• Tidak ada hasil yang ditemukan

*Mematahkan Kutuk Keturunan oleh Ps. Andy Setiawan, 4 Juli 2021*

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "*Mematahkan Kutuk Keturunan oleh Ps. Andy Setiawan, 4 Juli 2021*"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

*Mematahkan Kutuk Keturunan oleh Ps. Andy Setiawan, 4 Juli 2021*

*PRINSIP*

Hidup di luar Tuhan sama dengan hidup dalam kutuk. Kutuk bekerja melalui dosa, kuasa jahat, serta pola pikir salah yang ditinggalkan iblis dalam hidup kita.

*APLIKASI*

Jalan keluar dari kutuk keturunan adalah:

1. Mengamini bahwa penebusan Kristus sudah mematahkan kutuk (1 Pet 1:18-19) 2. Bertumbuh dalam pengenalan akan Allah (Yoh 8:31-32)

3. Hidup dalam kebenaran (Yos 1:8-9)

*PERTANYAAN*

1. Apakah kita memiliki pengalaman dengan kutuk keturunan? Ceritakan bagaimana kita mengalaminya! Dalam hal apa? Bagaimana kita menyelesaikannya?

(Sharing dapat dimulai dari HOME Leader/Pemimpin Diskusi.

_Jika merasa tidak memiliki kutuk keturunan, diskusikanlah:_

Apakah ada kebiasaan-kebiasaan salah/cara berpikir yang salah yang turun temurun ada di dalam keluarga kita?

Sharingkanlah apa saja itu dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan personal kita dan keluarga sekarang?)

2. Pilihlah salah satu dosa maupun pola pikir salah yang ingin kita tinggalkan, lalu carilah apa yg firman Tuhan katakan tentang hal tersebut. Lalu, apa yang akan dilakukan untuk mengaplikasikan Firman Tuhan itu secara konkret?

Minggu depan sharingkanlah di Home.

(Contoh: takut mati. Carilah apa yang Firman Tuhan katakan tentang kematian orang percaya. Renungkanlah &

aplikasikanlah ayat-ayat tersebut.

Lalu minggu depan, sharingkanlah apa saja ayat yang kita renungkan & adakah perbedaan yang didapat setelah merenungkan serta mengaplikasikan ayat-ayat tersebut. Renungkanlah ayat-ayat tersebut tidak hanya dalam 1 minggu ini)

RK20210704 Andy S

“Mematahkan Kutuk Keturunan”

Apakah kutuk itu keturunan itu ada? Apakah orang Kristen masih bisa kena kutuk keturunan?

Apa sebabnya kutuk keturunan itu bisa ada dalam hidup seseorang? Apa solusi/ jalan keluarnya?

Dari generasi ke generasi orang mempelajari bahwa ada sesuatu yang diturunkan dari satu keturunan kepada keturunan berikutnya, sehingga ada nasihat bahwa kalau pilih jodoh, perhatikan bibit bebet bobotnya, lihat apa yang telah terjadi dengan keluarganya sebelum dia yaitu orang tua serta kakek-neneknya.

Bahkan ilmu psikologi modern yang juga diajarkan di sekolah-sekolah Alkitab juga mengatakan bahwa apa yang terjadi di dalam kehidupan orang tua kita ternyata berpengaruh besar terhadap hidup kita, yaitu dalam cara kita merespon terhadap kehidupan dan terhadap masa depan kita.

- Orang-orang yang dibesarkan di dalam keluarga yang mengalami perceraian, setelah diteliti, cenderung akan lebih memilih perceraian sebagai jalan keluar untuk menghadapi masalah di dalam keluarga.

- Orang-orang yang dibesarkan di dalam keluarga yang mengalami KDRT, perselingkuhan, kekerasan, dan penipuan juga cenderung akan melakukan hal yang sama walaupun mereka sudah pernah merasakan sakitnya mengalami KDRT dan merasakan sakitnya dikhianati. Mereka mungkin berjanji tidak akan melakukan hal yang sama tapi sejarah membuktikan bahwa hal tersebut akan cenderung diulang dan diulang lagi pada keturunan berikutnya.

