REAKSI KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Teks penuh

(1)

REAKSI

KIMIA

DALAM

KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Reaksi Kimia bisa terjadi di manapun di sekitar kita, bukan hanya di laboratorium. Materi berinteraksi untuk membentuk produk baru melalui proses yang disebut reaksi kimia atau perubahan kimiawi. Setiap kali kita memasak atau sedang bersih-bersih, itu juga merupakan kimia dalam tindakan. Tubuh kita hidup dan tumbuh berkat reaksi kimia. Ada reaksi ketika kita meminum obat, menyalakan korek api, dan mengambil napas. Berikut adalah 10 contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Ini hanyalah contoh kecil, karena kita melihat dan mengalami ratusan ribu atau bahkan lebih reaksi kimia setiap hari.

1. Fotosintesis

Skema fotosintesis pada tumbuhan. Karbohidrat yang dihasilkan disimpan dalam atau digunakan oleh tanaman. Sumber: wikipedia.org

Fotosintesis adalah proses yang digunakan oleh tanaman dan organisme lain untuk mengubah energi cahaya, biasanya dari Matahari, menjadi energi kimia yang dapat kemudian dibebaskan untuk bahan bakar aktivitas organisme. Energi kimia ini disimpan dalam molekul karbohidrat, seperti gula, yang disintesis dari karbon dioksida dan air. Dalam kebanyakan kasus, oksigen juga dihasilkan sebagai produk limbahnya. Kebanyakan tanaman, sebagian besar ganggang, dan cyanobacteria melakukan fotosintesis, dan organisme tersebut disebut photoautotrophs. Fotosintesis mempertahankan kadar oksigen atmosfer dan memasok semua senyawa organik dan sebagian besar energi yang diperlukan untuk kehidupan di Bumi.

Secara singkat, tanaman menggunakan reaksi kimia yang disebut fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi makanan (glukosa) dan oksigen. Ini adalah salah satu reaksi kimia sehari-hari yang paling umum dan juga salah satu yang paling penting, karena ini adalah bagaimana tanaman memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan hewan dan mengubah

(2)

karbon dioksida menjadi oksigen.

6 CO2 + 6 H2O + light → C6H12O6 + 6 O2

2. Respirasi Seluler Aerobik

Respirasi aerobik (panah merah) adalah sarana utama dimana kedua jamur dan tanaman memanfaatkan energi kimia dalam bentuk senyawa organik yang dibuat sebelumnya melalui fotosintesis (panah hijau). Sumber: wikipedia.org

Respirasi seluler aerobik adalah proses kebalikan dari fotosintesis dalam energi molekul digabungkan dengan oksigen yang kita hirup untuk melepaskan energi yang dibutuhkan oleh sel-sel kita ditambah karbon dioksida dan air. Energi yang digunakan oleh sel adalah energi kimia dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat). Respirasi aerobik membutuhkan oksigen untuk menghasilkan ATP. Meskipun karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsi sebagai reaktan, adalah metode yang disukai dalam pemecahan piruvat dalam glikolisis dan mengharuskan piruvat memasuki mitokondria untuk sepenuhnya teroksidasi oleh siklus Krebs. Produk dari proses ini adalah karbon dioksida dan air, tetapi energi yang ditransfer digunakan untuk memecah ikatan yang kuat di ADP sebagai kelompok fosfat ketiga ditambahkan untuk membentuk ATP, oleh fosforilasi tingkat substrat, NADH dan FADH2

Berikut adalah persamaan keseluruhan untuk respirasi sel aerobik: C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + energy (36 ATPs)

(3)

3. Respirasi Anaerobik

Anaerobic Respiration. Sumber: http://www.boundless.com

Berbeda dengan respirasi aerobik, respirasi anaerobik menggambarkan satu set reaksi kimia yang memungkinkan sel untuk mendapatkan energi dari molekul kompleks tanpa oksigen. Otot-otot sel melakukan respirasi anaerob setiap kali kita membuang oksigen yang kemudian sampai kepada mereka, seperti selama latihan intens atau berkepanjangan. Respirasi anaerobik oleh ragi dan bakteri yang dimanfaatkan untuk fermentasi, untuk menghasilkan etanol, karbon dioksida, dan bahan kimia lain yang membuat keju, anggur, bir, yoghurt, roti, dan banyak produk umum lainnya.

Persamaan kimia secara keseluruhan untuk satu bentuk respirasi anaerobik adalah:

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + energy

(4)

Api yang disebabkan sebagai akibat dari pembakaran bahan bakar (pembakaran). Sumber: wikipedia.org

Setiap kali kita menyalakan korek api, membakar lilin, membuat api, atau menyalakan panggangan, kita akan melihat reaksi pembakaran. Pembakaran menggabungkan molekul energik dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida dan air.

