1 1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan yang merupakan mutu pelayanan keperawatan yang termasuk salah satu dalam indikator pelayanan kesehatan. Salah satu indikator tersebut adalah apakah pelayanan keperawatan tersebut berkualitas memuaskan pasien atau tidak.
Perilaku caring yang belum diaplikasikan optimal dalam pelayanan keperawatan. Citra perawat di mata sebagian besar masyarakat indonesia saat ini belum terbangun dengan baik menurut Swanson proses caring .merupakan sebuah perilaku bagaimana perawat mengerti kejadian yang berarti didalam hidup seseorang, hadir secara emosional, melakukan suatu hal kepada orang lain sama melakukan terhadap diri sendiri ( Swanson, 1991).
Seorang perawat harus mempunyai pengetahuan dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan serta sikap baik tentang caring. Menurut (Aini & Ariani, 2018) hard skill dan soft skill merupakan keterampilan perawat profesional yang harus
dimiliki, yang mana soft skill meliputi kemampuan untuk.berkomunikasi empati dan caring. penelitian dilakukan dengan cara eksperimen selama 1 bulan dengan jumlah
sampel 6 perawat dan terbukti ada kenaikan perilaku caring perawat terutama dalam komunikasi terapeutik dan kenaikan kepuasan pasien setelah mendapatkan pelatihan perilaku caring. Penelitian yang hampir sama juga dengan penelitian ini adalah
“hubungan tipe kepribadian dan budaya organisasi terhadap perilaku caring perawat yang dilakukan di salah satu Rumah Sakit di Malang dengan jumlah responden 15 orang perawat diruang rawat inap terbanyak adalah tipe kepribadian mayoritas ekstrovet dan budaya organisasi (Ariani & Aini, 2018). Selanjutnya penelitian oleh (Kalsum, 2016) di ruang inap RSU Fatmawati didapatkan perilaku Caring perawat yaitu baik 51 (64,2%) dan buruk 29 (35,8%). Perawat..yang memahami reaksi klien dan keluarga untuk mempertahankan atau memulihkan tingkat fungsional yang setinggi mungkin. Sewaktu.sedang sakit atau saat mencari pertolongan profesional perawat, caring..merupakan.hal penting membantu individu mencapai hasil yang positif (Maryana, 2019).
Caring yang merupakan sikap peduli, hormat dan menghargai orang lain
sangat.mempengaruhi kepuasan pasien dalam pelayanan rawat inap, apalagi terjadi pertukaran informasi secara.verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka, sehingga komunikasi sangat penting dalam hubungan perilaku caring (Habby, 2015).
Menurut..swanson..konsep dasar caring ada lima komponen yang meliputi mempertahankan..kepercayaan, memahami orang lain, ketersedian hadir secara emosional bagi orang lain, melakukan.tindakan memandirikan pasien, memberikan dukungan dan memahami orang lain (Aini, 2018).
Dari hasil observasi dan wawancara terhadap 10 pasien dan 10 keluarga pasien dengan mengajukan beberapa item tentang pertanyaan tentang caring perawat pada tanggal 24 oktober 2019 didapatkan (55%) pasien menilai bahwa perawat kurang ramah, kurang merespon keluhan pasien. Sedangkan keluarga pasien sebanyak (45%) menilai bahwa perawat kurang.memberikan informasi secara jelas, bahkan ketika perawat menjelaskan informasi yang terkait dengan terapi lanjutan, keluarga tidak menanyakan kembali informasi tersebut karena keluarga menganggap perawat
kurang caring.terhadap pasien dan keluarga pasien. Menurut (Nursalam, 2002) perawat yang mempunyai nilai dan jiwa caring akan mempunyai perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip etik karena kepedulian perawat yang memandang klien sebagai humanistik sehingga termotivasi untuk memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu tinggi. Sedangkan dalam tingkat kepuasan pasien dalam perawatan dari 7 orang, 4 menyatakan kurang puas dengan alasan perawat kurang memperhatikan pasien dan 3 menyatakan puas terhadap pelayanan perawat.
Berdasarkan uraian diatas penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan yang masih kurang baik, yang berdasarkan hasil observasi dan data hasil kuesioner rawat inap di RS UMM selama ini masih belum disampaikan ke ruangan, sehingga perawat atau ruangan tersebut tidak bisa mengevaluasi tingkat kepuasan pasien dan perilaku caring perawat yang ada di ruangan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : adakah hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap di RS Umm.
1.3 Tujuan
Tujuan umum dan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui adakah hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap di RSU Universitas Muhammadiyah Malang.
1.3.2 Tujuan khusus
1) Mengidentifikasi gambaran perilaku caring perawat di RSU Universitas Muhammadiyah Malang
2) Mengidentifikasi kepuasan pasien dalam pelayanan perawat rawat inap RSU Universitas Muhammadiyah Malang
3) Menganalisis adakah hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap di RSU Universitas Muhammadiyah Malang
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Peneliti
sebagai pengalaman langsung dalam melakukan penelitian dan menambah pengetahuan mengenai hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap di RSU Universitas Muhammadiyah Malang.
1.4.2 Bagi Keperawatan
Diharapkan dapat memberikan wacana baru mengenai pentingnya menerapkan kepada perawat untuk memberikan perilaku caring perawat yang sesuai teori agar kepuasan pasien dalam pelayanan semakin meningkat.
1.4.3 Bagi Rumah Sakit
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan perawat terhadap pasien, dan dapat digunakan sebagai evaluasi kinerja perawat dalam meningkatkan mutu pelayanan, juga memberikan masukan kepada rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit dengan meningkatkan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayan perawatan.
1.5 Keaslian penelitian
1. Berapa penelitian yang mengenai “ hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien di ruang perawatan rawat inap private care centre” yang dilakukan oleh harniah & ilkafah (2017) Sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan simple random sampling. Desain penelitian menggunakan survey analitik dan pendekatan secara cross sectional hasil penelitian diuji menggunakan uji chi square untuk melihat terdapat hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien.
Penelitian ini yang akan diteliti yang berjudul hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan di RS
Universitas Muhammadiyah Malang jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dalam penelitian ini yang membedakan adalah variabel independen dan dependen, tempat penelitian, waktu penelitian dan teknik sampling.
Diharapkan dalam penelitian ini bermanfaat bagi rumah sakit sebagai umpan balik dalam pengambilan kebijakan terhadap kepuasan pelayanan di rumah sakit, asuhan keperawatan yang diterima konsumen khususnya caring dari perawat. Semakin baik perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan kepada pasien atau keluarga semakin senang dalam menerima pelayanan, berarti hubungan terapeutik perawat- klien semakin terbina.
2. Beberapa penelitian yang hampir sama yang berjudul “Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS di RS di Padang”
yang di lakukan oleh Nera & Fitri (2017) dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik sampel diambil dengan cara purposive sampling dengan
dibatasi waktu 2 minggu dengan jumlah populasi sebanyak 507 orang, pengambilan data dengan pengisian kuesioner yang dibagikan kepada pasien BPJS, data dianalisis dengan cara distribusi frekuensi dan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%.
Perbedaan dari penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat kuantitatif dan teknik pengambilan sampling pada penelitian ini tidak dibatasi tetapi sesuai jumlah sampel yang ditentukan, waktu dan tempat penelitian.
3. Penelitian yang hampir sama mengenai hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan dilakukan oleh Dian (2016) yang membahas tentang “Hubungan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap pada RS di Malang “ dalam penelitian ini bersifat survey dengan mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, metode pengambilan sampel dengan stratified sampling dengan jumlah sampel 245 pasien rawat inap.
Penelitian ini yang membedakan metode penelitian dan cara pengambilan sampling, waktu dan tempat penelitian.