• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN SEMINAR IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN SEMINAR IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PERCEPATAN PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SIE PAMMAT DIT SAMAPTA POLDA JABAR

MELALUI LATIHAN GABUNGAN SEARCH AND RESCUE

DISUSUN OLEH NAMA : Drs. MAHMUD, SH.

NDH : 59

INSTANSI : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL TINGKAT II ANGKATAN XVII

PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DAN PEMETAAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA BEKERJA SAMA DENGAN

PUSDIKMIN LEMDIKLAT POLRI

TAHUN 2019

(2)

STRATEGI PERCEPATAN PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SIE PAMMAT DIT SAMAPTA POLDA JABAR

MELALUI LATIHAN GABUNGAN SEARCH AND RESCUE

DISUSUN OLEH NAMA : Drs. MAHMUD, SH.

NDH : 59

INSTANSI : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

DISAMPAIKAN PADA SEMINAR IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN HARI/TANGGAL : SENIN, 28 OKTOBER 2019

Kepala Puslatbang PKASN,

Hari Nugraha, S.E., M.P.M.

NIP. 19681013 199401 1 001

Coach,

Burdan Ali Junjunan SH., M.Si.

NIP. 19601201 198603 1 016

(3)

1. Peserta Diklat

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Drs. MAHMUD, SH

Jabatan : KASUBDIT GASUM DITSAMAPTA POLDA JABAR Instansi : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

Adalah peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2019

2. Mentor

Kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Drs. NURFALLAH, SH

Jabatan : DIREKTUR SAMAPTA POLDA JABAR Instansi : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

3. Proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2019, merupakan produk pembelajaran individual yang menjadi salah satu indikator pencapaian hasil Pelatihan. Proyek perubahan ini akan diimplementasikan di instansi kami dalam milestone jangka menegah yaitu pada bulan Nopember 2019 s.d April 2020 dan jangka panjang pada bulan Mei 2020 s.d Mei 2021.

Demikian surat ini saya buat dengan segala konsekuensinya.

Bandung, Oktober 2019

Drs. MAHMUD,SH

Mengetahui,

Drs. NURFALLAH, SH

(4)

bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan dan bencana alam.

Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut, gunung dan hutan, gurun pasir, tapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan. Operasi SAR dilakukan oleh personil yang memiliki keterampilan dan teknik untuk tidak membahayakan tim penolongnya sendiri maupun korbannya.

Terbatasnya jadwal dan program latihan SAR dari Mabes Polri menuntut satuan kewilayahan untuk mencari terobosan atau inovasi dalam rangka peningkatan kompetensi SDM Dit Samapta. Peningkatan kompetensi bidang SAR dirasakan perlu segera dilaksanakan agar SDM yang ada mumpuni dan profesional dalam mengoptimalkan penggunaan peralatan yang ada secara efektif dan efisien.

Kompetensi SAR Sumber daya manusia Dit Samapta (Sie Pammat) Polda Jabar masih sangat terbatas, sehingga dipandang perlu adanya pelatihan khusus bidang SAR guna peningkatan kompetensi SDM untuk meningkatkan kinerja dilapangan.

Adanya peningkatan kompetensi SDM Dit Samapta baik pengetahuan dan keterampilan bidang SAR sangat menunjang kinerja di lapangan serta terwujudnya sinergitas antar stakeholder penanggulangan bencana, guna memberikan jaminan pelayanan pemerintah melalui aparat terkait jika terjadi bencana alam. Hal ini sebagai wujud kepastian hukum akan kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terutama disaat warga negaranya tertimpa musibah. Kolaborasi dan sinergitas antar stakeholder penanggulangan bencana diharapkan dapat terus terjaga dan bisa mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan yang lebih besar.

(5)

Segala puji kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Laboratorium Kepemimpinan dengan judul Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar Melalui Latihan Gabungan Search And Rescue. Laporan ini disusun sebagai bagian dari proses Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Kerjasama Pusdikmin Polri dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara RI. Perkenankan kami untuk mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya serta terima kasih kepada:

1. Kombes Pol. Drs. Nurfallah, SH., selaku Mentor dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan;

2. Pejabat di Lingkungan Polda Jawa Barat yang selalu memberikan masukan dan dukungan dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan;

3. Kepala Puslatbang PKASN Lembaga Administrasi Negara;

4. Kepala Bidang Latbang Puslatbang PKASN Lembaga Administrasi Negara;

5. Coach, Bpk. Burdan Ali Junjunan, SH.,M.Si., yang selalu memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan;

6. Para Widyaiswara yang memberikan pembekalan dan juga bimbingan materi PKN Tk. II;

7. Rekan-rekan sesama peserta PKN Tk. II yang selalu saling menyemangati dan saling mendukung.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, kami sangat terbuka untuk menerima saran dan kritik untuk perbaikan.

Kiranya Allah SWT memberikan kemanfaatan dan kebarokahan atas Laporan Laboratorium Kepemimpinan yang telah dan akan kami laksanakan bagi kepentingan stakeholder dan masyarakat terkait.

Bandung, 27 Oktober 2019 Peserta,

Drs. MAHMUD, SH NDH. 59

(6)

Abstrak ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

Daftar Tabel dan Gambar ... iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Gambaran Umum ... 5

C. Area Perubahan ... 9

D. Tujuan ... 11

E. Manfaat ... 11

F. Ruang Lingkup ... 12

BAB II PROYEK PERUBAHAN A. Inovasi ... 13

B. Roadmap Tahapan Kegiatan ... 13

C. Stakeholder ... 15

D. Strategi Marketing ... 16

BAB III PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN A. Capaian Proyek Perubahan ... 18

B. Strategi Marketing ... 21

C. Faktor Keberhasilan ... 21

D. Marketing Sektor Publik ... 22

E. Hambatan/Kendala dan Strategi Penanggulangan ... 22

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 23

B. Rekomendasi ... 23

LESSON LEARN ... 24

LAMPIRAN

(7)

Tabel 1.1 Daftar Nama Anggota Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta

Polda Jabar ... 7

Tabel 1.2 Daftar Kendaraan Rantis Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar ... 8

Tabel 1.3 Daftar Peralatan Sar Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar ... 8

Tabel 2.1 Tahapan Kegiatan Jangka Pendek ... 14

Tabel 2.2 Tahapan Kegiatan Jangka Menengah ... 14

Tabel 2.3 Tahapan Kegiatan Jangka Panjang ... 14

Tabel 3.1 Hambatan / Kendala Pelaksanaan dan Strategi Penanggulangan ... 22

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1 Struktur Organisasi Sub Direktorat Penugasan Umum (Subditgasum) Kepolisian Daerah Jawa Barat ... 7

Gambar 2.1 Analisis Strategi Komunikasi ... 16

(8)

STRATEGI PERCEPATAN PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SIE PAMMAT DIT SAMAPTA POLDA JABAR

MELALUI LATIHAN GABUNGAN SEARCH AND RESCUE

DISUSUN OLEH NAMA : Drs. MAHMUD, SH.

NDH : 59

INSTANSI : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

DISAMPAIKAN PADA SEMINAR IMPLEMENTASI PROYEK PERUBAHAN HARI/TANGGAL : SENIN, 28 OKTOBER 2019

Kepala Puslatbang PKASN,

Hari Nugraha, S.E., M.P.M.

NIP. 19681013 199401 1 001

Coach,

Burdan Ali Junjunan SH., M.Si.

NIP. 19601201 198603 1 016

(9)

bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan dan bencana alam.

Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut, gunung dan hutan, gurun pasir, tapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan. Operasi SAR dilakukan oleh personil yang memiliki keterampilan dan teknik untuk tidak membahayakan tim penolongnya sendiri maupun korbannya.

Terbatasnya jadwal dan program latihan SAR dari Mabes Polri menuntut satuan kewilayahan untuk mencari terobosan atau inovasi dalam rangka peningkatan kompetensi SDM Dit Samapta. Peningkatan kompetensi bidang SAR dirasakan perlu segera dilaksanakan agar SDM yang ada mumpuni dan profesional dalam mengoptimalkan penggunaan peralatan yang ada secara efektif dan efisien.

Kompetensi SAR Sumber daya manusia Dit Samapta (Sie Pammat) Polda Jabar masih sangat terbatas, sehingga dipandang perlu adanya pelatihan khusus bidang SAR guna peningkatan kompetensi SDM untuk meningkatkan kinerja dilapangan.

Adanya peningkatan kompetensi SDM Dit Samapta baik pengetahuan dan keterampilan bidang SAR sangat menunjang kinerja di lapangan serta terwujudnya sinergitas antar stakeholder penanggulangan bencana, guna memberikan jaminan pelayanan pemerintah melalui aparat terkait jika terjadi bencana alam. Hal ini sebagai wujud kepastian hukum akan kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terutama disaat warga negaranya tertimpa musibah. Kolaborasi dan sinergitas antar stakeholder penanggulangan bencana diharapkan dapat terus terjaga dan bisa mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan yang lebih besar.

(10)

1. Peserta Diklat

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Drs. MAHMUD, SH

Jabatan : KASUBDIT GASUM DITSAMAPTA POLDA JABAR Instansi : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

Adalah peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2019

2. Mentor

Kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Drs. NURFALLAH, SH

Jabatan : DIREKTUR SAMAPTA POLDA JABAR Instansi : DIT SAMAPTA POLDA JABAR

3. Proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2019, merupakan produk pembelajaran individual yang menjadi salah satu indikator pencapaian hasil Pelatihan. Proyek perubahan ini akan diimplementasikan di instansi kami dalam milestone jangka menegah yaitu pada bulan Nopember 2019 s.d April 2020 dan jangka panjang pada bulan Mei 2020 s.d Mei 2021.

Demikian surat ini saya buat dengan segala konsekuensinya.

Bandung, Oktober 2019

Drs. MAHMUD,SH

AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 69090615

Mengetahui,

Drs. NURFALLAH, SH

KOMISARIS BESAR POLISI NRP 64110592

(11)

Segala puji kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Laboratorium Kepemimpinan dengan judul Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar Melalui Latihan Gabungan Search And Rescue. Laporan ini disusun sebagai bagian dari proses Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Kerjasama Pusdikmin Polri dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara RI. Perkenankan kami untuk mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya serta terima kasih kepada:

1. Kombes Pol. Drs. Nurfallah, SH., selaku Mentor dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan;

2. Pejabat di Lingkungan Polda Jawa Barat yang selalu memberikan masukan dan dukungan dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan;

3. Kepala Puslatbang PKASN Lembaga Administrasi Negara;

4. Kepala Bidang Latbang Puslatbang PKASN Lembaga Administrasi Negara;

5. Coach, Bpk. Burdan Ali Junjunan, SH.,M.Si., yang selalu memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan;

6. Para Widyaiswara yang memberikan pembekalan dan juga bimbingan materi PKN Tk. II;

7. Rekan-rekan sesama peserta PKN Tk. II yang selalu saling menyemangati dan saling mendukung.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Laboratorium Kepemimpinan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, kami sangat terbuka untuk menerima saran dan kritik untuk perbaikan.

Kiranya Allah SWT memberikan kemanfaatan dan kebarokahan atas Laporan Laboratorium Kepemimpinan yang telah dan akan kami laksanakan bagi kepentingan stakeholder dan masyarakat terkait.

Bandung, 27 Oktober 2019 Peserta,

Drs. MAHMUD, SH NDH. 59

(12)

Abstrak ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

Daftar Tabel dan Gambar ... iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Gambaran Umum ... 5

C. Area Perubahan ... 9

D. Tujuan ... 11

E. Manfaat ... 11

F. Ruang Lingkup ... 12

BAB II PROYEK PERUBAHAN A. Inovasi ... 13

B. Roadmap Tahapan Kegiatan ... 13

C. Stakeholder ... 15

D. Strategi Marketing ... 16

BAB III PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN A. Capaian Proyek Perubahan ... 18

B. Strategi Marketing ... 21

C. Faktor Keberhasilan ... 21

D. Marketing Sektor Publik ... 22

E. Hambatan/Kendala dan Strategi Penanggulangan ... 22

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 23

B. Rekomendasi ... 23

LESSON LEARN ... 24

LAMPIRAN

(13)

Tabel 1.1 Daftar Nama Anggota Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta

Polda Jabar ... 7

Tabel 1.2 Daftar Kendaraan Rantis Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar ... 8

Tabel 1.3 Daftar Peralatan Sar Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar ... 8

Tabel 2.1 Tahapan Kegiatan Jangka Pendek ... 14

Tabel 2.2 Tahapan Kegiatan Jangka Menengah ... 14

Tabel 2.3 Tahapan Kegiatan Jangka Panjang ... 14

Tabel 3.1 Hambatan / Kendala Pelaksanaan dan Strategi Penanggulangan ... 22

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1 Struktur Organisasi Sub Direktorat Penugasan Umum (Subditgasum) Kepolisian Daerah Jawa Barat ... 7

Gambar 2.1 Analisis Strategi Komunikasi ... 16

(14)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis rawan terhadap terjadinya bencana dengan frekuensi yang cukup tinggi khususnya di Provinsi Jawa Barat, hal dapat mengakibatkan korban jiwa dan harta benda, sehingga perlu ditangani sesegera mungkin secara arif, bijaksana, profesional, proporsional, transparansi, dan akuntabel melalui pendekatan manajemen penanggulangan bencana.

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Potensi dan kejadian bencana alam di provinsi jawa barat, dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang dapat disebabkan oleh tumbukan antar lempeng tektonik, aktivitas gunung berapi atau runtuhan batuan.

Gempa akibat aktivitas vulkanisme yang sering terjadi di Provinsi Jawa Barat terutama akibat aktivitas Gunung Gede, Gunung Papandayan, Patuha, Tangkupan perahu, Galunggung, yang tentu saja akan berdampak langsung pada penduduk yang berdiam di wilayah sekitar pegunungan tersebut. Sebagai bagian aktivitas vulkanisme, ancaman bahaya yang ditimbulkan terkait juga dengan dengan letusan gunung berapi seperti piroklastik, debu, awan panas dan sebagainya. Gempa sebagai akibat dari aktivitas tektonik beberapa kali terjadi di Provinsi Jawa Barat yang dalam sejarah pembentukannya merupakan bagian dari lempeng Eurasia yang bertumbukan dengan lempeng Indo-Australia. Akibat tumbukan tersebut, lempeng Indo-Australia menunjam di bawah lempeng Eurasia dan terjadi akumulasi energi yang pada titik jenuhnya akan menyebabkan gempa.

(15)

b. Tsunami

Tsunami merupakan rangkaian gelombang laut yang menjalar dengan kecepatan tinggi. Di laut dengan kedalaman 7.000 meter, kecepatannya dapat mencapai 942,9 km/jam dengan panjang gelombang mencapai lebih dari 100 m, tinggi tidak lebih dari 60 m dan selisih waktu antar puncak antara 10 menit hingga 1 jam. Saat mencapai pantai yang dangkal, teluk, atau muara sungai, panjang gelombang menurun kecepatannya namun tinggi gelombang meningkat hingga puluhan meter dan bersifat merusak. Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut dengan kedalaman kurang dari 60 km dan magnitude lebih dari 6 SR. Namun demikian, tsunami juga dapat diakibatkan oleh tanah longsor dasar laut, letusan gunung berapi dasar laut, atau jatuhnya meteor ke laut.

Peristiwa tsunami telah beberapa kali menghantam wilayah Jawa Barat barat terutama di. Tsunami terakhir terjadi pada tahun 2006 dan menimbulkan dampak parah di daerah pantai Pangandaran dan sekitarnya. Selain jatuhnya korban jiwa, juga terdapat kerusakan sarana penangkap ikan serta kerusakan lingkungan pantai.

c. Letusan Gunung Berapi

Gunung berapi merupakan lubang kepundan/rekahan pada kerak bumi tempat keluarnya magma, gas atau cairan lainnya ke permukaan. Bencana gunung meletus disebabkan oleh aktifnya gunung berapi sehingga menghasilkan erupsi. Bahaya letusan gunung berapi dapat berpengaruh secara langsung (primer) dan tidak langsung (sekunder). Bahaya primer letusan gunung berapi adalah lelehan lava, aliran piroklastik (awan panas), jatuhan piroklastik, letusan lahar dan gas vulkanik beracun. Bahaya sekunder adalah ancaman yang terjadi setelah atau saat gunung berapi tidak aktif seperti lahar dingin, banjir bandang dan longsoran material vulkanik.

Di Provinsi Jawa Barat terdapat sejumlah gunung api yang masih aktif hingga kini yaitu Gunung Gede di tasikmalaya, Gunung Papandayan di wilayah Garut, Gunung Patuha di Kabupaten Bandung, Gunung Tangkupan Perahu, Guntur dan juga Gunung Galunggung, yang letusannya pernah menimbulkan hujan abu yang hebat.

(16)

d. Banjir

Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan karena peningkatan volume air akibat hujan deras, luapan air sungai atau pecahnya bendungan. Banjir juga dapat terjadi di daerah yang gersang dengan daya serap tanah terhadap air yang buruk atau jumlah curah hujan melebihi kapasitas serapan air.

Jawa Barat juga memiliki karakteristik perpaduan antara daerah pegunungan yang berada di Wilayah Selatan dan dataran rendah di Wilayah Pantai utara (Pantura). Memiliki curah hujan yang tinggi (rata-rata 219mm/th). Dengan curah hujan yang tinggi tersebut, jelas mengakibatkan air sungai meluap terkena wilayah Pantura.

Propinsi Jawa Barat sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara memiliki luas total 3.720.772 hektare dengan luas daratan sekitar 3.555.502 Ha sisanya berupa perairan. Dari luas daratan memiliki Sumber Daya Hutan seluas 816.603 ha (22.97

% dari luas daratan). Telah semakin kritisnya hutan-hutan yang ditandai dengan pembabatan pohon yang tidak terkontrol, sehingga manakala terjadi hujan maka akan semakin mudah terjadi banjir yang melanda di berbagai wilayah di Jawa Barat.

e. Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan pergerakan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut ke arah yang lebih rendah. Gejala umum tanah longsor diantaranya adalah munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, munculnya mata air baru secara tiba-tiba dan tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Jawa Barat pada umumnya terdapat pada daerah dengan kondisi geologi yang tidak stabil dan seringkali dipicu oleh terjadinya hujan deras yang melebihi titik tertinggi.

Tanah longsor biasanya menyebabkan terganggunya fungsi infrastruktur umum seperti jalan.

f. Kekeringan

Pemanasan global terjadi karena meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika

(17)

atmosfer semakin kaya gas rumah kaca maka akan menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas matahari yang dipancarkan ke Bumi. Daerah dengan iklim hangat akan menerima curah hujan yang lebih tinggi, tetapi tanah akan lebih cepat kering.

Kekeringan tanah akan merusak tanaman bahkan menghancurkan suplai makanan.

Perubahan iklim global berpengaruh terhadap kondisi iklim di Jawa Barat

Krisis kekeringan terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Barat, yaitu Indramayu, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Ciamis, Sumedang, Garut, Bandung, Cianjur, Sukabumi kondisi terberat memang terjadi di Indramayu, Cirebon, Majalengka, dan Subang.

SAR (Search And Rescue) adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan dan bencana alam. Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut, gunung dan hutan, gurun pasir, tapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan. Operasi SAR dilakukan oleh personil yang memiliki keterampilan dan teknik untuk tidak membahayakan tim penolongnya sendiri maupun korbannya.

Terhadap musibah bencana alam, operasi SAR merupakan salah satu rangkaian dari siklus penanganan kedaruratan penanggulan bencana alam. Siklus tersebut terdiri dari pencegahan (mitigasi), kesiagaan (preparedness), tanggap darurat (response) dan pemulihan (recovery), dimana operasi SAR merupakan bagian dari tindakan dalam tanggap darurat.

Untuk menunjang kegiatan penanggulangan bencana tersebut, diperlukan Sumber Daya Manusia yang terampil dan memiliki kinerja tinggi. Organisasi pada masa sekarang menyadari bahwa produktivitas sumber daya manusia yang berkualitas adalah aset utama untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu pengelolaan manajemen Sumber Daya Manusia harus dioptimalkan. Perlu disadari bersama bahwa untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia setiap organisasi memiliki keterbatasan.

Namun keterbatasan jadwal dan program pelatihan peningkatan kemampuan fungsi SAR secara resmi yang hanya dilakukan 1 tahun sekali, dari 124 personil

(18)

Subditgasum belum tentu terpilih dan dipanggil untuk mengikuti pelatihan SAR menjadi kendala dalam hal peningkatan kemampuan personil SAR.

Berdasarkan uraian tersebut maka disusun proyek perubahan sebagai terobosan inovasi dari gagasan perubahan yaitu peningkatan kemampuan personil SAR melalui latihan gabungan tersertifikasi dalam upaya strategi percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda jabar.

B. Gambaran Umum

Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

a. Visi dan Misi Dit Samapta Polda Jabar

Visi: ”Terwujudnya personel Dit Samapta Polda Jabar yang yang makin profesional, unggul dan dapat dipercaya masyarakat guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong, di wilayah hukum Polda Jawa Barat”.

Misi:

1. Melaksanakan pengembangan sistem dan metode serta penyusunan peraturan teknis pelaksanaan tugas Direktorat Samapta;

2. Melaksanakan pemantauan, supervisi staf, pemberian arahan dalam rangka sosialisasi, dan asistensi guna menjamin terlaksananya penyelenggaraan tugas Direktorat Samapta;

3. Memberikan bimbingan, arahan, dan pelatihan teknis dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Direktorat Samapta;

4. Merencanakan kebutuhan personel, peralatan materill khusus Samapta dan pendistribusiannya, merencanakan kebutuhan anggaran serta pengajuan usulan,

(19)

saran, pertimbangan penempatan, atau pembinaan karir personel Direktorat Samapta;

5. Penyiapan kekuatan personel dan peralatan untuk kepentingan tugas Turjawali, Pengamanan unjuk rasa, pengendalian massa, negosiator, serta SAR;

6. Melaksanakan pembinaan teknis pemeliharaan ketertiban umum berupa penegakkan hukum tindak pidana ringan dan TPTKP;

7. Melaksanakan pemeliharaan, pelatihan, dan penggunaan satwa dalma rangka mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban; dan

8. Mengumpulkan dan mengolah data, serta menyajikan informasi dan dokumentasi kegiatan program Direktorat Samapta.

b. Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Kepolisian Daerah, Subditgasum bertugas menyelenggarakan Turjawali, TPTKP, penanganan Tipiring serta pertolongan dan penyelamatan. Dalam melaksanakan tugas, Subditgasum menyelenggarakan fungsi:

1. Pengaturan dan penjagaan di lingkungan markas Polda;

2. Pengawalan terhadap pejabat VIP dan tamu Polda sesuai Ketentuan peraturan perundang-undangan;

3. Turjawali pada daerah-daerah rawan gangguan Kamtibmas;

4. Penanganan Tipiring;

5. Penanganan TPTKP;

6. Bantuan pengamanan dan penyelamatan; dan 7. Pelatihan peningkatan kemampuan fungsi Samapta.

c. Struktur Organisasi

Sub Direktorat Penugasan Umum (Subditgasum), terdiri atas:

1. Seksi Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Siturjawali), meliputi beberapa unit; dan

(20)

Adapun struktur organisasi Sub Direktorat Penugasan Umum (Subditgasum), dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Sub Direktorat Penugasan Umum (Subditgasum) Kepolisian Daerah Jawa Barat

d. Komposisi SDM Sie Pammat

Tabel 1.1 Daftar Nama Anggota

Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar

No Nama Pangkat Jabatan

1 Nana Sumarna Kompol / 63110164 Kasie

2 Sofyan Pujianto Ipda / 67100003 Panit 1

3 Hartono Aiptu / 72010133 Ps. Panit 3

4 Dimas Wahyu A P Bripka / 86020201 Anggota

5 Satrianto Nugroho Brigadir / 88110705 Anggota

6 Bintang Herdian J Bripda / 97030852 Anggota

7 Satria Nasution Bripda / 98090274 Anggota

8 Iman Fauzan Bripda / 95110580 Anggota

9 Ekqy Dwi Pratama Bripda / 98070478 Anggota

10 Muhammad Hagi Bripda / 97030707 Anggota

11 Nafari Satria Bripda / 97060377 Anggota

12 Mardani Bripda / 98040382 Anggota

13 Aldi Setya Wardana Bripda / 98080479 Anggota

14 Syarif Ali Munandar Bripda / 99030228 Anggota

15 Sandi Maulana Bripda / 97100570 Anggota

16 Freggy Aldiansyah Bripda / 99030092 Anggota

(21)

17 Deri Abdul Goni Bripda / 98060408 Anggota

18 Agung Pratama Bripda / 99020194 Anggota

Keterangan : Kasie : 1 Orang Panit : 2 Orang Anggota : 15 Orang Jumlah : 18 Orang

Menurut DSP Perpol Nomor 14 tahun 2018 SOTK tingkat Polda : Kasie : 1 Orang

Kanit : 3 Orang Panit : 3 Orang Banum : 2 Orang Banit : 15 Orang Jumlah : 24 Orang

e. Komposisi Kendaraan Rantis (Kendaraan)

Tabel 1.2 Daftar Kendaraan Rantis

Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar

No. Nama Brand No. Pol Muatan

Personil Ket.

1 Mobil Jungkit Baru Isuzu Crane Hyva 14064-VIII 5 Anggota Aktif 2 Mobil Jungkit

Lama

Isuzu Crane Hyva

14037-VIII 5 Anggota Aktif 3 Mobil Rescue Mini Mitsubhishi Strada

Double Cabin

14041- VIII 4 Anggota Aktif 4 Mobil Rescue

Besar

Isuzu 14014 - VIII 5 Anggota Tidak Aktif 5 Mobil Jungkit

Rescue Ferari

Isuzu Crane Ferari

14017- VIII 5 Anggota Tidak Aktif 6 Mobil Ranger Ford Ranger Double

Cabin

14002-VIII 4 Anggota Tidak Aktif

7 Dare V Tidak Aktif

f. Komposisi Peralatan

Tabel 1.3 Daftar Peralatan Sar Sie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar

No. Nama Jumlah No. Nama Jumlah

1 Cutter 1 Unit 20 Fire Axe 2 Unit

2 Spreader 1 Unit 21 Rescue Glove 4 Unit

3 Rescue Ram 1 Unit 22 Sepatu Boot 4 Unit

4 Air Lifting Bag 1 Unit 23 Tripod Lamp 1 Unit

5 Cylinder 2 Unit 24 Kantong Mayat 5 Unit

6 Glass Ex 1 Unit 25 Jas Hujan 5 Unit

7 Pry Axe 1 Unit 26 Pompa 1 Unit

8 Hooligan Tool 1 Unit 27 Motor Tempel 1 Unit

9 Rescue Tim Kit 1 Unit 28 Breathing Apparatus 2 Unit

(22)

11 Chainsaw 1 Unit 30 Generators 1 Unit

12 Bolt Cutter 1 Unit 31 Telescoptic 1 Unit

13 Rescue Saw 1 Unit 32 Spare Cylinder 2 Unit

14 Flash Light 2 Unit 33 Life Jacket 6 Unit

15 Portable Lighting 1 Unit 34 Jerry Can 3 Unit

16 Apar 2 Unit 35 Alat Komunikasi Mobil (Rig) 1 Unit

17 First Aid Kit 1 Unit 36 Alat Komunikasi Tangan (Ht) 2 Unit

18 Cangkul 1 Unit 37 Perahu Karet 2 Unit

19 Sekop 1 Unit

C. Area Perubahan

Search and Rescue yang selanjutnya di singkat SAR adalah usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, penerbangan, bencana atau musibah lainnya yang timbul karena faktor manusia maupun alam.

Sebagai pedoman bagi pelaksanaan kegiatan atau operasi SAR Polri dalam usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan korban manusia dan harta benda akibat bencana, musibah pelayaran, penerbangan, atau musibah lainnya, sehingga dapat berjalan dengan baik, efektif, efisien, dan terkoordinasi yaitu Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2011 Tentang Search and Rescue Kepolisian Negara Republik Indonesia. Prinsip- prinsip dalam peraturan ini:

1. Legalitas, yaitu setiap tindakan yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

2. Profesional, yaitu tindakan yang dilakukan dalam pencarian dan pemberian pertolongan secara terencana yang didukung dengan kemampuan dan peralatan sesuai dengan peristiwa dan medan yang dihadapi;

3. Akuntabel, yaitu setiap tindakan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan;

4. Safety and security, yaitu tindakan yang dilaksanakan senantiasa memperhatikan dan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan;

5. Humanis, yaitu tindakan yang dilakukan senantiasa memperhatikan aspek kemanusiaan, sosial, perlindungan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia;

dan

(23)

6. Keterpaduan, yaitu mengutamakan koordinasi, kebersamaan, dan sinergitas dengan segenap unsur atau komponen yang dilibatkan dalam operasi SAR.

Permasalahan yang dihadapi oleh fungsi SAR Sabhara Polri, antara lain:

Sumber Daya Manusia:

1. Masih kurangnya personel Sabhara yang membidangi fungsi SAR;

2. Belum semuanya personel memiliki kualifikasi kemampuan SAR;

3. Masih kurangnya pemahaman personel terhadap peraturan dan perundang- undangan yang berkaitan dengan penanggulangan bencana;

4. Belum terampilnya anggota Sabhara dalam menggunakan peralatan SAR yang dimiliki.

Peralatan:

1. Masih kurangnya peralatan SAR yang dimiliki oleh fungsi Sabhara;

2. Belum semua Sabhara kewilayahan yang memiliki peralatan SAR;

3. Minimnya anggaran perawatan peralatan SAR.

Operasional:

1. Kurang terlihatnya penggelaran SAR fungsi Sabhara, karena dalam kegiatan tidak menggukan uniform/pakaian dinas;

2. Kurangnya koordinasi dengan fungsi kepolisian lainnya serta stakeholder lainnya.

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas makan kondisi kinerja saat ini yang terjadi, antara lain:

1. Masih terbatasnya personel Sabhara yang memiliki kemampuan fungsi, kualifikasi dan pemahaman terhadap fungsi SAR

2. Masih kurangnya tersedianya sarana prasarana dan anggaran yang memadai 3. Masih kurangnya sinergitas antar pemangku kepentingan

Adapun kondisi harapan organisasi, antara lain:

1. Tersedianya personel Sabhara yang memiliki kemampuan fungsi, kualifikasi dan pemahaman terhadap fungsi SAR.

2. Tersedianya sarana parsarana dan anggaran yang memadai.

3. Terwujudnya sinergitas antar pemangku kepentingan dalam menyikapi setiap

(24)

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka yang menjadi area perubahan organisasi dan dijadikan gagasan inovasi dalam penyusunan proyek perubahan adalah ”Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui Latihan Gabungan Search and Rescue.”

D. Tujuan

Dalam pelaksanaan proyek perubahan, tujuan yang ingin dicapai diantaranya:

a. Jangka Pendek

1. Terlaksananya latihan gabungan Search and Rescue

2. Terlaksanannya peningkatan kompetensi personil Search and Rescue 3. Terlaksananya supervisi dan sosialisasi pembinaan fungsi sabhara Polri 4. Terjalinnya koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan b. Jangka Menengah

Untuk jangka menengah dengan target di tahun 2020 harus melaksanakan kegiatan pelatihan SAR dan materi lain yang sifatnya berkelanjutan.

1. Tindak lanjut kegiatan latihan gabungan Search and Rescue yang berkelanjutan

a. Akan dilanjutkan dengan FGD yang libatkan beberapa pihak terkait dalam penanggulangan bencana nulai dari Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD dan dan Basanas dan membentuk MOU/ perjanjian kerjasama dalam rangka penanggulangan bencana.

b. Telah memasukan usulan anggaran kegiatan latihan lanjutan/ sebagai kegiatan rutin berkesinambungan setiap tahun. Untuk hal ini telah dimasukan usulan dukungan dana Hibah Pemkot Kota Bandung untuk kegiatan latihan peningkatan Kopetensi SDM Sat Samapta.

c. Pola latihan dan materi latihan tidak terbatas pada bidang SAR saja tetapi juga materi penangganan kecelakaan lalulintas dengan korban materi dan korban manusia dalam jumlah besar (kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang.

(25)

2. Terlaksananya sosialisasi, pelatihan dan e-learning tentang manajemen penanggulangan bencana dan Search and Rescue secara berkelanjutan

a. Materi latihan akan di Upload memalui media sosial dan Website dan bisa di akses oleh personil Polri jika bermaksud ingin belajar materi latihan tersebut.

b. Akan ditempatkan personil sebagai operator yang handal untuk mengawaki Website tersebut dan sewaktu waktu akan ditentukan waktu belajar bersama secara Converence untuk dilakukan tanya jawab guna diketahui sejauhmana materi latihan bisa di serap oleh seluruh personel 3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung Search

and Rescue dan dukungan anggaran latihan berkesinambungan setiap tahun a. Dukungan Anggaran yang berasal dari dana Hibah akan dialokasikan

secara khusus sebagai dana dukungan pelatihan peningkatan kompetensi SDM Sat Sabhara / Dit Samapta Polda Jabar

b. Dalam MOU atau perjanjian kerjasama antar pihak terkait akan disebutkan secara tegas misal pihak Basarnas dan BPBD sebagi pihak pemberi materi latihan dan pihak Polri berkolaborasi memyediakan tenaga personil / SDM untuk latihan gabungan dan pihak Pemprov / Pemkot Kota Bandung sebagai penyedia dukungan anggaran lewat usulan dana Hibah.

c. Jangka Panjang

Tersedianya sumber daya manusia dengan kemampuan Search and Rescue yang handal dalam usaha dan kegiatan mencari, menolong dan menyelamatkan korban manusia dan harta benda akibat bencana, musibah pelayaran, penerbangan, atau musibah lainnya berjalan dengan baik, efektif, efisien, dan terkoordinasi.

E. Manfaat

Dengan terselenggaranya Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui Latihan Gabungan Search and Rescue, maka manfaat yang diharapkan dapat dicapai adalah:

(26)

a. Bagi Masyarakat

1. Terciptanya kondisi ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat yang kondusif dan dinamis sebagai faktor penunjang kelancaran roda perekonomian dan pelaksanaan pembangunan di daerah pasca terjadinya bencana;

2. Masyarakat mendapatkan pelayanan dari dalam kaitan dengan keamanan dan ketertiban;

3. Menimbulkan akuntabilitas dan eksistensi masyarakat terhadap pemerintah khususnya Polri yang memiliki kewajiban memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

b. Bagi Organisasi

1. Mengubah cara kerja dan meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan publik;

2. Meningkatkan profesionalisme, kinerja, komitmen dan disiplin;

3. Terjadinya percepatan dalam proses pelayanan publik dalam penanganan pasca bencana dan perlindungan masyarakat;

F. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui Latihan Gabungan Search and Rescue, sebagai berikut :

1. Pembentukan tim efektif

2. Pelaksanaan latihan gabungan SAR

3. Pelaksanaan peningkatan kompetensi personil

4. Pelaksanaan supervisi dan sosialisasi fungsi Sabhara Polri kewilayahan Polda Jawa Barat

5. Pelaksanaan koordinasi dengan stakeholder internal dan eksternal

(27)

BAB II PROYEK PERUBAHAN

A. Inovasi

Merupakan suatu perubahan secara sistematis dalam rangka penyempurnaan dan perbaikan terhadap penyelenggaraan urusan di bidang penanganan bencana guna mewujudkan optimalisasi pelayanan kepada pemerintah maupun masyarakat sehingga bentuk layanan yang diberikan oleh Polri dapat dirasakan manfaatnya secara lebih efektif dan efesien oleh penerima layanan.

Inovasi berupa konsep ini adalah dimaksudkan guna mewujudkan terselengaranya sinergitas dalam penyelenggaraan urusan Search and Rescue oleh Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar yang selama ini dirasakan kurang maksimal dengan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi menjadi bentuk layanan yang lebih efektif dan efesien melalui suatu kerja sama yang tersistem melalui suatu komitmen bersama.

Dalam konsep inovasi ini, bentuk yang akan dilaksanakan merupakan kegiatan yang selama ini sudah rutin dilaksanakan, namun melalui konsep ini akan dilakukan kegiatan secara bersama-sama dan berkelanjutan yaitu :

1. Latihan gabungan yang tersertifikasi Search and Rescue;

2. Peningkatan kompetensi personil;

3. Supervisi kewilayahan Polda Jabar;

4. Penerapan e-learning Search and Rescue.

Yang pelaksanaannya didasarkan pada sinergitas kewenangan dan pendelegasian kewenangan dengan memperhatikan hak dan kewajiban, kedudukan, peran dan fungsi masing-masing berdasarkan prinsip-prinsip Search and Rescue.

B. Roadmap Tahapan Kegiatan

Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek perubahan antara lain adalah:

(28)

a. Kegiatan Jangka Pendek

Tabel 2.1 Tahapan Kegiatan Jangka Pendek

No. Waktu Kegiatan

1 Minggu II Agst 2019

Merumuskan konsep dan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan:

a. Mentor (atasan langsung), sebagai pihak yang menyetujui lingkup proyek perubahan;

b. Pembimbing (Coach);

2 Minggu II Agst 2019

Membentuk tim efektif Proyek Perubahan;

3 Minggu III Agst 2019

Membahas jadwal dan pelatihan gabungan;

Menginventarisasi data dan informasi kebutuhan pelatihan;

4 Minggu III Agst 2019

Melaksanakan pelatihan gabungan Search and Rescue tersertifikasi;

5 Sept 2019 – Okt 2019

Melaksanakan mobilisasi stakeholders;

6 Minggu I - III Okt 2019

Melakukan supervisi dan sosialisasi pembinaan fungsi Sabhara Polri di satuan wilayah Polda jabar;

7 Minggu IV Okt 2019

Menyusun laporan Proyek Perubahan.

b. Kegiatan Jangka Menengah

Tabel 2.2 Tahapan Kegiatan Jangka Menengah

No. Waktu Kegiatan

1 6 Bulan Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan manajemen penanggulangan bencana dan Search and Rescue secara berkelanjutan

3 6 Bulan Penerapan e-learning Search and Rescue berbasis web 3 6 Bulan Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam

mendukung Search and Rescue 4 6 Bulan Evaluasi dan Monitoring

c. Kegiatan Jangka Panjang

Tabel 2.3 Tahapan Kegiatan Jangka Panjang

No. Waktu Kegiatan

1 1 Tahun dan seterusnya

Tersedianya sumber daya manusia dengan kemampuan Search and Rescue yang handal.

(29)

C. Stakeholder

a. Identifikasi Stakholder 1. Internal

- Dir Samapta

- Biro Operasi Polda Jabar - Sat Brimob Polda Jabar - Bid Dokkes Polda Jabar - Kapolres jajaran Polda Jabar 2. Eksternal

- BASARNAS Provinsi Jawa Barat - BPBD Prov Jawa Barat

- Dinas Pemadam Kebakaran Kota/Kab Jawa Barat - Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten se Jawa Barat - Dinas Sosial Kota/Kabupaten se Jawa Barat - RSUD Kabupaten/Kota se Jawa Barat b. Strategi Komunikasi Stakholder

Strategi komunikasi yang dilakukan terhadap proyek perubahan Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar Melalui Latihan Gabungan Search And Rescue, adalah sebagai berikut:

1. High Power and High Interest (Promoters), melaksanakan pelaporan, konsultasi dan koordinasi dengan stakholder antara lain Dir Samapta, Biro Operasi Polda Jabar, Sat Brimob Polda Jabar, Bid Dokkes Polda Jabar dan Kapolres jajaran Polda Jabar.

2. Low Power and High Interest (Defenders), melaksanakan koordinasi dan komunikasi aktif dengan stakholder Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten se Jawa Barat, Dinas Sosial Kota/Kabupaten se Jawa Barat dan RSUD Kabupaten/Kota se Jawa Barat.

3. High Power and Low Interest (Latens), melaksanakan koordinasi, kolaborasi dan informasi dengan stakeholder antara lain Basarnas

(30)

Provinsi Jawa Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota/Kabupaten se Jawa Barat.

4. Low Power and Low Interest (Apathetics), diharapkan tidak ada stakeholder yang acuh tak acuh dan tidak perduli terhadap proyek perubahan ini.

Analisis strategi komunikasi yang dilakukan dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.1 Analisis Strategi Komunikasi

D. Strategi Marketing

Pemberdayaan organisasi dalam Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui Latihan Gabungan Search and Rescue yaitu untuk jangka pendek penerapan kegiatan supervisi dan sosialisasi pembinan fungsi Sabhara Polri di satuan wilayah Polda Jabar. Jangka Menengah dan Panjang penerapan kegiatan supervisi dan e-learning baik video visual dan dokumentasi serta petunjuk arahan pimpinan tentang tugas SAR dimasukkan kedalam satu media IT (website) Polda Jabar. Dilakukan update kegiatan untuk bisa menjadi panduan wajib bagi personil

(31)

Sabhara untuk melihat, menonton dan memahami serta memberikan umpan balik melalui komentar baik pertanyaan, saran dan masukan untuk perbaikan bagi personil/SDM jajaran kewilayahan. Disusun surat perintah untuk mengikuti dan melaksanakan pelatihan dan bukti telah melaksanakan kegiatan. Pembentukan tim supervisi sebagai wujud kontrol atas pelaksanaan pelatihan di jajaran kewilayahan.

Adapun brand/merk/product yang menjadi identitas produk serta manfaat atau nilai yang ditawarkan kepada publik/masyarakat dalam proyek perubahan Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar yaitu Latihan Gabungan Search and Rescue.

(32)

BAB III PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN

A. Capaian Proyek Perubahan a. Tahap Perencanaan

Tahap awal (perencanaan) dalam proyek perubahan yaitu melaksanakan kegiatan koordinasi, konsultasi dan rapat intenal, antara lain dengan:

1. Atasan langsung (mentor), sebagai pihak yang menyetujui lingkup proyek perubahan output kegiatan yang dihasilkan yaitu surat perintah nomor sprint/3557/VII/DIK.2.5/2019 tanggal 23 Juli 2019 perihal penunjukan mentor dan persetujuan mentor terkait gagasan perubahan strategi peningkatan kompetensi sumber daya manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui latihan gabungan search and rescue, bukti fisik (evidence) terlampir pada lampiran 1 (satu);

2. Pembimbing (Coach);

3. Rapat internal, dengan uraian kegiatan sebagai berikut:

1). Pembentukan tim efektif (29 Juli 2019) dengan output kegiatan terbentuknya tim efekif melalui surat perintah nomor sprint/351/VIII/BIN/1.6/2019 tanggal 16 Agustus 2019 perihal Tim

(33)

Efektif dan persamaan persepsi pelaksanaan proyek perubahan, bukti fisik terlampir pada lampiran 2 (dua).

2). Pembahasan dan persiapan pelaksanaan kegiatan latihan gabungan dengan output kegiatan keputusan Direktur Samapta Polda Jabar Nomor Renlat/02/VIII/BIN.1.6/2019 perihal rencana latihan, bukti fisik (evidence) terlampir pada lampiran 3 (tiga).

3). Pelaksanaan kegiatan menginventarisasi kebutuhan materi latihan dengan ouput kegiatan materi bahan ajar, modul dan bahan presentasi, bukti fisik terlampir pada lampiran 4 (empat).

b. Tahap Pelaksanaan

1. Pelaksanaan latihan gabungan search and rescue dengan ouput kegiatan yang dihasilkan adanya peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan SDM terkait penanganan bencana dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 21 Agustus 2019 bertempat di Situ Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Kegiatan latihan SAR dipercepat dari rencana sebelumnya dimana pada Rancangan Proyek Perubahan direncanakan pada bulan oktober 2019 hal tersebut dikarenakan pertimbangan situasi dan kondisi kamtibmas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil terpilih Tahun 2019, bukti fisik terlampir pada lampiran 5 (lima).

(34)

2. Penyusunan laporan hasil kegiatan latihan SAR dan sertifikasi SAR terbatas Ditsamapta Polda Jabar TA. 2019 dengan output kegiatan yang dihasilkan nota dinas nomor B/ND-597/VIII/DIK/2/6./2019/Dit Samapta dan bukti pembayaran belanja biaya DUK latihan SAR dan sertifikasi SAR terbatas Dit Samapta Polda Jabar, bukti fisik (evidence) terlampir pada lampiran 6 (enam).

3. Pelaksanaan mobilisasi stakeholders (Agustus s.d Oktober 2019) dengan output kegiatan yang dihasilkan diperolehnya dukungan dan kesepakatan bersama dari stakeholder internal dan eksternal, bukti fisik terlampir pada lampiran 7 (tujuh).

4. Pelaksanaan kegiatan supervisi dan sosialisasi pembinaan fungsi Sabhara dalam rangka marketing sektor publik (25 September s.d 22 Oktober 2019) dengan output kegiatan yang dihasilkan brainstorming dengan satuan wilayah hukum Polda Jabar terkait pelaksanaan proyek perubahan

(35)

dan rencana penerapan e-learning Search and Rescue, bukti fisik terlampir pada lampiran 8 (delapan).

B. Strategi Marketing

Strategi marketing yang diterapkan dalam percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui latihan gabungan search and rescue pada tahapan kegiatan implementasi proyek perubahan dilakukan supervisi dan sosialisasi pembinaan fungsi Sabhara di satuan wilayah hukum Polda Jabar sebagai upaya pemberdayaan organisasi pembelajaran.

C. Faktor Keberhasilan

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan proyek perubahan ini adalah:

a. Adanya dukungan dari atasan langsung.

b. Pemahaman dan kerjasama yang baik antara project leader dan tim efektif terhadap arti pentingnya proyek perubahan.

c. Dukungan dari para stakeholder dalam mewujudkan proyek perubahan

(36)

D. Marketing Sektor Publik

a. Product : Latihan gabungan dan Sertifikasi SAR (Search And Rescue) yang melibatkan unsur kewilayahan Polda Jabar

b. Price : - Peningkatan pengetahuan, keahlian, keterampilan, penggunaan perlengkapan SAR (Search And Rescue) di lokasi bencana secara profesional (efektif dan efisiensi) - Dukungan anggaran dan dana Hibah Pemda

Kabupaten/Kota se provinsi Jawa Barat

c. Place : Polda Jabar (Sub Dit Gasum Dit Samapta) dan Polres-Polres (Satuan Sabhara)

d. Promotion : Media sosisal, supervisi kewilayahan, focus group disccusion (FGD) dan E-learning

e. Customer : Personil/SDM Dit Samapta, Personil/SDM Sat Sabhara dan masyarakat (jika ada bencana negara hadir melalui SDM Dit Samapta)

E. Hambatan/Kendala dan Strategi Penanggulangan

Dalam pelaksanaan proyek perubahan ini, ada beberapa kendala yang terjadi selama proses pelaksanaannya dan dapat menghambat proyek perubahan sehingga diperlukan strategi untuk mengatasinya. Berikut diuraikan tabel kendala dalam implementasi proyek perubahan dan strategi untuk mengatasinya.

Tabel 3.1 Hambatan / Kendala Pelaksanaan dan Strategi Penanggulangan No. Hambatan / Kendala Strategi Penanggulangan

1 Tugas pokok/fungsi dan dinamika situasi kamtibmas yang cukup tinggi jelang pelantikan Presiden

Mengatur / pilih waktu yang tepat disesuaikan dengan dinamika situasi kamtibmas yang landai;

2 Keterbatasan sumber daya manusia (kompetensi terbatas)

Memberi motivasi dan memaksimalkan kinerja tim efektif untuk kerja secara optimal;

3 Mobilisasi dukungan stakeholder

Melakukan silaturahmi / koordinasi antara stakeholder serta melaksanakan FGD dan rencana latihan gabungan lanjutan;

4 Limit waktu yang singkat ditengah kesibukan tugas rutin

Menyusun rencana latihan / rencana kerja dan optimalisasi waktu yang tersedia.

(37)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Potensi dan kejadian bencana alam di Provinsi Jawa Barat, dapat diidentifikasi sebagai berikut: Gempa Bumi, Tsunami, Letusan Gunung Berapi, Banjir, Tanah Longsor dan Kekeringan. Masih terbatasnya personel Sabhara yang memiliki kemampuan fungsi, kualifikasi dan pemahaman terhadap fungsi SAR, Masih kurangnya tersedianya sarana prasarana dan anggaran yang memadai dan Masih kurangnya sinergitas antar pemangku kepentingan merupakan kondisi kinerja saat ini sehubungan dengan fungsi SAR.

Kondisi yang diharapkan yairu tersedianya personel Sabhara yang memiliki kemampuan fungsi, kualifikasi dan pemahaman terhadap fungsi SAR, tersedianya sarana parsarana dan anggaran yang memadai dan terwujudnya sinergitas antar pemangku kepentingan dalam menyikapi setiap bencana yang terjadi.

Maka area perubahan organisasi yang dijadikan gagasan inovasi dalam penyusunan proyek perubahan adalah ”Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui Latihan Gabungan Search and Rescue.”

B. Rekomendasi

Bahwa kegiatan Proper strategi percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui latihan gabungan search and rescue sangat membantu dan mendukung pelaksanaan tugas Dit Samapta Polda Jabar karena adanya peningkatan Kompetensi SDM Dit Samapta Umumnya, sebagai tindak lanjut latihan gabungan akan dilaksanakan pada jangka menengah dan jangka panjang terwujudnya peningkatan kompetensi personil SAR.

Perlu kegiatan serupa di kemudian hari secara kontinu dan perlu dukungan satuan kewilayahan jajaran Polda Jabar agar kompetensi SAR bisa dikuasai oleh seluruh personel jajaran Dit Samapta.

Peralatan pendukung Satuan Sabhara jajaran kewilayahan Polda Jabar perlu ditingkatkan karena distribusi peralatan dalam penanggulangan bencana belum tersebar

(38)

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka yang menjadi area perubahan organisasi dan dijadikan gagasan inovasi dalam penyusunan proyek perubahan adalah ”Strategi Percepatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sie Pammat Dit Samapta Polda Jabar melalui Latihan Gabungan Search and Rescue.”

A. Tujuan

Dalam pelaksanaan proyek perubahan, tujuan yang ingin dicapai diantaranya:

a. Jangka Pendek

1. Terlaksananya latihan gabungan Search and Rescue

2. Terlaksanannya peningkatan kompetensi personil Search and Rescue 3. Terlaksananya supervisi dan sosialisasi pembinaan fungsi sabhara Polri 4. Terjalinnya koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan b. Jangka Menengah

Untuk jangka menengah dengan target di tahun 2020 harus melaksanakan kegiatan pelatihan SAR dan materi lain yang sifatnya berkelanjutan.

1. Tindak lanjut kegiatan latihan gabungan Search and Rescue yang berkelanjutan

a. Akan dilanjutkan dengan FGD yang libatkan beberapa pihak terkait dalam penanggulangan bencana nulai dari Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD dan dan Basanas dan membentuk MOU/ perjanjian kerjasama dalam rangka penanggulangan bencana.

b. Telah memasukan usulan anggaran kegiatan latihan lanjutan/ sebagai kegiatan rutin berkesinambungan setiap tahun. Untuk hal ini telah dimasukan usulan dukungan dana Hibah Pemkot Kota Bandung untuk kegiatan latihan peningkatan Kopetensi SDM Sat Samapta.

c. Pola latihan dan materi latihan tidak terbatas pada bidang SAR saja tetapi juga materi penangganan kecelakaan lalulintas dengan korban materi dan korban manusia dalam jumlah besar (kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang.

(39)

2. Terlaksananya sosialisasi, pelatihan dan e-learning tentang manajemen penanggulangan bencana dan Search and Rescue secara berkelanjutan

a. Materi latihan akan di Upload memalui media sosial dan Website dan bisa di akses oleh personil Polri jika bermaksud ingin belajar materi latihan tersebut.

b. Akan ditempatkan personil sebagai operator yang handal untuk mengawaki Website tersebut dan sewaktu waktu akan ditentukan waktu belajar bersama secara Converence untuk dilakukan tanya jawab guna diketahui sejauhmana materi latihan bisa di serap oleh seluruh personel 3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung Search

and Rescue dan dukungan anggaran latihan berkesinambungan setiap tahun a. Dukungan Anggaran yang berasal dari dana Hibah akan dialokasikan

secara khusus sebagai dana dukungan pelatihan peningkatan kompetensi SDM Sat Sabhara / Dit Samapta Polda Jabar

b. Dalam MOU atau perjanjian kerjasama antar pihak terkait akan disebutkan secara tegas misal pihak Basarnas dan BPBD sebagi pihak pemberi materi latihan dan pihak Polri berkolaborasi memyediakan tenaga personil / SDM untuk latihan gabungan dan pihak Pemprov / Pemkot Kota Bandung sebagai penyedia dukungan anggaran lewat usulan dana Hibah.

c. Jangka Panjang

Tersedianya sumber daya manusia dengan kemampuan Search and Rescue yang handal dalam usaha dan kegiatan mencari, menolong dan menyelamatkan korban manusia dan harta benda akibat bencana, musibah pelayaran, penerbangan, atau musibah lainnya berjalan dengan baik, efektif, efisien, dan terkoordinasi.

Drs. MAHMUD, S.H NDH 59 KELOMPOK 5

(40)
(41)

STRATEGI PERCEPATAN PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SIE PAMMAT DIT SAMAPTA POLDA JABAR

MELALUI LATIHAN GABUNGAN SEARCH AND RESCUE

OLEH: Drs. MAHMUD, SH

(42)

MISI (Ke-5):

Penyiapan kekuatan personel dan peralatan untuk kepentingan tugas Turjawali, Penga- manan unjuk rasa, pengendalian massa, negosiator, serta SAR;

”Terwujudnya personel Dit Samapta Polda Jabar yang yang makin profesional, ung- gul dan dapat dipercaya masyarakat guna

mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian

yang berlandaskan gotong royong, di wilayah hukum Polda Jawa Barat”

KASUBDIT GASUM

(43)

KONDISI SAAT INI

• Masih terbatasnya personel Sabhara yang memiliki kemampuan fungsi, kualifikasi dan pemahaman terhadap fungsi SAR

• Masih kurangnya tersedianya sarana prasarana dan anggaran yang memadai

• Masih kurangnya sinergitas antar pemangku kepentingan

KONDISI YG DIHARAPKAN

• Tersedianya personel Sabhara yang memiliki kemampuan fungsi, kualifikasi dan pemahaman terhadap fungsi SAR.

• Tersedianya sarana parsarana dan anggaran yang memadai.

• Terwujudnya sinergitas antar pemang- ku kepentingan dalam menyikapi setiap bencana yang terjadi.

PERMASALAHAN:

• SDM

• PERALATAN

• OPERASIONAL

MANFAAT

Masyarakat & Organisasi RUANG LINGKUP:

• Pembentukan tim efektif

• Pelaksanaan latihan gabungan

• Pelaksanaan koordinasi (mobilisasi)

dengan stakeholder internal dan eksternal INOVASI:

• Pelatihan Search and Rescue yang tersertifikasi;

• Supervisi dan Sosialisasi pembinan fungsi

(44)

JK. PENDEK

JK.

MENENGAH

JK.

PANJANG

3. Terlaksananya sosialisasi dan e-learning tentang manaje men penanggulangan bencana dan Search and Rescue . 4. Terjalinnya koordinasi dan sinergitas antar pemang- ku kepentingan melalui penandatangan kerjasama (MOU).

1. Terlaksananya sosialisasi, pelatihan dan e-learning tentang manajemen penanggulangan bencana dan Search and Rescue secara berkelanjutan

2. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung SAR

Tersedianya sumber daya manusia dengan

TUJUAN

(45)

Supervisi dan Sosialisasi Pelaporan hasil

Latgab SAR

Mobilisasi stakeholders Latgab

SAR Rapat

intenal Koordinasi/

konsultasi

- Sprint mentor - Persetujuan

- Sprint tim efektif - Keputusan Dir

Samapta - Materi latihan

- Dokumentasi - Sertifikat

- Dokumentasi - Sertifikat

- Dokumentasi - Testimoni

dukungan

- Pembinaan Satuan wilayah Juli & Sep

2019

Agst 2019

19-21 Agst 2019

Agst 2019

Sep - Okt

2019 Okt

2019

1 2 3 4 5 6

(46)

High Power (+)

Low Power

L ow I n te re st (- ) H ig h I n te re st (+ )

APATETHICS:

PROMOTERS:

- Dir Samapta

- Biro Operasi Polda Jabar - Sat Brimob Polda Jabar - Bid Dokkes Polda Jabar

- Kapolres Jajaran Polda Jabar

DEFENDERS:

- Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten se Jawa Barat

- Dinas Sosial Kota/Kabupaten se Jawa Barat

- RSUD Kabupaten/Kota se Jawa Barat

LATENS:

- BASARNAS Provinsi Jawa Barat - BPBD Prov Jawa Barat

- Dinas Pemadam Kebakaran Kota/Kab Jawa Barat

Pelaporan, konsultasi dan koordinasi

Koordinasi dan komunikasi

Koordinasi, kolaborasi dan informasi

(47)
(48)

1. Atasan langsung (mentor)

2. Pembimbing (coach)

(49)

(29 Juli 2019) pelatihan gabungan

(50)

BAHAN PRESENTASI

(51)
(52)
(53)

Kombes Pol Drs. Suradiyana Kombes Pol. Bariza Sulfi

Wawan Purwana

(54)
(55)

H. Dadang Iriana, Sh.,M.Si.

Kombes Pol. Irman Sugema, S.I.K.,MH.

(56)

Deden Ridwansyah Dr. Ir. H. Supriyanto, MM.

(57)
(58)

Adanya dukungan dari atasan langsung

Pemahaman dan kerjasama yang baik antara project leader dan tim efektif terhadap arti pentingnya rancangan proyek perubahan Dukungan dari para stakeholder dalam mewujudkan proyek perubahan

1

2

3

(59)

No. Hambatan / Kendala Strategi Penanggulangan 1 Tugas pokok/fungsi dan dinamika si

tuasi kamtibmas yang cukup tinggi jelang pelantikan Presiden

Mengatur / pilih waktu yang tepat disesuai kan dengan dinamika situasi kamtibmas yang landai;

2 Keterbatasan sumber daya manusia (kompetensi terbatas)

Memberi motivasi dan memaksimalkan kinerja tim efektif untuk kerja secara optimal;

3 Mobilisasi dukungan stakeholder Melakukan silaturahmi / koordinasi antara stakeholder serta melaksanakan FGD dan rencana latihan gabungan lanjutan;

4 Limit waktu yang singkat ditengah kesibukan tugas rutin

Menyusun rencana latihan / rencana kerja

dan optimalisasi waktu yang tersedia.

(60)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait