• Tidak ada hasil yang ditemukan

GEOGRAFI TRANSPORTASI MAKALAH TRANSPORTA docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "GEOGRAFI TRANSPORTASI MAKALAH TRANSPORTA docx"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

GEOGRAFI TRANSPORTASI

MAKALAH TRANSPORTASI INDONESIA

Dibuat oleh:

RAFELITO

NIM. 14136042

JURUSAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang “Transportasi di Indonesia”. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun, demikian penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Untuk kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangatlah diharapkan.

Demikian yang dapat penulis sampaikan semoga makalah yang dibuat ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Padang, Desember 2016

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... Daftar Isi...

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakan... B. Rumusan Malah ... C. Tujuan ...

BAB II PEMBAHASAN

1 Sistem Transportasi di Indonesia...

2.Sistem Transportasi di Kota Bogota, Kolombia dan Penerapannya di Indonesia...

3. Sistem Transportasi di Kota Curitiba, Brazil dan Penerapannya di Indonesia

...

4. Sistem Transportasi di Jepang dan Penerapannya di Indonesia

... 5. Solusi Permasalahan Transportasi di Indoneisia

... ...

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan... B. Saran...

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Pemanasan global merupakan sebuah fenomena yang sedang terjadi di bumi ini. Fenomena ini pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu natural caused dan human

caused. Natural caused lebih disebabkan karena umur bumi yang sudah semakin tua seiring

dengan berjalannya evolusi. Human caused merupakan penyebab yang disebabkan oleh manusia dengan segala aktivitas dan gaya hidupnya. Dalam kenyataannya saat ini, human

caused merupakan penyebab yang paling dominan. Ada banyak hal yang mendasarinya tapi

yang paling utama adalah karena kesalahan pola pikir manusia yang konsumtif dan egosentris.

Buruknya sistem penataan kota juga memberikan sumbangsih yang besar terhadap pemanasan global. Pola guna lahan yang tidak beraturan serta tidak bertumpu pada keselamatan lingkungan menyebabkan adanya ketimpangan antara pembangunan fisik dengan keberlanjutan lingkungan. Pemahaman ini pada akhirnya tidak akan menciptakan suatu pembangunan yang berkelanjutan dimana yang dimaksud dengan berkelanjutan adalah tidak hanya dinikmati oleh masyarakat masa kini saja namun juga generasi yang akan datang. Hal ini dikarenakan apabila pembangunan fisik dilaksanakan terus menerus, maka kemampuan lingkungan untuk memulihkan diri secara alami adalah terbatas sehingga nantinya lingkungan tersebut akan rusak yang diakibatkan oleh adanya aktivitas manusia. Adanya pembangunan fisik harusnya diimbangi dengan kebutuhan akan ruang terbuka hijau karena nantinya RTH ini yang akan membantu mengurangi efek kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh adanya pembangunan fisik tersebut. Jadi, pembangunan fisik dapat dikatakan sia-sia apabila tidak diimbangi dengan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai.

(5)

melanggar ketentuan minimal RTH 30% tersebut, yakni perubahan iklim yang sekarang ini juga sudah dirasakan pada hampir wilayah dunia termasuk Indonesia.

Indonesia merupakan sebuah negara yang berperan sebagai paru-paru dunia dan berfungsi sebagai penyeimbang lingkungan. Apabila Indonesia tidak menjaga keseimbangan lingkungannya, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh internal masyarakat Indonesia itu sendiri tetapi juga masyarakat di seluruh dunia.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai kalangan untuk mengurangi dampak dari pemanasan global tersebut. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Hal ini didasari oleh tingginya intensitas kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berbagai keperluan, seperti sekolah, bekerja, rekreasi, dll. Walaupun pada umumnya penerapan transportasi berkelanjutan ini dipengaruhi oleh struktur suatu kawasan perkotaan, namun hal ini dapat juga berlaku sebaliknya dimana jaringan transportasi menentukan bentuk struktur suatu kota. Pengertian dari transportasi berkelanjutan disini adalah suatu alat yang dapat memenuhi kebutuhan manusia untuk memindahkan keberadaan manusia itu sendiri ataupun barang. Dengan adanya penerapan ini diharapkan dapat meminimalisir polusi udara yang kebanyakan dikarenakan adanya pembuangan gas limbah dari suatu moda transportasi.

Adanya sebuah gagasan untuk membentuk suatu sistem pembangunan transportasi yang berkelanjutan kemudian diikuti dengan berbagai penemuan oleh beberapa institut atau individu dari berbagai penjuru dunia. Dari beberapa penemuan ini bahkan ada yang telah diterapkan dan membawa banyak manfaat baik dari segi teknologi ataupun tingkat efisiensi dan tingkat kenyamanan dalam transportasi. Jepang merupakan sebuah negara yang telah banyak menerapkan sustainable transportation dan banyak dijadikan studi kasus khususnya dalam hal teknologi dan pengembangan transportasi. Jepang menggunakan transportasi dimana pada moda tersebut dapat menampung banyak penumpang dan dapat menempuh suatu jarak dalam waktu yang sangat cepat serta menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Shinkansen contohnya, merupakan salah satu kereta api yang terdapat di Jepang yang menghubungkan kota-kota utama. Kereta ini digerakkan dengan tenaga listrik terpusat yang diproduksi oleh PLTN sehingga mengurangi pencemaran dan polusi udara yang diproduksi oleh kereta biasa yakni berupa karbondioksida (CO2). Baiknya pengelolaan sistem

(6)

Bogota, Kolombia merupakan sebuah kota yang juga sukses dalam menerapkan

sustainable transport nya. Hal ini berdasarkan adanya sistem bus cepat yang dinamakan

TransMilenio. Jenis transportasi ini merupakan salah satu jaringan modern yang menghubungkan bus pada jalur khusus (busway) dan bus yang berukuran kecil (feeder). TransMilenio ini juga dinilai sangat efisien karena dapat menampung penumpang menuju berbagai sudut kota. Selain itu, Kota Curitiba, Brazil juga dapat dijadikan contoh dalam berhasilnya penerapan sistem transportasi berkelanjutan. Kota ini lebih menonjolkan pada kenyamanan transportasi umumnya yakni busway dan haltenya yang nyaman serta adanya jalur khusus sepeda yakni sepanjang 1.500 km sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan tersendiri bagi pengendara sepeda. Dengan adanya peningkatan kualitas transportasi umum ini maka masyarakat akan merasa lebih nyaman menggunakan transportasi umum dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Hal ini kembali pada prinsip yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa peningkatan kebutuhan akan transportasi publik akan mereduksi polusi udara secara signifikan.

Berbeda dengan negara Indonesia yang masih diklasifikasikan dalam kategori negara berkembang, penggunaan kendaraan pribadi malah meningkat seiring dengan penambahan dan pelebaran ruas jalan. Moda transportasi umum yang di Jepang dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemakainya, di Indonesia malah dijadikan prioritas yang kesekian dalam tahap pembangunan. Padahal berdasarkan kasus yang terjadi di Jepang, hal ini akan berdampak pada kondisi lingkungan yang lebih baik. Terlebih, pergerakan manusia yang terdapat di Jakarta sebagai ibukota Indonesia tergolong cukup tinggi sehingga apabila pembangunan lebih terkonsentrasikan pada peningkatan kualitas angkutan umum, maka permasalahan pelik pada sistem transportasi di ibukota yakni berupa kemacetan, akan dapat teratasi.

(7)

berpengaruh banyak terhadap berhasil atau tidaknya suatu program pembangunan transportasi berkelanjutan. Sebagai pihak yang memiliki kekuasaan penuh serta penentu kebijakan, pemerintah haruslah melakukan kontrol dan evaluasi dalam proses pembangunan transportasi berkelanjutan tersebut. Dengan adanya kontrol, maka segala bentuk pelanggaran dapat ditindak dengan semestinya sehingga tidak mengganggu keberlangsungan sistem yang lain. Proses evaluasi juga sangat diperlukan untuk mengidentifikasi adanya masalah secara lebih awal sehingga dapat menetukan langkah antisipasi yang tepat dan masalah tersebut tidak sampai mengganggu berjalannya proses pembangunan transportasi berkelanjutan tersebut. Adanya evaluasi secara berkala juga dapat dijadikan parameter sebagai sukses atau tidaknya pembangunan tersebut.

Selain berbagai permasalahan kompleks yang ada, sebenarnya Indonesia juga memiliki potensi besar untuk mendapatkan pembangunan transportasi berkelanjutan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya jaringan transportasi yang sistematis dan memadai dalam menghubungkan antar kota, karena pembangunan hanya terpusat pada kawasan ibukota saja, yakni Jakarta. Adanya pembangunan yang tidak merata ini menyebabkan adanya kesenjangan pada daerah-daerah tertentu sehingga daerah tersebut kesulitan dalam mengembangkan potensi daerahnya. Seperti yang kita tahu bahwa dimana terdapat jaringan jalan yang memadai, maka disitu pula daerah akan berkembang. Hal ini menjadi bukti akan pentingnya pengaruh transportasi terhadap perkembangan suatu kota.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalahnya : 1. Prasarana dan moda transportasi darat, air dan udara? 2. Transportasi yang ada di Indonesia

3. Transportasi regional Indonesia

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui prasarana dan moda transportasi darat, air dan udara 2. Mengetahui transportasi yang ada di Indonesia

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

1 Sistem Transportasi di Indonesia

Sistem transportasi merupakan seluruh kesatuan dari komponen-komponen yang ada dalam hubungannya dengan pergerakan manusia ataupun barang. Baik buruknya suatu sistem tra.nsportasi akan berpengaruh pada pola pikir dan gaya hidup masyarakatnya. Sistem transportasi dapat dikatakan baik apabila seluruh masyarakat mendapatkan haknya secara adil dan merata baik itu karena mereka menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Sebaliknya, suatu sistem transportasi dapat dikatakan buruk apabila masyarakat sudah merasa tidak nyaman baik itu terhadap sarana ataupun prasarana transportasinya.

Salah satu kenyamanan dan hak yang harusnya didapatkan oleh pengguna jalan adalah terciptanya kelancaran dalam berkendara. Dengan adanya kelancaran dalam berkendara secara tidak langsung akan mereduksi jumlah polusi yang dihasilkan dibandingkan dengan jalan yang terkena macet dimana kendaraan harus berhenti terlalu lama sehingga pembakarannya terbuang secara percuma. Polusi inilah yang menjadi ancaman kesehatan bagi para pengendara dan pejalan kaki, yang akhirnya dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan penurunan kualitas udara. Polusi dapat disebabkan karena buruknya kualitas dari sarana transportasi yang umum digunakan pada wilayah tersebut. Proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna menyebabkan limbah kendaraan menjadi hitam pekat dan semakin tidak layak, khususnya pada kendaraan yang sudah tua. Perlu adanya suatu uji emisi bagi kendaraan yang sudah tidak memenuhi standar.

(9)

akan memilih tempat tinggal di wilayah sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Adanya penyebaran tempat tinggal di wilayah-wilayah pendukung ini, menyebabkan tingginya aktivitas pergerakan pada saat jam-jam sibuk yakni pagi hari pada saat berangkat sekolah dan bekerja, siang hari saat jam makan siang dan sore hari saat pulang dari kantor dan sekolah.

Dengan peningkatan volume kendaraan dari pergerakan ini, tidak ada penyeimbangan dengan kapasitas jalannya. Dengan kapasitas jalan tetap dan volume kendaraan yang terus bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka tidaklah heran bahwa kemacetan menjadi hal yang wajar terjadi. Ditambah lagi pola jaringan jalan yang terdapat di Jakarta umumnya adalah konsentris linier karena terdapat pemusatan jalan penghubung antar kota yang kemudian menyebar secara linier menjadi ruas-ruas jalan utama yang menghubungkan antar wilayah kawasan fungsionalnya serta banyaknya jalan-jalan besar yang menghubungkan antar wilayah. Berbeda dengan pola jaringan jalan grid network seperti yang diterapkan di Manhattan, New York, Amerika Serikat, karena dengan pola tersebut akan dapat meningkatkan aksesibilitas serta banyaknya jalan-jalan alternatif sehingga memudahkan masyarakat untuk menuju lokasi atau pusat-pusat kegiatan dan pelayanan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya berpusat pada satu ruas jalan saja yang akhirnya akan menyebabkan penumpukan pada jam-jam sibuk tersebut.

(10)

tersendiri bagi busway yang kapasitas angkutnya masih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah angkut berbagai macam moda transportasi apabila tidak terdapat jalur busway

tersebut. Hal ini tentunya dapat diantisipasi dengan kebijakan dari pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas busway yang ada sehingga pengurangan kendaraan pribadi dapat terlihat secara signifikan. Dengan adanya kebijakan ini maka tentunya harus disertai dengan perbaikan kualitas, kuantitas dan pelayanan dari fasilitas busway tersebut. Misalnya dengan penambahan moda busway untuk mengatasi lonjakan penumpang sehingga masyarakat tidak perlu terlalu lama menunggu untuk dapat memanfaatkan transportasi umum tersebut. Sedangkan peningkatan kualitasnya dapat dilakukan dengan perbaikan terminal busway dan sistem informasi pemberhentian sehingga masyarakat dapat merasa nyaman dan efisien dalam memanfaatkannya.

2. Sistem Transportasi di Kota Bogota, Kolombia dan Penerapannya di Indonesia

Bogota merupakan ibukota dari Kolombia, layaknya Jakarta sebagai ibukota Indonesia. Berdasarkan berita yang dilansir dalam Vivanews, awalnya kondisi Jakarta dan Bogota tidaklah jauh berbeda, bahkan kurang lebih tujuh tahun yang lalu, Bogota merupakan salah satu dari tujuh kawasan terkumuh dan termacet di seluruh dunia. Namun karena adanya perubahan secara radikal yang dilakukan oleh Enrique Penalosa sebagai walikota Bogota periode 1998-2001, maka pelayanan transportasi publik sukses dilakukan utamanya dengan pemberlakukan konsep jaringan bus cepat (Bus Rapid Transportation / BRT) yang dinamakan Trans Millenio dan diresmikan pada tahun 2002.

(11)

karena para ahli menganggap hal tersebut tidak akan memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki.

Oleh karena permasalahan dasar berupa perbedaan guna lahan antara negara berkembang dan negara maju ini, maka cara penanganannya pun berbeda pula. Masyarakat yang ada di negara berkembang harus ‘dipaksa’ untuk melakukannya yakni dengan pelaksanaan sistem. Di Bogota misalnya, disana terdapat jalan dimana pada hari-hari tertentu memang sengaja ditutup untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk melakukan rekreasi dengan bersepeda, atau kegiatan-kegiatan tanpa kendaraan bermotor lainnya. Kebijakan ini dilandasi atas adanya persamaan hak bagi tiap-tiap masyarakat, bukan hanya pemilik kendaraan bermotor saja, untuk menikmati infrastruktur jalan yang ada.

Pentingnya transportasi publik untuk kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan ini tentunya juga harus diimbangi dengan adanya perbaikan kualitas dari transportasi umum tersebut. Harus ada ‘nilai tukar’ yang menjanjikan untuk meyakinkan masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Seperti di Paris misalnya, transportasi disana dipilih oleh masyarakat karena dirasa lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Apabila mereka memilih menggunakan kendaraan pribadi akan memakan waktu 1 jam. Berbeda dengan apabila mereka memilih menggunakan transportasi umum yang hanya memakan waktu 15 menit. Dengan begitu, wajar apabila masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum karena dinilai lebih efisien.

(12)

Langkah lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah seiring dengan pembatasan penggunaan jumlah kendaraan pribadi dapat dicontoh dari kebijakan yang telah dilakukan oleh negara-negara maju, yakni dengan pemberlakuan pajak yang relatif besar yakni US$ 20 sehingga membuat masyarakat untuk berpikir dua kali untuk memiliki kendaraan pribadi. Selain dengan pemberlakuan pajak tinggi, dapat juga dengan membatasi lahan parkir pada gedung-gedung bertingkat. Hal ini tentunya masih diperbolehkan sejauh dalam batas wajar, karena pada dasarnya hal itu bukanlah merupakan kewajiban dari pemerintah. Terlebih lagi, apabila tersedia lahan parkir yang jauh dari kuantitas moda yang ada, akan menimbulkan keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi karena mereka menganggap masih terdapat lahan yang tersedia. Apabila 1.000 orang memiliki pemikiran yang sama tentang ini, tentunya akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap jumlah transportasi yang terdapat pada kota tersebut.

Namun perlu adanya pemahaman bahwa antara kemacetan dan mobilitas merupakan dua hal yang sangat berbeda. Bagaimanapun, pergerakan merupakan suatu kebutuhan dasar bagi seorang manusia. Jadi, keberadaannya sendiri tidak dapat dihindari atau dihilangkan sama sekali. Yang diperlukan oleh pemerintah adalah kontrol yang menyeluruh dan terkonsep atas kepemilikan kendaraan pribadi sehingga masyarakat lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum. Sehingga yang perlu ditekankan kepada pemerintah mengenai kemacetan yang memang sudah membudidaya di Jakarta utamanya, bukanlah bagaimana mengurangi kemacetan dengan pelebaran jalan karena sama halnya dengan lahan parkir yang telah dijelaskan, hal tersebut malah akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi.

(13)

tersebut. Selain itu, menurutnya jangka waktu tunggu bus juga dinilai terlalu lama sehingga mengganggu kenyamanan penumpang serta menyebabkan adanya penumpukan penumpang di belakang. Yang harus dilakukan adalah mengadakan perbaikan baik secara operasional ataupun manajerialnya sehingga transportasi umum ini dapat berfungsi maksimal dan membawa pengaruh baik yang besar bagi masyarakat.

Seperti yang kita ketahui bahwa Jakarta sudah dipenuhi dengan lahan terbangun sehingga sangat sedikit tersedia Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini menyebabkan kecilnya kemungkinan pembukaan jalur yang diperuntukkan khusus bagi para pengguna sepeda dan pejalan kaki. Hanya dengan tekad yang serius dari para stakeholder dan kesadaran masyarakat akan kebutuhan jalur tersebut, maka bukan mustahil jalur tersebut akan terwujud. Pemerintah sebagai penentu kebijakan sebaiknya membuat rancangan yang sedetail mungkin mengenai perencanaan jalur khusus pengguna sepeda dan pejalan kaki sehingga dapat mengantisipasi adanya permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul dan dapat dicari jalan keluarnya sebelum tahap pembangunan dimulai. Selain pemerintah, masyarakat juga harus memiliki kesadaran bahwa jalur tersebut agaknya merupakan kebutuhan bersama dan harus dirawat sebaik-baiknya secara bersama-sama pula.

3. Sistem Transportasi di Kota Curitiba, Brazil dan Penerapannya di Indonesia

Kota Curitiba, Brazil merupakan sebuah kota yang tergolong kumuh dan macet pada tahun 1970-an. Hal ini tidak berbeda jauh dengan kondisi Jakarta saat ini. Namun karena adanya inovasi yang dikemukakan oleh Jaime Lerner, arsitek Universitas Federal Parana, maka kota ini dapat berubah secara drastis sehingga pada tahun 1996 kota ini mendapatkan predikat sebagai the most innovative city in the world. Kondisi yang berbalik secara signifikan ini disebabkan karena komitmen yang kuat dari pemerintahnya sendiri untuk membangun suatu kota yang mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan.

(14)

Busway yang terdapat di Curitiba sebenarnya tidak jauh berbeda apabila dibandingkan dengan yang terdapat di Jakarta. Hanya saja, pengelolaannya dibuat dengan sedemikian kreatif, efektif dan efisien sehingga menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Moda yang digunakan dalam sistem ini adalah bus gandeng ganda (

bi-articulated bus) yang menampung 270 penumpang dengan waktu tunggu kurang lebih dua

menit. Desain haltenya berupa silinder transparan yang dilengkapi dengan lift untuk pengguna kursi roda dan pintu yang dapat terbuka secara otomatis. Pintu bus sengaja dibuat lebih lebar dibandingkan yang sudah ada di Jakarta sekarang ini karena memperhitungkan masyarakat cacat yang menggunakan kursi roda dan saat terbuka terdapat lantai tambahan yang dapat menempel sampai bibir lantai halte. Dengan harga tiket yang apabila dinominalkan menjadi rupiah, hanya berkisar antara Rp 3.600, maka jelas moda transportasi ini tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan petinggi saja tetapi juga kalangan menengah ke bawah.

Jalur busway ini juga memiliki lebar dua kali lipat dari lebar jalan mobil pribadi. Sehingga pada pengoperasiannya, busway ini benar-benar bebas hambatan, tidak seperti di Jakarta dimana lajur busway terkadang masih digunakan sebagai lalu lintas moda transportasi yang lain seperti mobil atau motor yang dikarenakan juga kurangnya pengawasan dari pihak terkait. Rute busway ini diatur sedemikian hingga sehingga dapat menghubungkan berbagai kawasan dengan mudah.

(15)

memiliki wewenang dan kontrol terhadap pembangunan yang dilakukan serta berhak melakukan evaluasi apabila terhadap penyimpangan dalam realisasinya.

Indonesia merupakan negara kaya yang memiliki banyak potensi baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Sumber daya alam dan manusia ini hanya perlu diolah supaya memiliki kualitas yang teruji dalam skala internasional. Seperti di Curitiba, Brazil, hanya membutuhkan satu orang yang kemudian didukung oleh berbagai pihak untuk dapat menciptakan suasana kota yang berkelanjutan. Hanya dalam waktu kurang lebih 40 tahun, kota ini sudah memberikan pelajaran bagi seluruh kota-kota yang ada di dunia bahwa dengan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik maka harapan tersebut akan terwujud walaupun tidak mudah.

Tahap evolusi ini bukan melalui sesuatu yang sederhana seperti hasil yang dapat dinikmati sekarang, namun melalui tahap-tahap yang rumit. Pada proses pembangunan transportasi berkelanjutan ini misalnya, harus ada perubahan guna lahan untuk mendukung optimalisasi dari fungsi busway yang ada. Tahap ini tentu saja bukanlah langkah yang mudah mengingat perlunya pematangan konsep dan prakiraan mengenai apa-apa saja yang mungkin akan terjadi baik pada saat konstruksi ataupun pasca konstruksi. Sehingga dengan adanya perkiraan yang maksimal, akan mengurangi tingkat kegagalan karena segala alternatif dari perkiraan tersebut sudah diperhitungkan dengan matang.

Apabila tenaga ahli yang ada di Indonesia untuk melaksanaan perencanaan radikal seperti ini merupakan tenaga ahli yang memang berkompeten dalam bidangnya, maka bukan tidak mungkin Indonesia dapat memiliki nasib yang serpa dengan Curitiba, Brazil. Harus ada partisipasi aktif dari masyarakat Indonesia pula sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah atas proyek pembangunan tersebut. Opini dari masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan adat istiadat tentunya akan semakin membuka pandangan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang paling optimal dan memberikan keuntungan bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

(16)

Hal ini tentu akan mengurangi efektivitas radar yang akhirnya menyebabkan kerugian bagi negara dalam jumlah besar.

Penerapan busway di Kuritiba sangat berbeda dengan yang ada di Jakarta. Dari segi fisik dapat dilihat dari model halte busway. Di Kuritiba model haltenya disesuaikan dengan banyaknya iklim yang terdapat pada daerah tersebut, serta berbagai perubahan cuaca sehingga apabila hujan turun maka calon penumpang tidak akan kehujanan dan pada saat matahari terik maka mereka tidak akan merasa kepanasan. Selain itu juga terdapat lift yang dapat memudahkan para pengguna kursi roda untuk dapat ikut menikmati hasil pembangunan yang ada. Bentuk halte yang berupa silinder transparan juga meningkatkan estetika kota dan secara tidak langsung dapat membangkitkan minat masyarakat untuk memanfaatkan busway

tersebut.

(17)

4. Sistem Transportasi di Jepang dan Penerapannya di Indonesia

Jepang merupakan sebuah negara yang terkenal karena peningkatan teknologi khususnya dalam bidang transportasinya yang pesat. Sempat mengalami kekalahan pada Perang Dunia II dan adanya serangan bom atom yang menghancurkan dua kota besarnya yakni Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1942 dan 1945 tidak lantas membuat Jepang terpuruk dan terbelakang. Justru dengan adanya kejadian tersebut, Jepang justru semakin giat untuk melakukan berbagai langkah pembuktian diri.

Salah satu inovasi nyata Jepang untuk membuktikan diri kepada dunia adalah dengan dibentuknya kereta api super cepat bernama Shinkansen. Shinkansen atau yang biasa juga disebut bullet train karena bentuk moncong depannya yang menyerupai tabung, merupakan kendaraan yang memiliki kecepatan maksimal hingga 300 km/jam dan merupakan yang tercepat di dunia (hingga masuk ke dalam Guiness Book of Record). Kereta ini dibangun pada tahun 1964 dalam rangka olimpiade Tokyo dengan rute pertama menghubungkan antara Tokyo dan Osaka, dua kota yang sangat pesat pertumbuhan ekonominya, dimana apabila menggunakan kereta biasa akan memakan waktu 10 jam dan apabila menggunakan Shinkansen hanya 3 jam. Seiring dengan berjalannya waktu, sampai saat ini sudah terdapat tujuh jalur Shinkansen yakni Tokaido Shinkansen (menghubungkan Tokyo dengan Osaka), Sanyou Shinkansen (menghubungkan Tokyo dengan Hiroshima, Hakata), Tohoku Shinkansen (menghubungkan Tokyo dengan Sendai, Morioka), Joetsu Shinkansen (menghubungkan Tokyo dengan Niigata), Yamagata Shinkansen (menghubungkan Tokyo dengan Yamagata), Akita Shinkansen )menghubungkan Tokyo dengan Akita), dan Nagano Shinkansen (menghubungkan Tokyo dengan Nagano). Untuk rute Shinkansen terakhir yakni Nagano Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan Nagano, baru diresmikan pada Oktober 1997.

(18)

ada orang yang sengaja naik ke atas gerbong kereta dengan kecepatan maksimal mencapai 300 km/jam tersebut, maka hal tersebut terkesan seperti tindakan bunuh diri.

