mengucapkan terima kasih kepada mitra bestari yang telah memberikan pertimbangan dalam penerbitan Volume 5 No 2, Juli – Desember 2021
Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS (Universitas Sebelas Maret) Dr. Suparni Setyowati R, M.Si (Politeknik Negeri Semarang)
Dr. Ning Setiati, M.Si (Universitas Negeri Semarang) Dr. Achmad Buchori (Universitas, PGRI Semarang) Dr. dr. Dewi Susanna, M.Kes (Universitas Indonesia) Dr. Herdis Herdiansyah, M.Hum (Universitas Indonesia)
Muh Firyal Akbar, S.IP., M.Si (Universitas Muhammadiyah Gorontalo) Chika Rahayu, M.Pd (STKIP Muhammadiyah Pagaralam)
Ririn Ambarini, M.Hum (Universitas PGRI Semarang) Eva Ardiana Indrariani, M.Hum (Universitas PGRI Semarang)
Pemimpin Redaksi Miftah Arifin, SH., M.H., M.Kn
Editorial Board
Firmansyah, Ph.D (Universitas Diponegoro) Haryanto M.Hum (Unisnu Jepara) Khusna Dwijayanti, Ph.D (UIN Sunan Kalijaga) Shanty Oktavilia, M.Si (Universitas Negeri Semarang)
Editor
Purwo Adi Wibowo, S.E., M.Sc Khoirul Muslimin, S.Sos.I, M.I.Kom
Safrizal, ST., MT Layout
Drs. Zainul Arifin, M.Hum Yunita Rahma Fauziah, SE
Penerbit
Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara
Alamat Penerbit
Jl. Taman Siswa, Pekeng, Tahunan Jepara, 59427. Telp. (0291) 595320 Email Jurnal : [email protected]
http://ejournal.unisnu.ac.id/jdc
PASAR MODAL INDONESIA KEPADA INVESTOR MILENIAL Langgeng Prayitno Utomo, Benih Hartanti
103-109 SPORT ENTREPRENEUR (SPORT MASSAGE) UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA JUNGSEMI KECAMATAN KANGKUNG KABUPATEN KENDAL TAHUN 2020
Maftukin Hudah, Rosalina Br. Ginting, Valdyan Drifanda
110-117 IMPLEMENTASI DAN PEMANFAATAN E-MARKETING UNTUK OPTIMALISASI BUSINESS TO BUSINESS DI BANK SAMPAH SEKAR MELATI KABUPATEN KUDUS Diana Laily Fithri, Andy Prasetyo Utomo, Fajar Nugraha
118-126 SANTRIPRENEUR PENGHASIL KERAJINAN DARI LIMBAH PLASTIK DI KAWASAN PONDOK PESANTREN KH. MURODI MRANGGEN DEMAK
Muhdi, Sunan Baedowi, Mahmud Yunus, Achmad Buchori
127-137 PENINGKATAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DAN MUTU USAHA MIKRO MELALUI PELATIHAN BERBASIS KONSEP MAGNET REJEKI
Arif Julianto Sri Nugroho, Anis Marjukah, M Pujo Darmo, Dandang Setyawanti, Agung Nugroho Jati, Cahaya Nugrahani, Jarot Prasetyo
138-147 PEMERIKSAAN BONE MINERAL DENSITY DAN PELATIHAN SENAM OSTEOPOROSIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEWASPADAAN OSTEOPOROSIS PADA PENDERITA TALASEMIA MAYOR
Nyoman Suci Widyastiti, I Edward KSL, Meita Hendrianingtyas, Ariosta, Dwi Retnoningrum, Dwi Ngestiningsih, Yetty Movieta Nency
148-158 PENDAYAGUNAAN GURU SEKOLAH LUAR BIASA IDAYU MALANG DALAM DETEKSI DINI GANGGUAN BICARA DAN BAHASA PADA ANAK
Nurdiana, Ni Luh Putu Herli Mastuti, Astri Proborini, Yuseva Sariati, Nur Aini Retno Hastuti, Miftahul Jannah
159-181 EMPOWERMENT COMMUNITY: PEMBENTUKAN KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN BENCANA DAN KESEHATAN PADA WARGA BANTAR KALI DI KAMPUNG PAYUNG KERTAS, MALANG
Lusy Asa Akhrani, Ika Herani, Alfrina Hany
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) | 94
Literasi Keuangan: Pelatihan Investasi Saham Melalui Pengenalan Pasar Modal Indonesia kepada Investor Milenial
Langgeng Prayitno Utomo, Benih Hartanti STIE PGRI Dewantara Jombang, Jombang, Indonesia
Received: 2nd July 2020 | Accepted: 9th July 2021 | Published: 27th July 2021
Abstract
Understanding of finance is important, especially for people who want to invest, it is aimed at obtaining maximum returns or returns from investments. The condition of the selected service partners, namely students and the general public who have an interest in investing, currently do not really understand personal finance so they are unable to manage their own finances which results in not understanding how to start investing. The purpose of this activity is to introduce the importance of understanding personal finance so as to be able to measure the extent to which personal financial conditions can be used to invest in the Indonesian capital market to service partners, namely young potential investors. The training activities are carried out in the computer laboratory of STIE PGRI Dewantara Jombang with lecture, question and answer methods, and practice. The material for the activity consists of the basic theory of financial management, introduction to investment, fundamental and technical analysis, and trading simulations. The results of this activity are: 1) service partners have a new understanding of financial literacy and personal finance well; 2) partners are better prepared when they are going to invest in shares or trade in the capital market; 3) the interest of partners to be able to invest is higher than before.
Abstrak
Pemahaman akan keuangan merupakan hal yang penting terutama bagi orang yang ingin melakukan investasi, hal ini ditujukan untuk memperoleh hasil atau return yang maksimal dari investasi. Kondisi mitra pengabdian yang dipilih yaitu mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki minat untuk berinvestasi saat ini belum begitu memahami mengenai personal finance sehingga kurang dapat mengelola keuangan sendiri yang berakibat tidak mengerti bagaimana untuk memulai investasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan pentingnya pemahaman personal finance sehingga mampu mengukur sejauh mana kondisi keuangan pribadi yang dapat digunakan untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia kepada mitra pengabdian yaitu para calon investor muda. Kegiatan pelatihan sekolah pasar modal dilakukan di laboratorium komputer STIE PGRI Dewantara Jombang dengan metode ceramah, tanya jawab, dan praktik. Materi kegiatan terdiri atas materi teori dasar manajemen keuangan, pengenalan investasi, analisa fundamental dan teknikal, dan simulasi trading. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) mitra pengabdian memiliki pemahaman baru mengenai literasi keuangan dan personal finance dengan baik; 2) mitra lebih siap ketika Key word:
financial literacy;
investment;
capital market;
stock
Kata Kunci Literasi keuangan;
investasi;
pasar modal;
saham
95 | Journal of Dedicators Community
akan melakukan investasi saham ataupun trading di pasar modal; 3) minat mitra untuk dapat melakukan investasi lebih tinggi daripada sebelumnya.
PENDAHULUAN
Investasi adalah suatu tindakan menanamkan sumber daya atau modal yang kita miliki dengan harapan bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar di masa yang akan datang. Investasi sangatlah penting dilakukan sejak awal agar kita dapat mempersiapkan kebutuhan yang terencana maupun yang tidak terencana di masa yang akan datang, seperti dana pendidikan, dana pada saat sakit, maupun dana pensiun. Selain untuk mempersiapkan dana untuk kebutuhan di masa yang akan datang, melakukan investasi juga untuk melindungi aset yang kita miliki dari ancaman inflasi yang tidak dapat diprediksi (Syaifullah dkk., 2019).
