Tipe Kendaraan Toyota Avanza 1.3 G Manual Harga : Rp 154.350.000,- (www.toyota.com)
Tipe Ban TURANZA HR ER-37 (185/55 R16): Rp 1.156.000,-/Buah (www.situsotomotif.com)
Bahan Bakar Bensin : Rp 4.500,-/liter Harga Oli mesin Castrol Magnatec
10W-40W SM/CF : Rp 43.000,- (www.pasarondedil.com)
Upah Mekanik, Harga : Rp 15.000,-/jam
2. Bus (LB)
Tipe kendaraan HINO R 235 : Rp 532.000.000,- (www.PT.HINO.com) Tipe Ban CHAMPIRO HPX 60
(225/60 ZR16) : Rp 1.023.000,-/ Buah (www.situsotomotif.com)
Bahan Bakar Solar : Rp 4.500,-/Liter Harga Oli Mesin Cartago Multigrado
EP 80W-90W : Rp 45.000,- (www.pasaronderdil.com)
Upah Mekanik : Rp 15.000,-/jam Upah Crew
o Supir : Rp 50.000,-/jam o Pembantu : Rp 35.000,-/jam 3. Truk Besar 3 Sumbu
Tipe Kendaraan Fuso FN 527 ML 220 PS 10 Ban 6X4: Rp 703.500.000, (www.produkdalamnegeri.com)
Tipe Ban BS DUELER (235/60 HR16D-687T): Rp 1.483.000.- (www.situsotomotif.com)
Bahan Bakar Solar : Rp 4.500,-
Harga Oli Mesin Cartago Multigrado EP 80W-90W : Rp 45.000,- (www.pasaronderdil.com)
Upah Mekanik : Rp 15.000,-/jam Upah Crew
o Supir : Rp 50.000,-/jam o Pembantu : Rp 35.000,-/jam 6.3. Perhitungan BOK Perkendaraan
Besarnya BOK tiap kendaraan per 1000 km dari berbagai macam kecepatan adalah dengan memasukkan harga darin masing-masing komponen dari tiap jenis kendaraan dan dari persamaan BOK, contoh perhitungan BOK untuk kendaraan pada segmen 1 dimana kecepatan kendaraan untuk tahun 2011 adalah 23,17 km/jam pada saat kondisi eksisting.
1. Konsumsi Bahan Bakar Formula yang digunakan:
Konsumsi BBM = Konsumsi BBM dasar [1±(kk+kl+kr)]
Dimana:
Konsumsi BBM dasar dalam liter/1000km, sesuai golongan: Golongan I = 0.0284(23,17)2 -3.0644(23,17)+141.68 = 85,924 Golongan IIa = 2.26533*85,924 = 194,646 Golongan IIb = 2.90805*194,646= 566,497 Konsumsi Bahan Bakar
Gol I = 85,924 [1±(0,4+0,05+0,085)]x4500 = Rp 593.522,- Gol IIa =194,646 [1±(0,4+0,05+0,085)]x4500 = Rp 1.344.523,- Gol IIb = 566,497 [1±(0,4+0,05+0,085)]x4500 = Rp 3.909.941,-
kk = koreksi akibat kelandaian kl = koreksi akibat kondisi lalu lintas
kr = koreksi akibat kerataan permukaan jalan 2. Konsumsi Minyak Pelumas
Formula yang digunakan
Konsumsi Pelumas = Konsumsi Pelumas Dasar*Faktor Koreksi Gol I = 0,003x1,5xRp43.000x1000 = Rp 193.500,- Gol IIa = 0,0057x1,5xRp45.000x1000 = Rp 384.750,- Gol IIb = 0,0046x1,5xRp45.000x1000 = Rp 310.500,- 3. Konsumsi Ban Formula yang digunakan Gol I Y = 0.0008848V-0.0045333xRp694.000x4 = 0,0008848(23,17)-0,0045333x694000x4 = Rp 45.735- Gol IIa Y = 0.0012356V-0.0064667xRp1.023.000x6 = 0,0012356(23,17)-0,0064667x1023000x6 = Rp 101.124,- Gol IIb Y = 0.0015553V-0.0059333xRp1.050.000x10 = Rp 172.989,-
Dimana : Y = pemakaian Ban per 1000km 4. Pemeliharaan Suku Cadang Gol I Y= 0.0000064V-0.0005567xRp154.350.000 = 0.0000064(23,17)-0.0005567x154350000 = Rp 108.815,-
Gol IIa Y = 0.0000332V–0.0020891x532000000 = 0.0000332(23,17)–0.0020891x532000000 = Rp 375.054,- Gol IIb Y = 0.0000191V–0.0015400x703.500.000 = 0.0000191(23,17)-0.0015400x703.500.000 = Rp 498.542,-
Dimana : Y = Pemeliharaan suku cadang per 1000km
Y’= Y*harga kendaraan (Rp/1000km) Jam Harga Mekanik
Gol I Y = 0.00362V - 0.36267x15000
=
0.00362(23,17) - 0.36267x15000=
Rp 6.729,- Gol IIa Y = 0.02311V – 1.97733x15000 = 0.02311(23,17) – 1.97733x15000= Rp 30,483,-
Gol IIb Y = 0.01511V – 1.21200x15000 = 0.01511(23,17) – 1.21200x15000 = Rp 18.705,-Dimana : Y = jam montir per 1000km Y’= Y*upah kerja per jam (Rp./1000km)
5. Depresiasi
Formula yang digunakan Gol I Y = 1/(2.5V+125)x0,5x154.350.000 = 1/((2,5(23,17)+125) x0,5x154.350.000 = Rp 421.894,- Gol IIa Y = 1/(9.0V+450)x0,5x532.000.000 = 1/(9.0(23,17)+450)x0,5x532.000.000 = Rp 1.454.147,- Gol IIb Y = 1/(6.0V+300)x0,5x703.500.000 = 1/(6.0(23,17)+300)x0,5x703.500.000 = Rp1.922.918,-
Dimana : Y = depresiasi per 1000km Y’= Y*setengah nilai kendaraan (Rp./1000km)
6. Bunga Modal
Formula yang digubnakan INT = AINT / AKM
INT = 0.22%* Harga kendaraan baru (Rp./1000km) Diamana: AINT = Rata-rata bunga modal tahunan dari
kendaraan yang dieksprsikan sebagai fraksi dari harga kendaraan baru = 0.01*(AINV/2)
AINV = Bunga modal tahunan dari harga kendaraan baru
AKM = Rata-rata jarak tempuh tahunan (kilometer) kendaraan
INT Gol I = 0.22%* Harga kendaraan baru (Rp./1000km)
= 0,22%xRp154.350.000,- = Rp 339.570,-
INT Gol IIa = 0.22%* Harga kendaraan baru (Rp./1000km)
= 0,22%xRp532.000.000,- = Rp 1.170.400,-
INT Gol IIb = 0.22%* Harga kendaraan baru (Rp./1000km)
= 0,22%xRp703.500.000,- = Rp1.154.700,-
7. Asuransi
Formula yang digunakan
Gol I Y = 38/(500V) = 38/(500(23,17))xRp154.350.00 0 = Rp 506.283,- Gol IIa Y = 60/(2571.42857V) = 60/(2571,4285(23,17))xRp532. 000.000 = Rp 1.745.012,- Gol IIIb Y = 61/(1714.28571V) = 61/(1714,2857(23,17)) = Rp 2.307.548,-
Dimana: Y = Asumsi per 1000km
Y’= Y*nilai kendaraan (Rp/1000km) Biaya operasi kendaraan adalah penjumlahan dari komponen-komponen di atas. Sehingga biaya operasi kendaraan pada kecepatan 23,17 km/jam pada segmen 1 sebesar Rp 19.171.874,-, Maka Biaya Operasi Kendaraan Per tahun sebesar Rp 19.171.874x365 = Rp 6.927.553.413,-. Untuk MC nilai BOK adalah 18% dari kendaraan pribadi (PC) dengan perbandingan ada 180 MC tiap 100 kendaraan pribadi (PC). Besarnya BOK akan ditinjau setiap segmen.
6.3.1 Segmen 1 (jl Girilaya-jl Simo Kwagean)
Pada saat kondisi eksisting kecepatan kendaraan sangat rendah karena volume kendaraan yang besar dan sempitnya jalan. BOK eksisting juga sangat besar akibat dari kecepatan yang rendah tersebut dibanding BOK saat forecasting.
Tabel 6.4 BOK segmen 1 saat Eksisting
Tabel 6.5 BOK segmen 1 pada saat forecasting
BOK per hari nerupakan hasil kali dari BOK per kendaraan per km dengan jumlah kendaraan per hari. Dalam kondisi dengan pelebaran jalan di atas box culvert, karena volume kendaraan terbagi sehingga kecepatan dapat menjadi lebih cepat.
6.3.2 Segmen 2 (jl Simo Kwagean-jl Simo Mulyo)
Pada saat kondisi eksisting kecepatan kendaraan sangat rendah karena volume kendaraan yang besar dan sempitnya jalan. BOK eksisting juga sangat besar akibat dari kecepatan yang rendah tersebut dibanding BOK saat forecasting.
Tabel 6.6 BOK segmen 2 saat Eksisting
Tabel 6.7 BOK segmen 2 pada saat forecasting
Tahun BOK Segmen 1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 35.851.046 Rp13.085.631.865 2011 Rp 39.433.364 Rp14.393.177.852 2012 Rp 43.089.249 Rp15.727.575.847 2013 Rp 47.957.855 Rp17.504.617.215 2014 Rp 51.868.913 Rp18.932.153.288 2015 Rp 55.963.873 Rp20.426.813.571 2016 Rp 60.056.315 Rp21.920.554.816 2017 Rp 64.240.347 Rp23.447.726.570 2018 Rp 69.353.814 Rp25.314.142.263 (bersambung)
(lanjutan) Tahun BOK Segmen
1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2019 Rp 73.785.751 Rp26.931.798.971 2020 Rp 78.317.710 Rp28.585.964.236 2021 Rp 83.186.283 Rp30.362.993.326 2022 Rp 88.421.945 Rp32.274.009.760 2023 Rp 94.058.352 Rp34.331.298.327 2024 Rp 100.132.725 Rp36.548.444.619 2025 Rp 106.686.292 Rp38.940.496.519 2026 Rp 113.764.802 Rp41.524.152.553 2027 Rp 121.419.132 Rp44.317.983.343 2028 Rp 129.706.011 Rp47.342.694.145 2029 Rp 138.688.873 Rp50.621.438.668 2030 Rp 148.438.897 Rp54.180.197.248 BOK per hari nerupakan hasil kali dari BOK per kendaraan per km dengan jumlah kendaraan per hari. Dalam kondisi dengan pelebaran jalan di atas box culvert, karena volume kendaraan terbagi sehingga kecepatan dapat menjadi lebih cepat.
6.3.2 Segmen 3 (jl Simo Mulyo-jl Tanjungsari)
Pada saat kondisi eksisting kecepatan kendaraan sangat rendah karena volume kendaraan yang besar dan sempitnya jalan. BOK eksisting juga sangat besar akibat dari kecepatan yang rendah tersebut dibanding BOK saat forecasting.
Tabel 6.8 BOK segmen 3 saat Eksisting Tahun BOK Segmen
1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 38.587.680 Rp 14.084.503.094 2011 Rp 42.636.407 Rp 15.562.288.638 2012 Rp 47.244.204 Rp 17.244.134.348 2013 Rp 48.642.542 Rp 17.754.527.869 2014 Rp 58.575.993 Rp 21.380.237.547 2015 Rp 64.003.090 Rp 23.361.128.023 2016 Rp 69.572.296 Rp 25.393.888.057 2017 Rp 75.370.319 Rp 27.510.166.526 2018 Rp 82.467.281 Rp 30.100.557.730 2019 Rp 88.830.006 Rp 32.422.952.202 2020 Rp 95.456.146 Rp 34.841.493.305 2021 Rp 102.712.104 Rp 37.489.918.038 2022 Rp 110.678.008 Rp 40.397.472.882 2023 Rp 119.447.876 Rp 43.598.474.840 2024 Rp 129.132.735 Rp 47.133.448.318 2025 Rp 139.864.555 Rp 51.050.562.714 2026 Rp 151.801.257 Rp 55.407.458.958 2027 Rp 165.133.100 Rp 60.273.581.492 2028 Rp 180.090.877 Rp 65.733.170.270 2029 Rp 196.956.491 Rp 71.889.119.091 2030 Rp 216.076.650 Rp 78.867.977.226
Tabel 6.9 BOK segmen 3 pada saat forecasting Tahun BOK Segmen
1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 29.108.280 Rp10.624.522.329 2011 Rp 31.948.369 Rp11.661.154.666 2012 Rp 34.834.248 Rp12.714.500.661 2013 Rp 35.765.951 Rp13.054.572.147 2014 Rp 41.754.672 Rp15.240.455.367 2015 Rp 44.946.607 Rp16.405.511.644 2016 Rp 48.124.608 Rp17.565.481.851 2017 Rp 51.361.868 Rp18.747.081.809 2018 Rp 55.328.467 Rp20.194.890.606 2019 Rp 58.733.607 Rp21.437.766.642 2020 Rp 62.204.429 Rp22.704.616.728 2021 Rp 65.921.469 Rp24.061.336.351 2022 Rp 69.906.276 Rp25.515.790.851 2023 Rp 74.182.578 Rp27.076.641.083 2024 Rp 78.776.524 Rp28.753.431.163 2025 Rp 83.716.953 Rp30.556.687.681 2026 Rp 89.035.706 Rp32.498.032.513 2027 Rp 94.767.978 Rp34.590.311.972 2028 Rp 100.952.728 Rp36.847.745.725 2029 Rp 107.633.150 Rp39.286.099.854 2030 Rp 114.857.232 Rp41.922.889.665 BOK per hari nerupakan hasil kali dari BOK per kendaraan per km dengan jumlah kendaraan per hari. Dalam kondisi dengan pelebaran jalan di atas box culvert, karena volume kendaraan terbagi sehingga kecepatan dapat menjadi lebih cepat.
6.3.3 Segmen 4 (jl Tanjungsari-jl Margomulyo)
Pada saat kondisi eksisting kecepatan kendaraan sangat rendah karena volume kendaraan yang besar dan sempitnya jalan. BOK eksisting juga sangat besar akibat dari kecepatan yang rendah tersebut dibanding BOK saat forecasting.
Tabel 6.10 BOK segmen 4 saat Eksisting
Tahun BOK Segmen 1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 22.362.825 Rp 8.162.431.282 2011 Rp 22.852.784 Rp 8.341.266.096 2012 Rp 23.760.780 Rp 8.672.684.567 2013 Rp 25.359.844 Rp 9.256.342.905 2014 Rp 26.387.130 Rp 9.631.302.475 2015 Rp 27.500.844 Rp 10.037.808.115 2016 Rp 28.655.359 Rp 10.459.206.164 2017 Rp 29.885.049 Rp 10.908.042.785 2018 Rp 31.556.603 Rp 11.518.160.055 2019 Rp 32.969.452 Rp 12.033.850.083 2020 Rp 34.486.135 Rp 12.587.439.270 2021 Rp 36.203.243 Rp 13.214.183.618 2022 Rp 38.159.453 Rp 13.928.200.520 2023 Rp 40.402.625 Rp 14.746.958.203 2024 Rp 42.992.277 Rp 15.692.180.940 2025 Rp 46.002.824 Rp 16.791.030.785 2026 Rp 49.527.839 Rp 18.077.661.111 2027 Rp 53.685.682 Rp 19.595.273.768 2028 Rp 58.627.024 Rp 21.398.863.630 2029 Rp 64.544.955 Rp 23.558.908.700 2030 Rp 71.688.689 Rp 26.166.371.499 Tabel 6.11 BOK segmen 4 pada saat forecasting
Tahun BOK Segmen 1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 46.369.433 Rp16.924.843.203 2011 Rp 51.153.373 Rp18.670.981.126 2012 Rp 56.067.598 Rp20.464.673.194 2013 Rp 62.615.310 Rp22.854.588.179 2014 Rp 67.944.181 Rp24.799.625.969 2015 Rp 73.549.543 Rp26.845.583.197 2016 Rp 79.193.847 Rp28.905.754.267 2017 Rp 84.998.347 Rp31.024.396.618 (bersambung)
(lanjutan) Tahun BOK Segmen
1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2018 Rp 92.094.524 Rp33.614.501.426 2019 Rp 98.313.759 Rp35.884.521.921 2020 Rp 104.706.976 Rp38.218.046.358 2021 Rp 111.611.349 Rp40.738.142.387 2022 Rp 119.076.261 Rp43.462.835.224 2023 Rp 127.156.671 Rp46.412.185.087 2024 Rp 135.913.907 Rp49.608.576.167 2025 Rp 145.416.612 Rp53.077.063.456 2026 Rp 155.741.897 Rp56.845.792.508 2027 Rp 166.976.744 Rp60.946.511.565 2028 Rp 179.219.729 Rp65.415.201.045 2029 Rp 192.583.158 Rp70.292.852.752 2030 Rp 207.195.728 Rp75.626.440.639
BOK per hari nerupakan hasil kali dari BOK per kendaraan per km dengan jumlah kendaraan per hari. Dalam kondisi dengan pelebaran jalan di atas box culvert, karena volume kendaraan terbagi sehingga kecepatan dapat menjadi lebih cepat.
6.3.4 Segmen 5 (jl Margomulyo-Benowo) Pada saat kondisi eksisting kecepatan kendaraan sangat rendah karena volume kendaraan yang besar dan sempitnya jalan. BOK eksisting juga sangat besar akibat dari kecepatan yang rendah tersebut dibanding BOK saat forecasting.
Tabel 6.12 BOK segmen 5 saat Eksisting
Tahun BOK Segmen 1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 64.757.309 Rp 23.636.417.956 2011 Rp 71.997.045 Rp 26.278.921.576 2012 Rp 80.678.330 Rp 29.447.590.351 2013 Rp 92.274.597 Rp 33.680.228.041 2014 Rp 102.301.608 Rp 37.340.086.968 2015 Rp 113.078.702 Rp 41.273.726.087 2016 Rp 113.078.702 Rp 41.273.726.087 2017 Rp 136.478.800 Rp 49.814.762.064 2018 Rp 151.148.109 Rp 55.169.059.645 2019 Rp 165.001.994 Rp 60.225.727.730 2020 Rp 179.803.501 Rp 65.628.277.782 2021 Rp 196.464.249 Rp 71.709.450.886 2022 Rp 215.317.403 Rp 78.590.851.927 2023 Rp 236.774.972 Rp 86.422.864.841 2024 Rp 261.350.061 Rp 95.392.772.339 2025 Rp 289.686.174 Rp 105.735.453.602 2026 Rp 322.596.069 Rp 117.747.565.235 2027 Rp 361.113.591 Rp 131.806.460.849 2028 Rp 406.563.296 Rp 148.395.603.123 2029 Rp 460.654.623 Rp 168.138.937.304 2030 Rp 525.610.217 Rp 191.847.729.207
Tabel 6.13 BOK segmen 5 pada saat forecasting
Tahun BOK Segmen 1(Per Hari)
BOK Segmen 1(Per Tahun) 2010 Rp 47.115.776 Rp17.197.258.253 2011 Rp 52.036.896 Rp18.993.466.903 2012 Rp 57.099.267 Rp20.841.232.550 2013 Rp 63.848.824 Rp23.304.820.734 2014 Rp 69.353.764 Rp25.314.123.869 2015 Rp 75.146.363 Rp27.428.422.454 2016 Rp 75.146.363 Rp27.428.422.454 2017 Rp 87.002.298 Rp31.755.838.833 2018 Rp 94.356.772 Rp34.440.221.864 2019 Rp 100.810.972 Rp36.796.004.917 2020 Rp 107.450.698 Rp39.219.504.833 2021 Rp 114.626.612 Rp41.838.713.467 2022 Rp 122.391.095 Rp44.672.749.508 2023 Rp 130.802.611 Rp47.742.952.844 2024 Rp 139.926.623 Rp51.073.217.340 2025 Rp 149.836.694 Rp54.690.393.266 2026 Rp 160.615.829 Rp58.624.777.721 2027 Rp 172.358.128 Rp62.910.716.712 2028 Rp 185.170.820 Rp67.587.349.404 2029 Rp 199.176.805 Rp72.699.533.964 2030 Rp 214.517.825 Rp78.299.006.185 BOK per hari nerupakan hasil kali dari BOK per kendaraan per km dengan jumlah kendaraan per hari. Dalam kondisi dengan pelebaran jalan di atas box culvert, karena volume kendaraan terbagi sehingga kecepatan dapat menjadi lebih cepat.
6.4 Biaya Kontruksi
Dalam pengerjaan Tugas Akhir ini, perhitungan harga satuan menggunakan HSPK kota Surabaya 2010. Untuk perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 6.14 Rincian Biaya
Sumber: Dinas PU Cipta Karya(Analisis Ekonomi) 6.5 Nilai Waktu
Nilai waktu digunakan dalam mengonversikan nilai waktu dengan nilai uang. Dalam hal ini waktu tempuh yang akan dikonversikan kedalam nilai uang. Semakin lambat waktu yang ditempuh semakin besar nilai uangnya dan sebaliknya.
Nilai waktu yang dihitung berdasarkan formula Jasa Marga dengan mempertimbangkan studi-studi tentang nilai waktu yang pernah ada. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut:
Nilai Waktu=Max{(K*Nilai Waktu Dasar);Nilai Waktu Min}
nilai waktu minimum yang dipilih selain DKI dan Nilai waktu dasar yang dipilih adalah referensi dari studi PT.Jasa Marga (1990-1996), Formula Herbert Mohring Tabel 6.15 Perhitungan Nilai Waktu