• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEPERAWATAN-kelompok.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ASUHAN KEPERAWATAN-kelompok.docx"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M (3 Tahun)

PADA An. M (3 Tahun) DENGAN DIAGNOSADENGAN DIAGNOSA PENURUNAN

PENURUNAN CARDCARD II AC OAC OUTPUTPUT UT 

DI INTENSIVE CORONARY CARE UNIT (ICCU) RSUP Dr. KARIADI DI INTENSIVE CORONARY CARE UNIT (ICCU) RSUP Dr. KARIADI

SEMARANG SEMARANG

Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Praktik Klinik Stase Gawat Darurat & Kritis Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Praktik Klinik Stase Gawat Darurat & Kritis

Pembimbing

Pembimbing Klinik Klinik : : Ns. Ns. Budi Budi Hartoyo.,S.KepHartoyo.,S.Kep Pembimbing

Pembimbing Akademik Akademik : Suhartini, : Suhartini, S.Kp., MNS.Kp., MNS., PhS., PhDD  Ns. Reni Sulung Utami.,S.K

 Ns. Reni Sulung Utami.,S.Kep., M.Scep., M.Sc  Ns. Ahmat Pujianto.,S.Kep., M.

 Ns. Ahmat Pujianto.,S.Kep., M.KepKep

Oleh: Oleh: Imamah

Imamah Indah Indah Cahyani Cahyani 2202011722220201172201120112 Mike

Mike Saeli Saeli Yuliana Yuliana 2202011722009222020117220092 Sri

Sri Mangunatun Mangunatun Khasanah Khasanah 2202011722220201172201320132 Catur

Catur Kristianto Kristianto 2202011722006322020117220063

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXXI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXXI

DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS DIPONEGORO 2018 2018

(2)
(3)

ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN

Tanggal

Tanggal pengkajian pengkajian : : 30 30 Juli Juli 2018 2018 Jam Jam 09.0009.00 Tanggal

Tanggal masuk masuk :26 :26 Juli Juli 2018 2018 Jam Jam 19.4519.45 Ruang

Ruang : : ICCUICCU

A.

A. IdentitasIdentitas

1.

1. Klien/PasienKlien/Pasien a.

a.  Nama (Inisial)  Nama (Inisial) : An. M: An. M  b.

 b.  No. Rekam medik  No. Rekam medik : C554432/965700: C554432/96570011 c.

c. Umur Umur : : 3 3 tahuntahun d.

d. Jenis Jenis kelamin kelamin : : LakiLaki –  –  laki laki e.

e. Agama Agama : : IslamIslam f.

f. Pendidikan Pendidikan : : Belum Belum sekolahsekolah g.

g. Pekerjaan Pekerjaan : : --h.

h. Suku Suku : : JawaJawa i.

i. Bahasa Bahasa : : Jawa/IndonesiaJawa/Indonesia  j.

 j. Alamat Alamat : : Pedurungan, Pedurungan, SemarangSemarang k.

k. Diagnosa Diagnosa Medis Medis : : Ventricular Ventricular Septal Septal Defect Defect (VSD)(VSD)

2.

2. Identitas Penanggung JawabIdentitas Penanggung Jawab a.

a.  Nama (Inisial)  Nama (Inisial) : Ny. A: Ny. A  b.

 b. Umur Umur : : 38 38 tahuntahun c.

c. Jenis Jenis kelamin kelamin : : PerempuanPerempuan d.

d. Alamat Alamat : : Pedurungan, Pedurungan, SemarangSemarang e.

(4)

B.

B. Pengkajian PrimerPengkajian Primer

1.

1. AirwayAirway Look : Look :

Jalan napas klien paten tidak tampak sumbatan pada jalan napasnya Jalan napas klien paten tidak tampak sumbatan pada jalan napasnya Listen:

Listen:

Saat dilakukan auskultasi tidak terdengar adanya suara napas tambahan Saat dilakukan auskultasi tidak terdengar adanya suara napas tambahan Feel:

Feel:

Terasa adanya aliran udara pernapasan Terasa adanya aliran udara pernapasan 2.

