dengan Universitas yang pendengar pilih sebelumnya. Disini tugas pembicara harus bisa menunjukkan perbandingan keunggulan, kualitas, prestasi, dll dengan pesaing lain.
5. Keyakinan
Pendengar mungkin lebih menyukai Universitas tertentu, tetapi rasa suka tersebut hanyalah sebatas menyukai dn tidak ada minat untuk mendaftarkan diri. Tugas pembicara adalah menumbuhkan keyakinan dan memperoleh niat maupun kepercayaan siswa SMA A untuk tertarik kepada Universitas A.
6. Pembelian
Para pendengar akhirnya berminat dan berniat untuk melakukan pendaftaran, tetapi dana menjadi masalah bagi siswa. Tugas pembicara adalah memberi penawaran khusus kepada calon mahasiswa. Seperti, menawarkan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu maupun berprestasi.
Model Hierarki Tanggapan :
12
aku Tindakan Pembelian
Pengujian
Penggunaan
Perilaku
D. Komunikasi pemasaran yang terintegrasi
Tugas pemasar adalah merencanakan suatu aktivitas pemasaran dan membentuk program pemasaran yang terintegrasi penuh untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menghantarkan nilai kepada pelanggan. Empat dimensi (SIVA) dan pertanyaan-pertanyaan pelanggan yang hendak dijawab adalah, sebagai berikut :
1. Solusi (solusion) : bagaimana cara agar mendapat solusi mengenai suatu masalah ?
2. Informasi (information) : dimana saja supaya bisa belajar tentang solusi tersebut ?
3. Nilai (value) : apa pengorbanan yang dapat dilakukan agar bisa mendapatkan banyak solusi ?
4. Akses (access) : dimana kita bisa menemukannya ?
Perusahaan bisa memuaskan kebutuhan pelanggan dan melampaui ekspektasi mereka secara ekonomis dan nyaman dengan komunikasi yang efekif. Ada 2 kunci pemasaran terintegrasi yaitu :
1. Banyak aktivitas pemasaran yang berbeda-beda mengkomunikasikan dan menyampaikan nilai
2. Ketika dikoordinasikan, aktivitas pemasaran memaksimalkan efek gabungannya.
13 Pendekatan IMC (integrated marketing communications) dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi metode yang paling tepat dan efektif dalam berkomunikasi dan membangun hubungan baik dengan konsumen.
Faktor perubahan signifikan dalam pemasaran dan komunikasi yang berkontribusi dengan IMC menurut Richad J. Semenik (2002) :
Fregmentasi media
Semakin baiknya penilaian masyarakat menyangkut teknologi database
Pemberdayaan konsumen
Meningkatnya ragam pesan iklan
Tuntutan akan tanggung jawab yang lebih besar
E. Model komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC)
Komunikasi pemasaran yang baik dalam penerapannya akan berdampak pada persepsi positif (kepercayaan) terhadap merek yang disampaikan, dan kepercayaan terhadap merek akan memperlancar komunikasi pemasaran terintegrasi.
Unsur-unsur komunikasi :
1. Periklanan
Promosi ide dalam bentuk komunikasi non-pribadi yang dilakukan oleh pemasar untuk menginformasikan, mendidik atau mempengaruhi sasaran anggota audiens guna suatu barang dan jasa melalui suatu sponsor. Iklan adalah titik kontak pertama dalam pemasar barang dan jasa khususnya dalam pasar konsumen. Banyak macam bentuk iklan seperti media massa (TV atau radio), cetakan (majalah dan Koran) dan banyak jenis media luar ruang (poster, reklame, pesan elektronik, internet, situs dan bahkan bus).
2. Promosi penjualan
Cara mendorong keinginan konsumen untuk mencoba bahkan membeli suatu produk atau jasa yang dipromosikan. Dengan karakteristik : menggunakan cara pendekatan, menarik perhatian pelanggan, menawarkan kekuatan dari intensif untuk membeli, mengundang dan cepat memberikan penghargaan atas respons konsumen, efeknya jangka pendek. Macam-macam bentuk promosi penjualan adalah pemberian sampel, Kupon, Diskon jangka pendek, Rabat pendaftaran, Premium cindera mata, Promosi hadiah
3. Hubungan masyarakat dan publisitas
14 4. Penjualan personal
Sebuah cara pemasaran dengan bertatap muka langsung dengan calon pembeli atau lebih bertujuan untuk mempresentasikan suatu produk serta menjawab & menerima kritik & saran
5. Pemasaran langsung
Dengan menggunakan surat, e-mail, telepon, faksimili dan alat penghubung nonpersonal lainnya atau dengan mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan atau calon pelanggan.
