• Tidak ada hasil yang ditemukan

"ARAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI VOKASI DI INDONESIA"

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ""ARAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI VOKASI DI INDONESIA""

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

"ARAH PENGEMBANGAN

PENDIDIKAN TINGGI VOKASI DI INDONESIA"

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

Agustus, 2021

Wikan Sakarinto, Ph.D.

(2)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DAFTAR ISI

▪ Revitalisasi dan Transformasi Pendidikan Vokasi

Profil Data Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia 2021

1

2

▪ Proyeksi Pengaturan Tata Kelola Perguruan Tinggi Vokasi

3

(3)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

BENTUK

PERGURUAN TINGGI

Perguruan Tinggi Vokasi

Program Studi Vokasi

Program Profesi

Perguruan Tinggi Akademik

Program Studi

Akademik Program Profesi

D1 D2 D3 ST MT DT S M D

Akademi Komunitas

Akademi

Politeknik

Sekolah tinggi 30%

Institut 30%

Universitas 20%

PEMBINA PERGURUAN TINGGI DAN PROGRAM STUDI ( Akademik dan Vokasi)

(4)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

No Bentuk Perguruan Tinggi

Profil Jumlah

PT

Jumlah Prodi

Jumlah Mahasiswa

Jumlah Dosen

1 Politeknik Negeri 44 805 148.138 4.954

2 Politeknik Swasta 177 674 85.411 3.567

3 Politeknik PTKL 103 768 143.523 5.015

4 UNISTA Negeri (prodi vokasi) 63 599 121.928 4.979

5 UNISTA Swasta (prodi vokasi) 934 1.898 237.882 10.297

6 UNISTA PTKL (prodi vokasi) 23 113 19.603 51

7 Akademi / Akademi Komunitas Negeri 5 12 527 51

8 Akademi / Akademi Komunitas Swasta 793 1.093 139.900 5.792

9 Akademi / Akademi Komunitas PTKL 51 90 6.281 459

JUMLAH 2.193 6.052 903.193 35.165

Profil Pendidikan Tinggi Vokasi

(5)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

No Bentuk Perguruan Tinggi

Jumlah Mahasiswa

< 1000 1000 - 3000 3000 - 5000 > 5000

1 Politeknik Negeri 8 14 12 9

2 Politeknik Swasta 148 16 2 2

3 Politeknik PTKL 45 35 8 4

4 UNISTA Negeri (prodi

vokasi) 31 19 7 6

5 UNISTA Swasta (prodi

vokasi) 896 34 1 1

6 UNISTA PTKL (prodi

vokasi) 10 6 0 1

7 Akademi Komunitas Negeri 4 - - -

8 Akademi Komunitas

Swasta 31 - - -

9 Akademi Komunitas PTKL - - - -

10 Akademi Negeri - - - -

11 Akademi Swasta 810 19 1 -

12 Akademi PTKL 14 1 - -

JUMLAH 1997 144 31 23

Klasifikasi PT Vokasi

Berdasarkan Jumlah

Mahasiswa

(6)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

No Bentuk Perguruan Tinggi

Akreditasi Perguruan Tinggi

A / Unggul B / Baik Sekali C / Baik Belum Terakreditasi

1 Politeknik Negeri 5 25 9 5

2 Politeknik Swasta 0 30 64 74

3 Politeknik PTKL 2 21 1 30

4 UNISTA Negeri (prodi vokasi) 37 21 2 1

5 UNISTA Swasta (prodi vokasi) 26 331 295 280

6 UNISTA PTKL (prodi vokasi) 1 6 - 8

7 Akademi Komunitas Negeri - - - 4

8 Akademi Komunitas Swasta - - 1 30

9 Akademi Komunitas PTKL - - - -

10 Akademi Negeri - - - -

11 Akademi Swasta 1 46 252 564

12 Akademi PTKL 2 0 1 11

JUMLAH 74 480 625 1007

Klasifikasi PT Vokasi Berdasarkan

Akreditasi PT

(7)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

No

Jenis Perguruan

Tinggi

D1 D2 D3 D4 Mtr DTr

1 Politeknik 31 129 1.334 629 21 0

2 Akademi / Akademi Komunitas

36 57 1.080 20 0 0

3 UNISTA *) 21 25 2.183 419 0 0

JUMLAH 88 199 4.049 737 21 0

Distribusi Jenjang

Program Studi Vokasi

Dikti Vokasi Indonesia

PTN dan PTS

(8)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Data PD

Dikti

(9)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

44 Politeknik dan 5 AK Negeri se Indonesia

(10)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Daftar Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri serta Peringkat Akreditasi Lembaganya

No Nama PT Akreditasi PT

1 Politeknik Manufaktur Bandung Baik Sekali 2 Politeknik Negeri Jakarta B

3 Politeknik Negeri Medan B 4 Politeknik Negeri Bandung A 5 Politeknik Negeri Semarang A

6 Politeknik Negeri Sriwijaya Baik Sekali 7 Politeknik Negeri Lampung B

8 Politeknik Negeri Ambon B

9 Politeknik Negeri Padang Baik Sekali 10 Politeknik Negeri Bali B

11 Politeknik Negeri Pontianak B 12 Politeknik Negeri Ujung Pandang B 13 Politeknik Negeri Manado B 14 Politeknik Perkapalan Negeri

Surabaya

A 15 Politeknik Negeri Banjarmasin B 16 Politeknik Negeri Lhokseumawe B 17 Politeknik Negeri Kupang Baik 18 Politeknik Elektronika Negeri

Surabaya

A 19 Politeknik Negeri Jember B 20 Politeknik Pertanian Negeri

Pangkajene Kepulauan

B 21 Politeknik Pertanian Negeri Kupang B 22 Politeknik Perikanan Negeri Tual Belum

Terakreditasi

No Nama PT Akreditasi PT

23 Politeknik Negeri Malang A 24 Politeknik Pertanian Negeri

Samarinda

Baik Sekali 25 Politeknik Pertanian Negeri

Payakumbuh

B 26 Politeknik Negeri Samarinda B 27 Politeknik Negeri Media Kreatif Baik 28 Politeknik Manufaktur Negeri

Bangka Belitung

Baik 29 Politeknik Negeri Batam B 30 Politeknik Negeri Nusa Utara Baik

31 Politeknik Negeri Bengkalis Baik Sekali 32 Politeknik Negeri Balikpapan Baik

33 Politeknik Negeri Madura Belum Terakreditasi 34 Politeknik Maritim Negeri

Indonesia

Belum Terakreditasi 35 Politeknik Negeri Banyuwangi Belum Terakreditasi 36 Politeknik Negeri Madiun B

37 Politeknik Negeri Fakfak Belum Terakreditasi 38 Politeknik Negeri Sambas Belum Terakreditasi 39 Politeknik Negeri Tanah Laut B

40 Politeknik Negeri Subang Baik

41 Politeknik Negeri Ketapang Belum Terakreditasi 42 Politeknik Negeri Cilacap Belum Terakreditasi 43 Politeknik Negeri Indramayu Baik

44 Politeknik Negeri Nunukan Belum Terakreditasi

No Nama PT Akreditasi PT

1 Akademi Komunitas Negeri Pacitan

Belum

Terakreditasi

2 Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Belum

Terakreditasi

3 Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Belum

Terakreditasi

4 Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

Belum

Terakreditasi

(11)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

No Nama PT Program Studi Program Kab/Kota

1 Politeknik Negeri Jakarta Teknik Mesin Diploma Tiga Kab. Demak

2 Politeknik Negeri Jakarta Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Instentif dan Pameran Sarjana Terapan Kab. Demak

3 Politeknik Negeri Jember Manajemen Agribisnis Diploma Tiga Kab. Nganjuk

4 Politeknik Negeri Jember Teknik Informatika Sarjana Terapan Kab. Nganjuk

5 Politeknik Negeri Jember Manjemen Agro Industri Sarjana Terapan Kab. Sidoarjo

6 Politeknik Negeri Jember Teknik Informatika Sarjana Terapan Kab. Sidoarjo

7 Politeknik Negeri Jember Manajemen Agroindustri Sarjana Terapan Kab. Situbondo

8 Politeknik Negeri Jember Teknik Informatika Diploma Tiga Kab. Situbondo

9 Politeknik Negeri Jember Teknologi Industri Pangan Diploma Tiga Kab. Situbondo

10 Politeknik Negeri Malang Akuntansi Diploma Tiga Kab. Lumajang

11 Politeknik Negeri Malang Manajemen Informatika Diploma Tiga Kab. Lumajang

12 Politeknik Negeri Malang Teknik Otomotif Elektronika Sarjana Terapan Kab. Lumajang

13 Politeknik Negeri Malang Teknik Sipil Diploma Tiga Kab. Lumajang

14 Politeknik Negeri Malang Akuntansi Manajemen Sarjana Terapan Kab. Pamekasan

15 Politeknik Negeri Malang Manajemen Informatika Diploma Tiga Kab. Pamekasan

16 Politeknik Negeri Malang Teknik Otomotif Elektronik Sarjana Terapan Kab. Pamekasan

17 Politeknik Negeri Malang Keuangan Sarjana Terapan Kota Kediri

18 Politeknik Negeri Malang Teknik Elektronika Sarjana Terapan Kota Kediri

19 Politeknik Negeri Malang Teknik Mesin Produksi dan Perawatan Sarjana Terapan Kota Kediri

20 Politeknik Negeri Padang Manajemen Informatika Diploma Tiga Kab. Pelalawan

21 Politeknik Negeri Padang Teknik Listrik Diploma Tiga Kab. Pelalawan

22 Politeknik Negeri Padang Akuntansi Diploma Tiga Kab. Solok Selatan

23 Politeknik Negeri Padang Teknik Komputer Diploma Tiga Kab. Solok Selatan

24 Politeknik Negeri Padang Manajemen Informatika Diploma Tiga Kab. Tanah Datar

25 Politeknik Negeri Padang Teknik Sipil Diploma Tiga Kab. Tanah Datar

PSDKU Pada Politeknik Negeri

(12)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Daftar Sebaran PSDKU di Indonesia

(13)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Perbandingan

Porsi Doktor dan Porsi Dosen

Bersertifikat Keahlian Di

Politeknik Negeri

(14)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Diploma 3 Diploma 4 Magister Terapan

