LAPORAN PERANCANGAN SISTEM TATA UDARA
( Perancangan Gedung Pasca Sarjana Lantai Satu Universitas WiralodraIndramayu)
Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan
Mata Kuliah Perancangan Sistem Tata Udara
Program Studi Teknik Pendingin Dan Tata Udara
Disusun Oleh: Katim (1202018) Sanjaya Adi Putra (1202026)
Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara
Politeknik Negeri Indramayu
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan suatu Negara yang wilayahnya memiliki 2 musim yaitu, musim panas dan dingin, karena terdapat 2 musim untuk itu kita perlu melakukan upaya pengkondisian udara pada tiap musimnya. Apalagi manusia sangat membutuhkan lingkungan dengan udara ruang yang nyaman (thermal comfort) untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Dengan adanya lingkungan udara yang nyaman ini manusia akan dapat beraktivitas dengan tenang dan sehat. Keadaan udara pada suatu ruang dengan aktivitas yang tinggi, sangat berpengaruh pada kondisi dan keadaan penghuninya. Bila dalam suatu ruangan yang panas, manusia yang melakukan aktivitas di dalamnya tentu juga akan sangat terganggu dan tidak dapat melakukan aktivitasnya secara baik.
Tubuh manusia baik sedang diam maupun bergerak tentu akan terus-menerus menghasilkan panas, hal tersebut mengakibatkan kenyamanan thermal langsung berhubungan dengan tubuh manusia yang selalu membuang panas yang berlebihan. Dalam keadaan-keadaan normal pemindahan panas ini terjadi antara tubuh dan udara disekitarnya, namun demikian tubuh manusia memiliki pertahanan mekanisme alami yang terus menerus bekerja untuk mempertahankan keseimbangan yang diperlukan antara timbulnya panas dan pembuangan panas yang dihasilkan. Mekanisme-mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal, dengan mengendalikan jumlah pembuangan panas tersebut. Bila laju kehilangan panas terlalu lambat kita akan mudah berkeringat. Keringat tersebut menambah laju kehilangan panas karena penguapan.
manusia (comfort condition) adalah keadaan dimana temperatur berkisar 24 oC
-26 oC, dengan kelembaban 40 - 50%
Dalam menentukan mesin penyegar buatan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan:
a. Suhu dan kelembaban udara sekitar b. Luas area yang akan didinginkan
c. Jenis mesin pendingin yang akan digunakan
d. Jenis perancangan saluran-saluran pendingin (ducting).
1.2 Tujuan
a. Mengetahui dasar-dasar perencanaan (design) sistem tata udara b. Mampu menghitung beban pendinginan pada gedung
c. Mampu menganalisa pada diagram psikrometrik
d. Menyediakan informasi untuk pemilihan peralatan, sistem ukuran dan desain sistem
e. Agar betah
1.3 Batasan Masalah a. Perhitungan piping
1.4 Rumusan Masalah
a. Seberapa besar pengaruh pengkondisian udara pada manusia
b. Bagaimana cara mengkondisikan suatu ruangan pada temperatur thermal c. Pada temperatur berapa kenyamanan thermal pada manusia
d. Seberapa besar pengaruh beban internal dan Eksternal terhadap
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan Tugas Akhir sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini memuat tentang pengertian umum pengkondisian udara (Air Conditioning), faktor-faktor pertimbangan dalam pemilihan sistem tata udara , jenis-jenis sistem tata udara dan teori perhitungan beban pendinginan.
BAB III DATA PERANCANGAN
Bab ini menjelaskan tentang kondisi bangunan, letak dan posisi bangunan, situasi bangunan dan ruangan, bahan-bahan yang dipergunakan untuk bangunan, jumlah orang dalam ruangan, peralatan penghasil kalor, kondisi udara ruangan, kondisi udara luar, penyesuaian terhadap bulan dan arah mata angin.
