• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS PENYAMBUNGAN MATERIAL 6.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TUGAS PENYAMBUNGAN MATERIAL 6.pdf"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

P a g e 1 | 10 1. Jelaskan tahapan kerja dari las titik (spot welding). Serta jelaskan mengapa

pelelehan terjadi pada bagian tengah kedua pelat yang disambung

Jawab

Tahapan kerja dari las titik (spot welding) ialah :

Dua lembaran tumpang tindih disambung menggunakan prinsip pencairan setempat yang disebabkan oleh arus yang terkonsentrasi antara elektroda-elektroda yang berbentuk silinder. Konsentrasi arus ditentukan oleh luas kontak antara elektroda dan benda kerja.

Berikut merupakan mekanisme tahapan proses pada Spot Welding:

1) Dua elektroda yang berbentuk silinder diletakkan pada permukaan sambungan benda kerja dan benda kerja yang akan disambung.

2) Panas yang dihasilkan dari tahanan dikombinasikan dengan pemberian tekanan yang akan menghasilkan Spot Welding.

3) Panas tersebut akan berakibat terbentuknya nugget pada permukaan sambungan dari dua benda kerja. Umumnya diameter dari nugget ini adalah 6-10 mm.

4) Arus yang dihasilkan berkisar antara 3000 - 40.000 A 5) Waktu pengelasan biasanya sekitar 0.6 dan 0.8 detik.

Pelelehan terjadi pada bagian tengah kedua pelat yang disambung disebabkan karena pada pengelasan spot welding diharapkan tahanan listrik terbesar pada permukaan antar material (r3) sedangkan tahanan listrik antara material yang akan dilas dengan elektroda harus sekecil mungkin (r1 dan r5) sehingga panas yang dihasilkan melelehkan bagian tengah pada pelat yang disambung. Sesuai dengan persamaan:

(2)

P a g e 2 | 10 Jawab

Pengaruh arus, waktu dan tekanan terhadap hasil las resistansi listrik sangatlah penting karena ketiganya merupakan variabel penting dalam proses pengelasan resistansi listrik.

 Pengaruh Arus terhadap Hasil Las Resistansi Listrik

Arus dan waktu merupakan parameter yang mengontrol masukan panas, namun secara individu arus menentukan kecepatan pemberian panas sehingga arus merupakan variabel yang paling kritikal. Densitas arus yang berlebihan akan menyebabkan logam cair terlempar (metal expulsion) sehingga dapat terbentuk rongga, retak yang tentunya berdampak pada rendahnya sifat mekanik lasan.

 Pengaruh Waktu terhadap Hasil Las Resistansi Listrik

Waktu siklus operasi secara keseluruhan untuk las resistansi listrik titik terdiri dari empat tahap, yaitu:

1. Waktu tekan (squeeze time)

Merupakan periode antara saat mulai penekanan (kontak antar elektroda dengan benda kerja) sampai arus mulai mengalir.

2. Waktu las (weld time)

Merupakan interval waktu selama arus mengalir melalui benda kerja. 3. Waktu tahan (hold time)

Merupakan periode saat arus sudah tidak mengalir lagi tetapi elektroda masih menekan benda kerja sampai deposit las membeku.

4. Waktu berhenti (off time)

Merupakan periode antara saat akhir dari waktu tahan sampai waktu tekan berikutnya.

Waktu merupakan parameter yang mengontrol masukan panas, dan mempunyai pengaruh terhadap kuat geser hasil lasan, dimana dalam hal ini terdapat nilai waktu las yang optimum.

(3)

P a g e 3 | 10

 Pengaruh Tekanan terhadap Hasil Las Resistansi Listrik

Tekanan elektroda memiliki fungsi sebagai aksi penempaan sehingga dapat menghasilkan deposit las yang memiliki butir yang halus dan membuat kontak antar permukaan yang baik. Pengaruh dari peningkatan tekanan elektroda adalah penurunan tahanan kontak.

3. Pada pembuatan pipa ERW, mengapa digunakan arus frekwensi tinggi serta jelaskan peranan frekuensi tersebut terhadap sambungan di pipa tersebut.

