; Pada bulan Desember 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,30 persen.
; IHPB Bahan Baku, dan Barang Konsumsi pada bulan Desember 2010 naik masing-masing 0,68 persen, dan 0,79 persen. Sebaliknya IHPB Barang Modal mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen. ; IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2010 naik sebesar 0,34 persen terhadap bulan
sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga kaca lembaran, barang galian segala jenis, barang-barang dari karet, semen, dan aspal. Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain mesin pembangkit dan motor listrik, batu split, dan barang-barang dari logam dasar bukan besi.
No. 05/01/Th. XIV, 3 Januari 2011
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
P
ERDAGANGAN
B
ESAR
DESEMBER 2010 HARGA GROSIR NAIK 0,68 PERSEN
1. Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen Bulan Desember 2010
Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan Desember 2010 IHPB Umum Nonmigas adalah 177,87 atau naik 0,68 persen dari IHPB November 2010 sebesar 176,66. Kenaikan persentase perubahan IHPB terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks di semua sektor, yaitu Sektor Pertanian 1,30 persen, Kelompok Barang Ekspor Nonmigas 0,74 persen, Sektor Industri 0,50 persen, Kelompok Barang Impor Nonmigas 0,48 persen dan Sektor Pertambangan dan Penggalian 0,44 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2010 antara lain padi/gabah, sayur-sayuran, buah-buahan, karet, ikan laut, beras, dan minyak kelapa sawit.
Pada bulan Desember 2010 Sektor Pertanian dan Sektor Industri merupakan penyumbang andil terbesar pada perubahan indeks HPB, yaitu sebesar 0,25 persen. Sektor Pertambangan dan Penggalian, Kelompok Barang Impor Nonmigas, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas, masing-masing menyumbang andil sebesar 0,01; 0,06; dan 0,11 persen.
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari 5 (lima) kelompok jenis bangunan pada bulan Desember 2010 secara umum mengalami kenaikan indeks sebesar 0,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Desember 2010 semua kelompok jenis bangunan mengalami kenaikan indeks. Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal naik sebesar 0,31 persen; Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 0,38 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,37 persen, Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi 0,27 persen, dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,33 persen.
Tabel 1
Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Indonesia Bulan Desember 2010 menurut Sektor/Kelompok Barang (2005=100)
Sektor/Kelompok Barang November IHPB 2010 IHPB Desember 2010 Perub IHPB Desember 2010 thd November 2010 (%) Andil Desember 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Sektor Domestik 1 Pertanian 239,12 242,24 1,30 0,25
2 Pertambangan & Penggalian 214,40 215,35 0,44 0,01
3 Industri 174,57 175,45 0,50 0,25 Perdagangan Internasional 1 Impor Nonmigas 161,72 162,49 0,48 0,06 2 Ekspor Nonmigas 143,67 144,73 0,74 0,11 Umum Nonmigas 176,66 177,87 0,68 0,68 Bahan Baku
IHPB Bahan Baku pada Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 171,31 pada November 2010 menjadi 172,47 pada Desember 2010. Kenaikan IHPB Bahan Baku disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Baku Lokal dan Impor masing-masing sebesar 0,72 dan 0,48 persen. Penyebab kenaikan harga Bahan Baku Lokal antara lain kenaikan harga komoditas di Subsektor Tanaman Pangan sebesar 2,05 persen, dan Subsektor Industri Bahan Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia 0,59 persen. Sementara naiknya harga Bahan Baku Impor Nonmigas antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas di Subsektor Hasil Industri Barang-Barang Kimia sebesar 0,80 persen. Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam perubahan indeks Bahan Baku antara lain padi/gabah, bahan baku plastik, dan ban dan barang-barang lainnya dari karet.
Kelompok Barang Konsumsi
Indeks Kelompok Barang Konsumsi pada Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,79 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 184,65 pada November 2010 menjadi 186,11 pada Desember 2010. Sektor Industri merupakan pemberi andil terbesar pada perubahan indeks Kelompok Barang Konsumsi dengan menyumbang sebesar 0,42 persen. Sektor Pertanian, dan Kelompok Barang Konsumsi Impor Nonmigas memberikan andil masing-masing sebesar 0,29 dan 0,08 persen. Walaupun mengalami kenaikan indeks, Sektor Pertambangan & Penggalian tidak menyumbang andil secara signifikan.