Perbedaan fisik Shinkansen dan rel kereta api biasa terletak pada relnya dan frekuensi pengecekan kondisi rel dan perangkatnya yang dilakukan secara rutin setiap sepuluh hari sekali. Selama jangka waktu tersebut, Adz Dzikr (2009) menyatakan bahwa akan terdapat kereta inspeksi tersendiri yang juga disebut sebagai ‘doctor yellow’ yang mengecek kondisi kabel, rel dan peralatan sinyal di seluruh jaringan rel, dengan kecepatan yang sama dengan Shinkansen sendiri. Kerusakan yang ditemukan walaupun sekecil apapun akan segera diperbaiki guna mengantisipasi kemungkinan kecelakaan karena kecepatannya yang sangat tinggi yang tidak memungkinkan bagi masinis untuk memperhatikan sinyal-sinyal yang terdapat di samping-samping rel. Dengan adanya sistem inspeksi, peralatan dan pengendalian yang canggih dan mendetail ini, maka tidaklah heran bahwa Shinkansen merupakan sarana transportasi yang teraman sekaligus tercepat di seluruh dunia.

Sudah terbukti bahwa negara Jepang merupakan negara yang mengedepankan kualitas dan kenyamanan bagi masyarakatnya untuk melakukan pergerakan. Padahal dengan bentuk Jepang yang terdiri dari berbagai macam kepulauan, justru transportasi darat yang ditonjolkan. Tiap-tiap kota di Jepang telah dipenuhi dengan sistem jaringan jalan yang sistematis sehingga memudahkan masyarakatnya untuk mencapai daerah tertentu dengan berbagai macam pilihan moda transportasi. Dengan baiknya kualitas dari transportasi umum yang ada, maka tidaklah heran kalau masyarakat di Jepang lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi karena dinilai lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun biaya.

(19)

Apabila Indonesia mencoba mengaplikasikan sistem transportasi seperti di Jepang, perlu adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang signifikan. Hal ini dikarenakan kereta api Shinkansen seperti yang diterapkan di Jepang sistem pengelolaannya sudah berorientasi pada mesin dan teknologi. Kecepatan sudah diatur sedemikian rupa, begitu juga dengan kendala-kendala yang mungkin terjadi, sehingga keterlambatan merupakan suatu hal yang dianggap memalukan serta tidak wajar. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa keterlambatan kereta Shinkansen terparah adalah pada tahun 2003 yakni selama 12 detik dari jadwal keberangkatannya semula. 12 detik tidak memiliki arti yang besar bagi masyarakat Indonesia tapi bagi masyarakat Jepang, 12 detik sangatlah berharga. Hal ini menunjukkan betapa mereka disiplin dan sangat berorientasi pada profesionalitas kerja dan manajemen waktu yang baik.

Meski Indonesia masih terlihat belum siap dalam menerima transportasi dengan teknologi tinggi, namun berdasarkan berita yang dihimpun oleh TeleInformasi.com, nyatanya Indonesia sudah menandatangan sebuah Memorandum of Agreement (MoA) di Los Angeles mengenai proyek berbudget US$ 3 miliar bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH). Sarana transportasi bermediakan rel magnet ini nantinya akan menghubungkan antara Jakarta-Cirebon-Bandung. Moda transportasi ini selain mengunggulkan kecepatannya yang luar biasa juga mengusung tema dengan konsep ramah lingkungan sesuai dengan namanya. Studi kelayakan pembangunan ini sudah dilaksanakan sejak tanggal 11Januari 2010 yang lalu dan akan dilaksanakan selama 90 hari. Dari hasil studi ini, apabila dinilai layak maka dalam waktu kurang lebih dua tahun maka kereta ini sudah dapat beroperasi, dan ini menjadikan Indonesia sebagai tempat pertama yang menggunakan moda transportasi ini.

(20)

dimaksud tidak terbatas pada itu saja, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk mau bersama-sama menjaga dan menimbulkan ‘sense of belonging’. Dengan menumbuhkan kepekaan ini maka segala kemungkinan buruk dapat diminimalisir.

Terlepas apakah moda transportasi ini layak atau tidak untuk dioperasikan di Indonesia, pengadaan moda ini yang hanya terdapat di Jakarta-Cirebon-Bandung seolah memang mengindikasikan bahwa pemerintah memang sengaja meningkatkan kualitas transportasi di sekitar Jakarta saja. Kita ambil contoh Shinkansen, yang pengadaan rute pertamanya menghubungkan Tokyo (sebagai ibukota) dan Osaka. Osaka disini berperan sebagai pusat perekonomian atau dapat dikatakan ibukota kedua setelah Tokyo. Sedangkan, seperti yang kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi yang mengalami kenaikan pesat selain Jakarta adalah Surabaya. Surabaya sudah tidak lagi tergolong kepada kota metropolitan, namun megapolitan, sama dengan Jakarta. Hal ini dikarenakan peningkatan penduduknya yang pesat, terdapat banyaknya pusat-pusat kegiatan, serta adanya aktivitas ekonomi yang hampir menyamai ibukota. Alangkah sayangnya apabila moda transportasi ini tidak menghubungkan antara Jakarta dengan Surabaya.

Berdasarkan kondisi eksisting, pergerakan komuter dari Bandung atau Jakarta-Cirebon dan sebaliknya, merupakan suatu hal yang wajar terjadi. Bisa diumpamakan bahwa kebutuhan Bandung terhadap Jakarta sama halnya dengan kebutuhan Malang dengan Surabaya. Selain karena waktu tempuhnya yang tidak terlalu jauh juga karena masyarakat tidak mendapatkan kesulitan yang fatal terkait dengan pergerakan Malang-Surabaya atau dalam hal ini Bandung-Jakarta. Shinkansen merupakan kereta api yang menghubungkan antar kota dalam jarak yang relatif jauh yang apabila dibuat perumpamaan, apabila menggunakan kereta biasa, waktu tempuhnya adalah 10 jam dan apabila menggunakan Shinkansen dapat menurun drastis menjadi 3 jam. Efisiensi waktu disini jelas sangat terlihat. Sedangkan Bandung dan Jakarta yang kurang lebih hanya memakan waktu 3 jam, hanya akan direduksi waktu perjalanannya menjadi beberapa menit.

(21)

akan banyak berguna. Misalnya, seiring dengan membludaknya jumlah pergerakan manusia dari Bandung dan Jakarta, menyebabkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan transportasi ini. Peningkatan kebutuhan ini tidak diiringi dengan kesigapan pemerintah untuk menyiapkan moda transportasi dengan kuantitas yang lebih banyak lagi. Akibatnya, masyarakat mempertanyakan keefisienan moda transportasi ini dan kemudian beralih kembali menggunakan kendaraan pribadi. Keadaan seperti ini dapat juga dikatakan sebagai ‘lingkaran setan’ karena dari keadaan yang baik / sangat baik dapat menjadi buruk dan sangat buruk yang disebabkan karena adanya peningkatan, dalam hal ini adalah peningkatan calon penumpang yang tidak terlayani oleh moda transportasi H2RSH ini.

Perlu adanya tinjauan kembali mengenai fungsi dari kehadiran moda transportasi ini. Apakah ia memang berfungsi untuk mempermudah aksesibilitas menuju suatu kawasan atau malah berfungsi untuk meningkatkan intensitas pergerakan.

5. Solusi Permasalahan Transportasi di Indoneisia

Banyak sekali penyebab mengapa suatu transportasi dapat dilaksanakan di negara lain, namun di Indonesia tidak bisa, salah satunya adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memasuki persaingan global dan menghadapi suatu perencanaan radikal yang entah kapan, namun pasti akan terjadi. Perencanaan radikal ini ditempuh sebagai upaya akhir dari pemerintah untuk menyamakan kedudukan dengan perkembangan transportasi di negara-negara lain.

(22)

Sama halnya dengan orang-orang yang tidak menjaga kebersihan dari busway tersebut, dapat dengan membuang sampah sembarangan di dalamnya, melakukan aksi corat-coret di dinding haltes busway, yang secara tidak langsung akan mengurangi nilai estetika kota. Dari hal-hal kecil tersebut yang membuat transportasi umum di Indonesia terlihat kumuh seperti angkotan umum. Mungkin dulunya, angkutan umum tersebut dibuat bersih dan senyaman mungkin dengan kebutuhan masyarakat. Namun seiring dengan perkembangan dan minimnya ‘sense

of belonging’ dari masyarakat itu sendiri kepada moda tersebut, jadilah angkutan umum

menjadi seperti sekarang keadaannya. Kumuh dan tidak terawat.

Pemerintah sebagai penentu kebijakan juga harus memahami apa yang sebenarnya benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak saja mengedepankan visi untuk membangun sebuah moda transportasi yang super canggih dan belum terdapat dimanapun, tapi lebih kepada pertanyaan dasar, ‘apakah itu diperlukan?’. Apabila hal tersebut tidak begitu diperlukan, maka sebaiknya pemerintah terfokus pada hal-hal yang memang benar-benar sedang dibutuhkan masyarakat supaya nanti hasil dari pembangunan tersebut tidaklah salah sasaran. Hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh tidak hanya satu atau beberapa kalangan saja namun semua kalangan dan elemen masyarakat.

Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sebuah gabungan dari sistem-sistem lain yang mendukung suatu keadaan transportasi yang tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat sekarang tetapi juga generasi yang akan datang. Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan adalah dengan mengalihkan konsumsi BBM bersubsidi ke pertamax. Beragam reaksi muncul dari masyarakat akibat fenomena ini. Namun pada akhirnya, masyarakat merasa mau tidak mau menerima kebijakan dari pemerintah demi kelancaran aktivitas pergerakan mereka.

(23)

Kalaupun pemerintah memang bermaksud untuk menyadarkan masyarakat untuk hidup secara lebih green, yakni dengan penggunaan sepeda sebagai moda transortasinya, seharusnya pemerintah juga berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan jalur khusus bagi pengguna sepeda. Merupakan hal yang tidak mungkin apabila pengguna sepeda dan mobil dijadikan satu dalam satu ruas jalan, karena seringkali pengguna sepeda terampas haknya untuk berkendara secara aman dan nyaman.

Apabila maksud pemerintah adalah membangkitkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, maka seharusnya pemerintah juga melakukan peremajaan secara serius dan besar-besaran sehingga masyarakat juga merasa bahwa pemerintah memang benar-benar serius dalam menjalankan programnya. Seperti dengan peremajaan moda transportasi angkutan umum, dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada para supir mengenai tata cara berlalu lintas yang baik dan benar, peremajaan fisik kepada moda transportasi angkutan umum sekreatif dan senyaman mungkin sehingga membuat masyarakat yang memanfaatkan kendaraan tersebut merasa betah.

Yang terpenting dari keseluruhannya sebenarnya adalah mengintegrasikan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Titik tengah yang disepakati bersama ini kemudian disesuaikan dengan peraturan dan dana yang tersedia. Apabila semua telah dilakukan maka langkah terakhir adalah mencoba untuk merealisasikannya dalam suatu produk perencanaan yang tidak hanya berwawasan lingkungan tetapi juga bersifat memanusiakan manusia.

Pada intinya, apakah nantinya Indonesia akan berkiblat pada sistem transportasi yang ada di Curitiba, Bogota atau Jepang, sebenarnya sama saja. Yang terpenting adalah bukan membangun transportasi tersebut tetapi bagaimana mengelola transportasi umum yang ada sehingga masyarakat merasakan perubahan berupa kemudahan dalam mengakses berbagai tempat tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi. Seperti yang ada di Curitiba, Brazil,

meski pada awalnya mungkin terjadi polemik karena adanya perubahan konsep dan perencanaan radikal, namun toh hasil akhirnya dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Begitu pula dengan masyarakat Indonesia, walaupun nantinya pemerintah akan membuat suatu perencanaan transportasi radikal sebagaimana Curitiba, Bogota atau bahkan

Shinkansen, gejolak polemik atas pro dan kontra itu pasti ada. Namun yang terpenting bukanlah menghindari pro dan kontra tersebut karena itu sendiri merupakan bagian dari adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menilai dan mengontrol kinerja pemerintah, tapi

yang paling penting adalah bagaimana hasil dari pembangunan perencanaan transportasi berkelanjutan tersebut tidak hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu saja namunsemua

pihak yang berada pada lingkup wilayahnya dan juga dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang, sebagaimana konsep dan pengertian dari perencanaan sistem transportasi

(24)

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan (derived demand) akibat

aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya.

2. Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vital

dalam aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah yang lain.

3. Kebanyakan dari negara maju menganggap pembangunan transportasi merupakan

bagian yang integral dari pembangunan perekonomian. Ada baiknya pemerintah memperhatikan hal tersebut.

B. SARAN

1. Untuk memajukan transportasi berbagai moda di Indonesia, pemerintah harus menaruh

perhatian besar pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandar udara. Selain itu yang tak kalah penting adalah terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pemeliharaan infrastruktur-infrastruktur tersebut.

2. Selain membangun berbagai infrastruktur trasnportasi, pemerintah kiranya perlu untuk

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Transportasi – Bappenas

Dzikr, Sai Adz. 2009. Kemajuan Jepang dalam Transportasi.

http://saiadz.blogspot.com/2010/02/kemajuan-jepang-dalam-transportasi.html (diakses

tanggal 18 November 2010)

Kadir, Abdul. 2006. Transportasi: Peran dan Dampaknya Dalam Pertumbuhan Ekonomi

Nasional. Jurnal Perencanaan & Pengembangan Wilayah WAHANA HIJAU

Navastara, Ardy Maulidy. 2007. Belajar dari Kota Curitiba : Penerapan Kota Ekologis.

http://jepits.wordpress.com/2007/12/19/belajar-dari-kota-curitiba-penerapan-kota-ekologis/

(diakses tanggal 17 November 2010)

NN. 2010. Transportasi di Jakarta Mirip Penyakit Kanker.

http://dunia.vivanews.com/news/read/104875-transportasi_di_jakarta_mirip_penyakit_kanker

(diakses tanggal 21 November 2010)

NN. Kereta Api Tercepat di Dunia Akan Hadir di Indonesia.

http://teleinformasi.com/index.php/2010/03/kereta-api-tercepat-di-dunia-akan-hadir-di-indonesia-2/ (diakses tanggal 18 November 2010)

NN. 2010. Shinkansen dan Perjalanan yang Mengesankan.

http://cerahhati.blog.uns.ac.id/2010/01/10/shinkansen/ (diakses tanggal 17 November 2010)

NN. Busway di Curitiba. http://bataviabusway.blogspot.com/2007/07/brt-di-curitiba.html

(diakses tanggal 20 November 2010)

NN. 2008. Curitiba-hari libur Brazil. http://id.tixik.com/curitiba-426125.htm (diakses tanggal 20 November 2010)

Tamin, Ofyar Z. 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung : ITB

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Undang-Undang no. 38 tahun 2004 pasal 5

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini telah dilakukan studi mengenai modifikasi struktur permukaan pelat aluminium dengan bubuk besi menggunakan metoda mechanical alloying (MA) yang bertujuan

Menurut SCB di dalam kehidupan perpuisian Indonesia, semangat pembaharuan tercermin melalui upaya para penyair Angkatan Pujangga Baru yang melakukan perubahan terhadap

Penentuan urutan supplier bahan baku plate steel pada makalah ini mengunakan metode Promethee dilakuan menggunakan Software Visual Promethee dengan input kaidah maksimasi/

Selain dari staff, kami juga meminta bantuan dari para pengajar LTC untuk menjadi pembawa acara sekaligus juga ada yang menjadi pembuka dalam berdoa dan juga ada

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Bupati Bantul tentang Pembentukan Tim Teknis Pelaksana Entry Penyelenggaraan

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan

Stabilitas hasil yang mendasarkan pada produktivitas hasil varietas pada berbagai indeks lingkungan tersebut sebenarnya memiliki kelemahan, antara lain: (1) indeks lingkungan

Tingginya obesitas pada remaja ada kecenderungan mengalami peningkatan, dengan pola makan yang sudah berubah serta aktivitas fisik yang kurang dengan latar