(2)

- Orang semakin yakin dengan kutuk keturunan saat melihat ada kecelakaan beruntun di dalam sebuah keluarga, silsilah sakit yang turun temurun, sakit mati muda, dan sebagainya.

Ternyata tidak semua gereja memiliki pandangan yang sama tentang kutuk keturunan:

a. Gereja yang setuju bahwa kutuk keturunan itu ada biasanya memakai ayat-ayat ini sebagai dasar:

Keluaran 20:5

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku

Sejak awal kita belajar merenungkan dan melihat firman Tuhan, di dalam segala masalah yang terjadi ternyata ada janji Tuhan dan ada jalan keluar yang Tuhan berikan bagi kita. Ada gospel/ karya penebusan Kristus yang sudah dijanjikan dari sejak kitab Kejadian.

Perhatikan kata-kata ‘dari orang-orang yang membenci Aku’, jadi Tuhan sudah memberikan jalan keluarnya yaitu jangan membenci Tuhan. Ayo hidup di dalam Tuhan.

Keluaran 34:6b-7

6b"TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,

7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Mengapa ‘kutuk keturunan’ itu terjadi? Karena Tuhan tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Bukan tidak ada pengampunan tetapi keadilanNya tidak memungkinkan untuk Tuhan membebaskan kita begitu saja dari semua akibat dosa. Karena itulah Tuhan harus turun ke dunia untuk menebus dan menanggung dosa kita, supaya kita diampuni dari semua kesalahan kita. Tuhan menanggung bagi kita semua hukuman yang seharusnya kita tanggung sehingga apa yang disebut ‘kutuk’ ini dipatahkan lewat karya salib Kristus.

Tetapi gereja yang tidak setuju dengan kutuk keturunan berpendapat bahwa ayat-ayat tadi diperuntukkan bagi orang-orang yang hidup di luar Tuhan, menolak Tuhan, dan hidup tidak mau menerima pengampunan karya salib Kristus.

(3)

b. Gereja yang tidak setuju bahwa kutuk keturunan itu ada biasanya memakai ayat-ayat ini sebagai dasar: Ulangan 24:16

Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

Ayat-ayatnya sepertinya berbeda, ada pertentangan.

Tetapi mari kita mulai dari titik di mana semua gereja mempunyai suatu pandangan yang sama, yaitu di luar Tuhan, di luar Kristus, tidak ada kehidupan, tidak ada keselamatan. Saat manusia memilih hidup di luar Tuhan, memilih hidup membenci Tuhan, itulah yang dimaksud dengan hidup di dalam kutuk.

Bagaimana cara kerja kutuk (bagaimana kutuk bisa masuk)

? 1. Dosa

Dosa membuat manusia terpisah dari Allah. Saat kita memilih hidup di dalam dosa, saat kita memilih hidup terpisah dari Allah, saat kita memilih menolak Allah, maka kita sedang memposisikan diri berlawanan dengan Tuhan.

Akibatnya kita akan hidup di luar berkat Tuhan dan hidup di bawah kutuk.

Kalau begitu, apakah Tuhan jahat?

Di luar sedang hujan dan kita sudah dilarang keluar supaya tidak kehujanan. Tetapi kita tetap ngotot mau keluar dan akhirnya basah kehujanan. Dapatkah kita menyalahkan orang yang telah melarang kita atau mengatakan dia jahat karena kita kebasahan? Tentu tidak karena orang itu sebelumnya telah melarang kita, kita sendiri yang memilih untuk keluar.

Demikian pula Tuhan sudah berkata kehidupan hanya ada di dalam Dia, sedangkan di luar Dia tidak ada kehidupan.

Kalau kita memilih untuk tidak mau hidup di dalam Tuhan, lalu kita mati binasa, atau hidup di dalam kutuk, apakah itu menjadikan Tuhan jahat? Tidak, Tuhan sudah memberi tahu kita bahwa di luar Dia tidak ada kehidupan, bahkan untuk keturunan-keturunan kita berikutnya pun tidak ada kehidupan.

Satu-satunya harapan bagi kita adalah tinggal di dalam Tuhan dan hidup bersama Tuhan. Hidup di luar Tuhan membuat kita tidak memiliki perlindungan sehingga iblis dan kuasa jahat akan berkuasa di dalam hidup kita; sehingga kegagalan, kesialan, dan sakit penyakit bisa saja terus mengurung kehidupan kita.

Yohanes 10:10

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Iblis sudah berkata bahwa ia datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Sedangkan Tuhan berkata bahwa Dia datang supaya kita memiliki hidup dalam segala kelimpahan.

Kelimpahan bukan bicara soal kaya raya, atau tidak pernah ada masalah, atau tidak bisa sakit. Hidup dalam kelimpahan bicara bahwa kita hidup penuh di dalam rencana Allah, rencana Allah digenapi di dalam hidup kita, dan kita bisa menikmati janji Tuhan – bukan hanya di dalam hidup hari ini yang sementara, tetapi juga di kekekalan nanti.

(4)

Penebusan Kristus mematahkan kutuk

1 Petrus 1:18-19

18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Di luar Tuhan, kita hidup di dalam kutuk. Bagaimana caranya mematahkan kutuk itu?

Penebusan Kristus adalah satu-satunya jawaban, satu-satunya jalan keluar.

Apa pun kutuk yang pernah diturunkan, apa pun perjanjian dengan kuasa gelap yang pernah terjadi, penebusan Kristus mematahkan segala kutuk.

Sehingga saat kita mau hidup menerima kasih karuniaNya, mau menerima pengampunanNya, mau hidup di dalam Dia, maka Alkitab berkata “kamu sudah ditebus”. Sudah. Mari masukkan dalam pikiran kita: ‘Sudah’ – kita sudah ditebus dari cara hidup sia-sia yang kita warisi.

Kita ditebus bukan dengan cara yang murahan, kita ditebus dengan pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Yesus menanggung semua kutuk yang seharusnya kita tanggung, Yesus membayar semua semua kutuk yang seharusnya ada dalam hidup kita. Mengapa Dia harus berkorban? Supaya kita ditebus dari cara hidup sia-sia yang kita warisi.

1 Yohanes 1:9

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Kutuk apa pun juga diampuni dan disucikan dari seluruh kehidupan kita.

Kapan? Saat kita mau menerima karya salib Kristus dan kita mau datang untuk bertobat kepada Dia.

Menerima kasih karunia selalu diwarnai dengan pertobatan, dengan kata lain orang yang mengalami kasih karunia pasti bertobat. Jadi kalau seseorang tidak bertobat, dia belum mengalami kasih karunia.

Kasih karunia akan membuat kita mau mengaku dosa kita, maka pertobatan sejati muncul. Dan itu membuat penebusan Kristus mematahkan kutuk di dalam hidup kita.

Jadi tanda bahwa karya salib Kristus sudah kita alami adalah pertobatan terjadi dalam hidup kita.

Kalau dulu kita berdalih, “Ah biasa saja, namanya manusia, kita berdosa.”

Tetapi tiba-tiba kita mau mengaku dosa kita, ada hati yang hancur karena dosa. Itu tandanya kasih karunia bekerja di dalam hidup kita, itu tandanya penebusan Kristus sudah mematahkan kutuk di dalam hidup kita.

Iblis tidak bisa melawan Tuhan sama seperti gelap tidak bisa melawan terang. Setiap kali terang datang, gelap pasti pergi. Saat kamar kita gelap dan kita membuka jendela maka terang akan masuk dan gelap pasti pergi dari kamar kita. Begitu pun saat hidup kita terasa gelap, mari undang Terang itu, undang Tuhan datang ke dalam hidup kita, maka gelap akan menyingkir dari hidup kita, kutuk akan pergi. Iblis harus pergi ketika Tuhan datang ke dalam hidup kita.

Iblis juga tahu bahwa ia tidak bisa melawan Tuhan. Iblis tahu persis bahwa saat seseorang menerima Yesus, saat seseorang bertobat sungguh-sungguh, ia tidak bisa bertahan, ia harus pergi dari orang itu. Karena begitu Tuhan datang, kasih karunia Tuhan bekerja di dalam kita dan kita menjadi milik Allah dan iblis tidak berhak apa-apa lagi dalam hidup kita.

