• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO KLON KW 516 PADA PEMBERIAN BERBAGAI TAKARAN BOKASHI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TUGAS AKHIR PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO KLON KW 516 PADA PEMBERIAN BERBAGAI TAKARAN BOKASHI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1

TUGAS AKHIR

PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO KLON KW 516 PADA PEMBERIAN BERBAGAI TAKARAN

BOKASHI

OLEH ZULKIFLI NUR

1522040177

JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

2018

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naska ini dan disebutkan dalam daftar Pustaka.

Pangkep, Agustus 2018 Yang menyatakan,

Zulkifli nur

(5)

v

KATA PENGATAR

Puji syukur yang sepatutnya penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyusun laporan percobaan yang berjudul Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao Pada Berbagai Media Tanam diPembibitan. Laporan percobaan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Dengan selesainya tugas akhir ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua orang tua saya, serta segenap keluarga yang telah memberikan dukungan. Melalui kesempatan ini penulis juga mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:MUHAMMAD YUSUF,S.P.,M.P, dan Junyah Leli S.P., M.P. selaku dosen pembimbing, dosen, PLPdan segenap staf administrasi Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, serta teman-teman mahasiswa, khususnya angkatan 28.

Penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini. Besar harapan penulis semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Pangkep,Agustus 2018

Penulis

(6)

vi

ABSTRAK

ZULKIFLI NUR, 1522040177. Pertumbuhan bibit kakao klon KW516 pada pemberian berbagai takaran bokashi (Theobroma cacao L.), di bawah bimbingan Muhammad Yusuf dan Junyah leli isnaeni.

Pelaksanaan kegitan percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan yang dimulai pada November 2017 sampai Januari 2018. Percobaan ini bertujuan untuk Mengetahui uji efektivitas pertumbuhan terhadap bibit tanaman kakao klon KW516 dengan pemberian bokashi sebagai media tumbuh p0 kontrol (tanah), p1 tanah + bokashi dengan perbandingan (1:1), p2 tanah + bokashi dengan perbandingan (1:2), Hasil percobaan menunjukkan bahwa media tanam p0 tanah memiliki pertambahan tinggi tanaman tertinggi (rata-rata 43,5 cm) dan diameter batang terbesar (rata-rata 0,44 cm) serta media tanam p2 tanah + bokashi dengan perbandingan (1:2) memiliki pertambahan jumlah daun terbanyak (rata-rata 9,25 helai).

Kata kunci: Bokashi, bibit kakao, pertumbuhan

(7)

vii

DAFTAR ISI

JUDUL HALAMAN

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

PERNYATAAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRACK ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

I. PENDAHULUAN ... 1

I.I. Latar Belakang ... 1

I.2. Tujuan dan Kegunaan ... 2

I.3. Hipotesis ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3

2.1. Pembibitan Kakao ... 3

2.2. Syarat tumbuh tanaman kakao ... 4

2.3.Pupuk Organik Bokasi ... 6

III. METODOLOGI ... 8

3.1. Waktu dan Tempat ... 8

3.2. Alat dan Bahan ... 8

(8)

viii

3.3. Metode Percobaan ... 8

3.4. Prosedur Percobaan ... 9

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 11

4.1. Hasil ... 11

4.2. Pembahasan ... 13

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 16

5.1 Kesimpulan ... 16

5.2 Saran ... 16

DAFTAR PUSTAKA ... 17

LAMPIRAN ... 17

RIWAYAT HIDUP ... 22

(9)

ix

DAFTAR GAMBAR

No Halaman

1. Rata-rata Pertambahan Jumlah Daun... 11 2. Rata-rata Pertamabahan Tinggi ... 12 3. Rata-rata Pertambahan Diameter Batang ... 12

(10)

x

DAFTAR LAMPIRAN

No Halaman

1. Denah Percobaan di Lapangan ... 18

2. Rata-Rata Pertambahan Jumlah Daun Kakao ... 19

3. Rata-Rata Pertambahan Tinggi Tanaman Kakao ... 19

4. Rata-Rata Pertambahan Diameter Batang ... 19

5. Dokumentasi Hasil Percobaan ... 20

5a. Media Tanam ... 20

5b.Pengisian Polybag, Penyusunan Polybag ... 20

5c. Persiapan Benih ... 20

5d. Perhitungan jumlah daun ... 21

5e. Pengukuran Tinggi Tanaman ... 21

5f. Pengukuran Diameter Batang ... 21

(11)

1 I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.), merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional Indonesia, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, dan sumber pendapatan. Selain itu, kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan kakao dunia.

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cocok dengan kultur tanah dan iklim di Indonesia. Tanaman ini termaksuk golongan tumbuhan tropis. Di Indonesia, kakao banyak tumbuh di daerah Sulawesi, Lampung, dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengusahakan tanaman kakao adalah penggunaan bibit unggul dan bermutu. Tanaman kakao merupakan tanaman tahunan, karena itu kesalahan dalam pemakaian bibit akan berakibat buruk dalam budidayanya, walaupun diberi perlakuan kultur teknis yang baik tidak akan memberikan hasil yang di inginkan petani. Untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan cara pembibitan kakao yang baik.

Media tanam merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan dalam bercocok tanam. Media tanam menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang akhirnya mempengaruhi hasil produksi. Media tanam berfungsi untuk menopong tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam, tumbuh-tumbuhan mendapatkan sebagian besar nutrisinya (Anonim, 2014).

(12)

2 Bokasi ( Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati) adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organik dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisms 4). Keunggulan penggunaan teknologi EM4 adalah pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional.

B. Tujuan

Adapun tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao. Hasil percobaan diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dalam pengelolaan tanaman kakao khususnya mengenai pembitan tanaman kakao dengan menggunakan media tanam yang baik.

C. Hipotesis

Terdapat satu media yang memperlihatkan pengaruh terbaik dan hasil tertinggi pada bibit tanaman kakao.

(13)

3 II. TINJAUAN PUSTAKA.

2.1. Sistematika tanaman kakao(Theobroma cacao L)

Menurut Wildan Hafsaki (2001). Kedudukan tanaman kakao dalam taksonomi tumbuhan diklsifikasikan:

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Malvales Familia : Sterculiaceae Genus : Theobroma

Spesies :Theobroma cacao L.

2.2. Pembibitan Tanaman Kakao

Pembibitan adalah suatu kegiatan untuk menghasilkan atau memproduksi bibit.

Kegiatan yang dilakukan dalam pembibitan terdiri dari perencanaan pembibitan, pembangunan persemaian, penyiapan media bibit, perlakuan pendahuluan terhadap benih sebelum disemaikan, penyemaian benih, penyapihan bibit, pemeliharaan bibit, pengepakan dan pengangkutan bibit serta administrasi pembibitan (Willy, 2010).

Lokasi pembibitan yang baik adalah permukaan tanah rata jika tidak maka dibuatkan terasering sesuai lebar bedengan, drainase baik yang memungkinkan air tidak tergenang, dekat dengan sumber air untuk memudahkan penyiraman, dekat dengan jalan untuk memudahkan pengankutan, dekat dengan lokasi pemasaran, pagar untuk menghindari gangguan hewan ternak dan jika memungkinkan jauh dari sumber penyakit mati pucuk sekitar >100 meter, dan sebaiknya berdekatan dengan lokasi penanaman.

(14)

4 2.3. Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

1. Iklim

Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kakao. Lingkungan alami tanaman kakao adalah hutan tropis. Dengan demikian, curah hujan, temperatur, dan sinar matahari menjadi bagian dari faktor iklim yang menentukan. Demikian juga dengan faktor fisik dan kimia tanah yang erat kaitannya dengan daya tembus dan kemampuan akar menyerap unsur hara.

Ditinjau dari segi wilayah penanamannya, kakao ditanam di daerah-daerah yang berada pada 100 LU sampai dengan 100 LS. Walaupun demikian penyebaran pertanaman kakao secara umum berada pada daerah-daerah antara 70 LU sampai dengan 180 LS.

a) Curah hujan

Hal terpenting dari curah hujan yang berhubungan dengan pertanaman dan produksi kakao adalah distribusinya sepanjang tahun. Hal tersebut berkaitan dengan masa pembentukan tunas muda (flushing) dan produksi. Areal penanaman kakao yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.100-3.000 mm per tahun.

Daerah yang curah hujannya lebih rendah dari 1.200 mm per tahun masih dapat ditanami kakao, tetapi dibutuhkan air irigasi. Hal itu disebabkan air yang hilang karena transpirasi akan lebih besar dari pada air yang diterima tanaman dari curah hujan, sehingga tanaman perlu dipasok dengan air i rigasi (Tumpal et al, 2011).

b) Temperatur

Pengaruh temperatur terhadap kakao erat kaitannya dengan ketersediaan air, sinar matahari, dan kelembaban. Faktor-faktor tersebut dapat dikelolah melalui pemangkasan, penataan tanaman pelindung, dan irigasi. Temperatur sangat berpengaruh terhadap pembentukan flushing, pembungaan, serta kerusakan daun.

(15)

5 Menurut hasil penelitian, temperatur ideal bagi pertumbuhan kakao adalah 300-320C (maksimum) dan 180-200C (minimum). Temperatur ideal lainnya bagi petumbuhan kakao adalah 26,60C, yang erat kaitannya dengan distribusi tahunan 23,9-26,70C masih baik untuk pertumbuhan tanaman kakao asalkan tidak didapati musim hujan yang panjang. Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia temepratur 250-260C merupakan temperatur rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu, daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami kakao (Tumpal et al, 2011).

c) Sinar Matahari

Lingkungan hidup alami tanaman kakao adalah hutan hujan tropis yang didalam pertumbuhannya membutuhkan naungan untuk mengurangi pencahayaan penuh. Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman kakao akan mengakibatkan lilit batang kecil, daun sempit, dan tanaman relatif pendek.

Pemanfaatan cahaya matahari semaksimal mungkin dimaksudkan untuk mendapatkan intersepsi cahaya dan pencapaian indeks luas daun optimum. Hal itu dapat diperoleh dengan penataan naungan atau pohon pelindung serta penataan tajuk melalui pemangkasan.

Tanaman kakao tergolong sebagai tanaman C3 yang mampu berfotosintesis pada suhu daun rendah. Fotosintesis maksimum diperoleh pada saat penerimaan cahaya pada tajuk sebesar20 persen dari pencahayaan penuh. Kejenuhan cahaya didalam fotosintesis setiap daun kakao yang telah membuka sempurna berada pada kisaran 3-30% cahaya matahari penuh atau pada 15 persen cahaya matahri penuh. Hal itu berkaitan pula dengan pembukaan stomata yang menjadi lebih besar bila cahaya matahari yag diterima lebih banyak (Tumpal et al, 2011).

2. Tanah

Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman adalah sebagai berikut:

(16)

6 a. Sifat Kimia Tanah

Sifat kimia tanah dalam hal ini meliputi unsur hara dan mikro tanah, kejenuhan basa, kapasitas pertukaran kation, pH atau kemasaman tanah, dan kadar bahan orgnik relative mudah diperbaiki dengan teknologi yang ada.Keasaman (pH) tanah yang baik untuk kakao adalah netral atau berkisar 5,6-6,8. Sifat ini khusus berlaku untuk tanah top soil, sedangan pada tanah sub soil keasaman tanah sebaiknya netral, agak masam, atau agak basah(Aji Kristanto, 2011).

b. Sifat Fisik Tanah

Sifat fisik tanah dalam hal ini meliputi tekstur, struktur, konsistensi, kedalaman efektif tanah (solum), dan akumulasi endapan suatu unsur.Tekstur tanah yang baik untuk tanaman kakao adalah lempung liat berpasir(Aji Kristanto, 2011).

2.3. Pupuk organik bokasi

Pengertian yang berhasil penulis himpun dari sono-sini, Pupuk Bokashi kurang lebih dapat diartikan sebagai (ini pun kata orang Jepang) : “Bahan Organik yang telah difermentasikan”. Berarti Bokashi adalah hasil fermentasi atau peragian bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan atau pupuk kandang, dan lain-lain bahan organik. Bahan-bahan tersebut difermentasi dengan bantuan microorganism activator untuk mempercepat prosesnya. Ada pula yang mengartikan bahwa BOKASHI adalah kependekan dari Bahan Organik Kaya Sumber Hayati.

Pupuk organik mampu menanggulangi kekurangan hara dalam tanah.Sumber tanah terbarukan seperti bahan organik dan hara dari sumber biologi yang lain banyak membantu menjembatani kekurangan hara(Hasril,2011)

(17)

7 a. Manfaat Bokashi:

Atiakah (2013), menyatakan bahwa bokashi merupakan hasil fermentasi bahan anorganik dari limbah pertanian (pupuk kandang, jerami, sampah, sekam, serbuk gergaji) dengan menggunakan EM-4, adapun manfaat dari pupuk bokashi yaitu:

· Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanam.

· Kandungan hara dalam pupuk bokashi lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kompos.

· Periode tumbuh pada tanaman lebih cepat.

· Peningkatan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan seperti mycorhiza, rhizobium, bakteriapelarut fosfat dll.

· Menghambat pertumbuhan hama dan penyakit yang merugikan tanaman.

· Bila bokashi dimasukan ke dalam tanah, bahan organiknya dapat digunakan sebagai substrat oleh mikroorganisme, efektif untuk berkembang biak dalam tanah, sekaligus sebagai tambahan persediaan unsur hara bagi tanaman.

b. Kandungan unsur hara dalam Bokashi : 1. N : 2,35 %

2. P : 3,58 % 3. K : 0,96 % c. Manfaat EM-4 :

(Rahayu, 2015). Kandungan spesifik komposisi bioaktivator EM4 yang terdiri dari mikroorganisme hidup dan beberapa kadaar hara sangat bagus digunakan karena selain mempercepat terjadinya pengomposan, kadar hara akan bertambah walaupun dalam jumlah sedikit, manfaat EM-4 :

· Memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.

· Meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menekan aktivitas hama dan mikroorganisme pathogen.

· Meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi tanaman.

· Mempercepat proses fermentasi pada pembuatan bokashi

(18)

8 III. METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat

Percobaan ini dilakukan pada November sampai Januari 2018, di Green house Budidaya Tanaman Perkebunan,Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan yang berlokasi di Desa Mandalle, Kec. Mandalle, Kab. Pangkajene kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan.

3.2. Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah: meteran/penggaris, jangka sorong, alat tulis menulis. Bahan yang digunakan adalah: tanah, pasih, pupuk kandang kambing, pupuk kompos kulit kakao, polybag, label, benih kakao klon KW 516

3.3. Metode Percobaan

Percobaan ini dilakukan dengan cara menggunakan media tanam tanah,,pupuk Bokasi.

Ket:

a. P0 =tanah (kontrol)

b. P1 = Tanah;bokasi(perbandingan 1;1) c. P2 = Tanah;bokasi(perbandingan 1;2)

Terdapat 3 perlakuan, 4 ulangan masing-masing terdapaat 2 unit sehingga terdapat total 24 unit percobaan.

(19)

9 D. Prosedur Percobaan

Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam percobaan yaitu meliputi kegiatan persiapan media tanam, persemaian biji, penancapan biji, pemeliharaan serta parameter pengamatan.

1. Persiapan Media Tanam

Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu dilakukan penyiapan media tanam. Media tanam yang digunakan adalah tanah,bokasi. Media yang telah dicampur dimasukkan ke dalam polybag yang berukuran 17 x 20 cm. Polybag diberikan label dan disusun sesuai dengan denah percobaan yang telah ditentukan.

2. Persemaian Benih

Benih kakao yang akan dikecambahkan, pulp pada buah kakao di buka terlebih dahulu. Setelah itu, dicuci bersih dan disusun di antara kain tebal.

3. Penancapan Biji

Penancapan biji dilakukan setelah benih kakao berada di persemaian selama

±3 hari. Sebelum dilakukan penancapan terlebih dahulu media tanam di siram dengan air sampai media tanam lembab, bibit kakao dipilih yang baik dan sempurna, kemudian ditanam di polybag.

4. Pemeliharaan

Bibit kakao di pelihara selama percobaan yaitu 2 bulan, pemeliharaan bibit meliputi penyiraman dilakukan 2 kali dalam sehari dan tergantung dari kelembaban tanah yang ada di polybag, penggemburan pada media tanam di polybag dan pembersihan dari gulma yang dapat menghambat pertumbuhan bibit kakao.

5.

Parameter pengamatan, meliputi:

a. Jumlah daun (Helai), menghitung pertambahan jumlah helai daun yang tumbuh dan perhitungan dilakukan setiap 2 minggu.

(20)

10 b. Tinggi Tanaman (cm), dilakukan dengan mengukur pertambahan tinggi tanaman.

Tinggi tanaman diukur mulai pangkal batang sampai ujung daun dengan menggunakan meteran. Pengukuran dilakukan setiap 2 minggu.

c. Diameter Batang (mm), dilakukan dengan mengukur pertambahan diameter batang setelah perlakuan dengan menggunakan jangka sorong. Pengukuran dilakukan pada umur 3 bulan.

Referensi

Dokumen terkait

Perlindungan hukum terhadap anggota penyimpan dana pada koperasi CU Khatulistiwa Bakti belum sepenuhnya terakomodir dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang

Tujuan CU Cinta Kasih untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya agar menjadi lebih baik dari sebelumnya dapat terlaksana, jika para anggotanya dapat memanfaatkan dengan baik

Penelitian ini dilakukan pada hasil laporan kegiatan Penerapan Perangkat pembelajaran mahasiswa, untuk menganalisis data ada beberapa tahapan yaitu membaca dan memeriksa

Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan ditinjau hubungan antara spatial, teritorial, marka, dan artefak warisan masa kolonial dalam membentuk identitas masyarakat yang

Dyah dan Sudjarni (2016) menyatakan bahwa kupon obligasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan hargaobligasi korporasi berperingkat tinggi di Bursa

1) Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan perusakan barang yang terjadi dalam aksi demonstrasi di kota Makassar adalah faktor ketidakpuasan pihak yang melakukan

PERNYATAAN Ketika saya dikuasai oleh amarah, saya menentang banyak nasehat dari orang lain Ketika marah, saya ingin berkelahi dengan orang lain Orang terdekat menjadi sasaran

Berdasarkan hasil observasi terhadap dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna diperoleh hasil simulasi I Hari kerja tersedia bagi dokter umum di Poli Umum