IMPLEMENTASI PERUBAHAN NAMA PADA AKTA ANAK (Studi Dukcapil Mataram)
JURNAL ILMIAH
OLEH:
NOVIA HIDAYATUL AMNI D1A117230
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM 2021
HALAMAN PENGESAHAN
IMPLEMENTASI TERHADAP PERUBAHAN NAMA AKTA ANAK (Studi Dukcapil Mataram)
JURNAL ILMIAH
OLEH:
NOVIA HIDAYATUL AMNI D1A117230
Menyetujui, Pembimbing Pertama,
Dr. H. Djumardin, SH., M.Hum NIP. 19630809 198803 1 001
IMPLEMENTASI TERHADAP PERUBAHAN NAMA AKTA ANAK (Studi Dukcapil Mataram)
NOVIA HIDAYATUL AMNI D1A117230
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pelaksanaan perubahan nama dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan perubahan nama pada akta anak. Memberikan pengembangan dan kemajuan dibidang ilmu Perdata dan dapat dijadikan pedoman bagi para pihak yang berkepentingan, sehingga tidak melanggar ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku sehingga tidak merugikan para pihak yang terlibat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yaitu, Penelitian hukum yang dilakukan dengan maksud untuk memperoleh gambaran tentang realitas berupa pelaksanaan terhadap perubahan nama akta anak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mataram. Prosedur atau pelaksanaan perubahan nama pada akta anak diatur dalam pasal 53 ayat ayat 1 peraturan presiden Nomor 96 tahun 2018 adapun kendala dalam perubahan nama pada akta anak di dinas dukcapil ialah Ketika pemadaman listrik dan jaringan internet serta pemohon yg masih lalai dalam mengurus dokumen yang dibutuhkan.
Kata kunci: Implementasi, Akta, anak
IMPLEMENTATION OF CHILDREN BIRTH DEED NAME AMENDMENT
(Study at Mataram Department of Population and Civil Registration) ABSTRACT
This study purposed to identify and examine the amendment of name that certified on the birth deed and determine the factors that hinder the enforcement of name amendment in children birth deed. This study will surely contribute to the development and progress in the civil science and can be used as a guide for interested parties, so as not to violate applicable legal provisions so as not to harm the parties involved. This study uses empirical legal research methods, namely legal research carried out with the aim of obtaining an overview of the reality in the form of implementing changes in the names of children birth deed at the Mataram Department of Population and Civil Registration. The procedure or implementation of a changes in the name of a children birth deed is regulated in Article 53 Paragraph 1 of Presidential Regulation Number 96 of 2018. There is obstacle found in changing the name of a child on their birth deed at the Department of Population and Civil Registration, that is when there is a power outage and internet network and the applicant is still negligent in managing the required documents
Keywords: Implementation, Deed, Children
I. PENDAHULUAN
Akta kelahiran adalah tanda bukti yang berisi identitas setiap anak yang terdiri dari nama, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan serta nama orang tua.
Menurut Konvensi Hak Anak Pasal 7 anak yang baru lahir akan segera didaftarkan dan mendapatkan hak atas nama, kewarganegaraan serta hak untuk mengetahui dan diasuh oleh orang tuanya. Dalam hal anak yang tidak diketahui kelahirannya, menurut Pasal 28 ayat 1 Undang – Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, pencatatan kelahiran dalam register akta kelahiran dan penerbitan kutipan akta kelahiran didasarkan pada laporan orang yang menemukan dilengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian.
Anak merupakan titipan sekaligus amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga, karena anak merupakan sebuah titipan dan sebuah amanah maka sebaiknya anak harus dilindungi harkat, martabat serta haknya sebagai manusia. Begitu juga dengan anak yang diterlantarkan yang memiliki harkat, martabat serta hak yang sama dengan anak pada umumnya, anak terlantar dan anak pada umumnya yang tidak terlantar memiliki martabat yang sama apabila dilihat dari sudut pandang moralnya.