Tetapi iblis meninggalkan banyak cara lain.

(5)

Iblis suka meninggalkan paku dan goresan di dalam hidup kita:

a. Paku

Ada cerita di mana seseorang merasa kesal karena terpaksa menjual rumahnya. Oleh karena itu ia meminta kepada pemilik barunya agar paku yang ada di ujung pagar diperbolehkan untuk tidak dicabut dan tetap menjadi milik si pemilik lama. Karena dianggap tidak mengganggu, maka si pemilik baru mengizinkan.

Besoknya pemilik baru mencium bau tidak sedap, ternyata pemilik lama menggantung ikan busuk di paku tersebut. Saat si pemilik baru protes, pemilik lama berkata, “Paku ini ‘kan milik saya, saya mau gantung apa saja di paku milik saya, terserah saya dong.”

Pertobatan kita seringkali tidak bertumbuh. Menerima Yesus itu bagus, kita diampuni itu bagus, tetapi apakah masih ada paku di dalam hidup kita? Paku yang iblis sengaja tinggalkan saat ia tahu bahwa ia harus pergi.

Tanpa kita sadari iblis meninggalkan paku itu untuk terus mengingatkan kita akan dosa, untuk membuat kita tertuduh lagi, membuat kita tergoda lagi, dan juga untuk mengingatkan kita akan kutuk – sehingga walaupun kita sudah bebas dari kutuk tetapi kita merasa seakan-akan masih dipenuhi kutuk.

b. Goresan

Goresan yang iblis tinggalkan akan membekas sangat dalam di hati kita dan sulit untuk kita lupakan, misalnya lewat kejadian di dalam keluarga di mana kita trauma melihat orang tua berantem sampai pukul-pukulan, atau ketakutan-ketakutan yang kita alami, atau film horror yang kita tonton sehingga sejak kecil sampai sekarang tidak berani pergi sendiri ke WC.

- Orang-orang yang dibesarkan di dalam keluarga yang mengalami perceraian cenderung akan melihat perceraian sebagai jalan keluar saat menghadapi masalah dengan pasangan. Entah mengapa otomatis yang terpikirkan adalah cerai, padahal dahulu ia sakit sekali dengan perceraian orang tuanya. Tetapi saat membangun pernikahan dan ada masalah, kata-kata atau respon yang keluar: cerai sajalah.

- Dibesarkan di keluarga yang mengalami KDRT, saya tidak mau mengulangi apa yang Papa buat. Tetapi tanpa sadar saya ulangi. Saat memukul pasangan, saya heran, mengapa saya lakukan itu. Padahal dari kecil saya sudah berjanji untuk tidak akan pernah memukul pasangan saya.

- Perselingkuhan

- Cara bisnis yang tidak jujur, gaya hidup yang menipu, hidup yang terus bermasalah gara-gara tipu-menipu, itu juga terus diturunkan. Rudy Kurniawan (Sour Grapes, Netflix) ternyata paman-pamannya merupakan penipu besar yang pernah ada di Indonesia, salah satunya Eddy Tansil.

- Walaupun sudah anak Tuhan, kita masih membaca primbon dan ramalan bintang. Saat ramalan mengatakan hari itu berat, cara berpikir kita jadi negatif sehingga keputusan kita ikut negatif, akibatnya kehidupan kita hari itu jadi negatif.

2. Kuasa jahat

Kalau dosa sudah berkuasa di dalam hidup manusia, otomatis kuasa jahat akan mulai menguasai dan mempermainkan manusia.

(6)

3. Pola pikir

Dosa dan kuasa jahat diselesaikan lewat karya salib Kristus dan pertobatan. Tapi saat iblis pergi, ia meninggalkan pola pikir yang salah.

Dahulu ada seorang dukun yang bertobat dan menulis buku. Dia bersaksi bahwa waktu yang tepat untuk berdoa adalah pagi-pagi seperti Yesus yang berdoa pagi-pagi benar. Jangan berdoa di malam hari jam 11-12 karena ia melihat itu saat iblis beroperasi, iblis sedang banyak-banyaknya keluar.

