• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGANTAR GEOGRAFI

N/A
N/A
Ellena Patricia

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH PENGANTAR GEOGRAFI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENGANTAR GEOGRAFI

“analisi mengenai masalah-masalah kependudukan di Malaysia dan Pakistan”

DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Jl. Prof Sudarto SH, Tembalang, Semarang Telp. (024) 76480785, 76480788 E-mail: [email protected]

2020

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul

“analisi mengenai masalah-masalah kependudukan di Malaysia dan Pakistan” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pengantar geografi. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang geografi bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Nurhadi Bashit, ST., M.Eng, selaku dosen mata kuliah pengantar geografi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 9 Maret 2020

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

1. 1 Latar Belakang ... 4

1. 2 Rumusan Masalah ... 5

1. 3 Tujuan Makalah ... 5

BAB II PEMBAHASAN ... 6

2. 1 Masalah Kependudukan dan Kebijakan Kepandudukan Malaysia... 6

2. 2 Masalah Kependudukan dan Kebijakan Kepandudukan Pakistan ... 8

2. 3 Analisis Perbandingan Masalah dan Kebijakan Kependudukan Malaysia dan Pakistan ... 11

BAB III PENUTUP... 13

3. 1 Kesimpulan ... 13

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Kependudukan sanat erat kaitannya dengan demografi. Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti: “Demos” adalah rakyat atau penduduk dan “Grafein” adalah menulis. Jadi demografi adalah tulisan-tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Struktur penduduk selalu berubah-ubah, perubahan tersebut disebabkan karena prosres demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan migrasi penduduk. Struktur penduduk merupakan aspek yang statis, yang menggambarkan penduduk dari hasil sensus penduduk pada hari sensus tersebut. Data yang didapat pada hari sensus dijadikan sebagai basis perhitungan penduduk. Setelah hari sensus penduduk tersebut dilakukan maka struktur penduduk akan berubah dari basis penduduk sebelumnya. Unsur-unsur yang dinamis yang terdiri dari kelahiran, kematian, dan migrasi. Proses perubahan tersebut disebut pula dengan proses yang dinamis.

Masalah kependudukan sangat mempengaruhi keejahteraan dan perkembangan suatu daerah dan Negara. Masalah kependudukan di Indonesia dikatergorikan sebagai suatu masalah nasional yang besar dan memerlukan pemecahan segera. Hal ini mencakup lima masalah pokok yang terkait satu sama lainnya, yaitu:

o Jumlah penduduk yan tinggi o Tingkat pertumbuhan yang tinggi

o Penyebaran penduduk yang tidak merata o Komposisi umur penduduk yang timpang o Masalah mobilitas penduduk

Paket masalah kependudukan ini telah menjadi induk dari berbagai masalah lain. Apabila tidak segera ditanggulangi, tidak mustahil akan mendatangkan efek yang lebih parah lagi dan dapat melumpuhkan pembangunan suatu Negara.

(5)

1. 2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas adapun rumusan masalah yang dapat di temukan diantaraya:

1. Bagaimana masalah kependudukan yang ada di Malaysia dan kebijakan apa yang dikeluarkan pemerintah Malaysia menyelesaikan malasah tersebut?

2. Bagaimana masalah kependudukan yang ada di Pakistan dan kebijakan apa yang dikeluarkan pemerintah Pakistan menyelesaikan malasah tersebut?

3. Bagaimana analisis perbandingan masalah kependudukan di Malaysia dan Pakistan serta perbandingan kebijakan pemerintah kedua Negara tersebut?

1. 3 Tujuan Makalah

Berdasarkan dari rumusan masalah diatas dapat disimpulkan tjuan dari pembuatan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui masalah kependudukan yang ada di Malaysia dan kebijakan apa yang dikeluarkan pemerintah Malaysia menyelesaikan malasah tersebut.

2. Untuk mengetahui masalah kependudukan yang ada di Pakistan dan kebijakan apa yang dikeluarkan pemerintah Pakistan menyelesaikan malasah tersebut.

3. Untuk mengetahui analisis perbandingan masalah kependudukan di Malaysia dan Pakistan serta perbandingan kebijakan pemerintah kedua Negara tersebut.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2. 1 Masalah Kependudukan dan Kebijakan Kepandudukan Malaysia

Malaysia adalah sebuah negara federal yang terdiri dari tiga belas negeri (negara bagian) dan tiga wilayah federal di Asia Tenggara dengan luas 329.847 km persegi. Ibu kotanya adalah Kuala Lumpur, sedangkan Putrajaya menjadi pusat pemerintahan federal. Jumlah penduduk negara ini mencapai 30.697.000 jiwa pada tahun 2015. Malaysia memiliki kebijakan yang jauh lebih efektif karena kontrol terhadap pertumbuhan penduduk tidak diterapkan secara ketat dengan aturan dan kebijakan yang akan membuat warganya terpaksa patuh.

Perdana Mentri Mahati Muhammad menyampaikan gagasanya pada forum UMNO (nama partai pemerintah) pada tahun 1982. Beliau justru berpendapat bahwa Malaysia akan mencapai puncak kejayaan pada angka penduduk 70 juta.

Target tersebut diprediksi akan dicapai dalam kurun waktu lebih dari 100 tahun.

Beliau berpendapat bahwa jumlah penduduk di Malaysia sangatlah kecil, mengingat luas wilayah mereka adalah 334,000 km sementara penduduknya pada saat itu berada pada kisaran 15 juta jiwa. Dibandingkan dengan negara tetangganya yakni Thailand, dengan luas wilayah 514,000 km memiliki jumlah penduduk 50 juta jiwa.

Meski begitu, Mahathir tidak serta merta langsung mengkampanyekan secara massif agar masyarakat 'memproduksi' anak lebih banyak dari sebelumnya.

Tak ada slogan stop dua anak, atau tiga anak lebih baik seperti yang dilakukan oleh Singapura. Beliau lebih terfokus pada sumberdaya dan sarana yang dibutuhkan guna menjawab pertambahan penduduk.

Pemerintah melalui JKK (Jumlah Kadar Kesuburan) kemudian membuat beberapa prediksi serta paket yang harus dilaksanakan berdasarkan persentase pertumbuhan. Mereka memperhitungkan jika pertumbuhan penduduk mencapai 4%, maka 70 juta jiwa akan dicapai pada tahun 2045. Perhitungan ini dibuat bertingkat, berikut konsekuensi yang harus diterima oleh Malaysia.

(7)

Untuk itu, pemerintah berhitung tentang sumber daya yang dibutuhkan agar pertumbuhan penduduk tidak menjadi bencana. Maka dari itu pemerintah mempertimbangkan ketersediaan makanan, perumahan, pekerjaan, kesehatan, air serta penggunaan tenaga minyak dan gas.

Meskipun tidak ada larangan batasan memiliki anak, namun pemerintah secara tidak langsung sudah memiliki gagasan untuk merekayasa secara alami dan bertahap agar pertumbuhan penduduk menjadi searah dengan prediksi dan antisipasi pemerintah.

Salah satunya adalah kursus pernikahan ini menjadi kewajiban bagi setiap pasangan sebelum menikah. Dibuktikan dengan adanya sertifikat. Kursus ini menjadi mata kuliah kategori wajib negara pada setiap universitas yang ada, selama satu semester. Biasanya mata kuliah ini ada pada ujung semester saat calon sarjana atau diploma dimungkinkan untuk menikah pasca kelulusanya.

Bagi yang tidak kuliah, bisa mengambil kursus di luar universitas yang diadakan oleh JAWI (Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan) yang nantinya sertifikat tersebut sama persis seperti yang didapat di universitas, dikeluarkan oleh JAKIM (Jabatan Agama Kemajuan Islam Malaysia).

Dalam kursus ini tentunya akan ada banyak arahan dan pelajaran untuk membina keluarga yang berkualitas, dengan harapan nantinya output mereka benar-benar memberikan kontribusi kepada negara. Biaya yang lumayan mahal dan program kursus yang cukup panjang bisa menjadi alasan seseorang menunda untuk menikah. Dan kalaupun sudah memiliki sertifikat, maka kemungkinan memiliki kesadaran dan pengetahuan seputar keluarga serta regenerasi berkualitas bisa menjadi lebih baik ketimbang tidak sama sekali.

