• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga permainan yang menuntut keterampilan yang tinggi. Olahraga ini terdiri dari gerakan-gerakan yang sangat kompleks. Banyak faktor yang mempengaruhi untuk dapat bermain sepakbola dengan baik. Di antaranya yaitu faktor fisik, teknik, taktik dan mental yang harus dimiliki untuk menjadi pemain yang baik. Faktor-faktor tersebut adalah bagian-bagian yang tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi untuk mencapai sebuah prestasi.

Bagian yang paling mendasar yang harus dikuasai untuk dapat bermain sepakbola dengan baik adalah penguasaan teknik dasar sepakbola. Hal ini merupakan langkah awal untuk dapat bermain sepakbola selain melatih faktor fisik, taktik dan mental. “dari kelengkapan pokok tersebut yang paling fundamental sebagai dasar bermain sepakbola, adalah teknik dasar dan keterampilan bermain yang lebih dahulu” (Soekatamsi, 1988: 11). Pernyataan di atas menunjukkan bahwa menguasai teknik dasar sepakbola adalah sangat penting dan harus dilatih. Adapun teknik dasar sepakbola tersebut antara lain : menendang bola, menyundul bola, menggiring bola, mengontrol bola, lemparan ke dalam , merebut bola , dan teknik penjaga gawang.

Sepakbola sejatinya adalah permainan tim. Walaupun pemain yang memiliki ketrampilan tinggi bisa mendominasi pada kondisi tertentu, seorang pemain sepakbola harus saling bergantung pada setiap anggota tim untuk menciptakan permainan cantik dan mebuat keputusan yang tepat. Agar bisa berhasil di lingkungan tim ini, seorang pemain harus mengasah ketrampilan pasing. Danny Mielke (2007 : 19)” Pasing adalah seni memindahkan momentum bola dari satu pemain ke pemain lain”. Pasing paling baik dilakukan dengan menggunakan kaki, tetapi bagian tubuh lain juga bisa di gunakan. Kebanyakan

(2)

itulah terdapat permukaan yang lebih luas bagi pemain untuk mengoper bola atau menendang bola, sehingga memberikan kontrol bola yang lebih baik. Selain itu kaki bagian dalam merupakan permukaan yang lebih tepat untuk melakukan

pasing.

Menurut Sucipto, dkk (2000:8) gerakan yang paling dominan dalam permainan Sepakbola adalah menendang. Dengan gerakan menendang saja anak-anak sudah dapat bermain Sepakbola. Dilihat dari rumpun gerak dan ketrampilan dasar, terdapat tiga dasar ketrampilan diantaranya adalah Lokomotor, Non lokomotor dan Manipulatif. Pemain yang memiliki teknik menendang yang dengan baik, akan mampu bermain secara efisien. Tujuan menendang bola adalah untuk mengumpan (pasing), menembak kegawang (shooting at the goal), dan menyapu (menjauhkan bola dari gawang sendiri) dan menyapu untuk menggagalkan serangan lawan (sweeping). Kecerdasannya dalam mengolah latihan, aspek-aspek latihan, pengembangan fakto-faktor lain yang mendukung dalam pelatihan Sepakbola, misalnya faktor fisik, teknik, taktik, mental dan kematangan juara (M. Sajoto 1998:7).

Dalam permainan Sepakbola untuk bisa menghasilkan tendangan melambung jarak jauh lebih tepat bila menggunakan kura-kura kaki bagian dalam, karena akan menghasilkan tendangan bola yang parabola sehingga jarak yang akan di tempuh semakin jauh. Agar tendangan menjadi lambung dan keras tentu dibutuhkan power otot tungkai yang maksimal, oleh karena itu perlu melatih power otot tungkai. Dalam melatih power otot tungkai, dapat digunakan salah satu metode latihan yaitu dengan metode Pliometrik dan latihan berbeban.