Dilihat dari data yang diperoleh di Pengadilan Negeri Mataram, pengajuan permohonan perubahan nama akta anak adalah hal yang sudah sering terjadi karena jumlahnya dari tahun ke tahun selalu meningkat. Dari tahun 2018-2020 kasus perubahan nama akta anak sudah sebanyak 3.759 data pemohon yang sudah dikabulkan permohonannya oleh Pengadilan. kemudian, Pengadilan Negeri
Mataram memerintahkan pemohon untuk melaporkan perubahan nama pada akta kelahiran tersebut kepada kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1). bagaimana prosedur pelaksanaan perubahan nama pada akta anak di Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kota Mataram 2). Apa faktor-faktor penghambat pelaksanaan perubahan nama pada akta anak di Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kota Mataram. Adapun tujuan yang dicapai dari penelitian ini, antara lain: 1). Untuk mengetahui dan mengkaji pelaksanaan perubahan nama pada akta anak. 2). Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan perubahan nama pada akta anak. Manfaat tang di harapkan dalam penelitian ini antara lain: 1). Manfaat teoritas penelitian ini, dapat memberikan sumbangan pada pengembangan dan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu perdata. 2). Manfaat praktis pneleitian ini, dapat dijadikan pedoman bagi para pihak yang berkepentingan, sehingga tidak melanggar ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku sehingga tidak merugikan para pihak yang terlibat. Di dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan antara lain: 1). Jenis penelitian hukum empiris 2). Metode pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach), pendekatan sosiologis (Sociological Approach). 3). Jenis dan sumber bahan hukum 1). Sumber bahan hukum penelitian ini adalah dari kepustakaan, penelitian ini juga sumber dari data/dokumen dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Mataram. 2). Jenis bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder 4). Teknik dan cara pengumpulan bahan hukum yaitu data kepustakaan, data lapangan, pengamatan(observasi).
II. PEMBAHASAN
Dalam pelaksanaan prosedur perubahan nama menurut undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan seseorang yang ingin mengubah namanya harus melaksanakan sebuah prosedur di dua lembaga negara.
Dua lembaga negara tersebut memiliki prosedur yang berbeda-beda yang harus dijalankan. Dua lembaga tersebut yaitu pengadilan Negeri dan Instansi pelaksana atau UPTD Instansi pelaksana yang menerbitkan Akta Pencatatan Sipil.
Prosedur perubahan nama pada akta pada dinas Kependudukan dan catatan sipil kota Mataram merupakan teknik yang dilaksanakan secara beraturan dan sudah ditetapkan oleh dinas kependudukan catatan sipil kota Mataram agar staf dapat mengetahui dan memahami ketentuan peraturan tentang perubahan nama pada akta serta mampu memberikan infomasi kepada masyarkat mengenai tata cara perubahan nama pada akta.
Perubahan nama yang kemudian disebut juga dengan Pencatatan Perubahan Nama hanya dapat dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri. Pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat surat permohonan perubahan nama kepada Pengadilan Negeri di tempat pemohon. Surat permohonan ini nantinya akan mengeluarkan penetapan dari pengadilan Negeri tempat pemohon mengajukan permohonan. Salinan penetapan tersebut nantinya akan menjadi salah satu syarat yang yang wajib dilampirkan pemohon pada saat melaporkan pencatatan perubahan nama di intansi pelaksana yang menerbitkan Akta Pencatatan dan Sipil yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Selanjutnya pembuatan catatan pinggir pada register akta pencatatan sipil dan kutipan akta pencatatan Sipil dan Kutipan akta pencatatan Sipil.
Prosedur yang harus diikuti sebagai berikut:
1. Pemohon mengisi dan menandatangani formulir pelaporan serta menyerahkan persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan presiden mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yang mengatur mengenai pencatatan perubahan nama,
2. Petugas pelayanan melakukan verifikasi dan validasi terhadap formulir pelapor dan persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan presiden mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yang mengatur mengenai pencatatan perubahan nama.
