• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

8

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem A. Pengertian Sistem

Menurut (S. Hidayat & Noor, 2018) menyimpulkan bahwa:

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu sistem merupakan elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut (Ahluwalia et al., 2016), “sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling bekerja sama dan berinteraksi untuk memproses masukan kemudian saling berhubungan untuk mencapai suatu sasaran tertentu”.

Menurut (Akbar, Andriansyah, & Utomo, 2016), “Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

B. Pengertian Sistem Informasi

Menurut (Farell, Saputra, & Novid, 2018), “Sistem informasi diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain”.

(2)

1. Komponen input/masukan

Input merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Data untuk sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat dalam dokumen dasar. Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) dari data yang terjadi, yang selanjutnya data tersebut dimasukkan kedalam sistem informasi (data entry). 2. Komponen model

Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah melalui model model tertentu.

3. Komponen output/keluaran

Output adalah produk yang dihasilkan dari sistem informasi yang berguna bagi para pemakainya.

4. Komponen teknologi

Komponen teknologi merupakan komponen penting dalam sistem informasi. Tanpa ada teknologi yang mendukung, maka system informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi yang tepat waktu.

5. Komponen basis data Basis data

(database) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

C. Pengertian Informasi

Menurut (Farell et al., 2018) menyimpulkan bahwa:

Informasi merupakan unsur utama, baik informasi untuk perorangan, badan usaha maupun instansi lainnya. Pada perkembangannya informasi sudah merambat ke era digital yaitu informasi yang dahulu masih diolah dengan cara konvensional sekarang telah dikelola dengan teknologi komputer, data data yang dulu hanya diolah dan disimpan dalam arsip berupa buku (Paper Base), kini sudah di olah dengan dan disimpan dalam bentuk file digital.

(3)

Menurut (Sitohang, 2018), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerima”.

Menurut (Bahagia, Satria, & Ahmadian, 2017), “Informasi adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang, staf, manajer, atau orang lain di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sumber informasi adalah data. Data adalah fakta mengenai objek, orang yang dinyatakan oleh nilai (angka)”.

2.2. Teori Pendukng

A. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut (Putra, Sudiatmika, & Santoso, 2017) menyimpulkan bahwa :

ERD (Entity Relationship Diagram) ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan symbol

Menurut (Sarintan Kaharu Sarinta & Oki sakina, 2016) “Entity Relationship Diagram (ERD) menunjukkan hubungan setiap entitas yang ada dan relasinya. ERD mendokumentasikan data dengan menentukan data dalam setiap entitas dan relasi antara satu entitas dengan yang lainnya. Kardinalitas ERD dikategorikan menjadi”: 1. One to one relation, yaitu hubungan antar tabel yang menggunakan bersama

sebuah primary key. Hubungan ini jarang digunakan, kecuali untuk keamanan atau kecepatan akses data.

2. One to many relation, yaitu hubungan antar tabel yang menghubungkan satu record pada satu tabel dengan beberapa record pada tabel lainnya. Hubungan ini paling sering digunakan.

(4)

3. Many to many relation, yaitu hubungan antar tabel yang menghubungkan beberapa record pada suatu tabel dengan beberapa record pada tabel lain.

Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut: 1. Entitas: suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana kita

akan menyimpan data.

2. Atribut: ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. 3. Relasi: hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas.

4. Link: garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.

Sumber : (Sundari, 2016)

Gambar II.1 Contoh gambar ERD

(5)

B. LRS (Logical Relational Structure)

Menurut (Syarif et al., 2019) “Logical record structure (LRS) merupakan hasil transformasi ERD ke LRS yang memulai proses kardinalitas dan menghilangkan atribut-atribut yang saling berelasi. LRS yang merupakan representasi dari struktur record-record pada tabel, dimana tabel-tabel tersebut terbentuk dari hasil himpunan antar entitas pada ERD”.

Berikut adalah cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record Structured) berdasarkan Entity Relationship Diagram.

1. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada tau menyatukan kedua entitas tersebut.

2. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many.