Pada bulan ini Subsektor Tanaman Pangan menyumbang andil 0,19 persen, dan merupakan penyumbang andil terbesar di Sektor Pertanian. Di Sektor Industri, penyumbang andil terbesar adalah Subsektor Industri Penggilingan Padi, Biji-bijian dan Makanan Hewan sebesar 0,22 persen. Pada Kelompok Barang Konsumsi Impor Nonmigas, pemberi andil terbesar adalah Subkelompok Hasil Industri Makanan, Minuman, Tembakau dan Pakan Hewan sebesar 0,05 persen.
Kelompok Barang Modal
Pada Desember 2010, IHPB Barang Modal mengalami penurunan sebesar -0,04 persen, yaitu dari 156,04 pada November 2010 menjadi 155,97 pada Desember 2010. Penurunan ini disebabkan menurunnya indeks Sektor Pertanian, Sektor Industri, dan Kelompok Barang Modal Impor Nonmigas masing-masing sebesar 0,27; 0,02; dan 0,06 persen. Pada bulan ini, Subsektor Industri Mesin Pembangkit, Motor Listrik, dan Lainnya merupakan pemberi andil terbesar pada perubahaan indeks Kelompok Barang Modal Impor Nonmigas dengan menyumbang sebesar -0,05 persen.
Tabel 2
Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal Indonesia Tanpa Migas
Bulan Desember 2010 Menurut Sektor/ Kelompok Barang (2005=100)
Sektor/Kelompok Barang IHPB November 2010 IHPB Desember 2010
Perubahan IHPB Desember 2010 thd November 2010 (%) Andil Desember 2010 (1) (2) (3) (4) (5) I. Bahan Baku 171,31 172,47 0,68 0,68 Lokal 189,76 191,12 0,72 0,59 1.1. Pertanian 229,58 232,88 1,44 0,33
1.2. Pertambangan dan Penggalian 214,37 215,33 0,45 0,02
1.3. Industri 175,89 176,67 0,44 0,25
Impor 117,95 118,52 0,48 0,09 II. Barang Konsumsi 184,65 186,11 0,79 0,79
2.1. Pertanian 254,20 257,03 1,12 0,29
2.2. Pertambangan dan Penggalian 286,87 292,15 1,84 0,00
2.3. Industri 177,99 179,13 0,64 0,42
Impor 119,39 120,55 0,97 0,08 III. Barang modal 156,04 155,97 -0,04 -0,04
3.1. Pertanian 221,15 220,54 -0,27 0,00
3.2. Industri 136,46 136,43 -0,02 -0,01
Impor 182,43 182,32 -0,06 -0,03
Kelompok Bangunan/Konstruksi
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada Desember 2010 mengalami kenaikan 0,34 persen, yaitu dari 191,82 pada November 2010 menjadi 192,47 pada Desember 2010. Semua kelompok bangunan dalam IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi memberikan andil pada perubahan indeks harga konstruksi Indonesia. Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal menyumbang sebesar 0,16 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 0,04 persen, Kelompok Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,11 persen, Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi 0,01 persen, dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,02 persen.
Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada bulan Desember 2010, antara lain: kaca lembaran 1,14 persen, barang galian segala jenis 0,63 persen, barang-barang dari karet 0,42 persen, semen
0,39 persen, dan aspal 0,17 persen. Sementara kelompok bahan bangunan yang mengalami penurunan harga adalah mesin pembangkit dan motor listrik 0,67 persen, batu split 0,26 persen, barang-barang dari logam dasar bukan besi 0,12 persen, dan barang-barang plastik 0,11 persen.
