• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENYEBARAN IDEOLOGI ISLAM MODERAT DALAM MEDIA NU ONLINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI PENYEBARAN IDEOLOGI ISLAM MODERAT DALAM MEDIA NU ONLINE"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PENYEBARAN IDEOLOGI ISLAM MODERAT DALAM MEDIA NU ONLINE

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Strata 1

Di ajukan oleh:

M Ronot Rigen 16210022 Dosen Pembimbing : Dr. Khadiq, S.Ag.,M.Hum NIP. 19700125 199903 1 001

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2021

(2)

KEMENTERIAN AGAMA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

Jl. Marsda Adisucipto Telp. (0274) 515856 Fax. (0274) 552230 Yogyakarta 55281

PENGESAHAN TUGAS AKHIR

Nomor : B-239/Un.02/DD/PP.00.9/02/2021

Tugas Akhir dengan judul : STRATEGI PENYEBARAN IDEOLOGI ISLAM MODERAT DALAM MEDIA NU ONLINE

yang dipersiapkan dan disusun oleh:

Nama : M. RONOT RIGEN

Nomor Induk Mahasiswa : 16210022

Telah diujikan pada : Jumat, 29 Januari 2021 Nilai ujian Tugas Akhir : A-

dinyatakan telah diterima oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

TIM UJIAN TUGAS AKHIR

Valid ID: 603071937d000

0Ketua Sidang

0Dr. Khadiq, S.Ag.,M.Hum

0SIGNED

Valid ID: 602a165aa292a

0Penguji I

0Dr. Musthofa, S.Ag., M.Si.

0SIGNED

Valid ID: 6021000771ab3

0Penguji II

0Khoiro Ummatin, S.Ag., M.Si.

0SIGNED

Valid ID: 6035ed51017c6

0Yogyakarta, 29 Januari 2021

0UIN Sunan Kalijaga

0Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi

00Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd.

0SIGNED

(3)

ii

(4)
(5)

iv

KATA PENGANTAR

الاِا َهَلِا َلا ْنَا ُدَهْشَا ،نْيِِّدلا َو اَيْنُّدلا ِر ْوُمُا َىلَع ُنْيِعَتْسَن ِهِب َو َنْيِمَلاَعْلا ِِّب َر ِللهِ ُدْمَحْلَا ُل ْوُس ار اًدامَحُم انَا ُدَهْشَا َو الله

ِهِلَا َىلَع َو ٍدامَحُم َىلَع ْمِِّلَس َو ِِّلَص امُهاللَا .الله .دْعَب اامَا نْيِعَمْجَا ِهِبْحَص َو

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Strategi Penyebaran Ideologi Islam Moderat Dalam Media NU Online”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan pendidikan Program Studi Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulis menyadari betul bahwa selesainya skripsi ini berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini izinkan penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Prof. Dr. Phil. Al Makin. MA. Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2. Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

3. Bapak Dr. Khadiq, S.Ag.,M.Hum selaku Dosen Pembimbing Skripsi sekaligus orangtua saya dalam membimbing dan memberikan arahan dalam penyusunan skripsi dari awal hingga akhir.

4. Bapak Dr. Musthofa, S.Ag.,M.Si selaku Dosen Penasihat Akademik dan sekaligus Mantan Kepala Jurusan yang telah membantu memperlancar skripsi ini.

5. Bapak Nanang Mizwar Hasyim S.Sos.,M.Si selaku Kepala Program Studi

Komunikasi Penyiaran Islam.

(6)

6. Seluruh dosen Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam yang telah memberikan ilmunya semoga menjadi ladang amal kebaikan.

7. Teman-teman seperjuangan KPI 2016 terkhusus sahabat terbaik Dimas Aji Sulistyo, Mariski Hasanah, Annatiqotul Laduniyah. Yang terus memotivasi, Mira Maulida, Ahmad Fajril Haq, Ravi Ardiansyah, Fahmi Ihza Mahendra. Serta seluruh teman-teman angkatan 2016 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

8. Sahabat-sahabat PMII Rayon Pondok Syahadat Yogyakarta dan Korp AKSARA 2016.

9. Kawan-kawan pengurus HMPS-KPI 2019 terimakasih atas kerjasamanya sampai akhir kepengurusan.

10. Kawan-kawan Alumni Pondok Pesantren Qodratullah Yogyakarta yang selalu menjadi tempat mendulang kebahagiaan ketika sedang down mengerjakan skripsi. Andriansyah, Ade Putra, Burhannudin, Rama Krisdian, Bayumi, Rika Amelia, Yuk Halimah Sakdiah, Yuk Besse Eka Tantri, Delis, Puja, Tomi dan seluruh anggota IKAPPQ Yogyakarta.

11. Kawan-kawan KKN Ekspedisi Ra’as terkhusus Kelompok 4 dusun Banlendur. Aji Reka Mayasa, Abdul Wahid, Maulana, Randi, Abdi, Miftah, Novita, Nurul Yatimah, dan Icha.

12. Kawan-kawan GUSDURian Jogja yang telah memberikan ruang

berproses untuk menambah pengalaman.

(7)

vi

13. Kawan-kawan IKPM Musi Banyuasin dan Asrama Ranggonang sebagai tempat tinggal selama di jogja yang telah memberikan banyak pelajaran dalam menempuh kehidupan di Yogyakarta.

14. Mahbib Khoiron dan Ahmad Naufa Khoirul Faizun selaku Redaktur Pelaksana dan Tim Media NU Online yang telah banyak membantu memberikan data penelitian.

15. Bang Willi Vebriandy dan Rio Anggi Fernando yang banyak memberi pengaruh di pengujung waktu skripsi.

16. Terakhir, teruntuk semua pihak yang pernah menemani selama di jogja.

Terimakasih atas pertemuan ini, semoga kita bertemu di lain waktu dengan keadaan yang lebih baik.

Semoga Allah SWT, membalas semua kebaikan dan melimpahkan karunia dna hidayahnya kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penulisan skripsi ini. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kata sempurna dan masih terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi penulis sendiri dan para pembaca nantinya.

Yogyakarta, 23 Januari 2021 Penulis,

M. Ronot Rigen

16210022

(8)

MOTTO

Tuhan Ada di Hatimu (Husen Al-Hadar)

Syukuri apa yang ada, boleh jadi apa yang kamu miliki saat ini adalah dambaan orang-orang di luar sana.

(M. Ronot Rigen)

(9)

viii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Skripsi ini yang berjudul “Strategi Penyebaran Ideologi Islam Moderat Dalam Media NU Online” penulis persembahkan terkhusus untuk orangtua saya Ibu Sila dan Bapak Umar Hasan yang telah memberikan semua yang terbaik untuk pendidikan penulis. Juga untuk Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semoga penelitian ini bisa bermanfaat untuk para peneliti selanjutnya.

Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi dan doa. Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada penelitian ini, dan juga penulis berharap kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun. Mohon maaf jika ada ketidaksesuaian atau kesalahan yang ada di dalam penelitian ini. Sekian dan terimakasih.

Yogyakarta, 23 Januari 2021 Penulis,

M. Ronot Rigen

16210022

(10)

ABSTRAK

M. Ronot Rigen (16210022). “Strategi Penyebaran Ideologi Islam Moderat Dalam Media NU Online”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hadirnya media online memberikan tantangan besar di dunia dakwah, diperlukan strategi yang tepat untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Salah satu lembaga yang menggunakan media online adalah Nahdlatul Ulama memiliki media NU Online. Penulis memilih judul Strategi Penyebaran Ideologi Islam Moderat Dalam Media NU Online dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh organisasi Nahdlatul Ulama dalam menyebarkan paham ideologi moderat di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki karakteristik heterogen. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan informasi keagamaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Menurut Onong Uchjana Effendy, strategi merupakan perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan.

Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang ditujukan untuk mengetahui strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online.

Setelah peneliti analisis dengan mangacu pada prisip strategi maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa strategi yang digunakan oleh NU Online untuk menyebarkan ideologi islam moderat, di antaranya. Strategi perumusan, strategi pesan variatif, strategi kontinuitas, strategi kredibilitas komunikator, strategi waktu strategis (best time), strategi relevansi konten, dan strategi memperluas jaringan.

Kata Kunci: Strategi, NU Online, Ideologi, Islam Moderat.

(11)

x

DAFTAR ISI

Surat Persetujuan Skripsi ... ii

Surat Pernyataan Keaslian Skripsi ... iii

Kata Pengantar ... iv

Motto ... viii

Halaman Persembahan ... ix

Abstrak ... x

Daftar Isi ... xi

Daftar Gambar ... xiv

Daftar Tabel ... xv

BAB I : PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 4

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian ... 4

a. Tujuan Penelitian ... 4

b. Kegunaan Penelitian ... 4

D. Kajian Pustaka ... 4

E. Landasan teori ... 6

a. Tinjauan Strategi dan Komunikasi ... 7

b. Korelasi Antar Komponen Dalam Strategi Komunikasi ... 7

c. Fungsi Strategi Komunikasi ... 12

d. Tinjauan Islam Moderat dan Ciri-cirinya ... 12

e. Media Online Sebagai Sarana Dakwah ... 19

(12)

F. Metode Penelitian ... 20

a. Pendekatan Penelitian ... 20

b. Fokus Penelitian ... 20

c. Sumber Data ... 20

d. Teknik Pengumpulan Data ... 20

e. Teknik Analisis Data ... 20

G. Sistematika Pembahasan ... 21

BAB II : GAMBARAN UMUM ... 23

A. Sekilas Perkembangan Media NU Online ... 23

B. Logo,Visi dan Motto Baru NU Online ... 25

C. Struktur Organisasi Media NU Online ... 26

D. Gambaran Media NU Online ... 30

BAB III : Analisis Strategi Penyebaran Ideologi Islam Moderat Dalam Media NU Online.. ... 43

A. Strategi Perumusan ... 44

B. Strategi Pesan Variatif ... 60

C. Strategi Kontinuitas... 65

D. Strategi Kredibilitas Komunikator ... 67

E. Strategi Pemilihan Waktu Strategis (Best Time) ... 70

F. Strategi Relevansi Konten ... 73

G. Strategi Memperluas Jaringan ... 75

BAB IV : PENUTUP ... 78

A. Kesimpulan ... 78

(13)

xii

B. Saran ... 81

DAFTAR PUSTAKA ... 82

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Logo NU Online ... ... 25

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Struktur Organisasi NU Online ...

... 27 Tabel 2. Gambar Media Website NU Online ...

... 31 Tabel 3. Gambar Media Twitter NU Online ...

... 35 Tabel 4. Gambar Media Instagram NU Online ...

... 37 Tabel 5. Gambar Media Youtube NU Online ...

... 40 Tabel 6. Gambar Media Facebook NU Online ...

... 41

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Media online menjadi fenomena baru sekaligus merupakan bagian dari produk kemajuan zaman. Kehadiran media online memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi, namun di sisi lain juga menjadi tantangan baru bagi para pendakwah dalam menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat luas. Media Online, telah membawa masyarakat ke ruang dimensi lain, dengan segala kemudahan yang ditawarkannya. Didukung hadirnya internet, masyarakat tidak perlu lagi takut akan ketersediaan informasi. Kemudahan mengakses infromasi melalui media online seperti hanya dengan mencari di laman pencarian, masyarakat bisa memperoleh informasi dengan cepat, praktis dan tidak membutuhkan biaya besar.

Selain memberi pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, hadirnya media online juga mengakibatkan peralihan metode dakwah konvensional ke digital. Era digital merupakan era dimana semua akses dapat secara cepat terjangkau oleh para pengguna media, faktor inilah yang mendasari banyaknya para pendakwah, organisasi, dan lembaga dakwah beralih ke media digital atau online. Selain itu, efektifitas waktu dan biaya yang bisa diminimalisir menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendakwah dalam memilih media online.

Menggunakan media online, membuat aktivitas para pendakwah tidak terbatas

jarak, runag, dan waktu untuk melakukan kerja-kerja dakwah, hanya dengan

(17)

2

menggunakan alat elektronik seperti gawai, laptop dan komputer mereka bisa mengisi pengajian, melakukan safari dakwah hingga membuat kelas dakwah.

Aktivitas dakwah menggunakan media online merupakan tanda dari proses kebudayaan yang semakin meluas, menyangkut ruang partisipasi dakwah secara terbuka. Sebelumnya publik atau (mad’u), ditempatkan sebagai objek dalam dakwah, kemudian menjadi subyek aktif yang terlibat dalam dalam memproduksi pengetahuan agama.

1

Saat ini, media online memiliki peran penting sebagai sarana berdakwah.

