• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT DENGAN KARTU DOMINO BERBASIS MODEL COLLABORATIVE LEARNING PADA SISTEM KOLOID.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT DENGAN KARTU DOMINO BERBASIS MODEL COLLABORATIVE LEARNING PADA SISTEM KOLOID."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MEN GGUN AKAN MEDI A POWERPOINT

DENGAN KARTU DOMINO BERBASIS MODEL COLLABORATIVE PADA SISTEM KOLOID

Oleh :

Dina Mariana Siregar NIM 4113331010

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

RIWAYAT HIDUP

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan penyertaanNya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

Skipsi berjudul “Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Menggunakan Media Powerpoint Dengan Kartu Domino Berbasis Model Collaborative Learning Pada Sistem Koloid” yang disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

(5)

v

Silitonga, terimakasih telah menjadi orang tua inspirasi dalam hidup saya dan terimakasih buat dukungan moril dan setiap doa yang selalu ada buat saya. Teristimewa juga penulis ucapkan kepada kakak Yenni Mariana Siregar A.md, abang Rudi siregar, adik terkasih Ismael Siregar, abang ipar Jean Andios Pangaribuan S.T, boru tersayang Andini Tesalonika Pangaribuan, anak tante Jhonatan Arteta Pangaribuan, mak tua, tulang, kakak cika, abang cika, Jesika, Nikita, Sannovela, dan seluruh keluarga besar, terimakasih telah menjadi keluarga yang selalu mendukung apapun kegitan saya dalam perkuliahan.

Tak lupa untuk sahabat terkasih yang selalu ada Five Unyu (chemun_5) Lamria Berutu, Beta Siahaan, Febry Limbong, dan Mersi Rajagukguk. Begitu juga dengan teman-teman seperjuangan di kelas Kimia dan semua teman di jurusan kimia stambuk 2011, terimakasih untuk empat tahun yang penuh perjuangan dan kebersamaan semoga sukses buat kita semua. Terima kasih juga buat orang spesial yang menjadi motivasi, inspirasi, dan telah menjadi seseorang yang lebih dari teman buat penulis.

Penulis telah berupaya melengkapi skripsi ini dengan semaksimal mungkin, tetapi saya berharap kritik dan saran dari pembaca untuk menyempurnakan skripsi ini. Saya berharap skripsi ini dapat berguna dan memberikan banyak kontribusi untuk pengetahuan pembaca.

Medan, Juli 2015 Penulis

(6)

PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MEN GGUN AKAN MEDI A POWERPOINT

DENGAN KARTU DOMINO BERBASIS MODEL COLLABORATIVE PADA SISTEM KOLOID

Dina Mariana Siregar (4113331010) Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang di belajarkan dengan model collaborative Learning dimana pada tiap kelas eksperimen menggunakan media yang berbeda. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah powerpoint dan kartu domino pada pokok bahasan koloid. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Katolik Tri Sakti Medan yang terdiri dari 3 kelas. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas dengan teknik random sampling (acak). Pada kelas eksperimen I diberi pengajaran dengan model collaborative Learning dengan media kartu domino dan pada kelas eksperimen II diberikan pengajaran dengan model collaborative learning dengan media powerpoint. Hasil pengolahan data menunjukkan siswa pada kelas ekperimen I memiliki rata–rata nilai pretest 20,4 dan post-tes 81,11 dengan rata–rata gain sebesar 0,86. Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II memiliki rata–rata nilai pretest 24,00 dan post-tes 75,00 dengan rata–rata gain sebesar 0,7676. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t dua pihak menggunakan data gain diperoleh thitung = 3,3 sedangkan ttabel = 1,6775 pada taraf signifikan α = 0,05, sehingga thitung>ttabel. Maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model collaborative learning dengan media powerpoint dan model collaborative learning dengan kartu domino.

(7)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vii

Daftar Gambar viii

Daftar Tabel Xi Daftar Lampiran X BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 1.2. Identifikasi Masalah 5 1.3. Rumusan Masalah 5 1.4. Batasan Masalah 5 1.5. Tujuan Penelitian 5 1.6. Manfaat Penelitian 6 1.7. Defenisi Operasional 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis 8 2.1.2. Hasil Belajar Kimia 10 2.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar 11 2.1.4. Model Pembelajaran 12

2.1.4.1. pengertian model Pembelajaran 13 2.1.4.2. Model pembelajaran collaborative learning 16

(8)

2.1.5.5. Media kartu domino 22

2.1.5.6. Media powerpoint 22

2.1.5.7. Sistem koloid 24

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 32

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 32

3.3.Variabel dalam Penelitian 32

3.4. Rancangan dalam Penelitian 33

3.5. Instrumen Penelitian 33

3.6. Teknik Pengumpulan Data 38

3.7. Teknik Analisis Data 41

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 44

4.1.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 44 4.1.2. Deskripsi Data Hasil Penelitian 45

4.1.2.1. Hasil Belajar Siswa 45

4.1.2.2. Peningkatan Hasil Belajar (Gain) 46 4.1.3. Analisis Data Hasil Penelitian 47 4.1.3.1. Uji Normalitas Pretest, Posttest dan Gain 47 4.1.3.2. Uji Homogenitas Pretest, Posttest dan Gain 47

4.1.3.3. Uji Hipotesis 48

4.1.3.3.1. persentase Peningkatan Hasil Belajar 49

4.2. Pembahasan 50

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 52

5.2. Saran 52

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1. Perbedaan antara Larutan, Koloid, dan Suspensi 24 Tabel 2.2. Jenis-Jenis Koloid dan Contohnya 20 Tabel 2.3. Perbedaan Sol Hidrofil dangan sol Hidrofob 30

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian 33

Tabel 3.2. Tabel penolong untuk menentukan harga chi kuadrat hitung 41 Tabel 4.1. Rata-rata, Standar Deviasi, Varians Data Pretest-Posttest 47 Tabel 4.2. Data Peningkatan Hasil Belajar (Gain) 56 Tabel 4.3. Uji Normalitas Data Sampel 48

Tabel 4.4. Uji Homogenitas Data 49

(10)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Efek Tyndal 26

Gambar 2.2 Gerak Brown 27

Gambar 2.3 Gambar Elektroforesis 28

Gambar 2.4 Adsorbsi 28

Gambar 2.5 Koagulasi 29

(11)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 : Silabus 55

Lampiran 2 : RPP 56

Lampiran 3 : Kisi-kisi Instrumen Sebelum Validasi 69 Lampiran 4 : Instrumen Test Sebelum Validasi 71 Lampiran 5 : kunci jawaban Instrumen Test Sebelum Validasi 78 Lampiran 6 : kisi-kisi Instrumen Test Setelah Validasi 79 Lampiran 7 : Instrumen Test Setelah Validasi 81 Lampiran 8 : Kunci Jawaban Instrumen Test Setelah Validasi 85 Lampiran 9 : Media Kartu Domino 86

Lampiran 10 : Media Powerpoint 89

Lampiran 11 : Soal Diskusi Pertemuan I 93 Lampiran 12 : Soal Diskusi Pertemuan II 94 Lampiran 13 : Perhitungan Distraktor 95

Lampiran 14 : Tabel Validasi 99

Lampiran 15 : Perhitungan Validasi 100 Lampiran 16 : Tabel Reliabilitas 102 Lampiran 17 : Perhitungan Reliabilitas 103 Lampiran 18 : Perhitungan Tingkat Kesukaran 104

Lampiran 19 : Tabel Daya Beda 105

Lampiran 20 : Tabulasi Data Nilai Siswa 108 Lampiran 21 : Perhitungan Standar Deviasi, Varians, Gain 109 Lampiran 22 : Perhitungan Uji Normalitas 110 Lampiran 23 : Perhitungan Uji Homogenitas 116 Lampiran 24 : Data Peningkatan Hasil Belajar 119

Lampiran 25 : Uji Hipotesis 122

(12)

Lampiran 30: Tabel R-produck momen 128 Lampiran 31 : Rekapitulasi Analisis Instrumen 129

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia pendidikan pada saat ini kebanyakan ditandai dengan pencapaian academic standar dan performance standart. Faktanya, banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Sebagian besar dari peserta didik tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan atau dimanfaatkan. Peserta didik memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Padahal peserta didik sangat butuh untuk dapat memahami konsep – konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya di mana mereka akan hidup dan bekerja. Pembelajaran, menunjuk pada proses belajar yang menempatkan peserta didik sebagai center stage performance. Pembelajaran lebih menekankan bahwa peserta didik sebagai makhluk berkesadaran memahami arti penting interaksi dirinya dengan lingkungan yang menghasilkan pengalaman adalah kebutuhan. Kebutuhan baginya mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan yang dimilikinya.(Suprijono,2009)

(14)

yang mengalami kesulitan dalam memahami dan mengikuti pelajaran kimia. Hal ini tidak terlepas dari materi yang dipelajari dalam kimia lebih bersifat abstrak. Adanya kesulitan atau kekurang senangan siswa terhadap pelajaran kimia dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa. Faktor internal ini dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi siswa dalam kegiatan belajar adalah faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat (Slameto, 2003).

Mata pelajaran kimia saat ini merupakan mata pelajaran yang belum mendapatkan ketertarikan yang lebih pada diri siswa. Anggapannya mata pelajaran Kimia susah dan tidak menyenangkan.Hal ini disebabkan karena materi pelajaran Kimia banyak bersifat abstrak. Siswa akan sulit untuk memahami materi jika guru tidak mengupayakan agar materi ini memiliki ketertarikan dan harus melibatkan siswa, serta melatihnya dengan soal-soal dan juga mampu saling bertukar pikiran dengan teman-temannya.

