• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Grafik Pengguna Internet di Indonesia[1]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Grafik Pengguna Internet di Indonesia[1]"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pertumbuhan penggunaan internet sebagai media promosi terus mengalami perkembangan. Di Indonesia sendiri jumlah pengguna internet terus mengalami peningkatan angka di setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat dalam data statistik Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam situsnya http://www.apjii.or.id yang dibuat pada tahun 2012[1].

Gambar 1.1. Grafik Pengguna Internet di Indonesia[1]

Gambar 1.1 merupakan grafik yang menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia mulai dari tahun 1998 yang terus meningkat hingga mencapai 63 juta pengguna pada tahun 2012. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat di tahun berikutnya. Sementara dalam harian Antara, APJII mengungkapkan jumlah pengguna internet pada tahun 2013 mencapai 71,19 juta, meningkat 13 persen dibanding tahun 2012 yang mencapai sekitar 63 juta pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi media yang banyak di gunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi guna menunjang kebutuhan maupun aktivitas masyarakat[2].

Melihat potensi pasar iklan yang begitu besar dalam dunia internet tentu tidak disia-siakan oleh pihak produsen maupun pengguna sarana internet untuk

(2)

turut memanfaatkan internet sebagai media bisnis secara online. Adanya layanan seperti google adsence dan google analytics turut mendukung para pembuat blog ataupun media online untuk menyediakan spot iklan bagi produsen yang ingin memasarkan produknya lewat internet. Selain itu, tawaran jasa pemasangan iklan di internet juga terus bermunculan dalam suatu media online. Dalam hal ini baik pihak penyedia spot iklan maupun produsen yang memasang iklan keduanya dapat memperoleh keuntungan. Pemilik media online dapat memperoleh pemasukan dari google setiap pengunjung melakukan klik pada salah satu iklan yang ada dalam google adsence. Sementara pemasang iklan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas dan produknya menjadi semakin dikenal oleh masyarakat.

Sekarang ini mulai bermunculan website direktori bisnis seperti tokobagus.com dan berniaga.com yang memusatkan kegiatan bisnisnya sebagai situs jual beli secara online . Dalam kedua situs tersebut, ketika seorang pengunjung melakukan pencarian data ataupun membuka suatu halaman iklan, tokobagus.com akan mendapat keuntungan berupa jumlah hit per page. Banyaknya hit dalam pada suatu halaman website menunjukkan bahwa halaman tersebut sering dikunjungi, sehingga banyak orang yang akan melihat iklan yang dipasang di halaman tersebut. Kondisi ini dapat digunakan oleh pemilik website untuk menentukan tarif iklan untuk halaman tertentu. Semakin tinggi angka hit per page di suatu halaman website, maka harga spot iklan untuk halaman tersebut dapat semakin tinggi. Penentuan tarif iklan berdasar hit per page ini telah banyak digunakan oleh berbagai media online di Indonesia, salah satunya adalah Okezone.com milik Grup MNC. Okezone.com telah membukukan catatan positif secara bisnis pada tahun kedua sejak diluncurkan pertama kali pada tanggal 1 Maret 2007. Dengan biaya operasional sebesar Rp 850 juta per bulan, okezone.com mampu meraup penghasilan sekitar Rp 2 miliar per bulan yang mayoritas diperoleh dari iklan[3].

Perkembangan pasar bisnis online di Indonesia selain mempengaruhi media massa ternyata juga mempengaruhi perkembangan bisnis di bidang pariwisata. Salah satu contoh situs yang menerapkan bisnis online travel di

(3)

Indonesia adalah valadoo.com. Sebagai salah satu start up company di Indonesia, Valadoo menawarkan wawasan pariwisata lokal secara mendalam kepada para wisatawan, terutama wisatawan domestik, untuk menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia, khususnya destinasi yang termasuk ke dalam wisata minat khusus. Sementara pada tahun 2013, pasar bisnis online travel seperti yang dilakukan Valadoo diperkirakan akan meningkat hingga 30-40 persen[4].

Berdasar kondisi pemasaran melalui media online seperti yang telah disebutkan sebelumnya, prospek bisnis di media online dapat dikatakan cukup menjanjikan untuk mengembangkan proses bisnis. Namun ternyata keberadaan internet tidak serta merta menyelesaikan masalah pemasaran bagi produsen. Sebagai contoh, salah satu permasalahan yang muncul dalam kegiatan pariwisata adalah adanya pengelompokan manusia yang dipisahkan oleh perbedaan waktu dan kondisi geografis yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Namun pemanfaatan internet mampu menjembatani perbedaan tersebut sehingga calon konsumen tidak menyadari adanya perbedaan kondisi antara lingkungan konsumen dengan lingkungan produsen. Hal ini dapat memunculkan permasalahan baru di bidang promosi pariwisata dimana calon wisatawan hanya mendapatkan informasi secara umum mengenai lokasi suatu tujuan wisata tanpa mengetahui kondisi alam yang terjadi di daerah tujuan tersebut seperti musim atau cuaca yang sedang terjadi. Sebagai contoh, seorang calon wisatawan yang ingin bewisata ke Pulau Karimunjawa biasanya memilih tanggal di musim kemarau agar dapat menikmati wisata alam di pulau tersebut. Namun kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dapat mengubah rencana yang telah disusun wisatawan pada tanggal tersebut.

Era globalisasi telah membawa dunia perdagangan menuju ke arah perdagangan bebas yang memberikan kesempatan bagi produsen untuk memasarkan produknya secara luas. Keadaan ini justru memunculkan persaingan yang semakin ketat antar produsen. Oleh karena itu perilaku pemasang iklan kini pada umumnya lebih mengedepankan efektifitas untuk menyampaikan pesan produknya dalam mencapai target audience. Salah satu strategi yang dilakukan dalam membidik pasar adalah adanya pengelompokan pasar sebagai wilayah

(4)

calon pembeli yang berdasarkan pada faktor geografis, demografi, psikologi, dan behavioristik[5].

Metode periklanan dengan penambahan unsur cuaca sesungguhnya telah banyak dikembangkan di dunia internet advertising. Beberapa aplikasi berbasis internet juga telah dikembangkan untuk memfasilitasi kebutuhan produsen untuk memasarkan produknya sesuai dengan kondisi cuaca dari calon konsumen. Salah satu contoh dari penambahan unsur cuaca dalam internet advertising dilakukan oleh sebuah toko peralatan rumah tangga bernama Ace Hardware untuk memberikan penawaran barang di Amerika Serikat berdasarkan titik suhu tertentu. Sebagai contoh, ketika suhu udara masih menunjukkan 300F, Ace Hardware tidak akan menawarkan produk-produk perkebunan karena calon konsumen dianggap tidak mungkin melakukan aktifitas pada suhu tersebut. Namun ketika suhu menunjukkan 600F, Ace Hardware akan menawarkan produk perkebunan karena kondisi lingkungan yang terjadi pada titik suhu tersebut dianggap sesuai dengan kegiatan perkebunan. Contoh penawaran yang dilakukan Ace Hardware ini dapat diilustrasikan pada Gambar 1.2.[6]

Gambar 1.2. Ilustrasi aplikasi Ace Hardware [6]

Gambar 1.2 merupakan ilustrasi mengenai penayangan iklan yang sesuai kondisi cuaca yang terjadi di sekitar perangkat pengguna. Sensor yang terdapat di perangkat ponsel pengguna menangkap titik suhu yang terjadi di sekitar perangkat kemudian menampilkan produk yang sesuai untuk ditayangkan pada kondisi suhu tersebut.

Pemanfaatan unsur cuaca dalam dunia internet advertising seperti yang dilakukan oleh Ace Hardware akan mengalami kendala apabila diterapkan dalam

(5)

kegiatan promosi pariwisata. Kondisi cuaca yang terjadi di lokasi wisata dapat berubah setiap saat. Hal ini yang menyebabkan adanya perbedaan kondisi cuaca di suatu destinasi ketika seorang calon wisatawan mengunjungi halaman website dengan kondisi cuaca yang terjadi ketika calon wisatawan tersebut mengunjungi daerah destinasi. Misalnya terdapat sebuah rumah makan di Yogyakarta ingin menawarkan produk berupa rujak es krim. Sementara pengguna yang melihat iklan tersebut berada di Jakarta yang pada saat itu kondisi di jakarta sedang mengalami titik suhu yang tinggi. Pada waktu yang berbeda akhirnya pengguna memutuskan untuk pergi ke Yogyakarta untuk menikmati rujak es krim yang ditawarkan oleh rumah makan tersebut. Namun pada saat pengguna tiba di Yogyakarta, ternyata di daerah tersebut sedang mengalami kondisi cuaca dengan titik suhu yang rendah sehingga suhu udara di daerah tersebut terasa dingin sehingga menyebabkan pengguna menunda niatan untuk membeli rujak es krim di rumah makan tersebut. Berbeda jika penawaran yang diberikan oleh rumah makan tersebut disesuaikan dengan kondisi cuaca pada saat itu, misalnya produk yang ditawarkan berubah menjadi sup kacang merah, tentunya konsumen lebih tertarik untuk menikmati sup yang hangat daripada rujak es krim dalam kondisi suhu yang dingin.

Saat ini telah banyak situs pariwisata yang bermunculan selain valadoo.com. Informasi yang disampaikan juga sangat beragam, mulai dari overview mengenai destinasi wisata, tempat menginap, apa saja yang dapat dibeli, bagaimana cara untuk mencapai sebuah destinasi, apa saja yang dapat dikunjungi, tips dan trik traveling, kuliner yang dapat dinikmati, dan apa saja yang dapat dilakukan ketika mengunjungi suatu destinasi[7]. Meskipun demikian, informasi yang diberikan dalam situs pariwisata tersebut dirasa masih belum memenuhi kebutuhan calon wisatawan dalam merencanakan kegiatan wisata. Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh calon wisatawan adalah adanya informasi mengenai kondisi cuaca yang terjadi di suatu destinasi[8]. Informasi mengenai kondisi cuaca inilah yang masih belum dimiliki oleh situs-situs pariwisata yang ada di Indonesia.

(6)

Berdasarkan kondisi yang ada dalam kegiatan promosi pariwisata saat ini memunculkan adanya gagasan penelitian mengenai pengembangan internet advertising di bidang promosi pariwisata dengan pemanfaatan unsur cuaca. Dalam penelitian ini dibahas mengenai pengembangan prototype sederhana yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi website yang berisi direktori bisnis wisata di Indonesia dengan memanfaatkan unsur cuaca dalam proses filtering konten yang ditampilkan kepada pengunjung. Kondisi cuaca yang diambil merupakan data cuaca secara realtime untuk pemunculan alternatif destinasi, serta data forecast yang dapat digunakan untuk menampilkan destinasi dalam proses perencanaan wisata.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bentuk lain dari kegiatan promosi pariwisata yang melibatkan salah satu faktor kondisi geografis, yakni cuaca. Dalam penelitian ini juga dibahas mengenai cara mendapatkan kondisi cuaca melalui suatu layanan eksternal dan menggunakan hasilnya dalam proses filter data lokasi yang ditampilkan kepada pengunjung situs. Informasi yang diberikan pada pengunjung situs adalah daftar lokasi bisnis yang ada di daerah wisata yang direkomendasikan kepada calon wisatawan yang sesuai dengan kondisi cuaca yang terjadi di tempat tujuan wisata pada saat itu.

Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif tujuan wisata bagi calon wisatawan yang berlaku sebagai calon konsumen yang sesuai dengan kondisi cuaca yang terjadi di daerah tujuan wisata, serta memberikan fasilitas bagi produsen untuk dapat memasarkan produknya sesuai dengan kondisi cuaca yang terjadi di lingkungan bisnis tersebut berada.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti disampaikan di atas maka rumusan masalah yang ditemukan adalah informasi dalam sistem promosi pariwisata yang ada sekarang belum ditampilkan berdasarkan kondisi cuaca yang terjadi. Padahal informasi berdasarkan kondisi cuaca tersebut sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan tujuan wisata yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Oleh

(7)

karena itu dibutuhkan suatu sistem informasi yang dapat memunculkan iklan pariwisata yang sesuai dengan kondisi cuaca yang terjadi di daerah tujuan wisata.

1.3. Keaslian Penelitian

Pada tahun 2002 Kolmel dan Alexakis membangun suatu sistem layanan iklan online yang menyerupai konsep yellow pages[9]. Konsep dari penelitian Kolmel dan Alexakis menggunakan metode Location Based Service (LBS) untuk menampilkan iklan secara online yang diakses melalui media ponsel. Pada penelitian tersebut, iklan yang ditayangkan memiliki lokasi penawaran terdekat dengan lokasi pengunjung website yang diperoleh dari Cell-ID perangkat pengunjung yang ditangkap oleh sistem. Sebagai contoh, seorang konsumen melakukan pencarian dengan kata kunci apotik, selanjutnya sistem akan menampilkan iklan apotik yang memiliki lokasi terdekat dengan konsumen. Dalam penelitian tersebut tidak disertakan informasi mengenai kondisi cuaca sebagai salah satu pendukung layanan pencariannya. Hal ini menyebabkan produsen tidak leluasa dalam menyampaikan informasi produk kepada konsumen.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Reich pada tahun 2007 yang menambahkan faktor iklim sebagai salah satu kunci dalam menampilkan layanan iklannya. Reich mengembangkan suatu aplikasi yang digunakan untuk menayangkan iklan berdasarkan kondisi iklim yang terjadi di sisi konsumen. Metode yang digunakan oleh Reich adalah dengan membuat beberapa skenario iklan berdasar kondisi cuaca seperti hujan, salju, panas, dan berangin. Iklan yang ditampilkan dalam aplikasi Reich memiliki karakteristik yang sesuai dengan salah satu skenario iklan yang telah dibuat sebelumnya dengan membaca hasil analisis kondisi geografis di lokasi konsumen. Penelitian yang dilakukan oleh Reich mengacu pada kebutuhan produsen yang ingin melakukan pemasaran berdasar kondisi iklim dari calon konsumen[10].