Tidak sedikit, dari kalangaan masyarakat khususnya mereka yang masih awam akan ilmu agama menjadikan apa yang ada di media sebagai sumber keilmuan otoritatif. Media online menjadi lapak pergumulan wacana bagi berbagai paham keislaman, untuk menyikapi hal tersebut diperlukan media yang menyajikan konten-konten dakwah islam sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan islam yang memiliki prinsip moderatisme paham keagamaan, harus mampu memberikan wawasan keislaman yang teduh, sejuk dan penuh kasih sayang di dalam media. Karena, masuknya berbagai paham kegamaan atau ideologi islam ke dalam media online pun tak terelakkan berbagai paham islam yang tersebar di dalam media online dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat luas, maka menjadi tantang tersendiri bagi NU dalam bersaing menarik perhatian masyarakat agar bisa

1 Efa Rubawati, “Media Baru: Tantangan dan Peluang Dakwah”, Jurnal Studi Komunikasi, vol. 2: 1 (Maret, 2018), hlm. 128.

(18)

3

menyebarkan paham islam moderat yang sejalan dengan ajaran nabi Muhammad Saw.

NU online hadir di tengah masyarakat, menyajikan konten seputar wawasan keislaman yang sejalan dengan akidah Alussunnah Wal Jamaah. Sebagai media yang bernaung di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), NU online menjadi media utama yang digunakan NU untuk sarana dakwah. Selain itu, NU Online juga dijadikan sebagai media informasi kegiatan PBNU kepada seluruh anggota NU di segala tigkatan.

Besarnya pengaruh organisasi NU di tengah masyarakat secara otomatis memberikan dampak positif bagi NU Online, Seperti rilis terbaru yang dilakukan oleh IBTimes.ID yang berjudul daftar 100 Situs Islam, NU Online Tertinggi.

Berdasarkan penelususran rangking di Alexa, NU Online menduduki peringkat pertama. situs media nu.or.id atau NU online mendapatkan peringkat ke 122 dibawahnya ada bincangsyariah.com di peringkat 244 dan Islamic.co di peringkat 364 dan 100 situs media keislaman yang lain.

2

Berdasarkan latar belakang inilah peneliti tertarik mengkaji lebih jauh bagaimana strategi penyebaran islam moderat, pada salah satu media yang dikelolah oleh organisasi NU yakni NU online. Dalam penelitian ini peneliti akan akan menganalisis bagaimana strategi yang digunakan oleh komunikator atau redaksi dalam menyebarkan ideologi islam moderat melalui media NU online.

Peneliti memandang bahwa NU Online memiliki pengaruh yang sangat besar bagi

2 RedaksiIB, “100 Situs Islam Indonesia, NU Online Peringkat Pertama”, https://ibtimes.id/100-situs-islam-indonesia-nu-online-peringkat-pertama/ diakses pada 15 Desember 2020.

(19)

4

penyebaran ideologi islam moderat. Oleh Karena itu peneliti mengambil judul

“Strategi Penyebaran Ideologi Islam Moderat Dalam Media NU Online”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan latar belakang sebelumnya maka rumusan masalah yang akan diteliti, yakni “Bagaimana strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online”

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online.

2. Kegunaan Penelitian a. Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan, mampu memberikan sumbangan wacana untuk peneliti lanjutan tentang islam moderat. Terlebih, di tengah kemajuan teknologi digital saat ini, dimana media menjadi salah satu alat yang paling efektif.

b. Manfaat praktis

Mampu memberikan bahan refrensi ilmu pengetahuan dan kontribusi untuk pengembangan kajian islam bagi prodi komunikasi penyiaran islam serta memberikan masukan kepada Media NU online agar lebih baik kedepannya.

D. Kajian Pustaka

Banyak penelitian, yang sebelumnya telah membahas tentang strategi

penyebaran paham keagamaan (ideologi), baik menggunakan media online

ataupun tidak. Untuk menghindari kesamaan dalam penelitian ini, maka peneliti

(20)

5

mencoba menelusuri beberapa penelitian yang sudah ada sebelumnya. Adapun, beberapa penelitian yang peneliti temukan sebagai berikut.

Pertama, penelitian dari Woro Purdiningtiyas. Mahasiswi Fakutas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Raden Intan Lampung yang berjudul “Strategi komunikasi penyiaran dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah di D!Radio lampung.”

3

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah apa saja yang dilakukan oleh D!Radio, dalam meningkatkan kualitas siaran dakwah dan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik oleh penerima atau audiens. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dengan menggunakan

teknik pengumpulan data trigulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil kualitatif lebih menekankan pada makna dan generalisasi. Sedangkan, penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti memfokuskan pada strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU online.

Kedua, penelitian dari Turhamun, Mahasiswi UIN Walisongo Semarang.

Penelitian yang berjudul “komunikasi organisasi (Studi analisis strategi komunikasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) banyumas, mendeskripsikan strategi komunikasi organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) banyumas dalam mewujudkan khilafah islamiyah).

4

Melalui penelitian ini, Turhamun mencoba

3 Woro Purdiningtiyas,”Strategi komunikasi penyiar dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah di D!Radio lampung” Skripsi, (Lampung, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Raden Intan, 2018).

4 Turhamun, “Komunikasi Organisasi (Studi analisis strategi komunikasi organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) banyumas dalam mewujudkan khilafah islamiyah). Tesis, (Program Magister Studi Islam, Program Pascasarjana, UIN Walisongo Semarang, 2015).

(21)

6

melihat lebih jauh keberhasilan strategi komunikasi yang digunakan oleh organisasi HTI. Namun, dalam penelitian ini, Turhamun tidak menggunakan media online dan lebih memfokuskan pada komunikasi organisasi. Sedangkan, dalam penelitian yang akan dilakukan ini memfokuskan pada Strategi penyebaran ideologi moderat dalam media NU Online.

Ketiga, penelitian Ahmad Asip Ulinnuha, Mahasiswa UIN Syarif Hidaytullah Jakarta yang berjudul “Strategi Dakwah PBNU Melalui Website www.nu.or.id”

5

melalui skripsi ini Ahmad Asip Ulinnuha mencoba mengetahui strategi dakwah yang digunakan PBNU melalui website

www.nu.or.id. Asip

menggunakan metode penelitian kualitatif yang menitik beratkan pada data-data lapangan, seperti observasi langsung ke lokasi PBNU secara umum skripsi ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan karena berkaitan erat dengan strategi. Perbedaan antara skripsi ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah peneliti memfokuskan pada strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online.

E. Landasan Teori

Pada penelitian ini penulis menggunakan teori yang mempunyai relevansi terhadap obyek kajiaan yang akan diteliti, agar penelitian ini dapat dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Teori ini juga digunakan sebagai dasar dalam penyajian hasil penelitian.

5 Ahmad Asip Ulinnuha, “Strategi Dakwah PBNU Melalui Website www.nu.or.id” , Skripsi (Jakarta: Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2010).

