BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistem Informasi Akuntansi
1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Azhar Susanto (2017:80) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem atau komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerja satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keungan menjadi informasi keuangan.Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, memproses, menganalisis, mengomunikasikan informasi pengambilan keputusan dengan orientasi finansial yang relevan bagi pihak-pihak luar dan pihak-pihak dalam perusahaan.
Berdasarkan pengertian sistem informasi akuntansi dari para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen yang bertugas mengumpulkan, memproses, menganalisis suatu data akuntansi dan menginformasikan kepada pihak internal dan pihak eksternal dalam perusahaan untuk membantu dalam pengambilan keputusan.
9
2. Indikator Sistem Informasi Akuntansi
Indikator sistem informasi akuntansi dilihat dari karakteristik efektifitas sistem informasi akuntansi. Adapun empat karakteristik yang ditunjukkan oleh Ralph M. Stair dan George W. Reynolds (2010:7) meliputi:
a. Fleksibel
Fleksibel merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan yang berubah-ubah. Artinya sistem informasi akuntansi diharapkan dapat disesuaikan dengan berbagai perubahan- perubahan yang terjadi di dalam perusahaan dan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang menggunakan sistem informasi akuntansi.
b. Efisien
Efisien merupakan cara pemanfaatan atau penggunaan sumber daya dilakukan secara maksimal dan sesuai dengan fungsinya tanpa adanya pemborosan. Artinya sistem informasi akuntansi yang digunakan mampu bekerja dan dijalankan sesuai dengan fungsinya secara cermat, tepat, dan akurat tanpa mengeluarkan waktu, tenaga dan biaya yang berlebihan.
c. Mudah diakses
Kata dari akses sendiri memiliki arti sebagai jalan atau ijin untuk memakai atau menggunakan sesuatu, jadi mudah diakses adalah jalan masuk atau ijin yang mudah. Artinya akuntansi yang diterapkan tersebut harus memiliki jalan atau akses yang mudah untuk dapat
digunakan, dipelajari dan dipahami oleh semua karyawan tanpa terkecuali.
d. Tepat waktu
Sistem informasi akuntansi yang digunakan mampu menghasilkan informasi akuntansi yang dibutuhkan tepat pada waktunya.
3. Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Azhar Susanto (2017:207) adapun penjelasan tentang komponen sistem informasi akuntansi adalah:
a. Hardware
Peralatan fisik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, memasukkan, memproses, menyimpan, dan mengeluarkan hasil pengolahan data dalam bentuk imformasi. Bagian-bagian hardware terdiri atas:
1) Bagian input (input divice)
2) Bagian pengolah utama dan memori 3) Bagian output (output device) 4) Bagian komunikasi
b. Software
Kumpulan dari program-program yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu pada komputer, sedangkan program merupakan kumpulan dari perintah-perintah kmputer yang tersusun secara sistematis. Pengelompkan software meliputi:
1) Operating system (sistem operasi)
2) Interpreter dan compiller 3) Perangkat lunak aplikasi c. Brainware
Sumber Daya Manusia (SDM) SI/SIA merupakan sumber daya yang terlibat dalam pembuatan sistem informasi, pengumpulan dan pengolahan data, pendistribusian dan pemanfaatan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut. Beberapa kelompok SDM suatu organisasi yang terlibat dalam beberapa aktivitas diatas secara garis besar dapat dikelompokkan kedalam pemilik dan pemakai sistem informasi.
d. Prosedur
Rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilakuakan secara berulang- ulang dengan cara yang sama prosedur merupakan komponen dari sistem informasi baik itu sistem informasi manajemen atau sistem informasi akuntansi yang sering dilupakan, padahal tanpa prosedur yang benar sistem informasi sehebat apapun tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Prosedur penting dimiliki bagi suatu organisasi agar segala sesuatu dapat dilaukan secara seragam. Jika prosedur telah diterima oleh pemakai sistem informasi maka prosedur akan menjadi pedoman bagaimana fungsi sistem infiormasi tersebut harus dioperasikan.dengan adanya prosedur yang memadai maka pengendalian dapat dilakukan dengan baik.
e. Database
Kumpulan data-data akurat, relevan, tepat waktu, dan lengkap sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pemakai, yang tersimpan didalam media penyimpanan di suatu perusahaan atau didalam perusahaan.
f. Jaringan komputer dan telekomunikasi
Komponen-komponen yang digunakan dalam jaringan komunikasi data satu sama lain harus berintegrasi secara harmonis atau bersinergi membentuk jaringan komunikasi data dalam sistem informasi akuntansi.
