PERATURAN DAN STANDAR BIDANG
AIR LIMBAH
Dadang Suryana
K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP
SISTEMATIKA
EKSPOSE
Definisi Air Limbah
Peraturan Terkait Bidang Air Limbah
Peraturan Menteri PU Sedang Disiapkan
Undang-Undang Bidang Drainase Yang Sedang Disiapkan
Peraturan adalah tatanan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yg
dibuat untuk mengatur (kamus besar bahasa
Indonesia)
Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yg dibakukan
termasuk tata cara dan metode yg disusun berdasarkan
konsensus semua pihak yg terkait dgn memperhatikan
syarat
–
syarat keselamatan, keamanan, kesehatan,
Bersifat sukarela (voluntary): dapat diikuti dan dapat pula
tidak diikuti ;
Bersifat wajib (compulsory, mandatory) : standar yg
berkaitan dgn kepentingan keselamatan, keamanan,
kesehatan masyarakat atau pelestarian fungsi lingkungan
hidup atau pertimbangan ekonomis dalam rangka
efisiensi nasional;
Sukarela : dapat menjadi wajib bila instansi teknis
Air Limbah adalah semua air buangan yg berasal dari
kamar mandi, dapur, cuci dan kakus serta air limbah
industri rumah tangga yg tidak mengandung bahan
beracun dan berbahaya (B3) dari permukiman
(Rapermen PU ttg air limbah terpusat)
Air limbah adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau
Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah
tangga termasuk tinja manusia dari lingkungan
permukiman (PP 16/2005)
Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah
tangga termasuk tinja manusia dari lingkungan
Air Limbah Domestik adalah air limbah dari kegiatan
kerumahtanggaan (mandi, cuci,
kakus) yg berasal dari
berbagai sumber
Air Limbah Domestik dapat dibagi menjadi dua yaitu : air
limbah toilet (black water) terdiri dari tinja, air kencing
serta air bilasan. Air limbah non toilet (grey water)
JENIS DAN ASAL AIR LIMBAH
PERMUKIMAN
AREA KOMERSIAL
(hotel, resto,
shopping center
dll)
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
YANG MENGATUR / TERKAIT DENGAN
UUD 45
Pasal 28H
UU 32/2009
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Pasal 20: ketentuan lebih lanjut mengenai baku mutu lingkungan hidup PP Pasal 60: larangan dumping limbah tanpa ijin
UU 36/2009
Kesehatan
Pasal 163:
(3) Lingkungan sehat bebas dari ganguan kesehatan limbah cair, padat, gas, sampah dll
(4) Ketentuan mengenai standar baku mutu kesehatan lingkungan sehat dan proses pengolahan limbah PP
UU 26/2007
Penataan Ruang
Pasal 17: Rencana struktur ruang meliputi rencana sistem pusat permukiman dan rencana sistem jaringan prasarana (mencakup sistem persampahan, sanitasi)
UU 01/2011
Perumahan dan Kawasan Permukiman
Pasal28: rencana kelengkapan PS dan Utilitas Umum perumahan (termasuk sanitasi) merupakan bagian perencanaan PS perumahan
Pasal 31: ketentuan mengenai perencanaan prasarana PP
UU 7/2004
Sumber Daya Air
PP 42/2008
Pengelolaan Sumber Daya Air
Pasal 54: pengaturan PS sanitasipemisahan jaringan drainase dengan jaringan pengumpul air limbah (pengemb. SPAM harus terpadu dengan pengemb.P&S sanitasi)
PP 16/2005
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Pasal 22 : Proses pengolahan air limbah dan sampah wajib dilakukan sesuai dengan standar teknis (pengaturan P&S sanitasi)
Rapermen Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman Terpusat
Rapermen Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman Setempat
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan Pemerintah Kab./Kota (urusan ke PU-an dan LH merupakan urusan
UNDANG-UNDANG NOMOR 1/2011
TENTANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 7/2004 TENTANG
SUMBER DAYA AIR
Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi (Air Limbah dan
Persampahan) dalam upaya perlindungan dan pelestarian
Sumber air (Pasal 21 (2d)
UNDANG-UNDANG NOMOR 26/2007 TENTANG
PENATAAN RUANG
Rencana Struktur Ruang meliputi Rencana Sistem Pusat Permukiman
dan Rencana Sistem Jaringan Prasarana (Sistem Persampahan dan
Sanitasi) (Pasal 17 (2)
UNDANG-UNDANG NOMOR 32/2009 TENTANG
PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup meliputi : Perencanaan,
Pemanfaatan, Pengendalian, Pemeliharaan, Pengawasan, dan Penegakan
Hukum (Pasal 4)
Penentuan Terjadinya Pencemaran Lingkungan Hidup di Ukur Melalui
Baku Mutu Lingkungan Hidup meliputi : baku mutu air , air limbah, air
laut, ambien, emisi, gangguan lain sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi) (Pasal 20 (2)
UNDANG-UNDANG NOMOR 36/2009