(22)

7

a. Tinjauan Strategi dan Komunikasi

Kata strategi berasal dari bahasa Yunani Strategia berarti “keahlian militer”.

Strategi adalah konsep yang mengacu pada sebuah jaringan yang komplek dari pemikiran, ide-ide, penegrtian yang mendalam, pengalaman, sasaran, keahlian, memori, persepsi, dan harapan yang membimbing untuk menyusun suatu kerangka pemikiran umum agar kita dapat memutuskan tindakan-tindakan yang spesifik bagi tercapainya tujauan.

6

Onong Uchjana Effendy mendefinisikan strategi komunikasi sebagai panduan perencanaan komunikasi (Communication Planning) dengan manajemen komunikasi (Communication Management) untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi ini harus mampu menunjukan bagaiamana operasionalnya secara praktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (Approach) bisa berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.

7

Dengan strategi komunikasi yang bagus seorang mampu mengutarakan maksud keinginananya dengan sistematis dan tepat sasaran sehingga lawan bicara dapat menyetujui keinginannya dan segala yang dimaksud diharapkan tanpa harus melawan.

b. Korelasi Antar Komponen Dalam Strategi Komunikasi

Komunikasi merupakan proses yang rumit. Dalam rangka menyusun strategi komunikasi diperlukan suatu pemikiran dengan memperhitungkan faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat. Akan lebih baik, apabila dalam strategi

6 Alo Liliweri, Komunikasi Serba Ada Makna, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), hlm. 239.

7 Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung: PT Remaja

(23)

8

itu diperhatikan komponen-komponen dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pada setiap komponen tersebut. Kita mulai secara berturut-turut dari komunikan sebagai sasaran komunikasi, media, pesan dan komunikator.

1. Mengenali sasaran komunikasi

Sebelum kita melancarkan komunikasi, kita perlu mempelajari siapa yanga akan menjadi sasaran komunikasi kita, dalam hal ini tergantung pada tujuan komunikasi, apakah agar komunikan hanya sekedar mengetahui (dengan metode informative), atau agar komunikan melakukan tindakan tertentu (metode persuasif atau instruktif). Apapun tujuannya, metodenya dan banyaknya sasaran, pada diri komunikan perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai beikut.

a. Faktor krangka refrensi

Faktor kerangka referensi yang peneliti maksudkan disini adalah pesan komunikasi yang disampaikan kepada komunikan harus disesuaikan dengan kerangka refrensi. Kerangka refrensi seseorang terbentuk dalam dirinya sebagai hasil dari panduan pengalaman, pendidikan, gaya hidup, norma hidup, situsi sosial, ideologi, cita-cita, dan lain sebagainya

Dalam situasi komunikasi interpersonal, mudah mengenali kerangka refrensi

komunikasi karena ia hanya satu orang. Mengenali kerangka refrensi menjadi sulit

jika yang kita hdapai adalah komunikasi kelompok. Ada kelompok yang individu-

individunya sudah saling kenal seperti kelompok karyawan. Ada juga yang tidak

dikenal, seperti kelompok rapat RW. Komunikasii harus disesuaikan dengan

kerangka referensi mereka.

(24)

9

Adapun yang lebih sulit adalah mengenali kerangka refrensi komunikan dalam komunikasi massa atau jika di era sekarang adalah komunikan yang ada di jejaring digital, sebab mereka sifatnya heterogen. Karena itu pesaan yang disampaikan kepada khalayak melalui media massa hanya bersifat informatif dan umum, yang dapat di mengerti oleh orang banyak, mengenai hal yang menyangkut kepentingan semua orang. Jika pesan yang akan disampaikan kepada khalayak adalah untuk dipersuasifkan, maka akan lebih efektif jika dibagi menjadi kelompok-kelompok khusus. Lalu diadakan komunikasi kelompok dengan mereka yang berarti komunikasi dua aranh secara timbal balik.

8

b. Faktor situasi dan kondisi

Yang peneliti maksudkan situasi di sini ialah situasi komunikasi pada saat komunikan akan menerima pesan yang kita sampaikan. Situasi yang dapat menghambat jalannya komunikasi, dapat diduga sebelumnya supaya pesan yang kita sampaikan dapat tersampaikan dengan efektif. Yang dapat diduga sebelumnya umpanya mengadakan rapat dengan para karyawan pada waktu gjian atau berpidato dalam suatu malam kesenian pada saat para hadirin mengharapkan hiburan segera dimulai. Yang pertama dapat dihindarkan dengan menangguhkan atau memajukan harinya, sedangkan yang kedua dengan memberikan pidato yang singkat, tetapi padat.

Sedangkan kondisi yang peneliti maksudkan adalah state of personality komunikan, yaitu keadaan fisik dan psikis komunikan pada saat ia menerima pesan komunikasi. Komunikasi kita tidak akan efektif apabila komunikan sedang

8 Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung: PT Remaja

(25)

10

marah, sedih, bingung, sakit atau lapar. Ketika menghadapai komunikan dalam kondisi seperti ini kadang-kadang kita bisa menagguhkan komunikasi kita sampai datangnya suasana yang menyenangkan. Tapi tidak jarang pula kita harus melakukan pada saat itu juga disini factor manusiawi sangat penting

9

2. Pemilihan media komunikasi

Untuk mencapai sasaran komunikasi kita dapat memilih salah satu atau gabungan beberapa media, tergantung dari tujuan yang akan dicapai, pesan yang akan disampaikan dan teknik yang akan digunakan. Dalam hal ini, peneliti menggunakan media online sebagai media utama. Media online menjadi salah satu bagian terpenting, dengan karakteristiknya yang bisa menjangkau khalayak secara luas dan cepat sangat memungkinkan untuk menyebarkan informasi secara efektif. Pemilihan media online juga mempertimbangakan perkembangan zaman yang semakin pesat, media online telah melampaui media cetak seperti koran, majalah, surat kabar dan lainnya.

3. Pengkajian pesan komunikasi

Pesan komunikasi mempunyai tujuan tertentu, ini menentukan teknik apa yang harus diambil, apakah teknik informasi, teknik persuasi, atau teknik intruksi. Pesan komunikasi terdiri dari isi pesan dan lambang. Isi pesan komunikasi bisa satu tapi lambang yang digunakan bermacam-macam, lambang tersebut diantaranya bahasa, gambar, gesture, warna, dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak isi pesan komunikasi yang disampaikan kepada komunikan dengan menggunakan gabungan lambang, seperti pesan komunikasi

9 Ibid, hlm.34.

(26)

11

melalui surat kabar, film, atau televisi. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengkaji pesan yang ada di dalam media NU Online baik teks, gambar, video dan visual.

