Dampak yang dikelola
Sumber Dampak
Tolak Ukur
Dampak Upaya Pengelolaan Periode Pengelolaan
Lokasi Pengelolaan
Institusi Pengelolaam
Pelaksana Pengawas Pelaporan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
A. Komponen Fisik dan Kimia
Kualitas Udara ambient dan Tingkat Kebisingan
Kegiatan operasional PMKS, dan kendaraan operasional pengangkut TBS
Pergub Sumsel No.
17 Tahun 2005 ttg Baku Mutu Udara Ambient dan Tingkat Kebisingan, Kepmen LH No 13.
Tahun 1995
Pembuatan cerobong asap, penempatan genset secara khusus, serta pengaturan pembakaran di boiler.
Perawatan berkala peralatan pembangkit dan mesin-mesin produksi untuk memperbaiki kualitas emisi gas buang.
Selama kegiatan operasi berlangsung
Kawasan PMKS dan Perkebunan
PTSA DLH kabupaten
PALI DLH
kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan KLH
Kualitas Tanah dan Erosi
Kegiatan pembukaan lahan dan pemeliharaan kebun
BPT (2005), PPT (1983) dan PPKS (1997)
Konservasi tanah dan air.
Penanaman legume cover crops (LCC) dan tanaman utama (pokok) dilakukan sesuai kontur lahan.
Pembangunan teras baik itu teras individu maupun teras kontur, pembangunan rorak.
Penataan saluran drainase,
Selama kegiatan operasi berlangsung
Kawasan perkebunan dan PMKS
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Lanjutan: (Lampiran 1).
Dampak yang dikelola
Sumber Dampak
Tolak Ukur
Dampak Upaya Pengelolaan Periode Pengelolaan
Lokasi Pengelolaan
Institusi Pengelolaan
Pelaksana Pengawas Pelaporan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kualitas air Pemeliharaan tanaman, dan kegiatan operasional pabrik kelapa sawit
Pergub Sumsel No. 8 Tahun 2012 ttg Baku Mutu Limbah Cair.
Pergub Sumsel No. 16 Tahun 2005 ttg peruntukan air dan baku mutu air sungai.
Pengawasan ketat terhadap aspek-aspek pencemar air.
Peningkatan kinerja IPAL
Aplikasi lahan (land application)
Penataan saluran drainase dengan sistem inclosed.
Kegiatan revegetasi dan mempertahankan kebeberadaan hutan primer, DAS dan skunder sebagai area konservasi.
Selama kegiatan operasi berlangsung
Outlet LA PMKS, Sungai Negare, S. Benakat Besak, S.
Benakat Kecil, S.
Jernih, dan Waduk PMKS
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Limbah Padat Kegiatan operasional PMKS.
Tidak adanya ceceran limbah padat, baik itu B3 dan non B3
Cangkang dan abu boiler dimanfaatkan sebagai urukan tanah dan pupuk.
Fiber dan cangkang dimanfaatkan kembali (reuse) sebagai bahan bakar boiler untuk pembangkit listrik
Pengelolaan limbah B3.
Tandan kosong diaplikasikan ke lahan perkebunan
Selama kegiatan operasi berlangsung
Kawasan PMKS, dan workshop kebun
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Dampak yang dikelola
Sumber Dampak
Tolak Ukur
Dampak Upaya Pengelolaan Periode Pengelolaan
Lokasi Pengelolaan
Institusi Pengelolaan
Pelaksana Pengawas Pelaporan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
B. Komponen Biologi
Biota Perairan Pemeliharaan tanaman dan kegiatan operasional PMKS
Struktur dan Komposisi komunitas plankton, benthos dan nekton
Pengelolaan lingkungan berkaitan dengan komunitas biota perairan dilakukan bersamaan dengan pengelolaan kualitas air.
Sosialisasi tentang pentingnya ekosistem sungai
Selama kegiatan operasi berlangsung
Sungai Negare, S. Benakat Besak, S.
Benakat Kecil, S.
Jernih, dan Waduk PMKS
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Flora dan Fauna
Pembukaan lahan pada tahap konstruksi
Struktur dan komposisi vegetasi serta kelimpahan dan
keanekaragam an fauna
Pengelolaan kawasan penyangga (buffer area), meliputi kawasan sempadan sungai, areal yang memiliki kemiringan lereng diatas 35%, dan area kebun dengan hutan skunder.
Peruntukan kawasan konservasi seluas lebih kurang 90 Ha terdiri atas hutan primer 70 Ha dan area waduk 20 Ha. Kawasan tersebut diperuntukkan untuk vegetasi alami dan sebagai habitat berbagai satwa liar dan sumber
Selama kegiatan operasi berlangsung
Kawasan perkebunan, konservasi, hutan skunder dan penyangga
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Lanjutan: (Lampiran 1)
Dampak yang dikelola
Sumber Dampak
Tolak Ukur
Dampak Upaya Pengelolaan Periode Pengelolaan
Lokasi Pengelolaan
Institusi Pengelolaan
Pelaksana Pengawas Pelapora n
1 2 3 4 5 6 7 8 9
C. Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat
Penerimaan tenaga kerja dan
Persepsi Masyarakat
Pembebasan lahan pada tahap
prakonstruksi, penerimaan tenaga kerja, dan
Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja sesuai kualifikasi, tanpa ada gejolak sosial kemasyarakat- an
serta persepsi masyarakat
Pembangunan prasarana umum, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
Pengembangan sumberdaya manusia, kegiatan budaya, dan bantuan sosial lainnya.
PTSA akan mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja lokal yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Menjalin dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lokasi usaha melalui kegiatan sosial yang bersifat membangun kemandirian masyarakat.
Pendirian dan pengelolaan operasional TK, SDN dan SMPN Suryabumi Agrolanggeng
Bantuan operasional rutin kepada desa-desa di sekitar perusahaan.
Selama kegiatan operasi berlangsung
Desa-desa di sekitar area perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov.
Sumsel, dan KLH
Dampak Besar dan Penting yang dipantau
Sumber Dampak
Indikator Dampak yang
Dipantau
Metode Pemantauan
Periode Pemantauan
Lokasi Pemantauan
Institusi Pemantauan
Pelaksana Pengawas Pelaporan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
D. Komponen Fisik dan Kimia
Kualitas Tanah dan Erosi
Kegiatan
pembukaan lahan dan pemeliharaan kebun
BPT (2005), PPT (1983) dan PPKS (1997)
Pengambilan contoh tanah dan analisis
laboratorium, serta pengamatan kemiringan lereng, jenis vegetasi dan tutupan tajuk
Setiap semester selama kegiatan operasi
Kawasan perkebunan
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov.
Sumsel, dan KLH
Kualitas Udara ambient dan Tingkat Kebisingan
Kegiatan operasional PMKS, dan kendaraan operasional pengangkut TBS
Pergub Sumsel No.
17 Tahun 2005 ttg Baku Mutu Udara Ambient dan Tingkat Kebisingan
Pengambilan sampel udara dengan metode MASA dan analisis di laboratorium
Pengukuran kebisingan dilakukan dengan sound level meter.
Setiap semester selama kegiatan operasi
Area PMKS dan
perumahan masyarakat
PTSA
DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI,DLH Prov.
Sumsel, dan KLH
Lampiran: (Lanjutan)
Dampak Besar dan Penting yang dipantau
Sumber Dampak
Indikator Dampak yang
Dipantau
Metode Pemantauan
Periode Pemantauan
Lokasi Pemantauan
Institusi Pemantauan
Pelaksana Pengawas Pelaporan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kualitas Udara Emisi
Kegiatan operasional PMKS, dan kendaraan operasional pengangkut TBS
Pergub Sumsel No.
15 Tahun 2005 ttg Baku Mutu Emisi Sumber tidak Bergerak
Permenlh No. 7 Tahun 2007 ttg Baku Mutu Sumber Emisi tidak bergerak khusus Ketel Uap
Pengambilan sampel udara dengan metode MASA dan analisis di laboratorium, serta pengamatan opasitas dengan metode visual
Setiap semester selama kegiatan operasi
Sumber emisi di PMKS meliputi genset, dan boiler (ketel uap)
PTSA DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Kualitas air Pemeliharaan tanaman, dan kegiatan
operasional pabrik kelapa sawit
Peraturan Gubernur Sumsel No. 15 Tahun 2005 ttg Baku Mutu Limbah Cair & Peraturan Gubernur Sumsel No. 16 Tahun 2005 ttg peruntukan air dan baku mutu air sungai
Pengambilan contoh limbah cair dan air permukaan / sungai untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium
Setiap satu bulan sekali untuk limbah cair
Setiap semester untuk badan air/ sungai
Outlet IPAL PMKS, Sungai Negare, S. Benakat Besak, S.
Benakat Kecil, S. Jernih, dan Waduk PMKS
PTSA - DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
Lampiran: (Lanjutan)
yang dipantau Dipantau
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Limbah Padat Kegiatan operasional PMKS.
Tidak adanya ceceran limbah padat, baik itu B3 dan non B3
Pengamatan visual Setiap semester selama kegiatan operasi
Kawasan PMKS, dan workshop kebun
PTSA DLH
kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
E. Komponen Biologi
Biota Perairan Pemeliharaan tanaman dan kegiatan operasional PMKS
Struktur dan Komposisi
komunitas plankton, benthos dan nekton
Penyaringan contoh air menggunakan plankton net, pengambilan contoh subtrats untuk pengamatan bentos, serta pengambilan contoh nekton dengan alat tangkap, dan metode wawancara
Setiap semester selama kegiatan operasi
Sungai Negare, S. Benakat Besak, S.
Benakat Kecil, S. Jernih dan Waduk PMKS
PTSA DLH
kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
dan Penting yang dipantau
Sumber
Dampak Dampak yang Dipantau
Metode Pemantauan
Periode Pemantauan
Lokasi
Pemantauan Pelaksana Pengawas Pelaporan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Flora dan Fauna Pembukaan lahan pada tahap konstruksi
Struktur dan komposisi vegetasi serta kelimpahan dan
keanekaragaman fauna
Analisis vegetasi dan survey lapangan dengan metode jejak, transek dan wawancara dengan
masyarakat sekitar
Setiap semester selama kegiatan operasi
Kawasan perkebunan, konservasi, hutan skunder dan penyangga
PTSA DLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH
F. Komponen Sosial-Ekonomi dan Budaya Masyarakat
Penerimaan tenaga kerja dan
Persepsi Masyarakat
Pembebasan lahan pada tahap prakonstruksi, penerimaan tenaga kerja, dan
Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja sesuai kualifikasi, tanpa ada gejolak sosial kemasyarakat- an
serta persepsi masyarakat
Wawancara secara terstruktur dan mendalam dengan pihak manajemen dan masyarakat sekitar
Setiap semester selama kegiatan operasi
Desa-desa di sekitar area perkebunan dan pabrik
pengolahan kelapa sawit
PTSA DiLH kabupaten PALI
DLH kabupaten PALI, DLH Prov. Sumsel, dan
KLH