• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI INFORMASI PROVINSIJAWA BARAT. PUTUSAN Nomor: 1068/PTSN-MK.MA/KI-JBR/VI/ IDENTITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOMISI INFORMASI PROVINSIJAWA BARAT. PUTUSAN Nomor: 1068/PTSN-MK.MA/KI-JBR/VI/ IDENTITAS"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

SAU NAN

KOMISI INFORMASI PROVINSIJAWA BARAT

PUTUSAN

Nomor: 1068/PTSN-MK.MA/KI-JBR/VI/2020

1. IDENTITAS

[1.1] Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat yang memeriksa,memutuskan, dan menjatuhkan putusan dalam sengketa informasi Publik Nomor Registrasi:

1833/K-E2/PSI/KI-JBR/I/2020 yang diajukan oleh:

Nama Alam at

Maskuri

Kampung Pilar RT.001 RW.001 Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi

yang dalam persidangan Ajudikasi non Litigasi Komisi lnformasi Provinsi Jawa Barat, Maskuri melalui surat kuasa khusus nomor: 002/SKK-ADV- PMU/M.2019.08.100/1/2020 memberikan kuasa khusus kepada para advokat, pengacara publik, dan/atau asisten pengacara publik pada kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, yang kemudian memberikan kuasa subtitusi kepada:

Nama

Alam at

1. Lasma Natalia H.P, S.H.

2. Rangga Rizky P., S.H, M.H., dan 3. Heri Pramono, S.H.

Kantor LBH Bandung, Jalan Bekalivron No. 15 Cikutra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung

selanjutnya disebut sebagai Pemohon Terhadap

Nama Ala mat

Pengadilan Negeri Bekasi

Jalan Pramuka No. 81 Margajaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi

selanjutnya disebut sebagai Termohon [1.2] Telah membaca surat permohonan Pemohon;

Telah mendengar permohonan Pemohon;

Telah mendengar keterangan Pemohon dan Termohon;

Telah memeriksa bukti-bukti dari Pemohon dan Termohon.

Sekretariat: Jalan Turangga No. 25 Bandung -40263 I Telp/Fax. (022) 73511656 Kontak Pelayanan Sengketa via email: [email protected]

(2)

2. DUD UK PERKARA

A. Pendahuluan

[2.1] Menimbang bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian Sengketa lnformasi Publik yang diterima dan terdaftar di Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat pada tanggal 20 Januari 2020 dengan Registrasi Sengketa nomor 1833/K-E2/PSI/KI-JBR/I/2020.

Kronologi

[2.2] Pada tanggal 23 September 2019 Pemohon mengajukan Surat Permintaan Informasf Publik kepada Panitera Pengadilan Negeri Bekasi dengan nomor surat 537 /SK-ADV-PMU/M.2019.08.100/VIIl/2019 tertanggal 20 Agustus 2019 berupa:

Seluruh surat-surat yang dibuat oleh pihak Pemohon Eksekusi maupun Pengadilan N egeri Bekasi dalam rangka eksekusi Putusan N om or 234/Pdt.G/2011/PN Bks.

[2.3] Pada tanggal 6 November 2019 Pemohon mengajukan Surat Keberatan Kepada Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Perihal: Keberatan atas Tidak Diberikannya Permohonan lnformasi Publik Seluruh surat-surat dalam Rangka Eksekusi Putusan Nomor 234/PdtG/2011/PN Bks tertanggal 5 November 2019.

[2.4] Pada tanggal 6 Januari 2020 Pemohon mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa lnformasi kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat secara datang langsung.

[2.5] Pada tanggal 8 Januari 2020 Komisi lnformasi Provinsi Jawa Barat mengirimkan surat ketidaklengkapan dokumen dengan nomor: TL 891/SKTL/PSI/1/2020 tertanggal 8 Januari 2020.

[2.6] Pada tanggal 16 dan 17 Januari 2020 Pemohon menyampaikan balasan ketidaklengkapan dokumen kepada Komisi lnformasi Provinsi Jawa Barat dengan melampirkan surat dan tanda terima permohonan informasi publik dan surat keberatan.

[2.7]. Pada tanggal 20 Januari 2020 Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat mencatat dan meregister Permohonan Penyelesaian Sengketa lnformasi dengan Nomor Register: 1833/K-E2/PSI/KI-JBR/I/2020 dengan Nomor Akta: 1398/REG- PSl/l/2020.

[2.8] Pada tanggal 6 Februari 2020 dilaksanakan sidang Komisi Inforrriasi Provinsi Jawa Barat dengan agenda Pemeriksaan Awal di Kantor Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat yang dihadiri oleh Pemohon.

[2.9] Pada tanggal 27 Februari 2020 dilaksanakan sidang Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat dengan agenda Pemeriksaan Awal kedua di Kantor Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat yang dihadiri oleh Pemohon dan Termohon.

[2.10]

[2.10] Pada tanggal 10 Maret 2020 dilaksanakan sidang Komisi lnfor Jawa Barat dengan agenda Ajudikasi Pembuktian di Kantor Ko Provinsi Jawa Barat yang dihadiri oleh Pemohon.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 2 dari 21

(3)

[2.11] Pada tanggal 16 Juni 2020 dilaksanakan sidang Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat dengan agenda Ajudikasi Pembuktian 2 di Kantor Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat yang tanpa dihadiri oleh para pihak.

Alasan Permohonan Penyelesaian Sengketa lnformasi Publik [2.12] Atasan PPID tidak Menangapi Keberatan Pemohon.

Petitum

[2.13] Meminta kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat untuk:

1. Menyelesaikan sengketa informasi publik;

2. Memutuskan bahwa informasi yang dimohon oleh Pemohon adalah informasi yang terbuka dan memerintahkan kepada Termohon untuk memenuhi permintaan informasi dari pihak Pemohon.

