• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tegusti M. Waly 22010110110046 BAB8KTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tegusti M. Waly 22010110110046 BAB8KTI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar Pustaka

1. Laurentia, Mihardja L, Siswoyo H. Prevalensi dan Faktor Determinan

Penyakit Jantung di Indonesia. Bul. Penelit. Kesehat. Vol. 37 no. 3. 2009.

2. Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Profil Kesehatan Jateng 2008 from http:

//dinkes.jateng.go.id

3. Rilantono, Ismudiati. Buku Ajar Kardiologi.2003. FKUI. Jakarta.

4. Price A.S Wilson L.M. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit

edisi 6. 2003. EGC. Jakarta.

5. Christoffen RD. Acute Myocardial Infarction eds. Manual of

cardiovascular medicine, 3rd ed.

6. A. Mirna Dkk. Perbedaan Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner Antara

Pasien yang memiliki Kebiasaan Merokok Dengan Tidak Merokok Pada

Pasien Infark Miokard Akut Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar

Malang. FK UB. Malang. 2012.

7. Dinas kesehatan kota semarang. Profil kesehatan kota semarang tahun

2010. (internet).(cited 2013 des 24). from http:

//dinkes.kotasemarang.go.id

8. Erhardt L, Herlitz J, Bossaert L. Task force on the management of chest

pain. European Heart Journal. 2002.

9. Sudoyo dkk. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 4. Jakarta: Pusat

Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.2007

10. Valentin Fuster,dkk. The Heart, ed. 13. Vol. 1. mc Graw Hill US. 2011:

11. Fauci A.S dkk. Harisson’s Principles Of Internal Medicine 7th Edition.

The McGraw-Companies. 2009.

12. Ibnu Masud, M.S. Dasar-dasar fisiologi kardiovaskuer. 1989. EGC.Jakarta

13. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Petunjuk Teknis

Penyelenggaraan Pelayanan Intensive care Unit di Rumah Sakit. Jakarta.

(2)

14. Sandroni C, Nolan J, dkk. In Hospital Cardiac Arrest: Incidance,

Prognosis, and Possible Measures to Improve Hospital. Catholic

University School of Medicine. 2007.

15. T.J Hodgetts, Gery K, dkk. Incidence, location and reasons for avoidable

in-hospital cardiac arrest in a district general hospital. Elsevier. 2002.

16. K Chung Edward. Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskular Edisi 3.

Jakarta. EGC. 2007.

17. Coats AJS. Initiating therapy in heart failure. 2nd rev.ed. London:

Magister Consulting LTD,2000

18. Carletton PF, O’Donnel MM. Gangguan fungsi mekanis jantung dan

bantuan sirkulasi. Dalam buku : Price SA, Wilson LM. Patofisiologi :

konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta : EGC, 1994 : 581-593

19. Pharmaceutical Care Untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner : Fokus

Sindrom Koroner Akut, Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik

Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Departemen

Kesehatan.2006

20. Rampengan SH,Kalim H,dll. Myeloperoksidase Pada Penderita IMA.

Jakarta 2009

21. Tugasworo D. Patogenesis Aterosklerosis. Semarang: Badan Penerbit

Universitas Diponegoro.2010.

22. Reznik, AG. Morphology of acute myocardial infarction at prenecrotic

stage. kardiologi 50.1 : 4-8; 2010

23. Guyton and Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC;2007. &

Reznik, AG. Morphology of acute myocardial infarction at prenecrotic

stage. kardiologi 50.1 : 4-8; 2010

24. Related terms: CAD, coronary arteriosclerosis, coronary atherosclerosis,

coronary heart disease, CHD, hardening of the arteries. (internet).(cited

2013 des 24). Available from: URL:

http://texasheart.org/HIC/Topics/Cond/CoronaryArteryDisease.cfm

25. Robbins SL, Cotran R, Kumar V. Buku Ajar Patologi Robbins. Jakarta:

(3)

26. Yunadi Y, Munawar M,dll. QT dispersion, a simple tool to predict

ventricular tachyarrhythmias and/or sudden cardiac death after myocardial

infarction. Medical Jurnal Indonesia. 2006.

27. Frans Van de Werf, Chair,dll. Management of acute myocardial infarction

in patient presenting stemi. European Heart Journal. 2002.

28. ECG of STEMI and NSTEMI. (internet).(cited 2014 feb 25). Available

from:

http://www.thrombosisadviser.com/static/media/images/upload/ecg-and-ecgss-showing-stemi_and_nstemi.jpg

29. What is intensive care (internet).(cited 2013 des 24). Available from:

http://www.ics.ac.uk/patients_relatives/what_is_intensive_care

30. AHA. Guideline Resucitation 2010.

31. The APACHE II Severity of Disease Classification System.[homepage on

internet].No Date.[Cited 2014 June 25]. Available from:

www.medicalcriteria.com/site/index/apache.htm

32. Sopiyudin Dahlan. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. 5th ed.

(4)

Lampiran 1.Form survey penelitian

FORM SURVEY PENELITIAN

NO KRITERIA DATA

1 No. CM

2 Usia

3 Alamat Kota Semarang :

Luar Kota :

9 Penggunaan ventilator Ya Tidak

10 Lama penggunaan ventilator

16 Lama hari rawat ICU

17 Status keluar Keluar hidup

1. Sembuh : Ya / Tidak

2. Keluar paksa: Ya / Tidak

(5)
(6)
(7)
(8)

Lampiran 5.Biodata mahasiswa

BIODATA MAHASISWA

Nama : Tegusti Muhammad Waly

NIM : 22010110110046

Tempat/tanggal lahir : Tapaktuan, 15 Januari 1992

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl. Kampung Melati 10 G Kesambi, Cirebon

Nomor Telepon : 082136573789

e-mail : [email protected]

Riwayat Pendidikan Formal

1. SD : SDI Al-Azhar 03 Cirebon Lulus tahun: 2004

2. SMP : SMP N 1 Cirebon Lulus tahun: 2007

3. SMA : SMA N 1 Cirebon Lulus tahun: 2010

Referensi

Dokumen terkait

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena dengan segala rahmat, karunia, serta hidayah-Nya alhamdulillah penulis bisa menyelesaikan skripsi

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka simpulan yang dapat disampaikan adalah availability of money memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap

This funding is for research institutions and individual researchers based in Indonesia, Thailand and Vietnam to undertake policy-relevant research in a city or cities in

Sumber infeksi utama adalah tumpukan bakteri pada lesi manusia, infeksi Staphylococcus aureus lokal tampak sebagai jerawat, infeksi yang lain dapat juga berasal

Untuk mengatasi hal tersebut penulis perlu melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). yang akan dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut : 1) Ingin mengetahui

Ekstraksi adalah kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair.. Dengan

[r]

Distribusi koefisien tekanan pada silinder elip tanpa modifikasi (a = 0%B) yang ditunjukkan pada Gambar 4a, baik dalam bentuk tunggal maupun tandem mengindikasikan bahwa