• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PEKERJAAN RETAINING WALL A1 PROYEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELAKSANAAN PEKERJAAN RETAINING WALL A1 PROYEK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Seminar Nasional Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta Prosiding Online 2020, e-ISSN : 2715-5668

195

PELAKSANAAN PEKERJAAN RETAINING WALL A1 PROYEK

SIMPANG SUSUN SENTUL SELATAN

𝐅𝐚𝐫𝐞𝐥 𝐀𝐧𝐠𝐠𝐚𝐝𝐚 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐚𝟏, 𝐖𝐢𝐝𝐲𝐚 𝐃𝐰𝐢 𝐌𝐚𝐡𝐚𝐫𝐚𝐧𝐢𝟐, 𝐒𝐮𝐭𝐢𝐤𝐧𝐨 𝟑

1,2 𝑀𝑎ℎ𝑎𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝐽𝑢𝑟𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑘𝑛𝑖𝑘 𝑆𝑖𝑝𝑖𝑙, ³ Dosen Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. DR. G.

A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, 16424

e-mail : [email protected], [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Pada pintu tol Jagorawi khususnya pintu keluar tol Sentul Selatan sering terjadi kemacetan. Oleh karena itu dibangun Simpang Susun yang menghubungkan tol Jagorawi menuju tol arah Parung-Bogor agar kendaraan tidak perlu melalui pintu tol Sentul Selatan sehingga kemacetan pada titik tersebut dapat dikurangi. Pelaksanaan pekerjaan retaining wall A1 pada proyek simpang susun selatan dengan dimensi tipe A lebar 1,9 m tinggi bervariasi serta dimensi tipe B lebar 1,5 m tinggi bervariasi. Panjang total retaining wall A1 bagian kanan adalah 75,443 m dan bagian kiri 74,174 m. Pekerjaan retaining wall pada proyek ini meliputi pekerjaan persiapan,pekerjaan galian, pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting,dan pekerjaan pengecoran. Proyek Akhir ini menganalisis produktivitas alat, tenaga kerja, kebutuhan bahan, serta kekuatan bekisting yang dianalisis berdasarkan SNI dan pengamatan langsung di lapangan. Dari proyek akhir ini, dapat diketahui tahapan pekerjaan serta kuantitas kebutuhan tenaga kerja, alat dan bahan dalam pelaksanaan pekerjaan retaining wall. Metodologi penulisan proyek akhir ini menggunakan pengambilan data selama praktik kerja lapangan dan wawancara bersama pihak proyek. Pelaksanaan pekerjaan retaining wall ini dilaksanakan selama 20 hari kalender.

Kata Kunci : Bekisting ; Galian ; Pembesian ; Pengecoran ; Retaining Wall

ABSTRACT

At the Jagorawi toll gate, especially the South Sentul toll exit, congestion often occurs. Therefore an Stack Interchange was built that connects the Jagorawi toll road to the Parung-Bogor toll road so that vehicles do not have to pass through the South Sentul toll gate so that congestion at that point can be reduced. The implementation of retaining wall A1 work at the south intersection project with the dimensions of type A, width of 1.9 m, varying height and dimension of type B, width of 1.5 m, varies in height. The total length of retaining wall A1 on the right is 75.443 m and the left is 74.174 m. Retaining wall work on this project includes preparatory work, excavation work, ironwork, formwork work, and casting work. This final project analyzes the productivity of tools, labor, material requirements, and strength of formwork which is analyzed based on SNI and direct observation in the field. From this final project, it can be seen the stages of work and the quantity of labor requirements, tools and materials in the implementation of retaining wall work. This final project writing methodology uses data collection during field work practices and interviews with project parties. The retaining wall work was carried out for 20 days calendar.

(2)

Farel Anggada P., Widya Dwi M., Sutikno, Pelaksanaan Pekerjaan Retaining …

196

PENDAHULUAN

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan tol merupakan suatu kegiatan untuk membangun jalan bebas hambatan yang menghubungkan satu daerah ke daerah yang lain. Setiap jalan tol tentunya memiliki pintu masuk dan pintu keluar pada tiap titik tertentu. Pada pintu tol Jagorawi khususnya pintu keluar tol Sentul Selatan terjadi kemacetan di titik tersebut. Oleh karena itu dibangun Simpang Susun yang menghubungkan tol Jagorawi menuju tol arah Parung-Bogor agar kendaraan tidak perlu melalui pintu tol Sentul Selatan sehingga kemacetan pada titik tersebut dapat dikurangi. Pekerjaan pembangunan simpang susun jalan tol tentunya perlu diperhatikan tahapan - tahapannya agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik. Tahapan – tahapan tersebut dapat meliputi pekerjaan persiapan, pelaksanaan, dan pengendalian untuk persiapan apabila terjadi masalah- masalah dalam pelaksanaanya. Pekerjaan pembangunan simpang susun jalan tol cukup banyak dan kompleks, salah satunya adalah pekerjaan retaining wall pada abutment.

Pelaksanaan pekerjaan retaining wall terdiri atas susunan pekerjaan yang telah diatur sesuai urutannya. Pekerjaannya meliputi pekerjaan pengukuran untuk menentukan elevasi, pengadaan alat dan bahan kepada para supplier, penjadwalan waktu dan tenaga kerja, perhitungan volume pekerjaan retaining wall, serta pekerjaan pelaksanaan. Berikut pekerjaan pelaksanaan meliputi pekerjaan galian, pemasangan tulangan, pemasangan bekisting serta pengecoran untuk beton cor in situ, bila digunakan beton precast, maka cukup pekerjaan pemasangannya saja. Pada pekerjaan retaining wall perlu dilakukan pengontrolan pada setiap tahapan pekerjaannya agar didapatkan hasil sesuai dengan perencanaan. Maka dari itu pekerjaan

ini harus dilaksanakan secara teliti mengingat kompleksitas pekerjaan yang ada.

Untuk itu penulis tertarik mengambil judul Pelaksanaan Pekerjaan Retaining Wall Pada Proyek Simpang Susun Sentul Selatan. Dari hasil penulisan ini diharapkan dapat berguna bagi seluruh masyarakat khususnya yang berkecimpung pada dunia konstruksi.

Dengan adanya keterbatasan waktu dalam penulisan proyek akhir ini, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:

1. Analisis kebutuhan alat, bahan, waktu dan tenaga kerja yang diperlukan.

2. Pembahasan pekerjaan tanah, pekerjaan bekisting, pekerjaan penulangan, pekerjaan pengecoran retaining wall, dan pekerjaan pemasangan sheet pile retaining wall.

3. Identifikasi kendala yang terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan retaining wall.

Adapun tujuan dari penulisan adalah:

1. Menganalisis kebutuhan alat, bahan, dan tenaga kerja yang diperlukan, pada pekerjaan retaining wall di abutment Proyek Simpang Susun Sentul Selatan Bogor, Jawa Barat. 2. Menganalisis tahapan pelaksanaan

pekerjaan retaining wall pada abutment Proyek Simpang Susun Sentul Selatan Bogor, Jawa Barat. 3. Menganilisis waktu pelaksanaan

pekerjaan retaining wall pada abutment Proyek Simpang Susun Sentul Selatan Bogor, Jawa Barat.

(3)

Farel Anggada P., Widya Dwi M., Sutikno, Pelaksanaan Pekerjaan Retaining …

197

METODE PENELITIAN

Metode penelitian dan pengambilan data dilakukan dengan cara penelitian langsung dilapangan saat penulis melaksanakan praktik kerja lapangan, studi literatur, dokumentasi, dan wawancara. Dengan tahapan sebagai berikut :

Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan identifikasi masalah atau apa saja yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian ini.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang yang didapat dari proyek, dokumentasi, dan wawancara. Seperti shop drawing, kurva s, dan work method statement, dan berdasarkan hasil strudi litratur seperti analisis kebutuhan tenaga kerja didapat dari koefisien tenaga kerja dikali dengan volume pekerjaan. Berikut adalah koefisien tenaga kerja berdasarkan SNI 7934:2008:

Tabel 1. Pembesian 10 kg

Kebutuhan Satuan Koef

Tenaga Kerja Pekerja OH 0,07 Tukang OH 0,007 Kep. Tukang OH 0,007 Mandor OH 0,004 Sumber: SNI 7934:2008

Tabel 2. Pemasangan Bekisting

Kebutuhan Satuan Koef

Tenaga Kerja Pekerja OH 0,660 Tukang OH 0,330 Kep. Tukang OH 0,033 Mandor OH 0,033 Sumber: SNI 7934:2008

Tabel 3. Pembuatan 1m3 Beton

Kebutuhan Satuan Koef

Tenaga Kerja Pekerja OH 2,1 Tukang OH 0,35 Kep. Tukang OH 0,035 Mandor OH 0,105 Sumber: SNI 7934:2008

Dan untuk menganalisis durasi pekerjaan didapat dari pengamatan langsung dan sesuai atau tergantung alat yang digunakan.

Q = C x (60 / CT) x E

Keterangan:

Q = Produksi per jam (ton, m3)

C = Kapasitas Alat CT = Waktu siklus E = Efisiensi kerja Gambar 1. Tahapan Penelitian

(4)

Farel Anggada P., Widya Dwi M., Sutikno, Pelaksanaan Pekerjaan Retaining …

198 Dikarenakan efisiensi setiap alat berbeda

maka efisiensi alat dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4. Efisiensi Alat

Kondisi Operasi Alat

Pemeliharan Mesin Baik

Sekali Baik Sedang Buruk

Buruk Sekali Baik Sekali 0.83 0.81 0.76 0.7 0.63 Baik 0.78 0.75 0.71 0.65 0.6 Sedang 0.72 0.69 0.65 0.6 0.54 Buruk 0.63 0.61 0.57 0.52 0.45 Buruk Sekali 0.52 0.5 0.47 0.42 0.32 Sumber: Rochmanhadi,1987 Pengolahan Data

Pengolahan data ini dengan menganalisis dan membahas mengenai tahapan pelaksanaan pekerjaan, produktivitas alat dan bahan, jumlah pekerja yang dibutuhkan dan juga waktu pelaksanaan.

Kesimpulan

Kesimpulan merupakan hasil akhir dari data yang telah diolah dan membandingkan dengan tujuan dari penelitian ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada hasil dan pembahasan ini mengenai analisis serta pembahasan dari tiap item pekerjaan yang ada. Tiap pekerjaan diuraikan secara berurutan mulai dari persiapan sampai pekerjaan retaining wall selesai dikerjakan. Tahapan Pelaksanaan

Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu dibuat susunan tahapan pelaksanaannya dengan maksud untuk mempermudah dan mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan. Susunan tahapan pekerjaan retaining wall A1 pada Proyek

Simpang Susun Sentul Selatan dapat dilihat pada gambar berikut :

Pekerjaan retaining wall A1 ini terbagi menjadi dua bagian dan dua tipe yaitu bagian kanan sepanjang 75,443 m dan bagian kiri sepanjang 74,174 m. Tipe A memiliki lebar 1,9 m dan tipe B memiliki lebar 1,5 m.

Tahapan pekerjaan retaining wall dimulai dari pekerjaan persiapan seperti pembuatan site plan, pengukuran, serta mobilisasi alat dan bahan. Selanjutnya pekerjaan galian dan pembongkaran aspal, berikut merupakan flow chart pekerjaan galian dan pembongkaran aspal :

Gambar 2. Flow Chart Pekerjaan Retaining Wall A2

Gambar 3. Flow Chart Pekerjaan Galian dan Pembongkaran Aspal

(5)

Farel Anggada P., Widya Dwi M., Sutikno, Pelaksanaan Pekerjaan Retaining …

199 Setelah pekerjaan galian dan pembongkaran aspal dilakukan pekerjaan pengecoran lantai kerja, berikut merupakan flow chart pekerjaan lantai kerja :

Selanjutnya dilakukan pekerjaan pembesian, pembesian dilakukan dua tahap yakni pembesian footing terlebih dahulu lalu dilaksanakan pengecoran footing, selanjutnya dilakukan pekerjaan pembesian dinding retaining wall. Flow chart pekerjaan pembesian dapat dilihat pada gambar berikut:

Setelah pekerjaan pembesian dinding selesai, selanjutnya dilaksanakan pekerjaan

bekisting. Flow chart pekerjaan bekisting dapat dilihat pada gambar berikut :

Setelah pekerjaan bekisting selesai maka akan dilakukan pekerjaan pengecoran, dengan flow chart seperti pada gambar berikut :

Gambar 5. Flow Chart Pekerjaan Lantai Kerja

Gambar 6. Flow Chart Pekerjaan Pembesian

Gambar 4. Flow Chart Pekerjaan Bekisting

(6)

Farel Anggada P., Widya Dwi M., Sutikno, Pelaksanaan Pekerjaan Retaining …

200 Kebutuhan Alat, Bahan, dan Tenaga Kerja

Perhitungan kebutuhan alat,bahan dan tenaga kerja ini mengacu pada SNI .

Pada pekerjaan galian dan pembongkaran aspal dengan volume pekerjaan 326,113 m³ dibutuhkan 7 orang pekerja dengan menggunakan alat 1 unit excavator, 1 unit rock drill breaker excavator, dan 1 unit dump truck.

Pada pekerjaan lantai kerja dilakukan pengecoran menggunakan beton mutu K-125 dengan volume pekerjaan 31,2 m³. Dibutuhkan 18 orang tenaga kerja, dan dibutuhkan 6 unit truck mixer.

Pada pekerjaan pembesian dibutuhkan 22 orang tenaga kerja dengan volume pekerjaan 9101,71 kg menggunakan 1 unit bar bending dan 1 unit bar cutter. Pekerjaan pembesian ini menggunakan besi ulir BJ40 dengan diameter D13,D19, dan D22.

Pada pekerjaan bekisting dilakukan 2 tahap pekerjaan yakni Tipe A dan Tipe B. Kebutuhan tenaga kerja, alat dan bahan tipe A seperti pada tabel berikut :

Kebutuhan tenaga kerja, alat dan bahan tipe B seperti pada tabel berikut :

Tabel 4. Kebutuhan Tenaga Kerja Pekerjaan Bekisting Tipe B

Pada pekerjaan pengecoran footing dengan volume pekerjaan 121,44 m³ membutuhkan 11 unit truck mixer, 1 unit concrete pump, dan 1 unit concrete vibrator. Pekerjaan pengecoran menggunakan beton mutu K-250. Dan untuk pekerjaan pengecoran dinding dengan volume pekerjaan 128,29 m³ membutuhkan 11 unit truck mixer, 1 unit concrete pump, dan 2 unit concrete vibrator.

Tabel 1. Kebutuhan Bahan Pekerjaan Bekisting Tipe A

Tabel 2. Kebutuhan Tenaga Kerja Pekerjaan Bekisting Tipe A

(7)

Farel Anggada P., Widya Dwi M., Sutikno, Pelaksanaan Pekerjaan Retaining …

201 Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Pelaksanaan pekerjaan retaining wall ini membutuhkan waktu 20 hari kalender (140 jam).

KESIMPULAN

Pelaksanaan pekerjaan retaining wall A1 ini dibagi menajadi dua bagian dan dua tipe. Tahapan pekerjaan retaining wall A1 ini meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan galian dan pembongkaran aspal, pekerjaan lantai kerja, pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting, dan pekerjaan pengecoran. Untuk perhitungan produktivitas alat,bahan, dan tenaga kerja mengacu pada SNI dan literatur. Waktu pelaksanaan pekerjaan retaining wall ini dibutuhkan 20 hari kalender (140 jam) dan berjalan sesuai rencana proyek.

UCAPAN TERIMAKASIH

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME atas Rahmat dan Karunia-Nya dan kepada PT. PP (Persero) Tbk. Selaku kontraktor pada Proyek Simpang Susun Sentul Selatan yang telah bersedia memberikan data sehingga penulis dapat penyelasaikan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Abi Gazal, Mochamad, 2014, Rancang Bangun Alat Bantu Penekuk Begel Cincin Segiempat Untuk Konstruksi Beton (Biaya Produksi), Politeknik Negeri Sriwijaya: Palembang.

[2] Bennet Silalahi, 1994, Perencanaan Pembinaan Tenaga Kerja, PT. Pustaka Binwan, Pressindo, Jakarta.

[3] Hardiyatmo, Hari Christady, 2014, Analisis Dan Perancangan Fondasi I, Universitas Gajah Mada: Yogyakarta. [4] PT. PP (persero) Tbk. 2003. Buku

Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003.

[5] Putri Kusumaningtyas, Indah, 2014, Kajian Beton Ringan Dengan Menggunakan Serbuk Kayu Sebagai Pengganti Agregat Halus (Timber Crete), Politeknik Negeri Sriwijaya: Palembang.

[6] Rochmanhadi, Ir. 1986. Alat-Alat Berat dan Penggunaannya, Jakarta, Badan Peneliti Pekerjaan Umum

[7] RSNI T-7394-2008. Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Harga.

[8] Rahmawati, R. A., & Murdiyoto, R. A. (2021). Assessment On Transit Oriented Development Pondok Cina According to GBCI. Applied Research on Civil Engineering and Environment (ARCEE), 2(02), 70–76.

[9] Sritomo Wignjosoebroto, 1995, Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu, edisi Pertama, Guna Widya, Jakarta [10] Surya Pratama, Hario dkk, 2017,

Analisa Perbandingan Penggunaan Bekisting Konvensional, Semi Sistem, Dan Sistem (Peri) Pada Kolom Gedung Bertingkat, Universitas Diponegoro: Semarang.

[11] Tanjung, Amalia dan Afrisa, Yesi, 2016, Perencanaan Dinding Penahan Tanah Tipe Penyanggah Pada Tebing Sungai Lematang Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Politeknik Negeri Sriwijaya: Palemban.

Gambar

Tabel 1. Pembesian 10 kg
Tabel 4. Efisiensi Alat  Kondisi
Gambar 5. Flow Chart Pekerjaan Lantai Kerja

Referensi

Dokumen terkait

akhir 1594 2015011019 Alfiyan Irsyad Thoyyib Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik dan Kejuruan Penurunan 1 tingkat UKT Semester Genap 2020/2021 disetujui 1595

Hasil ini di dukung pula oleh penelitian yang dilakukan oleh Park dan Kim (2006) yang menghasilkan bahwa persepsi manfaat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

1) Pengunjung, dapat melihat tipe kamar, dapat melihat cara pemesanan, dapat melihat cara pembayaran, dapat melakukan daftar member. 2) Member dapat melakukan login,

Supervisi klinis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan peningkatan mutu proses belajar mengajar di sekolah. Supervisi dipandang sebagai bantuan yang

Hal ini juga merupakan proses yang apabila dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan produktifitas, menghilangkan inefisiensi dalam perusahaan dan mengajar

Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) a dalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang a man, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat

Adapun tujuan dari pembuatan sistem informasi dan promosi berbasis web bagi PT.Perkebunan Tambi adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan ilmu yang didapat