Kursus pra nikah juga ada di Singapura dengan program yang hampir sama. Namun bedanya, di Singapura pasangan datang secara bersamaan.

Sementara di Malaysia sudah menjadi mata kuliah wajib sebagai syarat kelulusan,

(8)

sehingga banyak pasangan yang sudah mengantongi surat izin menikah setelah lulus.

Pada tahun 2000 sudah ditetapkan usia minimal pernikahan pertama bagi perempuan adalah 25.1 tahun. Sebelumnya sejak tahun 1980 usia minimalnya adalah 23.5 tahun.Hal ini juga secara tidak langsung memperlambat angka pertumbuhan penduduk, sebelum pemerintah siap menampung 70 juta jiwa pada tahun 2100 dengan segala fasilitas dan sarana yang memadai.

Meski begitu, pemerintah tidak menjelaskan bahwa ini guna menahan lonjakan pertambahan penduduk agar masyarakat tetap tenang dan bisa memilih untuk memiliki anak berapapun yang mereka mau. Strategi inilah yang saya rasa dimaksud oleh Mahatir sebagai kontrol dan rekayasa pertumbuhan penduduk secara sederhana dan alami. Karena meskipun ada kewajiban kursus menikah serta batasan minimal usia pernikahan pertama pada perempuan adalah 25.1 tahun, pemerintah tetap memberi bonus bagi keluarga yang memiliki 5 anak dan bagi pasangan yang menikah muda (25 tahunan).

2. 2 Masalah Kependudukan dan Kebijakan Kepandudukan Pakistan

Pakistan adalah sebuah negara di Asia Selatan. Negara ini memiliki garis pantai sepanjang 1046-kilometer (650 mi) dengan Laut Arab dan Teluk Oman di bagian selatan, berbatasan dengan negara Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian timur dan Tiongkok di arah timur laut. Tajikistan terletak sangat berdekatan dengan Pakistan, namun dibatasi oleh daratan sempit yang disebut Koridor Wakhan. Pakistan terletak secara strategis di antara daerah-daerah penting di Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

Pakistan menjadi salah satu negara terpadat di dunia dan memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia setelah Indonesia. Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan populasi Pakistan mencapai 199.085.847 (199.100.000) pada tahun 2015, yang setara dengan 2,57% dari populasi dunia. Pada tahun 2030, populasi Pakistan diperkirakan melebihi 200 juta jiwa. Dan pada tahun 2045, populasi diprediksi mencapai dua kali lipatnya. Hal ini menyebabkan Pakistan

(9)

ditetapkan sebagai Negara dengan penduduk terbanyak ke-5 di dunia oleh CIA World Factbook 2004 .

Populasi yang besar tidak sebanding dengan luas wilayah Negara Pakistan, populasi Pakistan merupakan 2,87% populasi di bumi, sedangkan wilayah Pakistan hanya 0.59% wilayah di bumi. Dibandingkan dengan negara-negara lain dengan populasi tinggi, Pakistan menempati ruang terkecil, ini berarti bahwa Pakistan menghadapi lebih banyak dampak daripada negara-negara berpenduduk tinggi lainnya karena kurangnya ruang.

PBB melaporkan bahwa populasi Pakistan akan meningkat menjadi 400 juta pada tahun 2050, dua kali lipat dari jumlah saat ini. Bahkan sekarang, kelebihan populasi di Pakistan adalah masalah utama. Tingkat kelahiran yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah keduanya berkontribusi pada masalah kelebihan penduduk Pakistan. Dengan 27,7 kelahiran per 1.000 orang, angka kelahiran di Pakistan adalah salah satu yang tertinggi di dunia di luar Afrika.

Sebagai perbandingan, angka kematian Pakistan adalah 7.228 per 1.000.

Perbedaan besar antara jumlah orang yang dilahirkan dan mereka yang sekarat telah menyebabkan populasi terus meningkat. Sebagai hasil dari angka kelahiran yang tinggi, 60% populasi Pakistan masih di bawah usia 30 tahun. Hal ini berdampak bahaya karena lebih banyak sumber daya diperlukan untuk membesarkan lebih banyak anak. Dengan hampir 39% keluarga hidup dalam kemiskinan, sulit untuk memenuhi kebutuhan begitu banyak anak.