4. Siklus Sistem Informasi Akuntansi
Romney & Steinbart (2003) mengemukakan bahwa ada 5 siklus informasi akuntansi, yaitu:
a. Siklus pendapatan (revenue)
Siklus ini mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk fungsi. Siklus pendapatan merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas.
Tujuan yang akan dicapai dalam perusahaan dalam pelaksanaan siklus pendapatan adalah:
1) Mencatat permintaan penjualan secara tepat dan akurat 2) Memverifikasi kelayakan kredit konsumen
3) Mengirimkan barang atau memberikan jasa tepat waktu sesuai dengan perjanjian
4) Melakukan penagihan kepada konsumen pada waktu yang tepa
b. Siklus pengeluaran (expenditure)
Siklus ini mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai. Siklus pengeluaran diperlukan untuk setiap perusahaan karena mempunyai tujuan sebagai berikut:
1) Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan
2) Menerima barang dalam kondisi baik 3) Mengamankan barang hingga dibutuhkan
4) Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar 5) Mencatat dan menglasifikasikan pengeluaran dengan tepat 6) Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat
7) Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan
8) Mencatat dan menglasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat
c. Siklus penggajian sumber daya manusia (payroll)
Siklus ini mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai.
Siklus manajemen sumber daya manusia melibatkan prosedur penggajian.
d. Siklus produksi
Siklus ini mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan buruh menjadi produk jadi. Siklus produksi ini tidak termasuk harga pokok penjualan. Aktivitas siklus produksi ada empat aktivitas dasar, yaitu:
1) Perancangan produk
2) Perencanaan dan penjadwalan 3) Operasi produk
4) Akuntansi biaya e. Siklus keuangan
Siklus ini mencakup kegiatan untuk mendapatkan laba dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali. Siklus ini merupakan pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku besar dan pencetakan laporan- laporan keuangan yang datanya diambil dari buku besar. Siklus keuangan mempunyai tujuan khusus, yaitu:
1) Perencanaan dan pengawasan 2) Data penjualan dan konsumen
3) Pengendalian persediaan dan menyediakan informasi tentang kas 4) Penjualan dan konsumen
5. Sikus Pengolahan Data
Pengolahan data terdiri dari tiga langkah utama, yakni input, proses dan output.
Sumber: Al-Bahra bin Ladjamudin B. 2005.
Input (Data)
Proses (Pengolahan
Data)
Output (Informasi)
Gambar 2.1 Siklus Pengolahan Data
a. Input
Didalam langkah ini data awal, atau data iput, disiapkan dalam beberapa bentuk yang sesuai untuk keperluan pengolahan. Bentuk tersebut akan bergantung pada pengolahan mesin.
b. Proses
Pada langkah ini data input diubah, dan biasanya dikombinasikan dengan informasi yang lain untuk menghasilkan data dalam bentuk yang lebih dapat digunakan. Langkah pengolahan ini biasanya meliputi sederet operasi pengolahan dasar tertentu.
c. Output
Pada langkah ini hasil- hasil dari pengolahan sebelumnya dikumpulkan. Bentuk data output tergantung pada penggunaan data tersebut untuk pengolahan selanjutnya.
6. Bagan Alir (Flowchart)
Menurut Krismiaji (2010) dalam buku Sistem Informasi Akuntansi bagan alir merupakan teknik analitis yang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek sistem informasi secara jelas, tepat, dan logis. Sedangkan Indrajani (2011) mengemukakan bahwa flowchart merupakan gambaran secara grafik dari langkah- langkah dan urutan prosedur suatu program.
Menurut Romney dan Steinbart (2015:68-71), bagan alir dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Bagan alir sistem
Bagan alir sistem menggambarkan hubungan antar input, pemrosesan, penyimpanan, dan output sistem.
b. Bagan alir dokumen
Bagan alir dokumen mengilustrasikan arus data dan dokumen diantara area-area pertanggungjawaban dalam organisasi.
c. Bagan alir program
Bagan alir program mengilustrasikan urutan operasi yang dilakukan oleh computer dalam melakukan program.