2. BreathingBreathing Look: Look:

An. M dapat bernapas spontan, tampak adanya penggunaan otot bantu An. M dapat bernapas spontan, tampak adanya penggunaan otot bantu  pernapasan,

 pernapasan, pengembangan pengembangan dada dada simetris, simetris, bentuk bentuk dada dada seperti seperti dadadada  burung, RR 19

 burung, RR 19x/menit, dan terdapat retraksi dinding dada.x/menit, dan terdapat retraksi dinding dada. Listen:

Listen:

Terdengar suara vesikuler Terdengar suara vesikuler Feel:

Feel:

Terasa hembusan napas klien Terasa hembusan napas klien 3.

3. Circulation :Circulation :

Tekanan Darah 71/51 mmHg, MAP 75, HR, 147x/menit, tidak tampak Tekanan Darah 71/51 mmHg, MAP 75, HR, 147x/menit, tidak tampak sianosis, CRT <2 detik.

sianosis, CRT <2 detik. 4.

4. Disability:Disability:

Kesadaran An. M Composmentis E4M6V5, pupil isokor. Kesadaran An. M Composmentis E4M6V5, pupil isokor. 5.

5. Exposure:Exposure:

Tidak terdapat perdarahan, suhu 36,7 Tidak terdapat perdarahan, suhu 36,700CC

C.

C. Pengkajian SekunderPengkajian Sekunder

1.

1. Anamnesis (SAMPLE)Anamnesis (SAMPLE)

S (Signs and

S (Signs and Symptoms)Symptoms) :: Klien tampak lemah

(5)

A (Allergies) :

 Ny. A mengatakan bahwa anaknya tidak memiliki alergi pada obat maupun makanan tertentu

M (Medications) :

 Ny. A mengatakan An. M tidak memiliki riwayat dalam meminum obat –  obatan tertentu. Obat yang diminum klien sebelum masuk ruangan iccu diberikan dari ruangan sebelumnya tetapi ia tidak mengetahui obat apa.

P (Pertinent Medical History) :

 Ny. A mengatakan anaknya tidak memiliki riwayat penyakit lain selain  penyakit saat ini yang diderita.

L (Last Meal) :

Sebelum masuk ruangan iccu dan operasi jantung, An. A makan makanan dari rumah sakit dan susu kesukaannya.

E (Events)

 Ny. A mengatakan bahwa anaknya didiagnosa memiliki penyakit jantung  bawaan saat berusia 4 bulan oleh dokter spesialis anak di RSDK. Saat ini klien datang ke rumah sakit untuk melakukan operasi jantung dan tidak ada keluhan apapun. Menurut Ny. A riwayat saat melahirkan An. M  berusia <35 tahun, tidak terdapat penyakit selama kehamilan seperti DM,

hipertensi, maupun jantung. Tidak ada konsumsi obat –  obatan diluar resep dokter, kemudian anak lahir secara spontan, langsung menangis, dengan BB 2900gr dan riwayat gestasi G3P2A0.

2. Pemeriksaan Fisik:

Keadaan Umum : klien tampak lemah, sesekali rewel dan minta ditemani ibunya

Kesadaran : kesadaran klien composmentis, E4M6V5 Vital sign:

 TD : 71/51 mmHg

 HR : 147x/menit

 RR : 19x/menit

(6)

a. Kepala

Kepala Keterangan

Inspeksi Bentuk kepala mesocephal, simetris kanan dan kiri, tidak terdapat benjolan pada kepala, tidak ada deformitas, penyebaran rambut merata, rambut hitam, bersih, kulit kepala bersih, wajah simetris, tidak ada luka.

Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan  pada kepala

 b. Telinga

Telinga Keterangan

Inspeksi Telinga kanan dan kiri simetris, tidak ada cairan yang keluar, telinga berfungsi dengan baik, tidak ada luka, dan kulit telinga bersih

Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan c. Mata

Mata Keterangan

Inspeksi Tidak memakai alat bantu penglihatan, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, kornea  jernih, mata simetris, pergerakan kelopak mata dan  bola mata normal, refleks cahaya langsung dan tidak

langsung (+|+), tidak ada riwayat penyakit mata. Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan,

tidak terdapat peningkatan tekanan intraokuler pada kedua mata klien

d. Mulut dan Gigi

Mulut Keterangan

Inspeksi Bibir simetris atas dan bawah, mukosa bibir klien kering, tidak ada luka, lidah bersih dan berwarna merah, tidak terdapat sariawan dan pendarahan  pada gusi, tidak terdapat pembengkakan tonsil. Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan pada kedua dinding

(7)

e. Hidung

Hidung Keterangan

Inspeksi Kedua lubang hidung simetris, tidak ada deviasi atau pembengkakan, hidung bersih, tidak terdapat cairan keluar dari hidung, tidak terdapat lesi/  jaringan parut

Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan f. Leher

Leher Keterangan

Inspeksi Tidak ada jaringan parut di sekitar leher, tidak ada  pembesaran tiroid, tidak ada lesi

Palpasi Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.

g. Dada dan paru

Paru Keterangan

Inspeksi bernapas spontan, tampak adanya penggunaan otot  bantu pernapasan, pengembangan dada simetris,  bentuk dada seperti dada burung

Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan dan benjolan

Perkusi Sonor pada semua lapang paru

Auskultasi Terdengar suara napas vaskuler h. Jantung

Jantung Keterangan

Inspeksi Ictus cordis tidak tampak Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan.

Perkusi Pekak, tidak ada pembesaran jantung, batas atas (IC II sinistra), bawah (IC V sinistra), kanan (IC III-IV dextra), kiri (IC II sinistra), batas jantung normal

Auskultasi Terdengar S1 pada IC 5 dan S2 pada IC 2 reguler, tidak ada mur-mur  tidak ada gallop. Pansistolik grade III di SIC IV linea parasternal sinistra

(8)

i. Abdomen

Abdomen Keterangan

Inspeksi Perut tampak datar, tidak ada jejas, tidak ada tanda inflamasi, warna kulit abdomen merata seperti kulit sekitarnya.

Auskultasi Bising usus 10 kali/menit.

Palpasi Tidak terdapat benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada distensi abdomen, hepar tidak membesar, lien tidak teraba.

Perkusi Timpani di semua lapang abdomen, shifting dullness (-).

 j. Genetalia

Punggung Keterangan

Inspeksi Tidak ada lesi, bersih, terpasang selang kateter urin, klien menggunakan pampers.

Palpasi Tidak terkaji

k. Ekstremitas

 Ekstremitas Atas

Ekstremitas Keterangan

Inspeksi Warna kulit merata, kedua tangan dapat digerakkan normal dengan bebas, turgor kulit elastis.

Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, akral hangat, CRT <2 detik, kekuatan otot pada ekstremitas atas 5|5 (kekuatan utuh)

 Ekstremitas Bawah

Ekstremitas Keterangan

Inspeksi Warna kulit merata, turgor kulit elastis, kedua kaki dapat digerakkan normal dengan bebas

Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, kulit teraba hangat, CRT <2 detik, kekuatan otot pada ekstremitas bawah 5|5 (kekuatan utuh).

3. Pengkajian Fungsional a. Oksigenasi

Klien terpasang nasal kanul dengan 3 l/menit  b.  Nutrisi dan Cairan

TB : 90 cm BB : 10,5 kg

(9)

Input : output : makan dan minum 200cc wsd : 500 cc

Infus : 500 cc urin : 250cc

Balance : input –  output : 700-750 = -50 cc c. Eliminasi

Diare berwarna coklat, d. Termoregulasi

Suhu tubuh 36,70C e. Seksualitas

Klien anak berumur 3 tahun masih cenderung rewel jika ada perawat yang mendekat, sehingga membutuhkan kehadiran ibu dalam setiap saat.

f. Psikososial (Stress, Koping, dan Konsep Diri)

An. M yang selalu menangis ketika dilakukan tindakan meskipun sekedar untuk mengganti balut merupakan salah satu tanda stres klien. sehingga untuk ibu selalu didekatnya merupakan koping yang baik. g. Rasa Aman dan Nyaman

Klien tampak tidak nyaman dengan peralatan yang ada ditubuhnya maupun tidak nyaman dengan tindakan yang dilakukan padanya. Saat mendekati klien, klien cenderung menangis dan memeluk ibunya. h. Spiritual

Klien dengan kategori anak  –   anak, spiritual yang dapat dilakukan adalah berdoa fatihah.

i. Hygiene

Keterangan Sebelum sakit Saat sakit

Mandi √

-Ganti Pakaian √

-Mencuci rambut √

(10)

Keterangan:

Saat sakit hygiene yang dilakukan pada klien adalah menggosok gigi yang dilakukan bersama ibunya.

 j. Istirahat Tidur

Kebutuhan istirahat dan tidur pada klien tercukupi, frekuensi 5-8 jam sehari, dan pada siang hari.

k. Aktualisasi Diri

Menurut Ny. A, anaknya ingin segera pulang dan bermain bersama  bertemu kakaknya dirumah.

