• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP

PRINSIP--PRINSIP

PRINSIP

PRINSIP

PRINSIP--PRINSIP

PRINSIP

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI

(2)

PRINSIP DASAR KOMUNIKASI

PRINSIP DASAR KOMUNIKASI

MENURUT SEILER

MENURUT SEILER

((dalamdalam ArniArni MuhammadMuhammad, 2000;19, 2000;19--20) 20)

1.

Komunikasi adalah suatu proses,

yang dimaksud proses disini adalah suatu

kegiatan yang berlangsung secara terus menerus

secara berkesinambungan.

secara berkesinambungan.

Tidak ada bentuk yang baku bagi suatu proses,

begitu juga dengan komunikasi yang selalu

berubah-ubah menutut variasi dan

elemen-elemen yang membentuknya. Dan sebagai suatu

proses, komunikasi juga menuntud adanya hasil

dari proses tersebut yaitu perubahan.

(3)

2.

Komunikasi adalah sistem,

Proses Komunikasi terjadinya karena adanya

elemen-elemen

yang

membangunnya,

yaitu

komunikator, pesan, media, komunikate dan feel.

Elemen-elemen ini berkaitan satu sama lainnya,

jika salah satu elemen mendapat gangguan maka

jika salah satu elemen mendapat gangguan maka

akan menimbulkan gangguan pula pada elemen

lainnya yang berdampak pada terganggunya

proses terebut.

Inilah alasan mengapa komunikasi dikatakan

suatu sistem.

(4)

3.

Komunikasi bersifat

transaksi dan

interaksi,

proses komunikasi pada intinya merupakan

transmisi pesan antara komunikator dan

komunikan, hal ini penyebab terjadinya

transaksi dan berlangsung secara kontiniu.

Proses ini juga mendukung untuk terjadinya

Proses ini juga mendukung untuk terjadinya

interaksi antara mereka yang berkomunikasi

(5)

4.

Komunikasi dapat terjadi disengaja atau

tidak sengaja,

komunikasi yang disengaja terjadi karena pesan

yang dikirimkan oleh komunikator memiliki

tujuan

khusus

terhadap

penerima

yang

dimaksud.

Idealnya, hal tersebut dapat menimbulkan efek

Idealnya, hal tersebut dapat menimbulkan efek

yang diharapkan. Tetapi itu bukanlah hal yang

mudah, banyak faktor yang mempengaruhinya.

Komunikasi juga dapat terjadi secara tidak

sengaja, tetapi dapat diterima dengan sengaja

oleh siapa saja yang saat itu berada dalam

jangkaunnya.

(6)

12

12

PRINSIP

PRINSIP--PRINSIP

PRINSIP

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI

MENURUT

MENURUT DEDDY

DEDDY MULYANA

MULYANA

Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik.

Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Misalnya saja, manusia adalah satu-satunya makhluk yang menggunakan lambang. Menurut Susanne K. Langer: salah satu kebutuhan pokok komunikasi manusia adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang.

manusia adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang.

Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan sekelompok orang.

Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku nonverbal, dan obyek yang maknanya disepakati bersama, misalnya mengibarkan bendera putih dalam situasi perang menandakan pihak tersebut menyerah.

Lambang adalah salah satu kategori tanda. Lambang menjembatani hubungan antara manusia dengan objek

(7)

Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi

Setiap orang tidak bebas menilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi.

Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus. Sehingga kita tidak bisa tidak berkomunikasi.

stimulus. Sehingga kita tidak bisa tidak berkomunikasi.

Kita selalu berkomunikasi bahkan ketika kita berpikir bahwa kita tidak sedang berkomunikasi atau tidak ingin berkomunikasi. Bahkan diam-pun bisa berarti sesuatu, akan tetapi ini tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi.

Komunikasi baru tercipta ketika seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.

(8)

Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan

hubungan

Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut, kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi.

Percakapan diantara dua orang sahabat, antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda. mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda. Dimensi itu sendiri dibagi menjad dua, yaitu:

a. Dimensi isi (verbal), menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan.

b. Dimensi hubungan (nonverbal), menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.

(9)

Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung

dalam

berbagai

tingkat

kesengajaan.

Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan

oleh seseorang bisa terjadi mulai dari

tingkat kesengajaan yang rendah, artinya

tindakan

komunikasi

yang

tidak

direncanakan (apa saja yang akan dikatakan

tindakan

komunikasi

yang

tidak

direncanakan (apa saja yang akan dikatakan

atau apa saja yang akan dilakukan secara

rinci dan detail), sampai pada tindakan

komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak

komunikan

mengharapkan

respon

dan

berharap tujuannya tercapai)

(10)

Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam

konteks ruang dan waktu.

Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak

komunikan baik secara verbal maupun

non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana

proses komunikasi itu berlangsung, kepada

proses komunikasi itu berlangsung, kepada

siapa pesan itu dikirimkan dan kapan

komunikasi itu berlangsung.

(11)

Prinsip

6

:

Komunikasi

melibatkan

prediksi peserta komunikasi.

Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan

tindakan komunikasi di luar norma yang

berlaku di masyarakat.

Jika

kita

tersenyum

maka

kita

dapat

memprediksi bahwa pihak penerima akan

memprediksi bahwa pihak penerima akan

membalas dengan senyuman, jika kita menyapa

seseorang

maka

orang

tersebut

akan

membalas sapaan kita.