No Nama Poli Jumlah prodi Jumlah dosen

tetap

Jumlah

Doktor % Doktor Jumlah Dosen Bersertifikat

% Dsn Sertifikat

Jumlah prodi

Jumlah dosen tetap

Jumlah

Doktor % Doktor Jumlah Dosen Bersertifikat

% Dsn Sertifikat

Jumlah prodi

Jumlah dosen tetap

Jumlah

Doktor % Doktor Jumlah Dosen Bersertifikat

% Dsn Sertifikat

1 Politeknik Manufaktur Bandung 7 65 5 7,69% 58 89,23% 3 26 7 26,92% 23 88,46%

2 Politeknik Negeri Jakarta 14 155 11 7,10% 81 52,26% 19 199 36 18,09% 112 56,28%

3 Politeknik Negeri Medan 11 245 11 4,49% 73 29,80% 8 90 9 10,00% 42 46,67% 1 4 4 100,00% 2 50,00%

4 Politeknik Negeri Bandung 18 330 40 12,12% 220 66,67% 18 208 28 13,46% 142 68,27%

5 Politeknik Negeri Semarang 12 216 9 4,17% 129 59,72% 13 140 14 10,00% 106 75,71% 1 6 6 100,00% 6 100,00%

6 Politeknik Negeri Sriwijaya 11 254 20 7,87% 87 34,25% 11 138 20 14,49% 46 33,33%

7 Politeknik Negeri Lampung 13 120 13 10,83% 90 75,00% 10 87 7 8,05% 58 66,67%

8 Politeknik Negeri Ambon 5 136 7 5,15% 100 73,53% 14 106 16 15,09% 74 69,81%

9 Politeknik Negeri Padang 12 211 19 9,00% 134 63,51% 9 83 10 12,05% 57 68,67% 1 4 4 100,00% 4 100,00%

10 Politeknik Negeri Bali 9 360 20 5,56% 153 42,50% 7 167 25 14,97% 150 89,82% 1 6 6 100,00% 6 100,00%

11 Politeknik Negeri Pontianak 12 198 20 10,10% 138 69,70% 9 133 11 8,27% 73 54,89%

12 Politeknik Negeri Ujung Pandang 13 173 24 13,87% 155 89,60% 12 148 42 28,38% 124 83,78%

13 Politeknik Negeri Manado 11 155 17 10,97% 56 36,13% 8 152 14 9,21% 57 37,50%

14 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 4 29 2 6,90% 24 82,76% 10 131 16 12,21% 116 88,55%

15 Politeknik Negeri Banjarmasin 13 160 7 4,38% 91 56,88% 6 48 2 4,17% 34 70,83%

16 Politeknik Negeri Lhokseumawe 13 165 19 11,52% 50 30,30% 11 131 13 9,92% 70 53,44%

17 Politeknik Negeri Kupang 8 126 4 3,17% 32 25,40% 8 94 8 8,51% 31 32,98%

18 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 10 64 10 15,63% 49 76,56% 9 104 28 26,92% 73 70,19%

19 Politeknik Negeri Jember 10 118 4 3,39% 67 56,78% 20 222 19 8,56% 105 47,30% 1 6 6 100,00% 5 83,33%

20 Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan 6 89 26 29,21% 85 95,51% 9 75 29 38,67% 65 86,67%

21 Politeknik Pertanian Negeri Kupang 8 105 19 18,10% 11 10,48% 6 50 9 18,00% 16 32,00%

22 Politeknik Perikanan Negeri Tual 10 43 3 6,98% 39 90,70% 6 44 6 13,64% 41 93,18%

23 Politeknik Negeri Malang 13 241 28 11,62% 57 23,65% 14 255 61 23,92% 48 18,82%

24 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda 6 74 11 14,86% 26 35,14% 3 30 10 33,33% 9 30,00%

25 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh 9 126 16 12,70% 27 21,43% 5 48 6 12,50% 8 16,67%

26 Politeknik Negeri Samarinda 15 134 9 6,72% 112 83,58% 9 111 23 20,72% 100 90,09%

27 Politeknik Negeri Media Kreatif 14 100 5 5,00% 76 76,00% 5 36 3 8,33% 15 41,67%

28 Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung 3 31 1 3,23% 29 93,55% 3 32 2 6,25% 25 78,13%