Jawab

Pada pembuatan pipa baja ERW digunakan arus frekuensi tinggi karena dengan mengkonsentrasikannya pada permukaan yang akan disambung melalui dua

probes yang membuat kontak ringan dengan bagian sambungan, arus yang diperlukan

lebih kecil dan kontak listriknya juga lebih kecil. Dengan meningkatkan frekuensi arus yang diberikan hingga 450 Hz dan meningkatkan voltase dari satuan menjadi puluhan, dikembangkan proses yang disebut high-frequency resistance welding (HFRW).

Peranan frekuensi tersebut terhadap sambungan pipa ialah membuat kontak ringan antara probes dengan bagian sambungan sehingga arus yang diperlukan lebih kecil begitu pula dengan kontak listrik.

4. Jelaskan persyaratan kualitas hasil las dengan spot welding, jelaskan hal tersebut dengan menganalisa ukuran nugget lasan-nya dan hasil uji tarik gesernya.

Jawab

Syarat kualitas hasil las dengan spot welding dianalisa dari ukuran nugget dan hasil uji tarik gesernya ialah sebagai berikut:

(4)

P a g e 4 | 10 kontak antara benda kerja dan elektroda, dimana dalam hal ini konsentrasi arus juga dipengaruhi oleh luas kontak. Ukuran diameter dari nugget sebagai syarat kualitas hasil las spot welding adalah 6-10 mm.

Hasil Uji Tarik Geser

Kuat geser nugget umumnya harus cukup dapat menjamin bahwa bila sambungan diberi tegangan hingga putus maka putus terjadi pada lembaran mengelilingi nuggget. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah kekuatan las titik yang dapat diperoleh melalui uji mekanik berupa shear strength dan uji cross

section. Indikator yang sering digunakan untuk menetukan keuletan lasan

khususnya pada material yang memiliki mampu keras yang tinggi adalah besarnya rasio antara cross section strength (ft) dan shear strength (fs). Bila rasio fs/ft mendekati satu, lasan dapat dikatakan ulet sedangkan rasio fs/ft mendekati nol, lasan bersifat getas.

5. Jelaskan prinsip kerja las dingin (cold welding). Sebutkan beberapa syarat utama agar material dapat disambung dengan metoda ini.

Jawab

Prinsip kerja las dingin (cold welding) ialah dengan proses solid state welding dimana penyatuan dihasilkan hanya oleh pemakaian gaya mekanik dari luar. Pada proses ini tidak ada panas sama sekali baik itu dari luar ataupun ditimbulkan oleh proses pengelasannya. Pada dasarnya adalah dua buah benda kerja yang saling berhadapan kedua ujungnya (butt), dijepit oleh alat penjepit, selanjutnya tekanan diberikan dikedua ujung tsb sehingga terjadi proses penyambungan. Proses ini memerlukan gaya yang cukup besar agar terjadi kontak antar muka yang baik.

Syarat utama agar material dapat disambung dengan metoda ini ialah: a. Minimal satu logam yang akan memiliki sifat ulet / sangat liat.

(5)

P a g e 5 | 10 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Threshold Deformation serta kegunaan nilai

tersebut pada suatu material. Berilah contoh perhitungannya.

Jawab

Threshold Deformation ialah suatu parameter penting untuk menentukan kekuatan maksimum yang dapat dicapai dari proses cold welding. Kegunaan nilai tersebut untuk suatu material adalah untuk mengetahui batasan minimum agar material memiliki ikatan (bonding) pada saat dikenakan deformasi dingin.

Contoh perhitungannya: Ketebalan awal (T1) = 10 mm Ketebalan akhir (T2) = 5 mm Maka, % 𝐷𝑒𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑠𝑖 = 𝑇2− 𝑇1 𝑇1 𝑥 100 % = 10 − 5 5 𝑥 100 % = 50 %

7. Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi nilai threshod deformation.

Jawab

Faktor yang mempengaruhi nilai Threshold Deformation ialah:

Jenis material

Struktur kristal material

Persiapan permukaan

Tekanan (pressure) yang diberikan ke material

8. Jelaskan prinsip kerja explosive welding dengan skematis gambar. Berilah contoh aplikasi dilapangan.

(6)

P a g e 6 | 10

Explotation Welding adalah proses solid state welding dimana sambungan

dihasilkan oleh tumbukan (impak) berkecepatan tinggi benda kerja akibat ledakan (detonasi).

