• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Program Aplikasi SWiSHmax pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi Kelas X Tahun Ajaran 2007/ 2008.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Program Aplikasi SWiSHmax pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi Kelas X Tahun Ajaran 2007/ 2008."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Nurchasanah, Lilis. 2008. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Program Aplikasi SWiSHmax pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi Kelas X Tahun Ajaran 2007/ 2008. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing (I) Drs. Subiyanto HS, M.Si, (II) Agung Tri Prasetya, S.Si., M.Si.

Kata Kunci : Media Pembelajaran, Pengembangan, Program Aplikasi SWiSHmax Motivasi belajar, Hasil Belajar

Salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah pemanfaatan teknologi komputer dalam pengembangan media pembelajaran sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan. Permasalahan yang dikaji adalah apakah pengembangan media pembelajaran berbasis komputer dapat membantu meingkatkan motivasi siswa dalam belajar kimia sehingga mampu menjadi alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa? Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan lebih lanjut media pembelajaran kimia yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar kognitif siswa. Beberapa tahapan dalam penelitian ini, yaitu : (1)Menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (2) Konsep – konsep yang akan diajarkan, (3) Menganalisis dan menentukan model pembelajaran,(4) Menyusun program dengan aplikasi SwiSHmax, (5 )Mengimplementasikan media pembelajaran kepada siswa kelas X, (6) Menganalisis penggunaan media pembelajaran pada siswa kelas X, (7) Melakukan pengembangan lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu, yaitu menggunakan 2 kelas sebagai sampel.

Berdasarkan hasil analisis, angket motivasi siswa menunjukkan bahwa siswa termotivasi dengan media yang telah dikembangkan. Namun, belum secara keseluruhan siswa termotivasi dan meningkat hasil belajarnya. Uji Chi-kuadrat kelas eksperimen diperoleh = 9,7442, sedangkan kelas kontrol 1,0153 dengan = 11,10 sehingga populasi dinyatakan berdistribusi normal. Perhitungan uji homogenitas kelas eksperimen diperoleh varians = 235,05 dan kelas kontrol 209,67. Dari perbandingannya diperoleh F

hitung

2

χ χ2tabel

hitung = 1,12 dengan Ftabel = 1,89, berarti kedua kelas homogen. Rata – rata hasil belajar kelas eksperimen x1 = 62,17 dan kelas kontrol x2= 55,08, dengan thitung = 2,12 dan ttabel = 1,66 berarti rata – rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Uji ketuntasan belajar kelas eksperimen diperoleh bahwa thitung = -1,17, dengan t(0,95)(39) = 1,68 maka disimpulkan belum mencapai ketuntasan belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Rapat bersama tim pengandali mutu Penetapan periodisasi audit internal Tersusunn ya jadwal audit Penetapan jadwal kegiatan audit Pelaksanaan audit internal Terlaksna

(Surah al-Baqarah , 2: 106) Maksud ayat “Apa sahaja ayat keterangan yang Kami mansukh kan (batalkan)” bermaksud apa sahaja ayat yang diganti (Ibn ‘Abbas, t.th.: 1/16) dan

Dengan demikian, semakin nampak bahwa nilai- nilai karakter yang dicanangkan oleh Kemendikbud RI seyogyanya dapat dikembangkan pada peserta didik melalui model

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul “Karakteristik Gelombang di Wilayah Abrasi Sepanjang Pantai Kecamatan

Teknik bagi unsur langsung ini juga digunakan untuk mengklasifikasikan istilah-istilah sesaji dalam tradisi julen selametan giling Pabrik Gula Tasikmadu yang berbentuk

Ini berarti bahwa dengan pengendalian kecerdasan emosional dan Adversity Quotient (AQ), terdapat perbedaan yang signifikan sikap profesional antara guru yang

Merumuskan konsep dasar perancangan Musical Center sebagai wadah bagi komunitas musik Solo Jazz Society, dengan mengedepankan fungsi yang sesuai dengan kebutuhan

Hasil penelitian Wahyunie et al (2012) menunjukkan bahwa ketahanan penetrasi pada sistem olah tanah intensif lebih keras jika dibandingkan dengan penerapan olah tanah