29 Politeknik Negeri Batam 9 109 5 4,59% 73 66,97% 9 83 7 8,43% 62 74,70%

30 Politeknik Negeri Nusa Utara 6 63 3 4,76% 31 49,21% 0 0 0 0,00% 0 0,00%

31 Politeknik Negeri Bengkalis 10 81 0 0,00% 52 64,20% 9 51 1 1,96% 50 98,04%

32 Politeknik Negeri Balikpapan 7 78 3 3,85% 43 55,13% 2 14 1 7,14% 8 57,14%

33 Politeknik Negeri Madura 4 50 0 0,00% 17 34,00% 0 0 0 0,00% 0 0,00%

34 Politeknik Maritim Negeri Indonesia 3 36 0 0,00% 24 66,67% 1 9 1 11,11% 8 88,89%

35 Politeknik Negeri Banyuwangi 3 40 0 0,00% 34 85,00% 4 46 0 0,00% 32 69,57%

36 Politeknik Negeri Madiun 8 76 1 1,32% 56 73,68% 1 10 1 10,00% 4 40,00%

37 Politeknik Negeri Fakfak 5 54 0 0,00% 32 59,26% 1 0 0 0,00% 0 0,00%

38 Politeknik Negeri Sambas 3 26 0 0,00% 2 7,69% 6 75 0 0,00% 9 12,00%

39 Politeknik Negeri Tanah Laut 4 59 1 1,69% 40 67,80% 3 8 0 0,00% 6 75,00%

40 Politeknik Negeri Subang 3 43 0 0,00% 20 46,51% 0 0 0 0,00% 0 0,00%

41 Politeknik Negeri Ketapang 6 57 0 0,00% 29 50,88% 2 22 0 0,00% 8 36,36%

42 Politeknik Negeri Cilacap 4 57 1 1,75% 12 21,05% 2 16 0 0,00% 10 62,50%

43 Politeknik Negeri Indramayu 4 42 1 2,38% 25 59,52% 2 12 0 0,00% 10 83,33%

Total 5094 395 6,57% 2739 56,93% 3434 485 11,01% 2027 55,53% 26 26 100,00% 23 86,67%

(15)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DAFTAR ISI

▪ Revitalisasi dan Transformasi Pendidikan Vokasi

Profil Data Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia 2021

1

2

▪ Proyeksi Pengaturan Tata Kelola Perguruan Tinggi Vokasi

3

(16)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber : Bappenas RI, 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber: Bappenas RI, 2021

(17)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Ke- 5

(USD 7,4 triliun)

Tahun 2045:

Rata-rata pertumbuhan 2015-2045:

5,7

%

PDB Riil

Negara Maju dan PDB terbesar

2035 2040 2045

3.377

6.305

8.804

16.877

23.199

12.233

4.546

2036 Keluar dari

Middle Income Trap (MIT)

PDB perkapita (USD)

5,2% 6,0% 6,2% 5,9% 5,6% 5,4% Rata-rata

Pertumbuhan 2019/2020

Menjadi negara Upper-middle Income

RPJMN

2020-2024 merupakan titik tolak untuk mencapai sasaran pada Visi 2045

Pidato Pelantikan Presiden 20 Oktober 2019

TRANSFORMASI EKONOMI

harus dimulai pada tahun 2020-2024

untuk memberikan landasan kokoh menuju Indonesia Maju

2015 2020 2025 2030

Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sumber : Bappenas, 2021 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber: Bappenas RI, 2021

(18)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber : Bappenas, 2021 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber: Bappenas RI, 2021

(19)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Infrastruktur dan Teknologi Kebijakan, Prosedur, dan Pendanaan

Kepemimpinan, Masyarakat, dan Budaya

Kurikulum, Pedagogi, dan Asesmen

MERDEKA BELAJAR

dapat dicapai melalui perbaikan pada:

Seluruh pemangku kepentingan

pendidikan(termasuk siswa) menjadi agen perubahan serta

memberikan pengaruh dan dukungan

sepenuhnya

Pendidikan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat

Indonesia

Institusi Pendidikan

Organisasi Masyarakat, Komunitas lokal, dan elemen masyarakat lainnya

• Otonomi satuan pendidikan

• Kolaborasi dan pembinaan (lokal dan global) antara guru, satuan pendidikan, dan industri

• Kompetensi guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah

• Platform pendidikan nasional berbasis teknologi

• Kontribusi eksternal (pemerintah dan swasta)

• Mekanisme akreditasi

• Pembelanjaan anggaran pendidikan yang efektif dan akuntabel

• Infrastuktur sekolah/ kelas masa depan

Masyarakat Keluarga

Guru Dunia Usaha/

Industri

Sumber: Kemendikbud

“Dorong Pembelajaran Siswa”

Hasil belajar berkualitas

Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan, hasil penelitian berkualitas tinggi, >90% tingkat penempatan kerja

“Bangun Karakter Siswa”

Karakter kebangsaan

Menghayati nilai-nilai nasionalisme dan Pancasila, berkesadaran penuh baik dalam

konteks agama, budaya, dan sejarah

“Tidak ada Anak yang Tertinggal”

Distribusi yang merata

baik secara geografis maupun status sosial ekonomi, dan berkebutuhan khusus/disabilitas

“Sekolahkan Anak Indonesia”

Angka Partisipasi Tinggi

>95% di seluruh jenjang PSDM1

>70% pada jenjang pendidikan tinggi

• Kurikulum dan asesmen nasional

• Program pelatihan dan pengembangan kompetensi untuk guru yang berkelanjutan

(20)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Episode 1: Merdeka Belajar Episode 2: Kampus Merdeka

Episode 3: Penyesuaian Dana BOS Episode 4: Organisasi Penggerak Episode 5: Guru Penggerak

Episode 6: Transformasi dana pemerintah untuk pendidikan tinggi Episode 7: Sekolah Penggerak

Episode 8: SMK Pusat Keunggulan Episode 9: KIP Kuliah Merdeka

Episode 10: Perluasan Program Beasiswa LPDP Episode 11: Kampus Merdeka Vokasi

EPISODE MERDEKA BELAJAR

(21)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(22)

Mendorong industri-industri dalam kawasan industri untuk bekerja sama dengan lembaga- lembaga pendidikan, terutama pendidikan vokasi, para pelaku UMKM untuk membangun sinergi kekuatan nasional.

Arahan Presiden tanggal 26 Agustus 2020

Penambahan jumlah lulusan vokasi, tenaga terampil dan politeknik dan keseluruhannya memiliki sertifikat tenaga terampil

Ratas, 15 Maret 2018

Pendidikan dan pelatihan vokasi agar dikerjakan secara besar-besaran

Ratas 16 Mei 2019

Perbaikan sistem pendidikan di Indonesia.

Terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi secara skala besar yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Ratas 21 November 2018

Mendikbud diminta dapat meningkatkan sinergi antara lembaga pendidikan tinggi

dengan dunia industri untuk pengembangan sumber daya manusia yang siap kerja dengan membuka seluas-luasnya kesempatan magang minimal 1 (satu) semester bagi mahasiswa.

Arahan Presiden tanggal 26 Agustus 2020

Kelembagaan dan pola pendidikan dan pelatihan vokasi harus melibatkan swasta dan korporasi mengingat swasta dan korporasi merupakan pengguna sehingga lebih mengerti jumlah dan kebutuhan SOM (link and match).

Ratas 16 Mei 2019

Memperbanyak jumlah Teaching Factory dalam waktu cepat

Ratas 15 Maret 2018

Memberikan kesempatan bagi praktisi agar dapat mengajar di SMK dan Politeknik

Ratas 21 November 2018

Arahan Presiden

Terkait Pengembangan Pendidikan Vokasi

Pembelajaran dari pelaku

industri, praktisi industri sangat penting untuk difasilitasi

termasuk dengan memperbesar bobot SKS dalam belajar dari praktisi industri

Mentor dari pelaku industri, magang di industri, bahkan tenant industri di dalam kampus harus ditambah, serta mengajak organisasi praktisi.

Ajak industri untuk mendidik dengan kurikulum industri, bukan dengan kurikulum dosen.

Arahan Presiden, 27 Juli 2021

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(23)

Direktorat Jenderal

Pendidikan Vokasi (DIKSI)

27 Desember 2019

• Dit. Pendidikan Tinggi Vokasi – 2.249 Kampus

(Politeknik, Akademi Komunitas, Akademi, serta Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi yang memiliki Prodi Vokasi –

D1,D2,D3,D4,S2T,S3T)

• Dit. SMK – 14.277 SMK

• Dit. Kursus & Pelatihan (non degree) – 17.306 Lembaga

• Dit. Kemitraan & Penyelarasan DUDI

Memastikan keterlibatan DUDI dalam semua aspek Penyelenggaraan pendidikan vokasi

• 7 Balai Besar PPMPV (Balai Besar Vokasi)

Link and Match!

Main strategy

SMK-SMK dan kampus-kampus vokasi serta lembaga pelatihan keterampilan di Indonesia harus ‘menikah’

dengan industri dan dunia kerja

Pembentukan FORUM PENGARAH VOKASI (“Rumah Vokasi”)

(sebagai wadah perwakilan DUDI untuk memberi masukan bagi pendidikan vokasi)

Mewujudkan pendidikan vokasi sebagai kekuatan ekonomi nasional melalui peningkatan kompetensi peserta didik yang selaras dengan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(24)

KURIKULUM disusun bersama

termasuk penguatan aspek softskills dan karakter kebekerjaan untuk melengkapi aspek hardskills yang sesuai kebutuhan dunia kerja

Pembelajaran berbasis project riil dari dunia kerja (PBL)

untuk memastikan hardskills akan disertai softskills dan karakter yang kuat

INTEGRASI PENDIDIKAN VOKASI dan DUNIA KERJA Dilaksanakan Melalui

Link and Match 8+i

Tidak Hanya Seremoni MoU, tapi juga dengan:

Jumlah dan peran guru/dosen/instruktur DARI INDUSTRI dan ahli DARI DUNIA KERJA

ditingkatkan secara signifikan (sampai minimal mencapai 50 jam per semester per program studi atau progli)

Magang atau Praktik Kerja di dunia kerja

minimal 1 semester

Sertifikasi kompetensi

yang sesuai standar dan kebutuhan dunia kerja (bagi lulusan dan guru/dosen/instruktur)

Dosen / Guru / instruktur

secara rutin mendapatkan update teknologi dan pelatihan dari Dunia Kerja

RISET TERAPAN mendukung teaching factory/Teaching industry

yang bermula dari kasus atau kebutuhan nyata di Industri/Masyarakat

Komitmen Serapan Lulusan Oleh Dunia Kerja (bukan

mengharuskan, tapi komitmen kuat)

1 5

6

7

8 2

8+i

3

4

Link & Match

Keterlibatan dunia kerja di SEGALA ASPEK

penyelenggaraan pendidikan vokasi

i

Berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan dengan dunia kerja, antara lain:

Beasiswa dan/atau ikatan dinas

Donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, atau dalam bentuk lainnya

Dan lain sebagainya

Pelaksanaan “Link and Match 8 + i” pendidikan tinggi vokasi juga membantu pencapaian “IKU PT”

(25)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(26)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(27)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(28)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(29)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(30)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Analogi ‘Memasak bersama’, antara Satuan Pendidikan Vokasi (SMK, PTV, LKP) dengan DUDI. Dari tahap membuat resep bersama, memasak bersama, hingga dinikmati bersama. Menciptakan ‘Nasi Pecel

Istimewa’ atau lulusan vokasi yang diharapkan dan sesuai keinginan DUDI.

