ANALISIS DAN DESAIN VIDEO INFORAFIS CV. STORQSEVEN SEBAGAI MEDIA INFORMASI MENGGUNAKAN TEKNIK MOTION GRAPHIC NASKAH PUBLIKASI

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN DESAIN VIDEO INFORAFIS CV. STORQSEVEN

SEBAGAI MEDIA INFORMASI MENGGUNAKAN

TEKNIK MOTION GRAPHIC

NASKAH PUBLIKASI

diajukan oleh

Dwi Rahayu

12.12.6381

kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

AMIKOM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2015

(2)
(3)

1

ANALISIS DAN DESAIN VIDEO INFOGRAFIS CV. STORQSEVEN

SEBAGAI MEDIA INFORMASI MENGGUNAKAN

TEKNIK MORION GRAPHIC

Dwi Rahayu

1)

, Agus Purwanto

2)

,

1)

Sistem Informasi

STMIK AMIKOM Yogyakarta

2)

Dosen

STMIK AMIKOM Yogyakarta

Jl Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55283 Email : dwi.rahayu@students.amikom.ac.id1), agus@amikom.ac.id2)

Abstract - CV. StorQseven is a business entity supplier of goods needed by hotels, hospitals, and restaurants. As a company that is still growing and many similar companies are popping up, CV. StorQseven should be able to compete to survive and become the best. In the company's development needs publications profile and portfolio company’s which have a major influence on the company's reputation.

Infographics video is one of the media information that can be used to improve a company's reputation. Analysis and design of this infographic video is two-dimensional animation using technique motion graphic.

Through the company's website and social media video infographics CV. StorQseven disseminated, with the aim to create a branding company are reliable and have good prospects in the eyes of prospective clients and society.

Keywords: Media information, infographics, analysis, design, CV. StorQseven.

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan bagian dari siklus pertumbuhan masyarakat. Dengan berkembangnya teknologi mempermudah personal ataupun kelompok dalam penyampain pesan. Salah satu perkembangan teknologi yang cukup pesat yakni dibidang teknologi informasi berbasis multimedia. Dengan kemudahan dan keuntungan yang ada pada perkembangan teknologi informasi, perusahaan harus dapat memanfaatkannya secara maksimal. Video Infografis merupakan salah satu media informasi yang dapat diterapkan pada perusahaan.

CV. StorQseven merupakan badan usaha yang sedang berkembang dibidang pemasok barang kebutuhan hotel, rumah makan, dan rumah sakit. Dalam memperkenalkan CV. StorQseven sampai pada saat ini mengandalkan relasi dari mulut ke mulut, sehingga sulit untuk menjangkau calon klien diluar Yogyakarta dan sekitarnya. Kebutuhan mempublikasikan profil dan portofolio merupakan hal yang berpengaruh terhadap

reputasi perusahaan untuk bisa dikenal diseluruh kota besar.

Melalui pengemasan visualisasi informasi dalam bentuk video infografis dengan menggunakan teknik

motion graphic akan mampu menyampaikan informasi CV. StorQseven secara jelas, dapat diaplikasikan setiap saat dan dimana saja.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka perlu dirumuskan suatu masalah yang akan dipecahkan yakni, “bagaimana menerapakan teknik

motion graphic pada video infografis CV. StorQseven sebagai media informasi ?”

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini sebagai berikut : 1. Video infografis ini berupa animasi dua dimensi

menggunakan teknik motion graphic. 2. Berdurasi 2 menit 30 detik.

3. Dikemas dengan format file video .Mp4 dengan kualitas Full HD 1080p resolusi 1920x1080p. 4. Perangkat lunak yang digunakan adalah

Windows 7 Ultimate, Adobe After Effect CS6, Adobe Ilustrator CS6, dan Adobe Audition CS6. 5. Informasi yang disampaikan mencangkup profil

dan portofolio CV. StorQseven.

6. Video Infografis CV. StorQseven akan diterapkan pada website CV. StorQseven dan tidak menutup kemungkinan dapat dipasang pada videotron.

1.4 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Menganalisa dan Membuat video infografis CV. StorQseven sebagai media informasi yang berupa penjelasan profil dan portofolio, untuk meningkatkan jumlah klien.

