• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Judul Karya Desain

Judul perancangan karya desain ini adalah “Perancangan Interior Pusat Penjualan Audio Mobil di Surabaya”. Adapun pengertian dari judul di atas antara lain:

a. Perancangan adalah:

- Proses, cara, perbuatan merancang (Sumber: Tim Penyusun Kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa, 2001. hal 972).

- Bukan sekedar menyatukan susunan dari benda-benda yang telah standart, melainkan merupakan kreasi baru dari bentuk-bentuk benda yang diciptakan dan dipadukan dengan fungsi, bentuk ruang, dan elemen-elemen lain dari ruang (Sumber: Suptandar, J. Pamudji. Desain Interior Pengantar Merencana Interior untuk Mahasiswa Desain dan Arsitektur. Jakarta:

Djambatan, 1999).

- Hasil proses pemecahan masalah yang disertai dengan pemikiran yang logis dan kreatif melalui beberapa tahap visualisasi yang diwujudkan dalam bentuk gambar kerja melalui pengiidentifikasian masalah, analisis dan pengupayaan beberapa alternatif pemecahan masalah yang efektif yang juga dibatasi oleh hal-hal tertentu, dengan demikian akan mencapai hasil yang optimal (Sumber: Tim Penyusun Kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa, 2001. hal 815).

b. Interior adalah:

- Bagian dalam gedung (ruang, dsb); tatanan perabot hiasan, dsb) di ruang dalam gedung, dsb. (Sumber: Tim Penyusun Kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa, 2001. hal 438).

- Bagian dalam dari bangunan, apapun dan bagaimanapun bentuknya bangunan itu, misalnya rumah, tempat tinggal, apartemen, hotel, perkantoran,

(2)

Pamudji. Desain Interior Pengantar Merencana Interior untuk Mahasiswa Desain dan Arsitektur. Jakarta: Djambatan, 1999. hal 1).

- Perpaduan antara lantai, dinding dan plafon dengan permukaan datar pada ruang dalam, ini merupakan elemen dari arsitektur yang menjelaskan bahwa ada sesuatu yang membatasi dan memisahkan antara ruang bagian luar dengan ruang bagian dalam (Sumber: Francis DK. Ching, Arsitektur, Bentuk, Ruang & Susunannya. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1993. hal 14).

c. Pusat adalah:

- Merupakan pusat, tengah-tengah titik tengah lingkaran, atau terpusat.

(Sumber: Siswoyo-Siswoyo. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: PT Indira, 1993).

- Merupakan tempat yang letaknya di bagian tengah. (Sumber: Siswoyo- Siswoyo. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: PT Indira, 1993).

- Pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai urusan, hal, dan sebagainya). (Sumber: Tim Penyusun Kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa, 2001).

d. Penjualan adalah

merupakan kegiatan penawaran barang. (Sumber: Tim Penyusun Kamus.

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Pusat Pembinaan &

Pengembangan Bahasa, 2001).

e. Audio adalah

- Dari kata latin audire yang berarti mendengar, mengacu pada getaran mekanik atau elektromagnetik yang frekuensinya terletak pada wilayah frekuensi suara, sehingga dapat didengar. (Sumber: Ensiklopedia Indonesia).

- Istilah yang berhubungan dengan suara dari daerah frekuensi yang dapat didengar (Ing. = audible) pada intesitas yang wajar oleh seorang pendengar biasa yang mempunyai pendengaran biasa. Daerah frekuensi studio itu adalah 20 sampai 20.000 kala p/detik. Seseorang dapat mendengar suara dari frekuensi yang lebih tinggi atau lebih rendah jika intensitasnya cukup, tetapi suara-suara itu tidak dianggap sebagai frekuensi audio. (Sumber:

Ensiklopedia Indonesia).

(3)

f. Mobil adalah

- Kendaraan darat yang bergerak oleh mesin, beroda 4 atau lebih, yang biasanya menggunakan bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesin.

(Sumber: Tim Penyusun Kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III.

Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa, 2001).

g. Surabaya adalah:

- Ibukota daerah swatantra tingkat I Jawa Timur, Indonesia. Di tepi Kali Mas, tepat di atas muaranya, di ujung barat Selat Madura. Pusat Perniagaan dan perindustrian. (Sumber: Hassan Shadily, M.A. Ensiklopedia Umum.

Jogjakarta: Jajasan Kanisius, 1973. hal 1059).

Jadi dapat disimpulkan bahwa Perancangan Interior Pusat Penjualan Audio Mobil di Surabaya adalah pemecahan masalah secara kreatif dan proses pengembangan dari sebuah konsep terhadap bagian dalam sebuah bangunan yang menjadi pokok pangkal fasilitas barang dan jasa yang menyediakan pilihan terhadap pengadaan produk-produk audio mobil, perakitan atau pemasangan komponen audio mobil khususnya yang terdapat di Indonesia dan berlokasi di Surabaya.

1.2. Latar Belakang Masalah

Di seputar dunia otomotif, Indonesia ternyata surga bagi penggemar audio mobil. Pemandangan kontras akan didapati, bila mencermati mobil-mobil yang berlalu lalang di jalan-jalan kota Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lain di tanah air. Mobil-mobil itu, meskipun melaju berdampingan dengan merk pabrik yang sama, belum tentu serupa. Semua itu dimungkinkan oleh keleluasaan melakukan modifikasi mobil. Nyaris tidak ada regulasi yang membatasi sehingga tumbuh subur dan peminatnya seakan memperoleh kemerdekaan absolut. Tingkat ekonomi yang cukup tinggi dan kehidupan sosial yang semakin meningkat pada masa kini menyebabkan meningkatnya daya beli masyarakat pada mobil. Hal ini menjadikan mobil tidak lagi hanya sebagai alat transportasi belaka tetapi menjadi simbol status dan memiliki prestise tersendiri. Kecenderungan manusia untuk menjadi unik menyebabkan makin maraknya fenomena modifikasi audio mobil.

(4)

bisa mengklaim bahwa dialah satu-satunya orang Indonesia yang memiliki kendaraan seperti itu. Berbeda jika seseorang memasang perangkat audio lengkap dengan desain kosmetik yang hi-tech dan stiker tentang sound system mobil yang seharga 18 juta di kaca belakang, ciri khas bahwa mobil tersebut adalah mobil pemilik menjadi kelihatan.

Audio mobil yang kini berkembang menjadi hiburan khusus di dalam mobil, pasarnya terus bergairah seirama dengan dunia otomotif. Saat ini audio mobil tidak hanya menjadi pelengkap aksesoris di dalam mobil. Akan tetapi kehadirannya lebih mengarah pada kenikmatan dan menambah kenyamanan di dalam mobil. Bisa dibayangkan, bila pada kemacetan lalulintas di dalam mobil tidak ada hiburan sama sekali. Tentu hal ini semakin membuat tegang dan jenuh pengemudi maupun penumpangnya. Itulah sebabnya mengapa audio mobil sangat dibutuhkan untuk mengusir kejenuhan tersebut.

Pada taraf sekedar sarana hiburan dalam mobil, banyak orang memasang audio mobil sebagai pelengkap saja. Tapi kini audio mobil sudah masuk pada tingkatan hobi, yang benar-benar menjadi penikmat dari audio mobil. Jadi tidak heran bila untuk memanjakan telinganya saja, mereka rela mengeluarkan dana jutaan bahkan ratusan juta rupiah. Kalau sudah begini biasanya orang tidak hanya sekedar memasang audio saja, namun kualitas dari audio tersebut sangat diutamakan.

Ini merupakan sebuah fenomena yang dahsyat dan harus dilihat sebagai suatu hal yang positif. Paling tidak, merangsang kreatifitas, menjadi lahan bisnis dan juga membuka lapangan kerja. Karena itu perlu adanya wadah yang dapat menyediakan segala kebutuhan dalam audio mobil serta langkah-langkah pemasangan yang benar sehingga dapat menciptakan kreatifitas anak bangsa dan membuka lapangan kerja yang cukup besar.

Penulis melihat banyak audioshop yang belum mengaplikasikan nuansa baru secara utuh dan sistem yang berjalan masih konvensional sekali. Semuanya hanya berkonsentrasi pada segi komersil saja. Jadi, menjual audio hanya berjualan produk saja. Tidak diiringi dengan mengutamakan fasilitas lainnya yang mampu memenuhi para penikmat audio. Padahal konsumen yang mendominasi berasal dari golongan menengah ke atas merupakan individu yang sangat sibuk sehingga

(5)

diperlukan aplikasi desain yang serba praktis. Di samping itu, konsumen dari golongan ini juga memiliki kecenderungan untuk bersikap seperti raja yang mementingkan kualitas pelayanan, produk dan lainnya.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis ingin merancang suatu tempat yang akan menjadi pusat penjualan audio mobil bagi para penikmat audio.

Secara desain akan diangkat nuansa inovatif, ini dikarenakan penulis mengharapkan suasana inovatif yang ditampilkan akan mendukung segala aktivitas dan kepuasan tersendiri baik di dalam pusat penjualan audio sehingga segala kebutuhannya akan terpenuhi. Hal inilah yang mendorong penulis merancang interior “Pusat Penjualan Audio Mobil di Surabaya” yang bernuansa menarik dan memiliki fungsi yang berpotensial seperti faktor komersil, rekreatif, hiburan sebagai proyek tugas akhir penulis.