BAB IV PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN
Bab ini menjelaskan tentang beban kalor dari sinar matahari yang melewati kaca, beban kalor dari sinar matahari yang melewati dinding
BAB V ANALISA PSIKROMETRIK
Bab ini menjelaskan tentang analisa psikrometrik dan pemilihan sistem tata udara
BAB VI PERANCANGAN SALURAN UDARA Bab ini menjelaskan tentang perancangn ductting
BAB VII PEMILIHAN UNIT SISTEM TATA UDARA Menjelaskan tentang pemilihan alat seperti Chiller, AHU,dll
BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Beban Pendinginan
Gambar 2.1 Proses Perpindahan Panas Melalui Beban Internal Dan Eksternal
Suatu bangunan atau ruangan akan memperoleh kalor dari berbagai sumber, baik internal maupun eksternal dan apabila temperatur dan kelembaban ruangan dipertahankan pada tingkat nyaman, maka kalor yang diperoleh ruangan harus dibuang agar kenyamanan dapat dirasakan. Mengenai hal tersebut maka perlu dilakukan perhitungan beban pendinginan, dimana dengan menghitung beban pendinginan kita dapat mengetahui kapasitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam suatu ruangan sesuai dengan luas bangunan dan faktor-faktor lainnya
2.2 Perhitungan Beban Pendingin
Perhitungan beban pendinginan (cooling load) dipengaruhi oleh beberapa faktor beban dari luar (eksternal) dan faktor beban dari dalam (internal)
a. Beban dari luar ruangan, meliputi:
Beban melalui atap
Beban melalui dinding
Beban melalui lantai
Beban melalui kaca
Beban radiasi matahari melalui kaca
Beban ventilasi
b. Beban dari dalam ruangan, meliputi:
Beban dari penerangan
Beban dari penghuni
Beban dari peralatan yang mengeluarkan kalor
2.2.1 Beban Eksternal (Luar) 2.2.1.1 Konduksi Melalui Dinding
Beban melalui dinding ini meliputi beban yang melewati dinding bagian samping kiri, kanan, depan dan belakang.
Q = U.A.CLTDc
Dimana :
Q = Cooling load for wall (BTU/hr)
U = Overall heat transfer coefficien for wall (BTU/hr-Ft2 -F)
A = Area of wall (Ft2)
CLTDc = Corrected value of CLTD (oF)
1
U=Fi1 +kx11+kx22+xnkn+Fo1 Dimana :
U = Overall heat transfer coefficien for wall (BTU/hr-Ft2 -F) from table 6.3
Fi = Inside Fo = Outside x = Thickness (Ft)
k = Konduktifitas thermal (BTU/hr-Ft2 –F) from table 6.3
A = P x l Dimana :
A = Luas (Ft2)
P = Panjang (Ft) l = Lebar (Ft)
CLTDc = CLTD + LM + (78-tR) + (ta-85)
CLTD= temperature (oF) from table 6.2
LM = correction for latitude and month (oF) from table 6.4
tR = room temperature (oF)
ta = average outside temperature on a design day (oF)
To = Design dry bulb temperature (oF) from table 2.1c
ta = TO – (DR/2)
Dimana:
ta = average outside temperature on a design day (oF)
To = Design dry bulb temperature (oF) from table 2.1c
DR = Daily range (oF) from table 2.1c
2.2.1.2 Konduksi Melalui Atap
Q = U.A.CLTDc
Dimana :
Q = Cooling load for roof (BTU/hr)
U = Overall heat transfer coefficien for roof (BTU/hr-Ft2 -F)
A = Area of roof (Ft2)
CLTDc = Corrected value of CLTD (oF)
1
U=Fi1 +kx11+kx22+xnkn+Fo1 Dimana :
U = Overall heat transfer coefficien for roof (BTU/hr-Ft2 -F) From table 6.1
Fi = Inside Fo = Outside x = Thickness (Ft)
k = Konduktifitas thermal (BTU/hr-Ft2 –F) From table 6.1
A = P x l Dimana :
A = Luas (Ft2)
CLTDc = CLTD + LM + (78-tR) + (ta-85)
Dimana:
CLTD= temperature (oF) from table 6.1
LM = correction for latitude and month (oF) from table 6.4
tR = room temperature (oF)
ta = average outside temperature on a design day (oF)
To = Design dry bulb temperature (oF) from table 2.1c
ta = TO – (DR/2)
Dimana:
ta = average outside temperature on a design day (oF)
To = Design dry bulb temperature (oF) from table 2.1c
DR = Daily range (oF) from table 2.1c
