• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MINAT MEMBACA TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 KOTA TANGERANG SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH MINAT MEMBACA TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 KOTA TANGERANG SELATAN"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

KOTA TANGERANG SELATAN

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

ANINDITA CHAIRILINA 109013000093

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)

KOTA TANGERANG SELATAN

SKRIPSI

Di可1漁m Kepada Fakuhaslhu Tarbiyah dan Keguruan untuk Mem鈍山i Persyaratan Mcmperoleh Gelar Sttana Pendidikan(S.Pの

C)leh Anindita chairilina NIM.109013000093 Di bawah Bimbingan Pembirrrbing Drs,Cecep Suhendin M.Pd NIP。 196010171987031001

USAN PENDⅡ

)IKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTASILMU―

TARBIYAH DAN KEGURUAN

― ―――――

― ―

UNIVERSITASISLAM NEGERI

SYttF IⅡ

DAYATULLAH

JAKARTA

(3)

lndonesia Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan disusun olch Anindita

Chairilinao Nomor lnduk Mahasiswa 109013000093,dittukan kepada Fakultas IImu Tarbiyah dan Keguruan lIIN Syarif Hidayatullah Jakan dan telah dinyatakan lulus dalaln Чian

Munaqasah pada tangga1 25 Juli 2016 di hadapan dewan pentti.01Ch karena h,penulis berhak

mendapat gelar Sattana Pendidikan 6.Po dalaln bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra

hdonesla。

Jakan, Juli 2016

Panitia Чian Mmaqasah Tanggal

KetuaPanHa retua JurusanЮ di)

23Jじ│「2o16

Mahmm SubuM.MoⅡ

um.

NIP。 198003052009011015

Sehetaris Panitia(Sekretaris Jumsan/PЮ di)

が ル:「 勿′ι

Dona AliPutra K M.A.

NIP。 198404092011011015

Pelltti I

g3帆

f鰤

│ル Nur Svamsivaho MoPd。

NIP.198310212015032002 PenguJi

,」

2olC M.Pd. DL Ⅱinduno M.Pd. NコP.197012152009122001

(4)

Nama Tempat lTanggallahi NIM Jurusan Judul Skripsi Anindtta Chairilina Tangcrang,05 0ktober 1991 109013000093

PendidttcmBahasa dan Sastra lndonesia

Pengaruh Minat Membaca Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Sis.wa Kelas

X

SMA Negeri 12

Kota Tangerang Selatan

:

Drs. Cecep Suhendi, M.Pd. Dosen Pembimbing

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang saya buat benar-benar hasil

karya sendiri dan saya bertanggung jawab secara akademis atas apa yang saya

tulis/pernyataan ini dibuat sebagai salah satu syarat menempuh ujian Munaqosah.

NIM.109013000093 Ciputat,Julli 2016

Mahasiswa Ybs,

(5)

i

Anindita Chairilina (109013000093). Pengaruh Minat Membaca terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2016.

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2014.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan

experiment methode. Sampel sebanyak 42 orang diambil dengan menggunakan

teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala sikap dari Likert untuk mendapatkan data minat belajar siswa. Uji validitas dengan product moment, Uji reliabilitas dengan perhitungan Alpha

Cronbach. Hasil perhitungan koefisien reliabilitas untuk variabel minat membaca

siswa 0,943, dengan demikian instrumen variabel minat membaca siswa tersebut adalah reliabel sebagai instrumen penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar bahasa, koefisien rata-rata t’ = 2,17, dan lebih besar dari

2 1 2 2 1 1 ' w w t w t w t  

 diperoleh hasil sebesar 1,72. Dan rata-rata hasil belajar membaca pelajaran bahasa Indonesia lebih tinggi dari pada minat membaca.

(6)

ii

Anindita Chairilina (109013000093). Reading Interests Influence on Yield Learning Indonesian Class X SMAN 12 South Tangerang City. Thesis Department of Education Indonesian Language and Literature Faculty of MT and teacher Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta. 2016.

This research aims to determine the effect on learning outcomes interest in reading Indonesian. This research was conducted in SMA Negeri 12 South Tangerang city in January to March 2014.

The method used is quantitative methode with the experimental methode. A sample of 42 people were taken using a sampling technique is simple random sampling. The instrument used was the attitude of the Likert scale to obtain data student interest. Test the validity of product moment, Test reliability with Cronbach Alpha calculation. The result of the calculation of the reliability coefficient for variable interest in students 'reading 0.943, thus the instrument variable interest in the students' reading is reliable as a research instrument.

The results showed that: there is the influence of Indonesian learning outcomes through student interest in reading is an average coefficient of t '= 2.17, and greater than the result by 1.72. And the average result of learning to read the Indonesian language teaching is higher than the interest in reading.

(7)

iii

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat yang telah diberikan-Nya sehingga skripsi dengan judul pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar bahasa Indonesia kelas X SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan dapat diselesaikan dengan baik.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umatnya ke jalan yang diridhoi Allah SWT. Adapun penulisan ini dimaksudkan sebagai salah satu tugas akademis di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan tulus dan rasa hormat, penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Makyun Subuki, M.Hum., Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

3. Drs. Cecep Suhendi, M.Pd., selaku dosen pembimbing skripsi yang dengan ketulusan, keikhlasan, dan kesabaran telah memberikan bimbingan, petunjuk, arahan, saran dan nasihat, hingga akhirnya penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kebaikannya dibalas dengan berlipat ganda.

4. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, khususnya jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, semoga berbagai ilmu yang diberikan membawa manfaat kepada saya khususnya dan kebaikan bagi semuanya.

5. Kepala SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan beserta jajaran yang telah membantu penulis dengan memberikan izin untuk mengadakan penelitian tersebut.

(8)

iv

tiada hentinya mencurahkan kasih sayang, doa serta dukungan moril dan materil kepada penulis.

7. Kakak tercinta, Astyani Chairunnisa, M.Si. yang selalu memberikan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan pendidikan S1 ini.

8. Suami, Safrizal yang setiap harinya sabar, dan memberikan doa serta motivasi. Dan Putra tercinta, Qeis Rashied yang telah menyemangati penulis untuk segera menyelesaikan pendidikan S1 ini.

Kepada semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, penulis ucapkan terima kasih. Semoga budi baik yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal soleh dan mendapat pahala dari Allah SWT. Amin.

Jakarta, Juni 2016 Penulis

(9)

v

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI SIDANG SKRIPSI LEMBAR PERNYATAAN KARYA SENDIRI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI... v

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Perumusan Masalah ... 4

E. Tujuan Penelitian ... 4

F. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II : KAJIAN TEORI A. Hakikat Minat 1. Pengertian Minat... 9

2. Macam-Macam Minat... 11

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Membaca ... 12

4. Cara Menumbuhkan Minat Membaca ... 13

B. Hakikat Membaca 1. Pengertian membaca ... 13

2. Tujuan Membaca ... 16

3. Komponen Kegiatan Membaca ... 17

4. Proses Membaca ... 17

C. Hasil Belajar Bahasa Indonesia 1. Pengertian Hasil Belajar ... 20

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 23

D. Hasil Penelitian yang Relevan ... 28

E. Hipotesis Tindakan ... 29

BAB III : METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian ... 31

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 31

C. Metode Penelitian ... 31

D. Populasi dan Sampel ... 32

E. Teknik Pengambilan Sampel ... 32

F. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 32

(10)

vi

1. Minat membaca ... 36

2. Hasil belajar siswa ... 37

B. Pengujian Persyaratan Pengolahan Data 1. Uji Normalitas ... 39

2. Variabel hasil belajar (Y)... 40

C. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 40

D. Interpretasi Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 41

E. Keterbatasan Penelitian ... 41

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 42

B. Saran ... 42 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN - LAMPIRAN RIWAYAT PENULIS

(11)

1 A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah aspek yang sangat penting dalam menunjang kemajuan masa depan bangsa. Manusia sebagai subjek pembangunan perlu dididik, dibina, serta dikembangkan potensinya dengan tujuan terciptanya subjek pembangunan yang berkualitas.