(15)

3

Learning game yang secara harafiah diartikan sebagai permainan pembelajaran atau pembelajaran melalui permainan merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam belajar. Karena learning game merupakan pembelajaran yang menyenangkan dan menuntut keaktifan sehingga memudahkan siswa memahami materi.

Dalam learning game dapat digunakan beberapa jenis media atau tehnik penyajian untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, membangkitkan minat, semangat, kemauan, dan perhatian siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar dalam diri siswa. Kartu domino merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mempermudah penyampaian materi pelajaran karena penggunaan media ini menekankan kerjasama antar kelompok dan saling belajar untuk memecahkan masalah dengan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya serta saling memberitahkan pengetahuan tersebut kepada siswa lain yang membutuhkan sehingga siswa merasa senang salavin (Rusman, 2011)

Selain media kartu domino media lain seperti media power point juga dapat menunjang pembelajaran. Untuk mengatasi masalah keterbatasan guru dalam menghadirkan objek pelajaran di kelas, maka dibutuhkan suatu alat yang dapat menghadirkan objek tersebut. Alat yang dimaksud dalam hal ini adalah media. Manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efesien (Solihatin, 2005). Powerpoint merupakan suatu media yang sering digunakan guru dalam proses pembelajaran. Powerpoint dapat digunakan untuk menunjukkan suatu objek yang kelihatan abstrak seolah-olah ada, sehingga dengan media ini siswa tidak akan kebingungan ketika mempelajari suatu materi yang sifatnya abstrak.

(16)

hafal secara mendalam hal ini menyebabkan siswa kurang meminati mata pelajaran kimia yang mana bersifat abstrak. Dengan menggunakan media power point guru dapat menunjukkan gambar pada slide atau menunjukkan materi melalui animasi sehingga siswa akan lebih mengingat dan memahami pelajaran yang di pelajarinya sedangkan jika menggunakan media kartu domino siswa dapat mengerjakan soal dan lebih aktif dalam kelompok untuk mengerjakan masalah yang diberikan guru.

Penelitian mengenai model pembelajaran kolaboratif learning yang sudah dilakukan Eprysca Noviasari, dkk dengan tujuan mengetahui hasil belajar siswa yang di belajarkan dengan model kolaboratif learning di dapat kesimpulan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan kolaboratif sebesar 61,03 sedangkan pada model non kolaboratif sebesar 48,62 hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif lebih baik dibanding non kolaboratif.

Pada penelitian Mono Eviyanto yang membandingkan model kolaboratif dan model ekspositori dengan hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kolaboratif dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kolaboratif memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 83,33 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 76,17.

(17)

5

1.2Ruang Lingkup

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi ruang lingkup dalam penelitian ini adalah Perbedaan Hasil Belajar Siswa SMA dengan Model Pembelajaran Collaborative Learning dengan Menggunakan Media PowerPoint dan Kartu Domino Pada Pokok Bahasan Sistem Koloid.

1.3Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan ruang lingkup di atas, masalah yang dapat dirumuskan adalah apakah ada perbedaan dan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA menggunakan media Powerpoint dengan kartu domino berbasis model Collaborative Learning pada sistem koloid.

1.4Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model Collaborative Learning menggunakan media Powerpoint dan kartu Domino

2. Penelitian ini dilakukan pada pokok bahasan sistem koloid di kelas XI SMA Swasta Katolik Tri Sakti Medan

3. Semua pembelajaran tersebut dilakukan oleh guru yang sama

1.5Tujuan Penelitian

(18)

1.6Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 1. Bagi guru

Sebagai pertimbangan bagi para guru dalam memilih jenis metode dalam proses belajar mengajar.

2. Bagi Siswa

Diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar melalui metode yang diterapkan guru dalam belajar kimia

3. Bagi guru bidang studi lain

Sebagai bahan rujukan untuk mengetahui bagaimana pentingnya metode belajar yang baik bagi siswa.

4. Bagi Mahasiswa calon guru

Hasil penelitian ini akan menambah wawasan, kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan kompetensinya sebagai calon guru.

1.7Definisi Operasional

1. Model collaborative learning

Model collaborative sejatinya merupakan model belajar yang lebih menekankan pada tugas spesifik dan berbagi tugas dalam kerja kelompok, membandingkan kesimpulan dan prosedur kerja kelompok, dan memberikan keleluasaan yang lebih besar pada siswa dalam kerja kelompok. Oleh karena itu melalui pembelajaran kolaboratif, siswa akan terbiasa dalam bekerjasama dengan sesama siswa guna mencapai suatu tujuan dalam belajar.

