PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH PADA SEMEN PORTLAND TIPE I DAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) TERHADAP SIFAT FISIS MORTAR.

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH PADA SEMEN

PORTLAND TIPE I DAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT

(PCC) TERHADAP SIFAT FISIS MORTAR

SKRIPSI

BIAZ NASTYASA

0810441010

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

(2)

i

PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH PADA SEMEN

PORTLAND TIPE I DAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT

(PCC) TERHADAP SIFAT FISIS MORTAR

ABSTRAK

Penelitian tentang pengaruh penambahan fly ash pada semen portland tipe 1 dan portland composite cement (PCC) terhadap sifat fisis mortar telah dilakukan. Pencampuran dengan komposisi tertentu dimaksudkan untuk mendapatkan perbandingan dengan nilai kuat tekan dan kerapatan yang maksimum. Penelitian dilakukan dengan variasi perbandingan fly ash terhadap semen portland tipe 1 dan PCC masing-masing 0%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Sampel mortar yang telah dibuat terlebih dahulu direndam menggunakan air kapur hingga umur 7 hari dan 28 hari sebelum dilakukan pengujian yang mengacu prosedur standar kerja BARISTAND. Uji yang dilakukan meliputi sifat mekanik dan fisis seperti kehalusan, kuat tekan, porositas dan densitas. Hasil menunjukkan nilai kehalusan semen tipe 1 dan PCC memiliki nilai kehalusan ± 3101,53 m2/kg, sedangkan dengan penambahan fly ash nilai kehalusan yang didapatkan yaitu ± 3249,50 m2/kg. Pada hasil uji kuat tekan nilai yang baik dalam penambahan fly ash yaitu berkisar 15% sampai dengan 20%, untuk semen PCC yaitu 365,73 kg/cm2 dan tipe 1 yaitu 383,41 kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa nilai kehalusan dengan penambahan fly ash lebih halus daripada nilai kehalusan semen. Sedangkan nilai kuat tekan PCC dengan penambahan fly ash 20% dihari ke 28 menyamai hasil nilai kuat tekan semen portland tipe 1 tanpa penambahan fly ash pada hari yang sama.

(3)

ii

INFLUENCE OF ADDITION OF FLY ASH IN PORTLAND

CEMENT TYPE I AND PORTLAND COMPOSITE CEMENT

(PCC) OF THE PHYSICAL PROPERTIES OF MORTAR

ABSTRACT

Research on the influence of addition of fly ash in portland cement type 1 and portland composite cement (PCC) of the physical properties of mortar was conducted. Mixing with certain composition intended to get a comparison with the value of compressive strength and maximum density. Research conducted with a variation comparison of fly ash to cement portland type 1 and PCC each 0%, 10%, 15%, 20% and 25%. Mortar samples that have been made will be soaked in lime water up to 7 days and 28 days prior to testing according to the standard procedure of work of BARISTAND. Test performed include physical and mechanical properties such as compressive strength, smoothness, porosity and density. The results show the initial value of smoothness of portland cement type 1 and PCC is ± 3101,53 m2/kg, whereas with the addition of fly ash smoothness value obtained is ± 3249,50 m2/kg. Test results on the values of compressive strength with the addition of fly ash ranges from 15% to 20% for PCC is 365,73 kg/cm2 and for portland cement type 1 is 383,41 kg/cm2. It can be concluded that the value of smoothness of cement with the addition of fly ash is more refined than the value of smoothness of ordinary cement. Whereas the value of compressive strength of PCC with the addition of 20% fly ash on 28th day match the value of compressive strength of portland cement type 1 without the addition of fly ash on the same day.

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mortar yang berupa campuran pasta semen, pasir dan air awalnya dibuat dengan menggunakan campuran semen portland dan kapur (Andoyo,2006). Penggunaan mortar pada umumnya adalah untuk plesteran dan adukan pasangan batu bata, atau batuan. Sifat dari mortar yang baik untuk bahan adukan adalah tingkat elastis yang cukup sehingga mudah dikerjakan, dapat menghasilkan rekatan yang kuat, lekatan yang baik, serta dapat membagi tegangan secara merata dan mempunyai kekuatan lentur yang baik. Selain itu, semakin baik suatu mortar sifat-sifat tersebut mampu bertahan dalam jangka yang lama.

Sifat-sifat mortar sangat dipengaruhi oleh campuran bahan dasar yang digunakan, seperti semen, pasir, dan air. Untuk mempengaruhi sifat mortar terkadang juga digunakan bahan tambahan lain seperti abu sekam padi, slag, fly ash (abu terbang), dan lain-lain. Selain itu, sifat mortar juga dipengaruhi oleh tipe

(5)

2 Pada mortar, fly ash dapat mengurangi keberadaan unsur kalsium-hidroksida di dalam mortar yang merupakan bagian lemah pada mortar, serta menggantikannya setelah bereaksi dengan SiO2 menjadi kalsium-silika-hidrat (CSH gel) yang selanjutnya memberikan peningkatan kekuatan mortar.

Surya (2006) telah melakukan penelitian tentang Pengaruh Abu Terbang sebagai Pengganti Sejumlah Semen Tipe V pada Beton Mutu Tinggi Dari hasil penelitian diperoleh, semakin besar kadar abu terbang pada adukan beton maka kelecakan beton semakin bertambah. Penggunaan abu terbang ternyata dapat mengurangi pengeluaran air dari adukan beton yang disebabkan oleh pelepasan air pada pasta semen (bleeding) dan pemisahan kerikil dari adukan beton (segregasi). Penggunaan abu terbang pada adukan beton secara umum memperlambat waktu pengikatan awal dan pengikatan akhir beton. Kontribusi kuat tekan beton abu terbang lebih lambat daripada beton tanpa abu terbang dibawah umur 28 hari. Kuat tekan maksimum beton abu terbang pada pada umur 56 hari diperoleh pada kadar abu terbang 20 % sebagai bahan pengganti sejumlah semen.

Andoyo (2008) menunjukkan bahwa penambahan flly ash dengan persentase tertentu dari berat semen ternyata dapat meningkatkan kuat tekan pada mortar. Peningkatan kuat tekan pada mortar terjadi dibawah 30% penambahan fly ash, dan dengan penambahan fly ash ini mortar bisa menjadi lebih kedap air, karena nilai serapan airnya semakin rendah.

(6)

3 digunakan yaitu semen Portland tipe I dan semen PCC. Saat ini semen tipe I hanya digunakan untuk pembuatan konstruksi jalan dan tidak banyak diproduksi lagi, sedangkan semen PCC saat ini banyak digunakan masyarakat untuk pembangun rumah. Fly ash yang digunakan yaitu fly ash kelas F dengan variasi 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, karakteristik yang diuji yaitu kehalusannya dan untuk mortar akan diuji kuat tekan, porositas, dan densitasnya.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian adalah :

1. Menentukan pengaruh penambahan fly ash terhadap kuat tekan dari mortar semen portland tipe I dengan semen PCC.

2. Melihat pengaruh penambahan fly ash pada porositas dan densitas untuk menentukan hubungannya dengan kuat tekan.

Manfaat dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan semen PCC yang telah di tambahkan dengan fly ash bisa menyamai kekuatannya dengan semen portland tipe 1 dan diharapkan juga dapat mengurangi dampak negatif dari limbah fly ash batubara terhadap lingkungan.

1.3 Batasan Masalah

1. Bahan yang digunakan untuk penambahan pembuatan mortar ini yaitu sisa dari pembakaran batubara berbentuk fly ash.

(7)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...