• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prototype Knowledge Base Log Processing.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prototype Knowledge Base Log Processing."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Abstract

Log merupakan catatan-catatan yang memuat aktivitas yang dilakukan oleh sistem

maupun aplikasi dan biasanya ditulis dalam bentuk file. File log berguna apabila

terjadi masalah pada sistem atau aplikasi. Namun demikian, tidak semua data yang

dikandung log relevan dengan permasalahan dan banyak yang berulang. Selain itu,

file log pada suatu sistem yang memiliki banyak server biasanya tersebar di

masing-masing server. Hal-hal tersebut seringkali menimbulkan permasalahan tersendiri bagi

system administrator yang hendak memonitor dan menganalisis permasalahan sistem.

Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan suatu sistem sentralisasi log. Selain

mempermudah, sistem sentralisasi log juga menunjang aspek keamanan berupa

layanan backup bagi log-log semua server yang menjadi client sistem. Selain

sentralisasi, diperlukan juga suatu pemilahan data file log untuk menghasilkan

informasi yang relevan dan bermanfaat bagi system administrator. Pemilahan data ini

meliputi normalisasi yang akan mereduksi ukuran dan frekuensi kemunculan data

secara signifikan.

Lebih lanjut lagi, untuk memudahkan analisis terhadap kasus-kasus yang serupa,

sistem perlu dibekali suatu prototype knowledge base procssing agar mampu

mengenali dan memanggil kembali hasil analisis yang pernah diberikan system

(2)
(3)

III.3.4 Kebutuhan antarmuka pemakai...

III.3.5 Kebutuhan komunikasi...

III.3.6 Arsitektur Sistem...

III.4 DATA FLOW DIAGRAM... III.5 CLIENT... III.6 SYSLOG-NG SERVER... III.7 DATABASE SERVER...

III.7.1 Diagram Perancangan Sistem...

III.7.2 Data Dictionary...

III.8 WEB SERVER... III.9 JARINGAN...

BABBIV...

BABBV... V.1 EVALUASI INTEGRITASDATA...

V.1.1 Client...

V.1.2 Syslog-ng...

V.1.3 Database...

V.1.4 Webserver...

V.2 EVALUASI FUNGSIONAL... EVALUASI TUJUAN...

(4)

Daftar Gambar

- 13 Contoh tampilan ketika melakukan update todo, sebagai konfirmasi bahwa proses update berhasil

(5)

Gambar IV

- 14 Tampilan halaman semua log berdasarkan seq ...

Gambar IV

- 15 Tampilan halaman top 100. ...

Gambar IV

- 16 Berisi id dan nama aplikasi yang terdapat di dalam database log. ..

Gambar V

- 1 Arsitektur sistem ...

Gambar V

(6)

Daftar Tabel

Tabel III

- 1 format log ...

Tabel III

- 2 facility ...

Tabel III

- 3 host ...

Tabel III

- 4 Table level ...

Tabel III

- 5 Table log ...

Tabel III

- 6 Table msg ...

Tabel III

- 7 program ...

Tabel III

- 8 tag ...

Tabel V

- 1 log pada database ...

Tabel V

(7)
(8)

Lampiran Z file log.sql

(9)
(10)

Bab I

Pendahuluan

I.1 Latar belakang

Log merupakan catatan-catatan yang memuat aktivitas yang dilakukan oleh sistem maupun

aplikasi dan biasanya ditulis dalam bentuk file. File log berguna apabila terjadi masalah

pada sistem atau aplikasi. Namun demikian, tidak semua data yang dikandung log relevan

dengan permasalahan dan banyak yang berulang. Selain itu, filelog pada suatu sistem yang

memiliki banyak server biasanya tersebar di masing-masing server. Hal-hal tersebut

seringkali menimbulkan permasalahan tersendiri bagi system administrator yang hendak

memonitor dan menganalisis permasalahan sistem.

Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan suatu sistem sentralisasi log. Selain mempermudah,

sistem sentralisasi log juga menunjang aspek keamanan berupa layanan backup bagi log

-log semua server yang menjadi client sistem. Selain sentralisasi, diperlukan juga suatu

pemilahan data file log untuk menghasilkan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi

system administrator. Pemilahan data ini meliputi normalisasi yang akan mereduksi ukuran

dan frekuensi kemunculan data secara signifikan.

Lebih lanjut lagi, untuk memudahkan analisis terhadap kasus-kasus yang serupa, sistem

perlu dibekali suatu prototype knowledge base processing agar mampu mengenali dan

(11)

I.2 Rumusan masalah

1. Terlalu banyak data yang berulang dalam berkas log standar.

2. Dibutuhkan suatu pengolahan data log untuk mendapatkan informasi yang diperlukan

berdasarkan prioritasnya. Log tersebar di masing-masing server sehingga sulit untuk

dimonitor.

I.3 Tujuan

1. Memusatkan data log yang tersebar sehingga mudah dikelola dan dimonitor. Mengolah

data yang terkandung dalam log menjadi informasi yang relevan dan bermanfaat bagi

system administrator.

2. Mereduksi frekuensi kemunculan data berulang agar lebih efisien.

3. Menerapkan knowledge-base processing agar sistem mampu mengenali dan menyikapi

kasus serupa.

I.4 Batasan masalah

1. Sentralisasi log diarahkan pada suatu mesin terpisah dan menggunakan basis data

sebagai media penyimpanan (back-end), sedangkan akses pengguna menuju sistem

(front-end) berupa web yang dapat diakses lewat jaringan.

2. Pengolahan data dibatasi pada pemilahan data yang relevan serta pengelompokannya

berdasarkan jenis dan level prioritas.

3. Pengujian sistem dibatasi hanya pada aspek fungsional sistem yang secara umum telah

(12)

I.5 Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan

Bagian ini memuat latar belakang tugas akhir, rumusan masalah, tujuan dan batasan

pelaksanaan tugas akhir.

Bab II Landasan Teori

Bagian ini memuat uraian singkat mengenai Syslog-ng, PHP4, MySQL5, dan Apache2

yang digunakan dalam pengembangan tugas akhir.

Bab III Analisis dan Perancangan Sistem

Bagian ini memuat spesifikasi kebutuhan, arsitektur, dan diagram perancangan sistem.

Bab IV Hasil Tercapai

Bagian ini memuat penjelasan mengenai sisi front-end serta penggunaan sistem yang telah

dikembangkan.

Bab V Evaluasi

Bagian ini memuat pengujian fungsionalitas sistem.

Bab VI Penutup

(13)

Bab VI

Penutup

VI.1 Kesimpunan

Dengan adanya log Processor, system admenestrator dapat dengan mudah melakukan

monitoring terhadap log, karena log sudah terpusat dan sudah diklasifikasikan

berdasarkan level informasinya. Hasil analisis system admenestrator dapat dijadikan

knowledgebase yang akan memudahkan dalam penanganan log.

VI.2 Saran

Perlu dilakukan percobaan-percobaan dengan banyak kemungkinan untuk menguji sistem

agar kelemahan-kelemahan yang dimiliki sekarang dapat terus diperbaiki, uji coba yang

telah dilakukan sekarang baru menggunakan 5 buah cleent jenis server dengan rentang

waktu 2 bulan yang menghasilkan 300.000 record data.

Dari hasil percobaan yang dilakukan sistem berjalan dengan baik pada konfigurasi

perangkat keras yang telah dibuat, tetapi pada kondisi perangkat keras yang lebih rendah

waktu pemprosesan menjadi lebih lama, kondisi perangkat keras yang lebih rendah yang

dimaksud adalah dengan menggunakan laptop P4 2,4 GHz , RAM 256, 40 GB Harddisk.

Untuk itu perlu dilakukan optimasi lagi, misalnya dengan melakukan pre-processeng pada

pengolahan data, sehingga proses pengolahan data yang dilakukan tidak hanya dilakukan

pada saat ditampilkan saja, tetapi diproses secara berkala dan hasilnya disimpan, ketika

akan ditampilakan tinggal mengambil data yang sudah diproses sebelumnya dan proses

(14)

Daftar Referensi

1. http://www.debian.org

2. http://www.apache.org

3. http://www.mysql.org

4. http://www.php.org

5. http://www.php-mysql-tutorial.com

6. http://en.wikipedia.org

7. http://www.securityfocus.com

8. http://www.securiteam.com

9. http://www.google.com

10. http://www.slashdot.org

11. http://www.snort.org

Referensi

Dokumen terkait

Demikian juga dengan apotek, apotek membutuhkan suatu sistem informasi untuk proses transaksi, karena biasanya di apotek itu memiliki stok obat yang cukup banyak

Clearinghouse adalah suatu sistem server yang tersebar yang ditempatkan pada internet yang memuat gambaran nyata tentang data spasial digital yang

CUPS juga memiliki log file yang mempunyai format yang sudah umum yan terletak pada web server.. Berikut ini desain dari

Menurut teori struktural fungsional, masyarakat sebagai suatu sistem memiliki struktur yang terdiri atas banyak lembaga. Masing-masing lembaga memiliki fungsi

Sistem pemrosesan berbasis berkas adalah suatu model penyimpanan data yang mendasarkan pada penyimpanan data dalam bentuk file (berkas), yang memiliki banyak

satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk Seperti halnya Windows, Linux memiliki yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya beberapa macam file sistem,

satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk Seperti halnya Windows, Linux memiliki yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya beberapa macam file sistem,

Komponen sistem memiliki masing-masing fungsi sesuai dengan tujuan sistem sehingga dapat memenuhi syarat kinerja berjalannya sistem prototype, dengan menggunakan sensor ultrasonik pada