(31)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

TEACHING INDUSTRI / TEACHING FACTORY

1. SDM, Dosen, Peneliti & Mhs → Mindset harus berubah →

Kreatif & Inovatif, ikuti perkembangan dan perubahan zaman → I-4.0, era disrupsi, IoT, dsb

2. INPUT (SDM) → Passion & Visi Kuat (SMK, D2 Jalur Cepat, S.Tr., S2T, S3T) 3. Riset Terapan → Target Hilirisasi Produk Riset ke market/masyarakat

4. Start From The End →

Market & Venture Readiness Level, baru Technical-nya menyusul

5. “Spirit” Entrepreneurship,

bukan sekedar menghasilkan “Tukang” tanpa inovasi

6. Kurikulum yang supportive dan ter-sinkron dengan DUDI → Project-based Learning →

Softskills + Karakter

,

ikuti perubahan zaman → I-4.0, era disrupsi, IoT, dsb

7. Memproduksi Ide, gagasan & new product (termasuk jasa), serta create Start-up.

Bukan sekedar mass production (1 produk) di dalam kampus/sekolah

8. Kolaborasi Riset Lintas Disiplin, Vokasi dan Akademik → Contoh : GeNose 9. PTN-BH / BLU, Kebijakan-kebijakan PAK, serta Akreditasi Prodi Vokasi, dsb

Strategy dan Konsep Implementasi

(32)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(33)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

MAGANG

MAGANG

Opsi 1

Opsi 2

(34)

Serapan lulusan bekerja / wirausaha (maksimal 1 tahun setelah lulus) → Kompetensi + Sertifikasi Mahasiswa baru + Passion & Vision (Jumlah Pendaftar)

Prodi2 → Link and Match → 5 Paket Minimal

Prodi2 → Link and Match → 5 Paket Minimal + 1 (Sertifikasi Kompetensi)

Populasi Dosen2 → Joint Research (IDUKA) Lintas Disiplin→ output: PRODUCT (boleh +publikasi) Populasi Dosen-dosen tersertifikasi kompetensi diakui IDUKA

Populasi Mahasiswa Berprestasi (IPTEK, SOS-HUM, OR-SENI, KEWIRUS) → Kurikulum Populasi Prodi menerima Donasi peralatan dan Beasiswa, dari IDUKA

80%

80%

60%

60%

60%

50%

60%

Populasi Mahasiswa penerima Beasiswa dan/atau Ikatan Dinas

1:30

50%

Populasi → Mahasiswa dikirim ke LN dan Mahasiswa Asing (berada di kampus kita)

25%

Populasi Dosen Tamu Expert/Praktisi/Profesional + Dosen Asing

50%

Prodi2 → Double Degree / Combined Degree / Joint Degree dgn PT Asing Bereputasi

10%

PERFORMANCE INDICATORS – Kampus Vokasi

(35)

Link and Match

Levels

(36)

Supervisor Lapangan

+ Product Designer (Aplikatif)

Teknisi Terampil dan Kompeten

yang Lebih Matang

& Lebih Siap Kerja

Akademik &

Terapan

Akademik &

Terapan

Tingkat Kebutuhan

(Piramida Kebutuhan) Dunia Kerja

Semakin banyak dibutuhkan DUDI

Link & (super) Match

Ilustrasi di samping tidak menunjukkan stratifikasi/levelling jenjang pendidikan.

Tetapi menggambarkan tingkat jumlah kebutuhan DUDI

(37)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(38)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Dana Padanan Kampus Vokasi (Matching Fund Vokasi)

Riset terapan di pendidikan tinggi vokasi belum semua berorientasi pada pasar sehingga belum sepenuhnya terhilirisasi

Masih belum banyak kerja sama pendidikan tinggi vokasi dengan DUDIKA yang dapat menghasilkan produk yang bisa dikomersialisasi

Penggunaan teaching factory/laboratorium praktik belum optimal

Peningkatan kerjasama pendidikan tinggi vokasi dengan DUDIKA untuk menghasilkan produk yang bisa dikomersialisasi

Peningkatan pemanfaatan teaching

factory/laboratorium praktik untuk project based learning memenuhi produk pesanan DUDIKA

KONDISI SAAT INI PERUBAHAN YANG AKAN TERJADI

Riset-riset di pendidikan tinggi vokasi berorientasi pada kebutuhan nyata di pasar dan industri sehingga hasil riset terhilirisasi (start from the end)

12

(39)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Persyaratan Dana Kompetitif Kampus Vokasi (Competitive Fund Vokasi)

1. Memiliki kemitraan serta kurikulum yang disusun bersama SMK-

pendidikan tinggi vokasi-DUDIKA

2. Memiliki pengembangan sistem RPL bagi lulusan SMK

3. Telah menyusun instrumen pengusulan SMK-D2 jalur cepat

Program SMK-D2 Jalur Cepat Program Peningkatan Prodi D3 menjadi Sarjana Terapan (D4)

1. Kerja sama dengan minimal 3 DUDIKA untuk: pengembangan kurikulum, pengajar/tenaga ahli,

magang/praktikum dll

2. Prodi D3 yang ditingkatkan memiliki akreditasi minimum B/Baik Sekali

3. Telah menyusun instrumen pengusulan peningkatan Prodi D3 menjadi sarjana terapan

4. Mendapatkan izin penyelenggaraan Sarjana Terapan dari Kemdikbudristek

10

(40)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(41)

PERUBAHAN YANG AKAN TERJADI

Penyelesaian waktu tempuh SMK-D2 dapat dipersingkat hingga 4,5 tahun

Siswa SMK memiliki kemerdekaan untuk memilih melanjutkan ke jenjang D2 Jalur Cepat atau langsung bekerja

Pembelajaran di SMK dirancang untuk kompatibel dengan pendidikan tinggi vokasi sehingga lulusan SMK memiliki peluang lebih tinggi untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya

Jumlah prodi D2 semakin banyak sehingga kebutuhan SDM operator/teknisi ahli dapat terpenuhi.

Lulusan D2 dapat mendukung potensi lokal, kawasan industri, dan kawasan ekonomi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(42)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Skema percontohan segitiga Kerjasama Vokasi dan DUDI di Bali

Puluhan SMK

Mitra Dunia Usaha

dan Dunia Industri

- D2 Perhotelan - D2 Pariwisata

- D2 Teknologi perawatan utilitas hotel

Contoh:

SDM lulusan SMK – D2 Fast Track untuk:

FO

F&B

Kitchen

House keeping

(43)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Skema percontohan segitiga Kerjasama Vokasi dan DUDI di Madiun

Puluhan SMK

PT INKA dan anak-anak perusahaannya

- D2 Pembentukan Logam.

- D2 Perkeretaapian

(44)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

KONDISI SAAT INI PERUBAHAN YANG AKAN TERJADI

Minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi vokasi relatif rendah karena pilihan prodi Sarjana Terapan (D4) terbatas

Lulusan D3 masih harus dilatih ulang oleh DUDIKA terkait softskills agar lebih siap kerja

Meningkatkan jumlah Prodi Sarjana Terapan (D4) sehingga jumlah peminat akan meningkat

Menyediakan tambahan waktu untuk fokus pada softskills dan karakter siap kerja

Program Peningkatan Prodi D3 menjadi Sarjana Terapan (D4)

Berbasis Kerja Sama DUDIKA

Banyak lulusan D3 yang melanjutkan ke

jenjang S1 dengan total waktu pembelajaran 5-7 tahun demi mendapatkan kesempatan kerja/karir yang lebih baik

Masa studi yang lebih singkat, SDM lulusan Sarjana Terapan (D4) bisa langsung fokus pada pekerjaan dan karirnya

8

(45)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

PERUBAHAN YANG DILAKUKAN UNTUK SARJANA TERAPAN (D4)

PRODI EXISTING D3

Level Program Lebih Tinggi

Kemdikbudristek mendukung Transformasi Prodi D3 Menjadi Sarjana Terapan (D4) dengan Proses yang Lebih Praktis

Sarana & Prasarana

Peralatan Laboratorium

Dosen

Tenaga Kependidikan

Mahasiswa

Akreditasi

Kurikulum D4 bersinergi

dengan DUDIKA

Penambahan jumlah mitra

DUDIKA dan kualitas kemitraan

9 lulusan memiliki kualifikasi kompetensi yang lebih tinggi dan

lebih mudah terserap di dunia kerja

(46)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(47)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(48)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(49)

Pemetaan Wilayah PTN Vokasi di Sektor Prioritas

Politeknik Negeri Bali Politeknik Negeri Jakarta Politeknik Negeri Bandung

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Malang

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Politeknik Manufaktur Bandung Politeknik Negeri Indramayu Politeknik Negeri Semarang Politeknik Negeri Banyuwangi Politeknik Negeri Madiun AKN Pacitan

Politeknik Negeri Madura Politeknik Negeri Jember Politeknik Negeri Subang Politeknik Negeri Cilacap Politeknik Negeri Jember Politeknik Negeri Banyuwangi

Politeknik Negeri Bali BBPPMPV BISPAR

Politeknik Negeri Banyuwangi BBPPMPV SENBUD Jawa Bali

Industri BBPPMPV BOE

BBPPMPV BMTI

Pertanian

Pariwisata

BBPPMPV PERTANIAN

Politeknik Negeri Lampung

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Pertambangan - -

Politeknik Negeri Lhokseumawe AKN Aceh Barat

Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Politeknik Negeri Sriwijaya Politeknik Negeri Batam Politeknik Negeri Bengkalis Politeknik Negeri Padang Politeknik Negeri Medan

