PENGADILAN TINGGI MEDAN
P U T U S A N
Nomor 431/Pdt/2017/ PT MDN
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:
1.PT. Asuransi Astra Buana Cabang Medan, berkantor beralamat di Jalan ImamBonjolNomor: 15-A Medan,(20112) Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, semula disebut sebagai Tergugat I sekarang sebagai Pembanding I;
2.M. Bangun Pambudi, Manager Survey & Garda Siaga pada PT. Asuransi Astra Buana, berkantor beralamat di Gedung Graha Asuransi Astra, Jln. TB. Simatrupang Kav.
15 Lebak Bulus, Cilandak-Jakarta (12440), semula disebut sebagai Tergugat II sekarang sebagai Pembanding II;
M e l a w a n:
1.Zubaril Ahmad Nasution, laki-laki, beragama Islam, Umur 31 Tahun, Pekerjaan Pegawai NegeriSipil (PNS) berkewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal dijalan Mesjid No. 54 LK Tempel, Kelurahan Tiga Pekan Perbaungan, Kecamatan Pebaungan Kabupaten Serdang Bedagai yang diwakili Kuasanya ALAMSYAH, S.H., JONIZAR, S.H., MUHAMMAD INDRA YUSUF, S.H., MHD. ERWIN, S.H., berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 04 Oktober 2016, semula disebut sebagai Penggugat sekarang sebagai Terbanding;
Dan
2.Christian Tinovel Manurung, Sales Head pada PT Toyota Astra Financial Services, dahulu berkantor beralamat di Jln.Iskandar Muda Nomor : 15B Medan (20154) Kecamatan Medan Baru Provinsi Sumatera Utara sekarang tidak diketahui lagi keberadaannya akan tetapi masih berada di wilayah hukum
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Republik Indonesia , semula disebut sebagai Tergugat III sekarang sebagai Turut Terbanding;
Pengadilan tinggi tersebut.
Setelah membaca:
1. Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan Nomor 431/Pdt/2017/PT MDN tanggal 21 Desember 2017 tentang Penunjukan Majelis Hakim.
2. Berkas perkara yang bersangkutan.
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tertanggal 10 Oktober 2016 yang diterima dan didaftarkan di Kepeniteraan Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 14 Oktober 2016 dalam Register Perkara Nomor : 573/Pdt.G/2016/PN.Mdn telah mengajukan gugatan dengan mengemukakan hal-hal sebagai berikut:
- Bahwa Penggugat, adalah nasabah dari Tergugat I dengan Nomor Polis 1311381464 atas nama PT. Toyota Astra Financial Service qq Zubaril Ahmad Nasution, S.Pdi ;
- Bahwa masuknya Penggugat sebagai nasabah Tergugat I adalah atas dasar adalah atas dasar Perjanjian Pembiayaan tertanggal 31 Oktober 2013 yang dibuat dan ditanda tangani Penggugat dengan Tergugat III, atas 1 (satu) unit kenderaan (mobil) Penggugat:
Merk/Model/Type : Toyota/Avanza/F 51 GM/T 10 T a h u n : 2013
W a r n a : Silver Metalik
No. Rangka : MHKM1BA3JDJ038797 No. Mesin : K3MC59513
No. Polisi : 1275 ZG
- Bahwa pada tanggal 15 April 2016, Penggugat telah mengajukan klaim asuransi kepada Tergugat I atas kerusakan mobil Penggugat berupa Toyota/Avanza/F 51 GM/T 10 Tahun 2013 Warna Silver Metalik No. Rangka MHKM1BA3JDJ038797 No. Mesin K3MC59513 No. Polisi 1275 ZG, sebagai akibat kecelakaan yang terjadi di jalan raya ;
- Bahwa selama 3 (tiga) bulan menunggu, sejak Penggugat mengajukan klaim asuransi tersebut, Tergugat I tidak juga melaksanakan kewajibannya
PENGADILAN TINGGI MEDAN
untuk mengganti kerugian dan/atau kerusakan yang dialami oleh mobil Penggugat, sebagai akibat kecelakaan di jalan raya;
- Bahwa pada tanggal 15 Juni 2016, melalui Surat Nomor : 172/CLM- TLK/MDN/VI/2016, pihak Tergugat I membalas surat Penggugat, yang pada pokoknya berisikan keengganan Tergugat I untuk mengabulkan permohonan klaim asuransi yang dimohonkan oleh Penggugat ;
- Bahwa kemudian pada tanggal 23 Agustus 2016 Penggugat melalui Kuasa Hukum Penggugat telah mengajukan “somasi” kepada Tergugat I lewat Surat Nomor : 21/SO/LBH-AKP/VIII/16, yang mana atas surat ini Tergugat I membalasnya lewat Surat Nomor : 167/SE/SGS/AUTO/IX/2016 tertanggal 16 September 2016 yang ditanda tangani oleh Tergugat II, yang pada pokoknya menyatakan :
1. Klaim asuransi kenderaan yang diajukan Penggugat tidak dapat disetujui ;
2. Atas klaim yang diajukan Penggugat, Tergugat I hanya bisa mengambil kebijaksaan dengan memberikan 50 % dari nilai asuransi ;