B. Alat bukti

Keterangan Pemohon

[2.14] Menimbang bahwa di persidangan pada tanggal 6 Februari 2020 Pemohon memberikan keterangan sebagai berikut:

1. Pemohon menyatakan bahwa Kronologis Sengketa Informasi sudah sesuai.

2. Bahwa Pemohon adalah mewakili warga Kampung Pilar yang terdampak akan dieksekusi sesuai Putusan Nomor 234/PdtG/2011/PN Bks yang sangat berkepentingan pada permohonan informasi yang dimohon.

[2.15] Menimbang bahwa di Mediasi pada tanggal 3 Maret 2020 Pemohon menarik diri dari proses Mediasi sehingga proses penyelesaian sengketa informasi dilanjutkan pada persidangan.

[2.16] Menimbang bahwa di persidangan pada tanggal 10 Maret 2020 Pemohon memberikan keterangan sebagai berikut:

1. Pemohon memohon informasi terkait eksekusi tanah Kampung Pilar yang dijadikan jaminan, adapun rincian informasi yang dimohonkan adalah sebagai berikut:

• Salinan putusan Nomor 234/Pdt.G/2011/PN Bks beserta upaya hukum;

• Permohonan eksekusi sukarela dari Cipto Sulistio ke Eddy Chandra

• Jawaban Cipto Sulistio ke Eddy Chandra

• Permohonan eksekusi dari Cipto Sulistio ke Ketua Pengadilan N egeri Bekasi;

• Surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra;

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 3 dari 21

(4)

• Semua surat-surat internal Pengadilan lainnya terkait rencana eksekusi Kampung Pilar.

2. Pemohon menyatakan bahwa informasi tersebut adalah informasi yang berdampak pada Pemohon terkait eksekusi tanah Kampung Pilar dimana Pemohon tinggal sehingga Pemohon ingin mengetahui proses eksekusi tersebut.

3. Pemohon menyatakan sebelumnya tidak mengetahui adanya informasi terkait proses eksekusi sebelum adanya penetapan ekseskusi tersebut.

[2.17] Menimbang keterangan tertulis Pemohon melalui surat pada tanggal 15 Mei 2020 yang pada pokoknya dinyatakan antara lain, bahwa:

1. Pemohon adalah Warga Negara Republik Indonesia yang hingga saat ini menguasai tanah dan bangunan di wilayah Kampung Pilar RT.01/02 RW.01 Kelurahan Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi sejak tahun 1971 secara turun temurun hingga lebih dari 20 tahun dan tidak pernah ada keberatan atau gangguan dari pihak lain;

2. Pemohon telah diberikan kuasa oleh 105 Kepala Keluarga warga Kampung Pilar RT.001 dan RT.002 RW.001 Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi berdasarkan surat kuasa tertanggal 30 Agustus 2019 untuk mewakili atau bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa dalam segala bentuk laporan-laporan kepada pihak ketiga terkait yang bisa membantu warga Kampung Pilar;

3. Tanah yang ditempati warga Kampung Pilar awalnya berstatus sebagai tanah adat yang dikelola oleh Said Abdullah bin Sais Muhammad berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bekasi;

4. Bahwa Said Abdullah bin Said Muhammad memiliki hutang kepada Amin Ko karena tidak mampu membayar tanah adat atas nama Said Abdulllah bin Said Muhammad dan Sarifah Paridah diberikan kepada Amin Ko dengan proses jual beli. Kemudian Amin Ko memberikan m.andat kepada Tan Ya In untuk mengurus tanah adat terse but;

5. Bahwa Tan Yan In kemudian memberikan tanah untuk digarap kepada 4 orang, yaitu Neang, Mase, Inin, dan Daris atas seizin Amin Ko setelah mendapatkan izin keempat warga penggarap memanfaatkan tanah sampai tahun 1965;

6. Bahwa pada tahun 1965 Amin Ko pergi meninggalkan lahan tanpa kabar dan tidak diketahui keberadaannya karena diduga terlibat dalam G30S PKI dan para penggarap tidak lagi menggarap tanahnya lagi karena takut dianggap komplotan PKI;

7. Bahwa pada tahun 1971 Neang, Mase, Inin, dan Daris yang sebelumnya pernah menggarap serta tambahan penduduk lain yang ingin menggarap mencoba memanfaatkan lahan tersebut dengan izin pemerintah setempat dan kewajiban membayar kekitir (kas desa);

8.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/K/-JBR/Vl/2020 Halaman 4 dari 21

(5)

9. Bahwa warga menempati tanah tersebut karena memang lahan tersebut telah ditinggalkan dan ditelantarkan aleh Amin Ko sebagai pemilik tanah adat dan Tan Yan In sebagai mandar sejak peristiwa 1965;

10. Bahwa pada tanggal 17 Agustus 1996 telah terjadi penandatanganan akta jual beli antara Tan Yan In alis Jenny Adjie dengan Eµdy Chandra dihadapan Camat Cikarang bernama Drs. H. TB Azis Syafrudin yang disaksikan aleh A. Firdaus selaku Kepala Desa Cikarang Kata dan Sekdes Raalih Cikarang Kata;

11. Bahwa BPN Jabar pada tanggal 06 Oktober 1997 mengeluarkan surat

Keputusan namar: 5429/HM/KWBPN/1997 dan

5937 /HM/KWBPN/1997 tentang pengakuan Hak Milik Bekas Hak Adat atas nama Ny. Tan Jan In alias Jenny Adjie Kabupaten Bekasi yang ditandatangani aleh Kepala Bidang Pengukuran dan Pendaftaran Tanah bernama Drs. Andy Sukarta;

12. Bahwa pada tahun 1997 warga Kampung Pilar mendaftarkan kepemilikan tanah garapan kepada pemerintahan terkait berdasarkan kebijakan PRO NA AJUDIKASI;

