• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertemuan 6 & 7 PEMBUBARAN PERSEKUTUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pertemuan 6 & 7 PEMBUBARAN PERSEKUTUAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Pertemuan 6 & 7

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN

1.

Alasan Pembubaran Persekutuan

a) Pembubaran atas dasar perjanjian persekutuan

Berakhirnya jangka waktu yang ditentukan dalam perjanjian Persetujuan Bersama

Masuknya sekutu baru

Pengunduran diri seorang anggota persekutuan b) Pembubaran atas dasar Undang – undang

 Kematian seorang atau beberapa anggota persekutuan

 Bangkrutnya seorang atau lebih anggota atau persekutuan

 Kejadian –kejadian tertentu yang mengakibatkan tidak dapat bertindaknya perusahaan yang disebabkan oleh perbuatan individu anggota yang membawa nama persekutuan

 Ada perang didalam suatu Negara dari salah seorang anggota (persekutuan) penduduk Negara yang bersangkutan

c) Pembubaran atas keputusan pengadilan

 Ketidakmampuan seorang anggota dalam memenuhi kewajiban terhadap perjanjian persekutuan

 Tindakan seorang anggota yang mengakibatkan tidak ada keserasian dalam usaha yang sedang berjalan

 Perselisihan intern diantara anggota

 Tidak mungkin lagi untuk mendapatkan keuntungan secara kontinyu dari usaha perusahaan

Adanya kecurangan - kecurangan

2.

Masalah Akuntansi Dalam Pembubaran Persekutuan

 Masalah masuknya seorang atau lebih anggota baru

 Pengunduran diri seorang anggota

 Kematian seorang anggota atau lebih

(2)

3.

Masuknya Sekutu Baru

a) Sekutu baru harus atas izin sekutu lama, melalui:

 Pembelian sebagian kepemilikan dari sekutu atau lebih sekutu yang lama  Investasi dengan memberikan bonus dan atau good will kepada sekutu lama  Pembelian sebagian kepemilikan dari sekutu atau lebih sekutu yang lama

Firma “ABC” Neraca Per 1 Januari 2013 Kas Rp. 100.000.000 Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp. 100.000.000 Rp. 300.000.000 Modal Tn. Joko Rp. 150.000.000 Modal Tn. Susilo Rp. 150.000.000 Rp.300.000.000 KASUS 1

1 April 2013, Aa Isur ingin masuk keanggotaan persekutuan dengan membeli ¼ bagian hak penyertaan Tn. Joko dan Tn. Susilo dengan membayar sebesar Rp.75.000.000 secara tunai, dan nama firma “ABC”

Modal Tn. Joko Rp.37.500.000 Modal Tn. Susilo Rp.37.500.000

Modal Aa Isur Rp.75.000.000

Sebelum Aa Isur Masuk Setelah Aa Isur Masuk

Modal Tn. Joko Rp. 150.000.000 Rp. 112.500.000 Modal Tn. Susilo Rp. 150.000.000 Rp. 112.500.000

Modal Aa Isur - Rp. 75.000.000

(3)

Firma “ABC” Neraca Per 1 Januari 2013 Kas Rp. 100.000.000 Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp. 100.000.000 Rp. 300.000.000 Modal Tn. Joko Rp. 112.500.000 Modal Tn. Susilo Rp. 112.500.000 Modal Aa Isur Rp. 75.000.000 Rp. 300.000.000

b) Investasi dengan memberikan bonus dan atau good will kepada sekutu lama 1 Mei 2013, Tn. Joko, Tn. Susilo dan Aa Isur merupakan pemilik firma “ABC” dengan modal dan pembagian laba rugi sebagai berikut:

Modal Pembagian Modal Tn. Joko Rp. 112.500.000 45% Modal Tn. Susilo Rp. 112.500.000 35% Modal Aa Isur Rp. 75.000.000 20% Rp. 300.000.000 100% Pemberian Bonus