- Bahwa, sebagai nasabah dan/atau debitur dari Tergugat I, II, dan Tergugat III, Penggugat telah melaksanakan kewajiban Penggugat, yaitu membayar
“premi asuransi”. Oleh karenanya beralasan secara hukum bila kemudian Tergugat I, II, dan Tergugat III, baik secara tanggung renteng maupun sendiri- untuk melaksanakan kewajibannya mengabulkan dan/atau menyetujui permohonan klaim asuransi Penggugat ;
- Bahwa tindakan Tergugat I, II, dan Tergugat III, yang tidak mau melaksanakan kewajibannya untuk mengabulkan dan/atau menyetujui permohonan klaim asuransi yang dimohonkan Penggugat, dan Tergugat I melalui Tergugat II hanya bersedia memberikan 50 % dari nilai asuransi kepada Penggugat, secara yuridis merupakan tindakan yang terklasifikasi ke dalam tindakan inkar janji (wan prestatie), karena bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam Ketentuan Perjanjian Pembiayaan No.:93904513, dan jugayang tertuang di dalam Asuransi Perjanjian Kenderaan Bermotor Dari Tergugat I ;
- Bahwa dikarenakan secara yuridis tindakan Tergugat I, II, dan Tergugat III bertentangan dengan Ketentuan Perjanjian Pembiayaan No.:93904513 dan juga Asuransi Perjanjian Kenderaan Bermotor Dari Tergugat I, maka cukup beralasan bagi Yang Terhormat Bapak ketua Pengadilan Negeri Medan cq Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara Gugatan ini menyatakan Tergugat I, II, dan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Tergugat III telah melakukan tindakan inkar janji (wan prestatie) ;
- Bahwa ketentuan-ketentuan yang dilanggar oleh Tergugat I, II, dan Tergugat III, yang menyebabkan cukup beralasan bagi Yang Terhormat Bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan cq Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan untuk menyatakan Tergugat I, II, dan Tergugat III telah melakukan perbuatan inkar janji (wan prestatie), adalah :
1. Ketentuan Pasal 7 (Asuransi) PT. Toyota Astra Financial Services tentang Syarat dan Ketentuan Perjanjian Pembiayaan No.:93904513, yang menyebutkan : “terhitung sejak debitor menandatangani tanda penerimaan barang dan selama berlakunya perjanjian ini, atas beban debitor, barang wajib diasuransikan pada perusahaan yang ditunjuk oleh kreditor, perincian mengenai asuransi dapat dilihat pada daftar perincian pembiayaan konsumen” ;
2. Ketentuan Pasal 7 (Asuransi) point 7.5., yang menyebutkan : “apabila barang yang diasuransikan dalam hal-hal tertentu tuntutan ganti rugi ditolak oleh Perusahaan Asuransi, maka debitor berjanji mengikatkan diri untuk memikul dan menanggung serta bertanggung jawab sepenuhnya atas segala risiko yang terjadi pada barang dan/atau tuntutan pihak ketiga yang timbul sebagai akibat dari peristiwa apapun juga termasuk peristiwa yang tidak turut dipertanggungkan” ;
3. Ketentuan Pasal 1 ayat 1 (Jaminan Terhadap Kenderaan Bermotor) Bab I Jaminan, yang menegaskan : Kerugian dan atau kerusakan pada kenderaan bermotor dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh :
1.1. Tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau terpelosok ; 1.2. Perbuatan jahat ;
1.3. Pencurian, termasuk pencurian yang didahului atau disertai atau diikuti dengan kekerasan ataupun ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dengan Pasal 362, 363 ayat (3), (4), (5), dan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana ;
- Bahwa disamping ketentuan-ketentuan yang disebutkan di atas, di dalam Pasal 23 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian juga ditegaskan : “Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Reasuransi dilarang melakukan tindakan yang dapat memperlambat penyelesaian atau pembayaran klaim atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan, yang dapat mengakibatkan keterlambatan penyelesaian atau pembayaran klaim” ;
PENGADILAN TINGGI MEDAN
- Bahwa sebagai akibat dari tindakan Tergugat I, II, dan Tergugat III yang sampai Gugatan ini Penggugat majukan, tidak mau dan/atau tidak bersedia mengabulkan Permohonan Klaim Asuransi atas kenderaan bermotor (mobil) milik Penggugat, hal ini telah menimbulkan kerugian materiil dan inmateriil bagi Penggugat ;
- Bahwa kerugian materiil yang dialami Penggugat, adalah sebagai akibat harus mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki kerusakan yang dialami oleh mobil Penggugat, yang besarnya Rp.35.000.000.00 (tiga puluh lima juta rupiah) ;
- Bahwa sementara kerugian inmateriil yang Penggugat inmateriil, adalah dikarenakan waktu dan pekerjaan Penggugat yang terganggu, dikarenakan mengurus kerusakan mobil Penggugat, yang apabila kerugian ini dinilai dengan uang, maka kerugiannya diperkirakan Rp.70.000.000.00 (tujuh puluh juta rupiah) ;
- Bahwa dikarenakan akibat inkar janji (wan prestatie) yang dilakukan Tergugat I, II, dan Tergugat III telah menimbulkan kerugian materiil dan inmateriil sebesar Rp.105.000.000.00 (seratus lima juta rupiah), maka sudah selayaknyalah Yang Terhormat Bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan cq Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa, mengadili, dan memutus Gugatan ini, untuk menghukum Tergugat I, II, dan tergugat III baik sendiri-sendiri maupun secara tanggung renteng mengganti kerugian materiil dan inmateriil yang dialami Penggugat, yaitu sebesar Rp.105.000.000.00 (seratus lima juta rupiah) ;
Berdasarkan hal-hal yang Penggugat kemukakan di atas, maka Penggugat mohon kepada Yang Terhormat Bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan cq Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa, mengadili, dan memutus Gugatan ini beserta segala akibat hukum yang timbul dari padanya, berkenan kiranya untuk menentukan suatu hari persidangan yang dikhususkan untuk itu dengan memanggil Penggugat dan Tergugat I, II, Tergugat III serta mengambil dan memberikan putusan yang amarnya berbunyi :
M E N G A D I L I
1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan Tergugat I, II, dan Tergugat III telah melakukan wan prwestatie dan/atau melakukan perbuatan inkar janji yang telah merugikan Penggugat ;
PENGADILAN TINGGI MEDAN
3. Menghukum Tergugat I untuk mengabulkan dan/atau menyetujui permohonan klaim asuransi yang dimohonkan Penggugat atas 1 (satu) unit kenderaan bermotor milik Penggugat, yaitu :
Merk/Model/Type : Toyota/Avanza/F 51 GM/T 10 T a h u n : 2013
W a r n a : Silver Metalik
No. Rangka : MHKM1BA3JDJ038797 No. Mesin : K3MC59513
No. Polisi : 1275 ZG
4. Menghukum Tergugat I, II, dan Tergugat III untuk mengganti kerugian materiil dan inmateril yang dialami Penggugat sebesar Rp.105.000.000.00 (seratus lima juta rupiah), dengan perincian :
a. Kerugian Materiil
Kerugian sebagai akibat harus mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki kerusakan yang dialami oleh mobil Penggugat, yang besarnya Rp.35.000.000.00 (tiga puluh lima juta rupiah) ;
b. Kerugian Inmateriil
Kerugian dikarenakan waktu dan pekerjaan Penggugat yang terganggu, dikarenakan mengurus kerusakan mobil Penggugat, yang apabila kerugian ini dinilai dengan uang, maka kerugiannya diperkirakan Rp.70.000.000.00 (tujuh puluh juta rupiah) ;
c. Menghukum Tergugat I, II, dan Tergugat III, baik sendiri-sendiri maupun secara tanggung renteng membayar biaya yang timbul dalam perkara ini ;
Atau
Apabila yang Terhormat Bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan cq Yang Mulia Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa, mengadili, dan memutus Gugatan ini beserta segala akibat hukum yang timbul daripadanya berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut Tergugat I dan Tergugat II telah memberikan jawaban tanggal 2 Pebruari 2017 dengan mengemukakan hal-hal sebagai berikut :
DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa pada prinsipnya kami menolak seluruh dalil-dalilan / atau keterangan- keterangan Penggugat kecuali yang secara tegas kami akui kebenarannya
PENGADILAN TINGGI MEDAN
dalam jawaban-jawaban kami dalam persidangan yang mulia ini.
2. Bahwa benar antara Tergugat I dan Tergugat II dengan Penggugat, memiliki hubungan hukum berdasarkan Sertifikat Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia Nomor 1311381464 atas nama PT. Toyota Astra Financial Services qq Zubaril Ahmad Nasution, untuk unit kendaraan bermotor Toyota All New Avanza G 1.3 MT tahun 2013, Nomor Polisi BK- 1275-ZG, Nomor Rangka MHKM1BA3JDJ038797, Nomor Mesin K3MC59513 (beserta lampirannya disebut ”Polis”), hal mana diakui juga oleh Penggugat dalam Gugatannya.
3. Bahwa Tergugat I menolak dalil yang disampaikan Penggugat dalam Gugatannya yang menyatakan“……… pada pokoknya berisikan keengganan Tergugat I untuk mengabulkan permohonan klaim asuransi yang dimohonkan oleh Penggugat”.
Yang dimaksud keengganan oleh Penggugat adalah berlebihan dan tanpa dasar yang jelas, karena klaim ditolak oleh Tergugat I dengan alasan yang sangat jelas sebagaimana Polis yang sudah disepakati yaitu Penggugat tidak memenuhi syarat dan ketentuan sesuai yang diatur dalam Polis.
4. Bahwa benar Penggugat telah mengajukan “somasi” kepada Tergugat I pada tanggal 23 Agustus 2016 dengan Nomor 21/SO/LBH-AKP/VIII/2016 sebagai tindak lanjut penolakan klaim.
Perlu kami sampaikan atas pengajuan somasi yang disampaikan oleh Penggugat, kami telah menjawabnya dengan surat Nomor 167/SE/SGS/AUTO/IX/2016 tanggal 16 September 2016 bahwa pengajuan klaim tersebut tidak dapat diterima dengan alasan kerugian kendaraan tersebut terjadi pada saat kendaraan tersebut sedang disewakan (digunakan untuk keperluan komersial) dan hal ini mengacu pada surat kami sebelumnya Nomor 172/CLM-TLK/MDN/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016.
Tentunya hal ini tidak sesuai dengan peruntukannya, di mana dalam Polis penggunaan kendaraan adalah untuk PRIBADI. Sebagaimana klausul dalam Polis, Bab III, tentang Pengecualian, Pasal 3 Ayat (1) yang menyatakan :
“Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan, biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggungjawab hukum terhadap pihak ketiga, yang disebabkan oleh :
1.1. Kendaraan digunakan untuk :
1.1.4. penggunaan selain dari yang dicantumkan dalam Polis”
Terkait dengan hal tersebut akan kami buktikan lebih lanjut dalam proses persidangan ini.
PENGADILAN TINGGI MEDAN
5. Bahwa Tergugat I dan Tergugat II menolak dalil yang disampaikan Penggugat dalam Gugatannya yang pada intinya menyatakan “tindakan Tergugat secara yuridis merupakan tindakan yang terklasifikasi ke dalam tindakan ingkar janji (wan prestatie)”.
Secara yuridis kerugian Penggugat tidak diganti karena kerugian kendaraan tersebut terjadi pada saat kendaraan tersebut sedang disewakan dimana tidak sesuai dengan peruntukannya dalam Polis. Akan tetapi sebagaimana dalam surat Nomor 167/SE/SGS/AUTO/IX/2016 tanggal 16 September 2016, kami menawarkan penggantian 50% dari nilai klaim asuransi kepada Penggugat dimana hal tersebut merupakan murni kebijakan Tergugat I sebagai itikad baik kepada Penggugat.
Adapun kebijakan tersebut kami tawarkan agar permasalahan dapat diselesaikan di luar persidangan atau dengan kata lain sebelum adanya Gugatan ini. Untuk itu perlu kami tegaskan saat ini kami tidak dapat memenuhi apapun keinginan Penggugat dan kami kembali kepada aturan yang terdapat dalam Polis.
6. Bahwa Tergugat I dan Tergugat II tidak perlu menanggapi dalil dalam poin 1 dan poin 2 mengenai Perjanjian Pembiayaan antara Penggugat dengan PT Toyota Astra Financial Services karena tidak ada hubungan hukum dengan Polis.
7. Bahwa Tergugat I dan Tergugat II tidak mengerti dan memahami atas dalil yang dikemukakan oleh Penggugat dalam Gugatannya terkait dengan “Pasal 1 ayat 1 (Jaminan Terhadap Kendaraan Bermotor)”, apakah pasal tersebut masih dalam rangkaian dalil terkait dengan Perjanjian Pembiayaan ataukah pasal termaktub dalam Polis.
Namun Tergugat I dan Tergugat II tegaskan bahwa penolakan klaim tersebut dikarenakan kerugian kendaraan terjadi pada saat kendaraan tersebut sedang disewakan (digunakan untuk keperluan komersial) dimana hal ini tidak ditanggung sebagaimana dalam Polis Bab III, tentang Pengecualian, Pasal 3 Ayat (1) sebagaimana telah kami sampaikan padapoin 4 di atas.
8. Bahwa dalil Penggugat yang mendalilkan adanya kerugian materiil akibat perbuatan wanprestasi yang dilakukan Tergugat I dan Tergugat II sehingga Penggugat mengalami kerugian yang tidak sedikit, baik materiil maupun immateriil yang pada pokoknya adalah :
a. Kerugian materiil sebesar Rp 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah);
b. Kerugian immaterial sebesar Rp 70.000.000,00 (tujuh puluh juta rupiah).
Bagaimana mungkin Penggugat mendalilkan adanya kerugian materiil akibat
PENGADILAN TINGGI MEDAN
biaya perbaikan mobil yang dikeluarkan sendiri, sementara mobil tersebut nyatanya belum sama sekali diperbaiki. Untuk itu kami men-sommer Penggugat untuk dapat membuktikan kebenaran dari perbaikan mobil tersebut.
Terhadap kerugian materiil maupun immaterial tersebut, Tergugat I dan Tergugat II sangat keberatan dan menolak serta tidak akan membayar ganti rugi tersebut, karena berdasarkan alasan-alasan sebagaimana telah diuraikan di atas tidak ada perbuatan wanprestasi yang telah dilakukan oleh Tergugat I dan Tergugat II terhadap Penggugat. Sebaliknya wanprestasi malah dilakukan oleh Penggugat yang telah menggunakan objek pertanggungan tidak sesuai dengan kesepakatan dalam Polis.
9. Bahwa terhadap dalil yang disampaikan Penggugat dalam Gugatannya yang meminta ganti rugi kepada Tergugat I dan Tergugat II baik ganti rugi materiil maupun immaterial secara tunai dan sekaligus pada saat putusan atas perkara ini berkekuatan hukum tetap (inkracht) adalah berlebihan dan mengada-ada serta tidak berdasar atas hukum yang jelas baik dalam perjanjian yang mengikat antara Tergugat I dan Tergugat II dengan Penggugat atau pun ketentuan hukum lainnya.
Berdasarkan hal-hal serta alasan tersebut di atas, maka Tergugat I dan Tergugat II mohon kepada Majelis Pemeriksa perkara yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memberikan putusan sebagai berikut :
PRIMAIR:
DalamPokokPerkara
1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara.
SUBSIDAIR:
Apabila Yang Terhormat Majelis Hakim Pemeriksa Perkara setelah menerima, memeriksa dan memahami serta berpendapat lain, mohon sekiranya dapat diberikan putusan yang seadil-adilnya (ex aequoet bono - naarbelijkheids).
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut Pengadilan Negeri Medan telah menjatuhkan putusan Nomor 573/Pdt.G/2016/PN Mdn tanggal 20 April 2017 yang amarnya sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebahagian ;
PENGADILAN TINGGI MEDAN
2. Menyatakan Tergugat I telah melakukan Wanprestasi atau melakukan Ingkar Janji yang telah merugikan Penggugat ;
3. Menghukum Tergugat I untuk mengabulkan dan/ atau menyetujui permohonan klaim asuransi yang dimohonkan Penggugat atas 1 (satu) unit kenderaan bermotor milik Penggugat, yaitu :
Merk/model/type : Toyota/Avanza/F51GM/T10
Tahun : 2013
Warna : Silver Metalik No.Rangka : MHKM1BA3JDJ038797
No.Mesin : K3MC59513
No.Polisi : 1275 ZG
4. Menghukum tergugat I untuk membayar kepada Penggugat biaya perbaikan akibat kerusakan mobil Penggugat maksimal Rp.35.000.000,-(tiga puluh lima juta rupiah) setelah adanya bukti yang sah tentang perbaikan mobil Penggugat yang diperlihatkan Penggugat kepada Tergugat I ;
5. Menghukum Tergugat I untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp. 557.000,- (Lima ratus lima puluh tujuh ribu rupiah),- ;
6. Menolak gugatan Penggugat untuk selebihnya ;
Menimbang, bahwa berdasarkan Akta Permohonan Banding Nomor 49/2017/ tanggal 4 Mei 2017 yang dibuat oleh Wakil Panitera Pengadilan Negeri Medan yang menerangkan bahwa kuasa Hukum Tergugat I dan Tergugat II telah menyatakan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 573/Pdt.G/2016/PN Mdn tanggal 4 Mei 2017 dan telah diberitahukan kepada Kuasa Hukum Terbanding pada tanggal 16 Juni 2017 dan kepada Turut Tergugat pada tanggal 3 Oktober 2017;
Menimbang, bahwa para Pembanding semula para Tergugat telah mengajukan memori banding tanggal 8 Juni 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan tanggal 8 Juni 2017 dan telah diberitahukan kepada Kuasa Hukum Terbanding tanggal 16 Juni 2017;
Menimbang, bahwa Pengadilan Negeri Medan dengan Relaas Pemberitahuan Memeriksa Berkas telah memberitahukan kepada para Pembanding semula para Tergugat pada tanggal 10 November 2017 dan kepada Terbanding semula Penggugat pada tanggal 21 Agustus 2017 untuk memeriksa berkas perkara di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari setelah menerima pemberitahuan ini.
PENGADILAN TINGGI MEDAN
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa permohonan banding dari para Pembanding semula para Tergugat telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh undang-undang oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima.
Menimbang, bahwa para Pembanding semula para Tergugat telah mengajukan Memori Banding tanggal 8 Juni 2017, Berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
1. DASAR HUKUM BANDING
• Bahwa pada tanggal 4 Mei 2017, kami telah mengajukan permohonan banding sesuai Akte Banding Nomor 49/2017, dan berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1974, Pasal 202 Rbg, Permohonan banding telah kami ajukan sebelum tenggang waktu 14 (empat belas) hari untuk itu perkara a quo dapat diperiksa pada tingkat Banding dan memenuhi syarat tenggang waktu pengajuan banding.
• Bahwa berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, upaya hukum banding dapat diajukan dikarenakan kesalahan judex factie dalam pertimbangan-pertimbangan hukumnya dan/atau salah menerapkan hukum atau tidak menerapkan hukum yang berlaku.
• Bahwa terlebih dahulu kami sampaikan isi putusan sebagai berikut:
MENGADILI
1) Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2) Menyatakan Tergugat I telah melakukan Wanprestasi atau melakukan Ingkar Janji yang telah merugikan Penggugat;
3) Menghukum Tergugat I untuk mengabulkan dan/atau menyetujui permohonan klaim asuransi yang dimohonkan Penggugat atas 1 (satu) unit kendaraan bermotor milik Penggugat, yaitu:
Merk/model/type : Toyota/Avanza/F51GM/T10
Tahun : 2013
Warna : Silver Metalik
Nomor Rangka : MHKM1BA3JDJ038797
Nomor Mesin : K3MC59513 Nomor Polisi : 1275 ZG
4) Menghukum Tergugat I untuk membayar kepada Penggugat biaya perbaikan akibat kerusakan mobil Penggugat maksimal Rp.
35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah) setelah adanya bukti yang
PENGADILAN TINGGI MEDAN
sah tentang perbaikan mobil Penggugat yang diperlihatkan Penggugat kepada Tergugat I;
5) Menghukum Tergugat I untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp. 557.000,00 (lima ratus lima puluh tujuh ribu rupiah);
6) Menolak gugatan Penggugat untuk selebihnya.
2. KEBERATAN ATAS PERTIMBANGAN HUKUM DALAM POKOK PERKARA
• Bahwa pada pokoknya kami TIDAK SEPENDAPAT dengan pertimbangan hukum judex factie dalam Pokok Perkara, kecuali yang secara tegas kami akui kebenarannya;
• Bahwa judex factie dalam pertimbangan hukum pada halaman 18 alinea 4 yang pada pokoknya yaitu: “bahwa antara penggugat dengan tergugat I telah terikat atas suatu perjanjian yang dipandang telah memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian yang diatur oleh pasal 1320 KUHPerdata, sehingga mengikat sebagai ketentuan undang-undang bagi penggugat dan tergugat I yang membuat perjanjian tersebut sesuai ketentuan pasal 1336 KUHPerdata;
Berdasarkan hal tersebut judex factie telah tepat menerapkan pasal 1320 KUHPerdata SEHINGGA selayaknya aturan tersebut diterapkan secara utuh sebagaimana asas hukum perdata yang pada pokoknya menyatakan perjanjian berlaku sebagai hukum bagi kedua belah pihak;
Bahwa judex factie telah salah menerapkan hukum karena bertolak belakang dengan pertimbangannya, hal ini dapat kami buktikan yaitu ketika Polis sebagai perjanjian antara PEMBANDING I (dahulu Tergugat I) dengan TERBANDING (dahulu Penggugat) adalah sah dan mengikat maka selayaknya menjadi hukum bagi kedua belah pihak, halmana dalam polis pasal 3 Ayat (1) butir (1.1.4) yang menyatakan:
“Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan, biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, yang disebabkan oleh:
1.2. Kendaraan digunakan untuk:
1.1.4. penggunaan selain dari yang dicantumkan dalam Polis”
Telah secara tegas tindakan yang dilakukan oleh TERBANDING adalah Wanprestasi sehingga AKIBAT dari tindakan tersebut PEMBANDING I tidak memberikan ganti rugi atas kerugian tersebut, hal tersebut telah jelas dalam
PENGADILAN TINGGI MEDAN
pasal-pasal pengecualian, dengan kata lain yang dilakukan oleh PEMBANDING I adalah akibat dari sebab yang dilakukan TERBANDING.
• Bahwa jelas TIDAK ADA perbuatan Wanprestasi yang dilakukan oleh PARA PEMBANDING khusunyaPEMBANDING I terhadap TERBANDING, justru sebaliknya TERBANDING yang nyata-nyata telah melakukan perbuatan Wanprestasi, yaitu menggunakan kendaraan tidak sesuai dengan peruntukannya sebagaimana dalam Polis.
• Bahwa dalam Putusan, judex factie menyatakan perbuatan PEMBANDING yang menolak klaim dan tidak membayar ganti rugi kepada TERBANDING adalah Perbuatan Wanprestasi atau ingkar janji dan menghukum PEMBANDING I untuk memenuhi kewajibannya segera setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, yaitu membayar kerugian baik materiil yang diderita TERBANDING sebesar Rp. 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah). Judex factie memutuskan tanpa dasar dan karena nilai tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara bukti-bukti maupun secara hukum pada umumnya.
Bahwa judex factie telah salah memahami isi dari polis sebagai perjanjian dalam perkara a quo, untuk itu perlu kami tegaskan tindakan PEMBANDING I tidak membayar ganti kerugian karena telah disepakati kedua belah pihak dikarenakan telah diatur dalam pasal pengecualian terkait hal-hal yang tidak ditanggung yang salah satunya karena adanya tindakan TERBANDING yang melakukan Wanprestasi atau menggunakan objek pertanggungan tidak sebagaimana mestinya yang diatur dalam perjanjian atau menyalahi ketentuan yang telah disepakati.
Judex factie telah nyata-nyata melampaui batas kewenangannya dalam memberikan putusan karena hanya mempertimbangkan akibat semata tanpa melihat sebab-sebabnya.
• Bahwa judex factie dalam pertimbangan hukum pada halaman 21 alinea terakhir yang pada pokoknya yaitu: ”bahwa mobil penggugat bukanlah mobil sewa dengan plat kuning yang ditujukan untuk disewakan secara resmi kepada orang lain”. Judex factie memutuskan hal tersebut tanpa dasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara bukti-bukti maupun secara hukum pada umumnya. Mobil yang tidak menggunakan plat kuning”bukan berarti tidak dapat disewakan atau dikomersilkan.
Bahwa sangat jelas judex factie tidak memahami permasalahan dalam perkara a quo sehingga sangat merugikan PARA PEMBANDING, perlu kami
PENGADILAN TINGGI MEDAN
tegaskan perbedaan antara kendaraan dengan plat warna kuning adalah diperuntukkan sebagai kendaraan umum sedangkan dalam perkara a quo kendaraan tersebut menggunakan plat warna hitam yang seharusnya untuk pribadi tetapi dipergunakan untuk umum atau disewakan, sehingga secara hukum formil sudah melanggar ketentuan yang berlaku dan terlebih lagi dalam perjanjian Polis telah disepakati dan ditegaskan tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan di luar ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya perlu kami sampaikan dalam ikhtisar Polis telah jelas kegunaan objek pertanggungan untuk pribadi bukan untuk komersil vide bukti T-1.
Perlu kami tegaskan yang dimaksud penggunaan secara komersil dalam Polis adalah objek pertanggungan digunakan untuk mendapatkan keuntungan (uang/materi) dan berdasarkan bukti-bukti yang kami sampaikan TERBANDING mendapatkan sejumlah uang atau keuntungan dari objek pertanggungan tersebut.
• Bahwa judex factie dalam pertimbangan hukum pada halaman 22 alinea 1 yang pada pokoknya yaitu: “bahwa sejak diterbitkannya polis sampai dengan tanggal 15 April 2016, penggugat baru 2 (dua) kali menerima pemberian uang karena mengantar orang lain”. Judex factie memutuskan hal tersebut tanpa dasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara bukti-bukti maupun secara hukum pada umumnya. Bahwa pemberian uang sebanyak 2 (dua) kali tersebut sudha termasuk dalam kategori penggunaan secara komersil dalam Polis.
• Bahwa judex factie tidak teliti saat mempertimbangkan Bukti T-5B yaitu surat pernyataan Zubaril Ahmad, TERBANDING mengakui telah mengantarkan 2 (dua) orang pekerja proyek Jalan Tol Kuala Namu dengan membayar biaya transportasi sebesar Rp. 250.000,00(dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan kemudian 4 (empat) orang ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai dengan memberikan uang terima kasih sebesar Rp. 400.000,00 (empat ratus ribu rupiah).
Hal ini bertolak belakang dengan keterangan saksi-saksi Penggugat, Syawaluddin dan Suheri, yang menerangkan “bahwa Penggugat tidak pernah merentalkan mobilnya kecuali ada keadaan mendesak diantar ke rumah sakit”.
Bahwa ketidaksesuaian fakta di atas seharusnya menjadi petunjuk yang nyata adanya kebohongan atau ketidakbenaran saksi-saksi dalam memberikan keterangan dan seharusnya judex factie menolak keterangan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Tersebut karena tidak sesuai fakta dan bukan malah memaksakan tetap dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan putusan.
• Bahwa judex factie dalam pertimbangan hukum pada halaman 22 alinea 3 yang pada pokoknya yaitu: “alasan tergugat I yang menolak klaim penggugat dipandang tidak beralasan sehingga tergugat I haruslah dinyatakan Wanprestasi”.
Bahwa judex factie sangat mengada-ada karena hanya mempertimbangkan akibat dari kepentingan TERBANDING tanpa memperhatikan sebab dari kepentingan PARA PEMBANDING, artinya tindakan yang dilakukan oleh PEMBANDING I adalah akibat dari tindakan yang disebabkan oleh TERBANDING yang terlebih dahulu melakukan Wanprestasi kepada PEMBANDING I.
3. PERMOHONAN PEMBANDING
Berdasarkan hal-hal tersebut maka kami mohon kepada Yang Terhormat Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Medan untuk menerima, memeriksa dan memutuskan sebagai berikut:
• Menerima permohonan banding dari PARA PEMBANDING.
• Membatalkan putusan judex factie perkara Nomor 573Pdt.G/2016/PN.Mdn tanggal 20 April 2017.
• Mengadili sendiri dengan putusan sebagai berikut:
- Menolak Gugatan TERBANDING (dahulu Penggugat) untuk seluruhnya;
- Menghukum TERBANDING (dahulu Penggugat) untuk membayar biaya yang timbul dalamperkara ini.
Menimbang, bahwa majelis Pengadilan Tinggi Medan setelah mempelajari memori banding yang diajukan oleh para Pembanding semula para Tergugat melalui kuasa hukumnya tersebut ternyata tidak ditemukan adanya hal-hal yang dapat melemahkan atau membatalkan putusan Pengadilan Tingkat Pertama tersebut, dan ternyata telah dipertimbangkan dengan tepat dan benar oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama, maka oleh karenanya memori banding tersebut tidak dipertimbangkan lebih lanjut oleh Pengadilan Tinggi sedangkan Penggugat /Terbanding tidak ada mengajukan kontra memori bandingnya ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim Tingkat Banding telah dengan seksama membaca dan mempelajari dan meneliti dengan cermat berkas perkara dan turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor
PENGADILAN TINGGI MEDAN
573/Pdt.G/2016/PN.Mdn tanggal 20 April 2017, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa putusan Hakim tingkat pertama sudah mempertimbangkan secara tepat dan benar, menurut ketentuan hukum yang berlaku didalam memeriksa dan memutus perkara ini, sehingga pertimbangan tersebut dapat disetujui dan dijadikan dasar pertimbangan hukum sendiri oleh Majelis Hakim Tingkat banding dalam memutus dan mengadili perkara ini ditingkat banding ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 573/Pdt.G/2016/PN Mdn tanggal 20 April 2017 beralasan hukum untuk dikuatkan;
Menimbang, bahwa oleh karena putusan tingkat pertama dikuatkan sehingga paraa Pembanding semula para Tergugat berada di pihak yang kalah,maka harus dihukum membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan;
Memperhatikan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
M E N G A D I L I:
- Menerima permohonan banding dari para Pembanding semula para Tergugat tersebut.
- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 573/Pdt.G/2016/PN Mdn tanggal 20 April 2017, yang dimohonkan banding.
- Menghukum para Pembanding semula para Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp. 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah).
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan pada hari Rabu tanggal 31 Januari 2018 oleh kami .YANSEN PASARIBU,SH selaku Ketua Majelis dengan ADI SUTRISNO,SH,MH dan NUR HAKIM,SH,MH masing-masing sebagai Hakim Anggota berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 21 Desember 2017 Nomor 431/PDT/2017/PT MDN untuk memeriksa dan mengadili perkara ini dalam tingkat banding dan putusan tersebut pada hari KAMIS tanggal 8 Februari 2018 diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis tersebut dengan dihadiri Hakim-hakim Anggota, serta dibantu oleh LUHUT BAKO,SH Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi tersebut akan tetapi
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Hakim Anggota, Hakim Ketua,
Ttd ttd
1. ADI SUTRISNO,SH,MH YANSEN PASARIBU,SH ttd
2. NUR HAKIM,SH,MH
Panitera Pengganti,
ttd
LUHUT BAKO,SH
Rincian biaya perkara:
- Meterai : Rp. 6.000,- - Redaksi : Rp. 5.000,- - Pemberkasan : Rp.139.000,-
Jumlah : Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)