Investasi merupakan suatu aktivitas menempatkan dana pada periode tertentu dengan tujuan penggunaan dana tersebut dapat menghasilkan keuntungan atau meningkatkan nilai dari investasi tersebut.
Sedangkan menurut Haming dan Basalamah, investasi adalah pengeluaran pada masa sekarang yang digunakan untuk membeli aktiva riil (properti, mobil dan sebagainya) dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar di masa depan. Dan seorang yang berinvestasi dikenal dengan nama investor (Cahya, 2019).
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada akhir tahun 2020, investor di pasar modal Indonesia tumbuh signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Total investor pasar modal di Indonesia mencapai 3,87 juta investor. Jumlah tersebut naik signifikan dari 1,40 juta di tahun sebelumnya, Secara keseluruhan, kepemilikan asset didominasi oleh kepemilikan lokal dengan persentase 56,56%, sedangkan sisanya merupakan kepemilikan asing. Tak jauh berbeda, investor ritel jumlahnya mencapai 98,89%
dari total investor pasar modal, investor institusi hanya sebesar 1,20% dari total investor. Dari segi usia, jumlah single investor identification (SID) didominasi oleh millennial dengan usia di bawah 30 tahun dengan komposisi 54,79%. Total aset yang dimiliki oleh kalangan usia ini mencapai Rp 30,82 triliun. Meskipun dikalahkan dari segi jumlah, investor dengan kelompok usia di atas 60 tahun yang hanya sebanyak 4,19% dari total investor, namun memiliki aset paling besar yang mencapai Rp 360,76 triliun.
Pekerjaan paling banyak yang digeluti oleh investor pasar modal adalah pegawai, baik itu pegawai negeri maupun swasta yang mencapai 36,35% kemudian diikuti oleh
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) | 96 pelajar, pengusaha dan ibu rumah tangga
(Kustodian Sentral Efek Indonesia, 2020).
Investasi adalah langkah yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan memiliki tabungan atau asset dapat membantu untuk menghadapi ketidakpastian yang akan terjadi di masa mendatang. Selain itu juga terdapat beberapa alasan mendasar mengapa harus berinvestasi sedini mungkin diantaranya.
Keuntungan yang dilakukan oleh orang sejak umur 20 tahun akan berbeda dengan keuntungan yang dilakukan oleh orang umur 30 tahunan. Orang-orang yang mengetahui prinsip dasar keuangan akan memiliki rencana pensiun yang baik, memiliki kekayaan lebih besar serta lebih baik dalam menghindari utang konsumtif.
Hal ini disebabkan mereka mampu menggunakan uang dengan bijak sehingga berdampak pada penambahan manfaat ekonomi bagi dirinya. Begitu pula dalam hal investasi, generasi milenial harus memiliki literasi keuangan yang cukup dalam menentukan visi dan misi serta langkah untuk menentukan tujuan keuangan yang akan dicapai (Ningtyas, 2019).
Pada saat memutuskan untuk berinvestasi individu akan dengan cermat berhitung karena uang yang diinvestasikan diharapkan akan menghasilkan return yang baik. Pentingnya belajar investasi adalah
penerapan kedisiplinan kecermatan.
Investasi yang berjalan dengan baik dan menghasilkan return yang baik akan memberikan kebebasan finansial.
Kebebasan finansial adalah ketika seseorang sudah tidak perlu lagi bekerja keras akan tetapi penghasilan pasif akan terus didapatkannya (Rahadjeng, 2011).
Saat ini orang dengan kebebasan finansial sangat sulit ditemui. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang memiliki cicilan atau tanggungan banyak yang akhirnya memaksanya terus bekerja keras untuk menutupinya. Orang-orang yang bebas secara finansial adalah mereka yang mulai berinvestasi sejak dini. Mereka bahkan dapat memilih gaya hidup yang diinginkan dengan menggunakan hasil investasi yang dimilikinya. Dapat diartikan jika investasi adalah cara paling mudah dan cerdas untuk mengumpulkan kekayaan (Kustina, 2020).
Untuk menyadari pentingnya investasi sejak dini hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki tujuan yang kuat.
Meskipun terlihat sederhana dan mudah, mendisiplinkan diri dengan pola pikir menyiapkan kehidupan di masa mendatang sangatlah sulit. Kondisi seperti itulah yang juga di alami oleh milennial di kabupaten Jombang, banyak dari mereka yang masih tidak sadar akan pentingnya investasi dan lebih suka menghamburkan uang dan waktu mereka untuk bersenang-senang dan
97 | Journal of Dedicators Community bermain, tampa memikirkan bagaimana menghadapi masa depan yang tidak pasti, di sisi lain kurangnya edukasi tentang pentingnya mengelola keuangan dan investasi sejak dini, menjadikan para milennial ini, kurang paham terhadap pentingnya investasi dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi masa depan.
Pentingnya edukasi bagi para investor muda mengenal apa itu investasi, bagai mana cara berinvestasi dan apa saja instrumen investasi menjadi penting, untuk menghindarkan mereka dari penipuan investasi bodong atau penipuan berkedok investasi, selain itu edukasi tentang cara berinvestasi juga untuk mengajari mereka melakukan investasi dengan baik dan bijak agar mereka terhindar dari risiko kerugian yang tinggi, mengingat usia masih sangat muda dan cenderung emosional, labil dan senang menghadapi risiko, selain itu ketidak tahuan mereka tentang bagai mana cara berinvestasi menjadikan mereka engan untuk melakukan investasi sedini mungkin, pelatihan tata cara dan mekanisme perdagangan dalam pasar modal menjadi penting agar para calon investor muda dapat menggunakan dan memahami bagaimana perdagangan pasar modal itu terjadi. Mengingat kondisi kurangnya literasi yang ada pada kaum millennial di Jombang tentang investasi dan bagi mana melakukan investasi yang baik menjadikan
mereka rawan penipuan berkedok investasi yang marak saat ini, selain itu kondisi ini juga membuat mereka enggan untuk melakukan investasi, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan pentingnya berinvestasi dan pasar modal Indonesia kepada calon investor muda.
Berdasarkan informasi inilah tim pengabdi merasa penting memberikan wawasan berupa literasi keuangan kepada mitra pengabdian yaitu mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki minat terhadap investasi.
METODE
Kegiatan pengenalan dan pelatihan investasi dengan tema “Literasi Keuangan:
Pelatihan Investasi Saham Melalui Pengenalan Pasar Modal Indonesia Kepada Investor Millennial ” dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan praktik.
Pelatihan sekolah pasar modal dilakukan dalam tiga sesi selama satu hari dengan materi:
a. pengelolaan keuangan pribadi (personal finance),
b. instrumen investasi, c. mengenal saham,
d. analisis fundamental technical e. praktik simulasi trading
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) | 98 HASIL
Kegiatan pelatihan investasi saham melalui pengenalan Pasar Modal Indonesia kepada investor millennial dilaksanakan dengan di ikuti oleh 32 peserta, kegiatan diawali dengan pemaparan tentang pengelolaan keuangan pribadi personal finance, sesi ini menjelaskan bahwa personal finance adalah ilmu yang dipelajari untuk dapat memiliki kemampuan mengatur uang atau keuangan pribadi. Dijelaskan bahwa aktivitas ini melibatkan semua keputusan finansial dan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh seorang individu atau dalam satu sistem ekonomi yang lebih besar seperti keluarga.
Adapun praktik keuangan yang menjadi bahasan di sini antara lain adalah bagaimana memperoleh pendapatan, teknik menabung, cara berinvestasi dan juga membelanjakan uang atau harta benda yang dimiliki.
Gambar 1. Peserta memperhatikan pemaparan narasumber
Pembahasan seputar personal finance merupakan materi yang menurut peserta tidak begitu menyenangkan. Hal ini disebabkan karena pada saat berurusan dengan uang, orang cenderung mengambil langkah praktis daripada sibuk memikirkannya. Tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak topik dalam personal finance yang penting untuk dibicarakan dan dibagi dengan khalayak yang lebih luas mengingat dalam skema perekonomian global seperti sekarang, praktik sharing economy bisa hadir kapanpun dan di mana saja.
Semua hal yang ada kaitannya dengan uang menjadi bahasan personal finance, yang meliputi pembelian produk finansial seperti kartu kredit, asuransi rumah, kredit perumahan dan berbagai macam bentuk investasi dan juga investasi kendaraan bermotor. Dalam skala yang lebih luas dan impersonal, perbankan dianggap sebagai bagian dari personal finance yang bentuk aktivitasnya meliputi pemeriksaan keuangan dan pembukaan tabungan dan, yang paling baru, adalah online payment dan layanan mobile payment semacam PayPal dan Venmo.
Semua aktivitas finansial individu masuk dalam kategori personal finance. Salah satu fitur penting dalam personal finance adalah personal financial planning atau perencanaan keuangan pribadi yang
99 | Journal of Dedicators Community cakupannya meliputi analisis kondisi finansial terkini, memprediksi kebutuhan jangka panjang dan jangka pendek serta mengeksekusi sebuah rencana untuk memenuhi kebutuhan tersebut dalam batasan kondisi finansial individu tersebut.
Gambar 2. Pemaparan tentang investasi
Materi selanjutnya tentang pentingnya investasi, instrumen investasi dan pengenalan pasar modal dalam materi ini dijelaskan pentingnya investasi dilakukan untuk melindungi aset yang kita miliki ataupun mendapatkan imbal hasil yang lebih besar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan investasi sedini mungkin.
Sesi ketiga dilakukan praktik trading saham. Belajar saham untuk pemula adalah langkah penting untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari main saham. Investasi saham adalah instrumen dengan keuntungan terbaik.
Pelatihan trading ini menggunakan aplikasi simulasi perdangan saham dari PT Kresna Scuritas, peserta di ajari bagaimana
membeli saham dan menjual saham, dan melakukan analisa technical untuk melihat pergerakan harga saham dan kapan waktunya jual dan beli, melalui simulasi ini peserta di ajarkan tentang mekanisme perdagangan saham di bursa efek Indonesia.
Gambar 3. Peserta memperhatikan pemaparan narasumber
PEMBAHASAN
Literasi keuangan khususnya pemahaman mengenai personal finance sangat penting terutama bagi millenial, tanpa adanya pemahaman yang baik tentang personal finance millennial untuk menentukan apakah akan melakukan investasi atau tidak (Margaretha &
Pambudhi, 2015). Sebelum melakukan investasi, seorang investor juga harus mengetahui tujuan melakukan investasi dan risiko yang dimiliki. Motivasi juga di berikan kepada peserta untuk menjadi investor yang bijak dalam melakukan investasi agar kelak bisa mendapatkan manfaat dari investasi yang telah dilakukan (Amhalmad & Irianto, 2019).
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) | 100 Selain itu, instrumen investasi yang
menjadi pilihan juga menjadi pertimbangan bagi millennial untuk melakukan investasi seperti investasi tabungan berjangka/deposito, emas, properti, kurs mata uang asing, ataupun saham Pilihan terhadap instrumen investasi yang ada haruslah didasarkan pada tujuan melakukan investasi itu sendiri. Pengetahuan atas instrument atau jenis investasi ini sangat penting karena mempengaruhi minat investasi (Wibowo, 2019). Pada umumnya, investasi dapat dilakukan untuk jangka panjang, menengah, dan pendek. Investasi jangka panjang dapat berupa investasi deposito, properti, reksadana dan saham.
Investasi jangka menengah dapat berupa investasi emas. Sedangkan investasi jangka pendek dapat berupa investasi pertukaran kurs mata uang asing.
Beberapa hal yang disampaikan dalam materi trading saham ini adalah bahwa trading saham membutuhkan waktu dan tenaga karena harus memantau perdagangan setiap saat. Tidak bisa disambi atau ditinggal dengan pekerjaan lain. Belajar trading saham untuk pemula, meskipun sudah ada kemajuan teknologi untuk trading online, tetapi harus fokus ke trading yang menguras waktu dan tenaga.
Berbeda dengan normalnya orang berbisnis yang menyerahkan perusahaan ke manajemen profesional yang mengelola
dan memberikan hasil setelah jangka waktu tertentu (1 tahun atau 6 bulan), sedangkan di trading saham harus memantau setiap hari, bahkan setiap menit, dan mengharapkan kenaikkan nilai perusahaan dalam 1 hari. Selain itu, trading saham berharap keuntungan dari pergerakkan harga saham setiap hari, sementara yang namanya bisnis atau usaha (yang
merupakan refleksi harga
saham) membutuhkan waktu lebih dari hari atau bahkan bulanan untuk meningkatkan valuasi nilai perusahaan.
Buat saya tidak masuk akal jika kita mengharapkan nilai bisnis berubah dalam hitungan hari atau bahkan dalam 1 hari (day-trading). Tetapi, hal tersebut yang diharapkan dalam trading saham. Tujuan trading adalah market-timing yang berupaya menentukan kapan harga paling murah untuk beli dan harga paling mahal untuk jual, dengan materi ini diharapkan peserta lebih bijak dalam berinvestasi (Mulyani dkk., 2020).
Secara keseluruhan upaya untuk membuat mitra pengabdian memahami tentang keuangan melalui literasi keuangan berkaitan erat dengan minat millennial dalam melakukan investasi ataupun melakukan praktik keuangan sesuai dengan investasi yang dilakukan (Ningtyas, 2019)
101 | Journal of Dedicators Community SIMPULAN
Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat memiliki dampak positis kegiatan adalah edukasi pasar modal di kabupaten Jombang ini masih terbilang rendah. Di mana dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum sendiri masih awam mendengar kata pasar modal bahkan sebagian besar masih belum paham dan asing terhadap pasar modal karena selama ini yang banyak diketahui bahwa investasi itu hanyalah menabung di bank padahal banyak sekali instrumen investasi yang dapat di pilih bergantung kebutuhan.
Edukasi tentang investasi memberikan pengetahuan tentang manajemen keuangan dan pengenalan investasi, analisa fundamental dan technical dan praktik simulasi trading melaui pelatihan tata cara dan mekanisme perdagangan dalam pasar modal agar para calon investor dapat menggunakan dan memahami bagaimana perdagangan pasar modal itu terjadi, telah dapat dilakukan dengan baik.
SARAN
Setelah kegiatan ini di harapkan peserta dapat melakukan pembukaan rekening efek untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh, dan di harapkan pendampingan pada investor muda ini dapat terus berlanjut dengan membuat
komunitas pasar modal di Kabupatenm, Jombang.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih disampaikan kepada STIE PGRI Dewantara Jombang atas bantuan dana, PT Kresna scuritas yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Literasi Keuangan: Pelatihan Investasi Saham Melalui Pengenalan Pasar Modal Indonesia Kepada Investor Milenial.
.
DAFTAR PUSTAKA
Amhalmad, I., & Irianto, A. (2019).
Pengaruh Pengetahuan Investasi dan Motivasi Investasi Terhadap Minat Berinvestasi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Jurnal EcoGen, 2(4), 734–
746.
Cahya, B. T. (2019). Pengaruh Motivasi dan Kemajuan Teknologi Terhadap Minat Investasi Saham. Al- Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman, 7(2), 192–207.
Kustina, L. (2020). MENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT
MELALUI INVESTASI.
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1).
Kustodian Sentral Efek Indonesia. (2020).
PENCAPAIAN TAHUN 2020 DAN
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) | 102 RENCANA STRATEGIS 2021.
KSEI.
Margaretha, F., & Pambudhi, R. A. (2015).
TINGKAT LITERASI
KEUANGAN PADA
MAHASISWA S-1 FAKULTAS EKONOMI. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 17(1), 76–85.
https://doi.org/10.9744/jmk.17.1.76 -85
Mulyani, E., Fitra, H., Taqwa, S., Agustin, H., & Arza, F. I. (2020). PKM Literasi Keuangan Melalui Pelatihan Trading Saham Syariah Pada Guru-Guru MGMP Akuntansi dan Ekonomi SMA Se-Kota Pariaman. JURNAL EKSPLORASI AKUNTANSI, 2(4), 3553–3557.
https://doi.org/10.24036/jea.v2i4.30 3
Ningtyas, M. N. (2019). Literasi Keuangan pada Generasi Milenial. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 13(1), 20–27.
Rahadjeng, E. R. (2011). Analisis Perilaku Investor Perspektif Gender dalam Pengambilan Keputusan Investasi di Pasar Modal. Jurnal Humanity, 6(2), 11399.
Syaifullah, M., Fachrurazi, F., Achmad, F., Usman, S. A., & Wahyuni, R.
(2019). Manajemen Strategi Galeri Investasi Syariah Dalam
Meningkatkan Minat Mahasiswa Untuk Berinvestasi Di Pasar Modal Syariah. Al-Mashrafiyah: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Dan Perbankan Syariah, 3(2), 108.
Wibowo, A. (2019). Pengaruh Pengetahuan Investasi, Kebijakan Modal Minimal Investasi, dan Pelatihan Pasar Modal terhadap Minat Investasi (Studi Kasus Mahasiswa FE UNESA yang Terdaftar di Galeri Investasi FE UNESA).
Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 7(1).
103 | Journal of Dedicators Community
Sport Entrepreneur (Sport Massage) untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal
Tahun 2020
Maftukin Hudah, Rosalina Br. Ginting, Valdyan Drifanda Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia
Received: 7th July 2020 | Accepted: 15th July 2021 | Published: 27th July 2021
Abstract
Jungsemi is a village that has a beautiful beach. The village is currently under development to become a jetski sports center. This village also has a takraw club. The objectives of community service are: (1) providing knowledge and theories about Sport Entrepreneurs and Injury Management with a Sport Massage Approach. (2) providing Sport massage skills for prevention, health and healing, and (3) providing skills and opportunities for residents to open a Sport massage business. The method used in this program are lecture, discussion, demonstration, and practice. Activity of handling injury with Sport Massage Approach for the People of Jungsemi Village, Kangkung District Kendal Regency, was held in the hall of Platar Village Hall with 35 people participating. The results of the activities are as follows: (1) residents of Jungsemi Village, Kangkung Subdistrict, Kendal District 2020, realize that Sport Entrepreneurs and massage in handling injuries with the Sports Massage approach, (2) Platar villagers are satisfied with the results of the training and expect training to be held at the stages more broadly about the knowledge of handling injury with sport massage.
Abstrak
Jungsemi merupakan desa yang memiliki pantai yang indah. Desa tersebut saat ini sedang dalam pengembangan untuk menjadi pusat olahraga jetski. Desa ini juga memiliki klub takraw. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) memberikan pengetahuan dan teori tentang Sport Entrepreneurs dan Injury Management dengan Pendekatan Sport Massage. (2) memberikan keterampilan Sport massage untuk pencegahan, kesehatan dan penyembuhan, dan (3) memberikan keterampilan dan kesempatan kepada warga untuk membuka usaha Sport massage. Metode yang digunakan dalam program ini adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik. Kegiatan penanganan cedera dengan Pendekatan Sport Massage Bagi Masyarakat Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal ini dilaksanakan di aula Balai Desa Platar dengan jumlah peserta 35 orang. Hasil kegiatan sebagai berikut: (1) warga Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Tahun 2020 menyadari Pengusaha Olahraga dan Pijat dalam penanganan cedera dengan pendekatan Pijat Olahraga, (2) Warga Desa Platar puas dengan hasil kegiatannya. pelatihan tersebut dan mengharapkan diadakannya pelatihan pada tahapan yang lebih luas
Key word:
Community Service;
Sport Massage;
Sport
Entrepreneur
Kata Kunci Pengabdian masyarakat;
Sport massage;
Sport entrepreneur
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |104 PENDAHULUAN
Entrepreneurship diapdosi dari Bahasa Perancis, entreprendre yang berarti melakukan (to undertake), memulai atau berusaha melakukan tindakan mengorganisir. Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas.
Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama (Purwana & Wibowo, 2017).
Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti (Kasmir, 2007).
Minat untuk berwirausaha dipengaruhi oleh pengetahuan mengenau kewirausahaan dan bidang yang akan dijadikan usaha (Hendrawan & Sirine, 2017). Perencanaan, pendampingan, dan evaluasi dalam pengembangan kewirausahaan sangat berperan dalam berhasil atau tidaknya membangung jiwa wirausaha (Afandi, 2019).
Pengertian Massage/Pijat disebut juga dengan pijatan yang berarti sentuhan yang dilakukan dengan sadar
(Nanayakkara, 2006). Pijat merupakan teknik integrasi sensori yang mempengaruhi aktivitas sistem saraf otonom. Apabila seseorang mempersepsikan sentuhan sebagai stimulus rileks maka akan muncul respon relaksasi (Potter & Perry, 2005).
Massase olahraga/Sport massage merupakan manipulasi sistematis dari jaringan tubuh yang lembut dan memberikan kemudahan dalam menghilangkan racun sisa proses metabolisme dan sampah yang tersisa akibat kerusakan jaringan (Wijaya dkk., 2020). Sport massage memang belum terlalu umum di Indonesia. Padahal sport massage memiliki banyak manfaat kesehatan untuk kamu yang sering berolahraga.
Desa Jungsemi kabupaten Kendal merupakan daerah di pesisir pantai utara.
Desa Jungsemi mempunyai garis pasir pantai yang panjang yang setiap tahunya bertambah 2 meter ke arah laut. Desa Jungsemi merupakan desa pengembangan wisata pantai. Setiap akhir pekan banyak sekali pengunjung ke pantai Jungsemi.
Salah satu pengembangan wisata di Jungsemi adalah pengembangan Pantai Indah Kemangi dengan olahraga jet ski (Diskominfo Kendal, 2021). Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan pantai di
105 | Journal of Dedicators Community Jungsemi sangat berpotensi menjadi Sport Tourism yang baik.
Pengelolaan wisata masih dalam tahap pengembangan, berdasarkan survey yang dilakukan dengan pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kepala Desa Jungsemi diketahui bahwa setiap akhir pekan wisatawan lokal yang berkunjung lebih dari 200 orang. Desa Jungsemi juga memiliki klub sepak takraw yaitu Klub Citra Kartika yang setiap minggu berlatih di pantai.
Selain itu, beberapa pengunjung pernah mengalami cedera pada saat melakukan kegiatan di Pantai Desa Jungsemi, akan tetapi pihak Pokdarwis dan Desa belum bisa memberikan pertolongan pertama. Berdasarkan pengalaman ini dan melihat peluang potensi sport tourism, tim pengabdi merasa perlu memberikan edukasi kepada warga Jungsemi, Pokdarwis, dan pihak-pihak yang berminat belajar mengenai peluang usaha sport massage jika ada permasalahan tersebut terjadi lagi. Edukasi yang diberikan kepada warga Jungsemi dan Pokdarwis adalah penanganan cedera dengan pendekatan Sport Massage. Selain itu, pengabdi juga memberikan wawasan mengenai peluang wirausaha di bidang sport massage.
METODE
Metode yang digunakan Tim Pengabdi dalam pengbdian ini adalah:
pemberian (penyampaian) materi pelatihan di Desa Jungsemi, adalah: (1) Ceramah, (2) Tanya jawab, (3) Demonstrasi, dan (4) Praktek.
Langkah-langkah yang dilakukan Tim Pengabdi untuk memperlancar pelatihan massage bagi warga Desa Jungsemi Kabupaten kendal adalah sebagai berikut:
1. Materi teori ilmu pendukung dalam pelatihan diisi oleh para pengabdi dari dosen-dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) yang memiliki kompetensi dalam bidang terapi massage.
2. Materi praktek yang diberikan adalah langkah awal penanganan cedera, proses pemijatan, dan terapi penyembuhan pasca pemijatan.
3. Ujian praktek dilakukan oleh dosen PJKR dan tim pengabdi.
HASIL
Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas PGRI Semarang bersama mitra yaitu masyarakat Desa Jungsemi Kabupaten Kendal berhasil memberikan edukasi kepada 35 orang warga masyarakat Jungsemi dengan materi:
1. Penanganan dan teori tentang penanganan cedera olahraga untuk pengetahuan warga Desa Jungsemi;
2. Standar operasional prosedur melakukan sport massage
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |106 3. Strategi peluang usaha dan
marketing online Sport Massage;
Edukasi diberikan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi, demonstrasi, dan praktik. Mitra pengabdian menyimak dan memahami dengan baik materi dan demonstrasi yang dilakukan oleh tim pengabdi. Selain itu, dari praktik yang dilakukan oleh peserta dapat disimpulkan bahwa peserta memahami dengan baik teknik dasar melakukan sport massage.
PEMBAHASAN
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan 2 hari yaitu
pada hari jumat 31 Januari 2020 hingga hari minggu 1 Februari 2020 ini dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Bertempat di Ruang Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Jungsemi 1 Kabupaten Kendal. Dalam penyelenggaraan jumlah peserta yang hadir berjumlah 35 Orang.
Berdasarkan pada program kerja dan target tim Program Kemitraan Masyarakat hingga saat ini, proses pelaksanaan program telah mencapai 100%
dari total keseluruhan rancangan program.
Ketercapaian tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
No Program Lokasi Tanggal Jumlah Peserta
1 Penanganan cedera olahraga
SDN 1 Jungsemi
31 Januari 2020 35 orang 2 Standar Operasional
Prosedur Sport Massage
SDN 1 Jungsemi
31 Januari 2020 35 orang 3 Strategi Peluang Usaha
Massage
SDN 1 Jungsemi
1 Februari 2020 35 orang 4 Demonstrasi dan Praktik SDN 1
Jungsemi
1 Februari 2020 35 orang
Pada materi penanganan cedera olahraga, mitra mendapat informasi bahwa cedera olahraga dapat menimbulkan rasa sakit yang disebabkan karena kerusakan struktur pada tubuh (Simatupang, 2016).
Tim pengabdi menggunakan Bahasa yang sederhana sehingga memudahkan mitra untuk memahami macam-macam cedera olahraga yang terjadi pada tulang, sendi,
dan otot. Diskusi pada materi ini berkisar pada penanganan pertama jika ditemukan adanya cedera olahraga baik pada anggota tim sepak takraw ataupun wisatawan.
107 | Journal of Dedicators Community
Gambar 1. Tim pengabdi memberikan pemaparan mengenai sport massage
Pembahasan megenai SOP dalam melakukan sport massage menjadi materi yang menarik karena mitra dikenalkan dengan gerakan dasar sport massage yaitu:
(1) effleurage, (2) petrissage, (3) shaking, (4) tapotement, (5) walken, (6) vibration, (7) Skin-rolling (Prastya dkk., 2019).
Penajaman pemahaman peserta pada materi ini dilakukan pada saat demonstrasi dan praktik.
Pemaparan tentang strategi dan peluang usaha sport massage lebih menekankan pada bagaimana membuat warga Jungsemi menguasai teknik pijat olahraga yang benar, melakukan praktik berkala sport massage kepada anggota keluarga dan kemudian memasang informasi mengenai jasa sport massage di tempat yang terlihat atau dengan memberikan informasi di media sosial. Hal ini selaras dengan pemasaran sort massage service sebagai usaha rumahan yang dilakukan oleh orang per orang atau
kelompok dan dapat meningkatkn pendapatan (Purnomo dkk., 2020).
Demonstrasi yang dilakukan oleh tim pengabdi memberikan wawasan dan pengetahuan bagaimana melakukan sport massage yang baik. Peserta kemudian melakukan praktik teknik dasar sport massage sesuai dengan yang diajarkan oleh tim pengabdi dengan supervise dan penilaian dari tim pengabdi.
Gambar 2. Demonstrasi yang dilakukan oleh tim pengabdi
SIMPULAN
Setelah melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat ini, masyarakat Desa Jungsemi Kabupaten Kendal mampu memaksimalkan potensi pengembangan massage. Bagi warga masyarakat Desa Jungsemi mempunyai kemampuan teknik dasar sport massage dan penanganan cedera yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Jungsemi Kabupaten Kendal. Pemberian sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |108 Desa Jungsemi sebagai desa sentra
massage yang menjadi ciri khas Desa Jungsemi sekaligus kedepannya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
SARAN
Saran yang dapat diberikan untuk pemberdayaan selanjutnya adalah:
1. Mengimplementasikan pemberian bekal penanganan dan teori tentang penanganan cedera olahraga untuk pengetahuan warga;
2. Mengimplementasikan pemberian materi massage olahraga untuk untuk pencegahan, kesehatan, dan penyembuhan pada warga;
3. Mengembangkan strategi peluang usaha agar masyarakt mengetahui besarnya peluang massage untuk dijadikan sebagai sebuah usaha;
4. Pengembangan Standar Operasional Prosedur sebagai pengetahuan untuk warga tentang tata cara pemberian massage di Desa Jungsemi.
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunianya sehingga tim pengabdi dapat menyelesaikan pengabdian ini dengan baik.
Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada
Rektor Universitas PGRI Semarang, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang, Dekan FPIPSKR Universitas PGRI Semarang, Bapak kepala Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, dan semua pihak yang telah membantu tim selama proses pengabdian.
DAFTAR PUSTAKA
Afandi, Z. (2019). Strategi Pendidikan Entrepreneurship di Pesantren Al- Mawaddah Kudus. Bisnis: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 7(1), 55–69.
Diskominfo Kendal. (2021, Maret 20).
Pantai Indah Kemangi Berpotensi Jadi Wisata Sport Tourism Terbaik.
https://www.kendalkab.go.id/berita/
id/20210320001/pantai_indah_kem angi_berpotensi_jadi_wisata_sport_
tourism_terbaik
Hendrawan, J. S., & Sirine, H. (2017).
Pengaruh sikap mandiri, motivasi, pengetahuan kewirausahaan
terhadap minat berwirausaha (Studi kasus pada mahasiswa FEB UKSW Konsentrasi Kewirausahaan). Asian Journal of Innovation and
Entrepreneurship, 2(03), 291–314.
Kasmir, K. (2007). Kewirausahaan. PT Raja Grafindo.
109 | Journal of Dedicators Community Nanayakkara, N. (2006). Manfaat Terapi
Air dan Pijatan pada Tubuh.
Jakarta. PT Dian Rakyat.
Potter, P., & Perry, A. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan:
Konsep, Proses, dan Praktik (Renata Komalasari, Penerj.; 4 ed., Vol. 2). EGC.
Prastya, A. H., Susila, G. H. A., & Suastini, N. N. (2019). PELATIHAN
SPORT MASSAGE PADA SISWA SEKOLAH LUAR BIASA
NEGERI 1 BULELENG-BALI.
WIDYA LAKSANA, 8(2), 175–180.
Purnomo, A., Usman, I., & Asitah, N.
(2020). Penelitian Kewirausahaan di Indonesia: Pemetaan Publikasi dalam Perspektif Scientometrik (1972-2019). AdBispreneur: Jurnal Pemikiran dan Penelitian
Administrasi Bisnis dan
Kewirausahaan, 4(3), 207–215.
Purwana, D., & Wibowo, A. (2017).
Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Simatupang, N. (2016). PENGETAHUAN CEDERA OLAHRAGA PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIMED.
Jurnal Pedagogik Olahraga, 2(1), 31–42.
https://doi.org/10.22245/jpor.v2i1.4 507
Wijaya, M. A., Astra, I. K. B., & Muliarta, I. G. S. I. W. (2020). PELATIHAN SPORT MASSAGE BERBASIS BUDAYA BALI BAGI PELATIH BALI PADA PON XX DI PAPUA.
Proceeding Senadimas Undiksha, 1642.
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |110
Implementasi dan Pemanfaatan E-Marketing untuk Optimalisasi Business to Business di Bank Sampah Sekar Melati Kabupaten Kudus
Diana Laily Fithri, Andy Prasetyo Utomo, Fajar Nugraha Universitas Muria Kudus, Kudus, Indonesia
Received: 14th July 2020 | Accepted: 16th July 2021 | Published: 27th July 2021
Abstract
Mlati Norowito Village, Kudus Regency has a waste bank, namely the Sekar Melati Waste Bank. The Sekar Melati Waste Bank plays an active role in processing waste, especially non-organic waste. Sekar Melati Waste Bank has produced processed non-organic waste in the form of bags and tissue holders. This product is marketed outside Java. The marketing carried out is still in the form of word of mouth and traditional marketing.
The purpose of this community service is to help increase the income and welfare of Sekar Melati Waste Bank partners in Kudus Regency by utilizing information technology, especially in the field of marketing based on e-marketing and business to business. The methods used are: lectures, training, and mentoring. The results achieved are: 1) partners understand well the benefits of B2B, e-marketing, and e-commerce; 2) partners have social media accounts to conduct e-marketing so as to cut labor costs, advertising costs and so on;3) partners understand how to create an account and make sales on e-commerce or market places.
Abstrak
Desa Mlati Norowito Kabupaten Kudus memiliki bank sampah yaitu Bank Sampah Sekar Melati. Bank Sampah Sekar Melati ini berperan aktif dalam pengolahan sampah khususnya sampah non organik. Bank Sampah Sekar Melati telah memproduksi olahan sampah non organik berupa tas dan tempat tissue. produk ini dipasarkan hingga luar Jawa. Pemasaran yang dilakukan masih berupa pemasaran word of mouth dan tradisional.
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah ingin membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mitra Bank Sampah Sekar Melati di Kabupaten Kudus dengan memanfaatkan teknologi informasi khususnya dalam bidang pemasaran yang berbasis e-marketing dan business to business. Metode yang digunakan adalah: ceramah, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah: 1) mitra memahami dengan baik manfaat dari B2B, e-marketing, dan e commerce; 2) mitra memiliki akun sosial media untuk melakukan e-marketing sehingga memangkas biaya tenaga kerja, biaya iklan dan lain sebagainya; 3) mitra memahami cara membuat akun dan melakukan penjualan di e-commerce atau market place.
Key word:
processed waste products;
business to business;
marketing;
e-marketing
Kata Kunci
Produk olahan sampah;
pemasaran;
business to business;
e-marketing
111 | Journal of Dedicators Community PENDAHULUAN
Sampah adalah masalah dalam masyarakat yang sangat sulit untuk diatasi.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton total sampa dalam setahun atau 185.753 ton sampah per hari. Ini menunjukkan bahwa sampah rata-rata penduduk Indonesia adalah 0,68kg/jiwa (Setiawan, 2021).
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 menyebutkan bahwa pola pengelolaan sampah gaya lama adalah kumpul-angkut-buang. Pola terkini yang semestinya diadopsi untuk mengelola sampah di Indonesia sesuai konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan nilai ekonomi sampah secara maksimal dengan menerapkan reduce, reuse, recycle (3R) (Suryani, 2014). Kegiatan ini yang kemudian menjadi fokus dalam pengelolaan sampah di Indonesia.
Masalah kesadaran masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah menurut beberapa penelitian termasuk masih rendah. Salah satu penelitian mengenai pengelolaan sampah di Kudus meyatakan bahwa hanya 30% dari masyarakat melakukan pengelolaan sampah dengan baik (Rauf dkk., 2017).
Salah satu bentuk pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R adalah
bank sampah. Bank sampah menjadi tren yang berkembang satu dasawarsa terakhir.
Bank sampah saat ini juga berfungsi sebagai usaha masyarakat untuk menjadikan sampah yang terbuang menjadi barang yang bernilai jual dan dapat dipergunakan kembali. Bank sampah pada dasarnya adalah bersifat pemberdayaan masyarakat. Masyarakat diajarkan untuk terbiasa memilih dan memilah sampah.
Bank sampah yang berjalan baik, dapat memberikan wujud nyata pendapatan keluarga dan investasi berupa tabungan (Dewanti dkk., 2020).
Bank sampah, dapat bersifat usaha perseorangan (masyarakat) ataupun dikelola oleh pemerintah. Keberadaan bank sampah dapat menjadi solusi dalam mengatasi sampah dengan pengumpulan sampah dan pemanfaatan sampah berkaitan dengan permasalahan sampah di Indonesia yang semakin pelik,. Dalam kegiatan operasionalnya bank sampah memperoleh sampah dari warga sekitar atau pemulung yang ingin menyetorkan sampahnya ke bank sampah. Penyetoran sampah dilakukan masyarakat dengan suka rela datang ke tempat bank sampah untuk menimbang sampah serta menukarkan sampahkan dengan sejumlah uang ataupun dengan kebutuhan pokok yang disediakan oleh bank sampah tersebut. Sebagian besar sampah yang diperoleh di bank sampah
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |112 adalah sampah limbah rumah tangga yang
mudah untuk diolah. Terkhususnya sampah non organik yang diolah menjadi berbagai macam barang kreatif.
Beberapa hasil produk bank sampah di Indonesia dipasarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat terutama yang berada di sekitar lokasi bank sampah. Beberapa bank sampah sudah ada yang memiliki produk yang dipasarkan di tingkat nasional.
Pemasaran produk baik UMKM dan bank sampah melalui business to business marketing-B2B diketahui dapat meningkatkan penjualan produk lebih luas dan lebih banyak dibandingkan dengan penjualan business to consumer –B2C (Hamad dkk., 2018).
Desa Mlati Norowito Kabupaten Kudus memiliki bank sampah yaitu Bank Sampah Sekar Melati. Bank Sampah Sekar Melati ini berperan aktif dalam pengolahan sampah khususnya sampah non organik.
Sekar Melati merupakan salah satu Bank sampah di kabupaten Kudus yang sangat produktif dalam melakukan pengelolaan sampah menjadi berbagai produk kerajinan dari bahan baku limbah sampah plastik.
Bank sampah memproduksi beberapa kerajinan tangan berupa tas dan tempat tissue yang berasal dari sampah plastik bungkus kopi.
Gambar 1 : Hasil produk Bang Sampah Sekar Melati
Bank Sampah Sekar Melati pada saat ini dalam memasarkan produk yang dihasilkannya belum memanfaatkan teknologi informasi, sehingga lingkup pemasaran masih bersifat lokal. Berdasar kondisi ini dan melihat adanya keinginan Bang Sampah Sekar Melati untuk memasarkan produknya kepada pasar yang lebih banyak dan lebih luas, tim pengabdi melakukan pengabdian mengenai pemanfaatan E-Marketing untuk optimalisasi pemasaran business to business di Bank Sampah Sekar Melati.
METODE
Melihat permasalahan Bank Sampah Sekar Melati Kabupaten Kudus, tim pengabdi menawarkan solusi dalam mengembangkan sistem pemasaran beserta pengembangan kontennya dengan menggunakan aplikasi E-Marketing untuk optimalisasi business to business dengan menyesuaikan kebutuhan pada mitra Bank Sampah Sekar Melati Kabupaten Kudus.
Metode pengembangan sistem e-
113 | Journal of Dedicators Community marketing yang digunakan dalam proses ini adalah Waterfall Method. Selain itu juga dilakukan kegiatan berupa:
a. pengembangan sistem pemasaran berbasis CMS e-marketing,
b. pendampingan pemanfaatan e- marketing populer
c. pelatihan dan sosialisasi penggunaan software aplikasi berbasis e-commerce
d. pemanfaatan e-marketing untuk promosi dan pemasaran produk dari bank sampah Sekar Melati tersebut.
Waterfall Method yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini meliputi:
a. Analisis Kebutuhan b. Desain
c. Pengkodean d. Pengujian e. Pemeliharaan
HASIL
Hasil metode waterfall yang diterapkan dalam memcahkan masalah dari Bank Sampah Sekar Melati adalah sebagai berikut:
1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak:
tahap ini dilakukan proses pengumpulan kebutuhan secara intensif untuk menentukan perangkat yang sesuai dengan Bank Sampah Sekar Melati.
2. Desain. Tahap ini dilakukan pendesainan mengenai sistem e-
marketing yang dibutuhkan Bank Sampah Sekar Melati
3. Pengkodean. Tahap ini menerjemahkan desain ke dalam kode dan program perangkat lunak
4. Pengujian. Proses yang dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) memasukkan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.
5. Pemeliharaan. Mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
Kegiatan pengembangan sistem pemasaran berbasis CMS e-marketing, pendampingan pemanfaatan e-marketing populer, pelatihan dan sosialisasi penggunaan software aplikasi berbasis e- commerce, dan pemanfaatan e-marketing untuk promosi dan pemasaran produk dari bank sampah Sekar Melati dilaksanakan di Universitas Muria Kudus.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Bank Sampah Sekar Melati dan tim pengabdi. Tim pengabdi mengenalkan konsep business to business bagaimana membangun jejaring dengan konsumen yang lebih besar dalam hal ini bisnis lain.
Tim pengabdi menekankan agar Bank Sampah Sekar Melati tidak hanya berfokus pada pembeli perorangan tetapi bagaimana melihat peluang pemasaran ke penginapan,
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |114 pusat oleh-oleh, sentra kerajinan sehingga
pasar produk olahan sampan menjadi semakin besar dan luas.
Gambar 2 : Sosialisasi e-marketing kepada mitra
Anggota bank sampah Sekar Melati diajarkan juga untuk membuat akun media social dalam hal ini Instagram dan Facebook page yang dapat digunakan untuk memasarkan produk. Selain itu mitra juga diajarkan untuk mengenali kata kunci yang baik dan menarik dalam menuliskan narasi pada social media (caption).
Gambar 3. Serah terima hasil pelatihan
Peserta juga dikenalkan dan diajarkan bagaimana proses membuat akun dan melakukan penawaran barang di e- commerce. Peserta antusias dan memahami dengan baik materi yang diberikan oleh tim pengabdi.
PEMBAHASAN
Waterfall method digunakan untuk mengerjakan sistem dan memecahkan masalah secara linear. Keunggulan metode ini adalah memastikan adanya maintenance atau pemeliharaan yang baik sehingga sistem atau program yang telah disusun dan dibuat tetap berjalan dan tidak sia-sia (Haryanti, 2010).
Pentingnya mengenal business to business adalah untuk mengembangkan usaha ke level yang lebih luas dan besar.
Sebagai contoh, usaha yang dipasarkan ke orang-perorang biasanya tidak dengan cepat berkembang dibandingkan dengan usaha yang dipasarkan dengan menganut business to business concept. Keuntungan kompetitif yang diterima usaha atau UMKM yang menjalankan B2B concept dapat dikatakan akan berlipat dibandingkan dengan UMKM yang menjalankan konsep B2C (Hamad dkk., 2018).
Peran e-commerce dan e-marketing dalam peningkatan pendapatan UMKM juga sangat signifikan. Jika dilihat dasawarsa terakhir e-commerce telah berhasil Meningkatkan market share dengan memanfaatkan e-marketing, menurunkan biaya pemasaran, karena mengurangi infrastruktur pemasaran, seperti: biaya tenaga kerja, biaya iklan, biaya display, dan biaya lain terkait, Mempercepat jaringan, serta analisis pasar
115 | Journal of Dedicators Community dengan memanfaatkan website dan informasi pemasaran lain di internet (Hadi, 2018). Selain itu Pelatihan e-commerce, membuat data base, teknik fotografi produk dan transaksi penjualan dapat memperluas wilayah pemasaran mitra (Tahwin, 2020).
SIMPULAN
Simpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah:
1. Bank sampah yang dapat memproduksi barang kerajinan dapat menambah value added dan manfaat bagi anggotanya jika bisa memasarkan produksinya;
2. Pemasaran business to business jika dilakukan dengan baik akan mendatangkan keuntungan kompetitif yang lebih baik dibandingkan dengan pemasaran business to consumer;
3. Bank Sampah Sekar Melati memahami dengan baik manfaat dari B2B, e- marketing, dan e commerce;
4. Bank sampah Sekar Melati memiliki akun sosial media untuk melakukan e- marketing sehingga memangkas biaya tenaga kerja, biaya iklan dan lain sebagainya;
5. Bank Sampah Sekar Melati memahami cara membuat akun dan melakukan penjualan di e-commerce atau market place
6. Tim Pengabdi akan melakukan pendampingan dan evaluasi dalam program ini secara berkala.
. SARAN
Meskipun penerapan sistem sudah berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan, namun masih terdapat beberapa hal yang menjadi catatan dalam kegiatan pengabdian pengembangan dan implementasi E-Marketing pada Bank Sampah Sekar Muria Kabupaten Kudus ini antara lain:
1. Untuk khalayak sasaran pengabdian masih diperlukan pelatihan kembali oleh pihak pengguna dikarenakan banyaknya menu yang terdapat pada E-Marketing, agar dapat memahami fungsi atau setting pada media E- Marketing agar dapat berfungsi secara optimal.
2. Implementasi pengembangan media promosi serta pemasaran berbasis EMarketing juga diperlukan sebuah perangkat untuk koneksi internet yang baik agar pemanfaatan sistem tersebut dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan promosi dan pemasaran produk.
3. Meski kegiatan pengabdian pada masyarakat telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah direncanakan, namun terdapat
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |116 beberapa hal yang perlu diperbaiki
atau dikembangkan lebih lanjut yaitu perlu dalam pengembangan infrastruktur jaringan internet, karena dalam impementasi E-Marketing ini mutlak memerlukan infratrusktur jaringan intermet yang baik agar akses E-Marketing dapat berjalan optimal serta dapat diakses oleh konsumen tanpa terkendala tempat dan waktu..
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Rektor Universitas Muria Kudus, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UMK, Kepala Desa Mlati Norowito, Pengurus Bank Sampah Sekar Melati dan semua pihak yang telah membantu tim selama proses pengabdian.
DAFTAR PUSTAKA
Dewanti, M., EP, E. P. P., & Lubna Salsabila, L. (2020). Analisa efektifitas bank sampah sebagai alternatif pengelolaan sampah dalam mencapai smart city di kabupaten kulon progo. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 5(1), 21–29.
Hadi, N. (2018). Bentuk Optimalisasi Teknologi Informasi dalam Mendukung E-Commerce Usaha Kecil dan Menengah. BISNIS :
Jurnal Bisnis Dan Manajemen Islam, 5(2), 214–224.
https://doi.org/10.21043/bisnis.v5i2 .3011
Hamad, H., Elbeltagi, I., & El-Gohary, H.
(2018). An empirical investigation of business-to-business e-commerce adoption and its impact on SMEs competitive advantage: The case of Egyptian manufacturing SMEs.
Strategic Change, 27(3), 209–229.
Haryanti, S. (2010). Rancang Bangun Sistem Informasi E-Commerce Untuk Usaha Fashion Studi Kasus Omah Mode Kudus. Speed-Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 3(1).
Rauf, R., Nurdiana, N., Maryata, M., Rusiyati, R., & Suwandi, S. (2017).
Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Kudus Tahun 2016: Studi EHRA I.
Jurnal Kesehatan, 9(2), 1–14.
Setiawan, A. (2021, Februari 23).
Membenahi Tata Kelola Sampah Nasional. Portal Informasi Indonesia.
https://indonesia.go.id/kategori/indo nesia-dalam-
angka/2533/membenahi-tata-kelola- sampah-nasional
Suryani, A. S. (2014). PERAN BANK SAMPAH DALAM
117 | Journal of Dedicators Community EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS BANK SAMPAH MALANG). Aspirasi:
Jurnal Masalah-masalah Sosial, 5(1), 71–84.
https://doi.org/10.46807/aspirasi.v5i 1.447
Tahwin, M. (2020). PKMS Pelatihan Usaha dan Pemasaran Produk UKM Keripik Tempe ’86’. Journal of Dedicators Community, 4(1), 12–
21.
https://doi.org/10.34001/jdc.v4i1.97 0
JDC Vol. 5 No. 2 (Juli – Desember 2021) |118
Santripreneur Penghasil Kerajinan dari Limbah Plastik di Kawasan Pondok Pesantren KH. Murodi Mranggen Demak
Muhdi, Sunan Baedowi, Mahmud Yunus, Achmad Buchori Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia
Received: 5th August 2020 | Accepted: 18th July 2021 | Published: 27th July 2021
Abstract
The amount of plastic waste around the Mranggen Market and Pondok Pesantren K.H. Murodi Mranggen Demak is a cause for concern. Good waste management so that plastic waste has use value and is beneficial for the environment around Islamic boarding schools is the goal in this service. The methods used are: problem mapping, design, manufacture, operation test, operation assistance and marketing training for production products. The strategy used to make plastic waste valuable is by conducting training in making variations of plastic waste product crafts with Eco-Bricks made into chairs, flower vases, bags, wallets, prayer mats and others. In addition, it is to strengthen good waste management among students. The results of this santripreneur activity are 1) Santri feel excited to understand and do entrepreneurship/studentpreneurs from an early age; 2) students understand the importance of processing waste and the importance of providing added value to products made from plastic waste, 3) 80 percent of students are able to make variations of crafts from plastic waste and 20 percent still need further assistance, 4) marketing is carried out in collaboration with MSMEs in Indonesia.
Semarang and Demak so that it can make passive income for students.
Abstrak
Banyaknya sampah plastik di sekitar Pasar Mranggen dan Pondok Pesantren K.H. Murodi Mranggen Demak menjadi keprihatinan tersendiri. Pengelolaan sampah yang baik agar sampah plastik memiliki nilai guna dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitar Pondok Pesantren menjadi tujuan dalam pengabdian ini. Metode yang digunakan adalah:
pemetaan masalah, perancangan, pembuatan, uji operasi, pendampingan operasi dan pelatihan pemasaran hasil produksi. Strategi yang digunakan agar sampah plastik bernilai guna yaitu dengan melakukan pelatihan pembuatan variasi kerajinan produk sampah plastik dengan Eco-Bricks dibuat menjadi kursi, vas bunga, tas, dompet, sajadah dan lainnya. Selain itu dengan memantapkan pengelolaan sampah yang baik di kalangan santri. Hasil kegiatan ini adalah 1) Santri merasa bersemangat untuk memahami dan melakukan wirausaha/santripreneur sejak dini; 2) santri memahami petingnya melakukan pengolahan sampah dan pentingnya memberikan tambahan nilai pada produk berbahan baku sampah plastic, 3) 80 persen para santri mampu membuat variasi kerajinan dari sampah plastik dan 20 persen masih perlu pendampingan lebih lanjut, 4)pemasaran dilakukan kerjasama dengan UMKM di Semarang dan Demak sehingga dapat menjadikan pasif income bagi para santri.
Key word:
Santripreneur;
plastic waste;
variety of crafts
Kata Kunci Santripreneur;
Sampah plastik;
variasi kerajinan tangan
119 | Journal of Dedicators Community PENDAHULUAN
Pondok Pesantren KH. Murodi merupakan salah satu Pondok Pesantren yang berlokasi di Jalan Suburan Barat RT 03/02, Kelurahan Mranggen Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Jawa Tengah. Pondok Pesantren KH. Murodi didirikan pada tahun 1952 oleh Al- Maghfurlah Syekh KH. Murodi Bin Syekh KH. Abdurrahman. Saat ini, pengelolaan Pondok Pesantren dilanjutkan oleh putra- putra beliau yaitu, KH. Agus Maghfur Murod dan KH. Abdul Choliq Murod, Lc.
Pondok Pesantren KH. Murodi merupakan afiliasi dari Pondok Futuhiyyah dalam arti santrinya menuntut ilmu pada pagi hari di sekolah/madrasah Futuhiyyah seperti SMP, MTs, MA, SMK, dan SMA, sementara pada sore dan malam hari belajar di Pondok Futuhiyyah.
Visi dari Pondok Pesantren KH.
Murodi yaitu “Terbentuknya Insan Kamil yang menguasai Ilmu Agama dan Ilmu Umum secara berimbang dengan dilandasi
“Akhlak Al-Karimah”. Sedangkan Misi dari Pondok Pesantren KH. Murodi adalah (1) Membentuk Insan Kamil yang berkepribadian luhur dan bertanggung jawab dalam menjalankan syariat Islam dan akhlak al-karimah. (2) Mencetak Insan Kamil yang berpengetahuan luas dan mempunyai kompetensi yang tinggi dalam bidang agama dan umum. (3) Menciptakan
dan mempelopori terbentuknya
“lingkungan masyarakat berbudaya Islam”
atau biasa dikenal dengan Limabudi.
Kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren KH. Murodi antara lain Pembinaan Tahfidz dan Tanfidz Al- Qur’an, marawis atau hadrah, Kajian kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, marching band, pengembangan jurnalistik dan publisistik, pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan hidup/usaha. Kegiatan ketrampilan hidup/usaha dibutuhkan santri untuk bekal kehidupan setelah santri lulus dari Pondok Pesantren KH. Murodi, diharapkan selain bekal agama santri juga mendapatkan bekal ketrampilan dibidang usaha.
Hasil observasi yang dilakukan oleh Tim Pengabdi di lokasi mitra Pondok Pesantren KH. Murodi, tim pengabdi menemukan tumpukan sampah plastik dalam jumlah banyak di belakang Pasar Mranggen yang tidak diberdayakan dan di area pondok pesantren KH. Murodi.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Pengurus Pondok Pesantren KH. Murodi, didapatkan informasi bahwa jumlah sampah plastik dibelakang area Pondok Pesantren menjadi permasalahan yang menganggu bagi Pondok Pesantren terutama dari sisi kebersihan