3.

Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibua “file konektor” yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

Sumber : (Sundari, 2016)

Gambar II.2 Contoh gambar LRS

(6)

C. Unified Modelling Language (UML)

Menurut (Putri & Wulandari, 2016), “UML (Unified Modelling Languange) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek”.

Menurut (Wati & Kusumo, 2016), “UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma “berorientasi objek” Tujuan Penggunaan UML adalah” :

1. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.

2. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.

3. Memberikan model yang siap pakai, bahsa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.

UML bisa juga berfungsi sebagai sebuah (blue print) cetak biru karena sangat lengkap dan detail. Dengan cetak biru ini maka akan bias diketahui informasi secara detail tentang koding program atau bahkan membaca program dan menginterpretasikan kembali ke dalam bentuk diagram (reserve enginering).

Menurut (Hutapea & Muningsih, 2017), “Alat bantu yang digunakan dalam perancangan berorientasi objek berbasiskan UML adalah sebagai berikut”:

1. Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin

(7)

terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Sumber : (Nugraha et al., 2016)

Gambar II.3

Contoh gambar Activity Diagram 2. Use Case Diagram

Menggambarkan fungsi dari sebuah sistem, apa yang diperbuat sistem, presentasi interaksi antara aktor dengan sistem, pekerjaan tertentu, misalnya sistem pinjam buku diperpustakaan. Komponen use case diagram terdiri dari : Actor, use dan relation. Aktor adalah pemain, sedangkan use case adalah apa yang dimainkan/dilakukannya.

Sumber : (Isa & Hartawan, 2017)

Gambar II.4

(8)

3. Class Diagram

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain. Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.

Sumber : (Isa & Hartawan, 2017)

Gambar II.5

Contoh gambar Class Diagram 4. Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).

(9)

Sumber : (Isa & Hartawan, 2017)

Gambar II.6

Contoh gambar Squence Diagram D. Metode Weighted Product

Menurut (Muhammad, Jabal, & Fajar, 2018), “Metode wighted product merupakan salah satu metode yang bisa menyelesaikan masalah Multi Attribute Descision Making (MADM), MADM merupakan teori pembuatan keputusan yang sering kali melibatkan banyak kriteria”.

Dimana langkah-langkah dari perhitungan metode WP adalah sebagai berikut: 1. Menentukan kriteria pemilihan (C1,C2…Cn).

2. Penilaian bobot kepentingan tiap kriteria.

3. Penilaian tiap alternatif menggunakan semua atribut.

4. Dari data penilaian tiap bobot atribut dan nilai alternatif dibuat matriks keputusan (X).

5. Dilakukan proses perbaikan bobot kriteria (W), dengan rumus: wj= 𝑊𝑗

∑𝑊𝑗

Keterangan: Wj = Bobot atribut

(10)

6. Dilakukan proses normalisasi (S) matrik keputusan dengan cara menghilangkan rating atribut, dimana rating atribut terlebih dahulu harus dipangkatkan dengan bobot atribut.

Atribut keuntungan: pangkat bernilai positif Atribut biaya: pangkat bernilai negatif

𝑆𝑖 = ∏ 𝑋

𝑛

𝑗=1

𝑖𝑗𝑤𝑗

Keterangan:

Si = Hasil normalisasi matriks

Xij = Nilai variabel dari alternatif pada setiap atribut Wj = Nilai bobot kriteria

n = Banyaknya kriteria i = Nilai alternatif j = Nilai kriteria

7. Preferensi relatif dari setiap alternatif, dengan rumus:

Keterangan:

Vi = Hasil preferensi alternatif ke-i.

Xij = Nilai variabel dari alternatif pada stiap atribut. Wj = Nilai bobot kriteria.

n = Banyaknya kriteria. i = Nilai alternatif.

(11)

J = Nilai kriteria.

Langkah-langkah Metode Weighted Product

Sumber : (Penelitian ,2019)

Gambar II.7.