2. Membantu CV. StorQseven menciptakan

branding perusahaan yang terpercaya dan mampu bersaing dengan kompetitor dimata klien dan masyarakat luas.

3. Sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana komputer STMIK “AMIKOM” Yogyakarta.

(4)

2

1.5 Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diperoleh dari adanya penelitian ini antara lain:

1. Video infografis menyampaikan segala informasi perusahaan, yang secara tidak langsung menjadi iklan bagi perusahaan.

2. Memperkenalkan profil dan portofolio CV. StorQseven kepada calon klien diluar Daerah Istimewa Yogyakarta.

3. Meningkatkan jumlah klien.

1.6 Metodologi Penelitian

Metodologi peneltian yang digunakan yaitu, pengumpulan data, analisis SWOT, perancangan, dan evaluasi. Metode pengumpulan data antara lain :

1. Metode Observasi

Observasi dilakukan dengan cara penulis melakukan pengamatan terhadap video-video infografis yang menggunakan teknik motion graphic baik buatan Indonesia maupun luar negeri untuk referensi.

2. Metode Wawancara

Wawancara dilakukan dengan pihak direktur perusahaan, untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian.

3. Metode Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan dengan cara mengambil data, mengambil gambar obyek dan dokumen terkait. Dengan tujuan gambar hasil dokumentasi dapat digunakan sebagai acuan untuk mendesain komponen video infografis.

4. Metode Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan membaca buku maupun pencarian data melalui internet dari sumber terpercaya dan valid untuk mendapatkan pedoman atau bahan tambahan.

2. Landasan Teori 2.1 Video

Format file dalam video merupakan hal yang penting. Isu penting lain adalah jenis berbeda dari format file untuk integrasi video digital kedalam aplikasi multimedia, format file antara lain AVI, MOV, MPEG.

Audio Video interleave (AVI) merupakan format video dan animasi yang digunakan video untuk windows dan berektensi .avi. Motion Picture Experts Group (MPEG) adalah skema kompresi dan spesifikasi file video digital yang dikembangkan oleh group ini. MPEG merupakan salah satu dari “rich media” yang mendukung web [1].

2.2 Infografis

Infografis ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan, ginekolog dan penulis asal German, Dr. Fritz Kahn yang hidup pada tahun 1888 hingga 1968. Infografis (singkatan dari informasi grafis) merupakan respentasi visual dari informasi, data atau pengetahuan [2].

Infografis yang merupakan sajian gambar diam, kini berkembang menjadi sebuah video infografis yang berbentuk video animasi. Kemudahan dalam mengakses

YouTube membuat media massa mengemas kronologi sebuah berita melalui video infografis.

2.3 Prinsip Dasar Animasi

Animasi adalah urutan frame yang ketika diputar dalam frame dengan kecepatan yang cukup dapat menyajikan gambar bergerak lancar seperti sebuah film atau video. Animasi dapat juga diartikan dengan menghidupkan gambar [3].

Salah satu proses yang menentukan apakah hasil animasi menjadi bagus atau tidak, animator perlu mengetahui 12 prinsip animasi, yaitu [4] :

1. Stretch and squash (mengkerut dan meregang) 2. Anticipation (antisipasi)

3. Staging (penempatan)

4. Straight-ahead and pose to pose (aksi bergerak dengan pasti dan posisi pertama ke posisi kedua dan seterusnya)

5. Follow throught and overlapping action (mengikuti dan gerakan menyambung)

6. Slow in and slow out (makin lambat bagian awal dan makin lambat dibagian akhir)

7. Arcs (gerak melingkar)

8. Secondary action (gerakan pembantu) 9. Timing (mengikuti gerakan dalam waktu) 10. Exaggeration (gerakan melebih-lebihkan) 11. Solid drawing (gambar yang kokoh) 12. Appeal (kesan yang diciptakan)

2.4 Teknik Motion Graphic

Motion graphic adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai solusi desain grafis profesional dalam menciptakan suatu desain komunikasi yang dinamis dan efektif untuk film, televisi dan internet. Pada dunia perdagangan, informasi, dan hiburan adalah suatu tantangan, ketika di mana pemirsa/audience memutuskan apakah tidak atau akan untuk saluran, keluar dari situs web, atau ketika menonton trailer, untuk melihat film. Maka dari itulah diperlukan strategi, kreativitas, dan keterampilan dari seorang desainer broadcasting, desainer judul film dan animator dalam seni motion grafis (Curran, 2000). Terdapat dua metode dalam teknik ini, yaitu dengan menggerakkan gambar, atau menggabungkan sequence gambar-gambar yang memiliki kontinuitas sehingga terlihat bergerak.

2.6 Media Informasi

Pengertian media diberikan AECT (Association for Education Communication and Technology) ini menunjukkan bahwa istilah “media” memiliki makna yang sangat umum, ini disebabkan kata “segala bentuk” yang bahwa yang disebut pengertian tersebut memberikan makna bahwa yang disebut media tidak terbatas pada satu jenis media tertentu .

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, informasi disebut juga data yang diproses atau data yang memiliki arti. Kualitas dari informasi

(5)

3

(quality of information) sangat tergantung 3 hal yaitu

accurate, timelinnes, dan relevance [5].

3. Analisis dan Perancangan 3.1 Analisis SWOT

Analisis SWOT digunakan karena SWOT analysis

merupakan metode perencanaan strategis yang untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu proyek atau perusahaan.

Berikut kekuatan (strengths) yang dimiliki oleh CV. StorQseven :

1. Sumber dana yang lancar berasal dari milik pribadi dan perbankan.

2. Memiliki hubungan baik dengan klien, produsen barang yang terpercaya dan banyaknya relasi. 3. Pengiriman barang kepada klien yang tepat

waktu.

4. Hanya menggunakan produk berkualitas baik. Berikut kelemahan (weakness) yang dimiliki oleh CV. StorQseven:

1. Penyampaian informasi hanya mengandalkan lisan.

2. Belum memiliki kantor nyata.

3. Hanya memiliki satu karyawan. Karyawan ini sebagai pengantar barang.

Berikut peluang (opportunities) yang dapat dimanfaatkan oleh CV. StorQseven:

1. Semakin meningkatnya pembangunan perhotelan dan rumah makan.

2. Letak CV. StorQseven yang strategis.

3. Adanya perkembangan teknologi dan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi CV. StorQseven secara lebih jelas dan meluas.

Berikut ancaman (threats)yang mempengaruhi kegiatan bisnis CV. StorQseven :

1. Munculnya usaha sejenis, yang menjadi pesaing CV.StorQseven.

2. Terkadang, stok barang habis karna kendala pengiriman barang dari produsen yang disebabkan oleh cuaca atau kondisi lalu lintas. 3. Faktor cuaca, karena CV.StorQseven belum

memiliki mobil barang, melainkan hanya menggunkan motor.

3.2 Analisis Kebutuhan 3.2.1 Kebutuhan fungsional

Kebutuhan fungsional yang merupakan tampilan yang akan dicapai pada perancangan video infografis :

1. Video infografis berupa animasi dua dimensi menggunakan teknik motion graphic.

2. Berdurasi 2 menit 30 detik.

3. Dikemas dengan format file video .mp4 dengan kualitas Full HD 1080p resolusi 1920x1080p.

4. Alur Informasi yang disampaikan gambaran potensi pelanggan, produk, profil, portofolio, dan kontak CV. StorQseven.

3.2.2 Kebutuhan Non-Fungsional

Kebutuhan non-fungsional diantaranya, kebutuhan hardware, software, dan brainware. Berikut spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan pada perancangan video infografis CV. StorQseven :

1. Laptop Version K43SD Asus

2. Processor Intel (R) Core(TM)i3-2350M CPU @2.30 GHz 2,29 GHz

3. RAM 4,00 GB 4. Hardisk 456,76 GB

5. System Type 64 bit-Operating System

6. CD-ROM Drive Matshita DVD-RAM UI8B0AW

7. Microphone Panasonic RP-HM111

8. Mouse Prolink PMW 5001 2.4 GHz Wireless nano mouse

Perangkat lunak yang dibutuhkan, antara lain sebagai berikut :

1. Windows 7 Ultimate 64-bit 2. Adobe After Effect CS6 3. Adobe Illustrator CS6 4. Adobe Audition CS6

Personi-personil yang merupakan kebutuhan

brainware, diantaranya :

1. Storyboard dan Naskah : Dwi Rahayu 2. Narator : Dwi Rahayu

3. Editor : Dwi Rahayu

4. Narasumber : Tatik Setyowati

3 3 Perancangan 33.1 Konsep

Perancangan konsep yang mengadopsi dari cara presentasi CV. StorQseven kepada klien, dimana presentasi diawali dengan pengenalan produk kemudian profile dan juga portofolio. Video infografis ini merupakan video animasi dua dimensi dengan menggunakan teknik motion graphic dan menerapkan 12 prinsip animasi.

3.3.2. Pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara dengan sumber terkait dan literatur baik dari buku maupun dari internet. Data yang dibutuhkan antara lain :

1. Jumlah pariwista di DIY.

2. Jumlah hotel, rumah makan, rumah sakit di DIY 3. Data produk.

4. Produsen. 5. Data pelanggan.

6. informasi kontak CV. StorQseven.

3.3.3. Naskah

Pada tahap analisa untuk kebutuhan fungsional disebutkan panjnag durasi 2 menit 30 detik, akan tetapi

(6)

4

hasil data yang didapat dari lapangan memiliki pengaruh terhadap durasi video. Pada video ini terjadi perubahan menjadi 1 menit 22 detik.

3.3.4. Storyboard

Storyboard merupakan sketsa setelah tahap pembuatan naskah. Storyboard digunakan selama proses produksi dan pasca produksi, dimana storyboard

digunakan sebagai acuan kerja.

Gambar 1. Storyboard

4. Implentasi dan Pembahasan 4.1 Produksi

4.1.1 Desain

Desain gambar atau visualisai data dibuat menggunakan software Adobe Ilustrator CS 6. Adobe Illustrator adalah software desain grafis berbasis vektor yang dikembangkan oleh Adobe Systems.

Tabel 1. Beberapa Obyek Grafis

No. Gambar Ket.

1. Ikon pariwisata. ai 2. Pulau DIY .ai 3. Statistik order .ai 4.2.1 Animation

Animation adalah proses menganimsikan bahan grafik yang telah dibuat pada Adobe Ilustrator. Pada tahap ini dilakukan pada Adobe After Effect, dimana bahan grafik digerak satu-persatu menggunakan key motion dengan menerapkan teknik animasi pose to pose. Bahan grafik yang akan digerakan dalam suatu desain harus dalam layer yang terpisah dan diberikan nama untuk mempercepat proses menggerakkan gambar satu persatu.

4.2.3 Rekam Narasi

Proses rekaman merupakan proses menangkap suara yang akan dijadikan narasi pada video infografis ini. Proses rekaman narasi dan editing backsound menggunakan software Adobe Audition CS6. Untuk meminimalisir noise pada rekaman, pastikan ruang yang digunakan untuk merekam suara kedap suara.

Gambar 2. Rekam narasi

4. 2 Pasca Produksi 4.2.1 Composite

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi setiap pergantian animasi gerak atau setiap scene.

4.2.2 Editing

Editing yang dilakukan pada Adobe After Effect yaitu menyusun dan menggabungkan hasil composing

dengan sound effect, memasukkan hasil dubbing narasi yang sudah diolah pada tahap produksi, pemberian backsound, dan menyusun animasi grafik sesuai dengan naskah.

(7)

5

4.2.3. Rendering

Rendering merupakan proses terakhir untuk menghasilkan video agar dapat diputar dan disebarkan dengan mudah dalam bentuk yang kompatibel. Pada penulisan ini digunakan format .mp4. Berikut tabel

screenshoot berdasarkan alur video secara garis besar setelah proses rendering.

Tabel 2. Alur Video

No. Gambar Ket.

1. Scene 1 || Panel 1. Sebagai pembuka. 2. Scene 1 || Panel D. Menunjukk an potensi pelanggan. 3. Scene 3 || Panel A. Produk standar. 4. Scene 6 || Panel D. Prosentase pelanggan. 4. Scene 7. Informasi kontak perusahaan. 4.3 Pembahasan

Video infografis ini berdasarkan kebutuhan fungsional 3 diantaranya terpenuhi dan 1 point yang tidak tepenuhi yaitu perubahan durasi dari 2 menit 30 detik menjadi 1 menit 22 detik, hal tersebut dikarenakan hasil dari analisis data yang diperoleh.

Tabel 3. Penggunaan Motion Graphic

No .

Motion

Graphic Pembahasan Gambar Status

1. Basic Animation Terdapat pada semua animasi gambar. Pada menit ke 00:42 keseluruhan menggunakan basic animation. Terpenuhi

2. Parent Pada menit ke

00:27. Teknik parent pada scene ini menggabungkan antara gambar dengan ball pada garis beam yang

dikenadalikan oleh null control pada titik tengah bulatan. Teknik ini masih digunakan pada scene lainnya. Terpenuhi

3. Kamera Pada menit ke 01:30. Untuk melakukan zoom in yang halus, menggunakan teknik kamera dengan mengaktifkan mode 3D dan mengatur key Point of Interest dan Position. Terpenuhi

Berdasarkan penerapan 12 prinsip animasi, pada video infografis ini hanya 1 yang tidak diterapkan yaitu,

appeal, hal tersebut dikarenakan tidak ada karakter pada video infografis ini.

Tabel 4. Penerapan 12 Prinsip Animasi

No. Prinsip

Animasi Pembahasan Gambar Status

1. Squesh

& strech Pada menit ke 01:04.

Terpenuhi

2. Anticipat

ion Pada menit ke 00:06.

Terpenuhi

3. Staging Terdapat pada semua gerakan gambar.. Terpenuhi 4. Straight ahead & pose to pose Lebih banyak menggunakan pose to pose. Terpenuhi 5. Follow throught and overlappi ng action Pada menit ke 01:18 Terpenuhi

(8)

6 6. Slow in– slow out Terdapat pada semua gerakan gambar. Terpenuhi 7. Arcs Pada menit ke 01:05. Terpenuhi 8. Secondar

y action Pada menit ke 00:39.

Terpenuhi

9. Timing Terdapat pada semua gerakan gambar.

Terpenuhi

10. Exaggera

tion Pada menit ke 00:23.

Terpenuhi

11. Solid

drawing Pada menit ke 00:01. Terpenuhi 12. Appeal Gambar grafis tidak memiliki ekspresi wajah. - Tidak terpenuhi 5. Kesimpulan

Kesimpulan yang dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut :

1. Video infografis CV. StorQseven dibuat melalui tahapan merancang konsep, pengumpulan data, merancang naskah, storyboard, visualisasi data,

composite,editing, dan rendering.

2. Berdasarkan kebutuhan fungsional, hasil dari video infografis CV. StorQseven ini mampu menampilkan profil dan portofolio perusahaan yang menjadi media penyampainan informasi digital sebagai pengganti cara sebelumnya yang meyampaikan informasi secara lisan.

3. Pembuatan video infografis ini dengan mengunakan teknik motion graphic dan menerapkan sebelas dari duabelas prinsip animasi yakni, squesh & strech, anticipation, staging, straight ahead & pose to pose, follow throught and overlapping action, slow in–slow out, arcs, secondary action, timing, exaggeration, dan solid drawing.

Daftar Pustaka

[1] Suyanto, M. 2004. Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta : Andi.

[2] Lee, Christopher. 2014. Yuk, Optimalkan Visualisasi Data dengan Chart dan Infografis. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

[3] Purnama, Bambang Eka. 2013. Konsep Dasar Multimedia. Yogyakarta : Graha Ilmu.

[4] Suyanto, M dan Yuniawan, Aryanto. 2006.

Merancang Film Kartun. Yogyakarta : Andi.

Biodata Penulis

Dwi Rahayu, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2015.

Agus Purwanto, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Sistem Informasi Transfer STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2006. Memperoleh gelar Megister Komputer (M.Kom) Program Pasca Sarjana Magister Teknik Infomatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2013. Saat ini menjadi Dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :