Serunya Outbound Keluarga
Besar ITN Malang di Alas
Pinus Coban Talun Kota Batu
Cuaca cerah alas Pinus Coban Talun, Kota Batu, Malang, menyambut keluarga besar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, yang akan melangsungkan kegiatan outbond, pada Selasa (3/7). Menyambut dies natalis ke-50, ITN Malang sengaja mengadakan outbound bagi sekitar 250 dosen dan staf guna menghilangkan kebosanan dan kejenuhan setelah sekian lama bekerja.
Di pandu oleh instruktur, Purnomo, peserta outbound dibagi ke dalam 10 tim. Tiap tim diberi nama dengan menggunakan nama hewan seperti, kodok, monyet, orong-orong, tokek, dan lain sebagainya. Riuh sorak sorai kegirangan dan yel-yel dari peserta mewarnai setiap permainan. Di sini kreatifitas peserta pun diadu. Mereka diharuskan membuat yel-yel serta tarian yang mengekspresikan nama dari masing-masing kelompok.
“Wronkk, wronkk, wronkk,” bunyi suara kodok bersautan tatkala anggota regu Kodok mulai beraktraksi. Dipimpin Aladin Eko Purkoncoro, ST.MT., mereka menirukan suara kodok dan tak segan melompat-lompat seperti tingkat polah kodok yang menggemaskan. Begitu pula kelompok yang lain tidak mau kalah. Bahkan pimpinan ITN Malang juga tidak canggung berbaur dengan masing-masing kelompok ikut bergembira.
“Kegiatan ini membuat fresh dan mengeratkan keakraban. Tidak ada yang dibedakan antara karyawan, dosen, serta pimpinan, semua sama dalam game ini. Ini sangat super sekali, kita satu, ITN bisa, ITN jaya, Setelah nanti kita kembali bekerjapun harus seperti ini, menjadi teamwork yang solid,” ungkap Aladin Eko Purkoncoro saat ditemui usai kegiatan. (mer/humas)
Meriahkan Outbound, P2PUTN
Berikan Lima Pilar ITN Malang
Maju
Outbound di alas Pinus Coban Talun, Kota Batu, Malang, merupakan salah satu upaya Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk mengeratkan segenap dosen, staf, dan pimpinan untuk menjadi sebuah teamwork yang solid. Tidak hanya pada saat outbound saja, namun nantinya bisa berlanjut pada saat bekerja di institusi. Kegiatan ini juga untuk menyambut dies natalis ke-50 ITN Malang, dengan memasuki usia emasnya ITN Malang diharapkan semua staf semakin solid.
Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Muyadi, MT., dalam sambutannya meminta semua elemen untuk menikmati kegiatan outbound tersebut. “Ini (outbound) adalah moment pertama kita merayakan dies natalis dengan semangat yang luar biasa. Mari kegiatan ini kita nikmati, dan bersenang-senang,” kata Lalu yang disambut dengan tepuk sorak semua peserta.
Rektor juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan satu rangkaian dari sekian acara menyambut dies natalis. Selain outbound kegiatan di alas Pinus Coban Talun juga akan dilakukan penanaman 50 bibit pohon, sebagai simbul usia ke-50 ITN Malang. “Kita nanti akan menanam sebanyak 50 bibit pohon sesuai usia ITN. Semoga nantinya bisa memberi manfaat kepada masyarakat sekitar,” lanjut alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) ini.
Sementara itu, Ketua P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan beberapa
hal terkait strategi perbaikan kampus ke depan. Prestasi ITN Malang menurutnya sejauh ini sudah bagus, mulai dari rangking perguruan tinggi yang menduduki posisi terbaik untuk institut swasta nasional, publikasi di Scopus yang meningkat, serta prestasi mahasiswa di beberapa event. “Namun begitu, dari sisi jumlah mahasiswa masih perlu ditingkatkan lagi,” kata dia.
Meriahkan Outbound, P2PUTN Berikan Lima Pilar ITN Malang Maju
Oleh sebab itu, ada lima pilar yang harus dikerjakan bersama oleh segenap elemen ITN Malang. Di antaranya: tata kelola keuangan harus transparan, efektif, dan efisien; tata kelola aset sehingga penggunaannya menghasilkan income; tata kelola SDM dengan meningkatkan kinerja; tata kelola akademik dengan mengakomodir teknologi generasi ke empat dalam perubahan kurikulum; dan memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang empat pilar yang lain. “Jadi nantinya semua kebijakan kita akan berbasis pada teknologi informasi,”
tukasnya. (mer/humas)
Awali Peringatan Dies Natalis
ke-50, ITN Malang Outbound
dan Tanam Pohon di Alas Pinus
Coban Talun
Alam yang asri dan sejuk di alas Pinus, Coban Talun, Batu Malang, menjadi tempat dilangsungkannya outbound dan penanaman pohon bagi seluruh dosen dan karyawan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Selasa (3/7). Dua kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dies natalis ke-50 ITN Malang yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2019 mendatang.
Diikuti sekitar 250 peserta kegiatan outbound edukatif tersebut menurut Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., bertujuan untuk penyegaran setelah jenuh beraktifitas dari rutinitas kerja, sehingga bisa menumbuhkan semangat saat kembali bekerja. Apalagi kebersamaan dengan rekan kerja diharapkan bisa mengeratkan kekompakan tim. “Outbound ini bertujuan untuk me-refresh serta mengeratkan kerukunan dan kebersamaan seluruh dosen dan karyawan ITN Malang,“ tuturnya. Dalam outbound ini seluruh dosen dan karyawan serta pimpinan berbaur menjadi satu mengikuti rangkaian kegiatan mulai game sampai penanaman bibit pohon. Bibit pohon berjenis cengkeh, kayu manis dan sukun berjumlah 50 bibit ditanam secara simbolis oleh rektor dan Ketua Yayasan P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT.
“Penamaan 50 bibit pohon menyimbolkan ultah ITN Malang yang ke-50. Dari seluruh kegiatan ini, ITN Malang diharapkan bisa berkontribusi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Awali Peringatan Dies Natalis ke-50, ITN Malang Outbound dan Tanam Pohon di Alas Pinus Coban Talun
Selain outbound dan penanaman pohon, dalam dies natalis ke-50 ITN juga akan menggelar beberapa acara, yakni seminar nasional dan internasional, lari maraton tingkat nasional, soccer tingkat nasional yang dikemas dalam rector cup, serta pemecahan rekor muri dalam hal membatik Malangan. “Batik sendiri akan diambil dari tema candi yang ada di Malang Raya, seperti candi Singosari, candi Kidal, candi Jago dan candi Jawa,” ungkap Lalu yang juga alumni ITN ini.
Disinggung target memasuki usia ke-50, rektor mengatakan akan menekankan pada bidang inovasi dosen, dan kegiatan mahasiswa.
Termasuk tata kelola, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang di dalamnya terdapat publikasi ilmiah, prestasi mahasiswa, serta SDM baik dosen dan karyawan.
“Tata kelola baru-baru ini dibuktikan dengan Teknik Elektro S-1 dan Teknik Mesin S-1 mendapat akreditasi dengan nilai A. Untuk riset dosen juga harus lebih meningkat lagi, termasuk yang terunggah di jurnal Scopus. Kegiatan mahasiswa, terutama kegiatan-kegiatan yang sifatnya non akademik juga harus meningkat. Karena ini semua menyangkut citra lembaga,” pungkasnya. (mer/humas)
UKM se-ITN Malang Bersatu
Adakan Halalbihalal
Lapangan merah Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Sabtu malam (30/6) menjadi hangat ditengah udara malam yang dingin. Sekitar 50 mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-ITN Malang bersatu dalam acara halalbihalal.
Diinisiasi oleh UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), 15 UKM se-ITN Malang bersatu dalam kerukunan dan keragaman. Menurut Yudi imam Kurniawan, koordinator acara, hari raya Idul Fitri merupakan moment untuk mempererat silaturahmi.
“Tujuan halalbihalal ini untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar UKM yang ada di ITN Malang. Acara ini memang baru pertama kali diadakan, alhamdulillah semua UKM merespon dengan baik,” tuturnya saat ditemui di lokasi acara.
Mahasiswa asal Probolinggo ini berharap, kegiatan UKM bersama nantinya tidak berhenti hanya pada acara halalbihalal. Namun bisa meluas ke berbagai kegiatan. “Sebenarnya dengan kegiatan
bersama seperti ini kami bisa saling membantu dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh UKM lain. Membantu dalam berbagai kegiatan, dan saling men-support. Semoga generasi adik-adik kami bisa meneruskan dan melanjutkannya (kegiatan UKM bersama),” lanjut Yudi begitu akrab disapa.
UKM se-ITN Malang Bersatu Adakan Halalbihalal
Acara yang dikemas secara sederhana ini memang penuh dengan keakraban. Dari yang awalnya tidak pernah bertegur sapa menjadi akrab. Dari awalnya yang tidak pernah kenal akhirnya menjadi kenal.
Seperti penuturan Auralia Ersa Athadianty anggota UKM Epic. “Penting sekali acara seperti ini. Kami jadi mengenal teman-teman UKM lain, menambah teman-teman, relasi, dan menjalin kebersamaan. Kalau saya sih sebagian besar belum kenal, tapi kalau sering ketemu iya,” kata mahasiswi PWK ini sambil tersenyun ramah. (mer/humas)
Halalbihalal Rukun Ibu, Istri
Rektor ITN Malang Serukan
Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah islamiah dan persaudaraan harus selalu dijaga di antara anggota Rukun Ibu Institut Teknologi Nasional (ITN). Hal ini diserukan oleh Ketua Rukun ibu, Siti Naswiyah dalam acara halalbihalal rukun ibu di ruang Hidrolika, kampus I ITN Malang, Sabtu (23/6).
Istri Rektor ITN Malang ini berharap anggota rukun ibu bisa saling berlapang dada dan memaafkan satu sama lain apabila dalam pergaulan sehari-hari ada salah baik yang disengaja atau pun tidak.
“Lewat halalbihalal ini semoga segala iri hati, dengki bisa terkikis dengan kita berjabat tangan dan saling memaafkan kesalahan-kesalahan masa lalu. Sebagai ketua saya juga meminta maaf bila ada kesalahan yang saya perbuat. Semoga di hari raya Idul Fitri ini kita kembali ke fitrah dan semua dosa dimaafkan,” katanya saat memberikan sambutan.
Halalbihalal rukun ibu ini turut pula mengundang Rektor ITN Malang, WR I, WR II, dan WR III. Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., Rektor ITN juga turut menyampaikan permintaan maaf atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika ITN Malang. “Momentum saat ini tepat untuk saling memaafkan. Saya sebagai pimpinan dan mewakili seluruh civitas akademika ITN Malang mengucapkan mohon maaf atas segala kesalahan, dan marilah kita saling memaafkan,” tuturnya.
Halalbihalal Rukun Ibu ITN Malang 2018
Di hadapan anggota Rukun Ibu ITN Malang yang diikuti oleh semua karyawan, dosen, dan istri dosen, rektor menyampaikan bahwa ITN selalu berupaya berbenah menuju perbaikan. Oleh sebab itu pegawai ITN harus pula mempunyai semboyan dalam bekerja. “Bekerja keras, bekerja dengan jujur, dan bekerja dengan ikhlas. Bila ketiganya dikerjakan dengan baik maka keberkahan akan datang. Inilah motto pegawai ITN Malang,” jelasnya.
Rektor berharap dimomentum halalbihalal ini, anggota rukun ibu kembali seperti bayi yang baru lahir setelah dosa terhapuskan. “Ibu-ibu semua semoga juga selalu diberikan kekuatan, kesehatan dan panjang umur serta banyak rejeki. Sehingga tahun depan kita semua bisa bertemu di acara yang sama,” katanya. (mer/humas)
Ustazah Dzurrotul Badriyah:
Jaga Hablun Minannas dengan
Halalbihalal
Setelah melewati aktifitas sebelas bulan lamanya maka manusia akan memasuki bulan Ramadhan. Ramadhan ini merupakan madrasah (sekolah) dari berbagai aspek kehidupan mulai lahir sampai batin. Dalam menempuh sekolah pasti ada kenaikan kelas yang tentu saja melewati ujian demi ujian. Gambaran inilah yang disampaikan ustazah Dzurrotul Badriyah S.Ag., di hadapan anggota Rukun Ibu Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. “Allah akan menguji kita dengan perasaan takut, lapar dan kematian. Allah juga akan menguji kita dengan berkurangnya rezeki, misalnya hasil panen berkurang. Makanya di bulan Ramadhan Allah meminta kita siap dalam segala hal,” jabarnya dalam ceramah di hadiri karyawati, dosen dan istri dosen ITN Malang, Sabtu (23/6).
Oleh sebab itu barang siapa puasa dalam bulan Ramadhan semata-mata karena Allah, maka akan diampuni seluruh dosanya, karena Allah maha pengampun. Ini merupakan hubungan manusia dengan Allah (hablun minallah), ustazah Badriyah juga mengingatkan hablun minannas, hubungan sesama manusia yang juga harus dijaga.
Hablun minannas salah satunya bisa ditempuh dengan halalbihalal. Halalbihalal di Indonesia sendiri menurut ustazah Badriyah sudah terjadi mulai jamannya bung Karno. Saat itu pemimpin-pemimpin dalam dunia politik saling bersitegang. “Bagaimana pemimpin-pemimpin mau kumpul dan duduk bersama, maka dibuatlah acara halalbihalal. Akhirnya tradisi ini
berlanjut sampai sekarang, maka jaga hablum minannas dengan halalbihalal,” lanjutnya.
Tradisi halalbihalal hanya ada di Indonesia. Akhirnya menjadi budaya yang keberadaannya harus dilestarikan. “Dengan adanya halalbihalal manusia berkumpul dan bisa saling maaf-memaafkan di sela-sela padatnya rutinitas,” katanya. (mer/humas)