3. Petugas pada disdukcapil kabupaten/kota atau UPT disdukcapil kabupaten/kota melakukan perekaman data dalam basis data kependudukan.
4. Pejabat pencatatan sipil pada disdukcapil kabupaten/kota atau upt disdukcapil kabupaten/kota memberikan catatan pinggir pada register akta pencatatan sipil dan kutipan akta pencatatan sipil.
5. Kutipan akta pencatatan sipil yang telah diberikan catatan pinggir disampaikan kepada pemohon.
Penggantian nama adalah perubahan nama lama seseorang menjadi nama yang baru melalui prosedur hukum pengajuan permohonan pergantian nama atau perubahan nama. Dimana dalam kenyataan seseorang dimana nama yang diberikan tidak sesuai dengan kemauan dan dianggap kurang membawa
keberuntungan, tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan dan alasan lainnya sehingga memutuskan untuk melakukan perubahan nama. Namun dengan demikian, penggantian nama tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan syarat yang berlaku sehingga pergantian nama anak memiliki kekuatan hukum yang kuat untuk digunakan dan menyandang nama tersebut di kemudian hari.
Semua akta yang dikeluarkan oleh kantor catatan sipil adalah merupakan akta autentik yang mengandung kebenaran murni, mempunyai kekuatan dan kepastian hukum dan tidak dapat dikatakan palsu sebelumnya oleh pengadilan negeri dengan ketetapan atau putusannya serta tidak dapat dilarat atau tidak dibatalkan atau diperbaharui selain atas izin pengadilan negeri serta mengikat semua pihak.
Ahmad zaini selaku kepala seksi perubahan status akta dan pewarganegaraan dan kematian di Kantor Dukcapil Mataram Ketika di wawancarai menyatakan bahwa: 1
“Dalam proses pembuatan perubahan nama pada akta sesuai dengan prosedur yang sudah ada hanya tinggal melengkapi persyaratan yang sudah ada. Pemohon yang akan melakukan pergantian nama pada akta harus melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan yaitu: salinan penetapan dari Pengadilan Negeri, Kutipan akta Pencatatan Sipil, Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk”.
Kegiatan pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil pada disdukcapil kabupaten/kota dan perwakilan republik indonesia dilaksanakan melalui tahapan/prosedur:
1) Pelaporan
2) Verifikasi dan validasi
1 Hasil wawancara dengan Bapak Achmad Zaini,s.ip kepala seksi perubahan status akta dan pewarganegaraan dan kematian.
Dalam sistem administrasi kependudukan terdapat 3(tiga) komponen yang perlu diperhatikan, di antaranya ialah: pendaftaran, pencatatan dan pengelolaan pelayanan pencatatan sipil. Berdasarkan operasional ketiga konsep tersebut dapat diuraikan pelayanan kepada masyarakat dan institusi terkait dengan beberapa hal penting yang di maksud adalah sebagai berikut:
1. Pendaftaran penduduk.
Sarana untuk membangun basis data dan menerbitkan identitas bagi setiap penduduk dewasa dengan mencantumkan nomor penduduk sebagai identitas tunggal. Dari kegiatan pendaftaran penduduk ini kemudian diterbitkan terbitkan 3(tiga) dokumen, yaitu: Biodata Penduduk, Kartu Keluarga dan KTP.
2. Pencatatan sipil.
Merupakan sarana untuk mencatat peristiwa penting yang dialami oleh penduduk dan perlu untuk dilegalisir oleh negara yang melalui penerbitan dokumen yang sah menurut hukum dalam bentuk akta catatan sipil, peristiwa penting yang harus dilaporkan diantaranya ialah:
a. Akta kelahiran.
b. Akta kematian.
c. Akta perkawinan.
d. Akta pengesahan anak.
e. Akta pengangkatan anak.