Perikanan - -

Sumatera

Pertanian

Industri

-

BBPPMPV BBL

Politeknik Negeri Ketapang Politeknik Negeri Banjarmasin Politeknik Negeri Pontianak Politeknik Negeri Ketapang

Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Pertanian dan Perkebunan

Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene

Kepulauan -

Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Politeknik Negeri Nusa Utara

Pertambangan - -

Pariwisata Politeknik Negeri Manado -

Politeknik Negeri Ujung Pandang Politeknik Negeri Manado

- Kalimantan

Pertambangan

Perkebunan dan Kehutanan

Sulawesi

BBPPMPV KPTK Perikanan

Industri -

-

Perkebunan -

Politeknik Pertanian Negeri Kupang Politeknik Negeri Kupang

pertambangan -

Politeknik Negeri Kupang

Politeknik Negeri Ambon

Politeknik Perikanan Negeri Tual

Perkebunan -

Pertambangan -

Pariwisata -

Pertanian dan Perkebunan Politeknik Negeri Fakfak

Pertambangan -

Perikanan Politeknik Negeri Fakfak

Pariwisata -

Nusa Tenggara

Maluku

Papua

Perikanan pariwisata

Perikanan dan Peternakan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(50)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DAFTAR ISI

▪ Revitalisasi dan Transformasi Pendidikan Vokasi

Profil Data Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia 2021

1

2

▪ Proyeksi Pengaturan Tata Kelola Perguruan Tinggi Vokasi

3

(51)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Link-and-match antara pendidikan vokasi dengan dunia kerja belum terjadi karena IDUKA belum terlibat secara menyeluruh

Kurikulum belum selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan DUDI

Kompetensi pendidik yang belum memiliki kapabilitas mengikuti kebutuhan dunia kerja; gap kompetensi antara

kebutuhan dunia kerja dan ketersediaan pendidik masih terlalu jauh.

Kapasitas pimpinan lembaga pendidikan vokasi belum memadai dalam mengembangkan potensi kerja sama dan manajerial.

Sarana dan Prasarana yang dimiliki pendidikan vokasi belum mendukung pembelajaran sesuai kebutuhan dunia kerja.

Branding Pendidikan Vokasi, Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) di masyarakat belum kuat, sehingga belum dianggap sebagai pilihan pendidikan yang menjanjikan dan menyebabkan calon peserta didik (input) kurang memiliki passion.

Mengapa Dibutuhkan Peraturan Khusus Pendidikan Tinggi Vokasi?

Namun, peraturan yang ada, belum cukup dalam memfasilitasi dinamika

dan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam“overturning” pendidikan vokasi saat ini untuk mewujudkan link and match secara menyeluruh dengan

dunia kerja

Kebutuhan untuk Mengembangkan Ekosistem Pembelajaran yang Berbasis Industri (Industrial-based Learning) Sudah Sangat Mendesak

Status saat ini:

Belum masuk ke dalam Fase drafting permen khusus karena masih mengupayakan menyisipkan substansi dalam tahap revisi rapermen 3,5 dan 7

(52)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Latar Belakang Rapermen Pendidikan Vokasi untuk PT Vokasi

Pendidikan Vokasi yang diselenggakarakan oleh perguruan tinggi memiliki kekhasan/kekhususan, antara lain:

o Pasal 16 UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi

(1) Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang

menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan.

(2) Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau program doktor terapan.

o Intensitas kerjasama dengan IDUKA (Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja) sangat tinggi untuk menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi lulusan yang memenuhi kompetensi kerja, yang disebut link and match.

Pengaturan khusus bagi Pendidikan Vokasi yang diselenggarakan oleh Perguruan tinggi dimungkinkan, karena terdapat asas Lex Specialis Derogat Legi Generali, yang berarti hukum yang khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang umum (lex generali).

Sebaliknya, apabila tidak ada hukum yang khusus, maka berlaku hukum yang umum.

Gambar

Ilustrasi di samping tidak menunjukkan stratifikasi/levelling jenjang pendidikan.

Referensi

Dokumen terkait

Departemen equity mempunyai tugas untuk merencanakan, mengkordinasi dan mengevaluasi kegiatan kliring dan penyelesaian produk Ekuiti dan kegiatan lain yang terkait

Untuk itu, peneliti dan guru matematika kelas X SMA negeri 7 Palu sepakat menerapkan suatu model pembelajaran kelompok dan membuat siswa memahami materi tersebut sehingga Dimensi

al- Ma’arij (70) ayat 19-35 adalah sebagai berikut: mengerjakan shalat pada setiap waktu yang ditetapkan, menunaikan zakat dan mengeluarkan sedekah, beriman kepada adanya

3.2 Memahami interaksi manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia. 3.2.1 Identifikasi aktivitas manusia dalam

[r]

Negeri Yogyakarta Tahun 2009 sebagaimana tersebut pada lampirir r keputusan

Suatu kegiatan tidak cukup dengan niat saja, namun perlu manajemen dan ditunjang sumber daya manusia (SDM) yang baik serta dengan efesiensi yang menyeluruh merupakan

Pendapat yang dikemukakan oleh masyarakat tentang keberadaan konsensus/ kesepakatan di Desa Wologai Tengah didukung oleh pernyataan tokoh adat Wologai yang