4. Peranan komunikator dalam komunikasi

Ada faktor yang penting pada diri komunikator bila ia melancarkan komunikasi dalam konteks ini adalah komunikator media NU Online, yaitu daya tarik sumber dan sumber kepercayaan.

a. Daya Tarik

Daya tarik yang peneliti maksudkan di sini adalah seorang komunikator akan berhasil dalam komunikasi akan mampu merubah sikap, opini dan perilaku komunikan melalui mekanisme daya tarik, jika pihak komunikan merasa bahwa komunikator ikut serta dengannya. Dengan kata lain, komunikan merasa ada kesamaan antara komunikator dengannya, sehingga komunikan bersedia taat pada isi pesan yang dilancarkan komunikator.

10

b. Kredibilitas sumber

Faktor kedua yang bisa menyebabkan komunikasi berhasil ialah kepercayaan komunikan kepada komunikator. Kepercayaan ini banyak bersangkutan dengan profesi atau keahlian yang dimiliki seorang komunikator.

Berdasarkan kedua hal tersebut seorang komunikator dalam menghadapi komunikan harus bersikap empatik, dengan kata lain komunikator harus bisa merasakan apa yang dirasa orang lain

11

.

10 Ibid. hlm, 37.

(27)

12

Selain itu, konten yang ditawarkan juga harus dari sumber yang diakui ataupun diketahui oleh komunikan.

c. Fungsi Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi baik makro (Planed multi-media strategy) maupun secara mikro (single communication medium stategy) mempunyai fungsi ganda.

Pertama, penyebarluasan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil optimal.

Kedua, menjembatani culture gap akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarakan akan merusak nilai-nilai budaya

12

Selain itu, strategi komunikasi mempunyai fungsi yang berkaitan dengan kegiatan. Pertama, menyebarluaskan pesan komunikasi kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani kesenjangan budaya akibat kemudahan yang diperoleh dan kemudahan dioperasioanlkannya media massa.

13

Melihat dari definisi fungsi strategi sebelumnya, dapat dikatakan bahwa strategi komunikasi dalam media online sangat berpengaruh bagi keberhasilan pesan yang akan disampaikan oleh suatu media, yang dalam hal ini adalah NU Online.

d. Tinjauan Islam Moderat dan Ciri-Cirinya

Islam oderat adalah selalu meghindari perilaku atau ungkapan yang ekstrem serta berkecendrungan kearah dimensi atau jalan tengah.

14

Dalam

12 Ibid, hlm. 30.

13 Yossita Wisman, “Komunikasi Efektif Dalam Dunia Pendidikan”, Jurnal Nomosleca, vol, 3:2 (Oktober, 2017), hlm, 64.

14 Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Versi Online (Dalam Jaringan), https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses pada 15 Desember 2020.

(28)

13

dakwah, sikap moderat atau tidak memiliki kecendrungan ke kanan ataupun ke kiri sangat diperlukan saat sekarang. Pasalnya, akhir-akhir ini nuansa dakwah yang cendrung mengkedepankan kekerasan dan sikap intoleran mulai memasuki dalam tatanan kehidupan masyarakat. Akibatnya, masyarakat menjadi cendrung eksklusif dalam memahami ajaran agama islam.

Terlebih di era modern sekarang, dimana kemajuan teknologi komunikasi semakin pesat, sehingga mempermudah para aktivis dakwah dan organisasi islam dalam menyebarkan paham keagamaan sesuai dengan pengertian kelompok tertentu. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam berdakwah, sikap moderat tidak memperkenankan jalan kekerasan dalam proses menyampaikan dakwah kepada masyarakat.

Ideologi islam moderat atau pemahaman islam yang moderat, di bawa oleh organisasi Nahdaltul Ulama dalam proses dakwah, di tengah banyaknya ideologi keagamaan yang ditawarkan oleh para aktivis dakwah ataupun organisasi islam kepada masyarakat melalui media sosial saat ini. Organisasi NU memberikan nuansa pemahaman islam yang damai, terbuka, dan menghargai perbedaan pendapat.

Senada dengan penjelasan di atas, Muchlis M. Hanafi memaknai moderat

(Al-Wasath), sebagai metode berfikir, berinteraksi dan berperilaku secara tawazun

(Seimbang), dalam menyikapi dua keadaan sehingga ditemukan sikap yang sesuai

dengan prinsip-prinsip islam dan tradisi masyarakat, yaitu simbang dalam akidah,

(29)

14

ibadah dan akhlak.

15

Dengan kata lain, moderat dijadikan sebagai landasaan berfikir untuk memberikan penjelasan kepada khalayak melalui pemahaman islam yang ramah, damai dan menerima segala perbedaan.

Melalui penjelasan dan didukung oleh penelusuran peneliti tentang makna islam moderat maka dapat diklasifikasi sebagai berikut:

a. Selalu menghindari perilaku dan pengungkapan yang ekstrem

Islam moderat, membawa sebuah pemahaman keislaman yang damai, kedamaian yang dilahirkan dari islam moderat menepis penyataan aliran-aliran yang cendrung belebihan dalam meyebarkan islam, bahkan menggunakan jalan kekerasan dalam menyampaikan dakwah islam kepada masyarakat. Selain itu, islam moderat juga memberikan kedamaian dalam setiap kata-kata yang diungkapkan, karena islam bukanlah agama dipaksakan atau memaksakan.

Sejalan dengan itu, Muhammad Ali mengatakan bahwa islam moderat Indonesia merujuk pada komunitas islam yang menekankan perilaku normal (Tawasuth). Adapun dalam mengimplementasikan ajaran agama yang mereka tegakkan, mereka toleran terhadap perbedaan pendapat, menghindari kekrasan, dan memperioritaskan pemikiran dan dialog starteginya.

16

b. Berkecendrungan ke dimensi jalan tengah

Islam moderat atau islam wasathiyah memiliki makna yang sama yakni pertengahan, adil ataupun pilihan terbaik. Kata washatiyah secara normatif diadopsi dan dikembangkan dari ungkapan ummatan wasatan yang digambarkan

15 Eka Prasetiawati, “Menanamkan islam moderat upaya menaggulangi radikalisme di Indonesia” Skripsi (Lampung: Dosen Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung, 2017), hlm.52.

16 Ibid, hlm.55.

(30)

15

dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 143 yang artinya, “Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (Umat Islam), umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (Perbuatan) kamu.

Pengembangan makna dari kata wasathiyah ini, memiliki berbagai tafsir dari para ulama, salah satunya ialah Yusuf Al-Qaradawi menurutnya sifat keseimbangan dan moderasi dalam makna moderat dan wasathiyah yang menjadikan jati diri umat islam, menjadi satu umat yang berperan sebagai saksi dan maha guru bagi umat manusia. Model keberislaman seperti ini sesungguhnya sesuai dengan apa yang disampaikan Yusuf Qaradhawi tentang karakter islam.

Menurutnya islam merupakan agama Rabbaniyyah (bersumber dari Tuhan dan terjaga otensitasnya), insaniyyah (sesuai dengan fitrah dan demi kepentinga manusia), Washatiyyah (moderat-mengambil jalan tengah), Waqiyyah (kontekstual), jelas dan harmoni antara perubahan dengan ketepatan.

17

Maka dari itu, ideologi moderat memberikan penjelasan mengenai paham keislaman yang mengkedepankan rasa kemanusian dan menghargai setiap perbedaan.

c. Menghargai setiap perbedaan dan menerima segala bentuk pembaharuan Dalam prakteknya ideologi moderat memiliki ciri khas tersendiri dalam menyelesaikan masalah keagamaan. Adapun teologi al- ‘Asy’ari, yang diakui oleh para ulama sebagai ideologi moderat. Pasalnya, teologi asy’ari diyakini mampu menjadi penengah antara perbedaan pendapat di masanya. Faktor pendorong atas moderasi teologi al-Asy’ari adalah kondisi aliran-aliran pada masa itu yang sering terjadi konflik antara satu sama lain.

17 Muhammad Ainun Nadjib, “Islam Wasatiyah dan Kontestasi Wacana Moderatisme

(31)

16

Untuk membuktikan pernyataan di atas, mari kita lihat isu-isu yang diangkat oleh al-Asy’ari. Isu “Kalamullah” misalnya, Asy-‘ari memilih bahwa kalam Allah ada yang nafs dan ada yang lafzi. Pilihannya ini sebagai jalan tengah dari dua pilihan berbeda yang dipilih oleh golongan Hanabilah dan Muktazilah.

Yang pertama mengatakan bahwa kalamullah adalah ghayr makhluq sedangkan yang kedua mengatakan bahwa kalamullah adalah makhluq.

18

Dalam isu perbuatan manusia (af’al al’ibad), al-Asy’ari juga menentukan opsi jalan tengah antara Jabariyah yang menyakini bahwa tuhan tidak menciptakan perbuatan-perbuatannya dan Muktazilah yang menyakini bahwa tuhan yang menciptakan segala perbuatan-perbuatan yang bersifat ikhtiyariyyah.

Asy-‘ari menegaskan bahwa tuhan tidak menciptakan perbuatan-perbuatannya, namun perbuatan itu sesuatu yang terjadi atas kudrat Allah. Tapi, manusia mempunyai andil dalam proses penciptaan perbuatan itu yang kemudian dinamai dengan istilah al-kasb. Al-kasb itulah yang berada dibawah kudrat manusia, karena al-kasb membuat manusia berhak mendapat siksa atau pahala.

19

Selanjutnya, seiring perkembangan zaman dari dahulu hingga sekarang mengharuskan kita lebih jernih dan luas memahami islam. Pehamaman tentang islam yang kontekstual harus di pahami sesuai dengan zaman dan tempat.

Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk kerja-kerja penafsiran dan ijtihad. Harapannya, islam mampu terus dinamis dalam merespon perubahan zaman. Selain itu, islam juga mampu memberikan tanggapan-

18 Hamzah Harun Ar-Rasyid, “Konstruksi Islam Moderat” (Yogyakarta, Lembaga Ladang Kata, 2018), hlm.29.

19 Ibid, hlm.29.

(32)

17

tanggapan kepada masyarakat yang berbeda-beda dengan berbagai sudut pandang satu ke sudut pandang yang lain.

Kemampuan beradaptasi yang kritis ini, akan menjadikan islam benar- benar Shalih li kulli zaman wa makan (cocok untuk setiap zaman dan tempat).

20

Islam memiliki sumber hukum yang langsung diberikan oleh Allah Swt berupa wahyu yang kemudian termuat dalam Al-Qur’an. Melalui perantara malaikat yang menyampaikan kepada nabi Muhammad Saw, Al-Qur’an kemudian di ajarkan kepada seluruh umat manusia supaya menjadi landasan dalam menjalani kehidup di dunia.

d. Memandang islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta (Rahmatan lil’alamin).

Istilah islam Rahmatan lil’alamin, merupakan istilah yang bersumber dan tercantum dalam Al-Qur’an (building in islam), Allah langsung yang memberikan istilah tersebut untuk menggambarkan ajaran yang dibawa nabi Muhammad akan berdampak positif, inklusif, komprehensif, dan holistic. Gagsan yang tidak memiliki kekurangan dan kelemahan, gagasan yang suci dan gagasan ilahiyah yang autentik.

21

Islam Rahmatan lil’alamin, memiliki karakteristik yang universal.

Sehingga mencakupi segala aspek dalam keberagamaan. Selain itu islam rahmatan lil’alamin juga menekankan beberapa aspek yang mencakup hubungaan makhluk

20 Asep Abdurahman, Eksistensi Islam Moderat Dalam Perspektif Islam, Skripsi (Tanggerang, Jurusan PAI fakultas Agama Islam, UMT, 2018), hlm.31.

21 Rasyid Makmun Muhammad, “Islam Rahmatal lil’alamin Perspektif KH. Hasyim

(33)

18

dengan Tuhan (Habluminallah), makhluk dengan makhluk (Habbluminannas) dan makhluk dengan alam semesta (Habbluminalalam). Dalam praktiknya islam rahmatan lil’alamin mengkedepankan, perdamaian, toleransi dan kecintaan terhadap apapun ciptaan Nya.

e. Menjaga relasi antara kebangsaan dan keislaman

Kebangsaan dan keislaman menjadi suatu hal yang sulit untuk dipisahkan, keberadaan keduanya memiliki keterkaitan yang erat. Sejalan dengan itu, Gus Dur mengatakan bahwa pola hubungan ideologi negara (Pancasila) dan agama (Islam) bersifat simbiosis yaitu saling mendukung, mengisi dan menutup. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan kerangka kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang harus diikuti oleh pemeluk agama (termasuk islam). Karena dalam negara yang demikian majemuk susunan warga dan situasi geografisnya, ternyata Islam bukan satu-satunya agama yang ada. Itu artinya, negara harus memberikan pelayanan yang adil kepada semua agama.

22

Relasi antara kebangsaan dan keislaman menjadi pembahasan hangat sejak dahulu. Keberadaan keduanya telah dirumuskan sedemikian rupa untuk menemukan titik tengah antar arelasi keduanya. Namun dalam perjalanannya mengalami berbagai dinamika yang timbul akibat perbedaan pendapat ketika rumusan antara kebangsaan dan keislaman dimunculkan oleh para tokoh-tokoh nasional seperti Gus Dur.

Kendati demikian, setidaknya gagasan Gus Dur tersebut telah memberikan sebuah kerangka dan pandangan bagi umat Islam dalam hidup bermasyarakat dan

22 Abdurrahman Wahid, Mengurai Hubungan Agama dan Negara, (Jakarta, Gramedia Widiasarana, 1999), hlm. 93.

(34)

19

berbangsa di dalam negara kesatuan republic Indonesia yang majemuk dan plural ini. Ditempatkannya Islam sebagai etika sosial dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan, dan upaya pribumisasi Islam akan memberikan nuansa baru bagi strategi gerakan Islam dalam memperjuangkan Islam dan mengembangkan ajarannya, sehingga ketegangan agama (Islam) dan negara yang plural ini dapat dieliminasi demi tujuan yang lebih umum dan maslahah, yaitu persatuan bangsa dan negara Indonesia.

e. Media Online Sebagai Sarana Dakwah

Dalam berdakwah dibutuhkan media atau wasilah. Adapun yang dimaksud dengan wasilah dalam dakwah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada mad’u melalui media dakwah yang ada, dalam hal ini maka da’i harus memilih media yang paling efektif untuk menyampaikan dakwah dan mencapai dakwah islam.

Stewart L. Tubbs dan Silvia Moss, memberikan pengertian efektvitas dari sudut pandang komunikasi bahwa komunikasi dianggap efektif apabila dapat menimbulkan lima hal diantaranya, pengertian, kesenangan, mempengaruhi sikap, hubungan sosial yang baik dan tindakan.

23

Melihat penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa penggunaan media online sebagai media dakwah islam merupakan upaya untuk memanfatkan perkembangan teknologi. Tujuan dakwah sendiri masih dalam koridor untuk menyampaikan ajaran-ajaran islam, paham-paham ahlusunah wal jamaah dan sebagai alat menyebarkan islam rahmatan lil’alamin.

23 Fadly Usman, “Efektivitas Penggunaan Media Online Sebagai Sarana Dakwah”, Jurnal

(35)

20

F. Metode Penelitian a. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online. Maka peneliti harus ikut mencari, mengamati dan menjelaskan untuk mendapatkan validitas informasi atau data.

b. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek yang dituju pada penelitian ini adalah NU online. Sedangkan objek penelitian ini adalah strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU online.

c. Sumber Data

Data primer dalam penelitian ini adalah NU Online, sedangkan data sekunder dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, membaca dan mempelajari berbagai bentuk data pustaka, seperti yang ada di media NU Online, buku, arsip, dokumen dan segala bentuk data yang mendukung atau terkait dengan penelitian ini.

d. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.

e. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teknik

analisis deskriptif kualitatif, mengelolah data dengan melaporkan apa yang telah

diperoleh selama penelitian dengan teliti serta memberikan interpretasi terhadap

(36)

21

data untuk menggambarkan objek penelitian yang dilaksanakan, dengan maksud untuk membandingkan data yang di dapatkan.

Dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif yang peneliti gunakan adalah model Miles dan Huberman. Aktifitas dalam penelitian ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Adapun langkah teknik analisis yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman, terdiri dari tiga tahap yaitu:

a. Reduksi

Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data.

b. Penyajian Data

Penyajian data adalah sekumpulan formasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Bentuk penyajian yang baik sangat penting untuk menghasilkan analisis kualitatif yang valid.

c. Verifikasi

Setelah data-data terkumpul, diklasifikasikan kemudian dianalisis sebagai langkah terakhir dalam penelitian ini. Diambil dari satu simpulan dari bahan- bahan tentang objek permasalahan, simpulan yang ditarik merupakan simpulan yang esensial dalam proses penarikan.

G. Sistematika Pembahasan

(37)

22

Dalam skripsi ini secara keseluruhan, peneliti akan menyusun laporan ini secara sistematis. Maka, terdapat sistematika dalam penelitian ini yang peneliti susun sebagai berikut.

BAB I : Pendahuluan

Bab ini, terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, kajian pustaka, landasan teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

BAB II : Gambaran umum berisi tentang media NU online.

BAB III : Memaparkan pembahasan mengenai hasil analisis strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online.

BAB IV : Berisi kesimpulan, saran dan kata penutup.

(38)

78

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Dalam penelitian ini, penulis menganalisis strategi penyebaran ideologi islam moderat dalam media NU Online menggunakan teori strategi Onong Uchjana Effendy yang mengatakan bahwa strategi merupakan perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Berdasarkan pemaparan analisis yang penulis lakukan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa strategi yang digunakan oleh NU Online dalam menyebarkan ideologi islam moderat di antaranya.

1. Strategi perumusan yang digunakan oleh NU Online untuk

menyampaikan ideologi islam moderat berjalan dengan

baik, dilihat dari tahap perencanaan yang dilakukan oleh

NU Online seperti melakukan liputan dan observasi

lapangan untuk mempersiapkan konten-konten yang akan

diproduksi seminggu kedepan agar terukur secara

sistematis. Tahap pengorganisasian, dilakukan untuk

mengorganisir media agar dapat berjalan sesuai dengan

tupoksi masing-masing pengurus media NU Online. Tahap

pengarahan yang dilakukan oleh NU Online untuk

memberikan arahan kepada para pengurus oleh pemimpin

redaksi untuk meningkatkan kualitas dan kuntitas media

(39)

79

NU Online. Tahap motivasi untuk memberikan semangat dan reward dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi baru media NU Online. Tahap pengambilan keputusan dalam NU Online dilakukan dengan cara musyawarah sebelum diputuskan oleh mereka yang memiliki kewenangan, sehingga bisa menampung semua pendapat dari masing-masing pengurus media NU Online.

2. Strategi pesan variatif, yang digunakan NU Online sudah dilakukan dengan baik. Dilihat dari pesan yang digunakan NU Online tidak hanya membahas satu isu saja. Namun, NU Online memiliki tiga isu utama yakni keagamaan, kerakyatan, dan keindonesiaan.

3. Strategi kontinuitas dilaksanakan dengan cara pemostingan secara terus menerus dan dilakukan pengembangan konten dalam media NU Online. Pemostingan dilakukan per setengah jam untuk media website, sedangkan dalam media sosial rata-rata 3 sampai 5 postingan.

4. Strategi kredibilitas komunikator, dilakukan dengan cara

menggunakan komunikator yang memiliki banyak pengikut

seperti kiai, ulama, dan para tokoh publik yang sejalan

dengan paham keislaman NU Online. Sehingga bisa NU

Online memiliki daya tari di mata masyarakat luas.

(40)

80

5. Strategi pemilihan waktu startegis (best time), dalam NU Online dilakukan dengan baik dilihat dari manajemen

waktu media NU Online melakukan koordinasi dan observasi sebelum menentukan waktu pemostingan.

6. Strategi relevansi konten dalam NU Online dilaksanakan dengan baik. Untuk mencapai keberhasilan dalam menyampaikan pesan, NU Online melakukan observasi untuk mengklasifikasi konten yang relevan untuk di posting.

7. Strategi memperluas jaringan yang dilakukan oleh NU Online berjalan degan baik. Dilihat dari pengembangan

media NU Online ke berbagai daerah di beberapa kota

besar. Seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur di

setiap daerah tersebut NU Online memiliki media tersendiri

yang dikelolah oleh pengurus NU di daerah.

(41)

81

B. Saran-Saran

Dari pemaparan di atas, ada beberapa saran yang sampaikan kepada NU Online, sebagai berikut.

1. Perlunya pembaharuan desain grafis di berbagai media, terutama di instagram. Karena, dalam media online desain grafis memiliki peran yang penting menarik para pengguna media untuk mengakses dan menyebarluaskan konten- konten dari NU Online.

2. Perbanyak konten-konten yang mengutamakan point of view atau subtansinya saja, kemudian di bungkus dengan

ciri khas NU Online dengan melihat kecendrungan kebutuhan komunikan.

3. Sebagai media yang telah berusia 18 tahun sejak berdiri

pada tahun 2003 di bawah naungan organisasi PBNU, NU

Online harus mampu menyesuaikan konteks perkembangan

zaman sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat

luas.

(42)

82

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman Asep, Eksistensi Islam Moderat Dalam Perspektif Islam, Skripsi Tanggerang, Jurusan PAI fakultas Agama Islam, UMT, 2018.

Ainun Nadjib Muhammad, “Islam Wasatiyah dan Kontestasi Wacana Moderatisme Islam di Indonesia”, Jurnal Theologia, Vol, 31: 1 Juni, 2020.

Ar-Rasyid Hamzah Harun, “Konstruksi Islam Moderat” Yogyakarta, Lembaga Ladang Kata, 2018.

Asip Ahmad Ulinnuha, “Strategi Dakwah PBNU Melalui Website www.nu.or.id”

Skripsi Jakarta: Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2010.

Effendy Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2007.

Imam Baehaqi, Kontraversi Aswaja Aula Perdebatan dan Reinterpretasi Yogyakarta: LKiS, 2010.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Versi Online Dalam Jaringan,

https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses pada 15 Desember 2020.

Liliweri Alo, Komunikasi Serba Ada Makna, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Muhammad Rasyid Makmun, “Islam Rahmatal lil’alamin Perspektif KH. Hasyim Muzadi”, Journal Pengembang Ilmu Keislaman, vol. 11: 1 November, 2016.

Mukafi Achmad Niam, “ Logo Baru Sebagai Cerminan Visi Baru NU Online” NU Online,

https://www.nu.or.id/post/read/110716/logo-baru-sebagai-cerminan- visi-baru-nu-online diakses tanggal 12 Desember 2020.

Prasetiawati Eka, “Menanamkan islam moderat upaya menaggulangi radikalisme di Indonesia” Skripsi Lampung: Dosen Institut Agama Islam Ma’arif NU IAIMNU Metro Lampung, 2017.

Purdiningtiyas Woro,”Strategi komunikasi penyiar dalam menyampaikan pesan- pesan dakwah di D!Radio lampung” Skripsi, Lampung, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Raden Intan, 2018.

Rahman Abdul Ahdori,

https://www.nu.or.id/post/read/124624/insitute-hasyim- muzadi--ajaran-aswaja-sangat-diterima-internasional

diakses pada 30

Desember 2020.

(43)

83

Rahman Abdul Ahdori, https://www.nu.or.id/post/read/124855/wakaf-hubungkan-

nilai-keislaman-dan-keindonesiaan-antargenerasi diakses pada 30 Desember

2020.

RedaksiIB, “100 Situs Islam Indonesia, NU Online Peringkat Pertama”,

https://ibtimes.id/100-situs-islam-indonesia-nu-online-peringkat-pertama/

diakses pada 15 Desember 2020.

Rubawati Efa, “Media Baru: Tantangan dan Peluang Dakwah”, Jurnal Studi Komunikasi, vol. 2: 1 Maret, 2018.

Usman Fadly, “Efektivitas Penggunaan Media Online Sebagai Sarana Dakwah”, Jurnal Vol. 1:8, Maret 2016.

Sarjoko, “Manajemen Redaksi Pada Media NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama”,Skripsi Yogyakarta: Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016.

Terry George R, terj. J.Smith, Prinsip-prinsip manajemen, Bandung, Rosdakarya:

2000.

Turhamun, “Komunikasi Organisasi Studi analisis strategi komunikasi organisasi Hizbut Tahrir Indonesia HTI banyumas dalam mewujudkan khilafah islamiyah. Tesis, Semarang: Program Magister Studi Islam, Program Pascasarjana, UIN Walisongo Semarang, 2015.

Wahid Abdurrahman, Mengurai Hubungan Agama dan Negara, Jakarta,

Gramedia Widiasarana.

Gambar

Gambar 1 Logo NU Online  .........................  ............................................
Tabel 1. Struktur Organisasi NU Online  ...................................................

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan fakta yang telah penulis dapatkan sebelumnya, maka mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung memiliki persepsi atau tanggapan

Faktor Penghambat pelayanan administrasi akademik mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Dalam usaha penyelenggaraan

Cara pelaksanaan dalam menetapkan metode, Alif.id dan IBTimes.id melakukan kegiatan secara online dengan menetapkan metode canalizing yaitu dengan menyampaikan pesan

Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media televisi adalah sarana untuk menyampaikan dakwah Islam pada masyarakat, karena televisi mempunyai

Adapun perbedaannya, jika penelitian ini lebih memfokuskan untuk mengkaji tentang strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan penerbit buku dalam menyampaikan pesan-pesan ke- Islaman

Strategi Komunikasi Radio Mahardhika FM Bondowoso dalam Menyampaikan Pesan-Pesan Dakwah Pada Program Pelita Iman Suryadi mengatakan kecenderungan dari strategi komunikasi adalah pada