2.2.1.3 Konduksi Melalui Lantai
Q = U.A.TD Dimana :
Q = Cooling load for floor (BTU/hr)
U = Overall heat transfer coefficien for floor (BTU/hr-Ft2 -F)
A = Area of floor (Ft2)
TD = Temperature difference To-Ti (oF)
1
U=Fi1 +kx11+kx22+xnkn+Fo1 Dimana :
U = Overall heat transfer coefficien for floor (BTU/hr-Ft2 -F)
Fi = Inside Fo = Outside x = Thickness (Ft)
A = P x l Dimana :
A = Luas (Ft2)
P = Panjang (Ft) l = Lebar (Ft)
2.2.1.4 Konduksi Melalui Kaca
Q = U.A.CLTDc
Dimana :
Q = Cooling load for floor (BTU/hr)
U = Overall heat transfer coefficien for floor (BTU/hr-Ft2 -F) from table A.8
A = Area of floor (Ft2)
CLTDc = Corrected value of CLTD (oF)
A = P x l Dimana :
A = Luas (Ft2)
P = Panjang (Ft) l = Lebar (Ft)
CLTDc = CLTD + LM + (78-tR) + (ta-85)
Dimana:
CLTD= temperature (oF) froom table 6.5
LM = correction for latitude and month (oF)
tR = room temperature (oF)
ta = average outside temperature on a design day (oF)
To = Design dry bulb temperature (oF) from table 2.1c
ta = TO – (DR/2)
Dimana:
ta = average outside temperature on a design day (oF)
To = Design dry bulb temperature (oF) from table 2.1c
2.2.1.5 Radiasi Matahari Melalui Kaca
Q = SHGF x A x SC x CLF Dimana:
Q = solar radiation cooling load for glass (BTU/hr) SHGF= maximum solar heat gain factor (oF) from tabel 3.25
A = area of glass (ft2)
SC = Shading Coefficient from tabel 6.7 CLF = Cooling Load Factor for glass tabel 6.9
2.2.1.6 Beban Infiltrasi
Qs = CFM x 1,1 x (to-ti) Ql = CFM x 0,68 x (wo-wi) CFM = ACH x Room volume/60 Dimana:
Qs,Ql = Sensibel and laten infiltrasi (Btu/hr) CFM =Air infiltration rate into room (CFM) (to-ti) = Temperaure difference
(wo-wi)= Humidity ratio difference
2.2.1.7 Beban Ventilasi
Qs = CFM x 1,1 x (to-ti) Ql = CFM x 0,68 x (wo-wi)
CFM = CFM x Number Of people Dimana:
Qs,Ql = Sensibel and laten infiltrasi (Btu/hr) CFM =Air Ventilation rate into room (CFM) (to-ti) = Temperaure difference
2.2.2 Beban Internal (Dalam) 2.2.2.1 Lighting
Q = 3,4 x W x BF x CLF Dimana:
Q = Cooling load from lighting (Btu/hr) W = Lighting capacity (Watts)
BF = Ballast factor
CLF = Cooling Load factor for lighting
2.2.2.2 People
Qs = qs x n x CLF Ql = ql x n
Dimana:
Qs,Ql = Sensibel and laten heat gains
Qs,ql = Sensibel and laten heat gains per person n = number of people
CLF = Cooling load factor for people
2.2.2.3 Equipment
Q = Heat gain from equipment x n Dimana:
BAB III
DATA PERANCANGAN
3.1 Data Kondisi Bangunan 3.1.1 Jenis Keterangan Bangunan
Bangunan yang akan dirancang ialah ruangan Pasca Sarjana lantai satu Universitas Wiralodra Indramayu. Ruangan yang akan dikondisikan memiliki luas sekitar 66m x 29m = 1914 m2
3.1.2 Letak dan Posisi Bangunan
Bangunan ini berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda Km. 03 Singaraja Indramayu. Terletak membujur pada posisi 107o52’- 108o36’ Bujur Timur dan 6o15’- 6o40’
Lintang Selatan, dengan posisi bangunan menghadap ke arah Utara.
3.1.3 Kondisi Udara Lingkungan Luar
Berdasarkan data yang diperoleh dari ASHRAE Cooling Load Manual Kota Jakarta, dimana didapat data sebagai berikut:
Tabel 3.1 Kondisi Udara Kota Jakarta
No Tinjauan Nilai
1 Latitude (Garis Lintang) 6o LS
2 Design Dry-Bulb (1%) 96,8 oF / 36 oC
3 Design Wet-Bulb (1%) 85,3 oF / 29,6 oC
4 Humidity Ratio 0,024 lb/lb
5 Relative Humidity 65 %
6 Outdoor daily range (DR) 14 oF
7 average outside temperature on a design day (Ta) 89,8 oF
Tabel 3.2 Kondisi Udara Rancangan
No Tinjauan Nilai
1 Latitude (Garis Lintang) 6o LS
2 Design Dry-Bulb Temperature Room (tR) 78,8 oF / 26 oC
3 Design Wet-Bulb Temperature Room 68,6 oF / 20,3 oC
4 Humidity RatioDesign 0,013 lb/lb
5 Relative Humidity 60 %
6 Bulan Terpanas (Rancangan) November
7 Jam Terpanas 15.00
3.2 Konstruksi Bangunan 3.2.1 Material dinding (wall)
Gambar 3.1 Konstruksi Dinding
Tabel 3.3 Material Dinding
No Bahan
Thermal Conduktivity (Btu/hr.ft2.OF)
U koefisien kalor overall (Btu/hr.ft2.OF)
1 Outside Air Film 4,0
1,042 2 Cement Plester 1,5 Inch / 0,125 ft 8,0
3 Common Brick 4 Inch / 0,333 ft 5,0 4 Cement Plester 1,5 Inch / 0,125 ft 8,0
5 Inside Air Film 1,65
Sumber: DOSSAT-Principles Of Refrigeration Tabel 10-4 Hal.443
Posisi Ruang P (ft) L (ft) A (ft2)
Barat
Pasca Sarjana 1 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 2 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 3 26,25 11,15 292,69 Pasca Sarjana 5 26,25 11,15 292,69 Pasca Sarjana 6 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 7 29,53 11,15 329,26
Timur
Pasca Sarjana 1 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 2 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 3 26,25 11,15 292,69 Pasca Sarjana 4 26,25 11,15 292,69 Pasca Sarjana 6 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 7 29,53 11,15 329,26
Utara
Pasca Sarjana 2 26,25 11,15 292,69 Pasca Sarjana 3 39,37 11,15 438,98 Pasca Sarjana 4 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 5 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 7 26,25 11,15 292,69
Selatan
Pasca Sarjana 1 26,25 11,15 292,69 Pasca Sarjana 3 39,37 11,15 438,98 Pasca Sarjana 4 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 5 29,53 11,15 329,26 Pasca Sarjana 6 26,25 11,15 292,69
Tabel 3.5 Dimensi Jendela dan Pintu
Jenis P (ft) L (ft) A (ft2)
Jendela 1 1,94 5,58 10,83
Jendela 2 5,54 5,58 30,91
Jendela 3 2,95 1,97 5,81
Pintu 4,92 7,87 38,72
Tabel 3.6 Dimensi dinding Real
Posisi Ruang A (ft2)
Barat Pasca Sarjana 1 329,26 10,82 61,82 - 38,7
2 217,9
Pasca Sarjana 2 329,26 10,82 61,82 - 38,7
2 217,9
Pasca Sarjana 3 292,69 - - - - 292,69
Pasca Sarjana 5 292,69 - - - - 292,69
Pasca Sarjana 7 329,26 - 92,73 - - 236,53
Timur
Pasca Sarjana 1 329,26 - - 23,24 - 306,02
Pasca Sarjana 2 329,26 - - 23,24 - 306,02
Pasca Sarjana 3 292,69 - - - - 292,69
Pasca Sarjana 4 292,69 - - - - 292,69
Pasca Sarjana 6 329,26 10,82 61,82 - 38,7
2 217,9 Pasca Sarjana 7 329,26 10,82 61,82 - 38,7
2 217,9
Utara
Pasca Sarjana 2 292,69 - - - - 292,69
Pasca Sarjana 3 438,98 - - - - 315,34
Pasca Sarjana 4 329,26 - 92,73 - - 236,53
Pasca Sarjana 5 329,26 - 92,73 - - 236,53
Pasca Sarjana 7 292,69 - - - - 292,69
Selatan
Pasca Sarjana 1 292,69 - - - - 292,69
Pasca Sarjana 3 438,98 - 92,73 - 38,7
2 307,53
Pasca Sarjana 4 329,26 - 61,82 - 38,7
2 228,72
Pasca Sarjana 5 329,26 - 61,82 - 38,7
2 228,72
Pasca Sarjana 6 292,69 - - - - 292,69
3.2.3 Material Atap (roof) Tabel 3.7 Material Atap
No Bahan 2 Gypsum Board 1,5 Inch / 0,125 ft 0,03
3 Concrete 4 Inch / 0,333 ft 12,0 4 Ceramic 1,5 Inch / 0,125 ft 0,19
5 Inside Air Film 1,65
Sumber: DOSSAT-Principles Of Refrigeration Tabel 10-4 Hal.443 dan http://www. engineeringtoolbox.com/thermal-conductivity-d_429.html
3.2.4 Dimensi Atap Tabel 3.8 Material Atap
Posisi Ruang P (ft) L (ft) A (ft2)
4,9
Pasca Sarjana 4 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 5 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 6 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 7 29,53 26,25 775,16
3.2.5 Material Lantai (floor) Tabel 3.9 Material Lantai
No Bahan
Sumber: DOSSAT-Principles Of Refrigeration Tabel 10-4 Hal.443 dan http://www. engineeringtoolbox.com/thermal-conductivity-d_429.html
3.2.6 Dimensi Lantai Tabel 3.10 Dimensi Lantai
Posisi Ruang P (ft) L (ft) A (ft2)
Lantai
Pasca Sarjana 1 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 2 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 3 39,37 26,25 1033,46 Pasca Sarjana 4 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 5 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 6 29,53 26,25 775,16 Pasca Sarjana 7 29,53 26,25 775,16
3.2.7 Luas Kaca
Jendela 1 Jendela 2
Jendela 3 Keterangan
Frame kaca
5,5 4 1,9
4
Gambar 3.2 Dimensi Kaca
Type of Glazing = Single Glass, Clear
Type of Frame = alumunium
Condition = Summer
With Interior Shading, Venetian Blinds, Medium
Tabel 3.11 Luas Kaca
Jenis P (ft) L (ft) A (ft2)
Kaca 1 1,28 4,92 6,3
Kaca 2 4,89 4,92 24,06
Kaca 3 2,29 1,31 3
Tabel 3.12 Luas Kaca Tiap Ruangan
Posisi Ruang Kaca 1(6,3 ft) (24,06 ft)Kaca 2 Kaca 3(3 ft) (ftA 2)
Barat
Pasca Sarjana 1 6,3 48,12 - 54,42
Pasca Sarjana 2 6,3 48,12 - 54,42
Pasca Sarjana 6 - - 9 9
Pasca Sarjana 7 - - 9 9
Timur
Pasca Sarjana 1 9 - - 9
Pasca Sarjana 2 9 - - 9
Pasca Sarjana 6 6,3 48,12 - 54,42
Pasca Sarjana 7 6,3 48,12 - 54,42
Utara
Pasca Sarjana 3 - 96,24 - 96,24
Pasca Sarjana 4 - 72,18 - 72,18
Pasca Sarjana 5 - 72,18 - 72,18
Selatan
Pasca Sarjana 3 - 72,18 - 72,18
Pasca Sarjana 4 - 48,12 - 48,12
Pasca Sarjana 5 - 48,12 - 48,12
3.2.8 Lighting
3.13 Tabel Daya Lampu
Ruang Jenis Lampu Jumlah Daya Lampu
Watt
Pasca Sarjana 1 Neon 4 20 80
Pasca Sarjana 2 Neon 4 20 80
Pasca Sarjana 4 Neon 4 20 80
Pasca Sarjana 5 Neon 4 20 80
Pasca Sarjana 6 Neon 4 20 80
Pasca Sarjana 7 Neon 4 20 80
Total Watt 600
3.2.9 People
Tabel 3.14 Jumlah orang dalam ruangan Ruang Jumlah Orang Pasca Sarjana 1 30 Pasca Sarjana 2 30 Pasca Sarjana 3 30 Pasca Sarjana 4 30 Pasca Sarjana 5 30 Pasca Sarjana 6 30 Pasca Sarjana 7 30
3.2.10 Equipment
Tabel 3.15 Peralatan dalam ruangan
BAB IV
PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN
4.1 Beban Eksternal
4.1.1 Beban Melalui Dinding (Wall)
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q = CLTDc x A x U
CLTDc = CLTD + LM + (78-Tr) + (Ta-85) Tabel 4.1 Beban melalui dinding
Posis
Pasca
53 1,06 3259,38 Pasca
Q Total 152553,07
Keterangan:
U = DOSSAT-Principles Of Refrigeration Tabel 10-4 Hal.443 (4-in common brick + Cement plester)
CLTD = Edwar G.Pita tabel 6.2 hal 126 Chapter 6 (Group D, Jam 15.00)
LM = Edwar G.Pita tabel 6.4 hal 128 Chapter 6 (Latitude 0-8, Bulan November)
4.1.2 Beban Melalui Atap (Roof)
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q = CLTDc x A x U
CLTDc = CLTD + LM/HOR + (78-Tr) + (Ta-85)
Tabel 4.2 Beban melalui atap
Posi
si Ruang
CLT
D HORLM/ tR Ta CLTDc A U Q
Ata p
Pasca Sarjana 1
32 -1 78,8 89,8 35
775,16 0,17 4612,20
Pasca
Sarjana 2 775,16 0,17 4612,20
Pasca
Sarjana 3 1033,46 0,17 6149,09
Pasca
Sarjana 4 775,16 0,17
4612,2 0 Pasca
Sarjana 5 775,16 0,17 4612,20
Pasca
Sarjana 6 775,16 0,17 4612,20
Pasca
Sarjana 7 775,16 0,17 4612,20
Q Total 33822,30
Keterangan:
U = DOSSAT-Principles Of Refrigeration Tabel 10-4 Hal.443 dan http://www. engineeringtoolbox.com/thermal-conductivity- d_429.html
CLTD = Edwar G.Pita tabel 6.1 hal 125 Chapter 6 (4 in Heavy Weight Concrete, Jam 15.00)
LM = Edwar G.Pita tabel 6.4 hal 128 Chapter 6 (Latitude 0-8, Bulan November)
4.1.3 Beban Melalui Lantai (Floor)
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q = TD x A x U
TD = To-Tr
Tabel 4.3 Beban melalui lantai
Posi
si Ruang
TD A U Q
(F) (ft2) (BTU/hr-Ft2- oF) Btu/hr
Lant ai
Pasca Sarjana
2 7 Pasca Sarjana
3 1033,46 0,65 12091,48
Pasca Sarjana
4 775,16 0,65
9069,3 7 Pasca Sarjana
5 775,16 0,65 9069,37
Pasca Sarjana
6 775,16 0,65 9069,37
Pasca Sarjana
7 775,16 0,65 9069,37
Q Total
66507 ,71
Keterangan:
U = DOSSAT-Principles Of Refrigeration Tabel 10-4 Hal.443 dan http://www. engineeringtoolbox.com/thermal-conductivity-d_429.html ( Concrete, Cramic).
4.1.4 Beban Melalui Kaca
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q = CLTDc x A x U
CLTDc = CLTD + (78-Tr) + (Ta-85)
Tabel 4.4 Beban melalui kaca
Posis
Sarjana 1 14 78,8 89,8 10 54,42 1,01 549,642 Pasca
Sarjana 2 14 78,8 89,8 10
54,42 1,01 549,6 42
Sarjana 2 14 78,8 89,8 10
9 1,01 90,9
Pasca
Sarjana 7 42
Utara
Pasca
Sarjana 3 14 78,8 89,8 10 96,24 1,01 972,024 Pasca
Sarjana 4 14 78,8 89,8 10
72,18 1,01 729,0 18 Pasca
Sarjana 5 14 78,8 89,8 10 72,18 1,01 729,018
Selat an
Pasca
Sarjana 3 14 78,8 89,8 10 72,18 1,01 729,018 Pasca
Sarjana 4 14 78,8 89,8 10 48,12 1,01 486,012 Pasca
Sarjana 5 14 78,8 89,8 10
48,12 1,01 486,0 12
Q Total 6693,27
Keterangan:
U = Edwar G.Pita tabel A.8 hal 500 Chapter 6 (Type of Glazing = Single Glass, Clear, Type of Frame = alumunium, Condition = Summer, With Interior Shading, Venetian Blinds, Medium
CLTD = Edwar G.Pita tabel 6.5 hal 129 Chapter 6 (Jam 15.00)
4.1.5 Beban Radiasi Matahari Melalui Kaca
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q = SHGF x SC x CLF x A
Tabel 4.5 Beban radiasi melalui kaca
Posisi Ruang SHGF SC CLF A Q
(F) (F) (F) (ft2) Btu/hr
2 220 0,74 0,72 54,42 6378,8947 Pasca Sarjana
6 220 0,74 0,72 9 1054,944 Pasca Sarjana
7 220 0,74 0,72 9 1054,944
Timur Pasca Sarjana
1 220 0,74 0,72
Pasca Sarjana
7 220 0,74 0,72 54,42 6378,8947
Utara
Pasca Sarjana
3 33 0,74 0,72 96,24 1692,1302 Pasca Sarjana
4 33 0,74 0,72 72,18 1269,0976 Pasca Sarjana
3 160 0,74 0,72 72,18 6153,2006 Pasca Sarjana
4 160 0,74 0,72 48,12 4102,1338 Pasca Sarjana
5 160 0,74 0,72 48,12 4102,1338
Q
Total 48323,148
Keterangan:
SHGF = Cooling load calculation manual hal 3.35 chapter 3
SC = Edwar G.Pita tabel 6.7 hal 132 Chapter 6 (single glass + clear + with interior shading + venetian blinds)
CLF = Edwar G.Pita tabel 6.10 hal 135 Chapter 6 (Jam 15.00)
4.1.6 Beban Infiltrasi
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q Total = Qs +Ql
Qs = CFM x 1,1 x (to-ti)
Ql = CFM x 0,68 x (Wo-Wi)
CFM = ACH x Room Volume/60
Tabel 4.6 Beban infiltrasi
Ruang ACH VolumeRoom
Sensibel Qs Laten Ql
CF
M 1,1 to -ti btu/hr 0,68 CFM Wo -Wi btu/hr
Pasca Sarjana
1 0,48 8643,06
69,1
4 1,1 18 1369,06 0,68 69,14 0,01 0,47
Pasca Sarjana
2 0,48 8643,06
69,1
4 1,1 18 1369,06 0,68 69,14 0,01 0,47
Pasca
3 Pasca Sarjana
4 0,48 8643,06
69,1
4 1,1 18 1369,06 0,68 69,14 0,01 0,47
Pasca Sarjana
5 0,48 8643,06
69,1
4 1,1 18 1369,06 0,68 69,14 0,01 0,47
Pasca Sarjana
6 0,48 8643,06
69,1
4 1,1 18 1369,06 0,68 69,14 0,01 0,47
Pasca Sarjana
7 0,48 8643,06
69,1
4 1,1 18 1369,06 0,68 69,14 0,01 0,47
Q Total
Sensibel 10039,62 Q TotalLaten 3,45
Q Total 10043,07
Keterangan:
ACH = Edward G.Pita Hal.156 Tabel 6.22 (Class Medium, Temp Outdoor 90 F)
4.1.7 Beban Ventilasi
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q Total = Qs +Ql
Qs = CFM x 1,1 x (to-ti)
Ql = CFM x 0,68 x (Wo-Wi)
CFM = CFM x Jumlah Orang
Tabel 4.7 Beban Ventilasi
Ruang
Sensibel SensibeQ
Pasca Sarjana
Nilai CFM/Orang = 15 CFM
4.2 Beban Internal 4.2.1 Beban Lighting
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Q = 3,4 x W x BF x CLF
Tabel 4.8 Beban Lighting
Ruang LampJenis
Karena menggunakan jenis lampu Neon ( Fluorescent Lighting), maka nilai BF = 1,25
Nilai CLF = 1,0
4.2.2 Beban People
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Qs = qs x n x CLF
Ql = ql x n
Tabel 4.9 Beban people
Ruang
Jumlah
Orang CLF qs ql
Q Sensib
el
Q Laten
(n) Btu/hr Btu/hr Btu/hr Btu/hr
Pasca Sarjana 1 30 0,13 250 200 975 6000 Pasca Sarjana 2 30 0,13 250 200 975 6000 Pasca Sarjana 3 30 0,13 250 200 975 6000 Pasca Sarjana 4 30 0,13 250 200 975 6000 Pasca Sarjana 5 30 0,13 250 200 975 6000 Pasca Sarjana 6 30 0,13 250 200 975 6000 Pasca Sarjana 7 30 0,13 250 200 975 6000
Q Total 48825
Keterangan:
CLF = Edward G.Pita, Tabel 6.14 hal 141
qs dan ql = Edward G.Pita, Tabel 6.13 hal.139 (moderately active office work (pekerjaan kantor cukup aktif)
4.2.3 Beban Equipment
Untuk mengetahui beban dinding kita dapat menggunakan rumus
Beban Equipment = Jumlah alat x Heat Gain Equipment
Tabel 4.10 Beban Equipment
Ruangan Jumlah
7500 Btu/hr
Pasca Sarjana 1 1 7500
Pasca Sarjana 2 1 7500
Pasca Sarjana 3 1 7500
Pasca Sarjana 4 1 7500
Pasca Sarjana 5 1 7500
Pasca Sarjana 6 1 7500
Pasca Sarjana 7 1 7500
Q Total 52500
Keterangan:
4.3 Beban Total
Ruang
Eksternal Q
Dinding Q Atap
Q Lantai
Q kaca
Q Radiasi melaui kaca
Q Infiltrasi (Btu/hr)
Q Ventilasi (Btu/hr)
Btu/hr Btu/hr Btu/hr Btu/hr Btu/hr Sensibel Laten Sensibel Laten
Pasca
Sarjana 1 25222,07 4612,20 9069,37 640,54 7433,84 1369,06 0,47 5940 2,04
Pasca
Sarjana 2 19637,55 4612,20 9069,37 640,54 7433,84 1369,06 0,47 5940 2,04
Pasca
Sarjana 3 30894,15 6149,09 12091,48 1701,04 7845,33 1825,26 0,63 5940 2,04
Pasca
Sarjana 4 21944,17 4612,20 9069,37 1215,03 5371,23 1369,06 0,47 5940 2,04
Pasca
Sarjana 5 16049,40 4612,20 9069,37 1215,03 5371,23 1369,06 0,47 5940 2,04
Pasca
Sarjana 6 22195,13 4612,20 9069,37 640,54 7433,84 1369,06 0,47 5940 2,04
Pasca
Sarjana 7 16610,60 4612,20 9069,37 640,54 7433,84 1369,06 0,47 5940 2,04
Q Total
-Internal
Q Total per Ruangan Q
Lighting Q People(Btu/hr) Q Equipment
Btu/hr Sensibel Laten Btu/hr Btu/hr
340 975 6000 7500 69104,60
340 975 6000 7500 63520,07
510 975 6000 7500 81434,02
340 975 6000 7500 64338,58
340 975 6000 7500 58443,80
340 975 6000 7500 66077,65
340 975 6000 7500 60493,13
- 6825,00 - 52500,00 110944,62
- - 42000,00 - 42017,73
2550,00 - - 310449,49
Q Total 463411,84
Safety Factor 0,10
Deversity 0,90
Refrigeran
Ruang Refrigeration Load Sensibel Laten RSHR hRA hSA 20%ṁ x V CFM
Pasca
Sarjana 1 68413,55 15784,1 6002,5 0,72 33,2 28,0 2631 14,6 639
Pasca
Sarjana 2 62884,87 15784,1 6002,5 0,72 33,2 28,0 2419 14,6 587
Pasca
Sarjana 3 80168,04 16240,3 6002,7 0,73 33,2 28,0 3083 14,6 748
Pasca
Sarjana 4 63695,19
1578 4,1
6002,
5 0,72 33,2 28,0 2450 14,6 594
Pasca
Sarjana 5 57859,36 15784,1 6002,5 0,72 33,2 28,0 2225 14,6 540
Pasca
Sarjana 6 65416,87 15784,1 6002,5 0,72 33,2 28,0 2516 14,6 611
Pasca
Safety
Factor Deversity RefrigeranLoad
PK Per
Ruangan RuanganPer Per
Ruangan
0,10 0,90
0,10 0,90 68413,55 7,6
0,10 0,90 62884,87 7,0
0,10 0,90 80619,67 9,0
0,10 0,90 63695,19 7,1
0,10 0,90 57859,36 6,4
0,10 0,90 65416,87 7,3
0,10 0,90 59888,19 6,7
BAB V
ANALISA PSIKROMETRIK
Diketahui:
RSCL = 110944,62 Btu/hr
RLCL = 42017,73 Btu/hr
TRA (Room Air) = 78,8 oF
TOA (Outside Air) = 96,7 oF
TSA (Supply Air) = 64 oF
hRA (Room Air) = 33,2 Btu/lb
hOA (Outside Air) = 49,4 Btu/lb
hSA (Supply Air) = 28 Btu/lb
WRA (Room Air) = 90 grain/lb ( 0,0128 lb/lb)
WOA (Outside Air) = 168 grain/lb ( 0,024 lb/lb)
WSA (Supply Air) = 80 grain/lb ( 0,0114 lb/lb)
WMix (Mixing) = 140 grain/lb ( 0,02 lb/lb)
a. RSHR = RSCL / RTCL
= 110944,62 / 152962,35 = 0,72
b. Laju aliran (ṁ) OA
ṁ =Grand Total Load (hRA−hSA)
OA
ṁ =458777,72 (33,2−28)
OA
ṁ =458777,725,2
OA
ṁ =88226,48 lb/hr OA
ṁ =20 %x88226,48 OA
c. CFMOA = ṁOA x Volume spesifik OA
= 17645,3 lb/hr x 14,6 ft3/lb
= 257621,38 ft3/hr
= 4293,7 ft3/min
d. CFMTotal = RSCL / 1,1 (TRA –TSA )
= 110944,62 / 1,1 (78,8– 64 ) = 110944,62 / 16,28
= 6814,78 ft3/min
e. TMix = TRA + [ (CFMOA / CFMTotal) ( TOA – TRA ) ]
= 78,8 + [ (4293,7 / 6814,78) ( 96,8 – 78,8) ] = 78,8 + ( 0,63 x18)
= 78,8 + 11,34 = 90,14 oF
f. Beban Koil
Q s = 1,1 x CFMTotal x (TMix – TSA )
=1,1 x 6814,78 x (90,14 - 64 ) = 1,1 x 6814,78 x 26,14 = 195952,18 Btu/hr
Q l = 4840 x CFMTotal x (WMix – WSA )
= 4840 x 6814,78x (WMix – WSA )
= 4840 x 6814,78 x (0,02 - 0,0114 ) = 4840 x 6814,78 x (0,0086)
= 283658,4 Btu/hr QTotal = Qs + Ql
B A
BAB VI
PERANCANGAN SALURAN UDARA
Recommended velocities (FPM) Schools = 1300 - 2000 Sectio
n CFM V,ft/min
Friction Loss, in. W.
Per 100 ft Eq. D, in. Rect. Duct size, in.
AB 5221 1600 0,13 25 25 x 22
BC 3112 1600 0,18 19,5 15 x 22
CD 2328 1600 0,22 16,25 15 x15
DE 1608 1600 0,27 13,75 15 x 11
EF 735 1600 0,44 9,5 8 x 9,5
BG 2110 1600 0,24 15,75 15 x 14
GH 1446 1600 0,3 13 10 x 14
HI 691 1600 0,5 8,75 8 x 8
total Sensibel Laten m 20%m V CFM
75619
,8 23674,7 7204,1 16439,1 3287,8 14,3 784
FAN
F
559 611 540
594 748 587 639
E D C
69476
,82 23674,7 7204,1 15103,7 3020,7 14,3 720
84256
,03 23958,5 7204,3 18316,5 3663,3 14,3 873
70918
,19 23674,7 7204,1 15417,0 3083,4 14,3 735
64059 ,94
2367
4,7 7204,1
1392 6,1
2785,
2 14,3 664
72841
,13 23674,7 7204,1 15835,0 3167,0 14,3 755
66698
,15 23674,7 7204,1 14499,6 2899,9 14,3 691
Total
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN 8.1 Kesimpulan
Dari hasil perhitungan cooling load pada bangunan gedung pasca sarjana lantai satu universitas wiralodra indramayu didapat 503870,07 Btu/hr
8.2 Saran