1.3. Perumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang ingin dipecahkan oleh perancang pada perancangan Tugas Akhir ini, yaitu:

a. Bagaimana merancang interior sebuah pusat penjualan audio mobil yang mampu menarik minat para pengunjung terutama para penikmat audio.

b. Bagaimana merancang fasilitas dan sirkulasi di dalam pusat penjualan audio mobil sehingga menampung aktivitas dan keinginan pengunjung maupun pihak pemilik.

c. Bagaimana merancang sistem display dan suku cadang yang dapat menampung semua item produk tanpa berkesan seperti gudang penyimpanan.

1.4. Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan Tugas Akhir ini adalah:

a. Menghadirkan interior yang berkarakter sesuai dengan ciri-ciri karakter pemakai (target market) yang telah direncanakan, yaitu para eksekutif muda.

b. Merancang fasilitas yang lengkap dan berteknologi (komputerisasi) dengan sistem pelayanan yang cepat sehingga memanjakan konsumen.

(6)

c. Merancang penataan display dengan panel iklan dan katalog yang menarik sehingga tanpa harus meletakkan semua suku cadang.

1.5. Manfaat Perancangan

Penulis mempunyai gagasan untuk perancangan ini yang diarahkan untuk mencapai manfaat antara lain:

a. Bagi Penulis:

- Memperoleh banyak informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan audio mobil.

- Menambah pengalaman serta pengetahuan dalam mendesain sebuah ruang komersil yang memiliki berbagai fasilitas diantaranya cashier sebagai tempat transaksi pembayaran, area stand-stand produk audio mobil dengan pilihan lima brand yang paling diminati, area penjualan majalah, area penjualan CD lagu, ruang simulator, ruang tunggu yang nyaman.

- Memperoleh pengetahuan tentang desain audio mobil yang menjadi tren bagi para penikmat audio.

- Memperoleh pengalaman bagaimana menciptakan desain yang mampu menjual.

b. Bagi masyarakat:

- Perancangan ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat terutama yang berminat pada audio mobil, karena selain dengan membeli produk juga dapat menikmati pelayanan jasa dengan didukung suasana interior yang ditampilkan.

- Menjadi pusat rekreatif dan hiburan baik bagi individu, keluarga maupun masyarakat dimana beragam komponen produk audio mobil terbaru dan bermerek telah disajikan secara menarik bersamaan dengan segala fasilitas yang disediakan.

- Memberikan kesempatan bagi para penikmat audio atau penggemar berat audio mobil untuk lebih menyalurkan hobinya mereka. Membuka peluang pembelajaran secara teknis maupun non teknis mengenai elektro dan bidang lainnya bagi instalatur, pemilik mobil dan para penikmat audio lainnya.

(7)

- Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.

- Memiliki alternatif pusat penjualan audio mobil yang baru.

c. Bagi pemilik:

- Memiliki pusat penjualan dengan tampilan interior yang unik dan berbeda dengan tempat lainnya.

- Dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan bagi para pengunjung.

- Pemilik dapat bersaing dengan toko audio dan ruang pameran audio lainnya dan memperoleh laba yang maksimal.

d. Bagi Ilmu Pendidikan Desain Interior

Perancangan ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan desain interior dan juga mahasiswa lainnya, dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan.

1.6. Ruang Lingkup Perancangan

Pada dasarnya proyek seperti ini belum terkoordinasi atau terpusat pada satu lokasi, meskipun telah banyak di Indonesia terutama di Surabaya berbagai macam audioshop. Hal ini menjadi suatu dasar gagasan untuk mengkoordinasi suatu tempat sebagai pusat audio mobil yang menerima segala macam kegiatan di bidang audio baik dari penjualan atau pemasaran dan pemasangan atau penyettingan (bengkel). Namun proyek perancangan dibatasi pada perancangan penjualan audio mobil saja.

Kualitas dan harga produk yang ditawarkan menjadi suatu range tersendiri bagi calon pembeli. Target market mengarah pada kalangan menengah ke atas, terutama para eksekutif muda.

Agar pembahasan tidak meluas dan lebih terarah pada perancangan, maka ditetapkan suatu anggapan yang membatasi proyek, yaitu sebagai berikut:

a. Penataan dan pembagian ruang, yang akan disesuaikan dengan kebutuhan ruangnya.

b. Perancangan area sirkulasi.