Namun saat direnungkan kembali, jam 11 menurut waktu bagian mana? Lalu apakah kalau iblis sedang keluar maka Tuhan tidak berkuasa?

Lalu kita turunkan ke anak kita, “Kalau berdoa jangan jam 11 malam.” Dan anak kita yang dari kecil sudah sekolah minggu, sudah belajar bahwa Tuhanku Raja yang perkasa, siapa lawan Dia? Tidak ada – tetapi jangan doa jam 11 malam. Kesalahan yang dilakukan turun temurun, lama-lama keKristenannya akan kacau balau.

Saat pola pikir kita mulai terpengaruh, bandingkan dengan firman Tuhan, renungkan firman Tuhan lebih lagi.

Walaupun dia mantan dukun yang sudah menjadi pendeta, tetapi kesaksiannya tidak sesuai dengan Alkitab.

Bandingkan dengan Alkitab supaya pola pikir kita jangan terus dikuasai, supaya jangan iblis bisa meninggalkan goresan yang membuat kita tetap hidup di bawah kuasanya, tetap hidup dalam ketakutan – dengan kata lain tetap hidup di bawah kutuk.

Abraham adalah Bapa orang beriman. Tetapi menjadi Bapa orang beriman bukan berarti sudah sempurna.

- Sebagai Bapa orang beriman, Abraham beberapa kali berbohong bahkan sampai menyerahkan istrinya.

- Abraham menurunkan imannya kepada Ishak, anaknya, tetapi tanpa sadar ia juga menurunkan kehidupan yang penuh kebohongan kepada Ishak sehingga Ishak berbohong juga. Tidak hanya itu, Ishak juga dibohongi Yakub, anaknya.

- Yakub percaya kepada Allah tetapi Yakub pun hidup dalam kebohongan. Yakub sendiri dibohongi oleh 10 anaknya dan juga oleh mertuanya.

Menggunakan istilah kutuk, ini ‘kutuk bohong’. Makin lama makin parah.

Sudah punya iman? Sudah.

Masih dikuasi setan? Tidak. Tapi mengapa masih ada pola hidup yang salah turun temurun?

Bukan setan masih berkuasa di dalam hidup orang percaya; karena saat Tuhan hadir, setan pergi. Tetapi kalau kita tidak mau terus bertumbuh dan memperbaiki diri, tanpa sadar masih banyak kesalahan dan cara berpikir yang salah yang kita turunkan, dan itu yang orang katakan sebagai kutuk keturunan. Sebenarnya itu adalah pola pikir yang belum dipulihkan, yang berlangsung turun-temurun.

(7)

Yohanes 8:31-32

31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku

32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

‘Tetap dalam firman’ artinya memegang firman, tekun dalam firman, setia dengan firman, merenungkan firman.

Jalan keluarnya: grace diberikan. Tapi jangan berhenti hanya sampai situ, belajarlah untuk mengetahui kebenaran.

‘Mengetahui kebenaran’ menggunakan bahasa asli ginosko yang artinya:

- Mengenal sesuatu secara personal, intim, dan bukan dari kata orang tetapi lewat pengalaman (mengalami), berjalan bersama (personally, intimately, and experiantially know something).

- Mengerti dengan jelas dan yakin sampai kita bisa bersaksi (perceived, be resolved, can speak, be sure, understand).

Kamu akan mengenal kebenaran dengan benar, mengenal kebenaran secara intim dan personal, akan berjalan dalam kebenaran, dan memiliki pengalaman dengan kebenaran itu – maka kebenaran itu akan memerdekakanmu.

Apa pun masa lalu kita, apa pun yang iblis pernah katakan atau kerjakan dengan nenek moyang kita, kita akan benar- benar dimerdekakan lewat karya salib Kristus dan semua pengaruhnya juga akan dibersihkan dari hidup kita – saat kita mau berjalan di dalam pengenalan akan kebenaran.

Prakteknya: selalu cari apa yang benar menurut firman Tuhan.

- Kalau ada yang takut mati, cari apa yang firman Tuhan katakan tentang kematian.