(11)

D. Pemeriksaan Penunjang

Hari/ Tanggal : Senin/ 30 Juli 2018

Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal Keterangan

Kimia Klinik  Kalsium 2.2 mmo/L 2.12-2.52 Magnesium 0.8 mmol/L 0.74-0.99 L  Natrium 136 mmol/L 136-145 Kalium 6.0 mmol/L 3.5-5.1 H Chlorida 101 mmol/L 98-107 Hematologi Hemoglobin 15.1 g/dL 11.00-13.00 H Hematokrit 45.7 % 36-44 H Eritrosit 5.4 10^6/uL 3-5.4 MCH 28 pg 23.00-31.00 MCV 84.6 fL 77.00-101 H Leukosit 14.7 10^3/uL 5.5-15.5

(12)

Trombosit 213 10^3/uL 150-400

RDW 14.6 % 11.60-14.80

MPV 9.3 fL 4.00-11.00

E. Terapi

Jenis Terapi Dosis Rute Indikasi & Cara Kerja

Kontraindikasi

Efek Samping Captropil 125mg/1

2 jam

Oral Merupakan kelompok obat penghambat enzim  pengubah angiostensin (ACE inhibitors). Menangani hipertensi dan gagal jantung, mencegah komplikasi setelah serangan  jantung, menangani

nefropati diabetik

Hipersensitif terhadap captopril dan obat –   obat ACE inhibitor lainnya.

Pusing, batuk kering, ruam kulit, takikardi, hipotensi, nyeri dada, mulut kering, konstipasi atau diare

(13)

Paracetamol 200mg/8  jam

Intravena Mengurangi rasa sakit ringan hingga sedang: nyeri kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri selama flu, serta meredakan demam.

Penderita alergi obat AINS(anti-inflamasi non  steroid), hepatitis, gangguan hati atau ginjal, dan alkoholisme. Tidak  boleh diberikan berulang kali pada penderita anemia dan gangguan  jantung, paru, dan ginjal.

Mual, sakit kepala, gatal,  penurunan nafsu makan, urin berwarna gelap, feses berwarna pucat, kuning pada kulit dan mata.

Meropenem 200mg/8  jam

Intravena Merupakan antibiotik golongan beta laktam

 pada kondisi

neutropenia febril yaitu demam disertai dengan  penurunan sel darah  putih netrofil. Mengobati pneumonia dan pneumonia nosokomial, ISK,  peritonitis, endometritis, infeksi kulit, meningitis, septikimia Hipersensitif terhadap carbapenem

Kemerahan dan bengkak  pada area bekas suntikan, demam, ruam kulit dan gatal, diare, sakit kepala, sakit perut, dan sensasi kesemutan.

Zinc 20 mg/24

 jam

Oral Digunakan pada

kondisi seperti  pertumbuhan yang terganggu, diare akut,

Kandungan suplemen zinc merupakan zat dasar embangun tubuh, obat ini

 Nyeri perut, mual, muntah, diare, iritasi lambung, gastritis,

(14)

anemia, dan  penyembuhan luka yang lambat, menaikkan kadar zinc tubuh, suplemen  penyembuhan diare, dan mengatasi iritasi mata minor

aman dikonsumsi dengan dosis yang sesuai

 penggunaan jangka  panjang dapat menyebabkan defisiensi tembaga. Penggunaan over dosis dapat mengakibatkan pusing, kram perut yang parah, dan diare.

Digoxin 0.05 mg/12  jam

Oral Termasuk golongan cardiac glycoside. Berfungsi untuk mengobati gagal  jantung biasanya  bersama obat lain. Selain itu, dapat mengobati denyut  jantung tidak teratur,

menurunkan

ketegangan jantung dan mengatur denyut  jantung normal

Aritmia supra ventrikular yang disebabkan sindrom wolff/parkinson/shite, fibrilasi ventrikel, hipersensitif terhadap digoxin dan penderita riwayat intoleransi terhadap preparat digitalis.

Denut jantung cepat, lambat, atau tidak teraba; BAB berdarah, hitam, atau berwarna gelap;  penglihatan kabur, kuning; dan bingung, halusinasi, pikiran, atau  perilaku tidak biasa. Efek samping lainnya mual, muntah, diare, nafsu makan menurun, lemas,  pusing, cemas, ruam

kulit. Omeprazole 10mg/12

 jam

Intravena Digunakan pada kondisi yang tidak dapat menerima  pengobatan peroral:

Hipersensitivitas terhadap omeprazole

Sakit kepala, diare, nyeri abdomen, mual, muntah, infeksi saluran napas

(15)

ulkus duodenum, ulkus gaster, esofagisitis ulseratif, dan sindrom zolinger ellison. Yaitu mengurangi sekresi asam lambung dengan menghambat spesifik enzim lambung pompa  proton H+/K+- ATPase

dalam sel paritel.

atas, vertigo, ruam, konstipasi, batuk, astenia, nyeri tulang belakang.

Ondansetron 2mg/8  jam

Intravena Mencegah maupun mengatasi mual dan muntah akibat  pengobatan sitostatika dan radioterapi. Penanggulangan mual dan muntah akibat kemoterapi, radioterapi maupun operasi.

Hipersensitivitas terhadap ondansetron

Sakit kepala, konstipasi, rasa panas pada epigastrium, sedasi dan diare.

Dopamin 3mcq/kg BB/menit

Intravena Gangguan aliran darah ke pembuluh darah kapilar, kondisi syok akibat infeksi yang  berat, gagal ginjal, hipotensi akut. Gagal  jantung, output jantung,  perfusi buruk,

hipotensi.

hipersensitivitas terhadap dobutamin.

Mual muntah, sakit kepala, aritmia, takikardi, nyeri dada, palpitasi, dispnea, hipotensi, vasokontriksi, bradikardi, iskemia, nyeri perut, flebitis, ileus paralitik.

(16)

Morfin 0,1mg/ja m

intravena Agonis opioid yang  berasal dari papaver somniferum dan album. Morfin digunakan sebagai analgetik.

Hipersensitivitas

terhadap morfin, depresi  pernapasan, asma akut,

suspek ileus paralitik. Furosemide 1

mg/kgBB /hari

Intravena Merupakan obat untuk mengurangi cairan  berlebih dalam tubuh yang disebabkan karena gagal jantung,  penyakit hati, dan ginjal. Selain itu, untuk hipertensi. Obat ini merupakan jenis diuretik.

Gagal ginjal dengan anuria, prekoma dan koma hepatik, defisiensi elektrolit, hipovolemia dan hipersensitif terhadap furosemide

Telinga berdenging, nafsu makan menurun, BB turun, nyeri dadam  bengkak, kulit pucat, memar, rendah kalium, rendah kalsium, sakit kepala, diare, sembelit, nyeri perut, pusing.

(17)

F. Analisa Data

No Data Masalah Etiologi Diagnosa TTD

1. DS: -DO:

- Klien tampak menggunakan otot  bantu pernapasan, bentuk dada  burung

- TD :71/51 mmHg - MAP : 75 mmHg

- EF: HR x SV = 147 x 20 = 2940 - Hasil pemeriksaan EKG

menunjukkan sinus takikardi

Penurunan curah  jantung

Perubahan kontraktilitas

Penurunan curah jantung  b.d perubahan

kontraktilitas (00029)

2. DS:

 Ny. A mengatakan bahwa anaknya rewel minumnya sedikit.

DO:

- Mukosa bibir klien tampak kering - BB : 10,5 kg - Pemeriksaan kalium 6.00 (3.5-5.1) Risiko ketidakseimban gan elektrolit Risiko ketidakseimbangan elektrolit (00195)

(18)
(19)

H. Perencanaan

No Tgl/Jam Dx Kep Intervensi

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi TTD 1. 30  –  07  – 

2018

Penurunan curah  jantung

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam masalah keperawatan Penurunan curah  jantung dapat teratasi dengan

kriteria hasil

- Circulation status - Vital sign status - Tissue perfusion perifer

Cardiac Care

- Evaluasi adanya nyeri dada ( intensitas,lokasi, durasi) –  - Catat adanya disritmia jantung –  - Catat adanya tanda dan gejala

 penurunan cardiac output –  - Monitor status kardiovaskuler –  - Monitor status pernafasan yang

menandakan gagal jantung,  berikan terapi oksigen – 

- Monitor abdomen sebagai indicator penurunan perfusi –  - Monitor balance cairan –  - Monitor adanya perubahan

tekanan darah – 

- Monitor respon pasien terhadap Kel 7

(20)

efek pengobatan antiaritmia –  - Atur periode latihan dan istirahat

untuk menghindari kelelahan –  - Monitor toleransi aktivitas

 pasien – 

- Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan ortopneu –  - Anjurkan untuk menurunkan

stress

Vital Sign Monitoring

- Monitor TD, nadi, suhu, dan RR  – 

- Catat adanya fluktuasi tekanan darah – 

- Monitor VS saat pasien  berbaring, duduk, atau berdiri –  - Monitor TD, nadi, RR, sebelum,

selama, dan setelah aktivitas –  - Monitor kualitas dari nadi – 

(21)

- Monitor adanya pulsus  paradoksus – 

- Monitor adanya pulsus alterans –  - Monitor jumlah dan irama

 jantung – 

- Monitor bunyi jantung – 

- Monitor frekuensi dan irama  pernapasan – 

- Monitor suara paru - Monitor  pola pernapasan abnormal –  - Monitor suhu, warna, dan

kelembaban kulit - Monitor sianosis perifer – 

- Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar,  bradikardi, peningkatan sistolik)

 – 

- Identifikasi penyebab dari  perubahan vital sign

(22)

Pengaturan hemodinamik -2. 30  –  07  –  2018 Risiko ketidakseimbangan elektrolit

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam masalah keperawatan Risiko ketidakseimbangan elektrolit dapat teratasi dengan kriteria hasil :

-  Fluid balance -  Nutritional status -  Hydration

 Manajemen Elektrolit/cairan - Monitor nilai serum elektrolit

yang abnormal

- Monitor status perubahan paru atau jantung yang menunjukkan kelebihan cairan atau dehidrasi - Pantau adanya tanda dan gejala

overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi (mis : poliuri, oliguri, ronkhi basah, kejang, edema, nafas dangkal cepat)

- Berikan cairan sesuai resep - Pertahnkan akses IV - Pertahankan intake cairan

- Berikan cairan pengganti nasogastrik yang diresepka  berdasarkan ourput yang sesuai

(23)

- Irigasi selang ansogastrik - Monitor hasil lab

- Monitor status hemodinamik (CVP,MAP,

- Monitor respon pasien terhadap  pemberian elektrolitkonsultasikan dengan dokter jika ada tanda ketidakseimbangan elekttrliy

I. Implementasi

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

J. Evaluasi

(29)
(30)
(31)
(32)

K. Pembahasan ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..

(33)

……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..

(34)

L. Refleksi Diri ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..

(35)

M. Kepustakaan ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII B SMP Institut Indonesia saat menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi

(2) Tuntutan ganti kerugian oleh tersangka atau ahli warisnya atas penangkapan atau penahanan serta tindakan lain tanpa alasan yang berdasarkan Undang-Undang atau

Sehubungan dengan hal itu, agar usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa yang bersangkutan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan terutama

Untuk memasuki halaman ini klik table kategori produk yang berguna untuk penambahan kategori produk maka akan muncul form seperti gambar dibawah ini lalu klik tombol

Melalukan penelitian stabilitas batu pelindung pada seawall dengan variasi jenis gelombang, periode, tinggi gelombang dan kedalaman perairan yang lebih tinggi atau

Oleh karna itu, dengan adanya anggapan dari kalangan masyarakat luas bahwa dalam penanganan perkara tersebut ada pengistimewaan kepada terdakwa dari aparat penegak

Latih tubi untuk soalan Bahagian A (soalan pilihan) dan soalan Bahagian B(statistik, pelan dan dongakan, graf fungsi) diberikan kepada pelajar secara kerap kerana soalan ini

Daerah Kabupaten Rote Ndao (Lembaran Daerah Kabupaten Rote &lt;kj... Ndao Tahun 2009 Nomor 007 Sen DNomor 006,Tambahan LembaranDaerah KabupatenRote NdaoNomor 080); 30.Peraturan