Langkah-langkah Metode Weighted Product

Menurut (Suhada, Hidayatulloh, & Fatimah, 2018), “Kelebihan dan Kelemahan Weighted Product”. Layaknya sebuah metode analisis,weighted product pun memiliki kelebihan dalam sistem analisnya yaitu dapat memberikan nilai cost dan benefit terhadap nilai masing-masing. Tetapi memiliki kelemahan yaitu hanya digunakan pada proses nilai yang memiliki nilai rentang.

Pengumpulan Hasil Evaluasi dan Hasil Minat siswa

Menentukan Bobot Awal

Perbaikan Bobot ( W1)

Vector S ( Nilai Setiap dari Jurusan )

Vector V ( Menentukan Penjurusan

MIA/IIS )

(12)

E. Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Menurut (Riandari, Hasugian, & Taufik, 2017) menyimpulkan bahwa:

Sistem pendukung keputusan adalah konsep spesifik sistem yang menghubungkan komputerisasi informasi dengan para pengambil keputusan sebagai pemaikainya. Sistem pendukung keputusan adalah seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya saling bekerja sama untuk menghasilkan satu kesatuan di dalam pencapaian suatu tujuan bersama.

karakteristik yang digunakan dalam pengambilan keputusan terhadap suatu permasalahannya sebagai berikut.

1. Mendukung proses pengambilan keputusan suatu organisasi atau perusahaan. 2. Adanya interface manusia atau mesin dimana manusia (user) tetap memegang

control proses pengambilan keputusan.

3. Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur serta mendukung beberapa keputusan yang saling berinteraksi.

4. Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan. 5. Memiliki sub sistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi

sebagai kesatuan sistem. F. Pengertian Peminatan

Menurut (T. Hidayat, 2017), “Peminatan adalah proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan nasional, dan oleh karena itu peminatan harus berpijak pada kaidah-kaidah dasar yang secara eksplisit dan implisit terkandung dalam kurikulum”.

Menurut (Fauziah Alifa, 2017), “peminatan adalah suatu keputusan yang dilakukan mahasiswa untuk memilih kelompok mata kuliah yang sesuai minat, bakat, dan kemampuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) peminatan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”.

(13)

Menurut (Ali & Wiyono, 2018) menyimpulkan bahwa :peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasikan pilihan minat, bakat dan/kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/ pendalaman mata pelajaran dan/muatan kejuruan, disisi lain peminatan juga dilakukan sejak peserta didik mendaftar ke SMA/MA sesuai dengan minat, bakat dan/ atau kemampuan peserta didik.

G. Pengertian Jurusan

Menurut (Alex, 2017), “Penjurusan merupakan upaya untuk membantu

siswa dalam memilih jenis sekolah atau program pengajaran khusus atau program studi yang akan diikuti oleh siswa dalam pendidikan lanjutannya”.

Di Sekolah Menengah Atas terdapat dua jurusan (2) yang dikenal oleh siswa. Dua jurusan tersebut antara lain :

1. Jurusan IPA

Jurusan IPA disini adalah jurusan yang mempelajari atau mengungkap mengenai gejala-gejala alam dengan menerapkan langkah-langkah ilmiah agar siswa paham dan menguasai konsep alam.

2. Jurusan IPS

IPS merupakan suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut (Sianturi, Tarigan, Rizanti, & Cahyadi, 2018) menyimpulkan bahwa : Jurusan adalah satu seri materi pendidikan yang sudah ditentukan secara sistematis sesuai dengan bidangnya. Sistem jurusan pada SMK dilakukan pada awal semester 1 kelas XI, ini merupakan bentuk penempatan dan penyaluran siswa sesuai minat dan bakat serta kemampuan yang dimiliki siswa disekolah SMK. Penjurusan bukanlah masalah kecerdasan tetapi masalah minat dan bakat siswa, tujuannya agar kelak dikemudian hari pelajaran pada siswa lebih terarah karena sesuai dengan minatnya.

Menurut (Mufizar, Anwar, & Aprianis, 2016), “Pemilihan jurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penyaluran dalam pemilihan program pengajaran pada siswa/siswi di jenjang SMA”.