Sebagai contoh, reaksi pembakaran propana, ditemukan di panggangan gas dan beberapa perapian, adalah:

C3H8 + 5O2 → 4H2O + 3CO2 + energy

5. Karat

Contoh Karat. Sumber: wikipedia.org

Karat adalah besi oksida, biasanya oksida merah yang dibentuk oleh reaksi redoks besi dan oksigen dengan adanya air atau kelembaban udara. Beberapa bentuk

(5)

karat dibedakan baik secara visual maupun dengan spektroskopi, dan bentuk dalam keadaan yang berbeda. Karat terdiri dari besi terhidrasi (III) oksida Fe2O3 · nH2O dan besi (III) oksida-hidroksida (FeO (OH), Fe (OH ) 3).

Dalam waktu yang cukup, oksigen, dan air, setiap massa besi akhirnya akan mengkonversi seluruhnya karat dan hancur. Permukaan karat terkelupas dan rapuh, dan tidak memberikan perlindungan kepada besi dasar, seperti pembentukan patina pada permukaan tembaga. Karat adalah istilah umum untuk korosi besi dan paduannya, seperti baja. Banyak logam lainnya mengalami korosi yang setara, tetapi oksida yang dihasilkan tidak biasa disebut karat.

Berikut adalah persamaan kimia untuk karat besi: Fe + O2 + H2O → Fe2O3. XH2O

6. Mencampur Bahan Kimia

Contoh Baking Soda. Sumber: wikipedia.org.

Jika kita misal saja menggabungkan cuka dan baking soda untuk membuat gunung berapi kimia atau susu dengan baking powder dalam sebuah resep, kita mengalami perpindahan atau metatesis reaksi ganda (ditambah beberapa hal lain). Bahan bergabung kembali untuk menghasilkan gas karbon dioksida dan air. Bentuk karbon dioksida gelembung di gunung berapi dan dapat membantu peningkatan pemanggangan.

Reaksi-reaksi ini tampak sederhana dalam praktek, tetapi sering terdiri dari beberapa langkah. Berikut adalah persamaan kimia keseluruhan untuk reaksi antara baking soda dan cuka:

(6)

7. Baterai

Baterai. Sumber: wikipedia.org

Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu:

batang karbon sebagai anode (kutub positif baterai) 1.

seng (Zn) sebagai katode (kutub negatif baterai) 2.

pasta sebagai elektrolit (penghantar) 3.

Baterai menggunakan reaksi elektrokimia atau redoks untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Reaksi redoks spontan terjadi pada sel galvanik, sementara reaksi kimia tidak spontan terjadi dalam sel elektrolitik.

(7)

Sistem Pencernaan. Sumber: wikipedia.org

Ribuan reaksi kimia terjadi selama proses pencernaan. Segera setelah kita menaruh makanan di mulut, enzim dalam air liur yang disebut amilase akan mulai memecah gula dan karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana supaya tubuh kita dapat menyerapnya. Asam klorida dalam perut kita juga bereaksi dengan makanan untuk memecahnya, sedangkan enzim membelah protein dan lemak sehingga mereka dapat diserap ke dalam aliran darah melalui dinding usus.

9. Reaksi Asam Basa

Larutan yang disimpan dalam botol. Sumber: wikipedia.org

Setiap kali kita mencampur asam (misalnya, cuka, jus lemon, asam sulfat) dengan basa (misalnya, baking soda, sabun, amonia, aseton), kita melakukan reaksi asam-basa. Reaksi ini menetralkan asam dan basa menghasilkan garam dan air.

Natrium klorida bukan satu-satunya garam yang dapat dibentuk. Sebagai contoh, di sini adalah persamaan kimia untuk reaksi asam-basa yang menghasilkan kalium klorida, pengganti garam meja umum:

HCl + KOH → KCl + H2O

(8)

Contoh Sabun dan Deterjen. Sumber: wikipedia.org

Sabun dan deterjen dapat membersihkan dengan menggunakan reaksi kimia. Sabun mengemulsi kotoran, yang berarti sabun mengikat noda minyak noda sehingga mereka dapat dibersihkan dengan air. Deterjen bertindak sebagai surfaktan, menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat berinteraksi dengan minyak, mengisolasi mereka, dan dan membersihkannya.