6. Acara dan pengalaman
Kegiatan publisitas dengan cara mengadakan kegiatan organisasional yang bersifat promosi sehingga menjadi perhatian konsumen. Cara ini berorientasi pada pencapaian pasar sasaran yang terbatas namun efektif. Bauran komunikasi terdiri dari:
Periklanan
Promosi penjualan konsumen
Promosi dagang dan co-marketing
Pengemasan (packaging)
Penjualan personal
Hubungan masyarakat
Publisitas merek
Periklanan korporate
Internet
Pemasaran langsung
Kontak yang memberikan pengalaman: acara, pensponsoran
Layanan pelanggan
Berita dari mulut ke mulut 7. Ekuitas merek
Seperangkat aset dan kepercayaan merek yang terkait dengan merek tertentu, nama atau simbol yang mampu menambah dan mengurangi nilai yang diberikan sebuah jasa atau produk, baik bagi pemasar. perusahaan maupun pelanggan.
8. Kesadaran akan merek
Kemampuan calon pembeli untuk mengenali atau mengingat suatu merek itu suatu bagian dari kategori produk.
9. Dasar asosiasi lain dapat dikaitkan terhadap merek
15 11.Substansi/komitmen
Semakin tinggi kesadaran suatu nama suatu produk menunjukkan semakin tinggi komitmen dari merek tersebut.
12.Merek menjadi bahan pertimbangan citra merek
13.Citra merek
14.Respon terhadap merek
15.Tingkat loyalitas yang paling dasar adalah pembeli suka berpindah-pindah merek atau tidak ada loyalitas maka disebut tipe konsumen swither/price buyer.
16.Tingkat kedua adalah pembeli merasa puas dengan produk yang digunakan.
17.Tingkat ketiga berisi orang-orang puas, namun memikul biaya peralihan produk lain.
18.Tingkat keempat adalah konsumen yang benar-benar menyukai merek tersebut.
19.Tingkat teratas adalah pelanggan setia.
Hubungan dengan merek adalah hubungan yang berkaitan dengan produk.
F. Memperluas Konsep Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (IMC)
Konsep IMC atau Komunikasi Pemasaran Terintegrasi dapat diperluas melalui :
1. Merumuskan visi, misi, pasar sasaran dan tujuan untuk pedoman perusahaan
2. Mempersatukan keterkaitan seluruh fungsi organisasi pemasaran
3. Menjaga integrasi fungsi dalam positioning
4. Memperkuat hubungan untuk membina loyalitas dan memperkuat merek
G. Pasar Sasaran
16 H. Mengembangkan Komunikasi Pemasaran Yang Efektif
Adapun langkah untuk mengembangkan program komunikasi dan promosi total yang efektif, yaitu :
1. Mengidentifikasi masyarakat yang dituju
2. Menentukan tujuan komunikasi tersebut
3. Merancang pesan
4. Memilih saluran komunikasi
5. Menentukan total anggaran promosi
6. Membuat keputusan atas bauran promosi
7. Mengukur hasil promosi
8. Mengelola dan mengkoordinasikan proses komunikasi pemasaran terintegrasi
I. Masa Depan Komunikasi Pemasaran
1. Segmentasi dan cakupan pangsa pasar sasaran : mencari ceruk pasar.
2. Salah satu strategi yang tepat untuk menembus situasi persaingan global adalah mencari ceruk yaitu dengan menfokuskan perhatian pada suatu daerah tertentu yang aman dan berpotensial.
3. Keseragaman global dalam strategi positioning, nama merek , pengemasan , penetapan harga dan periklanan
17
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Model komunikasi pemasaran atau yang sering disebut dengan promosi yang dulunya sering dilakukan dengan menawarkan secara langsung pada para calon pelanggan dan mengiklankan di televisi dengan tampilan yang monoton, kini cara-cara tersebut promosi yang seperti itu tidak dapat dilakukan lagi pada sekarang ini karena dianggap kurang efektif dan kurang bisa menarik minat calon pelanggan. Kini banyak perusahaan yang menggunakan cara baru, yaitu dengan melakukan komunikasi pemasaran terintegrasi. Untuk melakukan komunikasi pemasaran terintegrasi, pemasar harus memahami dan mengetahui pasar sasaran dan komponen-komponen dalam pemasaran tersebut. Komunikasi pemasaran terintegrasi ini diyakini cukup efektif untuk menarik minat pelanggan. Cara penyampaian komunikasi pemasaran terintegrasi yaitu seperti menayangkan iklan dengan lebih kreatif dan menunjukkan semua kelebihan yang ada dalam produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan, mengiklankan pada setiap aplikasi handphone yang sering digunakan oleh masyarakat.
3.2.
Saran
18
DAFTAR PUSTAKA
Hermawan, Drs. Agus M.si, M.Bus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta : Penerbit Erlangga
Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. 2008. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Jilid 2. Jakarta : Indeks
Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran, Edisi 13, Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga