30 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah merupakan deskriptif kualitatif yaitu data yang di kumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar dari pada angka- angka.Hasil penelitian tertulis berisi kutipan-kutipan dari data untuk mengilustrasikan dan menyediakan bukti presentasinya.Data tersebut mencakup transkrip wawancara, cacatan lapangan, fotografi, videotape, dokumen pribadi, memo dan rekaman- rekaman resmi lainnya. Dalam pencarian mereka untuk pemahaman, peneliti kualitatif ini tidak mereduksi halaman demi halaman dari narasi dan data lain kedalam simbol-simbol numerik. Mereka mencoba menganalisiss data dengan segala kekayaannya sedapat dan sedekat mungkin dengan bentuk rekaman dan transkripnya.
Penelitian kualitatif ialah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dipercaya dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif lainnya (Basrowi dan Suwadi, 2008:1)
Dalam penelitian kualitatif Informan yang dipilih ialah narasumber dalam fokus masalah yang diteliti. Peneliti hendaknya “mencair dan melebur diri” dalam konteks yang sesungguhnya bersama informan, bingkai, batasan, dan sekat pemisah antara peneliti dan informan menjadi hilang, menyatu dalam situasi sosial, sesuai dengan konteksnya dan alami (natural setting).
31 B. Lokasi Penelitian
Penelitian pertama akan dilaksanakan di Jatim Park 1, Objek wiata terletak di Jl. Dewi Sartika Atas, Sisisr, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314. Jawa Timur Park 1 atau yang biasa disebut Jatim Park 1 merupakan salah satu tempat rekreasi dan taman belajar yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur Indonesia. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km dari arah barat Kota Malang, dan kini menjadi salah satu icon wisata terkenal di daerah Kota Malang bahkan Se-Jawa Timur.
Yang kedua adalah Taman Rekreasi Sengkaling objek wisata ini terletak di Jl.RayaMulyoagung No.188, Kecematan Dau, Kabupaten Malang atau berjarak sekitar 10 km dari pusatkota Malang. Taman Rekreasi Sengkaling memiliki fasilitas yang siap untuk memanjakan hari libur anda, mulai dari berbagai macam wahana kolam renang, Bioskop 4 dimensi, wahana ikan,sepeda air, fitness center, dan taman bermain dan masih banyak lainnya. Lokasinya sangatstrategis karena tepat berada di tepi jalan raya yang menghubungkan antara Kota Malang dangan Kota Batu, sehingga sangat mudah dicapai oleh kendaraan pribadi maupun angkutan umum.Taman Rekreasi Sengkaling Malang adalah merupakan tempat wisata keluarga, sesuai dengan slogannyawisata air impian keluarga, dan menyediakan berbagai macam wahana permainan demimemanjakan pengunjung, di antaranya adalah taman bermain, wahana permainan di darat danair, gedung serbaguna, dan kolam pemandian. Luas keseluruhan sengkaling sekitar 9 hektar dan6 hektar di antaranya berupa taman dan perpohonan yang menyejukkan.Alasan memilih lokasi penelitian tersebut merupakan lokasi yang menjadi tujuan untukwisatawan
32
berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas, penelitian ingin tahu sejauh manadukungan sosial tempat wisata bagi wisatawan berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
C. Subyek Penelitian
Subyek penelitian merupakan orang yang paham betul mengenai apa yang sedang diteliti. Lebih tegas Meleong mengatakan bahwa subyek penelitianini adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informan tentang situasi dan kondisi latar penelitian.Objek penelitian bisa berupa individu, kelompok, keluarga, rumah tangga, organisasi, institusi, perusahaan, wilayah dan sebagainya dimana permasalahan penelitian melekat atau berada padanya.
Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive. Teknik ini ialah teknik pengambilan sampell untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data ssebenarnya. Margono (2004:125)
Menurut Sugiyono (2001:61), menyatakan bahwa purposive sampling merpakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Menurut Margono (2004:128), pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Dengan kata lain unit sampel yang dihubungi sesuai kriteria- kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian. Misalnya akan
33
melakukan penelitian tentang dukungan social tempat wisata pada wisataan berkebutuhan khsus, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepariwisataan saja.