Prinsip kerja explosive welding dengan skematis gambar :

Contoh aplikasi di lapangan salah satunya adalah cladding material.

Selain itu, biasanya explosive welding dapat dilakukan pada material baja karbon dengan baja tahan karat, titanium pada low carbon steel, dan iron-nickel base

alloy pada low carbon steel. berikut skematis gambar antara baja karbon dengan baja

(7)

P a g e 7 | 10 9. Jelaskan prinsip kerja ultrasonic welding dengan skematis gambar serta

mekanisme penyambungan (bonding) dari metoda ini. Berilah contoh aplikasi dilapangan.

Jawab

Prinsip kerja ultrasonic welding dengan skematis gambar :

Mekanisme penyambungan pada metode ultrasonic welding dihasilkan oleh vibrasi berfrekuensi tinggi dan tekanan pada benda kerja. Dan bonding terjadi tanpa adanya peleburan logam induk. Sambungan terjadi bukan karena adanya pencairan, melainkan adanya sedikit deformasi pada permukaan yang kontak satu dengan yang lain.

10. Jelaskan prinsip kerja friction welding dengan skematis gambar. Serta keuntungan dan keterbatasan dari friction welding. Berilah contoh aplikasi dilapangan.

Jawab

Friction Welding adalah proses solid state welding dimana sambungan

(8)

P a g e 8 | 10 permukaan kedua ujungnya.

Keuntungan Keterbatasan

 Tanpa ada pencairan logam.

 Pemanasan friksi hanya lokal,

sehingga pelunakan tidak menyebar.

 Dapat menyambung dua material yang

berbeda.

 Prosesnya cepat.

 Untuk logam yang sama jenis dan

bentuk geometrinya.

 Biasanya untuk benda yang

berbentuk batangan bulat.

 Biaya tinggi.

 Preparasi benda kerja sangat

menetukan hasil las.

Prinsip kerja friction welding dengan skematis gambar:

Contoh aplikasi friction welding di lapangan antara lain ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:

(9)

P a g e 9 | 10 11. Jelaskan prinsip kerja friction stir-welding (FSW) dengan skematis gambar.

Berilah contoh jenis material logam yang umumnya diaplikasikan untuk jenis pengelasan ini.

Jawab

Prinsip kerja friction stir-welding dengan skematis gambar

Contoh jenis material logam yang umumnya diaplikasikan untuk jenis pengelasan ini adalah Alumunium, Aluminum alloy, Magnesium, Copper, Zinc dan Lead.

12. Sebutkan beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan metoda FSW.

Jawab

Keuntungan menggunakan FSW:

 Lebih kuat dan bersih dibandingkan fusion weld.

 Ductility tinggi dalam pengelasan.

 Efisiensi energi.

 Simpel dan bersih.

(10)

P a g e 10 | 10 perubahan komposisi material).

Tidak diperlukan grinding dan brushing.

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Populasi

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi dari gambar Karikatur Cicak vs Buaya dalam Surat Kabar Jawa Pos Edisi 17 September 2009

selaku Dekan FISIP Universitas Bangka Belitung sekaligus sebagai pembimbing I saya yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan bagi penulis dalam

mengamanatkan adanya partisipasi masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan oleh serikat pekerja, tetapi ada beberapa faktor yang menghambat partisipasi masyarakat

Voice Over Internet Protocol (VoIP) merupakan teknologi telekomunikasi yang mampu melewatkan layanan dalam bentuk pesan, suara dan video ke dalam jaringan Internet

Hasil analisis dengan program SPS (lihat lampiran 15 halaman 222-226) mendeskripsikan bahwa pada tahap pertama, hubungan kecerdasan dengan pengetahuan awal memiliki F sebesar

untuk melakukan pemecahan saham”. Trading Range Theory atau Liquidity Hypotheses menyatakan bahwa manajemen melakukan pemecahan saham didorong oleh perilaku praktisi

Enrekang pada khususnya dan pada umumnya masyarakat islam lainnya yaitu, dengan mengadakan ceramh-ceramah agama pada masyarakat, mengadakan upacara atau