Tabel II.1 Simbol Flowchart
Simbol Flowchart Dokumen
Dokumen atau laporan elektronik atau kertas
berbagai salinan dokumen kertas
Diilustrasikan dengan melebihi simbol dokumen dan mencetak nomor dokumen pada muka dokumen di sudut kanan atas Output elektronik
Informasi ditampilkan oleh alat output elektronik seperti terminal, layar, monitor
Entry data elektronik
Alat entry data elektronik seperti komputer, terminal, tablet, atau telepon
Alat input dan output elektronik
Entry data elektronik dan simbol output digunakan bersama untuk menunjukkan
aat yang digunakan keduanya Jurnal atau buku besar
Jurnal atau buku besar berbasis kertas
Pemrosesan komputer
Fungsi pemrosesan yang dilakukan oleh komputer, biasanya menghasilkan perubahan dalam data atau informasi Operasi manual
Operasi pemrosesan yang dlakukan secara manual
Database
Data yang disimpan secara elektronik dalam database
Pita magnetis
Data yang disimpan pada pita magnetis, pita yang merupakan media penyimpanan
backup yang populer Arsip sementara
File dokumen kertas, huruf mengindikasikan file urutan pemesanan,
N = number, A = alfabet, D = date Arsip permanen Simbol ini digunakan untuk
menggambarkan arsip permanen yang merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi
dalam sistem akuntansi yang
Sumber: Romney dan Steinbart (2015:67-68)
bersangkutan
Garis alir (flowline) Simbol ini digunakan untuk menggambarkan arah proses pengolahan
data Penyimpangan garis alir
Transmisi data dari satu okasi geografis ke lokasi lainnya via garis komunikasi
Konektor dalam halaman Menghubungkan arus pemrosesan pada halaman yang sama, penggunannya
menghindari garis yang melintasi halaman
Konektor luar halaman
Entry dari, atau keluar ke halaman lain
Terminal
Awal, akhir, atau titik interupsi dalam proes, mengindikasi pihak luar Keputusan
Langkah pembuatan keputusan
Anotasi (catatan tambahan)
penambahan komentar deskriptif atau catatan penjelasan sebagai klarifikasi
B. Akuntansi
1. Pengertian Akuntansi
American Accounting Association mendefinisikan akuntansi adalah
proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk membuat pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat bagi pemakai informasi tersebut.
2. Tujuan Akuntansi
Menurut La Midjan dan Azhar Susanto (tanpa tahun) tujuan akuntansi antara lain:
a. Sebagai media atau alat untuk analisis struktur organisasi yang ada di suatu perusahaan atau lembaga.
b. Menganalisis transaksi-transaksi operasional perusahaan dalam skala bulnan atau harian.
c. Menganalisis pengendalian internal berdasarkan struktur organisasi, rincihan tugas, sistem serta prosedur suatu organisasi.
d. Pencatatan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga dalam bentuk catatan, buku, dan formulir.
e. Menganalisa semua kegiaan internal cek pada struktur kegiatan perusahaan.
f. Menganalisis laporan keuangan akuntansi kepada pihak eksternal yang harus dibuat dari pencatatan transaksi dan cara membuat laporan keuangan untuk manajemen (pihak internal).
g. Pengawasan internal dan eksternal secara terus menerus.
3. Akun
Akun adalah suatu ala untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan beban.
(Jusup 2011). Akun dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:
a. Akun Neraca atau Akun Riil
Akun-akun yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam neraca.
Sesuai uraian di muka, yang disebut akun neraca atau akun riil ialah akun-akun asset (harta), akun-akun kewajiban (utang), dana kun-akun modal.
b. Akun Laba-Rugi atau Akun Nominal
Akun-akun yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi. Akun-akun ini meliputi akun pendapatan dan akun-akun beban.
4. Bentuk Akun
Dalam praktik dikenal bermacam- macam bentuk akun, tetapi yang paling banyak digunakan (khususnya untuk keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pengajaran akuntansi di sekolah) adalah akun yang berbentuk huruf T. Akun ini terdiri atas dua sisi, yaitu sisi kiri yang disebut sisi debet dan sisi kanan yang disebut sisi kredit.
Mencatat di sisi kiri disebut mendebet akun, sedangkan mencatat di sisi kanan disebut mngkredit akun. (Jusup, 2011:72)
Tabel II.2 Bentuk akun T
Tanggal Keterangan F Jumlah Tanggal Keterangan F Jumlah
(Sisi debit) (Sisi kredit)
Sumber: Haryono Yusup (2012:73)
5. Kode Akun
Kode akun adalah penomoran menggunakan angka (tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan alfabet atau perpaduan dari keduanya) dari daftar semua akun didalam buku besar untuk mencatat transaksi double entry (pembukuan ganda). Dalam penggolongan akun tiap-tiap jenis aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban masing- masing disediakan satu akun dan jumlah akun disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
a. Syarat pembuatan chart of account
1) Nomer harus unik (artinya setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun perkiraan saja)
2) Akun perkiraan di masukkan kedalam kelmpok atau sub kelompok.
Contohnya kas, piutang, dan peralatan dimasukkan kedalam aktiva lancar.
3) Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan.
Contohnya: piutang dagang dengan piutang lain-lain.
4) Penomeran diusahakan tidak terlalu ketat, alasannya akan memudahkan jika terjadi penambahan sejumlah akun baru.
Contohnya: kelompok beban diberi nomer 600, 605 beban angkutan, 610 beban lainnya. Jika terjadi penambahan dapat disisipkan antara 605-610.
5) Nama akun rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contohnya:
beban perjalan dinas lebih baik daripada beban perjalanan ke luar kota bagi direksi.
b. Jenis-jenis kode perkiraan 1) Sistem Desimal
Kode perkiraan pada sistem desimal pada dasarnya diberi nomer 1 sampai 9 untuk setiap kelompok perkiraan. Contohnya:
a) Aktiva b) Kewajiban c) Ekuitas d) Pendapatan
e) Harga Pokok Penjualan f) Beban Penjualan
g) Beban Administrasi dan Umum h) Pendapatan Lain-lain
i) Beban Lain-lain.
Pengkodean seperti diatas bisa saja hanya dari angka 1 sampai 7, jadi tidak mutlak menyesuaikan kebutuhan atau keinginan dari seseorang akuntan sendiri.
Yang terpenting adalah setiap satu angka depan menunjukkan suatu kelompok. Cara ini akan dapat memudahkan mengetahui suatu perkiraan termasuk kelompok yang mana. Misalnya, nomer 1001, artinya bisa dipastikan nomer tersebut termasuk kelompok aktiva karena angka depan adalah 1. Dalam praktiknya, sistem decimal lebih banyak dipakai perusahaan, alasannya arena sistematis dan feksibel.
Tabel II.3 Kode Desimal
No. Kode Keterangan
1. Aset
1.1. Aset lancar 1.1.1. Kas 1.2 Aset tetap 1.2.1 Tanah
2. Utang
2.1 Utang lancar 2.1.1 Utang usaha
3. Modal
3.1 Modal usaha
4. Pendapatan
4.1 Pendapatan jasa
5. Beban
5.1 Beban gaji Sumber: Sujarweni (2016:36)
2) Sistem Mnemonic
Kata Mnemonic sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang artinya membantu ingatan. Kode akun dengan sistem mnemonic adalah membuat kode yang mudah diingat. Biasanya akan menggunakan singkatan atau kode huruf. Contohnya AL untuk Aktiva Lancar,
AT Aktiva Tetap, KJP untuk Kewajiban Jangka Panjang, KL untuk Kewajiban Lancar.
Tabel II.4 Kode Mnemonik Kelompok
akun
Nama Akun Kode
Aktiva (A) Aktiva lancar AL
Kas AL.K
Piutang usaha AL.PU Persediaan barang
dagang
AL.PDB
Aktiva tetap AT
Bangunan AT.BANG
Kewajiban (K)
Kewajiban lancar
KL Hutang Bank KL.B
Ekuitas (E) Modal sendiri E.S
Pendapatan(P) Pendapatan jasa P.J
Pendapatan komisi
P.K
Beban (B) Beban usaha B.U
Beban gaji B.GJ
Sumber: Sujarweni (2016:36) 3) Sistem Kombinasi
Sistem kombinasi adalah sistem dengan cara menggabungkan kedua sistem sebelumnya yaitu huruf dengan angka untuk membuat kode perkiraan. Huruf biasanya diambil dari sistem Mnemonic.
Tabel II.5 Kode Kombinasi AL.01 Kas
AL.02 Piutang Dagang AT.01 Tanah
AT.02 Bangunan
AT.03 Akumulasi Penyusutan Bangunan KL.01 Hutan Dagang
M.01 Modal Saham Sumber: Ma’ruf (2017)
6. Penyusunan Chart of Account (COA)
Bagan Akun atau Chart of Account (COA) adalah sebuah daftar dari akun-akun perusahaan yang digunakan untuk mengidentifikasi ataupun memperlancar proses pencatatan transaksi, baik itu pemasukkan maupun pengeluaran. Nantinya seluruh pencatatan transaksi tersebut akan direkap ke dalam Jurnal Umum. Setiap perusahaan bisa mengatur bagan akunnya sendiri sesuai dengan yang diinginkan.
Dengan adanya Chart of Account sebuah perusahaan dapat mengatur atau mengubah sendiri alur dan tatanan bagan akuntingnya.
Bagan Akun selalu ditandai dengan simbol numerik sebagai penanda ada perbedaan di setiap jenisnya. Umumnya, Chart of Account terbuat untuk menampilkan Laporan Keuangan, mulai dari Neraca hingga Laporan Laba Rugi. Kemudian, bisa dilanjutkan dengan akun-akun lainnya, seperti modal (ekuitas), biaya atau pengeluarandan kewajiban atau hutang.
Gambar 2.2 Klasifikasi Chart of Account
Digit pertama menunjukkan klasifikasi utama laporan keuangan, yaitu:
a. Untuk asset b. Untuk kewajiban c. Dan seterusnya
Digit kedua menunjukkan subklisifikasi:
a. (11) untuk aset lancar b. (12) untuk aset tidak lancar c. (13) dan seterusnya
Digit ketiga menunjukkan akun spesifik:
a. (111) untuk kas
b. (122) untuk peralatan toko c. (124) dan seterusnya
Digit keempat menunjukkan akun subspesifik:
a. (1110) untuk Rekening Bank BCA
b. (1221) untuk Peralatan Toko Cab. Surabaya c. (1230) dan seterusnya
C. Laporan Keuangan
1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan catatan infrmasi suatu perusahaan pada periode akuntansi yang menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Laporan keuangan berguna bagi banker, kreditor, pemilik dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam menganalisis serta menginterpretasikan kinerja keuangan dan kondisi perusahaan (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2016).
2. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomik oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Pengguna tersebut meliputi penyedia sumber daya bagi entitas, seperti kreditor maupun investor.
Dalam memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. (Ikatan Akuntansi Indonesia,2016)
3. Penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan SAK EMKM
Informasi posisi keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai asset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal tertentu, dan disajikan dalam laporan posisi keuangan. Unsur-unsur tersebut didefinisikan sebagai berikut menurut SAK EMKM (2016):
a. Asset
Adalah sumber daya yang dikuasai oleh e ntitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan yang dari manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas.
b. Liabilitas
Adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi.
c. Ekuitas
Adalah hak residual atas asset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.
Informasi kinerja entitas terdiri dari informasi mengenai penghasilan dan beban selama periode pelaporan, dan disajikan dalam laporan laba rugi.
1) Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomik selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas masuk atau kenaikan asset, atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
2) Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomik selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas keluar atau penurunan asset atau enaikan liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak disebabkan oleh distribusi kepada penanaman modal.
Dasar pengukuran unsur laporan keuangan da lam SAK EMKM adalah biaya historis. Biaya historis suatu asset adalah sebesar jumlah kas
atau setara kas yang dibayarkan untuk memperoleh asset tersebut pasa saat perolehan. Biaya histris suatu liabilitas adalah sejumlah kas aau setara kas yang diterima atau jumlah kas yang diperkirakan akan dibayarkan untuk memenuhi liabilitas dalam pelaksanaan usaha normal.
D. UMKM
1. Pengertian UMKM
Berdasarkan Undang- undang Republik Indonesia No. 20 BAB I pasal 1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah usaha ekonomi produktif milik orang perseorangan dan/atau bahan usaha perorangan yang bukan merupakan anak perusahaan atau buka cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha yang memenuhi kriteria usaha kecil.
2. Kriteria UMKM a. Usaha mikro
Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memilik i hasil penjualan Rp300.000.000,00.
b. Usaha kecil
Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan ta hunan lebih
dari Rp300.000.000,00 sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00.
c. Usaha menengah
Memiliki kekayaan bersih kebih dari Rp500.000.000,00 sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00.
E. Metodologi Pengembangan Sistem
Metodologi pengembangan sistem adalah langkah- langkah yang dilalui oleh analisis sistem dalam mengembangkan sistem informasi. Pengembangan sistem akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap utama berikut ini:
1. Analisis Sistem (system analysis)
Dalam tahap ini, analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi informasi yang harus diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaanya. Analisis sistem dibagi menjadi empat tahap:
a. Analisis pendahuluan
Analisis sistem mengumpulkan berbagai informasi umum untuk menyusun dokumen tertulis yang disebut usulan pelaksansaan analisis sistem. Jika perusahaan memiliki Departemen Sistem Informasi, pekerjaan pengembangan sistem akuntansi dalam
perusahaan tersebut umumnya didahului dengan diterimanya permintaan jasa pengembangan sistem informasi.
b. Penyusunan usulan pelaksanaan analisis sistem
Pelaksanaan analisis sistem direncanakan oleh analisis sistem dalam suatu dokumen tertulis yang disebut “Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem” yang bertujuan untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analisis sistem mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang dilaksanakan oleh analisis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
c. Pelaksanaan analisis sistem
Perencanaan sistem adalah proses membuat sebuah laporan perencanaan sistem yang menggunakan sumber sistem informasi yang berhubungan dan mendukung tujuan bisnis dan operasi organisasi.
d. Penyusunan laporan hasil analisis sistem
Hasil akhir proses analisis sistem disajikan oleh analis sistem dalam suatu laporan yang disebut “Laporan Hasil Analisis Sistem”.
Laporan ini merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi.
2. Desain Sistem
Menurut Mulyadi (2001) desain adalah proses penerjemah kebutuhan pemakai informasi kedalam alternatif rancangan sistem informasi yang diajukan kepada pemakai informasi untuk dipertimbangkan.
3. Implementasi Sistem
Implementasi sistem adalah pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem baru, dan pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang telah dirancang menjadi dapat dilaksanakan secara operasional. Implementasi sistem ini merupakan puncak dari segala kegiatan pengembangan dan perancangan sistem informasi. (Mulyadi, 2001)
F. Analisis Sistem Informasi
Analisis sistem adalah proses untuk menguji sistem informasi yang ada berikut dengan lingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk mengenai berbagai kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sistem itu sendiri (Widjajanto, 2001:523). Metode yang digunakan untuk menganalisis sistem adalah sebagai berikut:
1. Analisis Kelemahan Sistem
Menurut Fatta (2007) mengatakan bahwa analisis kelemahan sistem merupakan analisis tentang masalah yang harus diselesaikan dengan sistem informasi serta apa penyebab dari masalah tersebut.
Masalah dalam sistem informasi merupakan kondisi dimana terjadi penyimpangan sasaran sistem informasi akuntansi.
2. Analisis Kebutuhan Sistem
Tujuan dari tahap analisis sistem adalah memahami kebutuhan dari sistem suatu perusahaan dan mengembangkan sebuah sistem yang memadai kebutuhan tersebut atau memutuskan bahwa sebenarnya pengembangan sistem baru tidak dibutuhkan. (Hanif, 2007:65)
3. Analisis PIECES
Analisis ini dilakukan terhadap kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi, dan pelayanan pelanggan yang diguanakan untuk mendapatkan masalah utama (Hanif, 2007:51):
a. Performance
Berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan tugas bisnis dengan cepat sehingga dapat mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap dari suatu sistem.
b. Information
Berkaitan dengan fungsi sistem baru, apabila berjalan dengan baik maka akan menghasilkan informasi yang relevan yang dibutuhkan manajemen untuk mengambil keputusan. Tolak ukurnya adalah apakah sistem penjualan yang ada dapat memberikan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan guna pengambilan keputusan.
c. Economy
Berkaitan dengan masalah penilaian biaya dan manfaat dari adanya sistem yang baru. Sistem ini diharapkan memberikan penghematan operasioanl dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Sistem yang
baik harus dapat memberikan penghematan operasional dan meningkatkan keuntungan perusahaan dengan kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut.
d. Control
Berkaitan dengan pengendalian, dengan sistem baru diharapkan dapat mendeteksi dan menghindari kesalahan sejak dini dan menjamin keamanan dan informasi.
e. Eficiency
Berkaitan dengan peningkatan terhadap efisiensi operasional apabila dilakukan pengembangan sistem baru. Efisiensi yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan menghasilkan output sebanyak-banyaknya dengan input tertentu, atau menghasilkan output tertentu dengan input sekecil mungkin.
f. Service
Berkaitan dengan pelayanan yang diberikan sistem yang dikembangkan berhubungan dengan pemberian kepuasan dan kemudahan.
4. Analisis Kelayakan Sistem
Tidak semua kebutuhan sistem yang didefinisikan pada tahap analisis kebutuhan sistem layak untuk dikembangkan pada suatu sitem.
Oleh sebab itu, harus ada mekanisme untuk menjustifikasi apakah
kebutuhan sistem yang dibutuhkan layak untuk dilanjutkan menjadi sistem atau tidak, itulah yang sering disebut sebagai analisis kelayakan.
Untuk memastikan kebutuhan tersebut dilanjutkan mejadi projek perancangan, maka harus dilakukan evaluasi kelayakan dari berbagai segi, diantaranya (Hanif, 2007:75):
a. Kelayakan teknis
Kelayakan teknis menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan.
b. Kelayakan operasional
Untuk disebut layak secara operasional, kebutuhan sistem harus benar- benar bisa menyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan dan menghasilkan informasi yang relevan.
c. Kelayakan hukum
Kelayakan hukum menyoroti tentang penggunaan komponen sistem apakah memenuhi aturan dan undang-undang yang berlaku.
d. Kelayakan ekonomi
Pengembangan sistem baru pada perusahaan dengan investasi yang relative besar perlu dibuta analisis biaya dan manfaat untuk mengetahui apakah investasi tersebut layak dilakukan atau tidak.
G. Aplikasi Manager.IO
1. Pengertian Aplikasi Manager.io
Manager adalah nama sebuah software akuntansi yang dibuat oleh NGSoftware Pty Ltd yang berasal dari Sidney, Australia. Manager adalah perangkat lunak akuntansi gratis untuk bisnis kecil. Selain itu Manager juga dapat dengan mudah dibenamkan di semua platform yang berbeda seperti Windows, Mac OS dan Linux.
2. Keunggulan Aplikasi Manager.io a. Bekerja ofline
Semua perkerjaan dapat dilakukan secara ofline di desktop atau laptop, yang berarti tidak kehilangan akses data atau program jika internet berhenti bekerja atau tidak tersedia.
b. Bebas selamanya
Pengguna dapat menggunakan program selama yang pengguna suka, menggunakan semua fitur dan memasukkan data sebanyak yang diperlukan. Tidak ada batasan waktu, tidak ada batasan penggunaan, dan tidak ada iklan.
c. Lintas platform
Manager.io tersedia untuk diunduh di Windows, Mac OS X dan Linux. Format basis data bersifat universal di semua sistem operasi yang berarti file akuntansi yang dibuat pada Windows dapat dengan mudah ditransfer ke Mac OS X atau Linux jika diperlukan.
3. Fitur Aplikasi Manager.io
a. Multisektor dan Multipengguna
Aplikasi Manager.io ini satu aplikasi yang dapat memuat beberapa perusahaan atau entitas, berbagai jenis sektor usaha dan sangat bermanfaat bagi lembaga profit maupun nonprofit.
b. Backup dan Restore Database
Mentransfer data antar Mac OS X atau linux dengan fitur backup untuk menjaga kelangsungan transaksi keuangan.
c. Laporan Keuangan Lengkap
Aplikasi manager.io dilengkapi dengan Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Pos-Pos Keuangan, dan Laporan Kinerja Keuangan.
d. Format Laporan
Laporan yang disajikan dalam berbagai bentuk seperti pdf, excel, dan laporan dapat dicetak kapanpun sesuai dengan yang diinginkan.
e. Kemudahan Input Data
Aplikasi manager.io dilengkapi dengan berbagai bahasa sehingga memudahkan pengguna dalam menginput data perusahaan. Data transaksi keuangan yang diinput oleh pengguna dengan otomatis akan menghasilkan laporan keuangan yang diinginkan sesuai dengan periode yang dituliskan pada laporan keuangan.