(8)

c. Pengolahan display dan sign board produk-produk audio luar negeri yang terkenal dan paling diminati tetapi dibatasi sebanyak lima brand saja. Macam brand audio itu adalah Alpine, Sony X-Plod, Pioneer, Kenwood, Alpine dan Sound Stream.

d. Penciptaan suasana melalui pengolahan lantai, dinding, plafon, dan sistem pencahayaan.

e. Pengaturan sistem mekanikal-elektrikal.

f. Jenis dan jumlah produk audio mobil yang akan dipajang.

g. Jenis, periode dan ragam settingan perangkat audio mobil yang akan dipamerkan.

h. Perancangan ruang simulator.

i. Perancangan display penjualan dan uji dengar CD lagu serta majalah audio mobil.

j. Perancangan kasir sebagai tempat transaksi pembayaran dan customer service k. Perancangan ruang tunggu publik dan VIP.

Sedangkan pembagian ruang dalam perancangan pusat penjualan audio mobil di Surabaya adalah sebagai berikut:

a. Etalase

Pada area ini akan memamerkan perangkat produk audio yang dipasang pada sebuah mobil. Display produk ini merupakan wujud nyata dari karya desain pusat penjualan audio tersebut. Media mobil dianggap menjadi salah satu alternatif terbaik untuk menarik perhatian pengunjung. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk menggebrak para maniak audio mobil berkantong tebal.

b. Area display produk audio mobil

Pada area ini, tersedia lima produk audio mobil terkenal asal luar negeri yang paling diminati. Produk yang didisplay dikelompokkan berdasarkan mereknya dan persamaan jenis perangkatnya. Jadi pada setiap stand suatu merek, produknya akan disusun berdasarkan jenisnya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan agar para pengunjung dapat membandingkan suatu jenis produk yang sama dari beberapa stand yang berbeda. Pada area ini pula akan disajikan informasi yang terletak di setiap brand berupa komputer yang berisi

(9)

informasi mengenai produk tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pengunjung dalam memperoleh informasi seputar tentang produk yang diminati.

c. Ruang simulator

Ruang simulator merupakan media dari pusat penjualan audio ini yang nantinya menyajikan rancangan perangkat audio berdasarkan aliran audio itu sendiri. Ruang ini diletakkan paling belakang dengan tujuan menjaga privasi setiap pengguna. Penyajian ini dibuat lebih atraktif dan terdapat tiga ruang berdasarkan aliran audio, yaitu SQ, SPL, dan keduanya. Di balik ruang simulator ini merangkap juga ruang teknisi yang merupakan area sirkulasi dan pengerjaan bagi para mekanikator yang mengatur dan memperbaiki ruang simulator.

d. Ruang teknisi

Merupakan area di balik ruang simulator yang menjadi sirkulasi dan pengerjaan bagi para teknisi yang menyetting dan memperbaiki ruang simulator.

e. Area penjualan CD

Terdapat fasilitas untuk memajang CD lagu yang terbaru dan digemari oleh audiophile.

f. Area simulator terbuka

Sebagai salah satu area dalam sebuah pusat penjualan audio mobil ini berfungsi sebagai penarik minat para pengunjung. Area ini merupakan solusi untuk melayani pengunjung yang membutuhkan informasi secara teknis maupun non teknis. Prinsipnya yang awam jadi paham, yang profesional makin mantap. Jadi di dalam area ini merupakan penggabungan antara area simulator terbuka, bagian informasi dan penjualan kabel dan komponen kecil yang menjadi bagian penting dalam audio. Seperti halnya area display, pada area ini juga disajikan lima merek audio. Beragam produk inilah akan disetting menjadi suatu perangkat audio dan bisa dicoba dengan menggunakan headphone. Settingan ini akan disajikan secara bergilir dan temporer dalam tiap pekan. Dalam area ini terdapat fasilitas lainnya seperti:

(10)

- Bagian informasi: Fasilitas yang disajikan berupa komputer yang merangkum berbagai informasi mengenai pemasangan atau setting, jenis audio, kendala yang sering terjadi beserta solusinya, dan kolom tulisan dari kelompok penggemar berat audio.

- Bagian penjualan komponen kecil: Menyajikan produk komponen kecil seperti crossover, kabel dan lainnya yang merupakan komponen penting dalam penyettingan.

g. Area display mobil

Area ini menyajikan mobil mewah yang merupakan hasil karya dari aplikasi settingan teknisi pusat penjualan audio ini. Rangkaian produk audio didesain dalam desain kosmetik ekslusif yang secara utuh mulai dari dashboard depan hingga bagasi belakang. Diharapkan aplikasi ini mampu memberikan inspirasi bagi pengunjung. Pengunjung dapat melihat tren kosmetik dan produk audio yang sedang semarak.

h. Kasir

Area ini menyediakan penjualan majalah audio dan fasilitas ruang tunggu. Pada ruang tunggu, pengunjung dimanjakan dengan fasilitas hiburan melalui tv flat. Akan tetapi sekarang audio mulai menggunakan prinsip instalasi knock down, maka maksud dan tujuan hemat waktu dapat tercapai, yaitu mobil tidak perlu menginap di rumah instalasi car audio selama beberapa hari. Hanya dalam hitungan menit, sistem audio mobil dapat ditingkatkan menjadi lebih baik. Proses pemasangan kira-kira membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tentu ini solusi terbaik bagi para pemilik mobil yang mobilitasnya tinggi dan tak mau meninggalkan mobilnya terlalu lama di bengkel audio. Jadi fasilitas ruang tunggu tidak perlu menyediakan fasilitis duduk dalam jumlah yang terlalu banyak.

i. Area Customer Service

Bagian area ini khusus memberikan pelayanan untuk keluhan dan saran dari pengunjung.

j. Gudang

Gudang ini dibuat dalam ukuran yang agak besar, karena selain berguna untuk menyimpan barang-barang keperluan perawatan dan penyettingan audio

(11)

ini, gudang ini juga diperuntukkan sebagai ruang penyimpanan produk-produk audio dalam jumlah tertentu saja (tidak terlalu banyak). Pengawasan gudang akan ditujukan pada karyawan stok barang dan administrasi. Karyawan ini nantinya akan bekerja dalam ruang ini sehingga memudahkan pengawasan juga.

Denah diambil dari: denah fiktif dari tugas akhir jurusan arsitektur Universitas Kristen Petra, dengan judul:

Eko Surya. 22493116. Pusat Penjualan dan Informasi Otomotif di Surabaya. TA no. 1418 / ARS / 40 / 1997.

Luas site : ± 10.600 m².

Gambar eksisting terdiri dari:

a. Data eksisting tapak (lihat lampiran) b. Denah lantai 5 (lihat lampiran ), c. Potongan A-A (lihat lampiran ), d. Potongan B-B (lihat lampiran ).

Pusat penjualan ini terletak pada lantai lima sebuah Pusat Penjualan dan Informasi Otomotif yang terdiri dari tujuh lantai dan terletak di Surabaya Barat, tepatnya di jalan Mayjend Sungkono. Lokasi ini cocok untuk perancangan pusat penjualan audio mobil ini karena gedung ini sendiri berfungsi sebagai pusat penjualan dan informasi otomotif termasuk didalamnya audio mobil.

1.7. Tinjauan Pustaka

Semua orang pasti memerlukan hiburan. Baik itu sebagai penghibur di kala duka atau memang hanya sekedar selingan. Tetapi para maniak audio mobil sepertinya menganggapnya bukan lagi suatu selingan. “Buat hobi” merupakan kata yang menghubungkan para maniak audio ini. Buat hobi artinya suatu saat akan ada “Up Grade” komponen. Sedangkan “Buat gengsi” juga alasan lain yang menjadi pendobrak tren audio di Indonesia. “Buat Gengsi” berarti desain kosmetik menjadi pilihan utama. Cari perangkat yang bermutu bagus sekaligus manis tampangnya.

Melihat fenomena audio mobil dua tahun terakhir, perkembangan audio

(12)

berkembang bersamaan. Pertama, aliran sound quality (SQ). Pada SQ yang paling diutamakan adalah kualitas suara yang dihasilkan dari sound system yang telah diinstal di dalam mobil. Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun 2003 kontes sound quality terbuka bisa digelar dua kali, di Jakarta dan Bandung. Padahal tahun-tahun sebelumnya, kontes SQ paling hanya bisa digelar secara one make brand atau groups company. Kecenderungan ini ditunjukkan dengan munculnya speaker- speaker handal untuk mereproduksi suara berkualitas. Sebut saja, merk-merk speaker Dynaudio (Esotar 2), Venture, Brax. Gelagatnya, tahun ini para peserta kontes tidak hanya diramaikan oleh audiomania (sebutan untuk para penggemar audio mobil), tapi juga audiophile (penggemar home audio) bakal ramai turun gunung. Eksesnya, akan timbul masalah penjurian SQ. Audiophile akan lebih kritis terhadap kualitas suara, tapi tidak siap mental untuk turun kontes. Maklum, audiophile tidak punya tradisi kontes. Diantara pemuja sound khas SQ secara umum terpisah pada dua golongan. Yang pertama penyuka karakter digital yang

‘perfect’. Sementara golongan kedua adalah pemuja karater analog yang ‘natural’.

Keduanya bisa memiliki konsep aplikasi peranti yang berbeda satu sama lain.

Utamanya pada pemilihan head unit. Penyuka karakter digital akan banyak mengandalkan setumpuk fitur mutakhir macam time alignment, time correction ataupun time delay. Walaupun tetap tak melupakan skill telinga. Tetapi untuk yang setuju dengan setingan analog, lebih banyak mematuhi kemampuan telinga pengeset dan trik meracik crossover pasif versi custom. Walaupun semburan suara grup kedua ini banyak disebut agak ‘kotor’. Tetapi ya itulah proyeksi sound natural yang memang dicari. Pemuja sound analog biasanya ditandai pemilihan head unit yang beresolusi tinggi, spek 24 bit misalnya. Lalu tak memakai equalizer, karena mengandalkan setingan power dan head unit dan sensitivitas kuping. Sementara power incaran mereka jelas spek ‘tabung’. Kemudian formasi posisi speaker depan lebih banyak ditentukan pencarian letak yang paling ideal menurut pendengaran. Memang cenderung manual semua proses pengesetan dan instalasinya. Tapi analogaholic memang butuh detail serta karakter suara yang presisi menurut feeling pendengaran manusia. Bukan oleh ‘manipulasi’ teknologi.

Kedua, aliran Sound Pressure Level (SPL). Kelompok ini mengutamakan hentakan bas yang keras. Adapun jenis SPL biasanya digandrungi

(13)

oleh kaum muda yang masih senang dengan aliran house music, rap, maupun disko. Kebanyakan konsumen audio mobil di Indonesia lebih menyukai gebukan bas yang dominan. Perkembangan dunia SPL sangat pesat di tahun kemarin.

Namun, karena belum tertatanya “rekor nasional”, maka kontes yang bersifat

“nasional” cenderung dihindari. Kontes SPL kembali terkotak-kotak dalam groups company- lebih luas dari one make brand. Di tahun ini, media bersinergi dengan event organizer untuk mengupayakan keterbukaan dan netralitas. Meski terkotak-kotak dalam groups company, upaya untuk go international makin masif.

Sebaliknya, kontes terbuka bakal lebih marak di daerah, ketimbang di kota-kota besar Jawa.

Ketiga, aliran kosmetik. Perkembangan audio kosmetik erat kaitannya dengan perkembangan dunia modifikasi mobil. Hampir setiap gelaran kontes modifikasi mobil, sebagian pesertanya mengusung kosmetik audio. Namun, kosmetik audio kurang mendapat porsi yang kurang signifikan dalam dunia modifikasi mobil. Sudah sewajarnya, mereka mencari tempat perlindungan yang memberikan porsi memadai-semisal gelaran StreoLooks. Aliran ini akan memberikan ekses terhadap kemapanan dunia sound system mobil. Namanya juga aliran kosmetik, maka yang dinomorsatukan adalah kosmetiknya ketimbang audionya. Soal sound stage atau rear fill urusan belakang, asal left-right-nya tidak terbalik. Aliran yang lebih mementingkan konsumsi mata ketimbang telinga mengantarkan pada pertautan dunia seni rupa dan audio. Boleh jadi ini menjadi embrio audio posmo. Dalam dunia seni rupa, aliran posmo bisa membenarkan tata suara untuk penumpang belakang di mobil Limousine, misalnya. Apalagi sistem ini didukung dengan fitur time alignment dari sebuah piranti head unit.

Keempat, aliran car theater. Aliran ini disosialisasikan oleh pabrikan Pioneer. Sistem ini berbeda dengan sistem stereo yang mengandalkan kepiawaian speaker depan. Sistem ini menambahkan keluaran suara center dan surround pada sistem stereo dan didukung oleh prosesor DTS maupun Dolby ProLogic.

Keluaran suara dari masing-masing speaker diupayakan seimbang. Berbeda dengan target sound stereo yang mengejar suara ke arah natural, maka pada car theater akan mengejar tata suara yang real. Dalam sound stereo susah untuk

(14)

belakang, tapi bayangan suara penonton di belakang bisa dilakukan oleh sistem surround. Boleh jadi, dalam perkembangannya akan terjadi kawin silang sistem car theater dengan sound stereo yang melahirkan real stereo: audio system surround. Apalagi di dunia audio mobil sudah banyak beredar piranti amplifier multikanal. Hanya pada perancangan ini tidak sampai pada perangkat audio visual.

(Sumber: Muhamad Nurkholis. Meneropong audio mobil 2004. Majalah Audio edisi Februari 2004, hal 75).

Patut dilihat, perkembangan audio mobil melonjak keras selepas tahun- tahun susah, sekitar 1997-2000 lalu. Hebatnya, tidak lagi didominasi di kota-kota besar saja, daerah pun sudah dilanda demam audio mobil. Bisa kita dengar, dimana anak muda berkumpul, pasti terdengar dentuman suara bas dari salah satu mobilnya. Malahan, di Manado angkot pun wajib memakai audio. Tanpa audio berarti tanpa penumpang. Kesan diskotek berjalan langsung bisa ditempelkan pada angkot di Manado. Besar-besaran volume audio menjadi pemikat penumpang (rasanya tidak perlu membandingkan antara income dan investasi sebuah Mikrolet). Rockford Fosgate menjadi merek yang popular disana. Tetapi yang menarik bukanlah cara penginstalan dari perangkat audio tersebut. Mereka tidak pergi ke rumah audio, tetapi merakitnya sendiri sesuai kreasi yang diinginkan. Hasilnya? Yang penting suara terdengar keras saja. Dan, jangan kaget bila ada kontes audio diramaikan pula oleh angkot-angkot tersebut. Perlu rasanya ada kelas angkot. (Sumber: MobilMotor edisi Juli 2003).

Pesatnya perkembangan audio di tanah air belum bisa tertampung oleh wadah internasional, semacam IASCA (International Auto Sound Challenge Association). Soal car theater misalnya, IASCA belum merumuskan score sheet- nya, apalagi score sheet untuk audio kosmetik. Sementara score sheet yang tersedia di badan dunia IASCA masih sebatas score sheet untuk SQ dan SPL.

Namun bukan berarti IASCA Indonesia tidak bisa berperan banyak. Dengan langkah-langkah jitu, IASCA Indonesia bisa menjadi bagian dari solusi untuk persoalan SQ judgement dan rekor nasional SPL. Coaching clinic SPL untuk menciptakan kaderisasi pemain SPL yang tidak “dia-dia lagi”. Mempersiapkan tim SPL nasional untuk terjun di even internasional. Memberikan porsi memadai untuk penilaian kerapihan (kosmetik) mobil SPL yang tampil kurang fotogenik.

(15)

Apalagi IASCA bisa mengambil langkah kreatif merumuskan score sheet untuk sistem tata suara audio multikanal. (Sumber: Majalah Audio edisi Februari 2004).

Memasuki pertengahan tahun 2004, agaknya merupakan tahun yang dinamis untuk dunia after market (importer, retailer, pehobi, event organizer) automotif Indonesia. Bila melirik ke belakang, awal tahun boleh dibilang lesu karena para pelaku pasar masih bersifat defensif dan menunggu. Ini dikarenakan adanya hajatan lebaran, natal dan tahun baru. Memasuki kwartal pertama situasi malah lebih buruk karena adanya hajatan demokrasi nasional Pemilu Partai 2004.

Selanjutnya, memasuki kwartal kedua situasi keadaan dinilai semakin membaik walaupun ada sedikit “gangguan” dari Pemilu Presiden pada awal lalu.

Respon pasar yang cenderung positif ini membuat para pemain after market (importer, retailer, pehobi, event organizer) sedikit lebih optimis menjalani bisnis ini. Umpan positif ini juga disambut oleh para organizer dengan menggelar beberapa gelaran berskala nasional seperti Hot Import Night, Automodified, Autosalon, Indonesian Extreem Car Contest dan Auto Fashion Contest. Event- event tadi secara langsung maupun tidak berpengaruh terhadap situasi pasar.

Semua pihak terkait plus media sebagai sarana penghubung informasi terkini harus mampu berperan aktif untuk menghidupkan dunia ini secara profesional.

Jika ada event-event yang digelar secara profesional dan simultan tentunya, secara langsung demand akan pernak-pernik after market akan meningkat yang secara langsung akan mendatangkan omset bagi para distributor dan retail. (Sumber:

OtoStereo edisi Agustus 2004, hal 4).

Memasuki tahun 2005 ini, akan banyak ditemukan hal baru dalam dunia car stereo Indonesia. Selain bermunculan berbagai produk baru, disinyalir tahun 2005 ini persaingan pada segmen entry level sampai middle up akan sangat berat.

(Sumber: OtoStereo edisi Januari 2005, hal 52).

1.8. Metode Perancangan

1.8.1. Data yang diperlukan adalah:

a. Melalui studi lapangan, data-data yang diperlukan antara lain:

- Tujuan mendirikan toko audio.

(16)

- Waktu operasional toko dan workshop audio (setiap hari apa, dari jam berapa sampai jam berapa).

- Kapasitas meja dan kursi.

- Kapasitas pengunjung.

- Rata-rata jumlah pengunjung tiap harinya.

- Fasilitas dan ruang apa saja yang ada pada audio shop.

- Struktur organisasi.

- Sistem keamanan dan perawatan.

- Sistem mekanikal-elektrikal.

- Dimensi ruang.

- Sistem pelayanan dan penjualan.

- Jenis perangkat audio yang beredar.

- Sistem instalasi perangkat audio.

- Aktivitas yang berlangsung baik di dalam toko.

- Kegiatan pameran yang bersifat ajang kontes.

- Pelaksanaan dan persiapan para kontestan.

- Dan data-data lain yang mendukung.

b. Melalui studi literatur, dengan cara mencari buku-buku, majalah di perpustakaan dan media internet dan lainnya yang berhubungan dengan audio mobil. Data yang diperlukan antara lain:

- Data mengenai fenomena audio di Indonesia.

- Data mengenai desain yang menjadi tren audio.

- Data mengenai inovasi produk audio dan macam-macam produk audio yang paling diminati oleh masyarakat.

- Data mengenai standarisasi toko ataupun retail.

- Data mengenai standarisasi toko ataupun retail.

- Sistem pencahayaan.

- Sistem penghawaan.

- Sistem akustik.

- Penggunaan material/bahan.

- Literatur warna.

(17)

c. Data-data yang diperlukan untuk perancangan pusat penjualan ini adalah:

- Denah bangunan.

- Tampak dan potongan bangunan.

- Tapak lokasi bangunan.

1.8.2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan perancang adalah :

a. Studi Kepustakaan. Menurut Surakhmad (1980), teori dibutuhkan sebagai pegangan-pegangan pokok secara umum dan sejumlah data dapat digunakan sebagai pertimbangan suatu kesimpulan. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan akan bermanfaat bagi penelitian sebagai tolak ukur dan bahan perbandingan terhadap fakta suatu obyek penelitian. Data-data diperoleh melalui buku, majalah, makalah atau media-media lain seperti internet.

b. Observasi langsung. Menurut Surakhmad (1980), observasi langsung adalah pengamatan secara langsung terhadap obyek yang diteliti, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi yang sebenarnya maupun di dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Pada penelitian, teknik observasi berguna untuk mengetahui keadaan yang ada pada obyek penelitian, dimana peneliti mengamati langsung obyek yang diteliti dan melakukan pemotretan. Maka dilakukan pengamatan di audioshop tentang alur sirkulasi pengunjung dan pelayanan serta sistem penghawaan dan pencahayaan.

c. Wawancara. Menurut Surakhmad (1980), wawancara merupakan suatu teknik komunikasi langsung dengan subyek yang bersangkutan, dan komunikasi tersebut bermaksud memperoleh data-data yang dapat menunjang penelitian.

Wawancara dari pihak pemilik audioshop dan para pengunjung sangat berguna untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam merancang sebuah pusat penjualan audio.

d. Studi banding, yaitu dengan melakukan pengamatan di beberapa audioshop, atau tempat-tempat lain yang ada kaitannya dengan perancangan ini. (Sumber:

Hadi, Sutrisno. Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, 1984).

(18)

1.8.3. Metode Pengolahan Data

Data-data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan cara mengelompokkan data secara perbagian, seperti data-data mengenai pusat penjualan, ruang pamer, dan akustik. Selain itu metode lain yang dipergunakan ialah metode tabulasi, dimana metode ini digunakan untuk menentukan besaran ruang yang dibutuhkan sesuai dengan aktifitas pengunjung dan pengguna ruangan.

(Sumber: Hadi, Sutrisno. Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, 1984).

1.8.4. Metode Analisis Data

Data yang telah diolah tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode deduktif, dimana data yang telah diperoleh tersebut dibandingkan kemudian diambil hal-hal yang positif dan yang berguna serta mempertimbangkan segi kekurangannya. Selain itu juga mempergunakan metode komparatif, metode ini digunakan untuk membandingkan audioshop yang ada di Indonesia, kemudian masing-masing dicari kelebihan dan kekurangannya untuk membantu proses perancangan nantinya. (Sumber: Andriono, Takim. Metode Riset I bagian 2 (diktat kuliah). Surabaya: Universitas Kristen Petra, 1983).

Referensi

Dokumen terkait

menumbuhkan aktivitas siswa dalam belajar. Selain itu, metode mengajar juga harus disesuaikan dengan karakteristik materi dan keadaan siswa dalam suatu

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

Sama seperti pada unit analisis sebelumnya, Kompas.com mendapatkan indeks skor yang terendah bila dibandingkan dengan dua media online lainnya.. Berdasarkan

Untuk menganalisis hubungan antara nilai tegangan supply terhadap torsi dan putaran pada motor DC shunt, maka dilakukan pengujian dengan menurunkan tegangan yang diberikan ke

Hal ini terasa semakin sulit untuk diselesaikan dalam jangka pendek karena adanya keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan

a. Program Pengalaman lapangan sebagai salah satu program wajib bagi mahasiswa UNY program studi pendidikan merupakan program yang sangat tepat dan memiliki fungsi