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Reich dikatakan memiliki kemungkinan ketepatan paling tinggi karena data yang digunakan merupakan data yang diperoleh secara realtime. Namun dalam kegiatan promosi pariwisata, data realtime belum tentu dapat mengakomodasi kebutuhan informasi dari konsumen

(8)

yang ingin melakukan perjalanan wisata. Hal ini dikarenakan kegiatan wisata biasanya membutuhkan perencanaan untuk waktu yang akan datang. Oleh karena itu, untuk menerapkan metode dari penelitian yang dilakukan oleh Reich di bidang promosi pariwisata masih dibutuhkan data prakiraan mengenai kondisi iklim atau cuaca untuk masa yang akan datang.

Pada tahun 2006 Fox dan Pearson melakukan penelitian mengenai pengembangan metode internet advertising berbasis cuaca yang diterapkan dalam bentuk aplikasi website[11]. Penelitian yang dilakukan Fox dan Pearson bertujuan untuk menggabungkan sebuah sistem, metode dan program komputer untuk aplikasi perencanaan berbasis cuaca untuk menentukan beberapa parameter kebutuhan konsumen seperti kondisi cuaca, tujuan wisata serta aktifitas yang dapat dilakukan di tempat tujuan wisata. Metode yang dilakukan dalam penelitian Fox dan Pearson terbagi menjadi tiga bagian yang terpisah sebagai berikut : 1. Mendapatkan kondisi cuaca yang terjadi di daerah tujuan wisata berdasarkan

masukan lokasi geografis tujuan wisata dan tanggal wisata atau musim oleh konsumen.

2. Mendapatkan lokasi tujuan wisata berdasarkan masukan musim, dan tanggal keberangkatan atau musim dari konsumen.

3. Mendapatkan tanggal yang sebaiknya dipilih konsumen untuk melakukan kegiatan wisata berdasarkan masukan lokasi geografis tujuan wisata serta kondisi cuaca yang dipilih oleh konsumen.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Fox dan Pearson menyediakan berbagai pilihan masukan data yang dapat digunakan oleh pengguna sebagai kata kunci untuk mendapatkan data yang diinginkan. Metode ini sangat cocok jika digunakan oleh konsumen yang sudah menentukan lokasi wisata disertai dengan penentuan tanggal wisata atau musim yang dipilih sebagai penentuan waktu wisata. Namun metode dalam penelitian Fox dan Pearson tersebut dapat menyulitkan calon wisatawan yang ingin melakukan blind search dimana calon wisatawan tidak memiliki perencanaan wisata apapun. Selain itu, aplikasi yang dikembangkan oleh Fox dan Pearson menitikberatkan pada bagian front end dimana pengguna

(9)

diharuskan untuk memilih salah satu metode, kemudian memasukkan beberapa kata kunci berdasarkan metode yang dipilih.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Fox dan Pearson menunjukkan bahwa suatu lokasi wisata akan muncul hanya jika data mengenai lokasi wisata tersebut memiliki kesesuaian dengan kata kunci yang dimasukkan calon wisatawan. Hal tersebut dianggap menjadi kurang menguntungkan dari sisi pemasang iklan karena lokasi bisnisnya tidak akan muncul pada kondisi masukan tertentu. Misalnya, terdapat sebuah rumah makan di daerah puncak yang biasanya memiliki kondisi temperatur yang rendah, sementara di tempat lain terdapat calon konsumen yang ingin mencari rumah makan di daerah yang temperaturnya lebih tinggi. Dari masukan pengguna, sistem hanya akan menampilkan lokasi-lokasi yang temperaturnya tinggi. Kondisi tersebut mengakibatkan rumah makan yang berada di daerah yang temperaturnya rendah menjadi tidak muncul sebagai bagian dari hasil pencarian karena daerahnya memiliki temperatur yang tidak sesuai dengan masukan pengguna. Hal ini dapat menyebabkan inti dari promosi sebagai cara untuk menyampaikan informasi mengenai rumah makan tersebut kepada konsumen tidak akan tercapai.

Penelitian tentang “Pengembangan Internet Advertising dengan Pemanfaatan Unsur Cuaca” merupakan penelitian yang mengacu pada metode penelitian yang dilakukan Fox dan Pearson namun menitik beratkan pada kebutuhan produsen sebagai pihak pemasang iklan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penggunaan masukan berupa nama kota, kata kunci, kategori pencarian dan tanggal perencanaan wisata, kemudian dilakukan pengolahan data masukan di dalam aplikasi untuk mendapatkan kondisi cuaca yang terjadi. Selanjutnya dilakukan penayangan daftar lokasi wisata yang sesuai dengan kondisi cuaca di lokasi tujuan wisata yang dihasilkan berdasarkan masukan dari calon wisatawan. Dalam penelitian Fox dan Pearson, kondisi cuaca dipilih oleh calon konsumen dalam bentuk masukan aplikasi. Sedangkan penelitian ini menitikberatkan pada bagian back end dimana pemilik iklan yang harus menentukan beberapa deskripsi iklan yang sesuai dengan kondisi cuaca. Dari hasil masukan pengguna akan dimunculkan daftar-daftar lokasi wisata dengan deskripsi

(10)

yang sesuai dengan kondisi cuaca di lingkungan lokasi wisata pada saat itu. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif tujuan wisata bagi para pengunjung situs berdasarkan kondisi cuaca yang terjadi di lokasi tujuan wisata. Selain itu, penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif penawaran lokasi wisata yang sesuai dengan kondisi cuaca.

1.4. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan internet advertising di bidang promosi pariwisata dengan pemanfaatan unsur cuaca.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah adanya suatu inovasi baru dalam metode periklanan pada media online yang sesuai dengan kondisi pasar sehingga dapat terjadi kegiatan publikasi yang efektif dan tepat sasaran. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan masukan bagi penyedia layanan website pariwisata dalam memberikan penawaran yang berbeda bagi organisasi yang ingin memasang iklan pada website tersebut dengan memanfaatkan unsur cuaca. Manfaat lain dari penelitian ini adalah adanya alternatif tujuan wisata yang dapat digunakan oleh agen pariwisata dalam menentukan alternatif tujuan wisata berdasarkan kondisi cuaca.

1.6. Batasan Masalah

Beberapa hal yang menjadi batasan masalah dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut.

1. Aplikasi dibangun dengan mengunakan PHP sebagai bahasa pemrograman, apache sebagai web service dan MySQL sebagai server basis data.

2. Pada penelitian ini tidak dibahas unsur HCI secara mendalam. 3. Sistem aplikasi yang dibangun menggunakan model client server.

4. Indikator cuaca yang digunakan dalam penelitian ini adalah cuaca cerah atau hujan sebagai penentu kondisi panas atau dingin yang diperoleh dari hasil

(11)

prakiraan cuaca yang didapat dari layanan eksternal untuk menentukan deskripsi iklan yang akan dimunculkan.

Gambar

Gambar 1.1. Grafik Pengguna Internet di Indonesia[1]
Gambar 1.2. Ilustrasi aplikasi Ace Hardware [6]

Referensi

Dokumen terkait

Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk

Dari studi yang telah dilakukan dapat ditunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung pada musim panen yang diamati adalah luas lahan, tenaga kerja, bibit,

Kewenangan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 94, tetapi Tidak

Ringkasnya, meskipun struktur kristal serbuk ferit hasil sintesis telah sama dengan produk komersial, namun sifat-sifat magnetik magnet yang dihasilkan masih belum dapat

H Handle suatu bagian dari objek yang digunakan untuk kendali tertentu, misalnya Fill-handle diklik dan ditarik maka kita bisa meng-copy isi sel dan sebagainya Hardspace spasi

D penulis berusaha untuk menerapkan teori keperawatan pada kasus gagal ginjal kronik dengan anemia yaitu diperoleh data bahwa klien mengatakan berat badannya meningkat 2 kg,

Dengan adanya program pemerintah dalam memusatkan para pengrajin yang ada di Medan di harapkan bangunan yang akan didirikan ini dapat dengan mudah berintegrasi dengan

Persamaan dari nilai fitness yang digunakan dalam proses optimasi komposisi makanan untuk penderita hipertensi ini dapat dilihat pada Persamaan (9)