Prediksi seperti itu akan membuat seseorang

menjadi tenang dalam melakukan proses

komunikasi.

(12)

Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat

sistemik

Dalam diri setiap orang mengandung sisi

internal yang dipengaruhi oleh latar belakang

budaya,

nilai,

adat,

pengalaman

dan

pendidikan.

Bagaimana

seseorang

berkomunikasi

dipengaruhi oleh beberapa hal internal

dipengaruhi oleh beberapa hal internal

tersebut.

Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan

lingkungan

di

mana

dia

bersosialisasi

mempengaruhi bagaimana dia melakukan

tindakan komunikasi.

(13)

Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial

budaya semakin efektiflah komunikasi.

Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan.

Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. Kenyataannya, tidak pernah simbol yang saling dipertukarkan. Kenyataannya, tidak pernah ada individu yang sama persis. Bahkan anak yang kembar identik dan dibesarkan di tempat yang sama-pun tidak akan mempunyai state of mind yang sama persis.

Namun kesamaan dalam hal-hal tertentu seperti umur, suku, bahasa, tingkat pendidikan akan mendorong suatu proses komunikasi berlangsung lebih efektif.

(14)

Prinsip 9 : Komunikasi Bersifat

Nonsekuensial.

Proses komunikasi bersifat sirkular, dalam arti tidak

berlangsung satu arah. Akan tetapi melibatkan respon

atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang

dikirimkan itu diterima dan dimengerti.

Prinsip 10 : Komunikasi bersifat

Prinsip 10 : Komunikasi bersifat

prosesual, dinamis dan transaksional

Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah

sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan

transaksional. Ada proses saling memberi dan

menerima

informasi

diantara

pihak-pihak

yang

melakukan komunikasi

(15)

Prinsip 11 : Komunikasi bersifat irreversible

Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan.

Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika

seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.

orang lain tersebut.

Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yang selalu berubah.

Prinsip ini setidaknya menyadarkan kita bahwa kita harus berhati-hati dalam mengirimkan suatu pesan kepada orang lain karena efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali meskipunkita sudah berusaha meralatnya

(16)

Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk

menyelesaikan berbagai masalah.

Banyak persoalan dan konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi.

Namun komunikasi itu sendiri bukanlah obat mujarab (panasea) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, (panasea) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena persoalan atau konflik tersebut mungkin berkaitan dengan masalah struktural.

(17)

REACH – Prinsip / Hukum

Komunikasi Efektif

Hukum #1: Respect

Rasa hormat dan saling menghargai (respect) merupakan hukum pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain.

Kita harus ingat bahwa manusia selalu ingin dihargai dan Kita harus ingat bahwa manusia selalu ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, kita bisa melakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang.

Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap

saling menghargai dan menghormati, kita dapat

membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.

(18)

Hukum #2: Empathy

Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.

Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sifat empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Rasa empati akan memampukan kita untuk

menyampaikan pesan (message). Cara dan sikap empati juga akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerima pesan yang kita sampaikan.

(19)

Hukum #3: Audible

Pesan yang kita sampaikan harus audible,

artinya pesan dapat diterima dan dimengerti

oleh penerima pesan dengan baik. Untuk itu,

pesan bisa disampaikan melalui berbagai

media, seperti alat bantu audio visual.

Dari sisi media untuk penyampaian pesan,

Dari sisi media untuk penyampaian pesan,

penggunaan

teknologi

bisa

membantu

melipatgandakan pancaran sinyal pesan yang

kita sampaikan sehingga pesan bisa diterima

oleh

jauh

lebih

banyak

orang.

(20)

Hukum #4: Clarity

Hukum keempat dalam membangun komunikasi yang efektif adalah pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.

Clarity dapat pula berarti keterbukaan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap transparan sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita.

Keterbukaan akan mencegah timbulnya sikap saling

curiga yang akan menurunkan semangat dan

(21)

Hukum #5: Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati.

Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama, yaitu respect.

Untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki.

miliki.

Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Referensi

Dokumen terkait

Dari sisi pemerintah, Qanun ini menjelaskan bahwa pemerintah harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh penambang.

Nama tersebut digunakan dengan harapan kelak Kusno kecil dapat menjadi pahlawan besar sebagaimana tokoh yang ayah Kusno idolakan, yaitu Adipati Karna yang melakukan

Model pembelajaran inkuiri menurut Joyce, Weil, dan Calhoun (2011) terdiri dari 4 fase yaitu: 1) fase pertama, siswa disajikan bidang penelitian berupa fenomena

Seperti yang sudah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya bahwa inti dari viral marketing adalah strategi pemasaran yang dapat menyebabkan orang-orang

Dari grafik di atas dapat terlihat bahwa kemampuan maksimum benda uji ditarik berada pada komposisi 8:8 yakni berada pada 3058,6 kPa, ini menunjukkan bahwa

 Setiap bahan material yang disimpan didalam gudang diberi label yang jelas sesuai dengan spesifikasi, khusus dengan bahan – bahan B3 harus diberi label peringatan yang jelas

Pemeriksaan EEG harus dilakukan pada semua pasien epilepsi dan merupakan pemeriksaan penunjang yang paling sering dilakukan untuk rnenegakkan diagnosis epilepsi.

Dalam hal sarana penyebab utama kecelakaan kereta api disebabkan oleh sistem pengereman tidak bekerja dengan baik dan kerusakan pada as dan roda... Kerusakan pada