3. Pengelolaan pencatatan sipil.
dalam ketentuan pasal 52 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang mengatur terntang perubahan nama dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri tempat pemohon, perubahan nama tersebut wajib didaftarkan oleh orang yang telah berubah namanya kepada catatan sipil yang menerbitkan akta pencatatan sipil paling lama 30(tiga puluh) hari sejak diterimanya salinan penetapan pengadilan negeri oleh penduduk.
Sistem merupakan kerangka dari sebuah mekanisme organisasi, sedangkan prosedur adalah rincian dari sebuah sistem mekanisme. Jadi, tanpa sistem prosedur tidak ada landasan untuk berpijak dan tanpa prosedur suatu mekanisme sistem tidak akan berjalan, prosedur tersebut dapat dibagi menjadi 2 yaitu ada Prosedur umum, yaitu prosedur yang menyatakan bidang pekerjaan yang bersifat general atau bersifat umum, berlaku secara nasional yang sudah menjadi tanggung jawab atasan. Kadang-kadang prosedur umum ini sangat luas sehingga melampaui wilayah suatu Negara dan lain sebagainya. Dan Prosedur khusus. Yaitu posedur yang dibuat dan berlaku secara lokal. Biasanya prosedur khusus ini disebut sebagai prosedur lokal yang artinya, untuk lingkup tertentu dan menjadi tanggung jawab manajer di tempat tersebut. Prosedur ini juga bisa menjadi bagian dari prosedur umum yang hanya bisa berlaku di suatu tempat tertentu yang menentukan perimbangan pula.
Faktor-Faktor Yang Menghambat Pelaksanaan Perubahan Nama Pada Akta Anak.
Peristiwa penghambat di dalam perubahan nama pada akta di dorong oleh beberapa faktor, baik dari Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (faktor internal) dan ada faktor yang berasal dari masyarakat/ pemohon itu sendiri.
Setelah melakukan wawancara dengan pihak terkait yakni bapak ahcmad zaini S,Ip.
Kendala dan Hambatan yang dialami oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mataram.
kendala atau hambatan yang dihadapi dalam prosedur perubahan nama pada akta adalah kendala teknis dimana Salah satu kendala yang di alami petugas dukcapil adalah dalam masalah teknis, dimana petugas dalam menjalankan tugas untuk memproses catatan pinggir, karena prosesnya juga bergantung pada listrik dan jaringan internet. Pelayanan yang digunakan juga rata-rata menggunakan alat- alat elekronik.
a. Kendala teknis
Petugas dalam menjalankan tugas untuk memproses catatan pinggir terkendala oleh seringnya terjadi pemadaman listrik sehingga menyebabkan koneksi internet mati.
b. Kendala non teknis
Kurangnya kesadaran pemohon dalam melakukan permohonan menyebabkan kelalaian dalam mengurus dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh pihak dukcapil.
Adapun hambatan yang terjadi dalam perubahan nama pada akta anak di dukcapil kota Mataram ialah pada pemohon itu sendiri, hal ini di sebabkan masih kurangnya pengetahuan atau pemahaman masyarakat pada prosedur pelaksanaan perubahan nama pada akta anak, kemudian tidak ada nya papan informasi terkait prosedur perubahan nama sehingga menghambat dalam melakukan prosedur perubahan nama pada akta anak.
Selanjutnya hambatan ini juga hadir dari kurangnya partisipasi pegawai kantor dukcapil dalam membantu pemohon khususnya peohon yang kurang memahami atau belum mengetahui mengenai prosedur perubahan nama pada akta anak.
I. PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan prosedur-prosedur dalam pelaksanaan perubahan nama pada akta anak yaitu 1).
Pemohon memberikan berkas kepada loket pelayanan 2). Petugas menerima dan memverifikasi persyaratan, dan petugas akan mengembalikan berkas yang belum lengkap 3). Kemudian petugas loket menyerahkan berkas pemohon kepada petugas untuk diperoses lebih lanjut 4). Operator menginput data register akta perubahan nama melalui sistem komputer setelah memastikan data sudah di input dengan benar, kemudian operator melakukan pencetakan catatan pinggir akta perubahan nama 5). Kemudian operator mencetak catatan pinggir dan melanjutkan register dan kutipan akta catatan sipil kepada kepala bidang pencatatan sipil 5). Kepala bidang pencatatan sipil memverifikasi dan meneliti ulang apakah sudah sesuai kutipan akta catatan sipil dengan pemohon dan memberikan tanda tangan pada berkas yang sudah sesuai. 6). Kasi pencatatan meneliti Kembali kelengkapan berks pemohon, bila berkas dirasa lengpa maka akan diberikan tanda tangan pada berkas. 7). Operator melanjutkan catatan pinggir, kitipan akta perubahan nama, register dan berkas yang lainnya kepada petugas di bidang dukcapil untuk ditanda tangani oleh kepala bidang pencatatan sipil dan diteruskan kepada sekretaris dinas untuk di tanda tangani, kemudian petugas tata usaha melanjtkan catatan pinggir, kutipan akta perubahan nama dan register yang sudah di tanda tangani kepasa sekretaris dinas dan kepada kepala dinas. 8). Kepala dinas kemudian menandatangani catatan pinggir akta
perubahannama. 9). Kepala dinas memberikan register, berkas dan dokumen lainnya kepada petugas arsip dan melanjutkan kutipan akta perubahan nama tersebut kepada loket pengambilan. 10). Kemudian petugas memberikan catatan pinggir kutipan akta kelahiran dan berkas lainnya kepada pemohon. Kendala kendala yang dihadapi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ialah: 1).
saat pemadaman listrik. 2). jaringan internet. 3). pemohon yang masih lalai dalam mengurus dokumen yang dibutuhkan.
Saran
Permasalahan yang timbul dapat diperbaiki dengan cara petugas memberikan informasi sebelum masyrakat yang ingin melakukan pelayanan tidak mengambil nomor antrian terlebih dahulu agar tidak membuang-buang waktu dan memperhambat dan Perlunya dilakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat bagaimana prosedur perubahan nama khususnya perubahan nama anak, agar masyarakat bisa tau apa saja persyaratan-persyaratan yang harus di lengkapi terlebih dahulu.
DAFTAR PUSTAKA Buku
D.Y. Witanto,2012, Hukum Keluarga Hak dan Kedudukan Anak Luar Kawin:
Pasca keluarnya Putusan MK tentang uji materi UU perkawinan, Prestasi Pustaka,Jakarta,hlm. 77.
Moenir,2001,Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia,Jakarta,PT. Bumi Aksara.
Peraturan Perundang-Undangan
Indonesia, Undang–Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan, LN.2013/ No.232, TLN No.5475
Indonesia, Undang-Undang No. 4 Tahun 1961 Yang Mengatur Tentang Pergantian Nama, LN.1961/ No.15 , TLN NO.2154
Indonesia, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Peradilan Anak, LN.1997/ No.3, TLN NO.3668
Jurnal
Dwi Siti Hutami,2017, Tinjauan Hukum Terhadap Pelaksanaan Standar Oprasional Prosedur Penerbitan Akta Kelahiran, Universitas Hasanudin Makasar.
Elvirahardi,2019, Tinjauan Yuridis Terhadap Dampak Keterlambatan Akta Kelahiran, Universitas Sumatera Utara.
Muhammad fauzan aziz,2020, Analisis hukum perdata perubahan dan penambahan nama, Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara.
Website
http://www.kpai.go.id/artikel/pemenuhan-hak-anak-atas-akta-kelahiran- merupakan-bagian-darihak-sipil-yang-harus-dilindungi-konstitusi/, http://www.academia.edu/17537433/Hukum_perdata-pencatatan_sipil.