Adapun kriteria-kriteria yang ditentukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Pekerja Pariwisata di Jatim Park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling Minimal 5 tahun
2. Pengelola Pariwisata di Jatim Park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling Pendidikan minimal Di Ploma Pariwisata
3. Bersedia di wawancarai tentang dukungan sosial tempat wisata pada wisatawan berkebutuhan khusus/ penyangdang disabilitas di Jatim Park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling.
D. Teknik Pengumpulan Data
Menurut (Gay & Airasian, 2000 :210) Observasi, wawancara, dokumentasi pribadi dan resmi, foto, rekaman, gambar dan percakapan informal semua merupakan data kualitatif. Sumber yang paling umum digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumen, kadang-kadang dipergunakan ssecara bersama-sama dan kadang-kadang secara individual. Semua jenis data ini memiliki satu aspek kunci secara umum : analisisnya terutama tergantung pada penampilan integratif dan interpretatif dari peneliti. Interpretasi diperlukan karena
34
data yang dikumpulkan jarang berbentuk angka dan karena data kaya rincian dan panjang
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Observasi
(Garayibah, et.al. 1981:33) Ketika peneliti mengumpulkan data untuk tujuan penelitian ilmiah, kadang- kadang ia perlu memerhatikan sendiri berbagai fenomena, atau kadang-kadang menggunakan pengamatan orang lain. Obervasi atau pengamatan dapat didenifisikan sebagai “perhatian yang terfokus terhadap kejadian, gejala, atau sesuatu”.Adapun observasi ilmiah merupakan “perhatian terfokus terhadap gejala, kejadian atau sesuatu dengan maksud menafsirkannya, mengungkapkan faktor-faktor penyebabnya dan menemukan kaidah-kaidah yang mengaturnya.
Dalam penelitian ini observasi dilakukan pada pekerja pariwisata atau karyawan pariwisata dijatim park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling, dengan melakukan pengamatan dan melihat secara langsung kondisi lapangan dan apa saja fasilitas sosial yang tersedia bagi wisata berkebutuhan khusus dan bentuk dukungan sosial yang diberikan oleh pihak pariwisata terhadap wisatawan berkebutuhan khusus dijatm park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling.
b. Wawancara
35
(Hasan (1963) dalam Garabiyah, 1981:43) Wawancara dapat didefinisikan sebagai “interaksi bahasa yang langsung antara dua orang dalam situasi saling berhadapan salah seorang, yaitu yang melakukan wawancara meminta informasi atau ungkapan kepada orang yang diteliti yang berputar disekitar pendapat dan keyakinannya” . Dalam Proses Wawancara, informasi akan diperoleh melalui proses tanya, peneliti menggunakan teknik wawancara tak berstruktur dan face to face atau wawancara secara langsung bertatap muka dengan informan untuk menggali informasi secara langsung dan dapat melihat, memahami dan menilai bahasa tubuh dari informan sehingga membantu untuk peneliti menggali infomasi yang akurat.
c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mencari bukti-bukti dari non-manusia terkait dengan objek yang diteliti (Afifuddin dan Saebani. 2012:141) yang berupa tilisan, gambar, atau karya-karya nomumental dari seseorang (Sugiyono, 2013:82).Dokumen dapat dikategorikan sebagai dokumen pribadi, dokumen resmi dan dokumen budaya populer.Kadang-kadang dokumentasi ini digunakan dalam hubungannya dengan atau mendukung wawancara dan observasi berperan serta.
Dalam melakukan dokumentasi ini, peneliti juga menggunakan dokumentasi sebagai salah satu bukti/data yaitu penelitian mengambil foto-foto berserta video untuk mengetahui apa saja fasilitas sosial yang
36
tersedia di jatim park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling untuk wisatawan berkebutuhan khusus, dan juga mengumpulkan sumber data pendukung yang didapatkan dari catatan di jatim park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling untuk menunjang informasi peneliti yang berkaitan dengan penelitian.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data ialah proses sistematis pencarian dan pengaturan transkripsiwawancara, catatan lapangan, dan materi-materi lainnya yang telah anda kumpulkan untuk meningkatkan pemahaman anda sendiri mengenai materi-materi tersebut dan untuk memungkinkan anda menyajikan apa yang sudah anda temukan kepada orang lain.