TENTANG KESEHATAN
Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yg sehat bagi pencapaian
derajat kesehatan (pasal 6);
Upaya kesehatan lingkungan ditujukan utk mewujudkan kualitas
lingkungan yg sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yg
memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yg
setinggi-tingginya (pasal 162);
UNDANG-UNDANG NOMOR 2/2012
TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN
UNTUK KEPENTINGAN UMUM
Tanah untuk kepentingan umum digunakan untuk
pembangunan waduk, bendungan, bendung, irigasi, saluran
air minum, saluran pembuangan air dan sanitasi, dan
bangunan pengairan lainnya (pasal 4 ayat 1c)
Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menjamin
tersedianya tanah untuk kepentingan umum (pasal 4 ayat 1)
Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menjamin
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82/2001
TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN
PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42/2008
TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR
Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air dilakukan melalui Pengaturan Prasarana dan Sarana
Sanitasi (Pasal 50 (1d)
Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi dilakukan melalui (Pasal 54 (1) :
- Penetapan Pedoman PS Sanitasi
- Pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul
air limbah pada kawasan perkotaan
- Pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air
limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem IPAL
terpusat
- Pembangunan sistem IPAL terpusat pada setiap lingkungan
dan/atau
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42/2008
TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR
(LANJUTAN)
PERMEN PU NOMOR 16/PRT/M/2008 TENTANG
KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL PENGEMBANGAN
SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERMUKIMAN
Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman
dirumuskan sebagai berikut :
Kebijakan (1), Peningkatan akses prasarana dan sarana air limbah baik sistem
on site
maupun
off site
di perkotaan dan perdesaan untuk perbaikan kesehatan masyarakat;
Kebijakan (2), Peningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha/swasta dalam
penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman;
Kebijakan (3), Pengembangan perangkat peraturan perundangan penyelenggaraan
pengelolaan air limbah permukiman ;
Kebijakan (4), Penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas personil pengelolaan
air limbah permukiman;
PERMEN NEGARA LH NOMOR 05/2011 TENTANG
JENIS USAHA ATAU KEGIATAN YANG WAJIB
DILENGKAPI DENGAN ANALISIS MENGENAI
DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP
Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup adalah
Air Limbah Domestik
Pembangunan
Instalasi
Pengolahan
Lumpur
Tinja
(IPLT)
termasuk
fasilitas
penunjangnya dengan :
- Luas > 2 Ha, atau
- Kapasitas total > 11 m3
Setara dengan layanan untuk 100.000 orang
Dampak potensial berupa bau, gangguan kesehatan, lumpur sisa yang tidak diolah
dengan baik dan gangguan visual
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) termasuk
fasilitas penunjangnya dengan :
- Luas > 3 ha, atau
- Beban Organik > 2,4 ton/hari
Setara dengan layanan untuk 100.000 orang
PERMEN NEGARA LH NOMOR 05/2011 TENTANG
JENIS USAHA ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI
DENGAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP
PERMEN NEGARA LH NOMOR 05/2011 TENTANG
JENIS USAHA ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN
ANALISIS MENGENAI
DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (LANJUTAN)
Air Limbah Domestik
Pembangunan sistem perpipaan air limbah :
- Luas layanan > 500 Ha
- Debit air limbah
>
16.000 m3/ hari
Setara dengan layanan untuk 100.000 orang
Setara dengan 20.000 unit sambungan air limbah
PP NO. 16 TAHUN 2005
TENTANG PENGEMBANGAN SPAM
Proses pengolahan air limbah dan sampah wajib dilakukan
sesuai
dengan
standar
teknis
yang
ditetapkan
dengan
Peraturan
Menteri
dengan
memperhatikan
saran
dan
pertimbangan dari menteri terkait dalam hal ini Kementerian
Pekerjaan Umum (Pasal 22)
Keterpaduan Sanitasi dan Air Minum (Pasal 2)
PP NO. 16 TAHUN 2005
TENTANG PENGEMBANGAN SPAM (lanjutan)
Perlindungan Air Baku (pasal 14)
a. Perlindungan
air
baku
dilakukan
melalui
keterpaduan
pengaturan pengembangan SPAM dan Prasarana dan Sarana
Sanitasi.