(14)

H. Pengertian SMA

Menurut (Mardiyati & Yuniawati, 2015) menyimpulkan bahwa :

Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah jenjang pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama atau sederajat.Sekolah Menengah Atas ditempuh dalam waktu tiga tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.Pada tahun kedua yakni kelas 11 siswa dapat memilih salah satu dari tiga jurusan yang ada, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa.Pada akhir tahun ketiga yakni kelas 12 siswa diwajibkan untuk mengikuti ujian nasional yang meme ngaruhi kelulusan.

Menurut (Abdillah & Herawati, 2018) menyimpulkan bahwa :

Sekolah Menengah Atas atau SMA merupakan jenjang pendidikan formal setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenjang pendidikan di SMA ditempuh 3 tahun yang berawal di kelas 10 dan diakhir tahun ke tiga yakni kelas 12, dalam pendidikan SMA siswa dapat memilih jurusan yang diminati mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa.

Menurut (Abdullah, 2018), “Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan menyadari begitu pentingnnya peningkatan mutu sumber manusia daya di lingkungannya”.

I. Pengertian Internet

Menurut (Sri Harjanto, 2018), “Internet merupakan salah satu teknologi informasi yang banyak digunakan pada semua lapisan masyarakat dan dengan perkembangan internet ini banyak mempunyai dampak positif meskipun juga ada resiko yang harus ditanggung”.

Menurut (Kholil, Ashari, & Firmansyah, 2017), “Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (paket switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Menurut (Laia & Nababan, 2019), “internet merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dalam suatu instansi pemerintahan, kampus, masyarakat dan

(15)

bahkan untuk bisnis dimana banyak sekali perusahaan atau kantor-kantor yang memiliki fasilitas internet”.

J. Pengertian Website

Menurut (Yanny, Hutabarat, & Sihite, 2019), “website merupakan halaman-halaman yang berisi informasi yang ditampilkan oleh browser seperti mozilla, firefox, google Chrome atau yang lainnya sedangkan internet adalah jaringan yang digunakan untuk mengirim informasi pada website”.

Menurut (Fitriani, Nurmiati, & Utomo, 2016), “Web merupakan suatu ruangan yang dapat menampung informasi dalam jaringan internet pada sebuah browser, dengan menambahkan kemampuan untuk mengolah data dan kode-kode tertentu yang secara umum dinamakan tag-tag (delimiter) dan kemampuan untuk dapat meloncat(link) dari halaman satu ke halaman lainnya”.

Menurut (Taniarza & Suherdiana, 2018), ”website merupakan suatu sistem software yang berbasiskan teknologi dan standar dari konsorsium world wide web yang menyediakan sumber yang bersifat spesifik seperti konten atau layanan melalui sebuah user interface yag disebut web browser”.

2.3. Studi Literatur

Menurut (Sutrisno, Yuningsih, & Agustino, 2018) menyimpulkan bahwa : studi literatur merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan sejumlah buku atau majalah yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Teknik ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan beragam teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti sebagai bahan rujukan dalam pembahasan hasil penelitian yang akan diteliti.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dilakukan oleh (Elizabeth, 2019) dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Peminatan Program Studi Teknik Informatika Menggunakan Metode SAW” membahas tentang pemilihan peminatan dengan Metode SAW. Setelah dianalisa kelebihan dari penelitian tersebut adalah Sistem pendukung keputusan pemilihan peminatan program studi Teknik

(16)