2. Hasil belajar

(19)

7

3. Materi koloid

Materi koloid merupakan materi kimia yang terdapat pada kelas XI IPA semester genap. Topic koloid ini mencakup bahasan seperti disperse, jenis-jenis koloid, sifat-sifat koloid, serta peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari. 4. Media kartu domino

Media merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan dapat memberi semangat,perhatian, dan kemauan merangsang pikiran, perasaan dan kemajuan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan materi yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara (djamarah 2013). Yang dimaksud kartu domino, dimana satu sisi bertuliskan soal dari materi dan sisi lainnya adalah jawaban dari soal lain yang terbuat dari ketas karton (manila) (210 × 297) berbentuk persegi panjang dengan ukuran 8 × 6cm, bertuliskan materi-materi kimia koloid

5. Media Microsoft powerpoint

(20)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, di ambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang signifikan jika diajarkan dengan menggunakan model Collaborative Learning dengan media Kartu Domino dan model Collaborative Learning menggunakan media Powerpoint pada pada pokok bahasan Koloid

2. Peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA Katolik Tri Sakti Medan pada materi koloid dengan menerapkan model Collaborative Learning menggunakan media kartu domino sebesar 86% sedangkan dengan

menggunakan model Collaborative Learning menggunakan media Powerpoint sebesar 76,76%.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka penulis menyarankan hal-hal berikut :

1. Bagi guru atau calon guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran collaborative Learning dengan menggunakan media kartu domino sebagai salah satu alternative pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa.

(21)

55

`DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, (2009), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi aksara, Jakarta

Arsyad,A,( 2011). Media Pembelajaran. Gaung Persada (GP) press, Jakarta

Baharuddin, (2009), Pendidikan & Psikologi perkembangan, Ar-ruzz Media,

Yogyakarta.

Djamarah, (2013), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Eviyanto. dkk. (2013). Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Dibelajarkan

Menggunakan Model Pembelajaran Siswa Yang Dibelajarkan

Menggunakan Model Kolaboratif Dengan Model Pembelajaran

Ekspositori Tentang Larutan Penyangga Kelas XI MA.FMIPA

UNIVERSITAS NEGERI MALANG. Malang

Istarani, (2012), kumpulan 39 metode pembelajaran, UNIMED, Medan

Munandi,Yudhi, (2010). Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP)press

Noviasari, dkk. (2013). Perbedaan Hasil Belajar Kimia Materi Hidrolisis Garam

Siswa SMA NEGERI 1 Rejotangan Tulung Agung Yang Dibelajarkan

Dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kolaboratif Dan

Nonkolaboratif Tahun Pelajaran 2012-2013. UNIVERSITAS NEGERI

MALANG. Malang

Purwanto, M.N., (2010), Psikologi Pendidikan, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya,

Bandung

(22)

Sadirman, (2010), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Penerbit Rajawali

Press, Jakarta

Silitonga, Pasar, (2011), Metodologi Penelitian Pendidikan, FMIPA, Universitas

Negeri Medan, Medan

Silitonga, Pasar, (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, FMIPA,

Universitas Negeri Medan, Medan

Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, PT.

Rineka Cipta, Jakarta.

Smith, B.L, and J.Macgregor. collaborative learning: A sourse book of higher

education university park, PA: National center on post secondary

teaching learning, and assessment (NCTLA). 9-22

Solihatin, E. dan Raharjo, (2005), Cooperative Learning, Bumi Aksara, Jakarta

Suprijono, (2010), Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Pustaka

Belajar, Yogyakarta.

Gambar

Tabel 2.1. Perbedaan antara Larutan, Koloid, dan Suspensi
Gambar 2.1 Efek Tyndal

Referensi

Dokumen terkait

mengamanatkan dengan tegas perlunya penanganan pendidikan anak usia dini, hal tersebut bisa dilihat pada pasal 1 butir 14 yang menyatakan bahwa: "Pendidikan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyelesaian terhadap permasalahan yang timbul dalam sengketa sewa menyewa rumah yang terjadi di Surakarta..

(1) Gubernur/bupati/walikota dapat menunjuk badan lain yang sudah ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) untuk melaksanakan penerimaan

Dalam Tugas Akhir ini dapat disarankan bahwa : Sekolah sebagai yang bertanggung jawab terhadap pengelolahan perpustakaan sekolah hendaknya melengkapi perlengkapan

Negara Indonesia sebagai negara hukum menghendaki terwujudnya sistem hukum fleksibel yang mantap dan mengabdi kepada kepentingan nasioanal, bersumber pada Pancasila dan

[r]

Gambaran stereotip budaya dalam film Romeo Juliet menjelaskan konsep stereotip yang dimiliki oleh para anggota suporter yang kemudian menjadi faktor hambatan

Analisis data yang digunakan adalah (1) Matriks Strategic Position and Action Evaluation (SPACE) untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal, mengetahui