nEinKsiH
reptEnopl*WnusT'tpF.,-6.'DAN'.11:p,,ADA'
msi
narv'.pERl LEST,KoNDILoMA
AKUMrNnrunn
. ' ''' ': j
DENG
ANPOLYMERASE
CTAIN
REACTION
;''
TESIS
TAUFIK
HIDAYA.T06228002
PRO GRAM PENDIDIT'AN DOKTER SPESIALIS
DETEKSI HUMAN
PAPILLOLTA WRUSTIPE
6 DAhI 11PADA
LESI
DAI\IPERI LESI KONDILOMA AKT]MINATT'M
DENGAITMETODE
POLYMERASECIAIN
NEACTION
Taufik Hidayat
Bagian Ilmu Kesehatan
Kulit
danKelaminFakultas Kedokteran Universitas Andalas / RS dr
M
Djamil PadangAbstrak
Latar
belakang:Kondiloma akurninatun adalah
kutil
anogenital
yang
disebabkan Humanpapillomo
virral (HPV) tipe tertentu terutama HPV tipe6
dan 11. Sering terjadi rekurensi kondiloma akuminatum sesudah terapi karenatidak
adanya efek anti virus dari terapi yang diberikan dan diduga adanya HPV di sekitar lesi.Tujuan
penelitianUntuk
mengetahuikepositifan
IIPV
tipe
6
dan
1l
pada
lesi
dan
peri
lesi kondiloma akuminatum dengan polynerase chain reaction (PCR),Subyek dan metode penelitian
Subyek penelitiau adatah pasien kondiloma akuminatum
yang
datang
kepoliklinik
kulit
dan kelaminRS
dr
M
Djamit
Padeng. Diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemerilsaan fisrk, kemudian dilakukan biopsikulit
pada lesi dan perilesi kondiloma akuminatum untuk pemeriksaan histopatologr dan deteksi FIPV tipe 6 dan 11 dengan PCR.Ilasil
peneHtianDidapat 10 pasieu kondiloma akuminatum,
jenis
kelamin terbanyak adalahlaki-laki
sebanyak 6U/o,usia
tata-rata27,7*8,55 tahun,
status perkawinan sudah menikalr sebanyak 6V/o, dan 100% pasien deugan tingkat pendidikan menengah.Karakteristik
klinis
kondiloma
akuminatum,riwayat kondiloma
akuminatum sebelnmuya pada 16,67% pasienlaki-laki
da&25%
pasien perempuar5 lama keluhan rala-rata3,6*2,9 bulan, tipe lesi terbanyak adalahtipe klasik kondilomata akuminata pada 100% pasien, lokasi paling sering padalaki-laki
adalah bataog penis sebanyak 66,670/o pasien sedanglan pada perempuandi vulva
pada 100% pasien. Pada lesiIIPV tip€ 6
ditemukan pada 90% saurpel, dan multipel infeksiHPV tipe 6 dan
ll
pada 10% sampel. Pada perilesiHPV
tipe 6 ditemukan pada 60% sanrpel dan tidak ditemukan multipelhfeksi
oleh HPV tipe 6 dan 11. Tidakditemukan infeksi oleh HPV tipe 11 saja pada sampel lesi atau perilesi.
DETECTION
OFIIT'MAN PAPILLOMA YIRUS
TYPE 6 AI\TD1I
IN
LESIONSAhII} PERILESIONS
OFCONDYLOMA ACUMINATT'M
BY POLYMERASE CHAIN REACTION
Taufik Hidayat
Deparfrnent of Dermatology and Venereology
University of Andalas, Faculty of Medicine / dr
M
Djamil Hospital, PadangAbstract
Background:
Condyloma acuminatum is anogenital warts caused
by
certain Human papillomavirus QIPV),
especiallyHPV
type6
andll.
It
often recurs after treated due toabsence anti
viral
effect of therapy and possibility presence HPV in tissue mound the lesion.Objective:
To
find
positivity
of
IIPV
type
6
and
ll
in
the
lesions and perilesionsof
condyloma acuminatum by polymerase chain reaction (PCR). Subiects and methods:
Subjects were condyloma acuminatum's patients who came
to
Dermatology andVenereology
clinic
of dr
M
Djamil
Hospital,
Padang. Diagnosisis
base onnnamnesis and physical examination. Skin biopsy perforrred on the lesions and
prilesions
of
condyloma acuminatumfor
histpathological examination and detection of HPV type 6 and1l
by PCR'Results:
There are
l0
patients condyloma acuminatum, predominantly male about 600lo,average age are 27,7+8,5
yeffs,
marital status predominantly are married about 60Yo, and 100% patientswith
secondary education level.Clinical
characteristicsof
condyloma acuminatumwith
previous historyof
this disease foundin
16,70/omale
patients
and
25o/ofemale patients, avefage duration
of
condyloma acuminatum are 3,6+209 monthso typeof
the lesions predominantly classic type condylomata acuminatein
100%patient
siteof
the
lesions fr,equentlyon
thepenile shaft
in
66,7yo male patients and on thevulva
in
100% female pafients.HPV 6'pe 6 was found ing0f:/o lesions, and multiple infection by HPV type 6 and
n n
rc% of
lesions.In
the perilesionsIIPV
type6
foundn
60% sanrples and there are no multiple infections by HPV O'pe 6 and 11. There are no infections byonly HPV Ope
l1
in the lesions or perilesions.BAB
TVMETODE PENELITIAI\I
4.1. Desain penelitian
Penelitian
ini
merupakan suatu penelitiandeslriptif
untuk melihat adanyaHPV tipe 6 dan 11 pada lesi dan peri lesi pasien kondiloma akuminatum
di RS.&
M
Djamil Padang.4.2. Tempet dan
waktu
penelitianPenelitian
ini
dilalrukandi
Sub BagranIMS Poliklinik Ilmu
KesehatanKulit
dan Kelamin(UKK)
RSdr
M
Djamil
Padang. Pemeriksaan histopatologidilakukan
di
Laboratorium PatologiAnatomi (PA),
Fakultas Kedokteran (FK)Universitas Andalas (Unand), sedangkan analisis
DNA
HPV dengan pem€riksamPCR dilakukan di Laboratorium Biomedilq FK Unand.
Waktu penelitian dilalrukan
dildskan
dariMei
2011 sampaiApril
2012,sedangkan pengumpulan
data
dan
pemeriksaan terhadap sampeldilalcukan dari bulan Januari sampai
April
2012.43.
Populasi, sampel dan besar sampel penelitian1.
Populasi.Populasi adatah semua pasien dengan diagnosis
klinis
kondiloma akuminatum yang dikonsulkan ke Subbagian Infeksi Menular Seksual2.
SampelSarrpel rmhrk penelitian
ini
adalah bagian
dari
populasi
yang memenuhi laiteria inklusi dan eksklusi.Kriteria inklusi:
1.
Pasien kondiloma akuminatum
yang
didiagnosis
berdasarkan anamnesis, pemeriksaanfisik
dan acetowhite resrpositif
2.
Lesi
kodiloma akuminatum yang terdapat pada permukaankulit
ano-genital
3.
Diameter lesi kondiloma > 6 mm.4.
Usia 18-
59 tahun5,
Bersedia ikut penelitian dengan menandatangani informed consent.Kriteria elslusi:
l.
Lesi kondiloma akuminatum yang terletak di mukosa ano-genital.2.
Pasien kondiloma akuminattm yang hamil.3.
Pasien kondiloma akuminatum yang sudah diketahuidari
rekammedikterinfeksi
HIV.
4.
Pasien kondiloma akuminatum yang sedang atau sudahdi
terapiapaprm
pada
lesi
kondiloma
at<uminatumnyadalam
3
bulan terakhir.5.
Pasien kondiloma akuminatum yangtidak
menyetujui mengikuti3.
Besar sampelJumlah saurpel padapenelitian
deslriptif ini
ditentukan dengan metodequota sompling yang ditetapkan berdasarkan
jumlah.
Jumtah sampelditentukan berdasarkan
jumlah
kasusbaru kondiloma
akuminatumtatrun sebelumnya di RS dr
M
Djamil Padang, maka ditetapkan jumlahsampel sebanyak 10 sampel.
4.4.
Alstrbahan
danclra
kerja
penelitian.4.4.1.
Alat
l.
Minor
sel steril.' Pisau scapel no 15, scapel holder, pinset sirurgis, guntingjaringan, klem jaringan, needle holder, needle dan benang silk 4.0.
2.
Microtom3.
Object glass4.
Deck glass5.
Mikroskop cahaya (Nikon)6.
Mikropipet(l0pl,
201tL, 100trl,)7.
Tabung reaksi 1,5mT.8.
Freezersuhu*
200 Cg.
PCRC1000 Touchw Thermal Cycler (Bio Rad, AS)10. PowerPac HV High-Voltage Power Supply @io Rad, AS)
ll.
W
translumirwtor12. GeI DocrM XR (Bio Rad AS)
4.42. Bahan.
2.
NaCl0,9%3.
Formalin 10%4.
Alkohol
80yo, gUoh, 95% dan l00o/o.5.
Larutanrylol
6.
Parafin7.
Larutan Hematoksilin Mayer.8.
MmwelP
16 Tissue DNAPuri/ication
Kit (Prornega, AS)9.
Go Tag Green MasterMix
(Promega, AS)/0.
PCRBffir
(Promega, AS)ll.
PrimerHPV tipe 6 danJipell
12. Gel agarose 1,57o
13. Ethidium bromide
4.4.3. Cara
keria
penelitian1.
Biopsi sampelBiopsi eksisi
dilahrkan
setelah pasien menandatangani informed consentuntuk
persetujuan tindakan
biopsi eksisi
pada
lokasi
kondilomaakuminatum dengan mengambil
lesi
danperi
lesinya. Tindakan biopsidilakukan dengan
teknik
eksisi elipsional dengan mengambilkulit
sehatyang berdekatan dengan lesi sampai 3 mm dari pinggir lesi yang terlihat
secara
visual kemudian
luka
biopsi
dijahit
dan
diielaskan mengenaiperawatan luka biopsi sarnpai jahitan bekas luka biopsi dibuka pada hari
ketujuh. Jaringan sampel
dibag
4
bagianyaitu lesi
danperi lesi
untukformalin
l0%
sefialesi
danperi lesi
yang dimasukkanke
dalam botol terpisah berisi NaCl 0,9% untuk pemedksaanPCR
Pemeriksaan histopatologi
Sampl
untuk pemeriksaan histopatologi dan dibawake
Bagian PatologiAnatomi
FK
Unanduntuk
pembuatan preparat histopatologi. Preparat histopatologi yang diwarnai denganHE
untuk selanjutnya diperiksa olehdokter Spesialis Patologi Anatomi yang sama
Isolasi
DNA dari jaringan
sampelSanrpel untuk analisis
DNA
HPV dalam jangka waktu2
jalrn harus sudahberada
di
Laboratoriurn BiomedikFK
Unand untuk disimpan pada suhu-200
C
sampai dilakukanisolasi
DNA.
Isolasi
DNA
dilakukan dengan menggunakanMmwelP 16
TissueDNA Pwification Kit
(Promega, AS)dan
MmwetP tO
Instruments (Promega,lS/
sesuai dengan protokolisolasi
DNA
darijaringan.
Sehingga didapat whole genomdari
sampelyang menjadi
DNA
template untuk proses anrplifikasi dengan PCR. Untukmemastikan adanya
DNA
dalaur hasil isolasiDNA
sampel, dapat ditihatdengan elekfroforesis terhadap isolat tersebut. Hasil isolasi
DNA
tersebutdapat disimpan pada suhu -200 C hingga digpnakan untuk proses PCR.
Amplilikasi
sampel dengan PCRHasil isolasi DNA menjadi template untuk amplifikasi dengan
PCRCI000
TouchrM Thermal Cycler (Bio
Rad,lSl
mengunakan primer FIPV tipe 6dan
11.
PrimerHPV
tipe 6
menganrplifikasi untaianDNA HPV
padaWirs
base.PnmerI{PV tipe
1l
mengamplifikasi untaianDNA
HPV padaregion
Ll
akan menghasilkanproduk amplifikasi
separfang 356pairs
base. Amplifikasi
menggunakanprimer
HPV tipe
6
dan 11
dilatrukan dalam proses reaksi yang berbeda.Amplifikasi
primer HPVtrpe
6
dimulai
dengan denaturasipada suhu
940C selamaI
menitodilar{utkan dengan 30 siHus denaturasi pada suhu 900C selama 30 detik,
annealingpada sutru 560C selama 2
menit,
dan extension padasuhu 720Cselanra
1
meni!
danfinal
ertension pada sutru 720C selama 10 menitsehingga didapat
hasil PCR yang telah dilabel primer
HPV
tipe
6.Amplifikasi
menggunaJ<an primer HPVtipe
tl
dimulai dengan denaturasipada suhu 940C selarna
I
menil
dilanjutkan dengan 30 siklus denaturasipada suhu 900C selasra
30 detik,
annealing pada suhu6l0C
selama 2menit,
dn
ertension pada suhu 720C selamaI
menit,danfinat
extensionpada suhu 720C selama 10 menit sehingga didapat hasil PCR yang telah
dilabel primer HPV tipe I l.5e
Elektroforesis
DNA
hasilamplifikasi
Hasil produk PCR yang telah dilabel dengan primer
HPV tipe 6
dan ll
dilihat
menggunakan elelrtroforesis PowerPacHlt
High-Voltage Power&pply
(Bio
Rad,AS)
padagel
agarose l,SYs.Untuk
melihat fragmen-fragmenDNA
HPV yang terbentuk pada gel aganose maka gel yang telahdielektroforesis diletakan
di
atasW
fiansluminator kemudian difotomenggunakan Gel DocrM
XR
(BioRad,
AS) dan divisualisasikan dengan4.5.
Alur
penelitianKoilosit (+/-l HPv
5/
HPv 11 (+/-l Koilosit (+/-l HPv6/
HPv 11{+/-fPasien dengan keluhan
yq&si
di daerah anogenital yarg dikonsulkan keSub Bagian lilfulrsi l4enrdarSeksual
Pasien dengan dignosis ldlnis Kondlloma akuminatum
Keterangan
alur
penelitianSampel penelitian didapat
dari
pasien yang datangke
poliklinik
Ilmu
Kesehatan
Kulit
dan Kelamin(KKK)
RS. Dr.M.
Djamil Padang dengan keluhan vegetasi di daerah anogenital. Pasien dikonsulkan ke Sub Bagian IMS, dan setelahdilaknkan anamnesis, pemeriksaan
fisih
status venereologikus dan acetowhite fesf, pasiendi
diagnosis secaraklinis
sebagai kondiloma akuminaturn. Jika pasienmemenuhi
lriteria inklusi
dan ekslusi, pasien diberi penjelasan mengenai tujuan"manfaat, dan cara penelitian serta mengisi informed consent dan status penelitian
kemudian dilakukan tindakan biopsi. Jaringan
biopsi
dibagi menjadi4
bagianyaitu: 1
bagianlesi untuk
peperiksaan histopatologi,I
bagianperi lesi
untukpemeriksan histopatologi,
I
bagian lesi untuk pemeriksaan PCR danI
bagian perilesi
untuk
pemerilsaan
PCR.
Jaringan
untuk
pemeriksaan histopatologi dimasukkanke
dalambotol berisi
larutanformalin
l0%,
kemudian dibawa keBagian Patologi Anatomi FK Unand untuk dilalrukan pembuatan blok parafin dan
pewamaan hematoksilin-eosin
(HE).
Jaringan
untuk
pemeriksaan
PCR dimastrkkan ke dalambotol
berisi lanrtanNaCl
0,9% kemudian balran dalam 2jarn
harus sudah beradadi
Laboratorium BiomedikFK
Unand untuk dilakukanisolasi DNA, amplifikasi
DNA
dengan PCR dan analisis hasil PCR.4.6. Analisis data
Penyajian dan analisis data ditarnpilkan secara
deskriptif
dalam bentuk4.1.ntik.
penelitisn
Penelitian dilalrukan pada pasien pasien dengan diagnosis klinis
kondiloma akuminatum yang dikonsulkan
ke
Sub BagtanIMS poliklinik Ilmu
Kesehatan
Kulit
danKelamin RS dr
M
Djamil
Padang dan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik RS DrM
Jamil Padang.4.8.
Variabel
penelitian1.
Variabel bebas :a.
IIPV
tipe 6b.
IIPV
tipe1l
2.
Variabel tergantung:
,
a.
Kulit
lesi kondiloma akuminatumb.
Kulit
perilesi kondiloma akuminatum3.
Variabel luar yang diamati :a-
Jenis kelarninb.
Umurc.
Status perkawinand.
Pendidikane.
f.
Riwayat kondiloma akuminatum
Lamakeluhan
Tipe lesi
Lokasi lesi
Koilosit
g.
h.
4.9. Definisi variabel penelitian
o
IIPV
tipe 6a-
Definisi: Humanpapillomavirus kelompoklow
risktrpe 6.b.
Alat ukur: teknik PCRc.
Hasil ukur: positif dan negatif.d.
Skala ukur: nominal.o
FIPV tipe II
a.
Definisi: Humanpapilloma virns kelompoklow
risktrpell.
b.
Alat ukur: teknik PCRc.
Hasil ukur: posjtif dan negatif.d.
Skala ukur: nominalr
Kondilomaakuminatum.a.
Definisi:
kutil
pada genitalia yang dapat berupa papul atau plakeksofitik, warna seperti kemerahan sampai keabu abuan
di
da€rahanogenital.
Diagnosis kondiloma
akuminatum
berdasarkananamnesis dan pemeriksaan fisik.
b.
Alat ukur: anamnesis dan pemeriksaanfisik
c.
Hasil
ukur:
kondiloma
akuminatum
atau
non
kondiloma akuminatum.d.
Skalaukw: nominal.o
Lesi:
a.
Definisi:
Kulit
dengan gambaranklinis
kondiloma
akuminatum(sesuai dengan definisi operasional)
c.
Hasil ukur: lesi atau non lesid.
Skala ukur: nominal.r
Perilesi :a.
Definisi:Kulit di
sekitar lesi yang secara klinis tidak adaklinis kondiloma akuminatum (sesuai dengan definisi operasional).
Batas dalarn
peri
lesi adalahpinggr
lesi kondiloma alnrminatum,sedangkan batas
luar
peri lesi
adalah3
mm
dari pinggir
lesi kondiloma akuminatum yang tampak secara visual.b.
Alat ukur: pemeriksaanklinis
c.
Hasil ukur: peri lesi atau non peri lesid.
Skala ukur: nominal.r
JenisKelamin:
a.
Definisi: Jenis kelamin seseoftmg ditentukan berdasarkan fisik.b.
Alat ukur: wawancara dan pemeriksaanfisik
c.
Hasil ukur: Pria dan perempuan.d.
Skala ukur: nominal.r
Umur:
a.
Definisi: Umur seseorang yang ditenhrkan mulai dari tahun lahir.b.
Alat ukur: wawancarac.
Hasil ukur: dalam tahund.
Skala ukur: rasioo
Status perkawinan:a.
Definisi: Status perkawinan yang sah secara hukumc.
Hasil ukur: menikalr, belum menikah dan bercerai (ianda/duda)d.
Skalaukur: nominalo
Pendidikana.
Definisi: pendidikan terakhir yang diselesaikanb.
Alat ukur: wawancarac.
Hasil ukur: Pendidikan da"ar(SD,
SMP), menengah(SMA),
dantinggr
(sfata
1, stata2
dan stata 3)d.
Skala ukur: nominalr
Riwayat kondiloma akuminatum sebelumnya:a.
Definisi:
pernatr menderitakondiloma
akuminatumyang
telahdinyatakan
r"-U.rn
sebelumnya.b.
Alatuktr:
anamnesis, atau catatan rekam medis.c.
Hasil ukur: ada atau tidakd.
Skalaukur: nominalo
Lamakeluhan:a
Definisi: sejak kapan mengetahui menderitakutil
kelamin.b. Alat ukur: anannesis.
c. Hasil ukur: dalam bulan
d. Skala ukur: rasio
o
Tipe lesia.
Definisi: tipe lesi kondiloma akuminatumb.
Alat ukur: pemeriksaanklinis
c.
Hasil ukur: kondilomata akuminata, dome shaped papul, kcratoticd.
Skala trkur: nominalo
Lokasi lesi:a.
Definisi:
lokasi
munculnya
lesi
kondiloma
akuminatum berdasarkan pemeriksaan fi sik.b.
Alat ukur: pemeriksaan klinis.c.
Hasil ukur: pubis, genitalia eksterna" genitalia interna" anusd.
Skalaukur: nominalr
Koilosit:a.
Definisi:
sel epitel skuamosa yang mengalami perubahansturkhr
berupa
inti
sel,membesar, membraneinti
ireguler, hiperkromatik dengan peri nuclear halo yang disebabkan oleh infeksiIIPV
b.
Alat ukur: pemeriksaan histopatologic.
Hasil ukur: ada atau tidakBAB
V
HASIL
DANPEMBAHASAI{
Pada penelitian
ini
didapatl0
pasien yang memenuhitriteria inklusi
danekslusi.
Pemeriksaanterdiri dari
anarnnesis, pemeriksaanfisilg
pemeriksaan histopatologi dan pemeriksaan analisisDNA HPV
denganPCR
Pada anamnesisdidapatkan data jenis kelamin, umur,
status
, tingkat pendidikan, lamakeluhan dan riwayat kondiloma akuminatum sebelumnya
Tlpe
danlokasi
lesikondiloma
akuminatum ditentukan
dari
pemeriksaan
fisik.
Pemeriksaanhistopatologi dilakukan dengan pewarnan
tIE,
sedangkan pemeriksaan analisisDNA
IIPV
dengan PCR memakai primer HPV tipe 6 dan 11.5.1. Karakteristik
demografi pasien kondilomaakuminatum
Karakteristik demografi pasien kondiloma akuminatum berdasarkan jenis
kelamin, usia, status perkawinan dan tingkat pendidikan dilihat padatabel 5.1.
Tabel 5.1. Ifurakteristik demografi subyek penelitian
Variabel Vo
Jenis
kelamin
: PerempuanLaki-laki
Usia
rata-mta:
<27,7*8,6 tahun > 27,7+8,6 tahun Status
perkawinan
:Menikah
Belum menikah Bercerai (JandalDuda)
Tingkat pendidikan
: Dasar (SD&
SlvP)Menengah (SMA)
Tinesr (Universitas)
[image:17.490.27.459.444.681.2]5.1.1. Jenis kelamin
Pada penelitian
ini
didapatkan pasien kondiloma akuminatum dengan jeniskelamin laki-laki
sebanyak6
orang(60%)
dan perempuan sebanyak4
orang (40v").Penelitian
Dai
dkk.
di
China pada tahun 2008 melaporkan kondiloma akwninatum pada laki-lefti (58,97o) lebih banyak dari pada p€rempuan (4l,lo/o).reKyriakis
dkk.di
Yunani pada tahun 2005 melaporkanjumlah
pasien kondilomaakuminatrm pada
laki-laki
(84,8%) dan perempuan (15,2W.7Lin
dkk.di
HongKong pada tatrun 2010 melaporkan kondiloma akuminatum pada pasien
laki-laki
sebanyak 7 9,4o/o dan perempugn 20,6o/o.e
Penelitian Silitonga
di
Medan pada tahun 2009 melaporkan kondiloma akuminatum padataki-laki lebih sedikit
(40VAdari
pada perempuan (60010).60Castellsague
dkk.
di
Spanyol
pada tahun
2008
melaporkan
kondiloma akuminatum padalaki-laki
(45,5o/o) lebih sedikit dari pada perempuan (54,4W.sPirotta
dkk.
di
Aushalia
pada tahun 2009 melaporkan kondiloma akuminatum padalaki-laki
(45,8%) dan perempun (54,1o/o').8 Kusuma dkk.di
Semarang padatahun
2010
melaporkankondiloma
akuminatum padalaki-lala
(48,7o/o) lebihsedikit dari pada perempuan (51,3yil.r3
Pada penelitian
ini
didapatkan kondiloma akuminatum lebih banyak padapasien
laki-laki.
Tingginya kondiloma akuminatum pada pasienlaki-laki
didugakarena
tingginya
prilaku
berisiko
pada
populasi
laki-lald.e'6r
Beberapa kepustakaan melaporkan prevalensi kondiloma akuminatum yanglebih
banyakkemungkinan karena anatomi genitalia perempwm yang lebih mudah mengalami
trauma selama coitus. Perempuan juga lebih sering mendatangi tenaga kesehatan
trntuk
melakukandan
kontol
penggunaankontasepsi
sehinggalebih
cepat terdiagnosis adanya kondiloma akuminatum.625.1.2,
Umur
Umur
mtaqata pasien kondiloma akuminatum pada penelitianini
adalah 27,7*8,6 tahun dengan sebaran dari umrn 1846 tatrun. Kelompok umur terbanyakditemukannya kondiloma akutaminatum pada kelompok umur kurang
dari
usiaruta+ata sebanyak 60Yo, usia diatas usia rata-rata sebanyak 40% pasien.