Ada tiga macam kegiatan dalam analisis data kualitatif (Miles dan Huberman) yaitu:
a. Reduksi Data
Reduksi data aialah proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan serta kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli, melalui diskusi itu, maka wawasan peneliti aakan berkembang,
37
sehingga dapat mereduksi data-data yang dimiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.
Tujuan untuk dilakukan reduksi data dalam penelitian ini yaitu agar peneliti melakukan rangkuman atau memilih hal-hal yang pokok dari Bentuk dukungan sosial tempat wisata pada wisatawan berkebutuhan khusus. Dengan data yang telah direduksi akan memberikan gambaran jelas kepada peneliti dan mempermudah jalan penelitian selanjutnya. Data yang diperoleh peneliti di dalam Bentuk dukungan sosial tempat wisata pada wisatawan berkebutuhan khusus, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.reduksi data dengan cara merangkum, memilih dan memfokuskan data yang sesuai dengan penelitian. Peneliti melakukan reduksi data dengan berbagai cara memilah-milah, mengkategorikan, menyeragamkan data guna memilih data yang relevan, bermakna dan membuat abstrak dari catatan dilapangan, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini peneliti melakukan reduksi data secara terus menerus selama penelitian kualitatif berlangsung. Peneliti disini memfokuskan reduksi data pada bagaimana dan apa saja bentuk dukungan sosial dan fasilitas sosial bagi wisatawan berkebutuhan khsusus yang ada di jatim park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling.
38 b. Penyajian Data
Setelah data Reduksi, maka langka selanjutnya adalah mendisplaykan data.Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.Dalam hal ini Miles dan Huberman (1984) menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif ialah dengan teks yang bersifat naratif.
Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang telah terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Selanjutnya disarankan dalam melakukan display data, selainmenggunakan teks naratif juga dapat berupa grafik, matrik, network dan chart. Penyajian data dilakukan oleh peneliti setelah melakukan reduksi data.
Peneliti akan menyajikan data yang didapatkan di Jatim park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling dalam bentuk uraian singkat, tabel, gambar dan sejenisnya untuk memudahkan penelitian selanjutnya.
Penyajian yang peneliti gunakan pada penelitian kali ini adalah berbentuk teks naratif sehingga memudahkan peneliti dalam menarik kesimpulan dan dapat memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan lebih jauh menganalisi atau mengambil tindakan berdasarkan atas pemahaman yang didapat dari penyajian-penyajian dari hasil di lapangan.
39 c. Penarikan Kesimpulan
Langka ketiga dalam analisis data ialah penarikan kesimpulan.
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan beruba bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan dataa berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti- buktinya yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan ,mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang yang kredibel atau dapat dipercaya (Milles dan Huberman, 1984).
Penarikan kesimpulan yang dilakukan oleh peneliti mungkin bisa menjawab
rumusan masalah yang sudah di rumuskan sejak awal atau mungkin tidak juga karena kesimpulan ini masih bersifat sementara. Peneliti akan menarik kesimpulan dari data-data yang di dapat tentang Bentuk dukungan sosial tempat wisata pada wisatawan berkebutuhan khsusus di Jatim Park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling.
F. Teknik Keabsahan Data
Pemeriksaan terhadap keabsahan data pada dasarnya, selain digunakan untuk menyanggah balik yang dituduhkan kepada penelitian kualitatif yang
40
mengatakan tidak ilmiah, juga merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif (Moleong, 2007:320).
Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan benar-benar merupakan penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data yang diperoleh.Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility, transferability, dependability, dan confirmability (Sugiyono, 2007:270).
Keabsahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu pengumpulan data yang lebih dari satu sumber, yang menunjukkan informasi yang sama. Adapun sumber informasi dari orang pekerja pariwisata beserta pengelola pariwisata yang berada di jatim park 1 dan Taman Rekreasi Sengkaling.