Kurikulum 2013 Sebagai Media

Peningkatan

Mutu

Dan

Kualitas Calon Tenaga Kerja

Pendidikan merupakan pilar penting dalam upaya memajukan dan menyejahterakan bangsa. Banyak jalan ditempuh, supaya pendidikan yang diterapkan mampu menghasilkan sosok manusia yeng bermutu baik dalam segi formal maupun informal. Sistem pendidikan di Indonesia yang telah beralih dari kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013, merupakan salah satu contoh perubahan demi perubahan yang dilakukan demi tujuan tersebut.

(9)

bagi kesejahteraan bangsanya. Banyak dari penduduk Indonesia yang langsung bekerja tanpa menempuh pendidikan yang cukup. Hal ini tentunya menjadi masalah dalam tingkat kematangan tenaga kerja yang berimbas pada rendahnya mutu dan kualitas tenaga kerja tersebut. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia, tentunya kita ingin menghasilkan generasi-generasi yang bisa membawa Indonesia menjadi negara maju yang dapat bersaing di era globalisasi.

Demi terwujudnya salah satu tujuan pendidikan yakni menghasilkan insan berkualitas dengan moral yang tinggi, Indonesia melakukan banyak perubahan sistem pendidikan, yang terbaru adalah Kurikulum 2013. Dalam Kurikulum 2013, yang paling menonjol adalah sisi pendidikan karakter. Apa itu pendidikan karakter? Pendidikan karakter ialah upaya mendidik siswa agar siswa tidak hanya pandai dalam aspek kognitif, melainkan juga mampu menunjukkan etika dan moral yang beradab. Kurikulum 2013 juga memberikan nuansa yang lebih baru, yakni siswa dituntut untuk melakukan pengembangan demi pengembangan secara mandiri dari materi yang diajarkan oleh guru di sekolah.

Dalam dunia kerja, konsep pendidikan yang mengacu pada Kurikulum 2013 sangatlah penting untuk diterapkan. Mengapa? Karena para tenaga kerja dan calon tenaga kerja dituntut untuk mampu mengembangkan kemampuan diri atau berinovasi sesuai dengan bidang pekerjaannya. Selain itu, tak lupa mereka juga diminta untuk menunjukkan suatu nilai moral yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Tenaga kerja yang dibutuhkan di masa mendatang bukan hanya tenaga kerja yang pandai secara kognitif, namun tenaga kerja yang juga mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam bidang pekerjaannya. Mereka harus memiliki kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan demi mencapai atau melahirkan inovasi-inovasi tersebut.

Kurikulum 2013 juga merupakan kurikulum yang memiliki tujuan menyeimbangkan antara softskill dan hardskill. Artinya, pola pembelajarannya menuntut siswa untuk pandai dalam segala hal, baik secara kemampuan berpikir maupun kemampuan melakukan pekerjaan. Kurikulum 2013 secara teoritis lebih mengutamakan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran daripada sistem monolog dari guru yang menjelaskan materi secara terus menerus dan keseluruhan. Kreativitas tersebut juga dituntut untuk diterapkan di semua lini kehidupan, bukan hanya dalam hal seni.

(10)

Guru merupakan aspek terpenting dalam penerapan pola pembelajaran kurikulum 2013 di sekolah. Guru harus mampu memacu siswa untuk mengembangkan kreativitasnya di semua mata pelajaran yang ada. Mereka juga dituntut untuk memacu keterampilan-keterampilan siswanya supaya terus berkembang dan berinovasi baik secara pola pikir maupun motoriknya. Sehingga, siswa memiliki jiwa inovatif dan selalu berkembang layaknya yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang akan dihadapinya kelak.

Kurikulum 2013 yang mengajarkan pola kreativitas siswa, sangatlah berhubungan dengan kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan di masa mendatang, yakni tenaga kerja yang cerdas dan mampu berinovasi dan terus berinovasi dalam bidang pekerjaannya. Jika hal ini mampu diterapkan secara sempurna, maka tidaklah sulit lagi bagi bangsa Indonesia untuk bersaing dalam hal tenaga kerja di era globalisasi. Tentunya, hal ini juga dimulai dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa.

Apabila masyarakat sudah sadar akan pentingnya pendidikan, kemudian menyekolahkan anak-anak mereka, yang nantinya menjadi tenaga kerja harapan bangsa, dan selanjutnya anak-anak tersebut menerima pola pengajaran kurikulum 2013 secara sempurna, lalu menjadi matang sebagai calon tenaga kerja dan menerapkan serta mengembangkan ilmu yang ia dapat semasa sekolah, maka tujuan tenaga kerja yang bermutu tinggi dan berkualitas akan tercapai secara seksama. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara yang dapat bersaing di kancah globalisasi melalui tenaga kerja yang bermutu dan berkualitas tinggi.

(11)

Nanoteknologi adalah teknologi pada skala nanometer, atau sepersemilyar meter. Indonesia memiliki peluang untuk mengatasi ketertinggalan dari negara lain melalui pengembangan nanoteknologi. Dengan nanoteknologi, kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat diberi nilai tambah guna memenangi persaingan global. Dengan menciptakan zat hingga berukuran satu per miliar meter (nanometer), sifat dan fungsi zat tersebut bisa diubah sesuai dengan yang diinginkan.Dengan nanoteknologi pula, kekayaan alam menjadi tak berarti karena sifat-sifat zat bisa diciptakan sesuai dengan keinginan. Karena itu, kita harus mampu memberi nilai tambah atas kekayaan alam kita.

Negara yang tidak menguasai nanoteknologi akan menjadi penonton atau paling tidak akan semakin jauh tertinggal dari negara lain. Nanoteknologi akan mempengaruhi industri baja, pelapisan dekorasi, industri polimer, industri kemasan, peralatan olah raga, tekstil, keramik, industri farmasi dan kedokteran, transportasi, industri air, elektronika dan kecantikan. Penguasaan nanoteknologi akan memungkinkan berbagai penemuan baru yang bukan sekadar memberikan nilai tambah terhadap suatu produk, bahkan menciptakan nilai bagi suatu produk.

PENDIDIKAN KETERAMPILAN

SEJAK DINI

Pendidikan Karakter Dalam Upaya Pembinaan Bangsa

(12)

dunia membutuhkan orang-orang yang berpendidikan supaya dapat membangun suatu Negara yang maju dan berintegritas. Namun, selain tingkat pendidikan juga diperlukan karakter yang beradab dan memiliki nilai etika tinggi supaya dunia tidak hanya diisi oleh orang berpendidikan tinggi, melainkan disertai karakter yang mumpuni.

Proses pendidikan dan pola belajar yang diterapkan di sekolah, terutama Indonesia, masih banyak yang hanya mementingkan aspek kognitif daripada aspek psikomotoriknya. Masih banyak pula guru-guru di sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formal tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik dalam kehidupan yang harus dilakukan.

Membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter bukanlah merupakan suatu proses yang mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya yang terus menerus dilakukan dan beberapa refleksi mendalam untuk membuat keputusan secara moral dan ditindaklanjuti secara nyata, sehingga dapat menemukan cara yang efisien dalam menentukan pola pendidikan yang akan diterapkan.

Tujuan utama pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, melainkan juga manusia yang berkarakter dan bermoral tinggi. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk dapat merealisasikan pola pendidikan karakter di sekolah.Konsep karakter yang tersedia dalam kurikulum tidaklah cukup apabila hanya diterapkan dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), namun juga harus dijalankan dan diterapkan. Seorang guru dapat mencontohkan konsep tersebut dengan terlebih dahulu menaati peraturan sekolah seperti tidak terlambat datang dan memulai pelajaran di dalam kelas, selain itu, menggunakan kata-kata yang santun dan tidak memaki siswa jika siswa melakukan kesalahan juga patut diterapkan oleh seorang pendidik.

Pendidikan karakter memang membutuhkan campur tangan semua pihak di dalamnya. Guru, sebagai komponen terpenting di sekolah, berperan menerapkan pola pendidikan berkarakter di sekolah seperti halnya menaati peraturan di sekolah dan mengajar dengan cara yang beretika tinggi. Orang tua, sebagai komponen terpenting di rumah, hendaknya juga menerapkan pola pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan mendampingi anak belajar, mengajarkan tata karma dalam hal berbicara, dan juga mencontohkan kegiatan-kegiatan yang baik dalam keseharian.Selain guru dan orang tua, masyarakat juga berperan penting dalam penerapan pola pendidikan

(13)

berkarakter bagi anak didik. Lingkungan masyarakat yang luas, sangat memengaruhi terhadap penanaman nilai-nilai etika yang terkandung di dalamnya. Menurut Quraish Shihab, situasi kemasyarakatan dengan nilai yang dianutnya, memengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan.

Pendidikan karakter memang membutuhkan upaya dan waktu yang cukup lama, melalui lembaga sekolah, orang tua di rumah ataupun masyarakat di lingkungan sekitar anak didik.Perlu adanya hubungan kerjasama yang terus menerus diantara komponen-komponen yang terkait dalam proses pendidikan karakter. Namun yang terpenting adalah pendidikan karakter bukanlah sekedar teori ini itu, melainkan sebuah tindak lanjut dan praktik dari penanaman moral, nilai etika dan budi pekerti yang luhur yang terkandung dalam tujuan pendidikan. Pelajari, pahami, lalu terapkan dengan budi pekerti!

Figur

Memperbarui...