Informatika ini telah dapat membantu mahasiswa program studi Teknik Informatika untuk mengambil keputusan peminatan apa yang akan mereka ambil pada semester 5 berdasarkan hasil nilai dari 9 mata kuliah yang dijadikan kriteria.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dilakukan oleh (Purwitasari & Pribadi, 2015) dengan judul “Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Peminatan Peserta Didik SMA menggunakan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) dan SAW (Simple Additive Weighting)” membahas implementasi peminatan dengan Metode AHP dan SAW. Setelah di analisa kelebihan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) dapat diterapkan pada sistem pendukung keputusan penetapan peminatan peserta didik SMA untuk memberikan alternatif hasil perangkingan dan penentuan sebuah alternatif yang memiliki preferens terbaik dari alternatif yang lain.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dilakukan oleh (Puspitarini, Kartika, & Hidayati, 2014) dengan judul “Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penjurusan Di SMA Yadika Bangil Dengan Menggunakan Metode AHP (Studi Kasus Pada SMA Yadika Bangil)” setelah dianalisa, Dengan menggunaka SPK penjurusan ini dapat membantu lembaga untuk lebih mudah mengahasilkan system penjurusan yang diambil dari tiga aspek, Mempermudah dan mempercepat mengetahui hasil penjurusan dan Dapat menghemat waktu serta biaya pelaksanaan penjurusan.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dilakukan oleh (Susanti, 2017) dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Penjurusan Pada Siswa SMA” membahas mengenai penjurusan pada siswa SMA. Setelah dianalisa guru BK SMAN 1 Tumpang berperan penuh dalam menentukan penjurusan pada siswa baru, dimana guru BK mengkalkulasikan seluruh kriteria penilaian seperti: nilai rapor, nilai

(17)

rata-rata SKHU, nilai psikologi dan angket siswa. Selain mengkalkulasikan keempat kriteria tersebut, guru BK juga menilai kemampuan dan minat bakat dari siswa dengan melakukan sesi wawancara terhadap siswa, kemudian hasil wawancara akan disesuaikan dengan hasil kalkulasi kriteria sehingga akan dihasilkan jurusan yang dianggap sesuai dengan siswa tersebut.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dilakukan oleh (Muklis, 2015) dengan judul ” Sistem Pendukung Keputusan Minat Pemilihan Jurusan SMA Dengan Metode K-Mens Cluster Analisys” membahas mengenai keputusan peminatan jurusan dengan metode K-Mens Cluster Analisys. Setelah dianlisa Pemilihan jurusan di SMA Negeri 4 Batam masih dilakukan secara manual hal ini bisa menyebabkan informasi yang kurang valid, data yang kurang lengkap, dan terjadi duplikasi data. Dengan metode k-means cluster analysis diharapkan bisa diterapkan untuk penjurusan calon siswa di SMA Negeri 4 Batam. Untuk lebih memudahkan bagian kurikulum dalam menentukan minat jurusan calon siswanya.

Berdasarkan beberapa jurnal diatas, terdapat beberapa masalah yang dihadapi saat proses pemilihan peminatan jurusn di SMA, salah satunya proses peminatan yang masih dilakukan secara manual. Beberapa penulis mengajukan sistem pendukung keputusan peminatan jurusan dengan metode yang beragam atau berbeda. Maka penulis melakukan penelitian sistem pendukung keputusan peminatan jurusan di SMA Muhammadiyah Tasikmalaya dengan menggunakan metode weighted product. Menurut penulis SMA Muhammadiyah Tasikmalaya dalam proses pemilihan peminatan jurusan masih menggunakan sistem manual yaitu dengan mengisi angket siswa. Kelebihan Metode Weighted Product ini akan memudahkan guru BK dalam melakukan pengklasifikasian penjurusan dan cara perhitungan

(18)

Gambar

Gambar II.1  Contoh gambar ERD
Gambar II.2   Contoh gambar LRS
Gambar II.3
Gambar II.5
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pada dasarnya, SPK (Sistem Pendukung Keputusan) bertujuan untuk mendukung semua tahapan pengambilan keputusan, mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang

Salah satu contoh sistem pendukung keputusan adalah sistem yang akan dibuat ini, dimana manajemen sering kali dihadapkan pada proses pengambilan keputusan yang cukup rumit

Sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi

Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System (DSS) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk

Sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen sistem pendukung keputusan lain), sistem pengetahuan (repositori pengetahuan yang

“Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah

Menurut (Kusrini ; 2013 ; 15) Sistem Pendukung Keputusan merupakan Sistem Informasi interaktif menyediakan informasi pemodelan dan manupulasi data. Sistem itu

Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung