• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN REWARD DAN PUNISHMENT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PELAKSANAAN REWARD DAN PUNISHMENT"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PELAKSANAAN REWARD DAN PUNISHMENT

JENIS LAYANAN

:

LABORATORIUM PENGUJI

PERIODE SEMESTER 2 2019

JULI S.D DESEMBER 2O1g

BALAI RISET PEMULIHAN SUMBER DAYA IKAN PUSAT RISET PERIKANAN

BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN

TAHUN 2A19

(2)

KATA PENGANTAR

Pelayanan

Publik (Public

Service)

oleh

birokrasi publik merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai

abdi

masyarakat disamping sebagai

abdi negara. Pelayanan publik oleh birokrasi publik dimaksudkan

untuk mensejahterakan masyarakat (warga negara) dari satu negara kesejahteraan (welfare

state). Dengan demikian pelayanan publik diartikan sebagai pemberian

layanan (melayani)

orang atau

masyarakat

yang

mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.

Berbagai cara telah ditempuh atau dilakukan guna

memperbaiki pelayanan publik oleh setiap instansi Pemerintah, namun penyelenggaraan pelayanan publik masih

tetap

menjadi keluhan masyarakat karena tidak sesuai keinginan masyarakat. Seluruh pendekatan

yang

dipergunakan

selama ini dalam

upaya perbaikan pelayanan hanya berdasarkan kepada perintah sebagai penyedia layanan semata-mata, tidak dipadukan dengan keinginan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Salah satu cara dalam peningkatan layanan kepada masyarakat adalah dengan melakukan reward dan punishment pada unit layanan publik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Melalui

reward

dan

punishment

ini,

diharapkan dapat menjadi motivasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik

pada

Unit pemberi layanan

di

lingkup BRSDM

dalam mewujudkan kinerja penyelenggaraan pernerintah dan

meningkatkan akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat dimasa yang akan datang, dimohon kepada semua pihak agar dapat memberikan masukan atau kritikan yang sifatnya membangun

terhadap hasil reward dan punishment agar

memperbaiki

tingkat kekeliruan

serta menjadi pedoman kepada semua pihak.

Desember 2019 i Riset Pemulihan

lkan

K-*t##iyadi,MSc

{"e

m P:-

t*i

zoaozzoa3l 21 oo2

(3)

DAFTAR

ISI

HALAMAN

JUBUL I

2 3

4 4 5 6 7

v

I I I I I

10 11 12 13 13

14 14 14

KATA

PENGANTAR DAFTAR ISI

I

PENDAHULUAN,.

1-1

Latar Belakang

1.2.

Dasar Hukum

1.3.

Pengertian Umum

1.4.

Maksud dan Tujuan

1.5.

Manfaat

II

ITIETODOLOGI PELAKSANAAN

2.1

Tahapan Penilaian Reward dan Punishment

2.2

Pengumpulan Data

III

HASIL PENGUKURAN

3.1.

Hasil Penilaian Stakeholder

3.2.

Hasil Penilaian Tim

3.3.

Hasil Penilaian Teman Sejawat

3.4.

Hasil Penilaian Atasan Langsung

3.5,

Hasil Rekapitulasi Nilai

3.6.

Kategorisasi Penilaian

IV

KESIMPULAN DAN REKOITIIENDASI

4.1.

Kesimpulan

4.2

Saran

(4)

I PENDAHULUAN

1.1 Latar

Belakang

Pelayanan publik dewasa ini yang dilakukan oleh Aparatur Pemerintah masih banyak dijumpai kelemahan-kelemahan, sehingga belum dapat memenuhi

kualitas yang diharapkan masyarakat. Hal ini ditandai dengan masih

adanya berbagai keluhan mayarakat yang disampaikan melalui media massa dan secara

perorangan sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik

terhadap Aparatur Pemerintah.

Buruknya kinerja pelayanan publik ini antara lain belum dilaksanakannya transparansi

dan

akuntabilitas

dalam

penyelenggataan pelayanan

publik.

Oleh karena itu, pelayanan publik harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oleh setiap pelayanan pemerintah. Hal ini menyebabkan kinerja pelayanan publik dapat berimplikasi yang luas dalam kesejahteraan masyarakat.

Banyaknya pengaduan atau keluhan dari masyarakat dan dunia usaha, baik melalui surat pembaca maupun media pengaduan lainnya, seperti prosedur dan mekanisme kerja pelayanan yang berbelit-belit, tidak konsisten, terbatasnya

fasilitas,

sarana

dan

prasarana pelayanan, sehingga

tidak

menjamin kepastian (hukum, waktu

dan

biaya)

serta

masih banyak

jumpai

praktek pungutan liar dan

tindakan{indakan yang berindikasikan penyimpangan. Dengan kata

Iain,

penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh aparatur pemerintah dalam berbagai sektor pelayanan, ternyata kinerjanya masih belum seperti yang diharapkan.

Sejauh ini, kinerja pelayanan umum

Pemerintah

di mata

masyarakat masih dipandang kurang memadai. Padahal di era otonomi daerah sekarang ini, lebih dekat dan memahami kebutuhan masyarakat serta lebih bersifat melayani.

Oleh

karena

itu,

diperluksn paradigma baru

dan

sikap mental

yang

berorientasi

melayani, bukan dilayani. Selain itu, diperlukan pula pengetahuan

dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan pelayanan itu sendiri.

Mengingat fungsi utama Pemerintah adalah melayani rnasyarakat, maka

Pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan

kepada masyarakat sebagai penerima pelayanan publik.

Salah satu upaya guna meningkatkan kualitas pelayanan

publik,

sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang

Pelayanan Publik dan Peraturan Pemerintan Nomor 92 Tahun 2012

tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan

(5)

Publik menegaskan bahwa penyelenggara berkewajiban melakukan reward dan

punishment

penyelenggaraan

pelayanan publik secara berkala.

Sehubungan

dengan hal tesebut maka perlu disusun Pedoman Reward dan

Punishment sebagai tolok ukur untuk menilai kualitas pelayanan Publik.

Selain itu, data reward

dan

punishment dapat menjadi bahan penilaian

terhadap unsur layanan yang masih perlu perbaikan khususnya

kompetensi

petugas layanan sehingga menjadi pendorong setiap unit

penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Reward

dan

punishment adalah data dan informasi tentang hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif

atas pendapat stakeholder dalam memperoleh pelayanan dari

aparatur penyelenggara pelayanan

publik dengan

membandingkan

antara

harapan dan capaian. Penerapan reward dan punishment bertujuan untuk mengetahui kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas publik selanjutnya.

Dalam rangka penerapan reward dan punishment kinerja

pelayanan

publik,

pemerintah

telah

mengeluarkan Undang-undang Nomor

25 Tahun

2009

tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun

2012

tentang

Petunjuk Pelaksanaan Undang-undang Nomor

25 Tahun 2009

tentang

Pelayanan Publik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam

upaya meningkatkan kualitas pelayanan diperlukan langkah strategis untuk mendorong upaya perbaikan pelayanan publik melalui penilaian reward dan punishment pada unit layanan publik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

'{..2

Dasar Hukum

1.

Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

2.

lnstruksi Presiden Republik lndonesia Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah kepada Masyarakat.

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

4.

Peraturan Menteri Pendayagunaan

Aparatur

Negara Perl20lM.PANl04/2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik.

1.3

Pengetian

Umum

Sesuai pedoman umum pelayanan publik terdapat beberapa pengertian

(6)

yang perlu dljelaskan yaitu :

a.

Reward adalah penghargaan yang diberikan

oleh unit

kerja kepada petugas pelayanan yang telah menjalankan tugas pelayanan secara baik;

b.

Punishment

adalah hukuman atau sanksi yang diberikan kepada

petugas pelayanan yang menjalankan tugas pelayanan secara tidak baik.

c.

Penyelenggara pelayanan publik adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independent yang dibentuk

berdasarkan

undang-undang untuk kegiatan pelayanan pubtik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata- mata untuk kegiatan pelayanan publik.

d.

Instansi Pemerintah adalah instansi Pemerintah pusat dan pemerintah daerah termasuk BUMN/BUMD dan BHMN.

e. Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam

rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan bagi

setiap warga dan penduduk atas barang, jasa, daniatau

pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

t. Unit Pelayanan Publik adalah unit kerja/kantor pelayanan pada

instansi

Pemerintah termasuk BUMN/BUMD dan BHMN, yang secara

langsung maupun tidak langsung memberikan pelayanan kepada penerima pelayanan.

g Pemberi Pelayanan Publik adalah pegawai instansi pemerintah

yang melaksanakan

tugas dan fungsi

pelayanan

publik sesuai dengan

peraturan perundang-undangan.

h. Penerima Pelayanan Publik adalah orang, masyarakat, Iembaga

instansi

pemerintah dan dunia usaha, yang menerima pelayanan dari

aparatur penyelenggar pelayanan publik.

i. Biaya

Pelayanan

Publik adalah segala biaya (dengan nama atau

sebutan apapun) sebagai imbal

jasa

atas pemberian pelayanan publik, yang besaran dan tata cara pembayarannya ditetapkan oleh pejabat yang beruvenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

j. Unsur Pelayanan adalah faktor atau aspek yang terdapat

dalam penyelenggaraan pelayanan

kepada

masyarakat sebagai

variabel

penilaian reward dan punishment untuk mengetahui kinerja.

k.

Responden adalah stakeholder pelayanan publik yang pada saat pencacahan

sedang berada di lokasi unit pelayanan, atau yang pernah

menerima pelayanan dari aparaiur penyelenggara pelayanan.

(7)

1.4 Maksud

dan

Tujuan Kegiatan

Maksud dan tujuan dari kegiatan reward dan punishment adalah :

1.

Meningkatkan kinerja unit pelayanan publik KKP.

3. Mengetahui nilai reward dan punishment melalui penilaian

stakeholder

terhadap kinerja

pelayanan

yang

diberikan kepada aparatur penyelenggara pelayanan pubtik.

4-

Mengetahui kelemahan atau kekurangan dari pada Unit pelayanan Publik KKP sebagai salah satu unit penyelenggaraan pelayanan publik.

5.

Mengetahui kinerja aparatur penyelenggaraan pelayanan yang dilaksanakan oleh unit pelayanan pubtik.

7

.

Sebagai sarana pengawasan bagi stakeholder terhadap kinerja pelayanan Unit pelayanan Publik.

L

Mengetahui

dan

mempelajari segala kegiatan pelayanan

yang

dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik pada unit pelayanan publik KKP sebagai

upaya

pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan, maupun

dalam

rangka pelaksanaan ketentuan peraturan peru ndang-undangan.

1.5

Manfaat

Manfaat penilaian reward dan punishment adalah sebagai berikut :

1.

Mengetahui kinerja penyelengaraan pelayanan yang telah dilaksanakan oleh unit pelayanan publik secara periodik.

4.

Mengetahui kelemahan

atau

kekurangan

dari

masing-masing

unsur

dalam penyelenggaraan pelayanan publik"

5.

Mengetahuigambaran umum tentang kinerja unit pelayanan oleh masyarakat.

6. Memudahkan pihak berwenang untuk mempertimbangkan

penetapan kebijakan pada masa yang akan datang.

7. Munculnya persaingan positif antar unit penyelenggara pelayanan

dalam upaya peningkatan kinerja pelayanan.

8.

Sebagai sarana pengawasan bagi masyarakat terhadap kinerja pelayanan Unit pelayanan Publik KKP.

9.

Mengetahui

nilal

reward

dan

punishment

secara

menyeluruh

terhadap

hasil pelaksanaan pelayanan publik pada unit pelayanan publik KKP.

(8)

II

METODOLOGI PELAKSANAAN

2.1 Tahapan Kegiatan Penilaian

Pelaksanaan reward

dan

punishment petugas pelayanandapat dilakukan 4 cara antara

lain:

1. Penilaian dari stakeholder;

2. Penilaian

daritim;

3. Penilaian

dariteman

sejawat dan;

4. Penilaian dari atasan langsungnya.

Untuk penilaian dari stakeholder dan teman sejawat, apabila yang menilai lebih dari 1 orang, maka

nilaiakhiradalah

rata-rata darijumtah orang yang menilai.

2.2 Pengumpulan

Data

Pengumpulan data dilakukan melalui

pnilaian

kepada pelayan publik di instansi pelayanan publik dengan jumlah responden sebagai berikut:

1.

Penilaian

dari

stakeholder minimal

30% dari

pengguna

jasa

dengan bobot

25o/o;

2.

Penilaian

dariTlM

yang di SK kan oleh masing-masing unit pelayanan publik dengan bobot 25%;

3; Penilaian

dariteman

Sejawat minimal 50 % dengan bobot 25%;

4. Penilaian dari atasan langsungnya dengan bobot 25%.

(9)

III HASIL PENGUKURAN

Dari keseluruhan kuesioner penilaian dapat terisi dengan baik sehingga dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut. Dari hasil pengolahan terhadap kuesioner yang telah

terisitersebut,

diperoleh hasil sebagai berikut :

3.2 Hasil Penilaian

Tim

3.1 Hasil Penilaian Stakeholder

No Nama

Petugas Krifteria Penilaian Hasil oenilaian stakeholder Nilai Rata- ST1 ST2 ST3 ST4 ST5 ST6 ST7 Rata

I Annisa

Yuniar Sari

Profesionalisme 4 6 E 5 5 5 5 4.86

Keraoian 5 4 4 5 4 5 6 4"57

Kesooanan 4 5 5 4 5 4 E 4.57

Keramahan 5 5 5 4 5 5 6 4"86

Disiplin 4 4 5 5 4 5 4 4.43

Etos Keria 5 tr 4 5 5 4 5 471

Total 28.00

2 Tri

Muryanto

Profesionalisme E 4 5 4 4 5 5 4.57

Kerapian 4 6 4 5 5 4 5 4.57

Kesopanan 4 5 5 5 A 4 4 4.57

Keramahan 4 4 4 4 4 4 4 4.00

Disiolin 4 4 4 4 4 E 4 4.14

Etos Keria 4 5 5 4 5 4 5 4.57

Total 26.43

No Nama

Petugas

Krifteria

Penilaian

Hasil oenilaian tim

Nilai Rata-

Rata

TP{

TP2

TP3

1 Annisa

Yuniar Sari

Status Kepeoawaian 3 3 3 3

Masa Keria

di

Pelavanan 3 3 3 J

Pelatiha n/Traini nq/Maqanq 2 2 2 2

Jumlah Pelatihan yang

Pernah Diikuti 1 1 1 1

Penghargaan yang

dioeroleh 1 1 1 1

Mendapatkan Apresiasi

dari Stakeholder 1 1 1 1

Hukuman Disiolin 5 5 5 5

Total

16

(10)

2

[

TriMuryanto

Status 5 5 5 5

Masa Keria

di

Pelavanan 5 5 5 5

Pelatihan/Traininq/Maqanq 2 2 2 2

Jumlah Pelatihan yang

Pernah Diikuti 2 2

2

2

Penghargaan yang

dioeroleh 1 1 1 1

Mendapatkan Apresiasi

dari Stakeholder 1 1 1 1

Hukuman Disiplin 5 5 5 5

Total

21

3.3 Hasil Penilaian

Teman

Sejawat

3.4 Hasil

Penilaian

Atasan Langsung

No Nama

Petugas Krifteria Penilaian Nilai

1 Annisa Yuniar Sari

Profesionalisme 5

Kerapian 5

Kesopanan 5

Keramahan 5

Disiplin 4

Etos Keria 4

Total

28

2 Tri Muryanto

Profesionalisme 5

Kerapian

4

Kesopanan 5

Keramahan 4

Disinlin 4

Etos Keria 4

Total

26

No Nama

Petugas Krifteria Penilaian Nilai

1 Annisa Yuniar Sari

Profesionalisme 5

Kerapian 4

Kesopanan 5

Keramahan 4

Disiolin 5

Etos Keria 5

Kepatuhan 5

10

(11)

Total

33

2 Tri Muryanto

Profesionalisme E

Keranian 4

Kesopanan 4

Keramahan 4

Disiplin 5

Etos Keria 4

Kepatuhan 4

Total

30

3.5 Hasil Rekapitulasi

Nilai

No Nama Petugas Unsur Penilaian Nilai Rata-

ST AT TS Tim Rata

L Annisa Yuniar Sari 28.00 33 28 16 10s.00

Perhitungan Bobot 23.33 23.57 23.33 1,1.43 aL67

2 TriMuryanto 26.43 30 26 ZL 103.43

Perhitungan Bobot 22.O2 21,.43 2L.67 15.00 80.12

3.6

Kategorisasi

Penilaian

Nilai lnterval Petugas

Pelayanan

Kineria Petugas

Layanan

25,00

-43,75

D TIDAK BAIK

43,76

-

62,50 C KURANG BAIK

62,51

-

81,25 B BAIK

81,26

-

100,00 A SANGAT BAIK

Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian terhadap petugas layanan, Petugas

Tri

Muryanto dan

Annisa Yuniar

Sari mendapatkan nilai 81,67 dan 80,12. Petugas

Annisa Yuniar Sari

berada pada nilai interval 81,26

-

100 dengan kategori nilai

A

berkinerja

SANGAT BAIK, sedangkan

petugas

Tri

Muryanto berada pada kisaran nilai 62,51

-

81,25 dengan kategori B berkinerja BAIK..

IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

4.1 Kesimpulan

Petugas layanan

Tri Muryanto

dan

Annisa Yuniar

Sari selama semester 2 tahun 2019 berkinerja

Sangat Baik dan Baik,

mendapatkan reward berupa sertifikat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

l1

(12)

4.2 Rokomendasi

a.

Nilai reward dan punishment petugas layanan digunakan untukbahan evaluasi perbaikan layanan unit pelayanan publik Kernenterian Kelautan dan Perikanan;

b. Unit pelayanan pubtik Kementerian Kelautan dan Perikanan

melakukan penilaian reward dan punishment setiap semecter-

t2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi petani kedelai dalarn hal keterlibatannyapada kelompok tani adalah sebagai berikut: (1) Sebagian besar petani

Pengelompokan dari tiga jenis pohon menghasilkan dua komposisi jenis yang memiliki nilai F hitung lebih kecil dibanding dari F tabel pada α=1%, yaitu : komposisi jenis

Aktivitas, proses dan hasil perkembangan pendidikan peserta didik dipengaruhi oleh karakteristik peserta didik sebagai individu. Karakteristik peserta didik merupakan aspek

[r]

Udeleženci raziskave so ocenili, da je poznavanje neverbalne komunikacije pri ugotavljanju laži, pri osebah v postopkih preiskovanja kaznivih dejanj, zelo pomembno.. To potrjuje

Berdasarkan hasil ANAREG linear berganda terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara fakor fisik kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH dan tingkat kecerahan

Distensi usus yang disebabkan akumulasi gas dan cairan tersebut menyebabkan rasa tidak nyaman, Nyeri adomen pada ileus obstruksi lebih berat dibandingkan dengan nyeri

Dalam mengatur dorongan (motivasi) baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan di sekitarnya, mahasiswa mampu mengendalikan dorongan-dorongan untuk