Bu Anzany ingin bergabung dan diterima oleh anggota – anggota lama, dan menyerahkan modal penyertaan sebesar Rp.80.000.000 dan memberikan Bonus sebesar Rp.5.000.000

Kas Rp.85.000.000 Modal Tn. Joko Rp.2.250.000 Modal Tn. Susilo Rp. 1.750.000 Modal Aa Isur Rp. 1.000.000 Modal Bu Anzany Rp. 80.000.000 Perhitungan Bonus Tn.Joko= 45% * 5.000.000 = Rp. 2.250.000,00 Tn.Susilo= 35% * 5.000.000 = Rp. 1.750.000,00

(4)

Aa Isur= 20% * 5.000.000 = Rp. 1.000.000,00 Total = Rp. 5.000.000,00 Tn.Joko= 35% * 50.000.000 = Rp. 17.500.000,00 Tn.Susilo= 30% * 50.000.000 = Rp. 15.000.000,00 Aa Isur= 25% * 50.000.000 = Rp. 12.500.000,00 Bu Anzany= 10% * 50.000.000 = Rp. 5.000.000,00 Total = Rp. 50.000.000,00

30 Juni 2013, firma“ABCD” masing anggota melakukan pengambilan pribadi dari modal penyertaan yang baru, masing –masing sebesar Rp.1.000.000

Modal Tn. Joko Rp.1.000.000 Modal Tn. Susilo Rp.1.000.000 Modal Aa Isur Rp.1.000.000 Modal Bu Anzany Rp.1.000.000 Prive Tn. Joko Rp.1.000.000 Prive Tn. Susilo Rp.1.000.000 Prive Aa Isur Rp.1.000.000 Prive Bu Anzany Rp.1.000.000

1 Juli 2013, firma “ABCD” mendapatkan pinjaman dari Bank Kong, sebesar Rp.20.000.000 Kas Rp.20.000.000

Hutang Bank Kong Rp.20.000.000

Firma “ABCD” Neraca Per 1 Juli 2013 Kas Rp. 255.000.000 Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp. 100.000.000 Rp. 455.000.000

Hutang Bank Kong Rp. 20.000.000

Modal Tn. Joko Rp. 132.250.000 Modal Tn. Susilo Rp. 129.250.000 Modal Aa Isur Rp. 88.500.000 Modal Bu Anzany Rp. 85.000.000 Rp. 455.000.000

(5)

c) Masuknya Sekutu Baru

1. Pemberian Good Will

Good will adalah Aktiva Tetap Tak Berwujud yang paling tidak berwujud, dalam artian

good will termasuk yang paling sulit diukur apalagi untuk dihitung. Good will masuk kedalam kolompok Aktiva Tetap.

Firma “ABCD” Neraca Per 1 Mei 2013 Kas Rp. 185.000.000 Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp. 100.000.000 Rp. 385.000.000 Modal Tn.Joko Rp. 114.750.000 Modal Tn. Susilo Rp. 114.250.000 Modal Aa Isur Rp. 76.000.000 Modal Bu AnjanyRp. 80.000.000 Rp 385.000.000

1 Juni 2013, firma “ABCD” mendapatkan laba sebesar Rp.50.000.000, atas kesepakatan bersama pembagian laba sebagai berikut: Tn. Joko 35%, Tn. Susilo 30%, Aa Isur 25% dan bu Anzany 10%, dan disepakati juga bahwa laba dijadikan tambahan modal untuk masing – masing anggota. Laba Rugi Rp.50.000.000 Modal Tn. Joko Rp. 17.500.000 Modal Tn. Susilo Rp. 15.000.000 Modal Aa Isur Rp. 12.500.000 Modal Bu Anzany Rp. 5.000.000 Perhitungan Laba

Tak Berwujud (Intangible Asset). Good will dihitung dengan memperhatikan nilai lebih dari jumlah harta perusahaan yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan perusahaan telah berjalan dengan baik, organisasi intern yang baik, kepemimpinan yang baik atau letaknya strategis.

Timbulnya GoodWill

A. Membeli perusahaan dengan harga yang lebih tinggi dari nilai harta perusahaan sebenarnya B. Masuknya Anggota baru

(6)

KASUS 3

1. Membeli perusahaan dengan harga yang lebih tinggi dari nilai harta perusahaan

sebenarnya

Pemilik Firma “ABCD” dijual kepada Deffdaz, pada tanggal 1 Agustus 2013, sebesar Rp.190.000.000, neraca tergambar dibawah ini:

Firma “ABCD” Neraca Per 31 Juli 2013 Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp. 100.000.000 Rp. 200.000.000

Hutang Bank Kong Rp. 20.000.000 Modal Tn. Joko Rp. 60.250.000 Modal Tn. Susilo Rp. 51.250.000 Modal Aa Isur Rp. 38.500.000 Modal Bu Anzany Rp. 30.000.000 Rp. 200.000.000 Jawab : Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp.100.000.000 Goodwill. Rp. 10.000.000

Hutang Bank Kong Rp. 20.000.000

Kas. Rp.190.000.000

KASUS 4

1. Masuknya anggota baru

Zipora ingin bergabung dengan perusahaan Deffdaz, dengan memasukkan hartanya berbentuk uang tunai sebesar Rp.6.500.000 dan juga menyetujui untuk memberikan hak good will sebesar Rp.1.000.000

Kas Rp.6.500.000 Good will Rp.1.000.000 Modal Zipora Rp.6.500.000

(7)

Modal Deffdaz Rp.1.000.000

2. Pengunduran Diri Sekutu Lama

Pembubaran persekutuan dapat terjadi, dikarenakan pengunduran diri seorang anggota atau lebih, hal ini dapat diselesaikan sebagai berikut:

a) Bagian penyertaan anggota yang mengundurkan diri dijual kepada anggota lama atau kepada anggota baru

 Pembayaran melampaui dari saldo modalnya

 Pembayaran lebih rendah dari saldo modalnya

b) Bagian penyertaan anggota yang mengundurkan diri dapat dikembalikan dalam bentuk uang tunai atau harta kekayaan lainnya sesuai dengan perhitungan bagian penyertaannya.

Kasus 5

1. Pembayaran melampaui dari saldo modalnya

Zipora, Brenda dan Ehsan dengan nama Fa.ABCDE saldo modal penyertaan masing –masing Rp.400.000, dengan perjanjian pembagian keuntungan : 50% : 35% : 15%. Tanggal 1 April 2013, Ehsan mengundurkan diri, dan diterima dengan baik oleh Zipora dan Brenda, dan sepakat akan diberikan bonus sebesar Rp.34.000

Jawab :

Modal Ehsan….Rp.400.000 Modal Zipora….Rp.20.000 Modal Brenda….Rp.14.000

Kas....Rp.434.000

Misalkan Zipora, Brenda tidak ingin saldo modalnya dikurangi, tapi sepaka tuntuk memberikan good will kepada perusahaan yang masih berjalan

Jawab :

Good will Rp.34.000

Modal Ehsan Rp.34.000 Modal Ehsan Rp.434.000

(8)

2. Adanya Kematian seorang sekutu

Kematian seorang anggota persekutuan berarti membubarkan persekutuan. Aktiva dan hutang-hutang persekutuan harus dinilai kembali dan bagian hak penyertaan dari anggota yang

meninggal harus ditentukan hingga saat kematiannya. Para anggota dapat melakukan penyelesaian atas bagian penyertaan modal yang mati sebagai berikut:

a. Dengan pembayaran dari harta persekutuan

b. Dengan pembayaran oleh salah seorang anggota yang ada yang bersedia untuk membeli bagian penyertaan

c. Dengan Pembayaran dari hasil asuransi persekutuan

3. Penyatuan dan Peleburan ke Perseroan

Para sekutu dapat memutuskan untuk meleburkan diri dalam bentuk perseroan, jika telah disetujui maka perseroan akan bertindak untuk mengambil alih kekayaan bersih persekutuan yang ditukar dengan saham-sahamnya. Apabila buku persekutuan tetap dipertahankan, maka pencatatannya sebagai berikut:

a. Perubahan nilai aktiva, hutang dan bagian penyertaan masing anggota sebelumnya kepada bentuk perseroaan

b. Perubahan didalam bentuk pemilikan

Apabila membuka buku-buku baru maka pencatatannya sebagai berikut: a. Pemindahan aktiva dan hutang kedalam perseroaan

b. Penerimaan saham-saham sebagai pembayaran terhadap kekayaan bersih yang dipindahkan c. Pembagian saham kepada para anggota pemilik

Kasus 6

Berikut ini adalah Neraca Fa.ABC : dan diadakan peleburan atau perubahan bentuk menjadi Perseroan dengan nama PT ABCDE.

(9)

Firma “ABC” Neraca Per 31 Juli 2013 Kas Rp. 255.000.000 Persediaan Rp. 80.000.000 Perlengkapan Rp. 20.000.000 Peralatan Rp. 100.000.000 Rp. 455.000.000

Hutang Bank Kong Rp. 20.000.000 Modal Tn. Joko Rp. 132.250.000 Modal Tn. Susilo Rp. 129.250.000 Modal Aa Isur Rp. 88.500.000 Modal Bu Anzany Rp. 85.000.000 Rp. 455.000.000

1. Persediaan dinilai kembali menjadi Rp.100.000.000 2. Perlengkapan dinilai kembali menjadi Rp.10.000.000

3. Keuntungan atau kerugian akibat penilaian kembali, maka akan dibagi sama terhadap modal masing-masing anggota

Diminta:

1.Buatlah Jurnal dan Neraca Perseroaan

Jawab:

Jurnal Penyesuaian Rekening modal dan penilaian kembali Persediaan Rp.20.000.000

Perlengkapan Rp.10.000.000 Penyesuaian Modal Rp.10.000.000

Jurnal Pembagian keuntungan / kerugian atas penilaian kembali Penyesuaian Modal Rp.10.000.000

Modal Tn. Joko Rp.2.500.000 Modal Tn. Susilo Rp.2.500.000 Modal Aa Isur Rp.2.500.000

(10)

Jurnal Pengeluaran saham-saham Modal Tn.Joko Rp.134.750.000 Modal Tn.Susilo Rp.131.750.000 Modal Aa Isur Rp. 91.000.000 Modal Bu Anzany Rp. 87.500.000 Modal Saham Rp.445.000.000

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu faktor pendukung tercapainya tujuan suatu program adalah pelaksanaannya. Apabila pelaksanaan suatu program baik dan tepat sasaran, maka program tersebut

Metode Analisis yang digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel biaya produksi, harga jual, dan biaya promosi terhadap volume penjualan adalah menggunakan analisis

Peneliti dan guru sepakat mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dan memilih model pembelajaran kolaboratif tipe Predict Observe Explain

Secara sederhana data mining adalah penambangan atau penemuan informasi baru dengan mencari pola atau aturan tertentu dari sejumlah data yang sangat besar, Data

Selain itu, pakaian dengan bahan mudah luntur seperti jeans juga disarankan untuk direndam terpisah. Lalu, pemilihan deterjen juga disesuaikan dengan jenis bahan dan jenis

Perbandingan Efek Antibakteri Jus Anggur Merah ( Vitis vinifera ) Pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Streptococcus Mutans.. Febrina Whidia Natarini*, Helmia Farida**,

Dalam penyusunan masalah seperti yang tergambar dalam Gambar 3.3, McKinsey mendefinisikan konsep baik secara terstruktur, MECE, berbasis pada hipotesis, menciptakan ulang kondisi

Peran media radio sebagai media informasi objek wisata di kota Samarinda yaitu dengan memberitakan informasi yang bersifat menambah pengatahuan masyarakat terhadap