Pendidikan adalah langkah penting dalam mengurangi kemiskinan.

Rencana Sektor Pendidikan Balochistan diberlakukan oleh Kemitraan Global untuk Pendidikan pada tahun 2013 untuk mengatasi masalah kualitas pendidikan.

Kelompok ini dapat fokus pada pengurangan putus sekolah dengan mengembangkan standar pembelajaran, membuat kebijakan bahasa baru yang akan memfasilitasi pembelajaran yang lebih sehat dan berinvestasi pada guru.

Jumlah siswa yang terdaftar di sekolah dasar meningkat sekitar 100.000 dalam satu tahun berkat upaya gabungan dalam reformasi sekolah.

(10)

Agama nasional Pakistan adalah Islam menyebabkan beberapa warga negara percaya bahwa berpartisipasi dalam strategi keluarga berencana adalah salah. Wanita yang sudah menikah diharapkan memiliki anak sebanyak mungkin selama usia subur. Akibatnya, 70% dari mereka tidak menggunakan metode kontrasepsi apa pun, ini adalah faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan populasi di Pakistan. Pada 2012, Pakistan membuat komitmen untuk program Keluarga Berencana 2020 untuk meningkatkan manajemen dan pendidikan kesuburan.

Pemerintah Pakistan, sebagai pembuat kebijakan selalu menyadari perlunya menurunkan tingkat pertumbuhan populasi agar konsisten dengan basis sumber daya yang ada. Program Kesejahteraan Penduduk telah meningkat selama bertahun-tahun pada promosi keluarga kecil, norma dan mengarahkan semua upayanya untuk mengukur ukuran keluarga melalui kesadaran dan kampanye motivasi. Program menggunakan berbagai media termasuk interpersonal komunikasi untuk mendidik pasangan mengenai manfaat keluarga kecil. Strategi ini telah sebagian besar telah berhasil meningkatkan kesadaran tentang masalah kependudukan. Namun, upaya ini di masa lalu sebagian besar tantangan di daerah di mana pedesaan dan populasi perkotaan.

Program keluarga berencana Pakistan telah gagal dalam beberapa tahun terakhir karena pengabaian dan perubahan kebijakan yang terus-menerus sebagai akibat dari pergolakan politik. Sementara 96% wanita yang menikah dilaporkan tahu tentang setidaknya satu metode kontrasepsi, hanya setengah dari mereka yang pernah menggunakannya. kebijakan keluarga berencana Pakistan saat ini mencerminkan keprihatinan pemerintah dengan tren peningkatan populasi dan kemiskinan. Tujuan kebijakan tersebut termasuk mengurangi pertumbuhan populasi (dari 2,1% pada 2002 menjadi 1,3% pada 2020), mengurangi kesuburan melalui keluarga berencana sukarela (dari 4 kelahiran per wanita pada 2004 menjadi 2,1 kelahiran per perempuan pada 2020).

Pada 1990-an, dua lembaga di Pakistan memulai program pekerja kesehatan berbasis masyarakat di Pakistan. Kementerian Kesejahteraan Penduduk mulai merencanakan program pada tahun 1992 berdasarkan program serupa di

(11)

Bangladesh. Program ini merekrut wanita yang sudah menikah, dengan setidaknya 10 tahun bersekolah, yang tinggal di daerah pedesaan, dan melatih mereka untuk memberikan layanan keluarga berencana kepada komunitas mereka. Tujuan dari layanan ini adalah untuk mengurangi tingkat kesuburan dan memperlambat pertumbuhan populasi. Kementerian Kesehatan (Pakistan) memulai program serupa pada 1994 yang disebut "petugas kesehatan wanita." Program ini menekankan kesehatan ibu dan anak, dan juga memberikan layanan keluarga berencana. Kedua kelompok perempuan ini menyediakan layanan kesehatan dari pintu ke pintu dan keluarga berencana, yang disediakan dengan kontrasepsi oral dan suntik dan kondom untuk dibagikan kepada komunitas mereka. Satu studi pada tahun 2002 menunjukkan bahwa di daerah dengan 2 atau lebih pekerja berbasis komunitas ada peningkatan 7% dalam penggunaan metode kontrasepsi modern dan reversibel. Evaluasi program tenaga kesehatan wanita hanya menunjukkan sedikit peningkatan dalam KB di antara indikator kesehatan yang dilayani oleh populasi sekitar 5-6%. Pada 2006 ada 96.000 petugas kesehatan wanita.

2. 3 Analisis Perbandingan Masalah dan Kebijakan Kependudukan Malaysia dan Pakistan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat diketahui bahwa Malaysia memiliki wilayah yang cukup luas berbanding terbalik dengan populasinya yang cukup kecil, pemerintah Malaysia memperkirakan Malaysia akan mengalami kemajuan dengan populasi sekitar 70 juta jiwa dengan pertumbuhan 4% diperkirakan dapat dicapai pada tahun 2045. Namun, pemerintah mengingikan pertumbuhan terjadi secara bertahap untuk mempersiapkan segala fasilitas yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga pertumbuhan penduduk tidak menjadi bencana bagi negara, untuk menjaga populasi penduduk agar tidak terjadi kelebihan populasi, pemerintah Malaysia menerapkan berbagai program diantarnya kursus pra nikah yang dilaksanakan pada satu semester perkuliahan di universitas dan juga dapat diambil di luar universitas, program ini memberikan banyak arahan dan pelajaran untuk membina keluarga yang berkualitas.

(12)

Berbeda dengan Malaysia , pemerintah Pakistan saat ini berfokus pada penururan pertumbuhan populasi penduduk, karena populasi berlebih yang terjadi di Pakistan. Untuk mendorong penurunan populasi pemerintah Pakistan menjalankan beberapa program diantaranya program perekrutan wanita yang sudah menikah untuk di berikan informasi mengenai masalah kependudukan yang sedang dialami Pakistan, kemudian wanita-wanita ini di minta untuk memnyebarluaskan informasi ini keoada lingkungannya, perekrutan ini dilakukan di desa-desa terpencil dimana pemerintah tidak dapat secara langsung untuk memberikan sosialisasi mengenai masalah populasi penduduk yang dialami Pakistan.

(13)

BAB III PENUTUP

3. 1 Kesimpulan

Bedasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa

1. Malaysia memiliki wilayah yang cukup luas berbanding terbalik dengan populasinya yang cukup kecil, pemerintah Malaysia memperkirakan Malaysia akan mengalami kemajuan dengan populasi sekitar 70 juta jiwa Namun, pemerintah mengingikan pertumbuhan terjadi secara bertahap untuk mempersiapkan segala fasilitas yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga pertumbuhan penduduk tidak menjadi bencana bagi Negara

2. Pemerintah Pakistan saat ini berfokus pada penururan pertumbuhan populasi penduduk, karena populasi berlebih yang terjadi di Pakistan.

Untuk mendorong penurunan populasi pemerintah Pakistan menjalankan beberapa program.

3. Malaysia dan Pakistan memiliki permasalan dan juga penyelesaian yang berbeda untuk menyelesaikan masalah kependudukan. Malaysia lebih menjaga kestabilan pertumbuhan penduduk yang selaras dengan pembangunan sumber daya pendukung kehidupan masyarakat.

Sedangkan pakistan sedang berusaha untuk menurunkan kenaikan populasi penduduk Pakistan.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Budiman, Alan. 2015. Belajar dari China, Singapura, dan Malaysia. Diambil dari https://www.kompasiana.com/alanizecson/54f4583d7455137d2b6c89ae/

belajar-dari-china-singapura-dan-malaysia.

Latief, Muhammad Nazarudin.2019. Pemerintah Malaysia cari solusi masalah

kewarganegaraan. Diambil dari

https://www.aa.com.tr/id/regional/pemerintah-malaysia-cari-solusi- masalah-kewarganegaraan-/1432287

Unknown. 2019. Top 10 Facts About Overpopulation in Pakistan. Diambil dari https://www.borgenmagazine.com/top-10-facts-about-overpopulation-in- pakistan/

Wikipedia.2020. Malaysia. Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia Wikipedia.2019. Pakistan. https://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan

Referensi

Dokumen terkait