Tabel 3
Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia
Bulan Desember 2010 Menurut Kelompok Jenis Bangunan (2005=100)
Kelompok Bangunan November IHPB 2010 IHPB Desember 2010 Perubahan IHPB Desember 2010 thd November 2010 (%) Andil Desember 2010 (1) (2) (3) (4) (5)
Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan
Tempat Tinggal 186,27 186,85 0,31 0,16
Bangunan Pekerjaan Umum Untuk
Pertanian 202,21 202,97 0,38 0,04
Pekerjaan Umum Untuk Jalan, Jembatan
dan Pelabuhan 199,83 200,57 0,37 0,11
Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air
Minum dan Komunikasi 182,55 183,04 0,27 0,01
Bangunan Lainnya 192,74 193,37 0,33 0,02
Tabel 4
Persentase Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia Bulan Desember 2010
(2005=100)
Kelompok Bahan Bangunan November IHPB 2010 IHPB Desember 2010 Perubahan IHPB Desember 2010 thd November 2010 (%) (1) (2) (3) (4) 1. Kayu gelondongan 217,37 217,54 0,08 2. Barang galian segala jenis 227,12 228,55 0,63 3. Kayu gergajian dan awetan 296,50 297,48 0,33 4. Kayu lapis dan sejenisnya 149,26 149,12 -0,09 5. Bahan bangunan dari kayu 284,41 284,75 0,12 6. Kertas dan sejenisnya 178,99 180,44 0,81 7. Cat, vernis dan lak 171,91 172,49 0,34
8. Aspal 290,73 291,22 0,17
9. Hasil kilang minyak lainnya 200,19 202,32 1,06 10. Barang-barang dari karet 223,24 224,18 0,42 11. Barang-barang plastik 151,39 151,23 -0,11
12. Kaca lembaran 171,28 173,23 1,14
13. Bahan bangunan dari keramik dan tanah liat 197,71 199,47 0,89
14. Semen 170,33 170,99 0,39
15. Batu split 195,24 194,74 -0,26
16. Barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 185,84 185,77 -0,04 17. Barang-barang dari besi dan baja dasar 154,09 154,26 0,11 18. Barang-barang dari logam dasar bukan besi 117,29 117,15 -0,12 19. Alat pertukangan dari logam 183,90 184,09 0,10 20. Bahan bangunan dari logam 191,87 191,99 0,06 21. Barang-barang logam lainnya 184,05 184,13 0,04 22. Alat-alat berat dan perlengkapannya 147,12 147,57 0,31 23. Mesin pembangkit dan motor listrik 123,01 122,18 -0,67 24. Perlengkapan listrik lainnya 186,41 187,44 0,55
25. Aki (accu) 210,75 210,74 0,00
Perubahan Indeks Harga Konstruksi Indonesia 191,82 192,47 0,34 2. Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen Bulan November 2010
Berdasarkan hasil pantauan BPS, dalam perdagangan internasional bulan November 2010, indeks harga Kelompok Barang Impor, dan Kelompok Barang Ekspor mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,91 dan 1,35 persen dari bulan sebelumnya. Komoditas migas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2010 adalah minyak bumi impor, barang-barang hasil kilang minyak bumi impor, minyak bumi ekspor, dan gas alam cair ekspor.
IHPB Umum naik 0,64 persen dari 172,84 pada Oktober 2010 menjadi 173,95 pada November 2010. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil terbesar pada perubahan indeks HPB, yaitu sebesar 0,25 persen. Sektor Pertanian, Sektor Industri dan Kelompok Barang Impor menyumbang
andil masing-masing sebesar 0,09 persen; 0,15 persen; dan 0,15 persen. Walaupun mengalami perubahan indeks, Sektor Pertambangan dan Penggalian tidak menyumbang andil yang signifikan pada perubahan IHPB bulan November 2010.
Tabel 5
Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Indonesia Bulan November 2010 menurut Sektor/Kelompok Barang (2005=100)
Sektor/Kelompok Barang Oktober IHPB 2010 IHPB November 2010 Perub IHPB November 2010 thd Oktober 2010 (%) Andil November 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Sektor Domestik 1 Pertanian 237,87 239,12 0,53 0,09
2 Pertambangan & Penggalian 214,17 214,40 0,11 0,00
3 Industri 174,01 174,57 0,32 0,15
Perdagangan Internasional
1 Impor 162,67 164,15 0,91 0,15
2 Ekspor 138,57 140,44 1,35 0,25
Umum 172,84 173,95 0,64 0,64
Umum Tanpa Ekspor 182,89 183,77 0,48 0,39 Umum Tanpa Ekspor Migas 175,64 176,48 0,48 0,46 Umum Tanpa Impor 174,98 176,00 0,58 0,49 Umum Tanpa Impor dan Ekspor Migas 178,56 179,26 0,39 0,31 Umum Tanpa Impor dan Ekspor 188,75 189,45 0,37 0,24
Bahan Baku
IHPB Bahan Baku pada November 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,53 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 181,09 pada Oktober 2010 menjadi 182,06 pada November 2010. Kenaikan harga Bahan Baku disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Baku Lokal, dan Bahan Baku Impor masing-masing sebesar 0,42 dan 0,93 persen. Naiknya harga Bahan Baku Lokal antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas di Subsektor Tanaman Pangan 1,02 persen dan Industri Pengilangan Minyak Bumi 0,81 persen. Keduanya memberikan andil masing-masing sebesar 0,10 dan 0,05 persen pada perubahan indeks Bahan Baku. Sementara, penyebab kenaikan harga Bahan Baku Impor antara lain adalah naiknya harga komoditas di Subsektor Hasil Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,31 persen. Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam perubahan indeks Bahan Baku antara lain: padi/gabah, minyak bakar, dan minyak bumi impor.
Kelompok Barang Konsumsi
Indeks Kelompok Barang Konsumsi pada November 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 190,18 pada Oktober 2010 menjadi 191,08 pada November 2010. Penyebab kenaikan indeks Kelompok Barang Konsumsi adalah naiknya indeks Sektor Pertanian 0,21 persen, Sektor Pertambangan & Penggalian 0,36 persen, Sektor Industri 0,40 persen dan Kelompok Barang Konsumsi Impor 1,45 persen.
Pada Kelompok Barang Impor, Subkelompok Hasil Industri Pengilangan Minyak menyumbang sebesar 0,12 persen, dan merupakan pemberi andil terbesar. Sementara penyumbang terbesar pada Sektor Industri adalah Subsektor Industri Penggilangan Minyak Bumi sebesar 0,03 persen.
Kelompok Barang Modal
Pada November 2010, IHPB Barang Modal mengalami penurunan sebesar -0,05 persen, yaitu dari 156,11 pada Oktober 2010 menjadi 156,04 pada November 2010. Penurunan ini utamanya disebabkan indeks harga perdagangan besar di Sektor Industri dan Kelompok Barang Modal Impor masing-masing turun sebesar 0,02 dan 0,08 persen, sedangkan Sektor Pertanian mengalami kenaikan indeks harga sebesar 1,20 persen.
Subsektor Industri Perlengkapan Listrik, Barang Elektronik, dan Komunikasi menyumbang sebesar -0,06 persen, dan merupakan penyumbang andil terbesar di Sektor Industri Kelompok Barang Modal. Pada Kelompok Barang Modal Impor, penyumbang andil terbesar adalah Subsektor Alat-Alat Berat, Mesin-Mesin Untuk Industri dan Perlengkapannya sebesar -0,05 persen.
Tabel 6
Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal Indonesia
Bulan November 2010 Menurut Sektor dan Kelompok (2005=100)
Kelompok/Sektor IHPB Oktober 2010 IHPB November 2010
Perubahan IHPB November 2010 thd Oktober 2010 (%) Andil November 2010 (1) (2) (3) (4) (5) I. Bahan Baku 181,09 182,06 0,53 0,53 Lokal 188,86 189,66 0,42 0,33 1.1. Pertanian 227,87 229,58 0,75 0,16
1.2. Pertambangan dan Penggalian 214,15 214,37 0,11 0,00
1.3. Industri 175,21 175,75 0,31 0,16
Impor 158,62 160,09 0,93 0,21
II. Barang Konsumsi 190,18 191,08 0,47 0,47
2.1. Pertanian 253,66 254,20 0,21 0,05
2.2. Pertambangan dan Penggalian 285,84 286,87 0,36 0,00
2.3. Industri 177,29 177,99 0,40 0,25
Impor 164,95 167,35 1,45 0,17 III. Barang modal 156,11 156,04 -0,05 -0,05
3.1. Pertanian 218,51 221,15 1,20 0,00
3.2. Industri 136,49 136,46 -0,02 -0,01
3. Perkembangan IHPB Tahun 2010 a. IHPB Nonmigas
Selama (Januari-Desember) tahun 2010, IHPB umum nonmigas naik sebesar 5,60 persen, yaitu dari 168,44 pada Desember 2009 menjadi 177,87 pada Desember 2010. Pada sektor domestik, perubahan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 10,15 persen. Sedangkan pada perdagangan internasional, perubahan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor sebesar 5,02 persen. Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Industri, dan Kelompok Barang Impor Nonmigas, mengalami perubahan indeks harga berturut-turut sebesar 2,87; 4,70; dan 3,27 persen
Berdasarkan besarnya andil perubahan indeks selama tahun 2010, penyumbang andil terbesar adalah Sektor Industri sebesar 2,36 persen. Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan dan Penggalian, Kelompok Barang Impor, dan Kelompok Barang Ekspor menyumbang andil masing-masing sebesar 1,91; 0,07; 0,46; dan 0,79 persen selama tahun 2010.