Kusuma
dkk.
di
Semgrang pada tahun 2010 melaporkanjumlah
pasienkondiloma
akuminatum terbanyak adalah padakelompok
umur
18-34 tahunsebanyak 79,6o/odengan umur termuda 18 tahun dan tertua 68 tahun.r3 Silitonga
di
Medan pada tahun 2009 melaporkan kondiloma akuminatum terbanyak (30%)
pada
kelompok
umur
20-24
tahun.60Nasiri
dk&.
di
han
padatahun
2008 melaporkanumur
rata-rata pasien kondiloma akuminatum adalah29,5
tahun,dengan usia termuda 16 tahun dan tertua 46 tahun.63
Pada penelitian
ini
dilaporkan angka kondiloma akuminatum yang lebih sering pada usia muda. Seringnya terjadi kondiloma akuminatum pada usia mudakarena
tinggnya
angkaprilaku
seksual berisiko pada kelompok usia muda. Laudlft. di
Hong Kong pada tahun 2003 yang melaporkan bahwa 40,8o/olaki-laki
dengan
prilaku
selsual berisikotinggi
berada pada kelompok usia 18-30 tahun,lebih
sering menderitaIMS
temrasukkondiloma
akuminatum .61Usia
mudaprevalensi
kondiloma
akuminatummakin
berkurang secara progresif,hal
ini
disebabkan karena
aktivias
seksual yang lebih rendatr pada usia tua dibandingkanusiamuda.62
5.1.3. Status
perkawinan
Pada penelitian
ini
status perkawinan dibedakan menjadi menikah, belummenikah dan bercerai CIanda atau duda). Pasien kondiloma akuminatum yang
sudalr menikah sebanyak 6 orang (60o4, belum menikah sebanyak 3 orang (3V/o)
dan sudatr bercerai (duda) sebanyak
I
orang (10%).Silitonga
di
Medan pada tahun 2009
melaporkan pasien kondilomaakuminatum yang sudatr menikah sebanyak 65% pasien.o Nasiri dkk. di Iran
da
tatnm 2008
melaporkan pasienkondiloma
akuminatumyang
sudah menikahsebanyak 78,1o/opasien,
ll,fyobelum
menikah, dan6,2%
sudah bercerai.GGiuliano dkk.
pada tahun2008
yang melakukan penelitiandi
Brazil,Meksiko dan Amerika Serikat melaporkatr pasior kondiloma akuminatum
ymg
sudah menikah sebanyak 33,6Vo, hidup bersama sebanyak ll,5o/o, belum menikah
46,9/o dan bercerai sebanyak 8,0o/o.6s Wen
dkk.
di
Aushalia pada tahrm 1999 melaporkan pasien kondiloma akuminatum yang sudah menikah sebanyak ll,sVo,belum menikah TS,fVodan bercerai sebanyak g,g%o.cA
Adanya perbedaan prevalensi kondiloma akuminatum berdasarkan status
perkawinan dengan
penelitian
Giuliano
dan Wen
kemungkinan disebabkanadanya perbedaan budaya dan gaya hidup, dimana hubungan seks pranikah lebih
umum dilakukan oleh populasi yang menjadi sampel pe'nelitian tersebut. Finer
di
aktif
di
AS
melakukan hubungan seksual pranikah
yang
mengakibatkan meningkatnya kehamilan yang tidak diharapkan dan meningkatnya risiko terkenapenyakit
infelsi
menular seksual.tr5.1.4.
Tingkat pendidikan
Pada penelitian
ini
tingkat
pendidikan dibedakanmenjadi
pendidikandasar, menengah dantinggi. Semua (100%) pasien kondiloma akuminatum b€rada
dalam
kelompok tingkat
pendidikan menengatr.Tidak
ada pasien kondilomaakuminatum dengan tingkat pendidikan
t'.ggr.
Silitonga
di
Medan pada tahun 2009
melaporkan pasien kondilomaakuminatum dengan
tingkat pendidikan
menengah sebanyak85%
pasien.sPenelitian
Goodmandkk.
di
Hawaii
pada tahun 2008 melaportan
pasienperempuan
dengan kondiloma akuminatwn
sebanyak 23o/odengan
'"gktt
pendidikan menengah dan lebih rendah.67 Stefanakidlft.
di
Yunani pada tahrm 2009 melaporkan pasien laki-laki dengantondiloma akuminatum sebanyak 22,4o/odengan tingkat pendidikan dasar, 53,5yo dengan tingkat pendidikan menengah dan
24,lyadengan tingkat pendidikan
ti.tggt.tt
Pada
penelitian
ini
didapatkantingkat pendidikan
menengah palingbanyak
menderitakondiloma
akuminatum.Tingkat pendidikan
b€rp€nganfiterhadap pengetahuano
sikap dan perilaku
seksual seseorang sehingga sangatberasosiasi kuat dengan kejadian
KA.
Makin
rendah tingkat pendidikan makinbesar risiko menderita kondiloma akuminatum.6e Tingkat pendidikan yang rendah
5.2.
Karakferistik klinis
pasien kondilomaakuminatum
Karakteristik
klinis
pasien kondiloma akuminatum berdasarkan riwayatkondiloma akuminatum sebelumnya, larna keluhan, tipe lesi dan lokasi lesi dapat
dilihat padatabel 5.2.
Tabel 5.2. Karakteristik klinis subyek penelitian
Variabel
YoRiwayat kondiloma sebelumnya
Lama keluhan
rata-rata
<3,&2,9
bulan> 3,6+2,9 bulan
Tipe
lesi:
Kondilomata akuminata ( tipe Hasik)
Domeshapedpapul Keratotic
wart
Flatwart
Lokasi lesi : Fubis
Genitalia eksterna Batang penis Vulva Genitalia interna
Ureta
Vagina Serviks Perianal 3:
;
I
16,7 83,3 16,7 100",t
50 66:7ri,t
100it
5.2.1. Riwayat kondiloma
akuminatum
sebelumnyaHasil penelitian
ini
sebanyakI
orang (16,7%) pasienlaki-laki
riwayat kondiloma akuninatum,
dan
I
orang QSV") pasien perempuan denganriwayat kondiloma akuminatum sebelumnya
[image:22.461.26.435.192.512.2]Kusuma
dkk.
di
Semarang pada tatrun 2010 melaporkan pasien denganriwayat kondiloma akuminatum sebelumnya sebanyak
ll,syo
pasien.l3 Layeghdkk.
di
Iran
pada tahun2008
melaporkan pasien perempuan dengan riwayatkondiloma akuminatum sebelumnya sebanyak I 5,2o/o pasien.26
Pada penelitian
ini
didapatkan riwayat kondiloma akuminatum pada pasienlaki-taki sesuai dengan kepustakaan. Riwayat kondiloma akuminatum pada pasien
perempuan pada penelitian
ini
sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penelitianLayegh
dkk.
di
Iran pada tatrun 2008.Hal
ini
disebakan karenajumlah
sampel pasien peremprum yang sangat sedikit pada penelitianini.
5.2.2. Lama keluhan
Hasil
penelitianini
didapatkanlama keh'han
rata-rata adalah3,&2,9
bulan. Sebanyak
5
(83,3Vo) pasienlaki-laki
dengan lama keluhan kurang dari3,6L2,9 bulan,
dan
I
(16,7%) pasienlaki-laki
dengan lama kelrrhanlebih
dari3,6L2,9
bulan.
Seluruh pasien perempuan dengan larna keluhanhrang dfii
3,6*2,9 bulan.
Stefanaki
dkk. di
Yunani pada tahun 2009 melaporkan pada pasienlaki-laki
dengan kondiloma akuminatum lama keluhan 0-
6
bulan sebanyak 60,50/opasien, lama keluhan 7
-
12 bulan sebanyak 16% dan lama keluhan lebih dari 12bulan sebanyak 23,5Vo pasien.68 Eassa dlrft.
di
han pada tahwr 2011 melaporkanbahwa
selunrh pasien perempuan dengan kondiloma akuminatum
lamakeluahannya kurang dari 6 bulan.ls
Pada
penelitian
ini
didapatkan pasienlaki-laki
denganlama
keluhanpada tahun 2A09. Sedangkan pada pasien peremprurn dengan lama keluhan kurang
dari 6 bulan seuai dengan kepustakaan.
52,3.Tipe
lesiHasil
penelitianini,
berdasarkantipe morfologi lesi,
padalaki-laki
danperempuan tipe kondilomata akuminata ditemukan pada 100% pasien, tipe dome
shaped papal ditemukan pada33,3Yo pasien
laki-laki
danZla/o pasien percmpuan,sedangkan ttpe keratotic
wart danflat wart
lidak ditemukan pada penelitianini.
Pana? (33,3o/o) pasien
laki-laki
danI
Q5%) pasien perempuan ditemukan 2 tipeyaitu tipe kondilomata aktrminata dan tipe dome shaped papul.
Nasiri dl&. di Iran pada tahun 2008 melaporkan sebanyak 62,50/o termasuk
tipe kondilomata alcuminata dan37,5o/onpe/latwart.63 Lowhagen dkk.
di
Swediapada tahun 1993 melaporkan sebanyak 40,9 o/o pasien termasuk tipe kondilomata
akuminat4 sebanyak 38,6%otipe papular.l6
Pada penelitian
ini
tipe Hasik
korrdilomata akuminata merupakan tipemorfologi
yangpaling
banyak ditemukan, danlebih
tinggi
dibanding laporanNasiri dan
Lowhagen.Hal
ini
kemungkinan disebabkanjumlah
sampel yangterlalu sedikit sehingga
tidak
menggambarkan variasitipe morfologi
kondilomaakuminatum.
5.2.4. Lokasi lesi
Lokasi lesi kondiloma akuminatum pada penelitian
ini,
pada pasienlaki-laki di
pubis ditemukan pada 50o/o pasien, batang penis pada 66,7Yo pasien danperianal pada 16,70/o pasien. Sedangkan lokasi lesi pada perempuan pada vulva
,€'snlroc l€Bs Isrru qweep
a{
tudruesftraf
n4l
ErmpueEuaru Eued eurEe,tleqas
eduepe suer€Tnqa$el
pueued
rp
umpulrrm{B sruoppuo{
er(urwfteJs,rc'w
IqBIeru Fns{es ueftmqnqpfemu
efuepe edue} pueped [purwqurutB
etuo11puo{ ueEuep uandure.red Juseqwpsqes
r€'sAInA rp runrc .ururDle eruo1tpuo{
neEuep uersed o7og7 eped e8lhnq umpu.rurute ?ruo11puo{ rre>lnrue{p eEnf pdep
pueued
p
tunpquqe
Bruolryuo{ua{nure{p
EuuesEqpd
Fu:Iot uu4edrueurB^In
undglselni?
F
ro
4a(ueq
Eqpd
usndruared eped ne4Euepas .sruedEuapq
1pqepp"
1u,(ueqrelrse{ol
ppt-I{sl
eped eueurm uee>p1sndeq uuEuep rsnses Euedunpunmup ?ulollpuo{
rsB)lol ueryedepp rm rr?Blleued spBdu'yol'6
rludueqes Isue Ip vzp yoe'Ig 1a(ueqes?^In
rp tunl?Ilrulnx? ?Iuollpuo{ rs€Dlol uendlllered uelsed apuduapodeleu 0I0Z
unq4 uped
pwgeql
1p'+lp
Euodnnnsrdfluoodez'yogZlgr(ueqes IBus 1p
W
%16lefuaqes
?^F^
Ip um1equm{s B{troppuo{ rsDIoI {endurared uersed epe6ez'Yo;'LI rledueqes lsup Ip vep %Zg leduuqes sJued Euepq
p
'o4p1 rleduuqes srqnd 1p umfeurumxs Brrroppuo{ rsu:lol ueEuep 1it?l-I{el uersedtru4rodeleur 8002 unqq uped slcuared Ip
'Tlp
pneufy s;yol'gl
IBrrB Ip u,vp o/os.Egsmed
Euqq
rp
'yoL'g7 1gr(ueqes srqnd ry umf€qurn{B Bruogpuo{ Iss{ol ueEuepI{BI-FIuI ualsed uelrodeleru 6002 um{Br eped 1u?rrn1
rp
.1r1p riretreJels'efes enp,r
1p Fel ueEuep uelsed € uep pueped
usp
€^F^
Ip
Isel uelpurelry ueJsed 1 'uendtuered uelsed,
Vtol
rreq
.puuuedr€'sn$oc lses IeuB quresp e{ redrrres
Euu'{
n41
ErmpueEuau Eued eu6enleDles e{uupe Buerg{ }nqesre}
puuped
ry
urysqruruP
sluo11puo{efupetrel
,ottwlnleleru
1znqes neEunqnq pderlru efuap'e ednsl puegad 1purnleu'Tturu[B
sruolTpuo{ uuEuep gendlllered Jssaq wFEqeS
,rt^F
Ip tun}suFlm{E €ulolTpuo{neEuep ualsed
%gZ
EWdeEBuq runpu.run{e eruogpuo{ uerlnrue}1p eEn[fdeP
puuued
m
tnnfeuTun{B€Irogpuo{ ue:tilue{p
EuuesEqFd
Isurlol uurledrueu?^In^urrdp1sa6i.?^F^Ip{sruBqElrrr?drrgndwaledepeduqErrupes.smod
ftrel€qIptIuIBp€>pdueqrelIsB)IoII{BrpHepederreuqprreoprndelrreEuep
Ignses 6ue.(
unpqruqp
?ulo[puo{ $€{oI nzaedupp
rur trenlleued epedft'o6l'1ledneqes IsuB m
wp
yo7'lg 4efueqes"^F^Ipuml€ulum)p€Iuollpuo{Isg)lolusndlueJeduelsudepedrru>lroduteul0I0z
unqsl uped
puulpql
IP'Tlp
Euodgpnsldiluooi €z'Voge>pduuqes 1etr€ Ip $Ep %16 :lp,tueqas?
F
TpumputuruP uuo$Puo{
IsB{oI tendureJed uelscd ope4ez'yoi'Ll4edueqas FuB IP
wp
%zg rya,(ueqessped Eu4€q Tp
'o7oy1 1g,(naqes srqnd 1p umpryun:{B
€Irogpuo{
Isu:IoI ueEuepppl-I{el
uarsednelrodeleul g00Z
mqgl
eped qcuared Ip'Ttp
pneu'(y se'olol'8I IB{rB IpwP
oAS'€'9smad Ene1e
q\p
'yoL'97:pdueqes srqnd 1pumpqurup
Bruogpuo{Fs{oI
neEuapI{sfI{sI
ualsed uuryodeleru 600e uru{81 epednruun
1p'+lp
DrBuBJelSrafes enln'r 1p FaI neEuep uslsed € uep puepad
rrBp
€^F
Ip Fel
uB)|nure{p uelsed 1 6lrenduarad uelsedt
t?}o}ueq
'puuued
IpFelueEuapuelsedluepefessruedEu4"qlplselueEuepualsedz.sFdEuel?q
uup qqnd 1p Fel ueEuep ueped g's1qnd IP Fet edueq ue>lntuel1p
5.3.
Koilosit
pada lesi dan peri lesi kondilomaakuminatum
Dishibusi koilosit
padalesi
danperi lesi
kondiloma akuminatum dapatdilihat pada tabel 5.3.
Tabel 5.3. Dishibusi koilosit pada lesi dan peri lesi kondiloma akuminatum
Koilosit
Variabel
Positif
Negatif
o
otto
Lesi
Peri lesi
l0
5
100
50
0
5
0
50
Pemeriksaan histopatologi dilakukan untuk melihat adanya
koilosit
yangmerupakan patognomonik infeksi
I{PV.
Pada sampel lesi dan peri lesi kondilomaakuminatum, ditemukan pada
l0
(100 o/o) sanrpel lesi, dan pada 5 (s0/a) sampel peri lesi.Nasiri
dl&.
di Iran pada tahun 2008 melaporkan bahwa koilosit ditemukanpada seluruh sampel lesi kondiloka akuminatum.63 Handley dkk.
di
hlandia padatahun 1992 melaporkan adanya indikator non spesifik infeksi HPV pada peri lesi
pasien kondiloma akuminatum berupa akantosis pada 96,70/o sampel,
infiltat
sel monositdi
epidemris pada 40% sarnpeldan
sis pada 23,3o/o sampel.Adanya
indikator
spesifikinfeksi
IIPV
berupakoilosit
hanya ditemukan pada3,3o/o satrrpl.Tz
Pada penelitian
ini
adanyakoilosit yang
ditemukan pada semua lesi [image:27.467.28.426.142.282.2]2008. Ditemukannya
koilosit di
peri lesi kondiloma akuminatum pada penelitianini
lebih banyak dibanding penelitian Handleydkk
di
Irlandia pada tahunlW2.
Haiini
disebabkan pada penelitian tersebut peri lesi yangdinilai
sampai sejauhl0
mm dari lesi kondiloma akuminatum, sedangkan pada penelitianini
hanya sejauh3 mm dari lesi kondiloma akuminatum.
5.4.IIPV
tipe 6 dan 11 pada lesi kondilomaakuminatum
Distribusi HPV tipe
6
dan
11 padalesi
kondiloma akuminatum dapatdilihat pada tabel 5.4.
Tabel 5.4. Distribusi HPV tipe,6 dan 11 pada lesi kondiloma akuminatum
Variabel
o/oIIPV6
HPV
11HPV6
dan 119
0
I
90%
V/o
t0%
Pada penelitian
ini
HPV tipe 6 ditemukan pada 9(90W
sampel lesi, padaI
(10%) sampel ditemukan multipel infeksi HPV tipe 6 dan Il.
Pada penelitianini
tidak ditemukan infeksi yang hanya disebabkan oleh HPV tipe
l1
saja.Penelitian Labropoulou
dkk.
di
Yunani
padatatrun
1997 mendapatkanIIPV
tipe 6 positif pada 77o/opasiendengan kondiloma akuminatum.T3 Rubin dkk.di
Amerika Serikat pada tahun 2001 melaporkan sebanyak 75o/o pasien denganIIPV
tipe 6 dan 16,70/o pasien dengan HPVtipe
Il.
Secara keseluruhanIIPV
tipe6 dan 11 ditemukan pada gl,7yo pasien kondiloma akuminatum.Ta Potocnik. dkk.
tipe
6
dan l8,6yo adalatr HPVtipe
11 dan secara keseluruhan FIPV tipe 6 atau ll
ditemukan pada 96,40/o pasien. I 7
Pada penelitian
ini,
dimana sampel
merupakanpasien
kondilomaakuminatum yang imunokompeten, multipel infeksi HPV hanya ditemukan pada
I
(l0o/o) sampel. Beberapa kepustakaan melaporkan bahwamultipel infeksi IIPV
ditemukan pada 19%
-
100% pasien, tergantung kepada status imunitas pasiendan metode analisis
DNA
yang digunakan.rT Penelitianini
dengan jumlah sampelyang sedikit dan metode PCR yang digunakan hanya untuk mendeteksi
2
tipeHPV yaitu HPV tipe 6 dan 11, sehingga memberikan hasil multipel infeksi HPV
yang lebih rendah dbandingkgn dengan penelitian
lain. Dai
dtft. di
China padatahun 2008 melaporkan multipel infeksi yang lebih tinggt oleh HPV tipe 6 dan 11
yaitu pada 37o/o pasienkondiloma akuminatum diduga karena lokasi penelitian
di
kota
Shenzhen yang merupakankota
besardi
China dengan aktivitas seksual diluar nikah yang tinggr.re5.5.
HPV
tipe 6 dan 11 pada peri lesi kondilomaakuminatum
Disfibusi
HPV tipe 6 dan 11 pada peri lesi kondiloma akuminatum dapatdilihat pada tabel 5.5.
Tabel 5.5 Dishibusi
IIPV
tipe 6 danl1
pada peri lesi kondiloma akuminatumV"
Variabel
IIPV
6HPV
11IIPV
6 dan 1160% a% 0% 6
Pada penelitian
ini
HPV tipe6
saja ditemukan pada 6 (60%) sampel perilesi, tidak
ditemukan sampelperi lesi
yang terinfeksioleh HPV
tipe
11
saja.sedangkan multipel infeksi oleh FIPV tipe 6 dan
ll
tidak ditemukan pada sampelperi lesi kondiloma akuminatum.
Stefanaki dkfr.
di
Yunani
pada tahun 2003 melaporkan sebanyak 75% sampel peri lesi pasien kondiloma akuminatum dideteksi adanya HPV yang samadengan HPV yang ditemukan pada lesi kondiloma akuminatum.3r Colgan dkk.
di
Kanada pada tahun 1989 melaporkan ditemukannya
IIPV
pada3-5 mm
epitelperilesi
yang
terlihat
normal
pada
27,78yo
pasien
dengan
kondiloma akuminatum.32 Adanya FIPV pada peri lesiini
merupakan salah satu faktor yangBAB
VI
IKIITISA&
KESIMPULAI\I DAI{
SARAN6.l.Ikhtisar
Kondiloma akuminatum adatah
kutil
di daerah anogenital yang disebabkanoleh infeksi HPV tipe
tertentu. Insideninfeksi HPV
saatini
terus meningkat.Kondiloma akuminatum paling sering disebabkan oleh
IIPV
np
low
rir,t
yaitu FIPV tipe 6 dan 11.Sering
terjadi
rekurensikondiloma
akuminatum setelahterapi,
karenaterapi hanya menghancurkan Jesi, tetapi tidak dapat menghilangkan
IIPV'
Epiteldi sekitar lesi yang tampak nonnal secara visual diduga menjadi srrmber rekurensi.
Tingginya angka rekurensi kondiloma akuminatum s@ara molekuler dibuktikan
dengan adanya DNA HPV pada lesi paska terapi.
penelitian
ini
merupakan penelitian deslaiptif untuk melihat adanya HPVtipe 6 dan 11 pada lesi dan peri lesi pasien kondiloma akuminatum dengan teknik
PCR
di
RS.dr
M
Djamil
Padang. Penelitiandilakukan
di
Subbagian IMSPoliklinik
IK
Kulit
dan
Kelamin
RS
dr
M
Djamil
Padang. Pemeriksaan histopatologi dilalcukan di Laboratorium Patologi Anatomi, FK Unand, sedangkanpemeriksaan PcR dilatrukan di Laboratorium Biomedik, FK unand.
Dari penelitian
ini
didapatkanhasil sebagai berikut:Karakteristik demografi kondiloma akuminatum,
jenis
kelamin terbanyakperkawinan yang sudah menikah sebanyak
6
orang(60%), dan
100% pasien dengan tingkat pendidikan menengah.Karakteristik
klinis
kondiloma
akuminatum,
riwayat
kondiloma akuminatum sebelumnya pada 16,70/o pasienlaki-laki
dan2iyo pasien perempuan,lama
keluhan rala-rata adalah
3,&2,9
bulan.
Berdasarkantipe
lesi,
tipekondilomata akuminata ditemukan pada 100o/o pasien, frpe dome shaped
papl
ditemukan pada 33,3a/o pasienlaki-laki
dan 25% pasien perempuan, berdasarkan lokasi lesi kondiloma akuminatunqdi
pubis ditemukan pada 50o/o pasien, batangpenis pada 66,7yo pasien dan perianal pada l6,7yo pasien
laki-laki.
$sdangkan divulva ditemukan padal00P/o pasien dan perianal pada?So/o pasien perempuarl
Pada penelitian
ini
pada
lesi
kondiloma
akuminatum,HPV
tipe
6 ditemukan pada 90% sampel, dan multipel infeksi olehHPV
tipe 6 dan ll
pada10% sarnpel. Pada peri lesi
HPV
tipe6
ditemtrkan pada 60%sampel
dan tidakditemukan multipel infeksi oleh HPV
tipd6
dan 11. Tidak ditemukan infeksi olehHPV tipe 11 saja pada sarnpel lesi dan peri lesi.
6.2. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan
1.
HPV tipe 6 padalesi pasien kondiloma akuminatum ditemukan padal0W/opasien
2.
HPV tipe1l
pada lesi pasien kondiloma akuminatum ditemukan pada lW/opasien
3.
HPV tipe 6 pada peri-lesi pasien kondiloma akuminafim ditemukan pada4.
Tidak
ditemukan
HPV
tipe
II
pada
peri-lesi
pasien
kondiloma akutninatum63.
Saranl.
Diperlukan penelitian lebih laqiut dengan jumlah sampel yang lebih besaruntuk
melihat kepositifanHPV tipe
6
dan 11
pada pasien kondiloma akuminatum.2.
Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan lebih banyak jumlah tipeIIPV
yang diperiksa.
3.
Disarankan untuk mempertimbangkan luas areatapi
ersampai3
mm periDAX"TAR
PUSTAKA
l.
Egelkrout
EM,
Galloway
DA.
The
biology
of
genital
humanpapillomaviruses.
Dalam:
Holnes
K,
SparlingP,
StampW, piot
p,Wasserheit
J,
Corey
L,
edt.
Sexually hansmitted disease.New
yort:
McGraw-Hill; 2008.h.463-88.
2.
KoutskyL.
Epidemiologyof
genital human papillomavirus infection.Am
J Med 1997
;
102(54): 3-8.3.
Weaver
BA.
Epidemiology
and
natural
history
of
genital
Humanpapillomavirus infection. J Am Osteopath Assoc 2006;106: S2-8.
4.
Fenton
K,
Lowndes
C,
Network TESoSTIE. Recent
tends
in
theepidemiology
of
sexuallytansmitted
infectionsin
the European union.Sex Transm Infect 2004;80:255-63.
5.
CastellsagueX,
CohetC,
Puig-TintoreLM.
Epidemiology and costof
tneafinent of genital warts
in
Spain. Eur J Public Health 2008;l9(l):
lOG
10.
6.
Kraut
AA,
Schink
T,
Schulze-RathR,
Mkolajcryk
RT,
Ga6e
E.Incidence
of
anogenitalwarts
in
Germany:a
population-based cohort study. BMC Infect Dis 2010;l0:
360-7.7.
Kyriakis
KP,
HadjivassiliouM,
PaparizosVA,
Riga
P,
KatsambaA.
Determinants
of
genital wart
case detection rates amongSTD clinic