b. Prasarana dan Sarana Sanitasi meliputi PS Air Limbah dan PS
Persampahan.
c.
Pengembangan Prasarana dan Sarana Sanitasi didasarkan
pada pertimbangan :
•
Keberpihakan pada masyarakat miskin dan daerah rawan
air.
•
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
•
Pemenuhan standar pelayanan.
PP NO. 16 TAHUN 2005
TENTANG PENGEMBANGAN SPAM (lanjutan)
Prasarana dan Sarana Air Limbah (Pasal 15-18).
PS Air Limbah dilakukan melalui sistem pembuangan air
limbah setempat dan/atau terpusat.
Pelayanan minimal air limbah (Pasal 16)
PP NO. 16 TAHUN 2005
TENTANG PENGEMBANGAN SPAM (lanjutan)
Hasil pengolahan (Pasal 17).
hasil pengolahan air limbah terpusat berupa cairan dan
padatan.
Lokasi IPAL (Pasal 18)
pemilihan
lokasi
instalasi
pengolah
air
limbah
memperhatikan :
- aspek teknis
- aspek lingkungan
Sub-sub
Bidang
Pemerintah
Pemerintah
Daerah Provinsi
Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
Pengaturan 1. Penetapan kebijakan danstrategi nasional
pengembangan PS air limbah.
1. Penetapan peraturan daerah kebijakan
pengembangan PS air limbah di wilayah
provinsi mengacu pada kebijakan nasional.
1. Penetapan peraturan
daerah kebijakan
pengembangan PS air limbah di wilayah kabupaten/kota mengacu pada kebijakan nasional dan provinsi.
2. Pembentukan lembaga penyelenggara pelayanan PS air limbah lintas provinsi.
2. Pembentukan lembaga tingkat provinsi
sebagai penyelenggara PS air limbah di
wilayah provinsi.
2. Pembentukan lembaga tingkat kabupaten/kota sebagai penyelenggara PS air limbah di
wilayah
kabupaten/kota.
LAMPIRAN DARI PERATURAN PEMERINTAH
Sub-sub
Bidang
Pemerintah
Pemerintah
Daerah Provinsi
Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
3. Penetapan norma, standar,prosedur, dan kriteria pelayanan PS air limbah secara nasional termasuk SPM.
3. Penetapan peraturan daerah NSPK
berdasarkan SPM yang ditetapkan oleh
pemerintah.
3. Penetapan peraturan daerah berdasarkan NSPK. yang ditetapkan oleh pemerintah dan provinsi.
4. Memberikan izin
penyelenggaraan PS air limbah yang bersifat lintas provinsi.
4. Memberikan izin
penyelenggaraan PS air limbah lintas
kabupaten/kota.
4. Memberikan izin
penyelenggaraan PS air limbah di wilayah
kabupaten/kota. 5. Penetapan standar
kompetensi teknis SDM untuk kelompok ahli dan terampil bidang air limbah.
Sub-sub Bidang
Pemerintah
Pemerintah Daerah
Provinsi
Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
Pembinaan 1. Fasilitasi penyelesaian permasalahan antar provinsi yang bersifat khusus, strategis baik yang bersifat nasional maupun internasional.
1. Fasilitasi penyelesaian masalah yang bersifat lintas kabupaten/kota.
1. Penyelesaian masalah pelayanan di lingkungan kabupaten/kota.
2. Fasilitasi peran serta dunia usaha tingkat nasional dalam penyelenggaraan pengembangan PS air limbah.
2. Fasilitasi peran serta dunia usaha dan masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan PS air limbah kabupaten/kota.
2. Pelaksanaan kerjasama dengan dunia usaha dan masyarakat dalam
penyelenggaraan pengembangan PS air limbah kabupaten/kota.
3. Fasilitasi
penyelenggaraan (bantek)
pengembangan PS air limbah.
3. Fasilitasi
penyelenggaraan
(bantek) pengembangan PS air limbah lintas kabupaten/kota.
3. Penyelenggaraan (bantek) pada
kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat di
wilayahnya dalam
Sub-sub
Bidang
Pemerintah
Pemerintah
Daerah Provinsi
Pemerintah
Daerah
Kabupaten/Kota
Pembangunan 1. Fasilitasi pengembangan PS
air limbah skala kota untuk kota-kota metropolitan dan kota besar dalam rangka kepentingan strategis nasional.
1. Fasilitasi
pengembangan PS air limbah lintas kabupaten/kota di wilayah provinsi.
1. Penyelenggaraan
pembangunan PS air limbah untuk daerah
kabupaten/kota dalam rangka memenuhi SPM. 2. Penyusunan rencana induk
pengembangan PS air limbah lintas provinsi.
2. Penyusunan rencana induk pengembangan PS air limbah lintas kabupaten/kota.
2. Penyusunan rencana induk
pengembangan PS air limbah
kabupaten/kota. 3. Penanganan bencana alam
tingkat nasional.
3. Penanganan bencana
alam tingkat provinsi.
3. Penanganan
bencana alam tingkat lokal
Sub-sub
Bidang
Pemerintah
Pemerintah
Daerah Provinsi
Pemerintah
Daerah
Kabupaten/Kota
Pengawasan 1. Pengendalian dan
pengawasan atas penyelenggaraan pengembangan PS air limbah.
1. Melakukan
pengawasan terhadap penyelenggaraan PS air limbah di
wilayahnya.
1. Monitoring
penyelenggaraan PS air limbah di
kabupaten/kota.
2. Evaluasi atas kinerja pengelolaan PS air limbah secara nasional.
2. Evaluasi atas kinerja pengelolaan PS air limbah di wilayah provinsi lintas kabupaten/kota.
2. Evaluasi terhadap penyelenggaraan pengembangan air limbah di
kabupaten/kota. 3. Pengawasan dan
pengendalian atas pelaksanaan NSPK.
3. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK.
DRAFT RAPERMEN TENTANG PENYELENGGARAAN
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBUANGAN AIR LIMBAH
SETEMPAT
Ruang lingkup Peraturan Menteri ini meliputi :
- Umum
- Prasarana dan Sarana Air Limbah Permukiman
- Perencanaan (lampiran modul cubluk kembar, tangki Septik,
MCK Umum, IPLT, Biofilter, Rotating Biological Contactor
(RBC), Upflow Anaerobic Filter (UAF),
- Pelaksanaan Konstruksi
- Pengelolaan
- Pemeliharaan dan rehabilitasi
- Pemantauan dan evaluasi dan
- Pembinaan dan pengawasan
DRAFT RAPERMEN TENTANG PENYELENGGARAAN
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBUANGAN AIR
LIMBAH TERPUSAT
Ruang lingkup Peraturan Menteri ini meliputi :
- Kebijakan dan strategi
- Perencanaan pengembangan sistem pengelolaan air
limbah terpusat yang terdiri atas rencana induk, studi
kelayakan dan perencanaan teknis (lampiran)
- Pelaksanaan Konstruksi (lampiran)
- Pengelolaan yang terdiri atas umum, pengoperasian,
pemanfaatan, administrasi dan kelembagaan (lampiran)
- Pemeliharaan dan rehabilitasi (lampiran)
- Pemantauan dan evaluasi dan (lampiran)
PERATURAN
–
PERATURAN YANG BERSIFAT
REGIONAL ATAU PERDA
Peraturan Daerah : tentang baku mutu effluen, retribusi, teknis, dan institusi
pengelola air limbah.
Peraturan Gubernur
PERDA PENGELOLAAN AIR LIMBAH MINIMAL MEMILIKI
KRITERIA :
Memuat kewajiban mengolah air limbah utk kesehatan lingkungan dan
masyarakat;
Memuat pengolahan air limbah;
Memuat larangan membuang air limbah ke lingkungan/badan air;
Memuat P&S air limbah;
Memuat perizinan;
Memuat tugas dan tanggungjawabpemkab./kota dan atau lembaga
pengelola air limbah;
Memuat peran serta masyarakat;
Memuat sangsi atas pelanggaran;
Memuat penghargaan atas kepatuhan;
Memuat pembiayaan;
Memuat kompensasi dan retribusi;
DAFTAR PEDOMAN, TATACARA BIDANG AIR LIMBAH YANG SUDAH ADA
SK MENTERI
NO.