Minat membaca adalah kemauan dan keinginan seseorang untuk mengenali huruf dan dapat menangkap makna dan tulisan tersebut. Mengartikan minat membaca adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri.

Minat membaca juga diartikan sebagai sikap positif dan adanya rasa keterikatan dalam diri terhadap aktivitas membaca dan tertarik terhadap buku bacaan. Tidak diragukan lagi, bahwa membaca merupakan sarana penting bagi setiap orang yang ingin maju. Begitu pula dengan para pelajar, membaca merupakan suatu keharusan untuk meningkatkan tidak hanya pengetahuan tetapi juga hasil belajar. Membaca membuat mereka menjadi cerdas, kritis dan mempunyai daya analisa yang tinggi.

Siswa tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia, faktor yang mempengaruhinya terdapat dari faktor eksternal dan internal. Meskipun motivasinya sangat kuat,

(12)

tetapi jika minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat teratas, karena tanpa minat seseorang sukar akan melakukan kegiatan membaca.

Membaca melibatkan pemahaman memahami apa yang dibacanya, apa maksudnya. Ketika siswa mengalami kesukaran memahami suatu teks bacaan, tugas pengajaran membaca semakin kompleks. Bagaimana siswa bisa belajar dari suatu teks jika mereka tidak bisa memahami tugas membaca yang diberikan kepada mereka.

Hasil belajar merupakan suatu kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap, dan keterampilan siswa sehingga lebih baik daripada sebelumnya. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan pula oleh rendahnya minat membaca dan rendahnya kemampuan guru dalam memotivasi siswa untuk membuat kegiatan membaca merupakan hal yang menyenangkan.

Setiap proses belajar mengajar (PBM) mempunyai tujuan untuk meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran. Dalam proses tersebut, terdapat indikasi yang menunjukkan berhasil atau tidaknya sebuah penyelenggaraan dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu, seorang guru bertugas sebagai mediator yang berwenang merancang bagaimana agar tercipta sebuah proses pembelajaran sehingga tercapai sebuah tujuan yang diinginkan.

(13)

Interaksi antara guru dengan peserta didik merupakan hal terpenting dalam proses pembelajaran. Selain menerima materi pelajaran dari guru, siswa diharapkan dapat berpartisipasi aktif untuk mendukung terciptanya komunikasi pembelajaran yang interaktif karena salah satu penentu dalam keberhasilan belajar adalah adanya partisipasi aktif dari siswa. Semakin tinggi tingkat partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, maka pencapaian keberhasilan belajar akan dicapai dengan mudah pula. Dengan latar belakang yang telah penulis paparkan di atas, maka penulis mengajukan judul penelitian yaitu: “Pengaruh Minat Membaca Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa kelas X SMAN 12 Kota Tangerang Selatan”. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memacu motivasi siswa untuk meningkatkan minat membaca, khususnya dalam hasil belajar bahasa Indonesia.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya minat siswa dalam membaca buku pelajaran bahasa Indonesia di . SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan

2. Peran guru untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca buku pelajaran bahasa Indonesia

3. Kurangnya minat siswa yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal diri siswa.

(14)

C. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah merupakan masalah yang sangat penting agar permasalahan yang diteliti menjadi terarah. Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka penelitian ini dibatasi pada “Pengaruh Minat Membaca terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2014/2015”.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut: “Bagaimanakah pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas X di SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan?”.

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah penelitian dan tujuan penelitian yang dikemukakan sebelumnya, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Bagi siswa, hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu siswa mengatasi masalah minat baca dan mengetahui hasil belajar memahami bacaan yang masih rendah.

2. Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru yang bisa dimanfaatkan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan minat baca dan ha sil kemampuan memahami bacaan dengan menerapkan program minat membaca

(15)

3. Bagi Sekolah, hasil penelitian ini bermanfaat sebagai acuan untuk menerapkan program minat membaca di sekolah dan memaksimalkan fungsi perpustakaan sekolah.

4. Bagi peneliti, hasil penelitian ini bermanfaat sebagai rujukan dalam melakukan penelitian yang sejenis.

5. Bagi pengembangan teori, hasil penelitian ini bermanfaat dalam pengembangan ilmu tentang metode peningkatan minat baca dan hasil belajar bahasa Indonesia

6. Bagi orang tua peserta didik mereka diharapkan memiliki perpustakaan kecil di rumah sebagai bahan bacaan siswa yang ditujukan untuk menambah wawasan serta minat baca siswa di rumah

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu:

Manfaat penelitian yang penulis lakukan ini adalah menjadi pengalaman, dan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Oleh karena itu, untuk lebih jelas kedua manfaat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

Manfaat teoritis

1. Sebagai bahan pembelajaran bagi guru dalam mengetahui minat membaca siswa.

(16)

mengetahui tingkat pemahaman membaca siswa dalam membaca buku bahasa Indonesia

Manfaat Praktis

1. Bagi siswa yang mempelajari pelajaran bahasa Indonesia agar lebih mengetahui kekurangan serta kelemahan yang ada pada dirinya, sehingga siswa mengetahui manfaat membaca.

2. Bagi guru untuk lebih memotivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia melalui kegiatan gemar membaca baik buku pelajaran sekolah maupun buku buku secara umum untuk meningkatkan kemampuan berpikir, menambah ketertarikan atau minat membaca siswa baik di rumah maupun di sekolah dan sebagai petunjuk untuk pengajaran dan pengelola pendidikan khususnya bahasa Indonesia

3. Peneliti

Untuk peneliti sendiri, penelitian ini sangat bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan dalam mengetahui pengaruh minat membaca siswa terhadap hasil belajar belajar bahasa Indonesia

4. Peneliti Lain

Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat membantu para peneliti yang lain sebagai bahan rujukan ataupun untuk data relevan.

5. Bagi sekolah, sebagai bahan pertimbangan dalam mengetahui kemampuan membaca siswa.

(17)

7

BAB II KAJIAN TEORI

A. Hakikat Minat 1. Pengertian Minat

Minat berperan sangat penting dalam kehidupan peserta didik dan mempunyai dampak yang besar terhadap sikap dan perilaku. Siswa yang berminat terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan siswa yang kurang berminat terhadap kegiatan belajar.

Minat atau interest sering disebut juga dengan rasa ketertarikan seseorang terhadap sesuatu. Slameto mengatakan bahwa “minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan”.1 Kegiatan yang diminati sesorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang.

Minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Kesimpulannya bahwa minat merupakan suatu sikap batin dari dalam diri seseorang terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan perasaan senang yang timbul dari dorongan batin seseorang. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.

1

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: RinekaCipta, 1987), h. 57

(18)

Selain itu minat sangat erat kaitannya dengan kehidupan diri pribadi manusia, kaitan ini adalah bahwa seorang memiliki atau tidak memiliki minat terhadap sesuatu yang dapat ditentukan oleh keadaan dirinya. Penentuan itu biasanya terjadi karena pengaruh dari berbagai faktor, baik yang langsung yaitu ada dalam diri pribadi seorang maupun faktor dari luar.

Keberadaan minat dalam diri seseorang biasanya dimanfaatkan sebagai upaya untuk pengembangan pengetahuannya. Minat juga dipandang sebagai sesuatu landasan paling meyakinkan demi keberhasilan seseorang melakukan sesuatu. Di sisi lain minat juga merupakan salah satu aspek fisik yang mendorong manusia untuk mencapai tujuan karena menunjukkan pada kecenderungan perhatian pada suatu objek, apakah objek tersebut memberikan kesenangan kepada dirinya.

Hal ini dapat dilihat dari definisi yang dikemukakan oleh Bimo Walgito dalam psikologi umum mengatakan minat adalah:”suatu keadaan di mana seorang mempunyai perhatian terhadap objek disertai dengan keinginan untuk mengetahui dan mempelajarinya maupun membuktikannya lebih lanjut, kecenderungan lebih aktif terhadap objek tersebut”.2 Minat yang dimiliki seseorang bukanlah bawaan sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian melalui pengalaman dan belajar, sedangkan Witherringthon mengartikan minat adalah: “Kesadaran seseorang bahwa sesuatu objek atau suatu situasi yang mengandung sangkut paut dengan dirinya”3

2

Bimo Walgito, Psikologi Umum, (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1977) , h. 38 3 M.C. Witherington, Psycology Pendidikan, ( Jakarta: Aksara Baru, 1967), h. 124

(19)

Minat dapat dipandang sebagai suatu landasan yang paling meyakinkan demi keberhasilan seseorang dalam melakukan sesuatu, karena minat datangnnya dari individu untuk berinteraksi dalam melakukan sesuatu menjadi tujuaannya, hal ini sesuai dengan definisi minat menurut Doy Les Foyer “Gejala psikis yang berkaitan dengan obyek atau akitivitas perasaan yang menstimulir perasaan senang pada individu”.4

Jadi yang dimaksud dengan minat adalah dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya. Minat merupakan salah satu faktor psikis yang membantu dan mendorong individu dalam memberi stimulus suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yang hendak dicapai. Minat timbul apabila individu tertarik kepada sesuatu yang mereka anggap penting bagi dirinya dan dapat memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan.

2. Macam-Macam Minat

Minat dapat digolongkan menjadi beberapa macam, ini tergantung pada sudut pandang dan cara penggolongan misalnya berdasarkan timbulnya minat, berdasarkan arahnya minat, dan berdasarkan cara mendapatkan atau mengungkapkan minat itu sendiri.

Minat kultural atau minat sosial, adalah minat yang timbulnya karena proses belajar, minat ini tidak secara langsung berhubungan dengan diri kita. Sebagai contoh: minat membaca, individu punya pengalaman bahwa masyarakat atau lingkungan akan lebih menghargai orang-orang terpelajar dan pendidikan tinggi, sehingga hal ini akan menimbulkan minat individu untuk belajar dan

4

Wayan Nurkencana dan P.P.N. Sumarlan, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Aksara Baru, 1967), h. 124

(20)

berprestasi agar mendapat penghargaan dari lingkungan, hal ini mempunyai arti yang sangat penting bagi harga dirinya.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Membaca

a. Beberapa prinsip-prinsip yang mempengaruhi minat membaca sebagai berikut. Seseorang atau siswa dapat menemukan kebutuhan dasarnya lewat bahan-bahan bacaan jika topik, isi, pokok persoalan, tingkat kesulitan, dan cara penyajiannya sesuai dengan kenyataan individunya. Isi dari bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan individu, merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap minat membacanya.

b. Kegiatan dan kebiasaan membaca dianggap berhasil atau bermanfaat jika siswa memperoleh kepuasan dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, yaitu rasa aman, status, kedudukan tertentu, kepuasan efektif dan kebebasan yang sesuai dengan kenyataan serta tingkat perkembangannya. Jika kegiatan membaca dianggap menguntungkan seseorang, maka membaca merupakan suatu kegiatan yang dianggap sebagai salah satu kebutuhan hidupnya.

c. Tersedianya sarana buku bacaan dalam keluarga merupakan salah satu faktor pendorong terhadap pilihan bahan bacaan dan minat membaca. Ragam bacaan yang memadai dan beranekaragam dalam keluarga akan sangat membantu anak dalam meningkatkan minat membaca.

d. Tersedianya sarana perpustakaan sekolah yang relatif lengkap dan sempurna serta kemudahan proses peminjamannya merupakan faktor besar yang mendorong minat membaca siswa.

(21)

4. Cara Menumbuhkan Minat Membaca

Pengajaran membaca tidak saja diharapkan untuk meningkatkan keterampilan membaca agar membaca menjadi pekerjaan yang menyenangkan bagi para siswa, maka diperlukan kerjasama yang erat antara orang tua dan guru, yaitu memberikan motivasi dan mengusahakan buku-buku bacaan.

Selain itu, anak juga perlu dibawa ke perpustakaan dan ditunjukkan bagaimana cara membaca di ruangan membaca di perpustakaan. Membaca bahan bacaan, baik itu surat kabar, buku-buku pelajaran, atau buku-buku bacaan merupakan hal penting untuk mendisiplinkan diri agar rajin membaca. Jika disiplin ini telah berjalan, maka minat membaca akan terbentuk dan akhirnya kebiasaan membaca akan tercapai.

B. Hakikat Membaca 1. Pengertian Membaca

Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengisi otak dan jiwa. Seseorang yang banyak membaca akan lebih luas pengetahuannya dari pada orang yang lebih sedikit membaca. Intelektual seseorang yang akan tumbuh sempurna tanpa membaca bahan bacaan yang cukup. Membaca adalah “melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.”5 Dengan kata lain, membaca adalah memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung didalam bahan tulis. “Membaca berasal dari kata “baca” yang berarti

5

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke III, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), h. 83

(22)

melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis dengan melisankan atau hanya dilihat.”6

Anderson (Tarigan) mengemukakan bahwa “membaca adalah proses dekoding (decoding). Artinya, suatu kegiatan untuk memecahkan lambang-lambang verbal. Proses dekoding atau pembacaan sandi dapat diartikan pula sebagai proses menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.”7

Menurut Farida Rahim mengemukakan bahwa definisi membaca mencakup:

a. Membaca merupakan suatu proses

Membaca merupakan suatu proses dimaksudkan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna.

b. Membaca adalah strategis

Pembaca yang efektif menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengkonstruk makna ketika membaca.

c. Membaca merupakan interaktif

Orang yang senang membaca suatu teks yang bermanfaat, akan menemui beberapa tujuan yang ingin dicapainya, teks yang dibaca seseorang harus

6Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1998), Cet. 1, h. 62. 7

Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung : Angkasa, 2008), h.7

(23)

mudah dipahami sehingga terjadi interaksi antara pembaca dan teks.8

Jadi, Membaca adalah aktivitas berpikir untuk memahami tulisan demi tulisan.

Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Menurut pandangan tersebut, membaca sebagai proses visual merupakan proses menerjemahkan simbol tulis ke dalam bunyi. Sebagai suatu proses berpikir, membaca mencakup pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis (critical reading), dan membaca kreatif (creative reading).

Henry Guntur Tarigan berpendapat, “Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis”.9 Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam pandangan sekilas, dan agar makna kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik.

Membaca sebagai proses linguistik, schemata pembaca membantunya membangun makna, sedangkan fonologis, semantik, dan fitur sintaksis membantunya mengkomunikasikan dan menginterpretasikan pesan-pesan. Proses metakognitif melibatkan perencanaan, pembetulan suatu strategi, pemonitoran,

8

Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 3

9

Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Angkasa 1979), h. 7

(24)

dan pengevaluasian. Pembaca pada tahap ini mengidentifikasi tugas membaca untuk membentuk strategi membaca yang sesuai, memonitor pemahamannya, dan menilai hasilnya.

Pembaca yang efektif menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengkonstruk makna ketika membaca. Strategi ini bervariasi sesuai dengan jenis teks dan tujuan membaca.

Membaca adalah interaktif. Keterlibatan pembaca dengan teks tergantung pada konteks. Orang yang senang membaca suatu teks yang bermanfaat, akan menemui beberapa tujuan yang ingin dicapainya, teks yang dimembaca seseorang harus mudah dipahami (readable) sehingga terjadi interaksi antar pembaca dan teks. Dengan demikian, membaca merupakan penangkapan dan pemahaman ide, aktivitas pembaca yang diiringi curahan jiwa dalam menghayati bacaan.

2. Tujuan Membaca

Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan. Dalam kegiatan membaca di kelas, setiap guru seharusnya menyusun tujuan membaca dengan menyediakan tujuan khusus yang sesuai atau dengan membantu mereka menyusun tujuan membaca siswa itu sendiri. Tujuan utama kegiatan membaca adalah menikmati pembacaan itu dan menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Selayaknya, membaca tidak mengandung pengertian tugas atau kewajiban.

(25)

3. Komponen Kegiatan Membaca

Pada dasarnya kegiatan membaca terdiri atas dua bagian, yaitu proses dan produk. Proses membaca mencakup sembilan aspek untuk menghasilkan produk.

4. Proses Membaca

Membaca merupakan proses yang kompleks. Proses ini melibatkan sejumlah kegiatan fisik dan mental.

Proses membaca dimulai dengan sensori visual yang diperoleh melalui pengungkapan simbol-simbol grafis melalui indra penglihatan. Anak-anak belajar membedakan secara visual di antara simbol-simbol grafis (huruf atau kata) yang digunakan untuk merepresentasikan bahasa lisan.

Kegiatan berikutnya adalah tindakan perseptual, yaitu aktivitas mengenal suatu kata sampai pada suatu makna berdasarkan pengalaman yang lalu. Kegiatan persepsi melibatkan kesan sensori yang masuk ke otak. Ketika seseorang membaca, otak menerima gambaran kata-kata, kemudian mengungkapkannya dari halaman cetak berdasarkan pengalaman pembaca sebelumnya dengan objek, gagasan, atau emosi yang dipresentasikan oleh suatu kelas.

Pembaca mengenali rangkaian simbol-simbol tertulis, baik yang berupa fakta, frasa maupun kalimat. Kemudian pembaca memberikan makna dengan menginterpretasikan teks yang dibacanya. Pembaca satu dengan yang lainnya dalam mempersepsi suatu teks mungkin saja tidak sama. Walaupun membaca teks yang sama, mungkin mereka memberikan makna yang berbeda.

(26)

Pengalaman merupakan aspek penting dalam proses membaca. Anak-anak yang memiliki pengalaman yang banyak akan mempunyai kesempatan yang lebih luas dalam mengembangkan pemahaman kosakata dan konsep yang mereka hadapi dalam membaca dibandingkan dengan anak-anak yang mempunyai pengalaman terbatas.

Oleh sebab itu, guru atau orang tua sebaiknya memberikan pengalaman langsung atau tidak langsung kepada anak-anaknya, misalnya pengalaman tempat, benda, dan proses yang dideskripsikan dalam materi bacaan sehingga materi bacaan akan lebih mudah mereka serap. Pengalaman konkret (pengalaman langsung) dan pengalaman tidak langsung akan meningkatkan perkembangan konseptual anak, namun pengalaman langsung lebih efektif daripada pengalaman tidak langsung.

Guru dan orang tua bisa membantu anak belajar bahasa baku yang umumnya ditemukan pada buku-buku dengan menceritakan dan membacakan cerita, mendorong kegiatan show and tell, dan mendorong permainan drama.

Membaca merupakan proses berpikir, untuk dapat memahami bacaan, pembaca terlebih dahulu harus memahami kata-kata dan kalimat yang dihadapinya melalui proses asosiasi dan eksperimental sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Kemudian ia membuat simpulan dengan menghubungkan isi preposisi yang terdapat dalam materi bacaan. Untuk itu, dia harus mampu berpikir secara sistematis, logis, dan kreatif.

(27)

Bertitik tolak dari kesimpulan itu, pembaca dapat menilai bacaan. Kegiatan menilai menuntut kemampuan berpikir kritis. Peningkatan kemampuan berpikir melalui membaca seharusnya dimulai sejak dini.

Mengenal hubungan antara simbol dengan bunyi bahasa dan makna merupakan aspek asosiasi dalam membaca. Anak-anak belajar menghubungkan simbol-simbol grafis dengan bunyi bahasa dan makna. Tanpa kedua kemampuan asosiasi tersebut siswa tidak mungkin dapat memahami teks.

Aspek afektif merupakan proses membaca yang berkenaan dengan kegiatan memusatkan perhatian, membangkitkan kegemaran membaca (sesuai dengan minatnya), dan menumbuhkan motivasi membaca ketika sedang membaca tanpa perhatian yang penuh ketika membaca, siswa sulit mendapatkan sesuatu dari membaca. Motivasi dan kesenangan membaca sangat membantu siswa untuk memusatkan perhatian pada membaca

Aspek kesembilan adalah aspek pemberian gagasan. Aspek gagasan dimulai dengan penggunaan sensori dan perseptual dengan latar belakang pengalaman dan tanggapan afektif serta membangun makna teks yang dibacanya secara pribadi. Makna dibangun berdasarkan pada teks yang dimembacanya, tetapi tidak seluruhnya. Teks ditemui dalam tersebut ditransformasikan oleh pembaca dari informasi yang diambil dari teks. Pembaca dengan latar belakang pengalaman yang berbeda dan reaksi efektif yang berbeda akan menghasilkan makna yang berbeda dari teks yang sama.

(28)

C. Hasil Belajar Bahasa Indonesia 1. Pengertian Hasil Belajar

Setelah siswa melaksanakan kegiatan atau proses belajar, maka dilaksanakanlah suatu evaluasi hasil belajar. Evaluasi hasil belajar ini dilaksanakan untuk melihat apakah terdapat perubahan atau tidak pada diri siswa, atau pembelajaran yang dilaksanakan berhasil atau tidak.

Menurut Dimyati dan Mudjiono Hasil belajar adalah : “ hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberi tes hasil belajar pada setiap akhir pelajaran.”10

sehingga mereka menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu bentu penilaian yang berbentuk angka angka sebagai alat ukur untuk mengetahui hasil akhir perkembangan dan kemajuan setiap siswa.

Di samping itu hal ini seperti yang telah diungkapkan juga oleh Bloom yang dikutip oleh Daryanto, evaluasi adalah “pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa”.11 Sedangkan menurut Muhibin Syah evaluasi adalah “ penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program”.12

10

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 3. 11 H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2001), h.1.

12

Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001), h. 175

(29)

Adapun tujuan diadakannya evaluasi hasil belajar yaitu:

a. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam kurun waktu proses belajar tertentu

b. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok siswa

c. Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar

d. Untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar

e. Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses belajar-mengajar.13

Di samping itu Muhibbin menambahkan, hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku mencakup bidang kognitif, afektif, psikomotorik.14 Hasil belajar adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dicapai seseorang setelah melakukan usaha. Bila dikaitkan dengan belajar berarti hasil menunjukkan sesuatu yang dicapai oleh seseorang yang belajar selang waktu tertentu. Hasil belajar termasuk dalam kelompok atau atribut kognitif yang respon hasil pengukurannya tergolong pendapat, yaitu respon yang dapat dinyatakan benar atau salah.

Hasil belajar atau achievement merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensi atau kepastian yang dimiliki oleh seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Hampir sebagian besar dari kegiatan atau

13 Muhibin Syah, Op.Cit., h.176-177 14

Nana Sujana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2001), h. 3

(30)

perilaku yang diperlihatkan oleh seseorang merupakan hasil belajar. Di sekolah hasil belajar dapat dilihat dari penguasaan siswa akan mata pelajaran yang ditempuhnya.15 Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan dapat diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan.

Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan dan sebagainya.16 Hasil belajar memerlukan metode-metode untuk memperoleh data, biasanya berupa ulangan tertulis, ulangan lisan, ujian, observasi, dan tes. Sebenarnya penggunaan kata metode untuk ulangan lisan, ulangan tertulis, dan sebagainya tadi tidak tepat, oleh sebab itu kata tadi ditaruh di antara dua tanda kutip.

Dilihat dari sudut metodologi semua cara yang disebutkan di atas, kecuali observasi, dapat disebutkan tes. Jadi baik ulangan tertulis, ulangan lisan dapat disebutkan metode tes. Bahkan penilaian terhadap hasil-hasil pelajaran yang dilakukan dengan memeriksa cara seorang murid melaksanakan suatu tindakan yang demikian juga mempergunakan suatu keterampilan yang mempergunakan metode tes.17 Hasil belajar merupakan hasil dari suatu tindakan mengajar. Dari segi guru, tindak mengajar diakhiri dengan evaluasi belajar baik dengan ulangan

15

Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), h. 102-103

16

Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), h. 155

17

M. Buchori, Teknik-teknik Evaluasi dalam Pendidikan, (Bandung: Jemmars, 2000), h.117.

(31)

maupun tes. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pembelajaran dalam periode tertentu dan merupakan puncak dari proses belajar.18

Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil dari penguasaan siswa terhadap sasaran belajar pada topik bahasan yang telah dicapai setelah siswa mengalami proses belajar.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Purwanto, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.19

a. Faktor dari dalam terdiri dari: 1. Faktor Biologis (Jasmaniah)

Faktor biologis meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atas jasmani individu yang bersangkutan. Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor biologis di antaranya adalah kondisi fisik yang normal dan kondisi kesehatan fisik. Kedua kondisi tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang.

2. Faktor Psikologis (Rohaniah)

Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Sikap mental yang positif dalam proses belajar di antaranya meliputi, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan, tidak terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan daripada belajar,

18

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Asdi Mahasatya, 2006), h. 3-4

19

(32)

mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, dan selalu percaya diri sendiri.

Faktor psikologis lain, selain sikap mental yang positif adalah faktor sebagai berikut:20

a. Intelegensi.

Intelegensi atau tingkat kecerdasan seseorang memang berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar seseorang. Seseorang yang menpunyai tingkat intelejensi jauh di bawah normal akan sulit diharapkan mencapai prestasi tinggi dalam proses belajar. Tetapi perlu diingat bahwa intelegensi bukan hanya satu-satunya faktor penentu keberhasilan belajar, melainkan hanya salah satu faktor dari sekian banyak faktor.

b. Minat (kemauan).

Minat dapat dikatakan sebagai faktor utama penentu keberhasilan belajar seseorang. Lebih dari itu, dapat dikatakan minat merupakan motor penggerak utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam setiap segi kehidupan serta suatu bentuk keinginan maupun hasrat terhadapat sesuatu hal baik yang ia sukai maupun tidak sukai

c. Bakat.

Bakat memang merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan belajar seseorang dalam suatu bidang tertentu. Perlu diketahui bahwa bakat itu bukan menentukan mampu atau tidaknya seseorang dalam

20

(33)

suatu bidang, melainkan lebih banyak menentukan tinggi rendahnya kemampuan seseorang terhadap suatu bidang tertentu.

d. Daya ingat.

Bagaimana daya ingat sangat mempengaruhi hasil belajar seseorang. Dalam proses mengingat mempunyai tahapan-tahapan yaitu: pertama, memasukkan kesan, kedua menyimpan kesan, ketiga, memproduksi kesan atau mengeluarkan kembali kesan. Karena daya ingat dapat diartikan sebagai daya jiwa untuk memasukkan, menyimpan, dan mengeluarkan kembali suatu kesan, dan kesan itu sendiri adalah gambaran yang tertinggal di dalam jiwa atau pikiran setelah melakukan pengamatan.

e. Daya konsentrasi.

Daya konsentrasi merupakan suatu kemampuan untu memfokuskan pikiran, perasaan, kemampuan, dan segenap panca indera ke satu objek di dalam aktivitas tertentu, dengan disertai usaha untuk tidak mempeduliakn objek-objek lain yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas itu. Sangat perlu diketahui bahwa kemampuan untuk melakukan konsentrasi itu memerlukan kemampuan dalam menguasai diri di sinilah sesorang dapat menguasai pikiran, perasaan, kemauan, dan segenap panca inderanya untuk dikonsentrasikan serta memahami sesuatu dalam suatu bentuk pemahaman.

3). Faktor dari luar terdiri dari:

Faktor eksternal bersumber dari luar individu itu sendiri. Faktor eksternal meliputi faktor lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan waktu.21

21

(34)

a. Faktor lingkungan keluarga

Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan perkembangan pendidikan seseorang, dan tentu saja faktor pertama dan utama dalam mencapai keberhasilan belajar seseorang di antaranya adalah hubungan harmonis di antara sesama anggota keluarga, tersedianya tempat dan peralatan belajar yang cukup memadai, keadaan ekonomi keluarga yang cukup, suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian yang besar dari orang tua terhadap proses belajar dan pendidikan anak-anaknya.

b. Faktor lingkungan sekolah

Suatu hal yang mutlak harus ada di sekolah untuk menunjang keberhasilan belajar adalah dengan adanya tata tertib dan disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan konsisten serta menyeluruh, dari pimpinan sekolah, para guru, para siswa, sampai karyawan sekolah lainnya. Dengan cara inilah proses pembelajaran akan berjalan dengan baik.

Kondisi lingkungan sekolah yang juga dapat mempengaruhi kondisi belajarantara lain adalah adanya guru yang professional dalam jumlah yang cukup memadai, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung sekolah yang memenuhi persyaratan untuk berlangsungnya proses pembelajaran, adanya teman baik, adanya keharmonisan hubungan di antara personil-personil sekolah.

(35)

a). Faktor lingkungan masyarakat

Faktor lingkungan masyarakat yang dapat menunjang keberhasilan belajar di antaranya adalah adanya lembaga-lembaga non-formal yang menyediakan kursus-kursus tambahan, sanggar majlis ta’lim, organisasi kemasyarakatan yang positif.

b). Faktor waktu

Waktu memang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang, tergantung bagaimana seseorang dapat mengatur waktu sebaik mungkin.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam belajar: faktor dari dalam diri dan faktor yang datang dari luar diri atau disebut juga faktor endogen dan eksogen.22

Faktor endogen antara lain seperti minat belajar, kesehatan, perhatian, ketenangan jiwa waktu belajar, motivasi, kegairahan diri, cita-cita, kebugaran jasmani, kepekaan alat-alat indera dalam belajar. Dengan kata lain, alat-alat indera berfungsi dengan baik atau sebaliknya seperti mata sakit, pendengaran terganggu, dan lain-lain.

Faktor eksogen yang mempengaruhi keberhasilan peserta didik antara lain seperti keadaan lingkungan belajar (suasana kelas), cuaca, letak sekolah (di tempat ramai atau tidak), faktor interaksi sosial dengan teman sebangku, interaksi peserta didik dengan pendidiknya. Faktor-faktor endogennya yang dapat disebutkan adalah alat-alat belajar yang digunakan guru dalam proses belajar

22

(36)

mengajar (seperti media pendidikan, metodologi mengajar yang digunakan, buku-buku yang dipakai).

Di samping kedua faktor di atas, faktor lain yang tak kalah pentingnya erat kaitannya dengan masalah belajar adalah sarapan pagi dan jajanan sekolah. Faktor ini dapat dimasukkan ke dalam faktor endogen atau eksogen karena keduanya berkaitan erat dengan lingkungan pendidikannya.23

D. Hasil Penelitian yang Relevan

Pada penelitian ini peneliti berasumsi tidak ada persamaan yang signifikan terhadap penelitian-penelitian terdahulu. Skripsi pertama yang peneliti ambil untuk dijadikan penelitian yang relevan adalah skripsi Fajriah jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun judul skripsi Fajriah yaitu “Minat Membaca Cerpen Siswa Kelas X SMK Kartika X-2 Jakarta”..

Berdasarakan identifikasi dan tujuan masalah antara skripsi Fajriah dan peneliti terdapat perbedaan. Dalam skripsi Fajriah meneliti minat membaca cerpen sedangkan dalam skripsi peneliti yaitu meneliti hasil belajar bahasa Indonesia. Sedangkan sisi kesamaan antara skripsi Fajriah dengan skripsi peneliti hanya terletak pada minat membaca.

Skripsi selanjutnya yang peneliti ambil sebagai bahan penelitian yang relevan adalah skripsi dari Yanti Fatimah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Pendidikan Agama Islam.

23

Aminuddin Rasyad, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Uhamka Press, 2003), h. 103-104.

(37)

Adapun judul skripsi Yanti Fatimah yaitu “Pengaruh Minat Membaca Buku Sejarah Kebudayaan Islam dengan Prestasi Belajar Siswa”. Pada penelitian yang Yanti Fatimah teliti adalah untuk mengetahui pengaruh minat membaca buku Sejarah Kebudayaan Islam dengan prestasi belajar siswa. Penelitian tersebut dilaksanakan di MTs Al-Islamiyah PUI Pancoran, Jakarta Selatan.

Persamaan penelitian yang peneliti laksanakan dengan skripsi Yanti Fatimah terletak pada minat membaca sedangkan perbedaannya skripsi Yanti Fatimah meneliti pengaruh minat membaca dengan prestasi belajar dan skripsi peneliti yaitu meneliti pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar bahasa Indonesia.

Skripsi ketiga yang peneliti ambil untuk dijadikan penelitian yang relevan adalah skripsi Ari Fatmawati jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun judul skripsi Ari Fatmawati, yaitu “Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI MA Annida Al-Islamy Bekasi”.

Berdasarakan identifikasi dan tujuan masalah antara skripsi Ari Fatmawati dan peneliti terdapat perbedaan yang signifikan. Dalam skripsi Ari Fatmawati meneliti motivasi belajar siswa sedangkan dalam skripsi peneliti yaitu meneliti minat membaca siswa. Sedangkan sisi kesamaan antara skripsi Ari Fatmawati dengan skripsi peneliti hanya terletak pada hasil belajar bahasa Indonesia.

(38)

E. Hipotesis Tindakan

Hipotesa adalah suatu anggapan yang sengaja dibuat oleh penulis sebagai jawaban sementara atas permasalahan yang muncul. Hipotesa ini masih perlu pembuktian kebenarannya, karena kebenarannya masih bersifat sementara. Untuk itu diperlukan pengkajian dan penelitan secara seksama.

Berdasarkan kerangka berpikir yang telah disebutkan, sekaligus untuk memudahkan dalam penelitian permasalahannya, maka penulis kemukakan suatu Hipotesis yaitu sebagai berikut: "Terdapat pengaruh minat membaca dan hasil belajar bahasa Indonesia Siswa kelas X SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan.

(39)

29 A. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan data dan kesimpulan tentang:

1. Data yang valid, benar dan dapat dipercaya untuk mengetahui sejauh mana perbedaan antara minat membaca dan hasil belajar siswa

2. Sebagai bahan masukkan bagi sekolah dan khususnya para orang tua dalam memilih sekolah

3. Sebagai sumbangsih pemikiran bagi sekolah, guru dan orangtua dalam menambah wawasan dengan membaca.

4. Untuk mengetahui sejauh mana minat anak dalam membaca. B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 kota Tangerang dari bulan Januari sampai Maret 2014, dipilih karena di samping dekat dengan lokasi tempat kediaman peneliti sehingga menghemat biaya dan waktu.

C. Metode Penelitian

Berdasarkan variabel yang diteliti, masalah yang dirumuskan dan hipotesis yang diajukan maka penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan

(40)

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 350 orang siswa

2. Sampel

Sampel penelitian ini ditentukan sebanyak 42 orang kelas X1.

E. Teknik Pengambilan Sampel

Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah

random sampling (sampel acak) dengan cara memberikan undian pada

populasi berupa nomor 1 - 44. Sampel acak digunakan dengan pertimbangan sifat populasi homogen atau sejenis dalam hal ini kemampuan, kelas dan tingkat umur. Sampel uji coba instrumen diambil 10 siswa di luar sampel penelitian.

F. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan dalam pengumpulan data dengan menggunakan alat pengumpul data (instrumen penelitian). Dalam penelitian ini dilaksanakan beberapa cara pengumpulan data dan penggunaan instrumen yang tepat, yakni dengan menyebarkan angket yang digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pengaruh minat membaca dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa. Agar angket tersebut representatif terhadap permasalahan yang diteliti maka angket tersebut didasarkan atas

(41)

kisi-kisi yang diambil dari batasan operasional pengaruh minat membaca dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa, Adapun format kisi-kisi tersebut dapat dilihat pada lampiran II:

Adapun format atau bentuk angket berupa pemyataan berskala gradasi yakni: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS), dan berbentuk tertutup.1

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Likert yang menyatakan :"Subjek dapat memberikan respon/menunjukkan apakah ia sangat setuju, setuju, tidak mempunyai pilihan, tidak setuju atau sangat tidak setuju terhadap setiap pernyataan".

Angket yang penulis susun untuk gradasi yang ketiga diubah menjadi kurang setuju, sebab tidak mempunyai pilihan kurang tepat digunakan salah satu gradasi untuk skor yang bertingkat. Selain itu gradasi tidak mempunyai pilihan pada skala Likert memperoleh skor 0 yang dalam peneiitian ini tidak digunakan.

Dalam hal pemberian skor terhadap jawaban angket yang semuanya pernyataan positif agar siswa mudah mengisinya, pernyataan SS diberi skor 5, S diberi skor 4, KS diberi skor 3, TS diberi skor 2 dan STS diberi skor 1, hasil angket ditabulasi dalam bentuk tabulasi data hasil angket.

Agar angket yang digunakan memenuhi persyaratan angket tersebut lebih dulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas validitas instrumen baik minat membaca siswa digunakan rumus korelasi Product Moment.2

1

Saifuddin Azwar, Penyusunan Skala Psikologi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013), hlm. 139

(42)

    } ) ( }{ ) ( {( ) )( ( 2 2 2 2 Y Y n X nX Y X XY n rxy

rxy = Angka indeks korelasi Product Moment

X = Jumlah skor X

Y = jumlah skor Y

XY = Jumlah skor perkalian X dengan Y

X2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X

Y2 = Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X

n = Banyaknya sampel

Guna memudahkan perhitungan validitas instrumen menggunakan rumus product moment.Untuk menganalisa data hasil uji instrumen guna mengetahui reliabilitasnya digunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:3

t b k k r 2 2 11 ] 1 [ ) 1 ( ] [  

   Keterangan : r11= Reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir soal atau pernyataan t = Varians total

2

Tulus Winarsunu, Statistik dalam Penelitian Psikologi & Pendidikan, (Malang: UMM Pers, 2010), cetakan kelima, hlm. 180.

3

(43)

Untuk uji signifikansi dengan derajad kebebasan α = 0,05, apabila r hitung lebih besar dari r tabel maka angket dinyatakan reliabel. Dan apabila r hitung lebih kecil dari r tabel maka angket tidak riliabel atau ditolak. Untuk menghitung reliabilitas instrumen digunakan alat bantu kkomputer menggunakan program Exel.

G. Tehknik Analisa Data

Untuk anaslisis data digunakan uji “ ” t’ “ rata-rata dengan rumus sebagai berikut:4

 

2

2 2 1 2 1 2 1 / / ' n s n s x x t    Keterangan

t” = rata-rata yang dicari

1

x = rata-rata X1

2

x = rata-rata X2

n1 = Jumlah sampel kelompok 1

n2 = Jumlah sampel kelompok 2

Setelah diketahui “ t’ “ maka memenuhi ketentuan t’ harus:

2 1 2 2 1 1 ' w w t w t w t    4

Kadir, Statistika untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, (Jakarta: Rosemata Sampurna, 2010), hlm. 201.

(44)

Keterangan

t’ = hasil perhitungan dengan rumus t

w1 = varians kelompok 1 dibagi sampel kelompok satu (s2/n1)

w2 = varians kelompok 2 dibagi sampel kelompok dua (s2/n2)

t1 = tabel distribusi t (0,95), (n1-1)

(45)

35 A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Minat Membaca

Secara keseluruhan skor yang diperoleh dari variabel X yaitu minat membaca siswa berjumlah 1759 (tabel 13), dengan skor tertinggi 84 dan skor terendah 75. Dari jumlah tersebut diperoleh rata-rata (mean) 80,05, median 80,93, modus 80 dan varians sebesar 1316,63 dan standar deviasi sebesar 36,29. Apabila data data tersebut digambarkan dalam bentuk grafik histogram dan poligon, maka akan terlihat gambar seperti di bawah ini:

Tabel 1

Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram dan Poligon Variabel X Minat membaca siswa

Interval Kelas F Titik Tengah Batas Nyata

74 – 75 1 74,5 73,5 – 75,5 76 - 77 2 76,5 75,5 – 77,5 78 – 79 6 78,5 77,5 – 79,5 80 – 81 7 80,5 79,5 – 81,5 82 – 83 4 82,5 81,5 – 83,5 84 - 85 2 84,5 83,5 – 85,5

(46)

0 Frekwensi 10 5 85,5 Y 83,5 4 2 6 7 73,5 75,5 77,5 79,5 81,5 1 2

Gambar 1 Grafik Histogram dan Poligon Variabel Xminat membaca siswa

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa frekwensi tertinggi terletak pada kelas interval( 77,5 – 79,5 dan 79,5 – 81,5). Hal ini menunjukkan bahwa minat membaca responden yang terletak pada rentangan 72 -79 tinggi pada sebagian responden.

2. Hasil belajar siswa

Secara keseluruhan skor yang diperoleh dari variabel Y yaitu hasil belajar pelajaran bahasa Indonesia siswa 1474 (tabel 14), dengan skor tertinggi 81 dan skor terendah 66. Dari jumlah tersebut diperoleh rata-rata (mean) 74,05, median 72, modus 73,75 dan varians sebesar 1235,19 serta standar deviasi sebesar 35,11.

Apabila data tersebut digambarkan dalam bentuk grafik histogram dan poligon, maka akan terlihat gambar seperti di bawah ini:

(47)

Tabel 2

Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram dan Poligon Variabel Y( Hasil belajar )

Interval Kelas f Titik tengah Batas Nyata

66 – 68 2 67 65,5 – 68,5 69 – 71 3 70 68,5 – 71,5 72 -74 6 73 71,5 – 74, 5 75 – 77 5 76 74,5 – 77,5 78 – 80 3 79 77,5 – 80,5 81 – 83 1 82 80,5 – 83,5 0 5 Frekwensi 10 6 X 74,5 83,5 64,5 68.5 71,5 77,5 80,5 5 2 3 1 2

Gambar 2. Grafik Histogram dan Poligon Variabel Y ( Hasil belajar )

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa frekuensi tertinggi terletak pada kelas interval (71,5 – 75,5dan 75,5 – 79,5). Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar responden yang terletak pada rentangan 72 - 77 tinggi pada sebagian responden.

(48)

B. Pengujian Persyaratan Pengolahan Data 1. Uji Normalitas

Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan ujinormalitas dengan uji (Liliefors). Kriteria pengujian normalitas adalah Ho ditolak jika Lo hitung lebih besar dari Lt tabel, atau Ho diterima jika Lo hitung lebih kecil dari Lt tabel. Dengan diterimanya Ho berati data dalam penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal, jika Ho ditolak berarti data berasal dari populasi berdistribusi tidak normal.

a. Variabel minat membaca (X)

Setelah dilakukan perhitungan diperoleh Lo hitung sbesar 0,128. Jika dikonsultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 dan N = 22 diperoleh Lt tabel = 0,190. Dengan demikian Ho diterima karena Lo hitung lebih kecil dari Lt tabel (0,128 < 0,190). Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pada variabel minat membaca siswa (X) dari populasi berdistribusi normal. Untuk jelasnya lihat tabel di bawah ini:

Tabel 3

Uji Normalitas variabel Minat membaca Siswa (X) dari 22 Responden

N Α Lo Hitung Lt Tabel Keputusan

(49)

b. Variabel hasil belajar (Y)

Setelah dilakukan perhitungan duperoleh Lo hitung sbesar 0,128. Jika dikonsultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 dan N=20 diperoleh Lt tabel = 0,190. Dengan demikian Ho diterima karena Lo hitung lebih kecil dari Lt tabel (0,128 < 0,190). Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pada variabel hasil belajar siswa ( Y ) berasal dari populasi berdistribusi normal. Untuk jelasnya lihat tabel di bawah ini:

Tabel 4

Uji normalitas variabel hasil belajar (Y) dari 20 Responden

N Α Lo Hitung Lt Tabel Keputusan

20 0,05 0,128 0,190 Ho diterima

C. Pengujian Hipotesis Penelitian

Hasil dari perhitungan jumlah skor variabel X dan skor variabel Y, dimasukkan ke dalam rumus Uji t’ untuk menghubungkan dua skor tersebut. Dari hubungan dua skor antara variabel X dengan variabel Y diperoleh t’ = 2,17.

Untuk mengethaui signifikansi tidaknya uji rata-rata, dikonsultasikan dengan

2 1 2 2 1 1 ' w w t w t w t  

 diperoleh hasil sebesar 1,72, karena 2,17 ≥ 1,72, maka Ho ditolak dan

H1 diterima dan berarti bahwa hasil minat membaca siswa lebih besar dari hasil belajar membaca siswa.

(50)

D. Interpretasi Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh t hitung lebih besar dar t tabel (2,17 ≥ 1,72). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dengan minat membaca siswa kelas X di SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa lebih tinggi dibandingkan dengan minat membaca siswa.

E. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan secara optimal, namun disadari adanya beberapa keterbatasan, antara lain:

1. Minat membaca siswa sangat beragam dan sulit dituangkan secara terbuka dalam jawaban angket yang diberikan kepada responden.

2. Pengambilan sampling secara acak dan terbatas, sehingga memungkinkan penelitian tidak berlaku pada sampel di tempat lain dan sampel yang lebih besar. 3. Keterbatasan dalam proses pelaksanaan di lapangan misalnya jawaban yang diberikan responden dalam mengisi angket yang diberikan peneliti. Responden dapat saja kurang dapat mengungkapakan tingkat minat membaca yang ada dalam dirinya.

(51)

41

Berdasarkan uraian mengenai “Pengaruh Minat Membaca Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan” yang dibahas pada bab sebelumnya, penulis akan mengemukakan beberapa simpulan dan saran.

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, terdapat pengaruh antara minat membaca siswa terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 12 kota Tangerang Selatan. Hal ini menunjukkan semakin siswa memiliki minat yang tinggi untuk membaca di sekolah maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya, sedangkan semakin rendahnya minat siswa untuk membaca semakin rendah juga hasil belajarnya.

B. Saran

Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut, penulis memandang penting untuk menyampaikan saran sebagai berikut:

1. Sebaiknya orang tua di dalam lingkungan keluarga membiasakan anaknya agar gemar membaca sejak dini

2. Guru memberikan dorongan dan rangsangan dengan memberikan strategi-strategi agar siswa menyukai kegiatan membaca.

(52)

3. Hendaknya sekolah mefasilitasi siswanya untuk menyediakan bahan bacaan selain buku paket pelajaran, sekolah menambah koleksi bahan bacaan yang berkaitan dengan mata pelajaran.

4. Siswa diharapkan untuk mulai menumbuhkan niat membaca, siswa mau menyediakan waktu luang untuk membaca dengan memilih bacaan yang baik.

(53)

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar

(dalam Perspektif Islam), (Jakarta : Prenada Media,2004).

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran. (Jakarta: Asdi Mahasatya, 2006).

Guntur Tarigan, Henry. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung : Angkasa, 2008.

Hurlock, Elizabeth. Perkembangan Anak Jilid II. Jakarta : 1999 Erlangga. Laeliyah.

H. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2001).

Hamalik, Oemar. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005).

M. Buchori, Teknik-teknik Evaluasi dalam Pendidikan, (Bandung: Jemmars, 2000).

Nurkencana, Wayan dan P.P.N. Sumarlan. Evaluasi Pendidikan. (Jakarta: Aksara Baru, 1967).

Purwanto, Ngalim Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991). Rahim, Farida Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar : Jakarta : Bumi Aksara :

2005.

Rasyad, Aminuddin Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Uhamka Press, 2003).

Singer, kurt Membina Hasrat Belajar di Sekolah. Remaja Rosdakarya. Bandung 1991.

Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Slameto Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. (Jakarta: 1987, Rineka Cipta.).

Sujana, Nana Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2001).

(54)

Syaodih Sukmadinata, Nana. Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004).

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke III : Balai Pustaka, 2005. Walgito, Bimo. Psikologi Umum. (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1977)

(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)

Gambar

Gambar 1 Grafik Histogram dan Poligon Variabel X minat membaca siswa

Referensi

Dokumen terkait

disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle ( LC ) berbantu Macromedia Flash pada pokok bahasan Cahaya dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi

Denqan mengasumsikan fungsi utilitas bersifat linierV (.), maka perubahan utmtes dar! program A ke program B dapat diperkirakan dalam persamaan analisis reqresi. Tanda

Dalam melaksanakan Yadnya ada tiga kewajiban utama yang harus dilunasi manusia atas keberadaannya di dunia ini yang disebut Tri Rna ( tiga hutang hidup). Tri Rna ini dibayar

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan self efficacy dan motivasi terhadap hasil

Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa hasil penelitian terhadap jenis dukungan sosial mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan 2011 sebagian besar

Kode kehutanan saat ini, yang tanggal kembali ke tahun 1965, membatasi penggunaan lahan untuk pertanian dan mengamanatkan bahwa hingga 80 persen dari Amazon tetap

Lebih khusus dalam bidang pendidikan, Rogers mengutarakan pendapat tentang prinsip-prinsip belajar yang humanistik, yang meliputi hasrat untuk belajar, belajar yang berarti,

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan peserta didik dapat diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya miskonsepsi pada peserta didik yaitu dari peserta didik