13. Bahwa pada tahun 1998 warga mengajukan ajudikasi ke BPN Kabupaten Bekasi yang telah diproses dengan mengisi tanda terima bukti pemilikan tanah, namun Lurah menalak permohonan ajudikasi warga tanpa alasan yang jelas;

14. Bahwa BPN Kabupaten Bekasi pada tanggal 01 dan 05 Mei 1998 menandatangani Sertifikat Hak Milik atas nama Eddy Chandra dengan dasar surat pengakuan nomar:37176/1996 dan SK Kanwil BPN Jabar tentang pengakuan Hak yang dikeluarkan pada tanggap 06 Oktober 1997 dan 24Oktober1997;

15. Bahwa Sertifikat Hak Milik tersebut terdiri dari SHM No. 1437 /C.1358 dengan luas 9.890 meter persegi dan SHM No.1438/C.1351 dengan luas 7.190 meter persegi yang ditandatangani aleh Kepala Saksi Pengukuran BPN Ka bu paten Bekasi yang bernama Heru Susanto;

16. Bahwa pada tanggal 2 Desember 2004 Eddy Chandra mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap 9 warga Kampung Pilar, dan diputuskan dalam Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 31 Mei 2005 namor: 348/Pdt.G/2004/PN.Bks yang pada pokaknya tidak menerima gugatan Penggugat;

17. Bahwa terhadap putusan tersebut, diajukan upaya banding baik oleh Penggugat maupun aleh Tergugat di Pengadilan Tinggi Bandung, dan diputuskan pada putusan namor: 327 /PDT/2005/PT.BDG. yang pada pakaknya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bekasi;

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBRNl/2020 Halaman 5 dari 21

(6)

19. Bahwa pada tanggal 8 Juni 2011 Cipto Sulistio mengajukan gugatan Wanprestasi kepada Eddy Chandra dengan objek sengketa berupa Sertifikat Hak Milik No.1437 /Cikarang Kota dan Sertifikat Hak Milik No.1438/Cikarang Kota, dalam Putusan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 18 Agustus 2011 dengan nomor: 234/Pdt.G/2011/PN.Bks yang pada pokoknya mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;

. .

20. Bahwa adanya putusan nomor: 234/Pdt.G/2011/PN.Bks Cipto Sulistio mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan N egeri Bekasi terhadap tanah yang selarna ini ditempati warga;

21. Bahwa pada tanggal 14 Agustus 2019, warga Kampung Pilar mendapatkan isu lahan yang ditempati warga selama lebih dari 20 tahun sejak 1971 akan dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Bekasi;

22. Bahwa akibat dari putusan 234/Pdt.G/2011/PN.Bks tersebut warga menjadi pihak yang dirugikan karena tanah serta bangunan yang ada di atasnya yang selama ini ditempati warga kurang lebih 20 tahun sejak tahun 1971 dimohonkan untuk dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Bekasi;

23. Bahwa akibat dari putusan 234/Pdt.G/2011/PN.Bks tersebut dan penetapan eksekusi yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Bekasi, Pemohon yang telah diberi kuasa oleh 105 Kepala Keluarga warga Kampung Pilar RT.001 dan RT.002 RW.001 Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi berdasarkan surat kuasa tertanggal 30 Agustus 2019 rnempunyai kepentingan untuk melakukan perlawanan terhadap penetapan eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan N egeri Bekasi;

24. Perlawanan tereksekusi terhadap sita eksekusi barang bergerak dan barang yang tidak bergerak, diatur dalam pasal 207 HIR atau pasal 225 Rbg. Perlawanan ini oada asasnya tidak menangguhkan eksekusi (Pasal 207 ayat (3) HIR atau pasal 227 RBg), namun eksekusi harus ditangguhkan, apabila segera nampak, bahwa perlawanan tersebut benar dan beralasan, paling tidak sampai dijatuhkan putusan oleh Pengadilan N egeri

Surat-Surat Pemohon

[2.18] Menimbang bahwa Pemohon rnengajukan bukti surat/tertulis sebagai berikut:

Bukti P-1

Bukti P- 2

Bukti P-3

Bukti P-4

Salinan Kartu Tanda Penduduk dengan nomor induk kependudukan 3216092608770005 atas nama Maskuri.

Salinan Surat Kuasa Forum Warga Pilar Tertindas (FORWAPTI) kepada Maskuri tertanggal 30 Agustus 2019.

Surat Kuasa Khusus nornor: 002/SKK-ADV- PMU /M.2019.08.100 /l/2020 atas nama Maskuri memberikan kuasa khusus kepada para advokat, pengacara publik, dan/atau asisten pengacara publik pada kantor Lembaga Bantuan Hukum

(LBH) Jakarta tertanggal 2 Januari 2019.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 6 dari 21

(7)

Bukti P- 5 Salinan Surat Permohonan Informasi Publik nomor: 537 /SK- ADV-PMU/M.2019.08.100/VIII/2019 tertanggal 20 Agustus 2019.

Bukti P-6 Salinan Tanda Terima Surat Permohonan lnformasi Publik nomor: 537 /SK-ADV-PMU/M.2019.08.100/VIIl/2019 tertanggal 20 Agustus 2019.

Bukti P- 7 Salinan Surat Keberatan atas tidak diberikannya permohonan

informasi publik nomor: 716/SK-ADV-

PMU/M.2019.08.100/XI/2019 tertanggal 5 November 2019.

Bukti P- 8 Salinan Tanda Terima Surat Keberatan nomor: 716/SK-ADV- PMU/M.2019.08.100/Xl/2019 tertanggal 5 November 2019.

Bukti P- 9 Salinan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah atas nama Rosanih (Mertua Pemohon) yang dibuat di Cikarang tertanggal 27 Juni 2019.

Bukti P-10 Salinan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 31 Mei 2005 nomor: 348/Pdt.G/2004/PN.Bks.

Bukti P- 11 Salinan Putusan Pengadilan Tinggi Bandung nomor:

327 /PDT/2005/PT.BDG.

Bukti P-12 Salinan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 30 Januari 2007 nomor: 221/Pdt.G/2006/PN.Bks.

Bukti P-13 Salinan Putusan Pengadilan Tinggi Bandung nomor:

166/Pdt/2007 /PT.Bdg.

Bukti P-14 Salinan Putusan Pengadilan Mahkamah Agung 11omor: 1570 K/Pdt/2007.

Bukti P-15 Salinan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 18 Agustus 2011 dengan nomor: 234/Pdt.G/2011/PN.Bks.

Bukti P-16 Salinan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Bukti P-17 Salinan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 ten tang Keterbukaan Informasi Publik.

Bukti P-18 Salinan Peraturan Komisi lnformasi N om or 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan lnformasi Publik.

Bukti P-19 Salinan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agararia.

Bukti P-20 Salinan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Bukti P-21 Salinan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 144/KMA/SK/l/2011 ten tang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan.

[2.19] Bahwa berdasarkan dalil-dalil yang diuraikan diatas dan bukti terlampir, Pemohon memohon kepada Majelis Komisioner agar memberikan putusan:

1. Primer

a. Dinyatakan bahwa informasi yang dimohonkan merupa yang terbuka.

b. Memerintahkan Badan Publik untuk memberikan i~l~l~~~V

dimohonkan.

Putusan 1068/PTSN-MK. MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 7 dari 21

(8)

2. Subsider

Memberikan putusan lain yang seadil-adilnya menurut rasa keadilan dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Keterangan Termohon

[2.20] Menimbang keterangan Termohon pada sidang tanggal 27 Februari 2020 sebagai berikut:

1. Termohon menyatakan bahwa Kronologis Sengketa Informasi sudah sesuai.

2. Bahwa Termohon menguasai informasi yang dimohonkan Pemohon selama informasi tersebut adalah produk dari Termohon.

[2.21] Menimbang keterangan tertulis Termohon melalui surat pada tanggal 23 Juni 2020 yang pada pokoknya dinyatakan antara lain, bahwa:

1. Bahwa sehubungan dengan surat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta nomor: 537 /SK-ADV-PMU/M.2019.08.100/VIII/2019 tertanggal

20 Agustus 2019 dan nomor 716/SK-ADV-

PMU/M.2019.08.100/XI/2019 tertanggal 5 November 2019, perihal seperti tersebut dalam pokok surat, tidak dapat kami penuhi karena tidak disertakan dengan Surat Kuasa dari pihak warga Kampung Pilar;

2. Bahwa terhadap permohonan informasi yang berkaitan surat-surat yang bukan produk Pengadilan, bahwa pihak Pengadilan/Termohon telah memberikan kesempatan kepada Pemohon untuk melihat dan membaca berkas secara langsung, akan tetapi pihak Pemohon tidak mau menggunakan kesempatan tersebut;

3. Bahwa berdasarkan permohonan saudara Maskuri nomor:

31.FOWAPTI.10.X.2019 tanggal 10 Oktober 2019, perihal seperti tersebut pada pokok surat, telah diberikan fotocopy putusan perkara nomor: 348/Pdt.G/2004/PN.Bks, nomor: 221/Pdt.G/2006/PN.Bks, nomor:327 /Pdt/2005/PT.Bdg, nomor: 166/Pdt/2007 /PT.Bdg, dan nomor:1570 K/Pdt/2007, sudah dipenuhi sesuai dengan tanda terima dari yang bersangkutan;

4. Bahwa berdasarkan surat panggilan sidang dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat No. 017/T/PA2/PSl/Kl-JBR/Il/2020 tanggal 21 Februari 2020, Pengadilan Negeri Bekasi telah menugaskan sdr. Cik Akip, S.H., M.H. dan sdr. Haryanto, S.Kom., S.H. berdasarkan surat tugas No. Wll.US/KP.11.10/1321/IIl/2020 untuk menghadiri panggilan sidang yang telah diagendakan pada tanggal 27 Februari 2020 terse but.

5. Bahwa setelah Pemohon menghadiri persidangan pada tanggal 27 Februari 2020, pada kesempatan tersebut Majelis menyampaikan kepada Termohon bahwa acara sidang berikutnya adalah Mediasi dan akan dilakukan panggilan kepada Termohon akan tetapi pada sampai saat ini Termohon tidak pernah mendapat panggilan untuk Mediasi.

6.

7.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 8 dari 21

(9)

Surat-Surat Termohon

[2.22] Menimbang bahwa Termohon mengajukan bukti surat/tertulis sebagai berikut:

Bukti T-1 Surat kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat nomor:

W.11.US/929/HT.04.10/2/2020 perihal: Panggilan Terlambat tertanggal 3 Februari 2020.

Bukti T-2 Salinan Surat Tugas nomor: W.11.US/KP.11.10/1321/II/2020 dari Pih. Ketua Pengadilan Negeri Bekasi yang menugaskan kepada atas nama Cik A.kip, S.H.,M.H dan Haryanto, S.Kom., S.H. untuk melaksanakan koordinasi terkait sidang sengketa informasi publik pada tanggal 27 Februari 2020.

Bukti T-3 Salinan Kartu Tanda Penduduk dengan nomor induk kependudukan 3175030507670004 atas nama Cik A.kip, S.H.

Bukti T-4 Salin an Kartu Tanda Penduduk dengan nomor induk kependudukan 3275021105810026 atas nama Haryanto.

Bukti T-5 Surat kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat nomor:

W.11.U5/929/HT.04.10/2/2020 perihal: Konfirmasi tertanggal 3 Maret 2020.

Bukti T-6 Surat kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat nomor:

W11-U5/3247 /HT.04/VI/2020 perihal: Penggilan tertanggal 16 Juni 2020.

Bukti T-7 Salinan Surat Kuasa atas nama Erwin Djong, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Negeri Bekasi yang membel'.ikan kuasa kepada Sahat U.M Hutagalung, S.H.,M.H. selaku Panitera Pengadilan Negeri Bekasi tertanggal 19 }uni 2020.

Bukti T- 8 Salinan Surat nomor: W-11.U5./3309/HT.04.10/VI/2020 perihal: Kesimpulan Tertulis tertanggal 23 }uni 2020.

Bukti T-9 Salinan Tanda Terima fotocopy putusan perkara nomor:

348 /Pdt. G /2 004 /PN .Bks, nomor: 221/Pdt.G/2006/PN.Bks,

nomor: 327 /Pdt/2005/PT.Bdg, nomor:

166/Pdt/2007 /PT.Bdg, dan nomor: 1570 K/Pdt/2007 tertanggal 18 Oktober 2019.

3. KESIMPULAN PARA PIHAK Kesimpulan Pemohon

[3.1] Menimbang bahwa Pemohon meminta kepada Termohon memberikan informasi yang dimohonkan yang akan digunakan Pemohon sebagai bahan kajian hukum dan bahan perlawanan eksekusi oleh Pemohon terhadap pihak- pihak yang mengaku memiliki hak atas tanah berdasarkan putusan 234/Pdt.G/2011/PN.Bks.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 9 dari 21

(10)

4. PERTIMBANGAN HUKUM

[4.1) Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan sesungguhnya mengenai permohonan penyelesaian sengketa informasi publik sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 5, Pasal 35 ayat (1) huruf d, pasal 37 ayat (2) Undang- undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) juncto Pasal 5 dan pasal 6 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik (PerKI tentang PP SIP).

[4.2) Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok permohonan, berdasarkan Pasal 36 ayat (1) PerKI tentang PPSIP Majelis Komisioner akan mempertimbangkan terlebih dahulu dinyatakan hal-hal sebagai berikut:

1. Kewenangan Komisi lnformasi Provinsi Jawa Barat untuk memeriksa, memutus dan menjatuhkan putusan permohonan a quo;

2. Kedudukan hukum (legal standing) Pemohon untuk mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik.

3. Kedudukan hukum (legal standing) Termohon sebagai badan publik dalam sengketa informasi publik.

4. Batas waktu pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik.

Terhadap keempat hal tersebut di atas, Majelis Komisioner mempertimbangkan dan memberikan pendapat sebagai berikut:

A. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat

[ 4.3) Menimbang bahwa Komisi Informasi mempunyai dua kewenangan, yaitu kewenangan absolut dan kewenangan relatif. Oleh karena itu Majelis Komisioner akan mempertimbangkan dua kewenangan tersebut dalam perkara a quo.

Kewenangan absolut

[4.4) Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dinyatakan bahwa:

Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau Ajudikasi non Litigasi.

[4.5) Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan lnformasi Publik dinyatakan bahwa:

Sengketa lnformasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi berdasarkan perundang-undangan.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/K/-JBR/Vl/2020 Halaman 10 dari 21

(11)

Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 3 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik dinyatakan bahwa:

Sengketa Informasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara Badan Publik dengan Pemohon Informasi Publik dan/atau Pengguna Informasi Publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan/atau menggunakan Informasi Publik berdasarkan peraturan perundang-undangan.

[4.6] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dinyatakan bahwa:

Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 36 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dinyatakan bahwa:

(1) Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1).

(2) Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.

Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 37 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dinyatakan bahwa:

Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).

[4.7] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik dinyatakan bahwa:

[4.8]

Penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila:

a. Pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau

b. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 11 dari 21

(12)

[4.9] Menimbang bahwa berdasarkan fakta permohonan dan fakta persidangan sebagaimana diuraikan pada Paragraf [ 4.8] huruf a, Majelis Komisioner berpendapat bahwa sebagaimana diuraikan di bagian kronologis pada Paragraf [2.2] sampai dengan Paragraf [2.9] sengketa a quo telah melalui tahapan prosedur yang benar menurut UU KIP dan PerKI tentang PPSIP, yaitu melalui tahapan permohonan informasi, pengajuan keberatan, dan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik ke Komisi Informasi Provinsi Jawa Ba rat.

[4.10] Menimbang berdasarkan uraian Paragraf [4.8] dan Paragraf [4.9] tersebut, Majelis Komisioner berpendapat Komisi lnformasi mempunyai kewenangan absolut untuk menerima, memeriksa, dan memutus perkara a quo.

Kewenangan RelatifKomisi Informasi Provinsi Jawa Barat

[4.11] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 27 ayat (3) UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dinyatakan:

Kewenangan Komisi Informasi provinsi meliputi kewenangan penyelesaian sengketa yang menyangkut Badan Publik tingkat provinsi yang bersangkutan.

Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 6 ayat ( 4) Per KI tentang PPSIP dinyatakan:

Dalam hal Komisi Informasi Kabupaten/Kota belum terbentuk, kewenangan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik yang menyangkut Badan Publik tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Komisi lnformasi Provinsi.

[4.12] Menimbang bahwa Termohon adalah Pengadilan Negeri Bekasi merupakan Badan Publik Daerah di lingkup Provinsi Jawa Barat sesuai dengan pasal 27 ayat (3) UU KIP.

[4.13] Menimbang berdasarkan uraian paragraf [4.11] dan paragraf [4.12] tersebut, Majelis Komisioner berpendapat bahwa Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat mempunyai kewenangan relatif dalam memeriksa, memutus dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo.

B. Kedudukan Hukum (Legal standing) Pemohon

[4.14] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 12, pasal 36 ayat (2) pasal 37 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juncto Pasal 1 angka 6, pasal 5 huruf b, pasal 11 ayat (1) huruf a, Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang pada pokoknya mengatur bahwa Pemohon merupakan Pemohon Informasi Publik yang telah mengajukan permohonan

penyeles~ian sengketa Informasi Publik kepada kepada Komisi Informasi setelah terlebih dahulu menempuh upaya keberatan kepada Termohon.

[4.15] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan

Pasal 1angka12 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 12 dari 21

(13)

Pasal 1 angka 7 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa lnformasi Publik

Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik yang selanjutnya disebut Pemohon adalah Pemohon atau Pengguna Informasi Publik yang mengajukan Permohonan kepada Komisi Informasi.

Pasal 11 ayat (1) huruf a Peraturan Komisi lnformasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik

Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan sebagai berikut:

a. Identitas Pemohon yang sah, yaitu:

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Paspor atau identitas lain yang sah yang dapat membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia; atau 2. Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi

Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.

3. Surat kuasa dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemberi kuasa dalam hal Pemohon mewakili kelompok orang.

[4.16] Menimba_ng bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Peraturan Komisi lnformasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik dinyatakan:

Penyelesaian Sengketa lnformasi Publik melalui Komisi lnformasi dapat ditempuh apabila:

a. Pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau

b. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.

[4.17] Menimbang bahwa berdasarkan fakta persidangan Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi dan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik ke Komisi lnformasi Provinsi Jawa Barat sebagaimana diuraikan di Bagian Kronologi pada Paragraf [2.2] sampai dengan Paragraf [2.10].

[ 4.18] Menimbang Pemohon telah memberikan :

[4.19]

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk

2. Surat Kuasa Khusus nomor: 002/SKK-ADV-PMU/M.2019.08.100/1/2020 atas nama Maskuri memberikan kuasa khusus kepada para advokat, pengacara publik, dan/atau asisten pengacara publik pada kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tertanggal 2 Januari 2019.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020

(14)

C. Kedudukan hukum (Legal standing) Termohon [ 4.20) Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan:

Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik:

Pihak Termohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pimpinan Badan Publik atau pejabat terkait yang ditunjuk yang didengar keterangannya dalam proses pemeriksaan.

Pasal 44 ayat (4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik:

Pemohon Informasi Publik dan termohon dapat mewakilkan kepada wakilnya yang secara khusus dikuasakan untuk itu.

Pasal 1 angka 8 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik:

Termohon Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang selanjutnya disebut Termohon adalah Badan Publik yang diwakili oleh Pimpinan Badan Publik, atasan PPID, atau pejabat yang ditunjuk dan diberi kewenangan untuk mengambil keputusan dalam penyelesaian sengketa di Komisi Informasi.

[4.21] Menimbang kedudukan hukum Pengadilan Negeri Bekasi sebagai Termohon telah diuraikan dan dipertimbangkan pada bagian Kewenangan relatif Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat pada Paragraf [4.11] sampai dengan Paragraf [4.13]. Pertimbangan-pertimbangan tersebut berlaku dalam menguraikan dan mempertimbangkan kedudukan hukum Termohon dalam sengketa a quo.

[ 4.22] Menimbang bahwa permintaan informasi ditujukan Panitera Pengadilan Negeri Bekasi.

Menimbang bahwa surat keberatan ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bekasi.

[4.23] Menimbang berdasarkan uraian pada Paragraf [4.22] tersebut Majelis Komisioner berpendapat bahwa Termohon adalah lembaga eksekutif sehingga memenuhi syarat kedudukan hukum (legal standing) badan publik dalam sengketa a quo.

D. Batas Waktu Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi

[4.24] Menimbang bahwa Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi dan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik sebagaimana dimaksud di Bagian Kronologi pada Paragraf [2.2) sampai dengan paragraf [2.10).

[4.25) Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan:

Pasal 36 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik:

Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publ · · jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak d»~~~n:yct...::

keberatan secara tertulis.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/K/-JBR/Vl/2020 Halaman 14 dari 21

(15)

Pasal 37 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan lnformasi Publik:

Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).

Pasal 13 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik:

Permohonan diajukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak:

a. tanggapan tertulis atas keberatan dari atasan PPID diterima oleh Pemohon; atau

b. berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja untuk atasan PPID dalam memberikan tanggapan tertulis.

[4.26] Menimbang berdasarkan uraian pada Paragraf [4.24] dan Pa~agraf [4.25]

tersebut, Majelis Komisioner berpendapat bahwa permohonan penyelesaian sengketa informasi publik yang diajukan Pemohon memenuhi jangka waktu yang ditentukan Pasal 36 ayat (2) dan Pasal 37 ayat (2) UU KIP juncto Pasal 13 PerKI tentang PPSIP.

E. Pokok Permohonan

[4.27] Menimbang bahwa dari fakta hukum, baik dalil pemohon, jawaban Termohon serta bukti surat, Majelis menemukan fakta hukum baik yang diakui maupun yang menjadi perselisihan hukum para pihak, sebagai berikut:

1. Fakta hukum dan dalil-dalil permohonan pemohon yang tidak dibantah oleh Termohon, karenanya fakta hukum tersebut menjadi hukum bagi Pemohon dan Termohon sehingga hal tersebut tidak bisa dibuktikan lagi, yaitu:

1. Pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik sebagaimana diuraikan dalam Duduk Perkara;

2. Pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada atasan Termohon sebagaimana diuraikan dalam Duduk Perkara;

3. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan dari atasan Termohon yang disampaikan sebagaimana diuraikan dalam Duduk Perkara;

2. Bahwa selain fakta hukum atau hal-hal yang diakui para pihak, dalam persidangan juga terdapat fakta hukum atau hal-hal yang menjadi pokok perselisihan, yaitu alasan penolakan permohonan informasi publik;

F. Pendapat Majelis

[4.28] Menimbang bahwa terhadap hal-hal yang menjadi pokok perselisihan hukum di atas, Majelis akan memberi pertimbangan dan penilaian hukum sebagai berikut:

(4.29] Menimbang bahwa informasi yang dimohonkan adalah:

Seluruh surat-surat yang dibuat oleh pihak Pemohon Eksekusi maupun Pengadilan Negeri Bekasi dalam rangka eksekusi Putusan Nomor 234/Pdt.G/2011/PN Bks.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 15 dari 21

(16)

[ 4.30] Menimbang berdasarkan ketentuan:

Pasal 2 poin 1 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik bahwa:

Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi.

Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik bahwa:

Badan Publik wajib menyediakan, memberikan, dan/atau menerbitkan informasi publik yang berada di bawah kewenangannya kepada Pemohon Informasi Publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai ketentuan.

Pasal 11 ayat (1) Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 bahwa:

Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang meliputi:

a. daftar seluruh Informasi Publik yang berada di bawah penguasaannya tidak termasuk informasi yang dikecualikan;

b. hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya;

c. seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya;

d. rencana kerja proyek termasuk di dalamnya perkiraan pengeluaran tahunan Badan Publik;

e. perjanjian Badan Publik dengan pihak ketiga;

f. informasi dan kebijakan yang disampaikan Pejabat Publik dalam perte.muan yang terbuka untuk um um;

g. prosedur kerja pegawai Badan Publik yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan/atau

h. laporan mengenai pelayanan akses Informasi Publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

[ 4.31] Menimbang rincian permohonan informasi Pemohon berdasarkan keterangan Pemohon pada paragraph [2.16] berdasarkan paragraf [ 4.30] bahwa:

1. Salinan putusan Nomor 234/Pdt.G/2011/PN Bks beserta upaya hukum;

2. Permohonan eksekusi dari Cipto Sulistio ke Ketua Pengadilan Negeri Bekasi;

3. Surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra;

4. Jawaban surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Eddy Chandra ke Ketua Pengadilan Negeri Bekasi;

5. Panggilan eksekusi oleh Ketua Pengadilan N egeri Bekasi kepada Eddy Chandra dan Cipto Sulistio;

6. Berita acara panggilan Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra dan Cipto Sulistio;

merupakan informasi dan dokumen yang dikuasai oleh Termohon, yaitu Badan Publik Pengadilan Negeri Bekasi yang wajib tersedia setiap saat.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 16 dari 21

(17)

[4.32] Menimbang Pasal 6 ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik yang dinyatakan bahwa:

Informasi Publik yang tidak dapat diberikan oleh Badan Publik, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:

a. informasi yang dapat membahayakan negara;

b. informasi yang berkaitan dengan kepentingan perlindungan usaha dari persai:11gan usaha tidak sehat;

c. informasi yang berkaitan dengan hak-hak pribadi;

d. informasi yang berkaitan dengan rahasia jabatan; dan/atau

e. Informasi Publik yang diminta belum dikuasai atau didokumentasikan.

[ 4.33] Menimbang rincian permohonan informasi Pemohon berdasarkan keterangan Pemohon pada paragraph [2.16] berdasarkan paragraf [ 4.32] bahwa:

1. Permohonan eksekusi sukarela dari Cipto Sulistio ke Eddy Chandra 2. Jawaban Cipto Sulistio ke Eddy Chandra

3. Semua surat-surat internal Pengadilan lainnya terkait rencana eksekusi Kampung Pilar.

merupakan informasi yang berpotensi informasi yang dikecualikan sehingga tidak wajib diberikan oleh Termohon.

Alasan Pemohon Meminta Informasi Publik

[4.34] Menimbang bahwa di persidangan pada tanggal 6 Februari 2020 Pemohon memberikan keterangan yang pada pokoknya dinyatakan bahwa Atasan PPID tidak menanggapi keberatan atas permohonan informasi Pemohon kepada Termohon.

[4.35] Menimbang bahwa di persidangan pada tanggal 27 Februari 2020 Pemohon memberikan keterangan yang pada pokoknya tetap beralasan seperti pada persidangan sebelumnya paragraf [4.34].

[4.36] Menimbang bahwa pada proses mediasi yang dilaksanakan pada 3 Maret 2020, pemohon menarik diri dari proses mediasi dan memilih melanjutkan ke sidang adjudikasi nonlitigasi.

[4.37] Menimbang bahwa di persidangan pada tanggal 10 Maret 2020 Pemohon memberikan keterangan yang pada pokoknya permohonan informasi tersebut adalah informasi yang berdampak pada Pemohon terkait eksekusi tanah Kampung Pilar dimana Pemohon tinggal sehingga Pemohon ingin mengetahui proses eksekusi tersebut sehingga Pemohon sangat membutuhkan informasi terse but.

[4.38] Menimbang berdasarkan ketentuan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dinyatakan:

Undang-Undang ini bertujuan untuk:

a.

b.

c.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 17 dari 21

(18)

d. mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;

e. mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak;

f. mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan/atau;

g. meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.

Menimbang berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan lnformasi Publik dinyatakan

(1) Setiap Orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini.

(2) Setiap Orang berhak:

a. melihat dan mengetahui Informasi Publik;

b. menghadiri pertemuan publik yang terbuka untuk umum untuk memperoleh lnformasi Publik;

c. mendapatkan salinan Informasi Publik melalui permohonan sesuai dengan Undang-Undang ini; dan/atau

d. menyebarluaskan lnformasi Publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(3) Setiap Pemohon Informasi Publik berhak mengajukan permintaan lnformasi Publik disertai alasan permintaan tersebut.

[4.39] Menimbang uraian pada Paragraf [4.34] sampai dengan Paragraf [4.38]

tersebut, Majelis Komisioner berpendapat bahwa informasi yang dimohonkan termasuk informasi publik berkaitan dengan keputusan/kebijakan Badan Publik sehingga merupakan informasi publik yang terbuka karena Pemohon mempunyai kepentingan terhadap informasi publik tersebut.

[4.40] Menimbang Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang dinyatakan bahwa setiap lnformasi Publik harus dapat diperoleh setiap Pemohon lnformasi Publik denga_n cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.

[4.41] Menimbang Pasal 1 angka 3 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang dinyatakan

[4.42]

Sengketa lnformasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara Badan Publik dengan Pemohon Informasi Publik dan/atau Pengguna lnformasi Publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan/atau menggunakan Informasi Publik berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 18 dari 21

(19)

[4.43] Menimbang Pasal 46 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan lnformasi Publik yang pada pokoknya mengatur tentang Putusan Komisi Informasi.

[4.44] Menimbang bahwa terhadap biaya penggandaan dokumen informasi dibebankan kepada Pemohon sesuai dengan Pasal 22 ayat (7) huruf g Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publikjuncto Pasal 27 ayat (1) Peraturan Komisi lnformasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan lnformasi Publik

5. KESIMPULAN

Berdasarkan seluruh uraian dan fakta hukum di atas, Majelis Komisioner berkesimpulan:

[5.1] Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat berwenang untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara a quo;

[5.2] Pemohon memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan dalam perkara a quo;

[5.3] Termohon memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk diajukan permohonan dalam perkara a quo;

6. AMAR PUTUSAN

Memutuskan,

[6.1] Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian.

[6.2] Menyatakan bahwa informasi berupa:

[6.3]

1. Salinan putusan Nomor 234/Pdt.G/2011/PN Bks beserta upaya hukum;

2. Permohonan eksekusi dari Cipto Sulistio ke Ketua Pengadilan Negeri Bekasi;

3. Surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra;

4. Jawaban surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Eddy Chandra ke

Ketua Pengadilan Negeri Bekasi; ·

5. Panggilan eksekusi oleh Ketua Pengadilan Negeri Bekasi kepada Eddy Chandra dan Cipto Sulistio;

6. Berita acara panggilan Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra dan Cipto Sulistio;

1.

2.

3.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020

(20)

[6.4] Mernerintahkan Terrnohon untuk rnernenuhi perrnohonan inforrnasi publik

yaitu rnernberikan: ·

1. Salinan putusan Nornor 234/Pdt.G/2011/PN Bks beserta upaya hukurn;

2. Salinan Perrnohonan eksekusi dari Cipto Sulistio ke Ketua Pengadilan N egeri Bekasi;

3. Salinan surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra;

4. Salinan jawaban surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Eddy Chandra ke Ketua Pengadilan N egeri Bekasi;

5. Salinan panggilan eksekusi oleh Ketua Pengadilan Negeri Bekasi kepada Eddy Chandra dan Cipto Sulistio;

6. Salinan berita acara panggilan Ketua Pengadilan Negeri Bekasi ke Eddy Chandra dan Cipto Sulistio;

Sebagairnana dirnaksud dalarn paragraf [6.2] dalarn waktu selarnbat-larnbatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak putusan ini diterirna oleh Terrnohon.

[6.4] Menetapkan biaya penggandaan inforrnasi dibebankan kepada Pernohon.

Dernikian diputuskan dalarn rapat Perrnusyawaratan Majelis Kornisioner yaitu Dadan Saputra selaku Ketua merangkap Anggota, Dedi Dharmawan dan Yudaningsih rnasing- rnasing sebagai anggota, pada hari Rabu, 24 Juni 2020 dan diucapkan dalarn Sidang terbuka untuk urnurn pada hari Karnis, 25 Juni 2020 oleh Majelis Komisioner yang narna-narnanya disebutkan di atas dengan didampingi oleh Agus Supriyanto sebagai Petugas Kepaniteraan serta dihadiri oleh Pernohon tanpa dihadiri oleh Terrnohon.

Ketua Majelis Ttd

(Dadan Saputra)

Anggota Majelis Anggota Majelis

Ttd Ttd

(Dedi Dharmawan) (Yudaningsih)

Petugas Kepaniteraan

Ttd

(Agus Supriyanto)

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBRNl/2020 Halaman 20 dari 21

(21)

Cata tan:

Untuk salinan putusan sah dan sesuai dengan aslinya diumumkan kepada · masyarakat berdasarkan kepada Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan pasal 59 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Komisi lnformasi Nomor 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

Putusan 1068/PTSN-MK.MA/Kl-JBR/Vl/2020 Halaman 21 dari 21

Referensi

Dokumen terkait

yang menyatakan bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat pada tanggal 28 Agustus

Pemohon juga mengajukan surat keberatan atas jawaban permohonan informasi publik, dengan demikian Majelis Komisioner berpendapat, bahwa batas waktu Permohonan

Majelis Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara berpendapat bahwa pengajuan surat keberatan Pemohon tidak memenuhi prosedur pengajuan surat keberatan

Bahwa hasil evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2020 perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Barat5.

Kajian yang dilakukan FWI pada tahun 2017 di delapan Provinsi terlihat bahwa sampai dengan tahun 2016 terdapat lebih dari 4,4 juta hektare wilayah moratorium yang telah dibebani

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan enzim protease pada pakan yang menggunakan limbah pertanian- peternakan tidak mempengaruhi kinerja pertumbuhan ayam pada fase starter

Pengolahan data dilakukan dengan analisis faktor untuk untuk mengelompokan variabel-variabel laten menjadi faktor-faktor yang tidak saling bergantungan, dengan demikian akan

4) Surat Keterangan Desa. 5) Surat Gambar Situasi yang di keluarkan oleh BPN-Kabupaten Bogor 1 975. Menyatakan tanah tersebut benar mllik kami.. Tanpa adanya