JUDUL
KETERANGAN
1.
Permen PU Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengelolaan Air Limbah Permukiman
16/PRT/M/2008
SNI
1.
Tata Cara Pengambilan Contoh Limbah Tanpa Pemadatan dari
Truk
19-6409-2000
2.
Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan
03-1733-2004
3.
Petunjuk Teknis Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem
Resapan
03-2398-2002
4.
Tata Cara Perencanaan Bangunan Umum MCK
03-2399-2002
5.
TataCara Penimbunan Tanah Bidang Resapan pada Pengolahan
Air Limbah Rumah Tangga
19-6410-2000
6.
Spesifikasi dan Tata Cara Pemasangan Perangkap Bau
03-6379-2000
7.
Spesifikasi Pipa Beton untuk Saluran Air Limbah, Saluran Air
Hujan dan Gorong-Gorong
03-6368-2000
8.
Tata Cara Evaluasi Lapangan untuk Sistem Peresapan
DAFTAR PEDOMAN, TATACARA BIDANG AIR LIMBAH YANG SUDAH ADA
SK DIRJEN
NO.
JUDUL
KETERANGAN
STANDAR TEKNIS LAINNYA
1.
Tata Cara Perencanaan IPLT Sistem Kolam
CT/AL/Re-TC/001/98
2.
Tata Cara Pembangunan IPLT Sistem Kolam
CT/AL/Re-TC/002/98
3.
Tata Cara Pengoperasian IPLT Sistem Kolam
CT/AL/Op-TC/003/98
4.
Tata Cara Pengolahan Air Limbah dengan Oxidation Ditch
CT/AL/Re-TC/004/98
5.
Tata Cara Pembuatan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)
CT/AL-D/Re-TC/005/98
6.
Tata Cara Survey Perencanaan dan Pembangunan Sarana
Sanitasi Umum
CT/AL-D/Re-TC/006/98
7.
Tata Cara Pembuatan Bangunan Atas Jamban Jamak
CT/AL-D/Ba-Tc/007/98
8.
Spesifikasi Cubluk Kembar
DAFTAR PEDOMAN, TATACARA BIDANG AIR LIMBAH YANG SUDAH ADA
SK DIRJEN
NO.
JUDUL
KETERANGAN
STANDAR TEKNIS LAINNYA
9.
Tata Cara Pembuatan Bangunan Jamban Keluarga dan Sekolah
CT/AL-D/Ba-Tc/009/98
10.
Tata Cara Pembuatan Cubluk Perdesaan
JENIS DAN ASAL AIR LIMBAH
PERMUKIMAN
AREA KOMERSIAL
(hotel, resto,
shopping center
dll)
SISTEM SANITASI
SISTEM SETEMPAT
( On site)
SISTEM TERPUSAT
(Off
–
site/ sewerage system)
TANGKI SEPTIK
CUBLUK
46
IPLT
SANITASI TERPUSAT/SEWERAGE
SISTEM
JARINGAN PERPIPAAN
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH
AIR LIMBAH
DARI KAKUS,
MANDI, CUCI,
DAPUR DLL
48
IPAL
SANITASI TERPUSAT/SEWERAGE SYSTEM
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Sistem Setempat
Sistem Terpusat
Teknologi lebih sederhana
Mengolah black dan grey water
O & P lebih mudah
Resiko mencemari air tanah dan
permukaan lebih rendah
Biaya pembuatan relatif
lebih murah
Cocok untuk daerah kepadatan
tinggi
49
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Sistem Setempat
Sistem Terpusat
Belum tentu dapat diterapkan
di semua area, terutama
pada :
Kepadatan penduduk tinggi
Muka air tanah tinggi
Daya serap tanah rendah
Sulit dikontrol kualitas
tangki septik yang dibangun
oleh individu (tidak sesuai
standar)
Teknologi cukup rumit
Butuh tenaga terampil untuk
operasi dan pemeliharaan
Sulit memperoleh lahan
(jaringan pipa, IPAL)
Perlu perencanaan yang
cermat
Biaya pembangunan tinggi
50