100 120 140 160 180 200 220 240
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Umum Pertanian Pertambangan & Penggalian
Industri Impor Nonmigas Ekspor Nonmigas
b. IHPB Konstruksi Indonesia
IHPB Konstruksi Indonesia selama tahun 2010 (Januari-Desember) mengalami kenaikan sebesar 2,09 persen, yaitu dari 188,53 pada Desember 2009 menjadi 192,47 pada Desember 2010. Perubahan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Bangunan Lainnya yang naik sebesar 2,32 persen.
Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal merupakan penyumbang andil tertinggi pada perubahan IHPB Konstruksi Indonesia dengan menyumbang sebesar 1,03 persen. Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum Untuk Pertanian; Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum Untuk Jalan, Jembatan, dan Pelabuhan; Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi; dan Kelompok Bangunan Lainnya, berturut-turut menyumbang andil sebesar 0,23; 0,63; 0,10; dan 0,10 persen (lihat tabel 7).
Grafik 1
Tabel 7
Persentase dan Andil Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia
Tahun 2010 Menurut Kelompok Jenis Bangunan (2005=100)
Kelompok Bangunan Desember IHPB 2009 IHPB Desember 2010 Perubahan IHPB Desember 2010 thd Desember 2009 (%) Andil Tahun 2010 (1) (2) (3) (4) (5)
Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan
Tempat Tinggal 183,18 186,85 2,00 1,03
Bangunan Pekerjaan Umum Untuk
Pertanian 198,77 202,97 2,11 0,23
Pekerjaan Umum Untuk Jalan, Jembatan
dan Pelabuhan 196,30 200,57 2,18 0,63
Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air
Minum dan Komunikasi 178,94 183,04 2,29 0,10
Bangunan Lainnya 188,98 193,37 2,32 0,10
Konstruksi Indonesia 188,53 192,47 2,09 2,09
c. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi dan Barang Modal
Selama tahun 2010 (Januari-Desember) IHPB Bahan Baku mengalami kenaikan sebesar 5,18 persen. Perubahan ini utamanya disebabkan perubahan indeks HPB Bahan Baku Lokal sebesar 5,75 persen. Sementara perubahan indeks Bahan Baku Impor Nonmigas hanya sebesar 2,61 persen. Dalam Bahan Baku Lokal, perubahan indeks HPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian yaitu sebesar 11,05 persen. Sektor Pertambangan dan Penggalian, dan Sektor Industri hanya mengalami perubahan indeks HPB masing-masing sebesar 2,87 dan 3,91 persen. Andil Bahan Baku Lokal dan Bahan Baku Impor Nonmigas terhadap perubahan indeks harga Bahan Baku selama tahun 2010 adalah masing-masing sebesar 4,71 dan 0,47 persen. Sektor Pertanian merupakan penyumbang andil tertinggi pada andil Bahan Baku Lokal.
IHPB Barang Konsumsi mengalami kenaikan sebesar 6,78 persen selama tahun 2010. Sektor Industri merupakan penyumbang andil terbesar dalam perubahan IHPB Barang Konsumsi, yaitu sebesar 4,30 persen. Sektor Pertanian dan Kelompok Barang Konsumsi Impor Nonmigas menyumbang masing-masing sebesar 2,27 dan 0,21 persen terhadap perubahan IHPB Barang Konsumsi. Sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian tidak menyumbang andil secara signifikan walaupun mengalami perubahan indeks sebesar 10,14 persen selama tahun 2010.
Dari bulan Januari sampai dengan Desember 2010, IHPB Kelompok Barang Modal hanya mengalami kenaikan sebesar 3,28 persen. Utamanya disebabkan oleh kenaikan IHPB Kelompok Barang Modal Impor Nonmigas sebesar 6,48 persen yang juga menyumbang andil sebesar 3,11 persen pada perubahan IHPB Kelompok Barang Modal.
100 120 140 160 180 200 220 240
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Bahan Baku Barang Konsumsi Barang Modal
Grafik 2
Perkembangan IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi dan Barang Modal Tahun 2010