Latihan pliometrik dan latihan berbeban merupakan bentuk latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan power otot tungkai. Secara umum latihan pliometrik memiliki aplikasi yang sangat luas dalam kegiatan olahraga, dan secara khusus latihan pliometrik sangat bermanfaat untuk meningkatkan power. Hal ini karena, pola gerakan pliometrik sebagian besar mengikuti konsep rantai power (power chain) dan sebagian besar latihan khusus melibatkan otot-otot anggota gerak bawah. Karena gerakan kelompok otot ini secara nyata merupakan pusat power. Sedangkan latihan berbeban merupakan suatu bentuk latihan yang

(3)

memberikan pembebanan pada tubuh baik dengan alat atau pun tanpa alat untuk mencapai tujuan tertentu. Latihan berbeban yang akan diberikan merupakan latihan weight training yang bertujuan untuk mengembangkan power otot tungkai sehingga dapat meningkatkan pasing atas atau tendangan melambung sepakbola.

Dewasa ini perkembangan sepakbola di indonesia bekembang cukup pesat. Hal ini di tunjukan dengan munculnya banyak Lembaga Pendidikan Sepakbola (LPSB) atau Sekolah Sepakbola (SSB) di berbagai daerah yang merupakan wujud perkembangan permainan sepakbola.

Sekolah Sepakbola New Andang Taruna Sragen merupakan salah satu lembaga pendidikan sepakbola yang membina dan melatih anak - anak usia dini yang memiliki bakat dan potensi dalam permainan sepakbola. Melalui pembinaan dan pelatihan usia dini mempunyai peluang besar untuk berprestasi secara maksimal.

Kekuatan otot tungkai sangat berperan terhadap hasil pasing lambung sepakbola, yaitu pada saat melakukan pasing lambung seorang pemain yang memiliki kekuatan otot tungkai yang baik hasil pasing lambung sepakbola pasti juga akan baik pula. Hal ini dikarenakan di dalam melakukan pasing lambung perlu dibutuhkan power otot khususnya power otot tungkai guna mendapatkan hasil yang maksimal. Sebaliknya seorang pemain yang memiliki kekuatan otot tungkai yang buruk hasil pasing atas sepakbola pasti akan buruk pula. Nampaknya hal ini perlu di pertanyakan lagi, karena kemampuan Pasing lambung sepakbola tidak hanya di pengaruhi kekuatan otot tungkai, tetapi ada faktor lainnya misalnya, kelentukan, kekuatan, koordinasi kata-kaki, ketepatan teknik dan lain sebagainya.

Siswa SSB New Andang Taruna Sragen 2012 adalah anak - anak yang diteliti untuk mengetahui dan menjawab permasalahan yang muncul dalam penelitian. Sebagai siswa SSB New Andang Taruna Sragen telah dilatih teknik dasar pasing lambung sepakbola, hal tersebut terbukti program latihan yang telah dijalankan setiap latihan, tetapi nyatanya masih banyak siswa yang belum menguasai teknik pasing dengan baik dan kemampuan bagaimana cara melakukan pasing lambung yang benar dan bagian-bagian kaki yang dapat di gunakan di

(4)

dalam melakuakan pasing lambung sepakbola. Di samping itu juga, faktor-faktor yang mendukung kemampuan pasing lambung sepakbola yaitu dengan metode pelatihan pasing dengan terprogram. Metode tersebut antara lain: pasing dengan jarak bertahap, pasing dengan bola berhenti dll. Pasing lambung dalam permainan sepak bola banyak digunakan dalan umpan croosing dan tendangan gawang, sudut dan tendangan bebas. Selain itu kekuatan otot tungkai perlu ditingkatkan juga. Namun kekuatan otot tungkai belum di ketahui sejauh mana kemampuan yang di miliki. Pada umumnya para siswa SSB New Andang Taruna Sragen kurang memahami bagaimana melakukan teknik pasing lambung sepakbola yang benar. Masih rendahnya kemampuan siswa dalam melakukan Pasing lambung sepakbola tersebut perlu di telusuri faktor-faktor penyebabnya. Untuk mengetahui permasalahan tersebut perlu adanya evaluasi baik dari pihak pelatih maupun dari pihak siswa. Di samping itu juga kesulitan-kesulitan yang di hadapi siswa dalam pelatihan harus di pecahkan sedini mungkin.

Permasalahan yang telah di kemukakan di atas yang melatarbelakangi judul penelitian ” Perbedaan Pengaruh Metode Latihan dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Pasing Lambung Sepakbola Pada Siswa SSB New Adang Taruna Sragen Tahun 2012”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan di atas, masalah penelitian ini dapat di identifikasi sebagai berikut :

1. Perlu di telusuri faktor-faktor yang menjadi penghambat kemampuan Pasing lambung sepakbola siswa SSB New Andang Taruna Sragen 2012.

2. Masih banyak siswa SSB New Andang Taruna Sragen 2012 kemampuan Pasing lambungnya masih rendah dan perlu ditingkatkan.

3. Kemampuan otot tungkai siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 terhadap kemampuan Pasing lambung sepakbola.

4. Pengaruh latihan pliometrik dan berbeban terhadap kemampuan pasing lambung sepakbola belum di ketahui.

(5)

5. Kemampuan pasing lambung sepakbola SSB New Andang Taruna Sragen 2012.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan masalah yang muncul dalam penelitian, maka perlu dibatasi. Pembatasan masalah dalam penelitian sebagai berikut :

1. Pengaruh latihan pliometrik dan berbeban terhadap kemampuan Pasing lambung sepakbola.

2. Perbedaan kemampuan antara siswa yang mempunyai kekuatan otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kemampuan pasing lambung sepakbola pada siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012.

3. Interaksi antara latihan pliometrik, berbeban dan kemampuan otot tungkai terhadap kemampuan pasing lambung sepakbola siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, pembatasan masalah di atas, masalah dalam penelitian ini dapat di rumuskan sbagai berikut :

1. Adakah perbedaan pengaruh antara latihan pliometrik dan berbeban terhadap kemampuan pasing lambung sepakbola siswa siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 ?

2. Adakah Perbedaan kemampuan siswa yang mempunyai kekuatan otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kemampuan pasing lambung sepakbola pada siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 ?

3. Adakah Interaksi antara metode latihan dan kemampuan otot tungkai terhadap kemampuan Pasing lambung sepakbola siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 ?

(6)

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui :

1. Perbedaan pengaruh latihan pliometrik dan berbeban terhadap kemampuan Pasing lambung sepakbola siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012.

2. Perbedaan kemampuan antara siswa yang mempunyai kekuatan otot tungkai tinggi dan rendah terhadap kemampuan Pasing lambung sepakbola pada siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012.

3. Ada tidaknya Interaksi antara metode latihan dan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan pasing lambung sepakbola siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 .

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat di ambil dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Dapat membantu siswa SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 dalam meningkatkan kemampuan pasing lambung sepakbola, sehingga akan dapat mendukung penampilannya dalam bermain sepakbola baik secara individu maupun kolektif.

2. Dapat di jadikan sebagai masukan bagi pembina dan pelatih SSB New Andang Taruna Sragen Tahun 2012 untuk menentukan dan memilih metode latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pasing lambung sepakbola.

Referensi

Dokumen terkait

underwear rules ini memiliki aturan sederhana dimana anak tidak boleh disentuh oleh orang lain pada bagian tubuhnya yang ditutupi pakaian dalam (underwear ) anak dan anak

Menurut Martono, telenursing (pelayanan asuhan keperawatan jarak jauh) adalah upaya penggunaan tehnologi informasi dalam memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian

Sehubungan hal itu perlu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengkaji dosis substitusi azolla dalam pakan komersil sebagai pakan yang memberikan nilai tinggi

Seringkali apabila tunggakan sewa berlaku ianya dikaitkan dengan masalah kemampuan yang dihadapi penyewa dan juga disebabkan faktor pengurusan yang lemah. Ada pula

Tulisan ini akan menjelaskan secara global model perencanaan transportasi 4 tahap yang mengkaitkan interaksi antara sistem kegiatan (tata guna tanah) dengan sistem

Hasil pengujian yang diperoleh dari penekanan permukaan spesimen berbeda antara sisi tegak lurus serat ( Tabel 6 ) dengan sisi ujung kayu /searah serat (Tabel 7). Nilai

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam publikasi tersebut belum memuaskan karena terdapat beberapa kesalahan, seperti kesalahan penulisan kata

Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan. nasabah di BMT