- Saat membaca buku karangan Mukendi, saya berpikir, mengapa untuk saya berdoa harus ditentukan oleh

‘jam keluarnya iblis’. Saya mulai mencari apa yang benar menurut firman Tuhan terus mulai mengganti cara saya berpikir dan melihat, dengan kebenaran yang dari Tuhan.

Dalam hal belajar, firman Tuhan dan komunitas yang sehat sangat dibutuhkan. Cari komunitas yang mendukung kita untuk mengganti cara berpikir yang salah dengan cara berpikir yang benar menurut firman Tuhan.

Saat cara berpikir kita sudah sesuai dengan kebenaran Tuhan, maka keputusan dalam hidup kita akan lebih terjaga.

Bukan tidak bisa salah lagi, bukan tidak ada masalah; tetap bisa ada masalah tapi akan lebih terjaga. Dan saat keputusan-keputusan kita lebih terjaga, hidup kita juga akan menikmatinya.

Apa yang orang sebut sebagai ‘kutuk keturunan’ akan dipatahkan secara tuntas dalam hidup kita.

Jalan keluar dari ‘kutuk keturunan’

Di dalam Kristus sudah tidak ada kutuk keturunan

tapi apa jalan keluar untuk kita benar-benar menang dari semua pengaruh kutuk itu:

1. Penebusan Kristus

Karya salib Kristus betul-betul mematahkan semua kutuk. Yesus menanggung akibat dosa dan kutuk menggantikan kita.

2. Pengenalan akan Allah

Kalau kita kenal Allah secara intim / personal, kita tidak mudah ditipu oleh goresan yang membekas atau paku yang ditinggalkan iblis. Iblis selalu berusaha membuat kita goyah, takut, dan terintimidasi. Tapi kalau kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, kita akan terus dipulihkan.

Jangan berhenti mengenal Allah karena kita tidak akan pernah bisa mengenal Allah dengan lengkap. Abraham saja menurunkan kebohongan buat anak-anaknya. Jadi belajar terus, karena kalau kita sudah tidak mau belajar mengenal Allah lebih lagi, kesaksian yang salah pun mempengaruhi cara berpikir kita, sekalipun itu buku hamba Tuhan. Jadi kita semua harus mau terus mengenal akan Allah. Kabar baiknya mengenal akan Allah tidak bisa dibatasi oleh Covid. Walaupun tidak boleh keluar rumah tapi mengenal akan Allah tetap bisa kita alami di rumah, berkomunitas tetap bisa kita alami di rumah.

3. Hidup dalam kebenaran

Ayo hidupi kebenaranmu karena ginosko bicara tentang mengenal lewat pengalaman. Alamilah Tuhan.

(8)

Ini semua dimulai dengan grace (kasih karunia Allah), cinta Tuhan buat kita itu akan menimbulkan faith (iman, pengenalan akan Allah yang benar), dan itu akan selalu melahirkan repentance (pertobatan). Kalau Abraham terus mengenal Allah, ia mungkin akan bertobat dari kebohongannya.

Pertobatan akan membuat kita menikmati lagi kasih karunia, akan membuat kita semakin bertumbuh lagi dalam iman, dan hidup kita semakin mengalami pertobatan. Kita terus hidup dalam pertobatan bukan karena takut dihukum, tetapi karena semakin hari semakin mengenal Allah, semakin mengagumi kasihNya, dan kita menikmati untuk berubah di dalam rencana Allah.

Yosua 1:8-9

8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati- hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

Tuhan berpesan kepada Yosua untuk memperkatakan, merenungkan, dan bertindak. Merenungkan bukan asal baca Alkitab kejar setoran, tapi renungkan siang dan malam, dan terus experience/ bertindak sesuai dengan firman, alami kebenaran firman itu, maka dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan dipenuhi keberuntungan yang dari Tuhan. Tidak ada lagi pengaruh iblis atau bekas goresan iblis yang bisa mengganggu kita.

Perintah ‘Kuatkan dan teguhkan hatimu’ sampai diulang, karena Yosua sebagai pahlawan Tuhan pun kadang-kadang merasa lemah dan gentar hatinya. Dan sama seperti kita, Tuhan mengingatkan lagi supaya kita menguatkan dan meneguhkan hati kita, dan jangan kecut dan tawar hati sebab Tuhan Allah menyertai kita ke mana pun kita pergi – apa pun yang terjadi di dalam hidup kita, apa pun yang kita alami.

Kalau Tuhan bersama kita, apakah iblis bisa mendekat? Tidak bisa.

Kiranya kita dibebaskan dari semua pikiran-pikiran yang salah tentang kutuk keturunan.

Percayalah kita sudah bukan lagi orang terkutuk. Kita sudah diampuni, ditebus, dan dibenarkan; kita adalah anak- anak Allah yang disayangi Tuhan dan disertai Tuhan; dan kemana pun kita pergi, Tuhan memberkati.

Di luar Tuhan, kutuk itu nyata, di luar Tuhan tidak ada perlindungan, di luar Tuhan tidak ada berkat dari pada Allah – kuasa salib Kristus adalah satu-satunya harapan yang bisa kita andalkan, tanpa itu kita tidak bisa keluar dari kutuk.

Mari masuk dalam pertobatan. Kalau ada di antara kita yang belum bertobat di dalam Tuhan, ayo bertobatlah.

Kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa Tuhan, kita akan jadi bulan-bulanan iblis dan kuasa jahat. Hanya di dalam kasih Tuhan saja ada jalan keluar.

(9)

DOA

Tuhan terima kasih atas berkatMu dan firmanMu.

Kiranya Roh Kudus boleh terus membuat kebenaran firmanMu berbicara lebih lagi di dalam setiap kami, meneguhkan hati setiap kami, membawa kami datang kembali kepada Tuhan.

Dan kami boleh mengalami kebenaran itu secara pribadi, secara intim, dan secara personal.

Ampuni dosa kami kalau ada di antara kami yang masih belum hidup di dalam Tuhan, kami mau datang kepada Tuhan.

Kami orang berdosa dan kami sadar kami tidak bisa hidup tanpa Tuhan,

kami tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan, kami membutuhkan Tuhan di dalam hidup kami.

Tuhan terima kasih untuk kutuk yang dipatahkan di atas kayu salib, terima kasih untuk kebebasan dari kutuk dan pengampunan dari kutuk,

Engkau menggantikan kami di atas kayu salib sehingga semua kutuk dibereskan.

Kami bersyukur untuk itu.

Kami mau berkata: Engkaulah Tuhan kami, Engkaulah satu-satunya yang kami andalkan.

Kami mau belajar untuk mengenalMu lebih lagi, mengenalMu lebih lagi, mengenalMu lebih lagi, dan kami mau hidup di dalam kebenaran Tuhan.

Amin -oOo-

SONG LIST

1 Hadirat-Mu (JPCC Worship) 2 Ajaib Kau Tuhan (JPCC Worship) 3 BejanaMu (JPCC Worship)

4 Yesus Yang Kuandalkan (Unlimited Worship)

Referensi

Dokumen terkait

Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi yang atau bekerja baik

Berdasarkan uraian di atas, kajian ini masih memiliki peluang yang terbuka lebar mengingat tingginya keanekaragaman hayati laut yang dimiliki Taman Nasional Kepulauan

– Jika memang Sudah di Ganti Keyboard Baru tapi tetap tidak terdeteksi Juga Coba Ganti dengan Keyboard USB dan apabila tidak terdeteksi Juga berarti ada yang salah Pada

Perjanjian kredit merupakan perjanjian konsensuil antara debitur dengan kreditur (dalam hal ini Bank) yang melahirkan hubungan hutang piutang, dimana debitur berkewajiban

Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Pencapaian Target Pembangunan Millenium (MDGs) Provinsi Gorontalo tahun 2011-2015 merupakan salah satu bentuk dukungan riil

Berdasarkan kondisi dan permasalahan tersebut, maka tantangan pembangunan Iptek dalam tahun 2006 adalah: (1) merumuskan sinergisme kebijakan pembangunan iptek dengan sisi demand

Oleh karena itu diisi dengan tugas kelompok membuat program untuk mencetak kalender pada tahun

Namun tidak bagi penyu blimbing, tenggorokan mereka bisa beradaptasi untuk menelan ubur-ubur yang menyengat dan licin, dengan melonjak mundur membuatnya bisa