ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M (3 Tahun)
PADA An. M (3 Tahun) DENGAN DIAGNOSADENGAN DIAGNOSA PENURUNAN
PENURUNAN CARDCARD II AC OAC OUTPUTPUT UT
DI INTENSIVE CORONARY CARE UNIT (ICCU) RSUP Dr. KARIADI DI INTENSIVE CORONARY CARE UNIT (ICCU) RSUP Dr. KARIADI
SEMARANG SEMARANG
Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Praktik Klinik Stase Gawat Darurat & Kritis Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Praktik Klinik Stase Gawat Darurat & Kritis
Pembimbing
Pembimbing Klinik Klinik : : Ns. Ns. Budi Budi Hartoyo.,S.KepHartoyo.,S.Kep Pembimbing
Pembimbing Akademik Akademik : Suhartini, : Suhartini, S.Kp., MNS.Kp., MNS., PhS., PhDD Ns. Reni Sulung Utami.,S.K
Ns. Reni Sulung Utami.,S.Kep., M.Scep., M.Sc Ns. Ahmat Pujianto.,S.Kep., M.
Ns. Ahmat Pujianto.,S.Kep., M.KepKep
Oleh: Oleh: Imamah
Imamah Indah Indah Cahyani Cahyani 2202011722220201172201120112 Mike
Mike Saeli Saeli Yuliana Yuliana 2202011722009222020117220092 Sri
Sri Mangunatun Mangunatun Khasanah Khasanah 2202011722220201172201320132 Catur
Catur Kristianto Kristianto 2202011722006322020117220063
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXXI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXXI
DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO UNIVERSITAS DIPONEGORO 2018 2018
ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN
Tanggal
Tanggal pengkajian pengkajian : : 30 30 Juli Juli 2018 2018 Jam Jam 09.0009.00 Tanggal
Tanggal masuk masuk :26 :26 Juli Juli 2018 2018 Jam Jam 19.4519.45 Ruang
Ruang : : ICCUICCU
A.
A. IdentitasIdentitas
1.
1. Klien/PasienKlien/Pasien a.
a. Nama (Inisial) Nama (Inisial) : An. M: An. M b.
b. No. Rekam medik No. Rekam medik : C554432/965700: C554432/96570011 c.
c. Umur Umur : : 3 3 tahuntahun d.
d. Jenis Jenis kelamin kelamin : : LakiLaki – – laki laki e.
e. Agama Agama : : IslamIslam f.
f. Pendidikan Pendidikan : : Belum Belum sekolahsekolah g.
g. Pekerjaan Pekerjaan : : --h.
h. Suku Suku : : JawaJawa i.
i. Bahasa Bahasa : : Jawa/IndonesiaJawa/Indonesia j.
j. Alamat Alamat : : Pedurungan, Pedurungan, SemarangSemarang k.
k. Diagnosa Diagnosa Medis Medis : : Ventricular Ventricular Septal Septal Defect Defect (VSD)(VSD)
2.
2. Identitas Penanggung JawabIdentitas Penanggung Jawab a.
a. Nama (Inisial) Nama (Inisial) : Ny. A: Ny. A b.
b. Umur Umur : : 38 38 tahuntahun c.
c. Jenis Jenis kelamin kelamin : : PerempuanPerempuan d.
d. Alamat Alamat : : Pedurungan, Pedurungan, SemarangSemarang e.
B.
B. Pengkajian PrimerPengkajian Primer
1.
1. AirwayAirway Look : Look :
Jalan napas klien paten tidak tampak sumbatan pada jalan napasnya Jalan napas klien paten tidak tampak sumbatan pada jalan napasnya Listen:
Listen:
Saat dilakukan auskultasi tidak terdengar adanya suara napas tambahan Saat dilakukan auskultasi tidak terdengar adanya suara napas tambahan Feel:
Feel:
Terasa adanya aliran udara pernapasan Terasa adanya aliran udara pernapasan 2.
2. BreathingBreathing Look: Look:
An. M dapat bernapas spontan, tampak adanya penggunaan otot bantu An. M dapat bernapas spontan, tampak adanya penggunaan otot bantu pernapasan,
pernapasan, pengembangan pengembangan dada dada simetris, simetris, bentuk bentuk dada dada seperti seperti dadadada burung, RR 19
burung, RR 19x/menit, dan terdapat retraksi dinding dada.x/menit, dan terdapat retraksi dinding dada. Listen:
Listen:
Terdengar suara vesikuler Terdengar suara vesikuler Feel:
Feel:
Terasa hembusan napas klien Terasa hembusan napas klien 3.
3. Circulation :Circulation :
Tekanan Darah 71/51 mmHg, MAP 75, HR, 147x/menit, tidak tampak Tekanan Darah 71/51 mmHg, MAP 75, HR, 147x/menit, tidak tampak sianosis, CRT <2 detik.
sianosis, CRT <2 detik. 4.
4. Disability:Disability:
Kesadaran An. M Composmentis E4M6V5, pupil isokor. Kesadaran An. M Composmentis E4M6V5, pupil isokor. 5.
5. Exposure:Exposure:
Tidak terdapat perdarahan, suhu 36,7 Tidak terdapat perdarahan, suhu 36,700CC
C.
C. Pengkajian SekunderPengkajian Sekunder
1.
1. Anamnesis (SAMPLE)Anamnesis (SAMPLE)
S (Signs and
S (Signs and Symptoms)Symptoms) :: Klien tampak lemah
A (Allergies) :
Ny. A mengatakan bahwa anaknya tidak memiliki alergi pada obat maupun makanan tertentu
M (Medications) :
Ny. A mengatakan An. M tidak memiliki riwayat dalam meminum obat – obatan tertentu. Obat yang diminum klien sebelum masuk ruangan iccu diberikan dari ruangan sebelumnya tetapi ia tidak mengetahui obat apa.
P (Pertinent Medical History) :
Ny. A mengatakan anaknya tidak memiliki riwayat penyakit lain selain penyakit saat ini yang diderita.
L (Last Meal) :
Sebelum masuk ruangan iccu dan operasi jantung, An. A makan makanan dari rumah sakit dan susu kesukaannya.
E (Events)
Ny. A mengatakan bahwa anaknya didiagnosa memiliki penyakit jantung bawaan saat berusia 4 bulan oleh dokter spesialis anak di RSDK. Saat ini klien datang ke rumah sakit untuk melakukan operasi jantung dan tidak ada keluhan apapun. Menurut Ny. A riwayat saat melahirkan An. M berusia <35 tahun, tidak terdapat penyakit selama kehamilan seperti DM,
hipertensi, maupun jantung. Tidak ada konsumsi obat – obatan diluar resep dokter, kemudian anak lahir secara spontan, langsung menangis, dengan BB 2900gr dan riwayat gestasi G3P2A0.
2. Pemeriksaan Fisik:
Keadaan Umum : klien tampak lemah, sesekali rewel dan minta ditemani ibunya
Kesadaran : kesadaran klien composmentis, E4M6V5 Vital sign:
TD : 71/51 mmHg
HR : 147x/menit
RR : 19x/menit
a. Kepala
Kepala Keterangan
Inspeksi Bentuk kepala mesocephal, simetris kanan dan kiri, tidak terdapat benjolan pada kepala, tidak ada deformitas, penyebaran rambut merata, rambut hitam, bersih, kulit kepala bersih, wajah simetris, tidak ada luka.
Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan pada kepala
b. Telinga
Telinga Keterangan
Inspeksi Telinga kanan dan kiri simetris, tidak ada cairan yang keluar, telinga berfungsi dengan baik, tidak ada luka, dan kulit telinga bersih
Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan c. Mata
Mata Keterangan
Inspeksi Tidak memakai alat bantu penglihatan, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, kornea jernih, mata simetris, pergerakan kelopak mata dan bola mata normal, refleks cahaya langsung dan tidak
langsung (+|+), tidak ada riwayat penyakit mata. Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan,
tidak terdapat peningkatan tekanan intraokuler pada kedua mata klien
d. Mulut dan Gigi
Mulut Keterangan
Inspeksi Bibir simetris atas dan bawah, mukosa bibir klien kering, tidak ada luka, lidah bersih dan berwarna merah, tidak terdapat sariawan dan pendarahan pada gusi, tidak terdapat pembengkakan tonsil. Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan pada kedua dinding
e. Hidung
Hidung Keterangan
Inspeksi Kedua lubang hidung simetris, tidak ada deviasi atau pembengkakan, hidung bersih, tidak terdapat cairan keluar dari hidung, tidak terdapat lesi/ jaringan parut
Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba benjolan f. Leher
Leher Keterangan
Inspeksi Tidak ada jaringan parut di sekitar leher, tidak ada pembesaran tiroid, tidak ada lesi
Palpasi Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
g. Dada dan paru
Paru Keterangan
Inspeksi bernapas spontan, tampak adanya penggunaan otot bantu pernapasan, pengembangan dada simetris, bentuk dada seperti dada burung
Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan dan benjolan
Perkusi Sonor pada semua lapang paru
Auskultasi Terdengar suara napas vaskuler h. Jantung
Jantung Keterangan
Inspeksi Ictus cordis tidak tampak Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan.
Perkusi Pekak, tidak ada pembesaran jantung, batas atas (IC II sinistra), bawah (IC V sinistra), kanan (IC III-IV dextra), kiri (IC II sinistra), batas jantung normal
Auskultasi Terdengar S1 pada IC 5 dan S2 pada IC 2 reguler, tidak ada mur-mur tidak ada gallop. Pansistolik grade III di SIC IV linea parasternal sinistra
i. Abdomen
Abdomen Keterangan
Inspeksi Perut tampak datar, tidak ada jejas, tidak ada tanda inflamasi, warna kulit abdomen merata seperti kulit sekitarnya.
Auskultasi Bising usus 10 kali/menit.
Palpasi Tidak terdapat benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada distensi abdomen, hepar tidak membesar, lien tidak teraba.
Perkusi Timpani di semua lapang abdomen, shifting dullness (-).
j. Genetalia
Punggung Keterangan
Inspeksi Tidak ada lesi, bersih, terpasang selang kateter urin, klien menggunakan pampers.
Palpasi Tidak terkaji
k. Ekstremitas
Ekstremitas Atas
Ekstremitas Keterangan
Inspeksi Warna kulit merata, kedua tangan dapat digerakkan normal dengan bebas, turgor kulit elastis.
Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, akral hangat, CRT <2 detik, kekuatan otot pada ekstremitas atas 5|5 (kekuatan utuh)
Ekstremitas Bawah
Ekstremitas Keterangan
Inspeksi Warna kulit merata, turgor kulit elastis, kedua kaki dapat digerakkan normal dengan bebas
Palpasi Tidak terdapat nyeri tekan, kulit teraba hangat, CRT <2 detik, kekuatan otot pada ekstremitas bawah 5|5 (kekuatan utuh).
3. Pengkajian Fungsional a. Oksigenasi
Klien terpasang nasal kanul dengan 3 l/menit b. Nutrisi dan Cairan
TB : 90 cm BB : 10,5 kg
Input : output : makan dan minum 200cc wsd : 500 cc
Infus : 500 cc urin : 250cc
Balance : input – output : 700-750 = -50 cc c. Eliminasi
Diare berwarna coklat, d. Termoregulasi
Suhu tubuh 36,70C e. Seksualitas
Klien anak berumur 3 tahun masih cenderung rewel jika ada perawat yang mendekat, sehingga membutuhkan kehadiran ibu dalam setiap saat.
f. Psikososial (Stress, Koping, dan Konsep Diri)
An. M yang selalu menangis ketika dilakukan tindakan meskipun sekedar untuk mengganti balut merupakan salah satu tanda stres klien. sehingga untuk ibu selalu didekatnya merupakan koping yang baik. g. Rasa Aman dan Nyaman
Klien tampak tidak nyaman dengan peralatan yang ada ditubuhnya maupun tidak nyaman dengan tindakan yang dilakukan padanya. Saat mendekati klien, klien cenderung menangis dan memeluk ibunya. h. Spiritual
Klien dengan kategori anak – anak, spiritual yang dapat dilakukan adalah berdoa fatihah.
i. Hygiene
Keterangan Sebelum sakit Saat sakit
Mandi √
-Ganti Pakaian √
-Mencuci rambut √
Keterangan:
Saat sakit hygiene yang dilakukan pada klien adalah menggosok gigi yang dilakukan bersama ibunya.
j. Istirahat Tidur
Kebutuhan istirahat dan tidur pada klien tercukupi, frekuensi 5-8 jam sehari, dan pada siang hari.
k. Aktualisasi Diri
Menurut Ny. A, anaknya ingin segera pulang dan bermain bersama bertemu kakaknya dirumah.
D. Pemeriksaan Penunjang
Hari/ Tanggal : Senin/ 30 Juli 2018
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal Keterangan
Kimia Klinik Kalsium 2.2 mmo/L 2.12-2.52 Magnesium 0.8 mmol/L 0.74-0.99 L Natrium 136 mmol/L 136-145 Kalium 6.0 mmol/L 3.5-5.1 H Chlorida 101 mmol/L 98-107 Hematologi Hemoglobin 15.1 g/dL 11.00-13.00 H Hematokrit 45.7 % 36-44 H Eritrosit 5.4 10^6/uL 3-5.4 MCH 28 pg 23.00-31.00 MCV 84.6 fL 77.00-101 H Leukosit 14.7 10^3/uL 5.5-15.5
Trombosit 213 10^3/uL 150-400
RDW 14.6 % 11.60-14.80
MPV 9.3 fL 4.00-11.00
E. Terapi
Jenis Terapi Dosis Rute Indikasi & Cara Kerja
Kontraindikasi
Efek Samping Captropil 125mg/1
2 jam
Oral Merupakan kelompok obat penghambat enzim pengubah angiostensin (ACE inhibitors). Menangani hipertensi dan gagal jantung, mencegah komplikasi setelah serangan jantung, menangani
nefropati diabetik
Hipersensitif terhadap captopril dan obat – obat ACE inhibitor lainnya.
Pusing, batuk kering, ruam kulit, takikardi, hipotensi, nyeri dada, mulut kering, konstipasi atau diare
Paracetamol 200mg/8 jam
Intravena Mengurangi rasa sakit ringan hingga sedang: nyeri kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri selama flu, serta meredakan demam.
Penderita alergi obat AINS(anti-inflamasi non steroid), hepatitis, gangguan hati atau ginjal, dan alkoholisme. Tidak boleh diberikan berulang kali pada penderita anemia dan gangguan jantung, paru, dan ginjal.
Mual, sakit kepala, gatal, penurunan nafsu makan, urin berwarna gelap, feses berwarna pucat, kuning pada kulit dan mata.
Meropenem 200mg/8 jam
Intravena Merupakan antibiotik golongan beta laktam
pada kondisi
neutropenia febril yaitu demam disertai dengan penurunan sel darah putih netrofil. Mengobati pneumonia dan pneumonia nosokomial, ISK, peritonitis, endometritis, infeksi kulit, meningitis, septikimia Hipersensitif terhadap carbapenem
Kemerahan dan bengkak pada area bekas suntikan, demam, ruam kulit dan gatal, diare, sakit kepala, sakit perut, dan sensasi kesemutan.
Zinc 20 mg/24
jam
Oral Digunakan pada
kondisi seperti pertumbuhan yang terganggu, diare akut,
Kandungan suplemen zinc merupakan zat dasar embangun tubuh, obat ini
Nyeri perut, mual, muntah, diare, iritasi lambung, gastritis,
anemia, dan penyembuhan luka yang lambat, menaikkan kadar zinc tubuh, suplemen penyembuhan diare, dan mengatasi iritasi mata minor
aman dikonsumsi dengan dosis yang sesuai
penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi tembaga. Penggunaan over dosis dapat mengakibatkan pusing, kram perut yang parah, dan diare.
Digoxin 0.05 mg/12 jam
Oral Termasuk golongan cardiac glycoside. Berfungsi untuk mengobati gagal jantung biasanya bersama obat lain. Selain itu, dapat mengobati denyut jantung tidak teratur,
menurunkan
ketegangan jantung dan mengatur denyut jantung normal
Aritmia supra ventrikular yang disebabkan sindrom wolff/parkinson/shite, fibrilasi ventrikel, hipersensitif terhadap digoxin dan penderita riwayat intoleransi terhadap preparat digitalis.
Denut jantung cepat, lambat, atau tidak teraba; BAB berdarah, hitam, atau berwarna gelap; penglihatan kabur, kuning; dan bingung, halusinasi, pikiran, atau perilaku tidak biasa. Efek samping lainnya mual, muntah, diare, nafsu makan menurun, lemas, pusing, cemas, ruam
kulit. Omeprazole 10mg/12
jam
Intravena Digunakan pada kondisi yang tidak dapat menerima pengobatan peroral:
Hipersensitivitas terhadap omeprazole
Sakit kepala, diare, nyeri abdomen, mual, muntah, infeksi saluran napas
ulkus duodenum, ulkus gaster, esofagisitis ulseratif, dan sindrom zolinger ellison. Yaitu mengurangi sekresi asam lambung dengan menghambat spesifik enzim lambung pompa proton H+/K+- ATPase
dalam sel paritel.
atas, vertigo, ruam, konstipasi, batuk, astenia, nyeri tulang belakang.
Ondansetron 2mg/8 jam
Intravena Mencegah maupun mengatasi mual dan muntah akibat pengobatan sitostatika dan radioterapi. Penanggulangan mual dan muntah akibat kemoterapi, radioterapi maupun operasi.
Hipersensitivitas terhadap ondansetron
Sakit kepala, konstipasi, rasa panas pada epigastrium, sedasi dan diare.
Dopamin 3mcq/kg BB/menit
Intravena Gangguan aliran darah ke pembuluh darah kapilar, kondisi syok akibat infeksi yang berat, gagal ginjal, hipotensi akut. Gagal jantung, output jantung, perfusi buruk,
hipotensi.
hipersensitivitas terhadap dobutamin.
Mual muntah, sakit kepala, aritmia, takikardi, nyeri dada, palpitasi, dispnea, hipotensi, vasokontriksi, bradikardi, iskemia, nyeri perut, flebitis, ileus paralitik.
Morfin 0,1mg/ja m
intravena Agonis opioid yang berasal dari papaver somniferum dan album. Morfin digunakan sebagai analgetik.
Hipersensitivitas
terhadap morfin, depresi pernapasan, asma akut,
suspek ileus paralitik. Furosemide 1
mg/kgBB /hari
Intravena Merupakan obat untuk mengurangi cairan berlebih dalam tubuh yang disebabkan karena gagal jantung, penyakit hati, dan ginjal. Selain itu, untuk hipertensi. Obat ini merupakan jenis diuretik.
Gagal ginjal dengan anuria, prekoma dan koma hepatik, defisiensi elektrolit, hipovolemia dan hipersensitif terhadap furosemide
Telinga berdenging, nafsu makan menurun, BB turun, nyeri dadam bengkak, kulit pucat, memar, rendah kalium, rendah kalsium, sakit kepala, diare, sembelit, nyeri perut, pusing.
F. Analisa Data
No Data Masalah Etiologi Diagnosa TTD
1. DS: -DO:
- Klien tampak menggunakan otot bantu pernapasan, bentuk dada burung
- TD :71/51 mmHg - MAP : 75 mmHg
- EF: HR x SV = 147 x 20 = 2940 - Hasil pemeriksaan EKG
menunjukkan sinus takikardi
Penurunan curah jantung
Perubahan kontraktilitas
Penurunan curah jantung b.d perubahan
kontraktilitas (00029)
2. DS:
Ny. A mengatakan bahwa anaknya rewel minumnya sedikit.
DO:
- Mukosa bibir klien tampak kering - BB : 10,5 kg - Pemeriksaan kalium 6.00 (3.5-5.1) Risiko ketidakseimban gan elektrolit Risiko ketidakseimbangan elektrolit (00195)
H. Perencanaan
No Tgl/Jam Dx Kep Intervensi
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi TTD 1. 30 – 07 –
2018
Penurunan curah jantung
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam masalah keperawatan Penurunan curah jantung dapat teratasi dengan
kriteria hasil
- Circulation status - Vital sign status - Tissue perfusion perifer
Cardiac Care
- Evaluasi adanya nyeri dada ( intensitas,lokasi, durasi) – - Catat adanya disritmia jantung – - Catat adanya tanda dan gejala
penurunan cardiac output – - Monitor status kardiovaskuler – - Monitor status pernafasan yang
menandakan gagal jantung, berikan terapi oksigen –
- Monitor abdomen sebagai indicator penurunan perfusi – - Monitor balance cairan – - Monitor adanya perubahan
tekanan darah –
- Monitor respon pasien terhadap Kel 7
efek pengobatan antiaritmia – - Atur periode latihan dan istirahat
untuk menghindari kelelahan – - Monitor toleransi aktivitas
pasien –
- Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan ortopneu – - Anjurkan untuk menurunkan
stress
Vital Sign Monitoring
- Monitor TD, nadi, suhu, dan RR –
- Catat adanya fluktuasi tekanan darah –
- Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri – - Monitor TD, nadi, RR, sebelum,
selama, dan setelah aktivitas – - Monitor kualitas dari nadi –
- Monitor adanya pulsus paradoksus –
- Monitor adanya pulsus alterans – - Monitor jumlah dan irama
jantung –
- Monitor bunyi jantung –
- Monitor frekuensi dan irama pernapasan –
- Monitor suara paru - Monitor pola pernapasan abnormal – - Monitor suhu, warna, dan
kelembaban kulit - Monitor sianosis perifer –
- Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
–
- Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign
Pengaturan hemodinamik -2. 30 – 07 – 2018 Risiko ketidakseimbangan elektrolit
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam masalah keperawatan Risiko ketidakseimbangan elektrolit dapat teratasi dengan kriteria hasil :
- Fluid balance - Nutritional status - Hydration
Manajemen Elektrolit/cairan - Monitor nilai serum elektrolit
yang abnormal
- Monitor status perubahan paru atau jantung yang menunjukkan kelebihan cairan atau dehidrasi - Pantau adanya tanda dan gejala
overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi (mis : poliuri, oliguri, ronkhi basah, kejang, edema, nafas dangkal cepat)
- Berikan cairan sesuai resep - Pertahnkan akses IV - Pertahankan intake cairan
- Berikan cairan pengganti nasogastrik yang diresepka berdasarkan ourput yang sesuai
- Irigasi selang ansogastrik - Monitor hasil lab
- Monitor status hemodinamik (CVP,MAP,
- Monitor respon pasien terhadap pemberian elektrolitkonsultasikan dengan dokter jika ada tanda ketidakseimbangan elekttrliy
I. Implementasi
J. Evaluasi
K. Pembahasan ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
L. Refleksi Diri ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
M. Kepustakaan ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..